Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

JANGAN REMEHKAN TULISAN ANDA

JANGAN REMEHKAN TULISAN ANDA

JOHAN WAHYUDI


Orang berjalan yang dipercaya adalah kakinya. Orang berbicara yang dipercaya adalah mulutnya. Orang bekerja yang dipercaya adalah tangannya. Dan penulis dipercaya karena tulisannya.

Saya menaruh kepercayaan yang teramat tinggi atas ungkapan-ungkapan di atas. Saya membenarkan isinya sehingga saya selalu berusaha menekankan aspek kejujuran atas segala perilaku. Jujur itu membawa ketenangan pikiran dan perasaan. Dengan kejujuran, kita tak lagi memiliki rasa takut kepada manusia lainnya meskipun mereka menjadi penguasa. Maka, penulis semestinya menjunjung tinggi kejujuran seraya menjaga kualitas tulisannya. Mengapa?

Pagi tadi, saya dikejutkan oleh sebuah peristiwa. Kejadian itu bermula ketika saya akan mengantar ananda untuk berangkat ke sekolahnya. Tiba-tiba, HP-ku berbunyi sebagai tanda dering kiriman SMS. Nomor pengirim belum dikenal. Sambil menaiki motor, saya pun membuka dan membaca SMS: “Selamat pagi, Pak Johan. Ini Wayan Mertayani dari Bali. Sebelumnya salam kenal.

Kaget saya dibuatnya. Lalu, teringatkanlah saya atas tulisanku yang berjudul Ni Wayan Mertayani, Anak SMA yang Yatim dan Teramat Miskin, Peraih Juara 1 Lomba Fotografi Internasional. Tulisan itu ter-posting pada 2 Mei 2011 atau setahun lalu. Saya menulis itu setelah mengikuti acara Kick Andy di Metro TV. Menurutku, anak ini memiliki talenta hebat untuk berubah menjadi pribadi yang berprestasi. Maka, tersusunlah tulisan itu yang membuatku sebagai penulis sempat menitikkan air mata. Ya, saya trenyuh sekali dengan kondisi keluarga dan nasibnya. Setahun telah berlalu.

Setelah mengantar ananda ke sekolahnya, saya mampir ke sebuah rumah makan. Saya bermaksud menikmati makan pagi sebelum bekerja. Pada waktu itulah, saya menyempatkan diri untuk menghubungi Wayan. Ya, saya ingin mengetahui kondisi dan perkembangan nasib si anak malang itu. Begitu ingin saya langsung mengenal suara agar saya benar-benar teryakinkan bahwa pengirim SMS itu benar-benar Ni Wayan Mertayani.

Ketika saya menghubunginya, sungguh saya dibuat kaget lagi. Suara anak ini benar-benar renyah dan terkesan sangat gembira dengan panggilanku. Maka, tentunya saya berusaha mengenal lebih jauh tentang dirinya. Akhirnya, terkuaklah perkembangan Wayan. Saat ini, Wayan sudah duduk di bangku SMA kelas XI Program IPS. Saat ini, Wayan sedang mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) di sekolahnya.

Sejak muncul di acara Kick Andy Metro TV, nasib Wayan mulai berubah. Wayan telah diberi Beasiswa oleh Menteri Pendidikan Nasional. Selain itu, Wayan tak lagi menjadi pemulung. Wayan kini sudah menikmati perubahan kehidupan yang lebih baik. Jika dahulu rumahnya hanya beratap daun rumbia yang tak bisa menahan air hujan dan teriknya sinar matahari, kini rumahnya telah dibangun atas bantuan acaraBedah Rumah. Bagaimana nasib Wayan bisa berubah secara drastis itu dalam waktu sekejab? Jawabnya hanya satu: kekuatan media.

Menurut penuturan Wayan, dirinya sering dihubungi banyak pihak untuk memberikan bantuan. Banyak pihak menaruh simpati setelah mengetahui kondisi keluarga Wayan yang memang teramat mengenaskan. Para simpatisan itu tentu mengetahuinya setelah mengikuti acara itu, mendengarkan kisah serupa, sertamembaca beragam berita. Itulah pengakuan Ni Wayan Mertayani. Lalu, bagaimanakah Wayan mengenalkompasiana?

Menurut kisah Wayan, sebenarnya waktu itu dirinya hanya ingin mem-browsing untuk beragam keperluan sekolah. Secara iseng, nalurinya mengajaknya untuk mengetahui beragam perkembangan informasi. Lalu, Wayan pun mengetikkan tags atau kata kunci namanya: Ni Wayan Mertayani. Dan hasilnya sungguhlah teramat mengejutkan!

Melalui penelusuran sekitar 5,400 hasil (0.52 detik), mesin google memberikan informasi bahwa tulisanku di kompasiana menduduki posisi teratas. Itu berarti bahwa tulisan-tulisan di kompasiana sering dijadikan sebagai bahan rujukan oleh netter atau pembaca. Setidak-tidaknya, tulisan di kompasiana sering dikunjungi untuk dipelajari isinya. Dan ini adalah keuntungan sekaligus perhatian bagi kompasianer. Mengapa?

Tentunya kita tak mau dianggap sebagai kompasianer ecek-ecek. Kompasianer yang sekadar menulis ini dan itu tanpa memertimbangkan aspek keseriusan, aktualitas, kedalaman kajian, dan kemapanan bahasa. Sungguh disayangkan jika kita hanya sekadar menjadikan kompasiana sebagai media belajar menulis karena menganggapnya sebagai media gratisan.

Ketika kita benar-benar-benar serius menekuni suatu profesi, hendaknya kita berusaha menjaga konsistensi dalam bersikap. Janganlah kita terombang-ambingkan oleh nafsu alias keinginan untuk tenar alias terkenal. Jika kita sudah menjalani profesi secara serius, tentu orang lain akan memberikan predikat alias brandingtersendiri. Predikat itu diberikan karena kita memang serius menjaga kualitas diri. Akhirnya, saya jadi teringat dengan ucapan bijak: sukses hanya dimiliki mereka yang serius menekuni bidangnya. Anda ingin sukses? Camkan baik-baik ucapan itu!


Kamis, 31 Mei 2012

TIP MENULIS UNTUK BLOGER: dari artikel terpilih

Tips Menulis Postingan yang Baik


Sebagai seorang blogger dalam menulis sebuah postingan, kalian tidak boleh menggurui, egois, dan merasa pintar. Ini dikarenakan, semua akan dinilai oleh pembaca. Seharusnya seorang blogger harus menyajikan sebuah postingan yang baik, agar pembaca bisa mengetahui atau memahami apa yang disampaikan oleh kalian dalam postingan tersebut.

Adapun tips-tipsnya seperti berikut :

1. Keserasian dalam menggunakan kata demi kata, kalimat demi kalimat. Keserasian dalam mengolah kata itu akan berdampak pada alur tulisan, sehingga pembaca bisa terbius dengan membacanya. Selain itu, emosional pembaca pun kan terbawa.

2. Tulisan harus jelas dan padat.
Dalam menggunakan singkatan juga harus benar jangan hanya asal menyingkat. Contoh; “saya sngt kecewa dengan adanya…… “. “Sngt” yang seharusnya ditulis “sangat” dengan jelas tanpa disingkat, karena bila disingkat belum tentu orang yang membacanya mengetahui maksud yang kalian tulis, terlebih ketika orang asing ingin menerjemahkan tulisan kalian ke bahasa inggris atau bahasa lainnya, pastinya ini tidak akan bisa diterjemah kan.

3. Tulisan harus sesuai dengan logika.
Jadi tulisan yang kalian yang akan di posting harus sesuai dengan logika, dalam artian tulisannya masuk akal. Contohnya; “ seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan setelah menyalip angkutan umum”, ini contoh yang masuk akal, sedangkan yang tidak masuk akal. “
seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan setelah menyalip kapal laut ”, mana ada sepeda motor yang bisa menyalip kapal laut, jenis transportasinya saja berbeda, sepeda motor transportasi darat, sedangkan kapal laut transportasi laut.

4. Penulisan tidak perlu di ulang-ulang agar terhindar dari kesan bertele-tele.
Sebuah tulisan yang banyak menggunakan kata yang di ulang-ulang akan menimbulkan kesan yang bertele-tele, sehingga pembaca pun akan merasa bosan.

5. Menerima Kritikan dan mau memperbaikinya.
Segala sesuatu di dunia ini tentunya tak ada yang sempurna, begitu juga sebuah postingan, terkadang kalian lupa menambahkan satu huruf, atau salah huruf, dan biasanya ada juga yang salah menulis suatu tempat. Bila ada seseorang mengkritiknya atau kalian sendiri sadar akan kekurangan itu maka segera di ganti atau di update lagi.

6. Harus bisa menyusun bahasa penulisan menjadi kesatuan yang utuh dan tidak terputus-putus. Dalam menulis postingan kalian tentunya mengacu pada tema pembahasan, jangan sampai meloncat ke pembahasan lainnya, Tentunya ini akan membuat pembaca merasa jenuh karena pembahasan yang meluas kemana-mana.

Oke sobat dotter’s, semoga tips yang saya bagi ini bisa bermanfaat untuk kalian, dan tentunya bisa menambah wawasan tentang bagaimana cara membuat postingan yang baik.
Terima kasih banyak


7 Tips Menjadi Blogger


Sobat dotter’s, bertekad menjadi seorang blogger tentunya menjadi sebuah acuan agar kalian akan terus meng update blognya secara kontinyu, baik dalam keadaan sedih atau senang kalian akan konsisten meng updatenya. Karena seorang blogger sejati itu akan selalu meng update blognya dalam kondisi atau situasi apapun.

Disini saya akan berbagi tips agar kalian bisa menjadi blogger yang konsisten dalam meng up date blognya. Disimak yah


Minat
Minat adalah sebuah dorongan yang datang dari dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu. “Apakah kamu mempunyai minat untuk menjadi seorang blogger?…” itu perlu kalian tanyakan pada diri kalian dulu sebalum terjun langsung menjadi  seorang blogger, karena bila kalian tak ada minat, maka kalian akan melakukannya dengan setengah-setengah.

Disiplin
Untuk menjadi seorang blogger tentunya dibutuhkan kedisiplinan dalam meng update blog nya. Tak mengenal kondisi atau situasi apapun bila waktunya untuk memposting maka lakukanlah. Karena dengan disiplin, waktu kalian pun akan tertata.

Stamina
Menjadi seorang blogger itu butuh stamina juga loh, justru kalian membutuhkan stamina yang banyak karena otak kalian dituntut untuk berfikir cepat, atau di tuntut untuk mengeluarkan ide-ide segar. Karena dengan menjaga kebugaran tubuh, tetunya kalian menjaga konsistensi posingan kalian juga.

Spesialis
Saat kalian memutuskan untuk menjadi seorang blogger tentunya sudah menentukan mau menjadi seorang blogger spesialis apa, contoh membahas seputar asmara, motivasi, atau kuliner. Karena nantinya postingan kalian akan ter arah tidak acak kadut pembahasannya.

Mood
Sebagai seorang blogger tentunya membutuhkan mood untuk memposting, jadi mood nya itu harus dijaga. Dan mood itu sesuatu yang ditunggu melainkan sesuatu yang harus diciptakan.

Tempat
Tempat bukanlah suatu persoalan yang menghalangi kalian untuk meng update blog, karena tempat seperti apapun malah bisa untuk sebuah bahan postingan, tinggal kalian mau ambil di sisi mananya saja sesuai konten pembahasannya.

Alat
Inilah hal yang sangat penting dan tak bisa di pisahkan dari seorang blogger yaitu, keyboard, mouse, PC, modem/akses internet, dan komputer/laptop. Karena tanpa alat kita tidak bisa meng update blog.
Nah, itulah tips dari saya. Semoga sedikit banyak bermanfaat bagi sobat-sobat dotter’s. Mulailah dari sekarang, jangan nunggu besok


Sumber: “Curahkan Gairah menulis” Ratna Dewi Pudiastuti






Menulis dengan Otak Dingin tapi Hati Hangat

Menulis dengan Otak Dingin tapi Hati Hangat

oleh Sutomo Paguci



http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/01/menulis-dengan-otak-dingin-tapi-hati-hangat


Mencoba memahami para komentator aktif di kompasiana baik yang sependapat dengan penulis maupun yang tidak sependapat. Para pengecam yang pedas ini kuklik akun Kompasiananya, kubaca artikelnya, dan kuajak berteman. Sekarang masih menunggu tanggapan. Hallo?
Penasaran mau melihat seberapa dewasa sikap para pengkritik itu. Apakah menganggap pihak yang kontra dengan pemikirannya sebagai musuh?
Aku sendiri penulis yang cukup bersemangat. Otak seperti bergemuruh menumpahkan segala kesumat pikiran. Treet-tret-tret tuts berbunyi dengan cepat. Otak menumpahkan segala kegelisahan pikiran ke ujung sepuluh jari. Ya, aku mengetik dengan sepuluh jari sambil mata terpejam. Suatu keahlian yang telah berpuluh tahun ku asah sejak SMP dulu.
Kadang kasihan melihat kawan yang begitu besemangat menulis, ide-idenya gemuruh seperti air terjun, tapi tak diimbangi kecepatan menulis. Ia menulis dengan dua ujung jari telunjuk kiri dan kanan. Nampaknya sih cepat bahkan brutal, tetapi sebenarnya lambat. Secepat apapun penulis dengan dua telunjuk tidak akan mampu mengalahkan sepuluh jari yang bergerak refleks seperti pendekar Dhanapati yang menggunakan ajian menjelma jadi sepuluh dalam “Puncak Dendam Dhanapati” buah karya Kompasianer Ken Hirai itu.
Bunyi tuts komputer yang dihajar dengan dua ujung jari kira-kira begini: tak-tuk tak-tuk tak-tuk. Sedangkan bunyi tuts yang digagahi sepuluh jari kira-kira begini: tret-tret-tret-treeeeet! Bablas. Satu artikel pendek selesai dalam 15 menit.
Wah kok jadi ngelantur nih. Rahasia menulis dengan otak dingin tapi hati hangat di Kompasiana segera dimulai! Otak boleh panas tapi hati tetap dingin. Tapi saya lebih merasa pas dengan istilah “hangat” untuk hati, yaitu sebentuk perasaan yang menangkap rasa kata denga antusias dan humor.
Saya sendiri tidak berpretensi harus mempertahankan apa yang saya pikirkan dengan hati penuh amarah, dendam, kebencian dan angkara murka anak manusia. Untuk apa? Cuma tulisan pemikiran aja kok dibawa serius banget. Setuju, ambil. Tidak setuju, ya tinggalkan. Walau aku orangnya agak sinis, tapi menghargai pemikiran yang berlawanan.
Kalau ada yang meninggalkan jejak digital di akun saya–umpamanya corong liberal, kafir, antek AS, antek Yahudi, Islamophobia, dst–bagaimana? Ya, santai aja. Dipikirin tapi tak masuk ke hati. Yang tahu apakah benar semua stigma itu adalah diri kita sendiri. Ikuti aja kata Stephen R Covey, kita yang memutuskan.
Begitupun ketika orang mengkritik konten tulisan, wah, ini wajib dipikirkan benar-benar. Dipikirkan dengan otak terbuka bahkan terngaga. Jangan-jangan kritik itu benar. Jika benar, ya perbaiki lain kali. Jika pun tidak benar, ya tetap berterima kasih sudah berpartisipasi.
Otak ini memang dibiarkan terbuka dengan segala ide: fundamental, literal, liberal, kapital, demokratis, ortodok, dan lain-lain. Sejauh ini ia membaca blog/web http://islamlib.com dan http://ulil.net. Sebaliknya dia juga membaca dengan serius blog http://IndonesiatanpaJIL.com. Dia membaca timeline #IndTanpaFPI, juga membaca timeline #IndonesiaTanpaJIL di twitter.
Sejauh ini Otak berusaha keras memahami alur pemikiran seumpama #IndonesiaTanpaJIL, Abu Bakar Ba’asyir, Irene Handono, Habib Rizieq. Namun pemikiran tersebut belum memuaskan logika si Otak. Habisnya, pemikiran mereka lebih banyak bernuansa provokasi, kebencian, bahkan kekerasan. Tapi si Otak akan tetap berusaha menyelami pemikiran mereka.
Sebaliknya. Logika si Otak yang terbuka itu justru terpuaskan oleh tulisan-tulisan tokoh Indonesia seperti Quraish Shihab, Gus Dur, Ulil Abshar Abdalla, Said Agil Siradj, Syafii Maarif, Abdul Moqsith Ghazali, Luthfi Assyaukanie, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, Abdurahman Saleh, Yusril Ihza Mahendra, Budiarto Shambazy, Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy, Anis Baswedan, Pipih Nugraha, Dewa Gilang, Arab Kere, Katrokelana, Hanung DW Nugrahanto, dan Kompasianer senada lainnya.
Di tengah pertarungan pemikiran pro dan kontra itu, akhirnya si Otak bersandar pada Cinta. Siapa saja tokoh dunia yang memancarkan cinta dalam gerakannya? Nabi Muhammad, sudah tentu. Mahatma Gandhi, ya. Nelson Mandela, ya juga.
Sudah dulu menulisnya. Lagi sibuk.

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...