Tampilkan postingan dengan label media indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Buku Pintar Kompas 2011 (referensi terpercaya&kaya data)


Buku Pintar Kompas 2011

(referensi terpercaya&kaya data)


“Salah satu persoalan terbesar di era informasi sekarang ini adalah justru terlalu melim pahnya informasi. Tetapi beragamnya kualitas informasi menimbulkan, kesulitan pengukuran informasi yang layak dipercaya.    
                              
Buku Pintar Kompas 2011 hadir sebagai solusi. Inilah buku rujukan berisi rekam jejak berbagai persoalan dan peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2011. Berbagai fakta politik, sosial, budaya, hingga olahraga, dari dalam dan luar negeri, disajikan secara kronologis berdasarkan waktu kejadian.                                   

Buku referensi terpercaya yang wajib dimiliki siapa saja yang memerlukan informasi akurat. Diperkaya berbagai foto, tabel, dan infografi yang menjadikannya semakin menarik. “   



Demikian saya kutip dari situs buku kita.

Para kompasioner,

Sudah barang tentu bagi siapa saja yang hobby menulis, untuk menambah mutu tulisan, bobot, kualitas tulisan, sangat tentu harus di tunjang oleh data, sumber-sumber referensi yang handal dan dapat dipercaya, - bukan sekadar asumsi -, duga-duga, sehingga tulisan/gagasan/pendapatnya di patahkan oleh rekan lain. Buku ini akan sangat membantu para kompasioner akan maksud tadi.

Di cover dalam buku ini menegaskan hal itu dengan kalimat:” buku pintar berbahan baku informasi A-1. Diolah berdasarkan rekapitulasi segala kejadian sebagaimana yang dilihat melalui kacamata enam Koran nasional yang terbit di Jakarta:Kompas,Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia dan Indopos.

Disusun oleh tim periset handal dari Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) harian Kompas. Buku yang dengan cerdas membantu kita memilih berita-berita yang layak dipercaya, dibaca, diserap dan direnungkan; serta membiarkan berita-berita lainnya menguap bagitu saja.”

Buku yang memiliki ketebalan 516 halaman, di tambah xv ini benar-benar menyajikan data yang akan menguak memori kita sepanjang pemberitaan-pemberitaan selama tahun 2011.Disajikan perkelompok bulan, tema, dan tentu saja di pilih berita-berita yang memiliki nilai.

Sekadar ambil contoh acak:

Pecah kongsi nahkoda Jakarta

Prijanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta(23/12). Seharusnya , jabatan yang dipegang sejak oktober 2007 itu akan berakhir pada Oktober 2012.
Gubernur Fauzi Bowo dalam tanggapan resminya menyayangkan sekaligus menghormati keputusan tersebut, seraya berterima kasih atas dukungan Prijanto sebagai wakil gubernur selama empat tahun terakhir (25/12. isu yang beredar menduga hubungan Prijanto tidak harmonis dengan Fauzi Bowo, dan seterusnya. Selanjutnya dalam halaman yang sama di sajikan data-data orang-orang/nama-nama yang mundur di tengah jalan.(halaman 268).

Demikian juga untuk medukung data-data berita yang di sajikan masih dilengkapi dengan lampiran-lampiran. Sekadar contoh acak pada halaman 366 di bawah sub judul 2.13.Abu Bakar Ba’asir dan kisah perjalanannya, disana di sajikan profilnya, lahir di pekunden Mojogung, Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938. Aktivitas pemimpin pondok pesantren Al-mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan seterusnya, dilengkapi dengan Pendidikan beliau, perjalanan kariernya dan keterangan-keterangan secara rinci.

Oleh karenanya untuk para Kompasioner…..,
Silahkan miliki buku ini, sudah sangat pasti akan menunjang dan menggairahkan anda menulis, sangat pasti tidak kering dan penuh argumentasi, seargumentatif ke enam Koran Nasional tadi, seteliti team litbang tentunya ya?


Selamat sore. Selamat berkemas-kemas pulang!

Tuhan Memberkati.



Kamis, 08 Maret 2012

Peneliti: 12 Grup Media Besar Kuasai Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Para Peneliti dari Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) mengumumkan hasil riset bahwa ada 12 grup besar yang menguasai hampir seluruh kanal media di Indonesia.



 
"Hasil penelitian kami bekerja sama dengan lembaga non pemerintah Hivos Asia Tenggara menunjukkan bahwa ada 12 grup media besar yang menguasai Indonesia," kata Peneliti CIPG Yanuar Nugroho didampingi peneliti lainnya yakni Dinita Andriani Putri dan Muhammad Fajri Siregar di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, grup tersebut adalah MNC Media Group, Jawa Pos Group, Kompas Gramedia Group, Mahaka Media Group, Elang Mahkota Teknologi, CT Corp, Visi Media Asia, Media Group, MRA Media, Femina Group, Tempo Inti Media dan Beritasatu Media Holding.



Dia mengatakan, meskipun konsentrasi kepemilikan media semacam itu bukanlah monopoli namun struktur industri seperti itu mempunyai implikasi serius dalam konteks ruang publik dalam bermedia.
Para peneliti, tambah Yanuar, menilai bahwa konsentrasi kepemilikan berdampak tak hanya pada keputusan redaksi lewat intervensi pemilik melalui "agenda setting" namun corak industri media juga mengakibatkan terjadinya uniformitas isi media karena prinsip pasar dan mengejar rating.
Dalam konteks tersebut, kata dia, pemusatan kepemilikan tersebut bisa jadi disebabkan oleh tidak tegasnya regulator.



"Lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI seharusnya menjadi pilihan untuk mengimbangi media swasta baik dalam sisi konten maupun jangkauan penyiaran sehingga saat industri media mengedepankan aspek komersil dari pemberitaan, penyiaran publik harusnya bisa tampil lebih strategis dan bebas dari kepentingan modal dan berpihak ke publik," katanya.
Aspirasi publik yang tidak tertampung di media arus utama mendorong munculnya media komunitas dan media online alternatif meskipun pada perkembangannya terhambat oleh regulasi yang kurang mendukung.
"Internet sebagai salah satu harapan bagi partisipasi warga dalam bermedia melalui jejaring sosial dan blog juga terhambat oleh ketidakmerataan infrastrukturnya yang masih terpusat di Indonesia bagian Barat," katanya.



Riset CIPG dan HIVOS menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur media dan penguatan institusi media publik adalah sarana untuk mengembalikan ruang publik dalam bermedia.
"Tentu saja hal ini perlu di dukung oleh pemerintah lewat kebijakan media yang memadai dan juga keterlibatan masyarakat dalam menuntut haknya dalam bermedia," katanya.

http://id.berita.yahoo.com/peneliti-12-grup-media-besar-kuasai-indonesia-151410514.html

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...