Tampilkan postingan dengan label KOMPAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Buku Pintar Kompas 2011 (referensi terpercaya&kaya data)


Buku Pintar Kompas 2011

(referensi terpercaya&kaya data)


“Salah satu persoalan terbesar di era informasi sekarang ini adalah justru terlalu melim pahnya informasi. Tetapi beragamnya kualitas informasi menimbulkan, kesulitan pengukuran informasi yang layak dipercaya.    
                              
Buku Pintar Kompas 2011 hadir sebagai solusi. Inilah buku rujukan berisi rekam jejak berbagai persoalan dan peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2011. Berbagai fakta politik, sosial, budaya, hingga olahraga, dari dalam dan luar negeri, disajikan secara kronologis berdasarkan waktu kejadian.                                   

Buku referensi terpercaya yang wajib dimiliki siapa saja yang memerlukan informasi akurat. Diperkaya berbagai foto, tabel, dan infografi yang menjadikannya semakin menarik. “   



Demikian saya kutip dari situs buku kita.

Para kompasioner,

Sudah barang tentu bagi siapa saja yang hobby menulis, untuk menambah mutu tulisan, bobot, kualitas tulisan, sangat tentu harus di tunjang oleh data, sumber-sumber referensi yang handal dan dapat dipercaya, - bukan sekadar asumsi -, duga-duga, sehingga tulisan/gagasan/pendapatnya di patahkan oleh rekan lain. Buku ini akan sangat membantu para kompasioner akan maksud tadi.

Di cover dalam buku ini menegaskan hal itu dengan kalimat:” buku pintar berbahan baku informasi A-1. Diolah berdasarkan rekapitulasi segala kejadian sebagaimana yang dilihat melalui kacamata enam Koran nasional yang terbit di Jakarta:Kompas,Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia dan Indopos.

Disusun oleh tim periset handal dari Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) harian Kompas. Buku yang dengan cerdas membantu kita memilih berita-berita yang layak dipercaya, dibaca, diserap dan direnungkan; serta membiarkan berita-berita lainnya menguap bagitu saja.”

Buku yang memiliki ketebalan 516 halaman, di tambah xv ini benar-benar menyajikan data yang akan menguak memori kita sepanjang pemberitaan-pemberitaan selama tahun 2011.Disajikan perkelompok bulan, tema, dan tentu saja di pilih berita-berita yang memiliki nilai.

Sekadar ambil contoh acak:

Pecah kongsi nahkoda Jakarta

Prijanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta(23/12). Seharusnya , jabatan yang dipegang sejak oktober 2007 itu akan berakhir pada Oktober 2012.
Gubernur Fauzi Bowo dalam tanggapan resminya menyayangkan sekaligus menghormati keputusan tersebut, seraya berterima kasih atas dukungan Prijanto sebagai wakil gubernur selama empat tahun terakhir (25/12. isu yang beredar menduga hubungan Prijanto tidak harmonis dengan Fauzi Bowo, dan seterusnya. Selanjutnya dalam halaman yang sama di sajikan data-data orang-orang/nama-nama yang mundur di tengah jalan.(halaman 268).

Demikian juga untuk medukung data-data berita yang di sajikan masih dilengkapi dengan lampiran-lampiran. Sekadar contoh acak pada halaman 366 di bawah sub judul 2.13.Abu Bakar Ba’asir dan kisah perjalanannya, disana di sajikan profilnya, lahir di pekunden Mojogung, Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938. Aktivitas pemimpin pondok pesantren Al-mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan seterusnya, dilengkapi dengan Pendidikan beliau, perjalanan kariernya dan keterangan-keterangan secara rinci.

Oleh karenanya untuk para Kompasioner…..,
Silahkan miliki buku ini, sudah sangat pasti akan menunjang dan menggairahkan anda menulis, sangat pasti tidak kering dan penuh argumentasi, seargumentatif ke enam Koran Nasional tadi, seteliti team litbang tentunya ya?


Selamat sore. Selamat berkemas-kemas pulang!

Tuhan Memberkati.



Selasa, 20 Maret 2012

Hidup Bahagia Jakob Oetama

Hidup Bahagia Jakob Oetama

saya temukan tulisan Pak Dahlan Iskan sbb:

Dahlan Iskan

http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/10/03/hidup-bahagia-jakob-oetama

Manis Pembawaannya, tapi Keras Hatinya
Kalau hidup dimulai dari umur 40 tahun (life begins at fourty), Pak Jakob Utama, pemilik grup Kompas-Gramedia itu, baru mulai hidup lagi untuk yang kedua kalinya pada 27 September minggu lalu.
Jarang ada berita wartawan merayakan ulang tahun ke-80 seperti Pak Jakob Oetama. Yang sering adalah berita wartawan mati muda: sakit lever karena bekerja tidak teratur, terkena kanker karena tiap malam stres terkena deadline, terbunuh di medan pergolakan atau terlibat kecelakaan lalu lintas.
Rasanya kini tinggal tiga wartawan yang berusia di atas 80 tahun: Jakob Oetama dan Herawati Diah. Memang, ada tokoh seperti Harjoko Trisnadi yang juga lebih dari 80 tahun dan sangat sehat. Tapi, dia lebih dikenal sebagai pengusaha pers daripada wartawan, meski awalnya juga wartawan.
Yang lumayan banyak adalah calon wartawan berumur 80 tahun: Fikri Jufri (75, Tempo), Rahman Arge Makassar (76), Lukman Setiawan (76, Tempo), Ja”far Assegaf (78, Media Indonesia), dan beberapa lagi.
Ini berarti rekor usia wartawan terpanjang kini dipegang Ibu Herawati Diah. Beliau lahir pada 3 April 1917, yang berarti tahun ini berusia 94 tahun. Pak Rosihan Anwar sebenarnya juga hampir mencapai 90 tahun. Tapi, tak disangka-sangka dia meninggal mendadak pada usia 89 tahun, 14 April lalu.
Mungkin karena beda generasi, saya tidak akrab dengan dua tokoh pers yang dikaruniai usia yang begitu panjang. Saya mengenal Ibu Herawati Diah karena sempat berhubungan bisnis sekitar lima tahun, tapi terbatas hanya bicara perusahaan. Yakni, ketika suaminya, B.M. Diah, pemilik harian Merdeka yang juga mantan Menteri Penerangan, menyerahkan pengelolaan harian Merdeka yang lagi pingsan kepada saya pada 1994.





Setelah B.M. Diah meninggal dan saham Merdeka beralih ke putranya, kerja sama itu berakhir. Sebagian besar pengelolanya, di bawah pimpinan Margiono, kemudian mendirikan Rakyat Merdeka. Margiono, yang masih memimpin Rakyat Merdeka sampai sekarang menjadi ketua umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) pusat.
Lima tahun sering rapat bersama, saya bisa menarik kesimpulan mengapa Ibu Herawati Diah bisa berusia begitu panjang. Hatinya sangat baik, berpikirnya longgar, bicaranya sangat terkontrol, dan pembawaannya sangat tenang. Disiplinnya sangat tinggi, termasuk dalam hal makanan. Karena itu, Ibu Herawati terjaga langsing sampai sekarang. Ibu Herawati bisa mewakili sosok wanita intelektual yang bergaya elegan. Beliau tercatat sebagai wanita pertama Indonesia yang sekolah di luar negeri (Amerika Serikat).
Mengapa saya juga tidak akrab dengan Pak Jakob Oetama? Di samping beda generasi, kami berbeda tempat tinggal. Pak Jakob di Jakarta, sedang saya berbasis di Surabaya. Tapi, penyebab utamanya adalah karena kami berdua termasuk orang yang sangat fokus ke perusahaan masing-masing. Kami berdua sama-sama lebih mementingkan sibuk memajukan perusahaan masing-masing daripada misalnya menghadiri pesta-pesta, atau bergentayangan di kafe atau rapat-rapat organisasi. Begitu sulit kami menemukan kesempatan berinteraksi.
Beliau memang sangat lama menjadi ketua umum SPS (Serikat Penerbit Surat Kabar, kini bernama Serikat Perusahaan Pers), namun tidak pernah habis-habisan mempertaruhkan waktunya di situ. Beliau termasuk tokoh yang tidak mau menjadikan organisasi pers sebagai batu loncatan untuk berkarir di politik.
Karena itu, beliau enak saja ketika akhirnya meminta saya agar mau dipilih sebagai ketua umum SPS untuk menggantikannya. Sikap saya juga mirip itu. Saya tidak akan mau dicalonkan sepanjang beliau masih mau menjadi ketua umumnya. Bahkan, ketika suatu saat saya dicalonkan menjadi ketua PWI Jatim, saya mengajukan syarat: asal PWI jangan terlalu aktif.



Itu saya maksudkan agar tugas wartawan yang utama tidak terganggu oleh gegap gempita organisasi. Saya tidak ingin PWI-nya maju, tapi mutu koran merosot. Saya juga tidak malu kalau kantor PWI menjadi sepi. Sebab, itu berarti mereka sibuk menggali berita.
Pak Jakob adalah contoh dari sedikit orang yang bisa fokus. Sejak pikiran sampai tindakan. Godaan-godaan di luar pers tidak pernah meruntuhkan kefokusannya mengurus media. Padahal, sebagai pemimpin dan pemilik grup media nasional yang terbesar dan paling berpengaruh, pastilah begitu banyak rayuan dan iming-iming.
Beliau tidak tergoda sama sekali. Beliau terus saja konsentrasi mengurus Kompas dan grupnya. Karena itu, kalau pada akhirnya kita menyaksikan Kompas-Gramedia begitu sukses, kita tidak boleh melupakan bahwa itulah hasil nyata dari karya orang yang sangat fokus.



Generasi yang lebih muda (meski sekarang saya sudah tergolong generasi tua) memberikan dua penilaian kepada Jakob Oetama. Beliau dikecam sebagai wartawan penakut. Bukan sosok wartawan pejuang yang gagah berani menantang maut, seperti Mochtar Lubis (Indonesia Raya), atau Rosihan Anwar (Pedoman), atau Tasrif (Abadi), Aristides Katoppo (Sinar Harapan), Nono Anwar Makarim (Kami), Goenawan Mohamad (Tempo), dan beberapa lagi.
Di pihak lain dia dipuji sebagai wartawan yang santun, mengurus anak buah (termasuk kesejahteraan wartawan) dengan baik, dan sosok yang sangat menonjol tepo seliro-nya. Beliau juga tokoh yang kalau berbicara di depan umum lebih mengedepankan filsafat daripada masalah-masalah yang praktis. Misalnya, filsafat kritik. Sampai-sampai di era Orba itu muncul berjenis-jenis filsafat kritik. Ada kritik pedas macam Mochtar Lubis, kritik manis model Jakob Oetama, atau kritik jenaka model Goenawan Mohamad.
Kepribadian yang manis seperti itulah yang membuat pemerintah Orde Baru sangat percaya kepada Jakob Oetama. Sebuah kepercayaan yang ternyata juga tidak mutlak dan tulus. Pada suatu saat Kompas ikut dibredel juga, meski kemudian diizinkan terbit kembali. Tentu salah Orba juga mengapa memercayai Jakob Oetama. Padahal, di balik kehalusan dan kemanisannya itu tetaplah dia seorang wartawan yang asli. Manis hanyalah pembawaannya. Sikap batinnya tetaplah keras.


Kepercayaan yang begitu tinggi dari pemerintahan Orde Baru itu bukan tidak ada ruginya bagi Kompas. Setidaknya menurut saya. Akibat kepercayaan itu regenerasi di pucuk pimpinan Kompas menjadi terhambat. Umur 37 tahun saya sudah berhenti menjadi pemimpin redaksi Jawa Pos. Ini agar berganti kepada generasi yang lebih muda. Umur 39 tahun saya sudah berhenti menjadi pemimpin umum Jawa Pos. Pak Jakob Oetama terus menjadi pemimpin redaksi dan pemimpin umum sampai usia hampir 70 tahun.
Saya tahu itu bukan kehendak beliau sendiri. Siapa pun tahu bahwa untuk mengganti pemimpin redaksi, saat itu, harus minta izin menteri penerangan. Pemerintah merasa lebih tenang kalau Kompas dipimpin Jakob Oetama daripada misalnya tokoh muda yang mungkin lebih radikal.
Bagi saya pribadi Jakob Oetama adalah “lawan” yang harus saya hormati, tapi juga harus saya kalahkan. Saya menempatkan diri sebagai “penantangnya”. Baik dalam bidang jurnalistik maupun dalam bidang bisnis pers. Sebagai penantang saya merasakan bukan main susahnya hidup di luar dominasi Kompas. Kompas sudah menjadi koran dan koran sudah menjadi Kompas. Semua minta agar koran itu harus seperti Kompas. Bahkan, kalau ada wartawan baru keinginannya menulis ternyata juga harus seperti gaya Kompas.
Tentu saya tidak suka semua itu. Kalau hanya mengikuti Kompas, selamanya hanya akan menjadi ekornya. Tidak akan bisa menjajarinya. Karena itu, saya mengambil jalan yang sangat berbeda. Bukan dari ibu kota menguasai nusantara, tapi dari nusantara menguasai Indonesia. Di bidang jurnalistik juga harus berbeda. Jawa Pos memilih jurnalistik bertutur. Untuk wartawan baru saya langsung mencekokkan doktrin “jangan ketularan penyakit Kompas”.
Kata “penyakit” di situ terpaksa saya pakai bukan karena gaya Kompas itu jelek, tapi hanya karena harus dihindari. Agar wartawan Jawa Pos benar-benar punya gaya yang berbeda. Maafkan saya pernah menggunakan kata penyakit itu, Pak Jakob. Tentu saya tidak akan tersinggung kalau ada pihak lain menggunakan istilah yang sama: penyakit Jawa Pos.
Memang di kalangan pers sempat muncul istilah “perang total” Kompas-Jawa Pos. Tapi, itu hanya di permulaan. Pada akhirnya semua orang tahu bahwa Kompas dan Jawa Pos bergerak di medan yang berbeda. Kompas dengan majalah-majalahnya yang luar biasa, dengan toko bukunya yang the best dan biggest, dengan hotel-hotelnya yang meluas dan dengan bidang usaha yang meraksasa ternyata punya pasarnya sendiri.
Demikian juga Jawa Pos dengan koran-koran daerahnya, pabrik kertasnya, dan jaringan TV lokalnya juga punya dunianya sendiri. Keduanya masih terus membesar tanpa ada salah satu yang kalah. Inilah dinamisnya persaingan yang sehat. “Pertempuran” itu telah berakhir.
Bukan hanya karena masing-masing sudah menempati makom-nya, tapi juga karena masing-masing sudah tua. Pak Jakob sudah 80 tahun. Sudah memilih dan memiliki CEO baru yang sangat andal, Agung Adiprasetyo. Saya sudah 60 tahun dan Jawa Pos juga sudah dipimpin Azrul Ananda yang berumur 34 tahun. Pak Jakob mungkin sudah tinggal menjadi pendetanya di Kompas dan bahkan saya sudah bukan siapa-siapa lagi di Jawa Pos, kecuali hanya pemegang sahamnya.


Hasil pertempuran itu sudah final: saya tidak mampu mengalahkan Pak Jakob Oetama. Kompas Group masih jauh lebih gede daripada Jawa Pos Group meski koran Jawa Pos sudah tidak kalah besar dari koran Kompas.


Yang lebih penting: saya melihat Pak Jakob sangat berbahagia dalam hidupnya. Dia mengerjakan bidang yang sangat disenanginya. Dia berhasil menjadi kaya raya. Dia diberi rahmat sangat panjang usianya. Belum tentu saya bisa sebahagia Pak Jakob Oetama. Belum tentu saya bisa membahagiakan orang lain sebesar dan sebanyak yang dilakukan Pak Jakob Oetama. Belum tentu juga saya bisa mencapai usia 80 tahun seperti Pak Jakob Oetama.(*)

Kamis, 08 Maret 2012

Peneliti: 12 Grup Media Besar Kuasai Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Para Peneliti dari Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) mengumumkan hasil riset bahwa ada 12 grup besar yang menguasai hampir seluruh kanal media di Indonesia.



 
"Hasil penelitian kami bekerja sama dengan lembaga non pemerintah Hivos Asia Tenggara menunjukkan bahwa ada 12 grup media besar yang menguasai Indonesia," kata Peneliti CIPG Yanuar Nugroho didampingi peneliti lainnya yakni Dinita Andriani Putri dan Muhammad Fajri Siregar di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, grup tersebut adalah MNC Media Group, Jawa Pos Group, Kompas Gramedia Group, Mahaka Media Group, Elang Mahkota Teknologi, CT Corp, Visi Media Asia, Media Group, MRA Media, Femina Group, Tempo Inti Media dan Beritasatu Media Holding.



Dia mengatakan, meskipun konsentrasi kepemilikan media semacam itu bukanlah monopoli namun struktur industri seperti itu mempunyai implikasi serius dalam konteks ruang publik dalam bermedia.
Para peneliti, tambah Yanuar, menilai bahwa konsentrasi kepemilikan berdampak tak hanya pada keputusan redaksi lewat intervensi pemilik melalui "agenda setting" namun corak industri media juga mengakibatkan terjadinya uniformitas isi media karena prinsip pasar dan mengejar rating.
Dalam konteks tersebut, kata dia, pemusatan kepemilikan tersebut bisa jadi disebabkan oleh tidak tegasnya regulator.



"Lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI seharusnya menjadi pilihan untuk mengimbangi media swasta baik dalam sisi konten maupun jangkauan penyiaran sehingga saat industri media mengedepankan aspek komersil dari pemberitaan, penyiaran publik harusnya bisa tampil lebih strategis dan bebas dari kepentingan modal dan berpihak ke publik," katanya.
Aspirasi publik yang tidak tertampung di media arus utama mendorong munculnya media komunitas dan media online alternatif meskipun pada perkembangannya terhambat oleh regulasi yang kurang mendukung.
"Internet sebagai salah satu harapan bagi partisipasi warga dalam bermedia melalui jejaring sosial dan blog juga terhambat oleh ketidakmerataan infrastrukturnya yang masih terpusat di Indonesia bagian Barat," katanya.



Riset CIPG dan HIVOS menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur media dan penguatan institusi media publik adalah sarana untuk mengembalikan ruang publik dalam bermedia.
"Tentu saja hal ini perlu di dukung oleh pemerintah lewat kebijakan media yang memadai dan juga keterlibatan masyarakat dalam menuntut haknya dalam bermedia," katanya.

http://id.berita.yahoo.com/peneliti-12-grup-media-besar-kuasai-indonesia-151410514.html

Senin, 05 Maret 2012

8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja

8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja

Bramirus Mikail | Asep Candra


Hampir setiap orang pernah merasakan kejenuhan kebosanan dengan pekerjaan yang mereka lakukan.  Seringkali, rutinitas dalam pekerjaan pekerjaan menjadi jebakan yang dapat berujung pada stres dan tekanan. Apabila tidak dilakukan upaya mengatasinya, hal ini tentu sangat memengaruhi performa dan prestasi kerja seseorang.
 
Jika Anda mulai mengalami masa-masa sulit di tempat kerja atau merasa kurang puas terhadap hasil kerja, saatnya bagi Anda untuk melakukan perubahan.  Setidaknya ada 8 cara yang dapat dipertimbangkan untuk membuat hari-hari Anda di tempat kerja menjadi lebih bahagia. Berikut  ini adalah pemaparannya :

1. Atur kehidupan kerja Anda

Jika aktivitas kerja Anda sering membuat Anda merasa stres dan kewalahan, sekarang saatnya untuk menenangkan dengan membuat segalanya lebih terorganisir. Pertama, pastikan Anda tiba beberapa menit lebih awal di tempat kerja untuk memberikan Anda sedikit waktu dalam mengatur tugas-tugas Anda untuk hari itu dan mempersiapkan mental. Kedua, menata ruang/ meja kerja dengan membereskan segala barang yang berserakan. Kemudian, buatlah daftar rencana kegiatan yang akan Anda lakukan pada hari itu (berdasarkan prioritas).

2. Kenakan busana yang meningkatkan mood

Banyak dari kita yang diharuskan untuk memakai seragam atau mematuhi aturan pakaian untuk bekerja. Jika Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk berpakaian, cobalah untuk mengenakan pakaian atau aksesoris yang dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri Anda. Dengan menambahkan sesuatu yang istimewa pada pakaian kerja akan membuat hari Anda lebih berwarna.

3. Melakukan beragam variasi tambahan

Variasi merupakan bumbu kehidupan, dan ini perlu dilakukan ketika Anda memulai rutinitas sehari-hari dalam pekerjaan Anda. Rutinitas yang sama setiap hari akan membuat Anda cepat bosan. Jadi cobalah membuat setiap hari sedikit berbeda dengan cara apapun yang Anda bisa. Misalnya, melakukan tugas-tugas rutin dalam urutan yang berbeda, berbicara dengan orang baru atau mengambil rute yang berbeda untuk bekerja (atau mungkin menggunakan mode yang berbeda dari transportasi, seperti bersepeda, jika Anda mampu).

4. Hiasi meja kerja

Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja yang menambahkan hiasan pada ruang kerja/meja mereka, 40 persen lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak melakukannya. Meskipun Anda mungkin tidak memiliki kewenangan untuk menghias atau mengatur ulang seluruh ruang kantor, Anda bisa melakukan dengan cara yang sederhana misalnya, membeli beberapa alat tulis bagus, memasang foto, kalender lucu atau sepotong kecil karya seni, atau menaruh tanaman kecil pada meja kerja Anda.

5. Tetap aktif di kantor

Jika hari kerja Anda membuat Anda tak bersemangat, cobalah memberi rangsangan pada diri Anda dengan melakukan beberapa latihan sederhana ketika istirahat makan siang. Latihan ini baik untuk meningkatkan harga diri, melepaskan stres, dan juga melepaskan zat kimia di otak seperti endorphin dan anandamide yang dapat meningkatkan mood dan membuat Anda merasa bahagia. Jika tempat kerja Anda memiliki fasilitas untuk mandi, lakukan setelah Anda makan siang.

6. Makan camilan yang bikin happy

Sediakan beberapa camilan sehat di atas meja kerja Anda. Mengapa? Karena, nutrisi tertentu dalam makanan dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Ada beberapa makanan yang dapat mendorong rasa bahagia seperti kenari (asam lemak Omega-3), pisang (mengadung serotonin yang memproduksi tryptophan dan magnesium. Serotonin memiliki efek untuk meningkatkan suasana hati, menenangkan dan mengurangi depresi). Pastikan camilan Anda mengandung karbohidrat kompleks untuk memperlambat pelepasan energi dan menjaga tingkat gula darah tetap rendah untuk mencegah depresi dan kelelahan.

7. Berpikir positif dan ramah terhadap rekan kerja

Terlepas dari apakah Anda sedang stres, cobalah tetap mengadopsi sikap positif dan ramah ketika berbicara dengan rekan kerja Anda. Bahkan meskipun mereka kerap tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Anda! Cobalah untuk menyelesaikan setiap konflik, menghindari gosip dikantor, dan memperlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Penelitian menunjukkan bahwa memberikan senyum benar-benar dapat membuat seseorang lebih bahagia, jadi cobalah untuk memberikan senyum setiap Anda bertemu dengan orang di kantor.

8. Menghargai kenyataan bahwa Anda memiliki pekerjaan

Cobalah memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan mengidentifikasi hal apa saja yang dapat membuat Anda merasa lebih bersemangat untuk bekerja. Misalnya, bercita-cita untuk memperoleh posisi atau jabatan yang lebih baik dalam pekerjaan. Dengan adanya target yang Anda buat, ini akan membuat memacu semangat Anda saat  bekerja.



Sumber :



Rabu, 25 Januari 2012

TIPS SUKSES DALAM KARIER DAN KELUARGA

TIPS SUKSES DALAM KARIER DAN KELUARGA

Sering kita mendengar kata kata seperti ini “ wanita karier hanya sukses di pekerjaannya saja” dan mereka tidak mampu menyeimbangkan antara karier dan kehidupan pribadi, keluarga dan sosial.

Sebenarnya anda dapat menyeimbangkan antara karier dan keluarga anda, jika pandai dalam membagi waktu dan melakukannya dengan cara yang tepat. Menyeimbangkan hidup memang tidak mudah. Jika anda mengetahui caranya pasti semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Berikut ini akan saya berikan tips – tips supaya karier dan keluarga sama – sama sukses.
  • Sediakan waktu minimal 30 menit untuk membuat jadwal selama seminggu.
  •  Utamakan terlebih dahulu hal – hal yang lebih penting
  • Jangan mengerjakan semua pekerjaan sendiri, misalkan bila dikantor bagi – bagi tugas dengan rekan kerja, dan bila dirumah berbagi tugas dengan asisten rumah tangga.
  • Sesibuk apapun anda, sebaiknya meluangkan waktu untuk berlibur bersama keluarga dan menjalankan hobi anda.
  • Pilih gadget yang dapat membuat hidup anda menjadi mudah.
Sangat mudah bukan tips untuk mendapatkan sukses di karier dan di keluarga. Semoga tips ini dapat anda terapkan di kehidupan anda sehari – hari untuk mendapatkan kesuksesan di karier dan di keluarga. Selain itu anda juga dapat membuktikan ke orang – orang bahwa anda bisa sukses di dua sisi yang berbeda…


20 Langkah Perubahan Karir yang Sukses

Apakah anda merasa karir anda mentok sehingga anda merasa perlu untuk mengubah karir dan mengganti arah? Terdapat beberapa pemikiran yang akan membantu anda dalam mengambil keputusan berani tersebut, yang dapat mengubah hidup anda.
Namun apakah realistis untuk membicarakan tentang perubahan karir di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini? ….. Justru inilah saat yang penting untuk merencanakan karir anda. Jadi ambil kendali pekerjaan anda dan jangan menunggu faktor-faktor eksternal (seperti PHK) yang merubah karir anda.
Anda menginginkan sesuatu yang lebih baik atau sadar bahwa anda memiliki kemampuan lebih, namun anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan. Anda sadar bahwa anda siap untuk mengurusi hal-hal yang lebih penting dan hal-hal yang akan memberi anda lebih banyak penghargaan. Sekaranglah waktu yang tepat untuk mengkaji dan melihat potensi anda sebenarnya.
Ciptakan sendiri langkah-langkah yang anda akan ambil untuk melakukan perubahan karir.
Mungkin anda memiliki sejumlah ide untuk karir yang ingin anda lakukan, namun anda belum mendefinisikan ide-ide tersebut secara jelas sehingga anda belum mengambil langkah yang tepat.
Anda perlu menyusun strategi dan rencana kerja. Lalu anda akan tahu apa sasaran anda dan dengan mudah memutuskan langkah anda selanjutnya.
Strategi yang tepat akan memberi anda hasil permanen dan perubahan sesuai dengan yang anda inginkan. Anda tidak ingin mendapati diri anda berada di posisi yang sama dengan posisi anda saat ini bukan? Strategi yang anda susun akan membantu langkah anda dan memperjelas prioritas anda, daripada melakukan hal-hal secara serabutan dan kehilangan waktu anda yang berharga, yang justru akan menyebabkan kebingungan.
Untuk menyusun rencana kerja dan menentukan arah baru, anda harus memikirkan beberapa hal berikut ini. Tujuannya adalah untuk menemukan profesi yang tepat karena anda adalah pribadi yang unik.
Visi, misi, dan tujuan anda: bagaimana anda melihat kehidupan anda, diri anda sendiri, profesi, serta hubungan anda 5 tahun yang akan datang?
Nilai-nilai pribadi anda: hal-hal apa yang memotivasi anda dan hal-hal apa yang penting bagi anda? Sebagai contoh, apakah anda ingin membantu masyarakat dan orang-orang di sekitar anda? Apakah anda menginginkan kekuasaan? Apakah anda menginginkan kreativitas, keragaman, kebebasan, penghargaan, uang, serta rasa aman?
Poin terkuat, bakat dan keahlian anda: kepribadian seperti apa yang anda miliki? Sebagai contoh, anda adalah seorang yang jujur dan antusias. Kenali juga keahlian yang anda miliki selama ini yang sangat berguna dalam aktivitas anda sehari-hari.
Peluang dan sumber atau sumber daya apa yang anda miliki dan anda butuhkan? Apa yang harus anda lakukan untuk memperoleh apa yang tidak anda miliki saat ini? Sebagai contoh, carilah lebih banyak informasi, lakukan penelitian pasar, bergaullah bersama orang-orang yang tepat.
Kehidupan, karir, atau bisnis yang ideal: tanggung jawab seperti apa yang ingin anda ambil? Apakah anda ingin memimpin? Ingin menjalani profesi paruh waktu atau penuh waktu? Apakah anda ingin selalu berada dekat rumah atau selalu bepergian menggunakan transportasi umum? Apakah anda ingin tinggal di daaerah pegunungan? Apakah anda lebih memilih organisasi besar atau bisnis kecil?
Apa yang anda sukai dan hal-hal apa saja yang mahir anda lakukan? Hasrat, minat apa yang memberi anda inspirasi, apa yang anda sukai dan tidak anda sukai? Sebagai contoh, apakah anda mahir menggunakan komputer? Apakah anda suka memperbaiki mesin atau perabot rumah tangga? Apakah anda suka memfoto? Apakah anda mahir matematika? Apakah anda suka membantu orang lain memecahkan masalah? Apakah anda mahir memasak?
Apakah anda suka bekerjasama dengan orang-orang dalam lingkungan kerja anda? Apakah anda lebih suka bekerja dengan orang-orang yang kreatif? Apakah anda lebih menyukai orang-orang yang bersahabat, atau orang-orang yang tetap menjaga profesionalisme dalam hubungan? Apakah anda menginginkan atasan yang berkomunikasi dengan anda secara rutin atau atasan yang memberi anda kebebasan?
Fokuslah pada hal-hal yang anda inginkan. Jika hal tersebut akan membawa anda lebih maju dan mendekati karir yang anda pilih, maka pilihan anda akan memberikan kepuasan serta kesuksesan pada tahun-tahun mendatang.

20 langkah perubahan karir yang sukses

1. Mulailah dengan menganalisa karir anda! Apa yang telah anda capai saat ini? Hal-hal apa yang memotivasi anda dan membuat anda bersemangat dalam pekerjaan anda? Apa tujuan dan ambisi masa depan anda? Apakah anda menggunakan keahlian dan bakat anda hingga optimal? Apakah anda merasakan kepuasan dan komitmen? Hal-hal apa yang penting bagi anda? Apa nilai-nilai pribadi yang anda miliki?
2. Lakukan penelitian pasar terhadap karir baru anda. Sejak anda menemukan apa pekerjaan impian anda, lanjutkan dengan menyelidiki peluang kerja yang tersedia. Bicaralah kepada konsultan karir, pelatih eksekutif, atau headhunter. Kirim daftar riwayat hidup anda pada perusahaan-perusahaan yang menarik minat anda. Bahkan jika tidak ada lowongan yang tersedia pada saat itu, daftar riwayat hidup anda akan dimasukkan dalam database perusahaan dan kemungkinan perusahaan tersebut akan menghubungi anda di masa yang akan datang jika ada posisi yang tersedia.
3. Lakukan analisa keahlian serta bakat anda. Apa kelebihan anda dan hal-hal apa yang harus anda perbaiki? Dari sekian banyak keahlian yang anda miliki, keahlian apakah yang membuat anda memiliki nilai lebih dalam pasar tenaga kerja? Keahlian apa yang bisa anda gunakan dalam posisi lain? Sebagai contoh: jika anda merupakan pakar dalam membina komunikasi serta hubungan dengan orang lain, maka anda bisa menggunakan keahlian anda dalam posisi yang membutuhkan komunikasi dengan konsumen.
4. Temukan mentor. Survey menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mentor di tempat kerja dengan pembinaan karir, khususnya bagi wanita.
5. Perkirakan seberapa besar kepuasan anda terhadap profesi anda saat ini? Buatlah catatan mengenai pemikiran anda terhadap permasalahan yang muncul dalam pekerjaan anda dan temukanlah hal-hal yang kerap bermunculan. Aspek-aspek dari pekerjaan apa yang anda sukai dan tidak anda sukai? Apakah perasaan negatif anda mempengaruhi pekerjaan anda, budaya atau orang yang bekerja bersama anda?
6. Benahi minat, nilai, serta keahlian anda melalui berbagai sumber. Ingatlah kesuksesan yang anda miliki dalam pekerjaan anda, proyek apa yang anda selesaikan dengan mudah dan kegiatan bisnis apa yang anda sukai. Tujuan anda adalah untuk mengenali hal-hal yang anda sukai dan keahlian-keahlian apa saja yang anda miliki.
7. Bertukar ide untuk menentukan pilihan karir anda dengan mendiskusikan nilai-nilai dan keahlian dasar anda bersama teman, keluarga dan rekan kerja yang anda percaya ciptakan pula jaringan yang akan memberikan anda nasihat serta bantuan dalam menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan kebutuhan anda.
8. Lakukan penelitian dan studi banding dari beberapa bidang yang anda minati untuk mengenali sasaran yang membutuhkan penelitian lebih dalam. Tujuan anda adalah untuk menemukan bidang apa, perusahaan mana, dan orang mana yang harus anda kejar.
9. Bacalah lebih banyak hal yang anda minati, temukan penelitian dan statistic dan tambahlah jumlah relasi anda.
10. Pelajari hal-hal yang dilakukan oleh 1 hingga 2 orang yang mengerjakan profesi yang anda minati. Habiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk melihat bagaimana mereka bekerja dan belajar, sehingga anda tak perlu merasa seperti ikan yang terdampar di daratan jika anda memutuskan mengubah karir anda.
11. Cobalah untuk bekerja sebagai sukarelawan atau pegawai magang terlebih dahulu. Sehingga anda akan melihat seberapa mahir anda akan melakukan dan mempelajari pekerjaan tersebut tanpa mengeluarkan biaya.
12. Temukan kesempatan untuk belajar, yang menghubungkan masa lalu anda dengan profesi anda yang baru. Banyak sekolah swasta dan universitas yang menawarkan kursus bagi para professional.
13. Temukan cara untuk mengembangkan keahlian baru dalam pekerjaan anda saat ini, yang memungkinkan anda membuka jalan bagi perubahan. Jika perusahaan anda dapat menyediakan pelatihan teknologi terbaru atau keahlian tertentu, utarakan minat anda.
14. Pikirkan peran alternatif dalam pekerjaan anda saat ini, yang akan sangat bermanfaat bagi pengetahuan anda. Sebagai contoh, jika anda adalah seorang manajer toko dalam perusahaan retail yang cukup besar dan merasa jenuh dengan jam kerja dan akhir pekan dimana anda harus bekerja, pikirkan untuk melekukan peran lain dalam perusahaan tersebut yang bisa anda lakukan misalkan sebagai perwakilan divisi penjualan dari perusahaan tersebut.
15. Bina hubungan dengan orang-orang yang bisa membantu anda mengubah karir. Langkah penting yang harus anda ambil adalah dengan menemukan orang-orang yang bisa membantu anda menemukan pekerjaan yang anda inginkan. Jika anda serius memikirkannya, anda akan menemukan seseorang yang anda kenal, teman atau kenalan lama yang memiliki hubungan dengan pekerjaan yang menjadi impian anda.
16. Bina hubungan dengan orang yang bisa membantu anda menemukan pekerjaan impian anda dan mintalah surat rekomendasi yang memberikan kepastian bahwa anda adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. Lebih baik lagi, mintalah orang tersebut untuk membicarakan hal-hal baik tentang diri anda dan mintalah ia memberikan dukungannya pada perusahaan tempat anda melamar kerja. Namun berhati-hatilah, jangan sampai bantuan ini terkesan berlebihan.
17. Dapatkan sedikit pengalaman kerja. Bahkan jika anda tidak memiliki pengalaman dalam pekerjaan yang anda inginkan, tidaklah terlambat untuk memperoleh pengalaman kerja. Anda bisa memperoleh pengalaman kerja dengan menemukan pekerjaan yang relevan (meskipun tanpa bayaran). Anda bisa ikut ambil bagian dalam proyek besar yang membutuhkan mitra eksternal atau ambil bagian dalam proyek pemerintah atau program sukarela bagi kaum muda. Anda bisa menemukan pekerjaan semacam itu melalui internet.
18. Sesuaikan ekspektasi anda. Anda harus menyesuaikan ekspektasi anda terhadap kesuksesan terutama jika anda adalah seseorang yang mencari pekerjaan baru agar ekspektasi anda tidak mengecewakan anda. Bahkan bagi seorang Michael Jordan pun, salah satu atlit terbaik dunia, ia harus menerima fakta bahwa ia bukanlah “Air Jordan” ketika ia bermain baseball bersama tim White Sox.
Anda bisa menanjak sangat cepat dalam karir baru anda, namun tentunya ada harga yang harus dibayar. Anda harus membuktikan bahwa anda layak memperoleh posisi tersebut di hadapan para klien, rekan kerja, dan atasan anda. Masa lalu yang cemerlang tidak menjamin masa depan yang lebih baik.
19. Manfaatkan keahlian dan pengalaman anda. Meskipun anda memutuskan untuk mengambil karir yang benar-benar baru, tetap menjadi fakta bahwa banyak pekerjaan membutuhkan keahlian yang sama. Kita tidak tinggal di masa lalu dimana seseorang tidak bisa menjadi petani, tukang besi, lalu pelaut.
Kebanyakan pekerjaan, terlepas dari apapun perusahaannya, memerlukan beberapa keahlian dasar seperti penjualan, komunikasi, dan manajemen waktu. Jika anda berhasil dalam beberapa bidang tersebut maka hampir dapat dipastikan bahwa anda dapat meraih kesuksesan dalam semua jenis pekerjaan. Dan anda harus secara konsisten bahwa anda memang bisa melakukannya dengan memanfaatkan pengalaman anda.
20. Percayalah pada diri anda sendiri. Tersenyumlah, tingkatkan rasa percaya diri anda dan kejarlah impian anda! Jika anda tidak melakukannya, tidak ada seorang pun yang akan melakukannya untuk anda.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, terdapat 3 langkah yang harus anda ikuti untuk melakukan perubahan karir dengan suskses. Langkah pertama adalah dengan mendapatkan rekomendasi yang membukakan peluang bagi anda. Kedua, dengan meningkatkan keahlian dan pengalaman yang anda peroleh dari pekerjaan anda sebelumnya. Dan langkah ketiga berasal dari diri anda sendiri; untuk mengembil peluang yang muncul di hadapan anda dan lakukan yang terbaik. Jangan ragu. Anda bisa melakukannya!

4 Hal Penghambat Kesuksesan Bekerja


Setiap orang pasti ingin memiliki pekerjaan impian dan mendapat kesuksesan. Namun meskipun mereka memiliki intelektualitas dan antusiasme untuk membangun karier, banyak dari mereka yang tidak berhasil meraih kedua hal tersebut. Hal ini disebabkan, "Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan, dan berakibat pada hancurnya pekerjaan impian Anda. Bahkan mungkin target pekerjaan impian pun tidak tercapai," ungkap Kathy Caprino, career executive coach, dalam artikelnya yang berjudul Top 4 Reasons Why Most Career Dreams Fail.

Beberapa kesalahan yang berakibat pada hancurnya pekerjaan impian tersebut antara lain:

1. Melakukan hal-hal yang salah untuk mendapatkan yang diinginkan
Banyak orang tidak bisa mengidentifikasi apa yang benar-benar mereka inginkan dalam hidup mereka. Terkadang emosi membuat Anda tidak bisa berpikir jernih dalam hal pekerjaan. Namun, ada beberapa orang yang benar-benar memahami tujuan hidup mereka, dan dapat mengartikulasikan dengan jelas arah tujuan mereka, dan melakukannya dengan baik. Hanya saja, di antara mereka masih banyak yang tidak bisa mengambil langkah yang tepat untuk mencapainya.

"Misalkan, banyak orang terutama perempuan yang mengalami stres saat bekerja. Dalam kondisi putus asa mereka memutuskan untuk berwirausaha. Ini tidaklah salah, namun sebaiknya tidak dilakukan sebagai pelarian, dan berharap tidak akan menemui hambatan atau bebas stres. Tidak semua orang bisa sukses dalam berwirausaha terutama jika mereka hanya membuatnya sebagai pelarian. Wirausaha juga membutuhkan komitmen dan usaha keras," tukasnya.
Sebenarnya mereka tahu apa yang mereka inginkan, tapi salah mengambil langkah untuk mendapatkannya. Setelah salah langkah dan gagal, banyak orang yang menyerah dan berhenti bergerak maju.

2. Terlalu cepat menyerah
"Kita semua tahu, banyak orang yang ingin memberikan kontribusi kepada dunia dengan cara yang berbeda. Namun masalahnya, mereka ingin melakukannya dan diakui sekarang juga. Mereka tidak sabar untuk berjuang mewujudkannya, dan menginginkan cara yang instan tanpa membuat komitmen," tukas Caprino. Orang-orang yang berada di bagian tertinggi dalam perusahaan, dan memiliki kontribusi yang besar bagi orang lain, sebenarnya juga memiliki komitmen jangka panjang. Mereka telah bekerja selama bertahun-tahun untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan keahlian untuk mencapai posisi tersebut. Mereka sudah menunjukkan komitmen dan keberanian yang luar biasa untuk melawan ketidakmampuan dan ketakutan mereka agar mereka lebih sukses. Sadarilah, tidak ada kesuksesan yang instan, karena kesuksesan butuh kerja keras dan komitmen untuk mewujudkannya. Jadi jangan terlalu cepat menyerah dan berhenti berusaha untuk mendapatkan kesuksesan Anda.

3. Karier dan "panggilan jiwa"
Pekerjaan dengan panggilan jiwa sangatlah berbeda. Banyak orang berpikir karier mereka adalah panggilan jiwa. Seringkali panggilan jiwa bukanlah dalam bentuk pekerjaan ideal, melainkan hobi yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang. Kunci untuk menciptakan karier yang memuaskan adalah dengan menemukan jalan untuk membuat Anda bergairah, terarah, dan termotivasi untuk menjadi apapun yang ingin Anda raih. Berhentilah mengharapkan apa yang dimiliki orang lain, dan ciptakan versi terbaik diri Anda.

4. Terlalu takut melangkah
Kendala terbesar yang sering dihadapi dalam mencapai impian karier adalah ketakutan atau ketidakmauan untuk melakukan langkah yang besar. "Kenyataannya, Anda tidak dapat melangkah dari titik A ke Z tanpa mengubah diri Anda sendiri," tambah Caprino. Untuk memiliki karier yang bagus, Anda harus berani mengambil langkah maju, berani ambil resiko, dan memperluas diri Anda jauh melampaui zona nyaman Anda dalam bekerja. Lakukan saja beberapa langkah positif yang bisa membantu Anda mencapai kesuksesan.



  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...