Tampilkan postingan dengan label kompasiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompasiana. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Hermawan Kartajaya: Indonesia 2014, Wow!

Hermawan Kartajaya: Indonesia 2014, Wow!



Hermawan Kartajaya, CEO dan Founder MarkPlus, Inc., yang dikenal sebagai guru marketing Indonesia dengan reputasi internasional, memprediksi perkembangan ekonomi Indonesia tahun 2014 dengan satu kata, “WOW!”

Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang mengulas sekilas “The MarkPlus Conference 2014″ dengan judul artikel “Oleh-Oleh dari The MarkPlus Conference 2014″Di artikel ini sudah saya jelaskan bahwa Hermawan Kartajaya menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia tahun lalu (2012), tahun ini (2013) dan tahun depan (2014) dengan kata-kata yang unik, singkat dan mengena. Ini dia gambaran ekonomi Indonesia, hanya dengan satu kata :
Tahun 2012: Oke
Tahun 2013: Aha
Tahun 2014: Wow!
Penggambaran yang unik bukan?





Hermawan menjelaskan yang dimaksud “Oke” adalah bahwa kondisi ekonomi Indonesia tahun 2012 cukup baik. Yang dimaksud “Aha”, kondisi ekonomi Indonesia tahun 2013 lebih baik lagi dan bisa dibilang menggembirakan walaupun kenyataanya tidak sesuai prediksi para ekonom dam marketer.

Dan bagaimana dengan tahun 2014? Hermawan memprediksi kondisi ekonomi Indonesia dari kacamata marketeer adalah “Wow!”. Mengapa sang guru marketing ini menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia dengan kata “Wow!”? Menurut Hermawan, bagaimana pun kondisi ekonomi dan politik saat ini, seorang marketeer, selalu melihatnya sebagai peluang dan tantangan.

Walaupun kondisi ekonomi Indonesia akhir tahun ini kurang baik, ditandai dengan menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, kondisi ekonomi Indonesia tahun depan tatap menantang. Saat itu juga Hermawan Kertajaya bersama seluruh peserta seminarmendeklarasikan “Indonesia WOW!” sebagai bukti optimisme ekonomi Indonesia tahun 2014.

Menurut Hermawan Kartajaya, rakyat Indonesia sudah semakin dewasa, bisa membedakan mana urusan politik dan mana urusan ekonomi. Bahkan gonjang-ganjing politik di tanah air, menjelang dua hajatan politik besar tahun 2014 (pemilu leigislatif dan pemilu presiden) tak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Bagi kalangan bisnis dan marketing, Pemilu 2014 bahkan dianggap sebagai peluang yang akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berikut ini, inti dari presentasi Hermawan Kartajaya yang berjudul “Market-ing in The NEW New Indonesia” di MarkPlus Conference 2014. Hermawan, menegaskan bahwa tahun 2014 adalah tahunnya marketing.  

Untuk menghadapi dan mengelola Tahun Marketing ini, Hermawan menyebut ada 12 prinsip yang layak diperhatikan, khususnya bagi para pemasar.
1. Perhatikan anak muda.
2. Hanya perempuan yang bisa memahami perempuan.
3. Merangkul komunitas netizen.
4. Untuk menjadi kuat, berperilakulah selayaknya sebagai manusia.
5. DNA merek itu dibuat dan bukan dilahirkan.
6. Connect dan Re-Connect menjadi kunci utama.
7. New Wave Marketing tidaklah menggantikan Legacy Marketing.
8. Get, Keep, and Grow.
9. Para advocates merek adalah para repeaters yang terbaik.
10. Hargai keragaman Indonesia.
11. Championship is not Leadership
12. Menjadi sahabat yang peduli.

Dihibur Slank dan JKT48
Dalam kesempatan itu juga, MarkPlus memberikan award kepada grup band legendaris “Slank” dan girl band “JKT48”.
Slank mendapat award “Lifetime New Wave Marketing Award 2013”, karena dinilai Mampu menjaga brand dan memasarkan produk-produk musiknya kepada masyarakat sebagai konsumennya selama 30 tahun.


Rabu, 20 November 2013

Trik Murahan Mendiskreditkan Jokowi

Trik Murahan Mendiskreditkan Jokowi


Untuk sementara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) harus diakui termasuk kategori pemimpin yang berhasil. Perubahan yang dibuat Jokowi dan tandemnya A Hok dalam membenahi Jakarta, adalah fakta real dan memang dirasakan rakyat Jakarta dan disaksikan rakyat negeri ini pada umumnya. Intinya termasuk kategori yang luar biasa, apa yang telah dikerjakan Jokowi untuk perubahan Jakarta, meskipun masih tahap awal dan lebih kurang setahun kepemimpinan mereka. Soalnya selama puluhan tahun DKI Jakarta dipimpin gubernur-gubernur terdahulu, tanpa ada perubahan yang berarti. Setahun dipimpin Jokowi, ternyata hal yang tak terbayangkan dapat terwujud.

Awalnya banyak pihak yang meragukan Jokowi bisa berhasil memimpin propinsi yang menjadi ibukota republik tersebut. Soalnya DKI Jakarta jauh berbeda dengan propinsi lain bahkan berbeda dengan kota Solo yang pernah dipimpin Jokowi. Di Jakarta sejak lama telah tertanam kompleksitas persoalan, apalagi tingkat cuek masyarakat yang sangat tinggi, dan kerasnya resistensi terkait kebijakan pemerintah selama ini.
Yang menjadi nilai plus, ternyata Jokowi mampu memimpin Jakarta dengan gaya kepemimpinannya yang khas, yakni pendekatan langsung dengan warga. Ternyata gaya blusukan Jokowi sebagaimana diterapkannya sewaktu jadi Walikota Solo, juga sangat efektif diaplikasikannya ketika memimpin Jakarta. Blusukan yang dilakukan Jokowi tak hanya melihat kondisi wilayah ataupun sekedar mendengar keluhan warga ataupun melihat permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat, tapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan yang ada. Kebijakan Jokowi berhasil dijalankan, nyaris tanpa ada perlawanan yang berarti, pelaksanaannya juga tanpa kekerasan, karena dibarengi dengan pendekatan humanis dan adanya solusi dalam pelaksanaan kebijakan.



Berbagai aspek mengalami perubahan positif. Dan itu nyaris tak pernah terjadi di saat gubernur-gubernur sebelumnya memimpin Jakarta. Revolusi birokrasi berorientasipelayanan masyarakat terwujud secara nyata. Rekrutmen pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan nilai profesionalisme, dan salah satunya melalui kebijakan lelang jabatan adalah terbosan baru yang spektakuler. Selain efektif menghindari korupsi, kolusi dan nepotisme, lelang jabatan sangat efektif menempatkan PNS jadi pejabat yang bersih (good governance) dan benar-benar berstatus sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, serta menjadi pejabat yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, dan punya target melakukan perubahan.

Alokasi anggaran juga dilakukan secara efektif dan mengutamakan efesiensi. Penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan dapat diketahui dan diakses oleh publik. Bantuan sosial diarahkan kepada hal-hal yang bermakna, dan memang terarah untuk hal-hal yang bersifat sosial. Kerjasama dan komunikasi dengan lembaga penegak hukum juga digalang terkait pengawasan penggunaan anggaran. Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menghindari penyimpangan penggunaan anggaran dan terciptanya pemerintahan yang bersih (clean government)

Lokalisasi pedagang kaki lima di sejumlah tempat berjalan tanpa kendala berarti dan merupakan salah satu poin keberhasilan. Diantaranya lokalisasi pedagang kali lima di pasar Tanah Abang dan di Pasar Minggu. Relokasi pedagang kaki lima di sejumlah pasar lainnya juga kini dalam tahap penanganan. Lihat saja, di seputaran jalan Pasar Tanah Abang yang puluhan tahun terlihat menjamur ratusan pedagang kaki lima dan tak mampu ditertibkan dan direlokasi oleh gubernur-gubernur terdahulu, akhirnya tak tampak lagi dibawah kepemimpinan Jokowi.

Trotoar jalan diseputaran Pasar Tanah Abang kini bersih dari pedagang kaki lima yang seluruhnya berhasil direlokasi ke Blok G pasar Tanah Abang. Multi manfaat yang diraih yakni ratusan kios di Blok G Pasar Tanah Abang yang lama tak berisi akhirnya diisi oleh pedagang. Tak ada lagi pedagang kaki lima di kawasan pasar Tanah Abang. Lalu sejumlah kawasan di Tanah abang yang selama ini menjadi biang kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas pun tak terlihat lagi. Serta praktek pungli yang dilakukan preman terhadap pedagang kaki lima yang sudah berlangsung puluhan tahun tak terjadi lagi seiring berhasilnya relokasi padagang kaki.

Tak hanya sebatas itu Jokowi juga mampu memberikan solusi ketika PKL yang telah dipindahkan ke Bok G Pasar Tanah Abang, mengeluh karena sepinya pembeli. Rencana pemindahan pintu keluar Stasiun Kereta Api Tanah Abang kedepan Gedung Blok G Pasar Tanah Abang, dianggap merupakan solusi jitu dan disetujui PKL maupun pihak PT Kereta Api Indonesia. Tak hanya itu rencana panambahan jembatan yang menghubungkan semua Blok di Pasar Tanah Abang, dan pembuatan tangga eskalator juga telah menjadi rencana matang untuk meramaikan Gedung Blok G Pasar Tanah Abang.

Tak bisa dibantah relokasi PKL disejumlah tempat adalah perubahan nyata dan tak dipungkiri sebagai sebuah keberhasilan, kendati masih banyak lagi PKL yang rencananya akan direlokasi . Faktanyua itu tak terjadi dimasa kepemimpinan gubernur-gubernur DKI sebelumnya. Malah sebagian besar pedagang di Pasar Tanah Abang memberikan apresiasi dan mengakui hanya Jokowi satu-satunya Gubernur DKI yang bisa merombak Tanah Abang.

Keberhasilan yang tak kalah penting dan juga tak pernah terjadi dimasa kepemimpinan gubernur sebelumnya adalah program normalisasi sejumlah waduk dan kali yang ada di jakarta. Salah satunya keberhasilan normalisasi Waduk Pluit yang memang nyataterjadi. Sejumlah waduk lain yang sedang dalam proses normalisasi diperkirakan juga berhasil dilakukan Jokowi. Pendekatan dan solusi menjadi senjata ampuh Jokowi membuat normalisasi Waduk Pluit berjalan lancer. Warga yang bermukim di bantaran Waduk Pluit berhasil dieksoduskan Jokowi ke Rusunawa dengan baik tanpa ada protes yang berarti, sehingga pelebaran dan pengerukan Waduk Pluit dengan tujuan juga mengantisipasi banjir dapat berjalan dengan lancar. Dan wajah kawasan Waduk Pluit berubah total dari kondisi kumuh menjadi asri, dan di pinggiran Waduk Pluit telah tersulap menjadi jalur hijau.

Pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui Kartu Jakarta Sehat berhasil membuat sejumlah rumah sakit termasuk rumah sakit swasta, ikut berpartisipasi membuka pintu pelayanan bagi masyarakat miskin. Begitu juga Kartu Pintar yang diberikan kepada pelajar yang kurang mampu, membantu warga miskin mendapat pendidikan yang layak. Banyak lagi program dan kebijakan Jokowi yang terkatagori berhasil. Dan itu berjalan dalam waktu setahun kepemimpinannya. Awal kepemimpinan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menampakkan hasil nyata dan berhasil merubah wajah Jakarta, tentu memberi rasa optimis bagi masyarakat khusunya masyarakat Jakarta bahwa program yang masih dan akan dijalankan Jokowi selanjutnya akan berjalan dengan baik.

Harus diakui bahwa masih banyak perkerjaan berat yang dihadapi Jokowi untuk perubahan Jakarta secara menyeluruh. Masih banyak pasar yang akan direvitalisasi, masih banyak pedagang kaki lima yang akan direlokasi dan masih banyak kali yang akan dinormalisasi, begitu juga persoalan kemacetan yang perlu dibenahi dan diatasi. Meskipun sejumlah perubahan yang dilakukan Jokowi mendapat segelintir perlawanan, namun pada umumnya publik menilai sangat positif dan memberikan apresiasi atas apa yang telah diperbuat Jokowi untuk Jakarta, dalam hitungan satu tahun kepemimpinannya. Penilaian positif itu tak hanya karena sejumlah perubahan drastis dan signifikan yang dibuat Jokowi untuk Jakarta, juga karena keyakinan masyarakat terhadap sosok Jokowi sebagai pemimpin yang benar-benar punya vested tulus membuat perubahan dan berpihak membela kepentingan rakyat, serta diyakini sebagai pemimpin yang bersih.

Sangat panjang, jika dirinci satu per satu apa saja perubahan yang telah dilakukan Jokowi di DKI Jakarta. Pastinya perubahan itu memang nyata terjadi, dan Jokowi tampaknya tetap konsisten melakukan perubahan selanjutnya secara bertahap. Pun demikian dibalik sejumlah keberhasilan Jokowi, segelintir kalangan tanpa rasa malu tetap tak mengakui keberhasilan Jokowi memimpin Jakarta. Malah terkesan disengaja mencari celah untuk mendiskreditkan Jokowi.

Banyaknya desakan dan besarnya gelombang dukungan kepada Jokowi untuk jadi Calon Presiden pada Pemilihan Presiden tahun 2014, tentu menjadi salah satu sebab pendiskreditkan Jokowi, apalagi Jokowi berada ditempat teratas dihampir seluruh survey Capres yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Maka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Sekjennya Tjahjo Kumolo angkat bicara. Menurut Tjahjo, PDIP menduga kuat ada Tim Khusus yang dibentuk pesaing-pesaing Jokowi untuk memperburuk citra Jokowi. Tim khusu tersebut sengaja datang ke Solo untuk mencari informasi. Tjahjo mengaku mendapat informasi ada upaya mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Solo hanya untuk mencari keburukan Jokowi saat menjadi Walikota Solo. Selain itu ada tim yang yagn bergerak kepada pemilik media untuk mengurangi forsi pemberitaan mengenai Jokowi.

Belakangan ini yang paling getol mendiskreditkan Jokowi adalah politisi-politisi dari Partai Demokrat yang merupakan partai penguasa saat ini. Ruhut Sitompul adalah satu diantara politisi Partai Demokrat yang paling ngotot menganggap Jokowi belum berhasil memimpin Jakarta. Anehnya dasar penilaiannya terkesan dicari-cari dan malah tanpa argumen. Namun tampaknya publik takkan terpengaruh dan kenyataannya memang tak terpengaruh dengan pendapat Ruhut, soalnya penilaian Ruhut merupakan penilaian yang irrasional karena dia menilai dengan otak kirinya. Ditambah lagi publik tahu Ruhut adalah politisi yang memang suka asal cuap, dan kerap mendiskreditkan pemimpin ataupun politisi yang bukan berasal dari Partai Demokrat.

Sejumlah jajaran politisi Partai Demokrat juga tak mau kalah mendiskreditkan Jokowi. Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengambil kesempatan memanfaatkan maraknya isu penyadapan yang dilakukan beberapa negara terutama dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia untuk mendiskreditkan Jokowi. Ramadhan menuduh Jokowi telah membuka celah bagi Amerika Serikat melakukan aksi penyadapan, dikarenakan Pemprov DKI memberikan Izin Renovasi Gedung Kedubes AS. Menurut Wasekjen partai Demorkat tersebut, dengan pemberian izin itu, Jokowi telah memberikan lampu hijau kepada Amerika Serikat untuk melakukan penyadapan melalui Gedung Kedubes AS. Ternyata tudingan Ramadhan itu, juga tampaknya tak mengurangi kadar apresiasi publik terhadap sosok Jokowi. Malah banyak kecaman ditujukan kepada Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut. Ramadhan dianggap banyak kalangan terkesan mengada-ada, dan sengaja mendramatisir untuk menjatuhkan pamor Jokowi.

Penguasa nomor satu di Partai Demokrat yakni Susilo Bambang Yudhoyono, juga ikut latah mendiskreditkan Jokowi. Kendati tak sekasar anggotanya, SBY dengan kapasitasnya sebagai Presiden melemparkan tudingan kepada Jokowi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kemacetan yang terjadi di Jakarta dengan dalih desentralisasi. Menurut pengakuan SBY sebagaimana diberitakan bahwa soal macet itu terlontar, karena pertanyaan para Perdana Menteri Negara ASEAN yang membuat SBY merasa tertusuk. Pertanyaan yang terkait dengan keluhan para Perdana Menteri ASEAN tentang kemacetan di Ibukota dan bagaimana solusi dari kemacetan itu. Benar atau tidak ada pertanyaan seperti itu kepada SBY dari para Perdana Menteri ASEAN, yang pasti pernyataan SBY tersebut sangat terkesan ingin menjatuhkan Jokowi. Atas penyataannya itu, SBY pun jadi bulan-bulanan kritikan. SBY dianggap telah lari tanggung jawab sebagai presiden RI.

Selain kalangan dari Partai Demokrat, politisi partai lain pun acap mendiskreditkan Jokowi. Tapi tampaknya kritik terhadap Jokowi umumnya tak mempengaruhi publik untuk ikut mendiskreditkan Jokowi. Umumnya masyarakat menyikapi kritikan tersebut secara fair dan tak berimbas menjadi antipasti terhadap Jokowi. Justru sebaliknya para pengkritik jadi sasaran kecaman.

Jokowi bukanlah sosok pemimpin yang anti kritik, namun sebagian besar kritisi terhadap kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang terlontar dari sejumlah kalangan politisi partai yang berbeda partai dengan Jokowi, jelas tak bisa dikatakan sebagai kritik positif, karena kritik yang dilontarkan kesannya jauh dari netralalitas dan jauh dari takaran objektif. Indikasi kuat, kritikan yang terlontar sengaja untuk mendiskreditkan Jokowi, yang mendapat dukungan kuat dari rakyat untuk mencapres di Pilpres 2014 mendatang.

Persoalan yang diangkat sebagai bahan kritikan pun sengaja dicari-cari terkait kebijakan Jokowi. Untungnya, publik bisa menilai bahwa isu yang dilontarkan para pengkritik, tidak seperti kenyataannya. Akhirnya kritikan-kritikan itu tak berefektivitas dan tak berimbas terhadap citra Jokowi selaku pemimpin yang dikenal merakyat. Kritikan-kritikan tersebut pun tak bisa menjadi senjata ampuh untuk mengganjal ataupun mengganggu elektabilitas Jokowi sebagai sosok dianggap sebagai bakal capres terkuat. Jadi tak salah jika kritikan-kritikan dari politisi tersebut dinilai sebagai trik-trik murahan mendiskreditkan Jokowi. Salah satu kehebatan Jokowi dalam menyikapi serangan lawan politik yang berusaha memperburuk citranya, adalah ketenangannya dan tak terlihat terpengaruh. Yang jelas Jokowi mengaku tak terlalu memikirkannya.


Jumat, 15 November 2013

MAHLIGAI CINTA

MAHLIGAI CINTA


Menatap mekar kelopak sipit matamu
Yang sesekali tunduk malu
Sekejap pejammu, meramu
Jampi obat perindu
Gejolak nan gelora puja menderu
Getaran misteri menghantu
Sungguh, takutku kehilanganmu

Ada nada cemburu pada merah gincu
Lekat dalam cumbu tipis bibir ranummu
Basahi jiwa angan gelayut manjamu
Tiada celah dalam cengkram eratmu
Halau dari segala debu
Kuingin seutuhnya milikku

Hijab merah jambu berkelambu rambu
Selimut hatimu menghisap otak jomberanku
Bongkah batu karang benalu cumbu
Tunggu ikrar berpenghulu
Kau satu tonggak rasaku
Kan ku jaga selalu indahmu




Duet kita nyanyikan pelangi senja
Merdu nian tiada nada fals nya
Bait awal indah malam pertama
Bait dua bulan madu ke pantai kuta
Reffain tereja ” anak kita kembar lima “
Coda menggema tawa kita
Angan dan cita akan mahligai cinta
Abadikanlah sejiwa kita
–ooOoo–

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/11/15/mahligai-cinta--610923.html#

Jumat, 24 Agustus 2012

Sehabis Nonton “Kita Vs Korupsi”


Sehabis Nonton “Kita Vs Korupsi”

 

http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/25/sehabis-nonton-kita-vs-korupsi/


   OLEH   DAYU RIFANTO


Apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula”

Pernah dengar nama Howard Kelly? Ia adalah ginekolog terkemuka di dunia (1858 – 1943). Sepanjang karirnya, ia menjadi pelopor metoda operasi dan penemu cystoscope – alat endoskopi yang digunakan pada pasien. Singkatnya, Howard Kelly adalah dokter yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran.

Di balik segala keberhasilannya, ada sebuah kisah masa kecil sang dokter yang sangat menggugah hati. Suatu hari di akhir abad 19, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar. Ia ingin makan, tapi uangnya hanya 1 sen.

Akhirnya ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya. Ketika sampai di sebuah rumah, seorang gadis membuka pintu dan menyambut kedatangannya. Ia menjadi gugup karena kebaikan dan kecantikannya. Niat meminta makan diurungkan, akhirnya bocah miskin ini hanya meminta segelas air.

Sang gadis memperhatikan wajah sang bocah yang lemah sebagai tanda sangat kelaparan. Ia pun lalu masuk ke dalam rumah dan kembali membawakan segelas susu besar. Bocah miskin kelaparan itu pun meminumnya perlahan-lahan hingga ia menjadi kenyang dan kuat lagi

“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak itu.
“Kau tidak harus membayar apa-apa,” jawab si gadis. “Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.”
Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”

Bocah miskin itu pun pergi. Dalam hatinya sungguh berterima kasih atas kemurahan Tuhan lewat sang gadis, sehingga kepercayaannya kepada Tuhan dan sesama manusia bertumbuh semakin kuat. Ternyata masih ada orang-orang baik dan tulus…

Bertahun-tahun berlalu
Seorang dokter muda mendapat undangan dari sesama rekan terkait penyakit langka seorang pasien. Ia terpilih dalam tim dokter ahli yang menangani masalah ini.  Ketika mendengar nama dan kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata sang dokter.  Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien.

Benar dugaannya. Dokter muda ini segera mengenali wanita yang sedang sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya. Sejak hari itu sang dokter memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Merasa pasiennya sudah sembuh total, sang dokter meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor sang dokter. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan ke kamar pasien. Si pasien takut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya. Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :
Telah dibayar lunas dengan segelas susu
Tertanda
Dr. Howard Kelly
……………………………………………..

Tadi malam, sehabis nonton film pendek KitavsKorupsi, dan teringat terutama film pendek yang diperankan oleh Tora Sudiro dan diarahkan oleh Ine Febriyanti, film ini berjudul Selamat Siang, Risa! Berlatar belakang waktu di tahun ’70-an. Seorang pria bernama Arwoko (Tora Sudiro) bekerja sebagai seorang mandor gudang dengan sikap tegasnya yang jujur dan anti berbuat curang. Namun, sikapnya tersebut kemudian mendapatkan ujian ketika salah seorang anaknya sedang menderita penyakit parah sementara ia dan istrinya, Niken (Dominique) sama sekali tidak memiliki uang.

Saya agak geregetan sendiri, saat ada orang yang menawarkan uang kepada Tora dan ditolak, karena jumlahnya besar, disaat keluarga Tora kesulitan keuangan, dan dalam visualisasi film anak Tora sedang sakit. Tora sempat bilang bahwa jika menolak uang haram itu dianggap sebagai sebuah kebodohan maka : “Kesalahan dan kebodohan ini tidak akan saya sesali sampai mati”.

 Dan saat bilang begini, diruang bersebelahan dengan ruang tamu  ada si Istri yang mencuri dengar menangis sembari menggendong anak yang sakit, entah antara menangis sedih karena anak sakit tak ada biaya berobat sedang suami di tawarkan uang melimpah tak mau, atau menangis senang karena suami taat pada nilai – nilai kebenaran, walau menyulitkan ?. susah sekali menjadi orang jujur, dan dalam kehidupan nyata, berapa banyak yang kuat menolak berperilaku korup jika dalam film saja divisualisasikan yang jujur selalu sulit hidupnya ?

Saya pun ingat kembali sama kisah – kisah hukum tabur tuai, apapun yang ditanam akan berbuah kembali pada kita dan tanaman itu bisa tanaman yang baik atau buruk. Dan ada cerita yang indah milik Pak Jamil yang saya kutipkan disini yang persis sama dengan cerita lain diatas, bahwa perbuatan baik berbalas hal baik dan sebaliknya :

Ibu I miss You
Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, “Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya”

 Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.” “Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”.

Setelah menarik napas panjang saya berkata, “Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak.” jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.”

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.
Usai berdoa saya merenung, “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan.

 Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya “Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?”

“Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil,” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, “Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu.” Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. “Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.”
Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. dengan berbisik pada diri sendiri “Ibu, I miss you so much.”
———————————
“Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.”
Ekspektasi saya menonton tadi malam ingin sekali melihat bahwa yang tidak korup akhirnya berakhir bahagia, misal keluarga Tora mungkin tidak kaya dalam arti berlebihan tetapi ending ceritanya adalah berkecukupan, lalu anak – anaknya berhasil dalam kehidupan mereka. Dan yang korup sebaliknya, walau mungkin banyak uang suatu ketika terhantam balik oleh perbuatan mereka, misal tertangkap korupsi, lalu dipenjara, lalu keluarga berantakan, hidup tak tenang dst.

Jadi bahwa apapun yang dilakukan akan berbalik ke kita sendiri, perlu diperlihatkan dalam film tsb, dan perilaku positif diperlihatkan mendapat ganjaran positif sebaliknya perilaku negative. Jadi yang menonton bisa bilang : wah susah-susah bentar gak papa lah, yang penting saya yakin yang baik akan menghasilkan buah baik yang suatu saat datang menyapa keluarga saya :). Soalnya kalau jujur gambarannya susah terus, siapa yang mau jadi orang jujur di jaman sekarang ini ? *uhuk2.

walau begitu, terus terang saya tetap senang ada film seperti ini. karena penting orang mengerti dan mengetahui bahwa perbuatan korup ada dan hidup dimana – mana, dan karena merusak, harus dilawan oleh siapa saja. hanya saja penekanan balasannya harus dipertegas, biar yang nonton lebih tergerak untuk menentang dan melawan korupsi.

“Apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula”
Koyao !!
semoga berguna

@dayurifanto

sumber :
http://duniaandromedaku.blogspot.com/2012/07/inspirasi-tagihan-mahal-rumah-sakit.html#ixzz24L51G9VN
wanasedaju.blogspot.com

Kamis, 09 Agustus 2012

Wanita di Era Modernisasi

Wanita di Era Modernisasi

 

 

Bicara tentang wanita, ada banyak banget hal yang bisa dijadikan topik hangat. Apalagi saat memasuki era milenium seperti sekarang. Wanita-wanita sekarang lebih berpendidikan, punya penghasilan sendiri dan memegang kendali atas hidup mereka dibandingkan dengan era ibu-ibu mereka sebelumnya.


Dengan teknologi baru dan kenyamanan-kenyamanan masa kini, kehidupan dijalani dengan lebih cepat dan lebih rumit ketimbang di jaman kakek nenek kita atau bahkan jaman orang tua kita. Kalau di jaman sebelumnya, wanita menikah pada usia muda dan mulai berperan sebagai ibu rumah tangga. 

Sekarang, harapan budaya, kemajuan medis memampukan wanita untuk punya anak yang sehat di usia  yang lebih tua. Karenanya, wanita masa kini menghadapi banyak sekali pertanyaan : Apakah harus menunda punya anak dan memusatkan diri pada karir? Kalau punya anak, apakah harus menitipkan di penitipan anak atau berhenti kerja. Lalu, gimana cara wanita era saat ini membuat keputusan ?

Dalam masyarakat kita yang lebih individualistik, seorang wanita mungkin jadi seorang orangtua tunggal atau mungkin ia telah jauh dari keluarga dan kawan-kawan karibnya di masa remaja. Apalagi teknologi yang berubah dengan cepat dan adat istiadat yang mulai berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Wanita-wanita karir cenderung kesulitan untuk mendapat sebuah nasihat yang mereka butuhkan.

 Karena, saat mereka mendiskusikan permasalahan mereka dengan orangtua mereka yang tidak menjalani karir, tentunya solusi yang diberikan berbeda. Cowok-cowok karir, mungkin bisa memberi masukan. Tapi pastinya tidak betul-betul pas, karena kebanyakan opini yang diberikan cenderung berdasarkan pengalaman cowok tersebut dan tidak mempertimbangkan makna yang ditempatkan oleh wanita dalam berkeluarga.

Keyakinan timbul dari pengetahuan dan pengalaman. Lalu, gimana bisa mendapat manfaat dari pengalaman orang lain?
Kualitas tahun-tahun hidup kita berikutnya sebagian besar akan bergantung pada keputusan-keputusan yang kita buat hari ini. Dan untuk itu, kita tidak harus menemukan kembali sesuatu yang baru. Pengalaman orang lain bisa dijadikan pelajaran dan bermanfaat untuk kita.

Kita bisa perhatikan sekeliling kita. Beberapa teman dan rekan kerja menjalani hidup yang bahagia, dengan kondisi finansial yang relatif bagus, hubungan dan persahabatan yang bagus, dan masa depan yang menjanjikan. Sementara, sebagian lain berjalan dengan tertatih-tatih. Mereka punya banyak impian, tapi tidak berbuat apa-apa. Ada beberapa dari wanita-wanita yang memiliki awal yang paling buruk, malah menghasilkan  yang terbaik. Dan beberapa yang memiliki asal usul “paling beruntung” justru berjalan tertatih-tatih.

Wanita, saat ini memiliki lebih banyak kebebasan, kesempatan, dan tanggung jawab dibandingkan sebelumnya. Tapi seiring dengan kebebasan yang lebih besar itu, mungkin aja merasa lebih terisolasi, kewalahan, dan terasing. Wanita sekarang lebih berpendidikan, melek teknologi, sadar politik, dan sebagai akibatnya mereka merasakan tekanan dan kegelisahan karier.

Wanita muda dengan prestasi yang bagus dan cukup punya keberuntungan, bisnis berjalan dengan sukses dan dinobatkan sebagai wirausaha yang populer. Namun, hal demikian tidak berlangsung lama. Rasa senang sukses dalam bisnis mulai memudar. Mengatur karyawan, keuangan dan expansi bisnis menjadi sesuatu yang memberatkan. Kehilangan sebagian dari sebuah kehidupan masa muda yang menyenangkan, bisa saja menjadikan seseorang depresi.

Pengalaman lain wanita muda yang menjalani kehidupan dengan aturan keluarga sepanjang hidupnya. Peraturan keluarga, bisa saja mengantarkannya pada kesuksesan pendidikan tinggi dengan gelar yang patut dibanggakan. Tapi, apakah semua yang didapat tersebut juga sama dengan apa yang dirinya inginkan?

Beda lagi dengan wanita muda yang dilahirkan dari latar belakang ekonomi kurang beruntung. Menjadi Ibu muda pada usia dini, namun kemudian mempunyai keberanian untuk mengubah prioritas hidupnya. Berjuang membenahi keadaannya, berjuang mempertahankan pekerjaan yang dimiliki, merawat anak-anaknya. Terobsesi untuk menjadikan anak-anaknya lebih baik daripada dirinya.

Wanita-wanita, semuanya menghadapi keputusan dan akibat dari keputusan sebelumnya yang akan mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan esok hari. Menginginkan kesuksesan berarti menghadapi kegagalan; tidak ada seorangpun yang sukses tanpa mengalami berkali-kali kegagalan. 

 Yang kita perlukan adalah mempersiapkan diri untuk bisa tetap tegar setelah sebuah kegagalan dan menghadapi dengan efektif kejutan-kejutan yang terjadi dalam kehidupan.

Kita sering memiliki masalah dalam mengambil keputusan karena takut membuat keputusan yang salah dan mengira bahwa seharusnya bisa memprediksikan yang akan terjadi dan  apapun yang diputuskan harus memberikan hasil dalam sepanjang hidup.

Kesempurnaan bukanlah keharusan. Pastinya ada keputusan-keputusan yang salah pernah kita buat. Yang perlu dilakukan adalah belajar gimana kalau sebuah keputusan itu perlu dievaluasi lagi,  mengapa keputusan itu begitu penting, kenapa keputusan berhasil dan, mengevaluasinya sendiri akan memberikan pengalaman yang kita butuhkan untuk bisa jadi pembuat keputusan yang efektif.

Tentunya, dengan mempertimbangkan realitas ekonomi masa kini dan pergeseran kancah pekerjaan, dan setiap wanita yang ingin memperbaiki hidupnya bisa melakukan hal tersebut.

Jumat, 27 Juli 2012

Ida Arimurti: Kisah Konglomerat yang Ditolak dan Segerobak Bunga dari Pengemar Fanatik

Ida Arimurti: Kisah Konglomerat yang Ditolak dan Segerobak Bunga dari Pengemar Fanatik


Kita berusaha, Allah berkehendak. Pepatah itu sepertinya persis sekali dengan perjalanan hidup seorang Ida Arimurti. Siapa yang tidak mengenal wanita cantik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 17 Desember  ini. Penyiar radio dan televisi, MC,dubber, dan belakangan berkecimpung dalam dunia wirausaha.
Kompasianers, kiprahnya di dunia radio tak sengaja dilakukan. Kisahnya terjadi saat Ida masih berseragam putih abu-abu alias SMU (dulu Sekolah Menengah Atas, SMA) di SMU 30, Rawasari, Jakarta Pusat. Temannya ingin menjadi penyiar radio Amigos. Saat mengantar temannya ke radio yang bermarkas di jalan Wijaya itu, penyiar Amigos, Leo Kresnapaty, justru menawari Ida untuk menjadi penyiar.

Begitu aku coba, eh, malah aku yang diterima,” katanya mengingat pada 1982, ketika pertama kali memulai siaran di Amigos. “Meski temanku nggak diterima, ia nggak marah. Justru ia malah bangga aku kemudian jadi penyiar kondang,” tambah wanita ini sambil tertawa.


Di Amigos, Ida berjumpa dengan Bens Leo, pria yang belakangan dikenal sebagai pengamat musik terkenal di tanah air. Di radio ini, ia belajar banyak, baik itu teknik siaran maupun suara. Harap maklum, pada saat masuk, ilmu radionya nol besar. Namun, tekad yang kuat, membuat dirinya langsung menjadi penyiar yang dinantikan oleh banyak pendengar.

Kompasianers, dua tahun bersiaran di Amigos, Ida ‘dibajak’ ke Radio Prambors. Di radio yang dahulu bermarkas di jalan Borobudur 4, Jakarta Pusat ini, namanya menjulang. Bak bintang film atau sinetron sekarang ini, Ida pun menjadi idola. Kepopulerannya ini membuat TVRI yang dahulu cuma satu-satunya televisi di Indonesia, merekrutnya menjadi penyiar di programa 2 TVRI Jakarta dan penyiar TVRI Nasional.

Alhamdulillah. Semua itu  aku syukuri. Niat aku bekerja itu adalah bekarya, bukan karena rutinitas saja, tetapi harus punya prestasi, sehingga perusahaan bisa melihatku sebagai aset.”

Saat di Prambors pada 1984, Ida dibayar Rp 5.000 per jam. Dalam seminggu, ia bersiaran selama 4 sampai 6 jam. Jadi, honornya sebulan sekitar Rp 500 ribuan. Zaman itu, angka itu cukup besar untuk honor seorang penyiar. Menurutnya, setiap tahun honornya terus dinaikkan. Tak heran, dalam 2 tahun siaran, ia bisa membeli Starlet seharga 25 juta perak dan mencicil rumah di Jatibening, Bekasi.

Kata perusahaan, aku termasuk penyiar termahal,” ungkapnya tanpa bermaksud menyombongkan diri. Sebab, faktanya, nama Ida memiliki nilai jual di radio. Rating program radio yang ada namanya, selalu menjulang. Sampai ketika pindah ke Group Delta, ia selalu bersiaran di jam primetime. Maklum, banyak agency yang pasang iklan di program acara dimana penyiarnya Ida Arimurti. “Makanya jangan heran, aku selalu dapat bonus besar,” akunya sambil tertawa lagi.

Kompasianers, bukan dari siaran saja honor yang didapat Ida. Tentu Anda tahu, pekerjaan sampingan jadi penyiar adalah menjadi MC. Tentu Anda tahu, 1 hari dalam setahun ada 365 hari. Namun dalam setahun, ia pernah mendapatkan job MC sebanyak 400 kali. Bayangkan jika siangnya ia  diundang perusahaan A, lalu malamnya diundang perusahaan B. Belum termasuk honor yang didapat dari menjual suaranya dengan menjadi dubber.



Bagi Ida, siaran radio ibarat darah nadi. Saking cintanya, waktu 24 jam tidaklah cukup untuk melakukan untuk radio. Memang, wanita ini begitu total ketika bersiaran. Resep itulah yang membuatnya cukup dikenal sampai saat ini. Totalitas itu pula yang menjadikan karirnya terus melesat, dari penyiar Prambors (1984-1994), Female (1994-2002), dan kemudian pada 2004 dipercaya menjadi Direktur Woman Radio.

Dengan jabatan sebagai Direktur, praktis penghasilannya berlipat-lipat dibanding menjadi penyiar. Namun, posisi tinggi di Female tersebut jelas merupakan konsekuensi logis yang memang sudah seharusnya ia dapatkan, mengingat kerja keras dan komitmennya selama ini di radio.

 “Alhamdulillah, aku membangun radio ini (Woman Radio-pen) mulai dari nol sampai kemudian cukup dikenal orang.”

Kompasianers, disiplin, tepat waktu, dan bertanggung jawab adalah resep sukses seorang Ida Arimurti agar bisa sukses di dunia radio dan tentu saja di profesi lain. “Dalam dunia radio, sedetik itu berharga. Jadi kalo kita tidak disiplin dan tepat waktu, sulit untuk berhasil,” jelas wanita yang sempat membawakan program TRAX (TVRI) bersama Erwin Parengkuan, dimana saat itu bersaing dengan program musik Rocket(RCTI) yang dibawakan oleh Jeffry Woworuntu dan Gladys Suwandi.

Tambah Ida, jadi penyiar itu tidak boleh setengah-setengah. Maksudnya, jangan sekadar suka siaran, tetapi harus melakukan sesuatu yang berbeda. “Jangan cuma datang, lalu siaran. Namun kita harus tahu detail tentang profesi kita dan belajar mengenai dunia penyiaran, termasuk manajemen. Dengan begitu, wawasan kita luas.”
Resep lain dari seorang penyiar, jelas tahu tentang dunia musik dan punya sense of humor alias selera humor. Mengenai selera humor ini, menurut Ida sangat penting. Sebab, ketika kita menginterview narasumber dan kita tidak punya selera humor, otomatis wawancara tersebut akan kering dan tidak cair. Hal itu jelas akan membosankan pendengar, pun pada diri narasumber itu.

Kerja keras Ida tentu ada konsekuensi lain yang dipertaruhkan, apa lagi kalo bukan masalah berkeluarga. Ia sadar, bahwa ia terlambat menikah. Padahal ia bukan tidak suka menikah tepat waktu atau ia termasuk wanita pilih-pilih pasangan. “Soalnya kalo ada cowok yang dekat sama aku bawanya ngajak kawin terus,” akunya. Salah satu pria yang dekat dengannya dan mengajak kawin adalah seorang pengusaha kaya dan termasuk konglomerat pribumi tersohor di tanah air.

Dulu aku memang lugu, nggak neko-neko gitu. Pacaran baik-baik. Nggak pernah ciuman. Eh, begitu diajakin serius, malah kabur. Aneh nggak sih?

Kompasianers, suara Ida yang lembut dan seksi, membuat pendengar selalu klepek-klepek. Saat di Prambors, ia selalu mendapatkan 3 surat per hari, dan paling banyak 10 surat. Isi surat itu rata-rata selain memuji suaranya, suka gaya siarannya, kelanjutan cerita Catatan Si Boy, Dairy, juga pertanyaan-pertanyaan yang ‘menjurus-jurus’ tentang masalah pribadi. “Ya, kebanyakan surat cinta gitu, deh.

Tak seperti kebanyakan idola pada fans-nya, Ida termasuk orang yang rajin membalas semua surat yang dikirimkan kepadanya. Hebatnya, surat-surat itu ditulis tangannya sendiri, bukan balasan surat yang berasal dari satu surat yang di-foto copy (baca: diperbanyak dengan cara foto copy). Ia pun menyisihkan ektra uang untuk membeli perangko jika ada penggemarnya yang tidak menyertakan perangko balasan.
Soal perangko, no problem. Kan memang aku budgetkan.”

Begitu banyak pendengar yang menjadi penggemar fanatik. Tak cuma konglomerat itu. Ada seorang pengemar yang membuat dirinya ketakutan, dimana ia selalu mengirimkan faks setiap hari. Penggemar fanatik ini mulai tergila-gila dengan Ida saat masih bersiaran di Prambors sampai ketika pindah di Delta FM.

Selain mengirim faks, penggemar fanatik ini sempat mengirimkan diary yang seluruh halamannya sudah ditulis penuh olehnya. Isi dairy itu tentang imajinasinya tentang Ida, mulai saat ia kenalan, pacaran, married, dan punya dua anak. Bahkan, ia berimajinasi pada saat bercinta.

Pernah orang ini ngikutin aku sampai ke mal. Sampai di eskalator, ia berdiri di sampingku sambil memegang tangangku. Ia mengatakan benar-benar jatuh cinta sama aku,” kenangnya saat masih bersiaran di Female, dimana kantornya di Plaza Bintaro, Tanggerang. “Saking panik, aku berusaha untuk menghindar dan lari.”

Ida mengerti, pengemar fanatik seperti itu tidak bisa diperlakukan kasar. Sebab, hal itu justru akan membahayakan dirinya. Makanya, jika terpaksa bertemu, ia harus bersikap bagi. Begitu ada kesempatan, ia coba menghindar. Percaya tak percaya, saking tahu Ida adalah ‘aset’ bagi perusahaan, pimpinan Prambors sempat menggaji seorang satpam untuk selalu mengawal kemana pun Ida pergi.
Kalo nggak salah, nama satpamnya pak Sardi.”

Kompasianers, penggemar fanatik yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di Departemen Keuangan ini hampir setiap hari ke markas Prambors. Makanya, setiap kali habis siaran, Ida selalu dikawal pak Sardi keluar lewat jalan belakang. “Wah, kayak main petak umpet gitu, deh.”

Suatu kali, penggemar fanatik ini mengirimkan bunga pada saat Ida ulang tahun.  Jika bunganya cuma setangkai barangkali biasa. Namun yang terjadi, ia mengirimkan bunga segerobak, sebanyak usia Ida pada saat itu. Hebatnya, bunga-bunga itu komplit dikirim dengan menggunakan pot-potnya.

Pernah pula ia kirim bunga ke hotel saat aku jadi MC. Awalnya aku bingung dibilangi resepsionis ada yang kirim bunga. Eh, ternyata pengemar fanatikku itu yang kirim. Aku bingung dari mana dia tahu aku lagi jadi MC di hotel ini. Ternyata aku sempat keceplosan ngomong, nanti malam bakal jadi MC di hotel itu,” jelas wanita yang sempat menjadi tokoh Ina di acara Catatan Si Boy saat di Prambors ini.

Masih banyak kisah penggemar yang mebuat Ida ‘ketakutan’. Pernah ia dimarah-marahi oleh seorang wanita, gara-gara suaminya menyimpan foto Ida di dalam dompet. Wanita itu bertanya tentang hubungan Ida dengan suaminya itu. Tentu Ida cuma senyam-senyum, karena suami si wanita itu adalah penggemar fanatik Ida.

Entah dapat dari majalah mana, fotoku digunting dan dimasukkan dalam dompet. Yang bikin marah si istri, karena fotonya yang ada di dalam dompet itu diperlihatkan,” papar Ida yang juga sempat mendapatkan ‘teror’ melalui telepon ini. “Saat ini, aku dan wanita ini berkawan di FB. Namun, ia masih nggak habis pikir, suaminya masih tergila-gila dengan aku dan selalu membandingkan dia dengan aku.

Kisah tentang penggemar ini, menurut Ida ada yang lebih parah. Ia sempat dikejar-kejar dengan seorang perempuan yang mengaku laki-laki. Suaranya memang mirip laki-laki. Namun begitu ketemu, ternyata perempuan. “Waktu itu setiap aku ingin sesuatu, pengemar yang mengaku cowok ini selalu mengirimkan keinginanku ini ke studio.”

Kompasianers, keseksian suara Ida tidak bisa kita nikmati lagi. Pasalnya, sejak 2010, ia memutuskan untuk break bersiaran. Keputusannya ini setelah ia tidak lagi bersiaran di Delta dan fokus di program Zona Memori yang sempat ditayangkan di Metro TV. Ternyata, sejak 2011 lalu, Zona Memori pun berhenti siarannya.
Sekarang saatnya aku fokus membagi waktu untuk anak,” ujar wanita yang belakangan giat menjadi pengusaha ini.

 “Tentu ada pekerjaan selain mengurus anak. Namun yang pasti, pekerjaan yang aku lakukan ini tidak menyita waktu terlalu besar, sebagaimana dulu ketika aku di radio.”


Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan

  Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan   Pendahuluan Fenomena kepemimpinan kontempo...