Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

SENI NEGOSIASI


SENI NEGOSIASI
I. Pendahuluan
Negosiasi harus dibekali dengan strategi dan perencanaan terlebih dahulu. Strategi dan perencanaan efektif merupakan hal paling penting dalam memperoleh tujuan negosiasi. Sayangnya tidak banyak negosiator bersedia melakukan perencanaan strategi. Asumsi dasar mereka adalah keterbatasan waktu dan tekanan yang membuat sulit untuk melakukan perencaanaan secara efektif dan memadai.
Meskipun perencanaan dalam strategi memainkan peran penting dalam negosiasi. Negosiator umumnya gagal melakukan perencanaan efektif karena beberapa alasan tertentu. Akan tetapi, perencanaan strategis mengakomodasi negosiator dengan pemetaan yang mendampingi mereka dalam proses menuju kesepakatan. Pemetaan tersebut bersifat fleksibel dengan berbagai update dan modifikasi yang diperlukan dikarenakan lingkungan kinerja negosiasi berubah secara dinamis.

Akan tetapi, negosiator yang secara hati-hati melakukan perencanaan strategis melakukan pemahaman terhadap kunci isu-isu, merangkai semua isu-isu dan memahami kompleksitas faktor-faktor dalam penentuan posisi tawar (bargaining). Jika negosiatior telah memahami setiap faktor tersebut di atas maka mereka akan mengetahui langakah-langkah yang mesti dilalui dalam negosiasi supaya mereka memperoleh arah yang jelas. Tentu saja upaya ini berpengaruh besar dalam menentukan hasil akhir negosiasi.
 Salah satu tahap dalam mengembangkan dan melakukan strategi negosiasi adalah menentukan sasarannya. Negosiator mesti mengantisipasi sasaran-sasaran seperti apa yang ingin mereka capai dalam suatu negosiasi dan memfokuskan bagaimana ntuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Mengindentifikasikan suatu sasaran yang memberikan efek langsung meliputi determinasi sasaran itu sendiri, misalnya harapan-harapan bukan merupakan sasaran; sasaran biasanya diidentifikasikan memiliki relasi dengan sasaran pihak lain; sasaran biasanya disertai dengan batasan-batasan tertentu; dan sasaran yang efektif mesti konkret, spesifik dan dapat diukur.
 Sedangkan sasaran berhubungan dengan dampak tidak langsung dalam determinasi sasaran dan tujuan diplomasi meliputi, sasaran yang bersifat tunggal dan langsung umumnya didapat dari satu proses negosiasi. Hasilnya didapatkan pandangan terhadap sasaran yang dibatasi oleh pengejaran dampak sasaran jangka pendek dan dampak sasaran jangka panjang. Sasaran negosiasi lain yang kompleks dan sulit untuk dikenali, mungkin memerlukan serangkaian tahap negoasisi awal.
II. Prinsip Negosiasi
Dalam membangun dan membina kelanggengan networking, diperlukan kemampuan seorang negosiator. Hal ini disebabkan karena dalam relasi terdapat 4 (empat) pilihan, antara lain : menghindar, terbuka responsif, asertif persuasif, dan agresif konfrontatif. Dalam negosiasi sendiri diperlukan upaya agar relasi yang ada tidak melenceng atau keluar dari terbuka responsif dan asertif persuasif.
 Jika keluar dari asertif persuasif maka relasi tidak akan pernah bisa dibangun karena masing-masing pihak akan saling menghindar sehingga substansinya tidak pernah tersentuh, sedangkan jika keluar dari asertif persuasif maka relasi juga tidak bisa terbangun karena akan terjadi konfrontasi atau pertikaian dari masing-masing pihak.

Untuk itu dalam negosiasi diperlukan 7 (tujuh) prinsip negosiasi, yakni :

a. Negosiasi harus memiliki struktur
Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengaturan jalannya negosiasi. Tanpa dibentuk struktur yang dibentuk terlebih dahulu dan disepakati bersama negosiasi tidak akan berjalan, karena masing-masing pihak akan berusaha melakukan tindakan sesuai dengan keinginannya.

b. Struktur negosiasi akan menentukan strategi
Dengan adanya struktur yang jelas, maka akan lebih jelas strategi yang akan diambil dalam negosiasi.

c. Struktur bisa dibentuk
Pembentukan struktur merupakan sebuah hal yang bisa dilakukan dengan memperhatikan pola-pola relasi yang sudah ada sebelumnya termasuk di dalamnya pola-pola kekuasaan yang melingkupinya.

d. Sumber kekuasaan dalam negosiasi adalah kontrol terhadap proses
Untuk dapat mempengaruhi jalannya negosiasi sehingga tujuan akan bisa diperoleh maka seorang negosiator haruslah mampu mempengaruhi jalannya proses.

e. Proses dapat diarahkan
Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa mengontrol proses dalam negosiasi merupakan hal yang sangat penting dalam negosiasi. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam hal tersebut adalah : proses dapat diarahkan dengan cara memperkuat relasi dan pengaruh dalam semua tahap negosiasi.
f. Negosiator adalah pembelajar
Hal ini merupakan hal yang sangat penting karena jika seorang negosiator tidak mau memperhatikan, mempelajari, dan memahami keadaan serta perubahan yang terjadi di sekelilingnya, maka negosiasi yang dilakukannya akan selalu gagal.

g. Negosiator adalah peminpin
Sebagaimana point-point sebelumnya maka seorang negosiatior haruslah mampu memimpin dengan baik. Karena tingkat kepemimpinan akan juga berpengaruh kepada derajat kepercayaan orang lainnya.
III. Strategi Negosiasi

Dalam bagian ini akan dipelajari strategi negosiasi yang sifatnya mendasar dan digunakan dalam setiap jenis negosiasi dan dalam situasi negosiasi yang apa pun. Sementara langkah-langkah dalam negosiasi pada dasarnya digunakan ketika kebutuhan itu muncul, sedangkan strategi negosiasi dipelajari agar dapat membantu dalam mendapatkan apa yang diinginkan dalam negosiasi.
A. Buat Pihak Lawan Berkomitmen Terlebih Dahulu

Seorang negosiator penjualan yang cerdik biasanya sudah mengetahui kapan akan berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan pihak lawan, yaitu apabila sudah dapat membuat pihak lawan lebih dulu berkomitmen pada sebuah posisi. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan :

a. Penawaran pertama dari pihak lawan mungkin jauh lebih baik daripada yang diduga sebelumnya.

b. Penawaran pertama dari pihak lawan memberikan informasi tentang mereka sebelum kita mengatakan sesuatu kepada mereka.

c. Ini memungkinkan kita untuk melakukan pembatasan tujuan terhadap proposal dari pihak lawan.
Jika pihak lawan menyatakan harga lebih dulu atau berkomitmen lebih dulu, maka kita dapat membatasi tujuan mereka, dan kita dapat mengakhiri negosiasi dengan mengambil jalan tengah sesuai dengan yang diinginkan. Tetapi jika pihak lawan berhasil membuat anda berkomitmen lebih dulu, kondisi sebaliknya lah yang akan terjadi.
Jika kedua belah pihak telah mengetahui bahwa mereka seharusnya tidak mendahului, kita tidak dapat duduk terus di meja negosiasi dengan kedua belah pihak menolak menyebutkan angka. Kita perlu mencari informasi apa yang dikehendaki lebih dulu dari pihak lawan.
Selain harga, lebih baik kita membiarkan orang lain menyerahkan proposal kepada kita daripada kita yang menyerahkan proposal itu kepada mereka. Beberapa negosiator yang terampil membuat rentang jarak dengan pihak lawan agar seolah-olah pihak lawan sedang mendekati mereka padahal dalam kenyataannya malah sebaliknya.
B. Berpura-pura Bodoh Itu Pintar

Bagi seorang negosiator penjualan yang cerdik, pintar itu bodoh dan bodoh itu pintar. Ketika kita bernegosiasi, adalah lebih baik berpura-pura tahu lebih sedikit dari pada pihak lawan, jangan terlihat lebih tahu. Semakin berpura-pura bodoh, semakin baik posisi kita (kecuali IQ turun sampai pada titik di mana anda tidak punya kredibilitas menjadi hilang).

Ada alasan yang bagus untuk berpura-pura bodoh. Dengan beberapa pengecualian, manusia cenderung membantu orang yang mereka anggap kurang pintar atau kurang tahu dari pada memanfaatkan atau mengambil keuntungan dari mereka. Tentu saja ada beberapa orang yang kejam yang berusaha mengambil keuntungan dari mereka yang lemah, tapi kebanyakan orang ingin bersaing dengan mereka yang dianggap lebih pintar dan suka menolong kepada orang yang mereka anggap kurang pintar.
Jadi alasan untuk berpura-pura bodoh adalah karena hal ini mengurangi semangat pihak lawan untuk bersaing. Bagaimana kita dapat bernegosiasi di mana lawan negosiasi kita adalah orang yang meminta pertolongan kepada kita?

Sebaliknya, negosiator yang membiarkan ego menguasai dirinya, cenderung melakukan hal-hal yang bertentangan dalam negosiasi.
 Misalnya :
a. Membuat keputusan yang terlalu cepat, tanpa meluangkan waktu lebih dahulu untuk memikirkan kembali hal-hal yang seharusnya dipikirkan lagi.
b. Tidak akan mau bertanya kepada orang lain sebelum ia akan melakukan sesuatu.
c. Tidak akan mau berkonsultasi denga ahli sebelum ia melakukan komitmen.
d. Tidak akan mau berusaha untuk meminta konsesi.
e. Tidak akan mau dikesampingkan/ kalah oeh supervisor.
f. Tidak akan mau membuat catatan tentang kemajuan negosiasi dan tidak mau mengacu pada catatan tersebut.

Seorang negosiator penjualan yang cerdik sangat memahami pentingnya berpura-pura bodoh untuk mempertahankan pilihannya, misalnya meminta waktu kepada pihak lawan untuk mempertimbangkan lagi keputusan yang akan diambil agar ia dapat memikirkannya dalam-dalam dan menyeluruh tentang resiko dan bahayanya, dan tentang peluang yang dapat diperoleh dengan mengajukan permintaan tambahan.
Permintaan untuk menunda keputusan sementara ia mencocokkan keputusannya dengan panitia atau dewan direksi. Meminta waktu untuk memberikan kesempatan kepada para ahli legal atau ahli teknik untuk meninjau proposal tersebut.
 Memohon konsesi tambahan. Menggunakan langkah orang baik/orang jahat untuk menekan pihak lawan tanpa melakukan konfrontasi. Mengambil waktu untuk berpikir dengaqn berpura-pura melihat kembali catatan mengenai negosiasi tersebut.

Tetapi di lain hal, berhati-hatilah, kita tidak boleh berpura-pura bodoh di bidang keahlian sendiri. Negosiasi menang-menang akan dapat diwujudkan tergantung pada kesediaan setiap pihak untuk bersimpati terhadap posisi lawan. Hal ini tidak akan berlangsung apabila kedua belah pihak terus bersaing. Seorang negosiator mengetahui bahwa berpura-pura bodoh akan mengurangi semangat bersaing dan membuka pintu untuk solusi menang-menang.
C. Jangan Biarkan Pihak Lawan Menulis Kontrak

Pada negosiasi yang biasa, bernegosiasilah sampai pada hal-hal yang terperinci secara verbal, kemudian hal-hal itu ditulis sehingga kedua belah pihak dapat melihatnya kembali dan menyetujuinya. Dalam kenyataannya belum ada situasi di mana kita dapat membicarakan setiap detail dalam negosiasi verbal. Selalu ada hal-hal yang terlupakan atau terabaikan saat kita melakukan negosiasi secara verbal sehingga hal tersebut harus dirinci secara tertulis.

Demikian pula kita harus membujuk pihak lawan untuk menyetujui atau menegosiasikan hal-hal tersebut pada saat duduk bersama untuk menandatangani kesepakatan tertulis. Hal ini terjadi ketika satu pihak adalah yang menulis kontrak dimana itu hal itu merupakan satu keuntungan yang jauh lebih besar sementara pihak lawan tidak memilikinya. Sangat dimungkinkan pihak yang menulis kesepakatan tersebut akan memikirkan bahwa paling tidak ada beberapa hal yang tidak muncul dalam negosiasi verbal.
Pihak tersebut kemudian berusaha menulis uraian hal-hal itu demi kepentingannya. Dan membiarkan pihak lawan mengajukan perubahan pada kesepakatan tersebut pada saat pihak lawan diminta untuk menandatanganinya.

Oleh karena itu jangan biarkan pihak lawan menulis kontrak, hal itu akan merugikan anda. Hal ini berlaku pada proposal yang singkat atau pada perjanjian yang ratusan halaman banyaknya. Perlu diingat bahwa masalah ini bukan hanya masalah mengambil keuntungan dari pihak lawan.
 Yang terlihat adalah telah terjadinya kesepakatan diantara kedua belah pihak terhadap satu hal, tetapi sebenarnya interpretasi mereka secara substansial berbeda sangat menuliskannya dalam kontrak.

Jika kita adalah pihak yang menulis kontrak, merupakan suatu hal yang baik apabila kita mencatat keseluruhan jalannya negosiasi dan memberi tanda pada masing-masing hal yang akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir.
Tanda tersebut dapat berfungsi ganda, antara lain :
1. Untuk mengingatkan anda memasukkan semua hal yang diinginkan.
2. Untuk memberikan rasa percaya diri kepada anda dalam memasukkan sebuah poin dalam perjanjian walaupun belum mendapat persetujuan dari pihak lawan.
Jika mempunyai tim negosiasi, pastikan bahwa semua anggota tim telah mencermati kontrak sebelum dipresentasikan di hadapan pihak lawan.
 Kita mungkin telah mengabaikan poin yang seharusnya dimasukkan atau mungkin salah mengartikan poin tersebut. Kadang-kadang negosiator terlalu antusias sampai pada suatu tahap di mana ia merasa pihak lawan telah menyetujui sesuatu yang sebenarnya ia sendiri kurang jelas.

Menuliskan kesepakatan yang diinginkan sebelum negosiasi dilakukan akan sangat membantu. Hal ini digunakan sebagai bahan pembanding dengan hasil negosiasi yang dicapai. Juga untuk melihat sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai. Adakalanya kita juga akan merasa senang apabila mendapat suatu konsesi yang sebenarnya tidak kita harapkan untuk diperoleh.
 Kesepakatan yang dicapai, mungkin merupakan kesepakatan yang luar biasa, tetapi tanpa terlebih dahulu membuat kriteria, mungkin kesepakatan itu adalah hasil yang sangat biasa. Menjadi luar biasa karena kita telah memperhitungkannya masak-masak.
D. Bacalah Kontrak Setiap Waktu
Di masa lalu saat kontrak masih harus diketik dengan mesin ketik, kedua belah pihak akan memeriksanya dan menulis setiap perubahan, kemudian setiap negosiator akan memberi paraf mengenai setiap perubahan tersebut. Cara melihat kontrak tersebut yaitu dengan meninjau sekilas perubahan-perubahan yang telah anda buat dan telah disetujui.
 Sementera di saat sekarang dengan adanya kontrak yang dibuat dengan komputer, anda tinggal menghidupkan komputer, membuat perubahan dan mencetak kontrak baru sesuai dengan perubahan yang diinginkan. Namun dengan kontrak ditulis dengan komputer masih mengandung resiko, yaitu perubahan dapat saja dilakukan setiap waktu sehingga bisa saja kita tidak ingat apa yang telah disetujui. Bisa saja pihak lawan berbuat curang dengan mengubah beberapa bagian dalam kontrak tanpa kita ketahui.
E. Funny Money

Ada banyak cara untuk menyatakan harga sesuatu. Bagaimanapun juga seorang negosiator penjualan yang cerdik selalu berpikir pada lingkup uang riil. Ketika seorang pemasok mengatakan tentang kenaikan harga suatu barang, barangkali ini terkesan cukup penting untuk dipikirkan lama-lama.
Sampai pada saatnya kita mulai berpikir berapa banyak barang yang telah dibeli selama setahun. Kemudian kita menyadari bahwa jumlah uang yang masih bisa dinegosiasikan cukup berharga untuk dipertahankan melalui negosiasi.

Beberapa contoh mengenai Funny Money :
• Suku bunga dinyatakan dalam persentase
• Lebih menekankan jumlah bayaran setiap bulan daripada harga yang sebenarnya dari setiap item
• Kenaikan bayaran per jam setiap orang daripada kenaikan tahunan perusahaan
• Premi asuransi bulanan daripada tahunan
• Harga tanah dinyatakan dengan pembayaran bulanan.

Jadi ketika kita bernegosiasi rincilah investasi tersebut sampai pada satuan tertentu karena dengan cara itu kita akan belajar untuk berfikir bagaimana anda mengeluarkan uang riil pada saat seseorang menawarkan barang tertentu. Jangan pernah biarkan pihak lawan menggunakan funny money.
F. Orang Percaya Pada yang Mereka Lihat Secara Tertulis

Kata-kata yang tercetak mempunyai pengaruh atau kekuatan yang besar terhadap orang. Kebanyakan orang percaya kepada apa yang mereka lihat secara tertulis, mereka tidak akan percaya bila mereka hanya mendengarnya. Pada setiap kesempatan, tuangkan hal apapun secara tertulis.
G. Berkonsentrasilah Pada Isu

Seorang negosiator penjualan yang cerdik mengetahui bahwa mereka harus berkonsentrasi pada isu (pokok permasalahan) dan tidak teralihkan perhatiannya oleh tindakan-tindakan negosiator lawan. Ketika kita bernegosiasi, konsentrasikan pada gerakan konsesi tujuan yang sedang dirundingan di meja negosiasi.
 Inilah satu-satunya yang mempengaruhi hasil dari negosiasi, tetapi kita sangat mudah terpengaruh oleh apa yang dilakukan pihak lawan.
Begitu mudahnya seorang wiraniaga terpengaruh oleh apa yang dilakukan pihak lawan di dalam negosiasi daripada berkonsentrasi pada pokok permasalahannya. Sering terjadi seorang negosiator meninggalkan ruang negosiasi karena ia berpikir bahwa pihak lawan tidak adil.
Ini menunjukkan bahwa ia tidak dapat berkonsentrasi pada pokok permasalahannya, tetapi justru pada apa yang dilakukan pihak lawannya. Seharusnya ia dapat meninggalkan ruangannya tapi ini adalah semacam taktik negosiasi khusus bukan karena ia gusar atau kecewa.

Inilah sebabnya mengapa orang pemasaran sering mengalami kesalahan. Mereka kehilangan motivasi sehingga membawa permasalahan ke manajer pemasaran mereka. Maka manajer pemasaran pun akan menindaklajuti dengan langsung menghubungi pihak lawan. Manajer pemasaran tersebut dapat menanganinya, bukan karena ia cemerlang atau lebih pintar daripada wiraniaga tersebut, tetapi karena ia belum terlibat secara emosional dengan orang yang dihadapi wiraniaga itu. Jangan libatkan emosi, tetapi belajarlah berkonsentrasi pada pokok permasalahannya.
H. Berilah Selalu Ucapan Selamat Kepada Pihak Lawan

Setelah negosiasi dilakukan, kita harus selalu memberi ucapan selamat kepada pihak lawan. Berikanlah ucapan selamat kepada mereka meskipun mereka melakukan negosiasi dengan buruk.
Katakan kepada mereka bahwa negosiasi yang telah dilakukan adalah sangat berharga sehingga pihak lawan juga merasa menang. Ucapan selamat kepada pihak lawan ini dilakukan sebagai macam bentuk penghargaan atau hormat kepada pihak lawan.

Para negosiator penjualan yang cerdik selalu ingin pihak lawan berpikir bahwa mereka menang dalam negosiasi. Hal ini dimulai dengan meminta lebih dari yang kita harapkan. Hal ini berlangsung terus melalui strategi-strategi negosiasi yang dirancang untuk membentuk persepsi bahwa mereka menang. Dan diakhiri dengan memberi ucapan selamat kepada pihak lawan.
IV. Inti dari Negosiasi

Inti dari negosiasi menurut James Gwee, pada dasarnya mencakup 3 (tiga) hal, yaitu waktu, informasi, dan kekuasaan. Masing-masing aspek akan dijelaskan lebih dalam pada uraian selanjutnya berikut ini :
A. Time (waktu)
Ada 6 (enam) aturan negosiasi yang berkaitan dengan waktu, yaitu sebagai berikut :
1. Aturan 1 – Aturan Batas Waktu.

Tanpa batas waktu, para juru runding akan menunda-nunda membuat keputusan. Sebelum mulai bernegosiasi, harus dapat diketahui apakah lawan negosiasi memiliki batas waktu untuk dipenuhi. Jika tidak, bersiaplah untuk tidak mendapat sebuah keputusan, atau keputusan yang disampaikan dalam waktu yang sangat lama.

2. Aturan 2 – Lawan Negosiasi, Terlepas dari Penampilan Mereka yang Tenang, Selalu Memiliki Batas Waktu.

Tugas negosiator yang baik adalah bertanya serta memberi pengertian dari berbagai sudut pandang mencari batas waktu mereka. Terkadang jawaban tidak diperoleh secara langsung, tetapi pertanyaan dapat ditujukan kepada orang lain dalam organisasi yang sama, seperti sekretaris, dan manager lainnya. Prinsipnya adalah, selalu ada batas waktu.

3. Aturan 3 – Pihak Pemilik Batas Waktu yang Lebih Mendesak Tidak Unggul.

Pihak yang memiliki batas waktu yang lebih dekat sedang tertimpa tekanan lebih besar untuk memperoleh kesepakatan. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih berkompromi agar dapat menghasilkan sebuah kesepakatan.
 Satu hal yang dapat dilakukan jika memiliki batas waktu yang lebih dekat adalah membahas masalah ini dengan atasan agar dapat memberikan batas waktu yang lebih lama sehingga dapat memperoleh posisi yang unggul ketika berunding/negosiasi.
 Jika tidak, konsekuensinya informasi harus disampaikan kepada lawan negosiasi mengenai batas waktu yang dimiliki.

4. Aturan 4 – Semua Batas Waktu Wajib Dianalisa.

Ketika lawan negosiasi memberi tahu batas waktunya, jangan langsung percaya, menerima, atau mengikutinya begitu saja. Mereka mungkin sedang ingin mengecoh. Tanyakan lebih banyak kepada banyak orang, periksa berulang kali, dan penuh perhatian, biasanya akan disimpulkan bahwa perkataan mereka tidak konsisten.

5. Aturan 5 – Kesabaran Ada Hasilnya.

Aturan yang sangat penting dalam bernegosiasi adalah kesabaran. Juru runding yang penuh emosi akan menghasilkan keputusan yang penuh emosi. Tetap tenang dan tersenyum. Jangan terjebak.

6. Aturan 6 – Tawaran yang Dekat dengan Batas Waktu Lebih Memiliki Kredibilitas.
Ketika ingin menunjukkan keseriusan kepada pihak lawan negosiasi dengan memberikan penawaran terakhir, lebih baik memberi tawaran sedekat mungkin dengan batas waktu. Keunggulan lain, hal ini akan memberi lawan bicara waktu yang sangat sedikit untuk melakukan tawar-menawar.
B. Informasi

Informasi (input) secara langsung atau tidak langsung pasti akan mempengaruhi tindakan, strategi, dan sikap (output). Demikian juga orang lain. Oleh karena itu, cermatlah menyimak informasi dan hati-hati mendengarkan informasi penting yang diberikan orang lain (secara gegabah).
 Memberikan informasi yang cerdas akan membuat posisi tawar menjadi unggul. Jadi, perhatikan, fokus, dan pasang mata dan telinga setiap waktu. Orang semakin ceroboh dengan informasi ketika mereka kehilangan konsentrasi. Orang kehilangan konsentrasi ketika mereka lelah. Jadi akan jauh lebih baik, bernegosiasi dengan pihak lain dilakukan dalam keadaan paling fit dan siaga.
C. Power(kuasa)

Kuasa ada dua jenis: real power (kuasa yang sesungguhnya) dan perceived power (kuasa yang dirasakan). Jika kekuasaan yang sesungguhnya tidak dimiliki, keadaan yang menunjukkan adanya kekuasaan yang dimiliki dapat diciptakan sedemikian rupa. Kita cenderung meremehkan kuasa kita sendiri ketika kita bernegosiasi dan cenderung melebih-lebihkan kuasa pihak lain.
Pihak lain juga memikirkan hal yang sama. Jika demikian, mengapa tidak memanfaatkan keadaan ini dan membuktikan mereka benar.
Kekuatan (power) merupakan salah satu dari tiga dimensi penting yang harus dikuasai oleh negosiator sukses. Kebanyakan negosiator pemula selalu menganggap bahwa kekuatan itu tidak bisa dikembangkan.
 Atau hanya berasal dari sumber sumber terbatas. Negosiator harus secara kreatif mencari sumber sumber kekutan sebanyak mungkin sehingga ia bisa berubah menjadi semut raksasa ketika harus melawan gajah.
Dengan menguasai sumber sumber kekuatan itu maka setiap negosiator dapat meningkatkan leverage-nya bahkan dalam masa masa negosiasi yang sulit sekalipun.

Terdapat banyak sumber kekuatan yang dapat diekplorasi dan dieksploitasi, antara lain:

1. Kekuatan legitimasi.

Seberapapun cemerlang sebuah gagasan, seringkali tidak bisa diterima oleh pihak lain, bukan karena gagasan itu buruk atau tidak masuk akal. Menurut riset, sebagian besar dari penolakan datang dari mempertanyakan legitimasi gagasan tersebut.

Oleh karena itu penting bagi seorang negosiator untuk mengetahui detil dari bentuk bentuk legitimasi yang bisa digunakan untuk mempersenjatai gagasan gagasannya. Dalam konteks ini seorang negosiator bisa memperoleh kekuatan dengan dua cara. Pertama, menggunakan legitimasi yang telah ada, atau kedua mempertanyakan legitimasi yang ada.

2. Kekuatan moralitas.

Sumber kekuatan yang lain yang bisa didapatkan seorang negosiator adalah standar moralitas dalam masyarakat. Kita semua hidup di dalam standar moralitas tertentu, yang meskipun memiliki detil berbeda beda, tetapi pada umumnya memiliki standar umum moralitas yang sama.

3. Kekuatan Keahlian.

Salah satu sumber kekuatan yang bisa didapatkan oleh negosiator adalah kekuatan yang berasal dari ilmu pengetahuan. Dalam situasi negosiasi yang sangat kompleks, dimana agendanya beragam dan tumpang tindih dan pihak yang terlibat jumlah nya banyak, maka ketakutan terhadap ketidakpastian akan sangat tinggi.

Dalam situasi demikian penolakan terhadap kesepakatan bisa terjadi karena pihak pihak yang berunding tidak begitu yakin dengan hasil yang akan diraih. Ini biasanya terjadi dalam negosiasi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar dalam isu corporate social responsibility. Atau juga bisa terjadi dalam perselisihan antara perusahaan dengan buruh.

Jika ketakutan terhadap ketidakpastian cukup tinggi yang diperlukan adalah roadmap yang bisa meyakinkan pihak pihak yang bisa berunding bahwa kesepakatan yang akan mereka pilih adalah on the right track menuju tujuan bersama.
 Disitulah peran knowledge dan keahlian diperlukan untuk memberikan roadmap yang jelas terhadap suatu proposal kesepakatan. Artinya untuk menjadi negosiator yang kuat, si negosiator tersebut harus memiliki knowledge dan keahlian yang bisa meyakinkan orang lain. Kalau tidak, negosiatior juga harus meminta bantuan pihak ketiga yang dianggap independen dan memiliki legitimasi keilmuan dalam bidang tersebut.

4. Kekuatan Mengetahui Kebutuhan Orang lain.

Dalam semua negosiasi ada dua hal yang dirundingkan. Pertama, permintaan atau isu spesifik yang dinyatakan secara terbuka oleh para pihak terkait. Kedua, kebutuhan riil yang dimiliki oleh masing masing pihak yang biasanya tidak dinyatakan secara eksplisit.
Dalam negosiasi berlaku hukum “listen what they did not say.“ Seorang negosiator yang cerdas dan kuat adalah negosiator yang bisa mendengarkan apa yang tidak dikatakan oleh lawannya. Negosiator yang baik adalah negosiator yang bisa memahami kebutuhan riil lawannya.

Banyak negosiasi berakhir dengan kegagalan karena para negosiator hanya terfokus pada memenangkan perang kata kata, bukannya merundingkan kepentingan dan kebutuhan riil dari semua pihak. Apabila seorang negosiator dapat mengetahui variasi kebutuhan yang dimiliki oleh lawannya (misalnya, dengan menggunakan piramida hirarki kebutuhannya Maslow), maka dia memiliki peluang untuk melakukan barter satu kebutuhan dengan kebutuhan yang lain.

5. Kekuatan Identifikasi.

Seorang yang berhasil diidentifikasi sebagai sahabat oleh pihak lain, akan mendapatkan kepercayaan dan sekaligus pemihakan. Dalam kondisi seperti itu pihak lain akan lebih bisa menerima gagasan-gagasan yang disampaikan. Dalam dunia marketing dikenal istilah “First they have to buy you and then your products.”
 Artinya jika konsumen telah “membeli” suatu produk, maka mereka akan sukarela membeli produk-produk selanjutnya. Negosiator sukses adalah negosiator yang berhasil dibeli oleh partnernya sehingga mudah bagi negosiator tersebut untuk menjual gagasan-gagasan lainnya kepada mereka.
V. Mitos Keliru Tentang Negosiasi

Untuk memenangkan negosiasi, kita perlu merekaulang paradigma berpikir mengenai negosiasi. Jauhkan anggapan bahwa bernegosiasi tidak dapat dilakukan, hanya karena tidak mampu melakukan negosiasi:
1. Hanya orang yang kuat yang memenangkan negosiasi. Dan itu hanya sedikit orang.
2. Negosiasi = segala-galanya ATAU tidak sama sekali. Silakan pilih, jadi pemenang ATAU pecundang!
3. Harus pandai bicara untuk menjadi negosiator yang baik.
4. Tegas adalah egois dan tidak sopan.
5. Wanita tidak bisa bernegosiasi selihai pria.
Berikut ini akan di selidiki mitos salah di atas, secara satu per satu.
1. Mitos Salah (1): Hanya orang yang kuat yang memenangkan negosiasi. Dan itu hanya sedikit orang.

Untuk memenangkan negosiasi, tidak perlu menjadi galak, sadis, dan tanpa kompromi. Yang sering dilupakan orang adalah kesantunan sama efektifnya dalam negosiasi. Sifat sebagai penggertak tidak harus dilakukan untuk memperoleh apa yang diinginkan, justru negosiator hanya perlu memahami prinsip negosiasi dan cara mengelolanya.
2. Mitos Salah (2): Negosiasi = segala-galanya ATAU tidak sama sekali. Silakan pilih, jadi pemenang ATAU pecundang!

Negosiasi sebenarnya adalah pembicaraan tentang kerja sama. Bukan semata-mata tentang kemenangan. Lebih seringnya orang beranggapan bahwa negosiasi seperti perlombaan, kita tidak akan menang jika orang lain tidak kalah. Persepsi negatif ini menimbulkan kecemasan karena itu membuat seseorang harus kalah. Sebagian orang dikuasai oleh rasa takut akan kalah, berpikir tentang apa yang akan terjadi jika keadaan tidak berpihak kepada mereka.
Sebelum mereka sadari, tubuh pun memberikan tanda-tanda penolakan atas ketakutan yang sejatinya tidak beralasan. Perut mereka tiba-tiba merasa mulas dan mereka merasa seolah-olah mereka akan muntah. Pengalaman tidak mengenakkan inilah yang membuat banyak orang tidak suka dan menghindari negosiasi.

Sebagai ganti model menang-kalah, bagaimana jika pendekatan yang digunakan adalah kerja sama? Pendekatan ini berprinsip bahwa dalam bernegosiasi kedua belah pihak dapat menganggap diri mereka sebagai pemenang. Kedua belah pihak sama-sama merasa menang. Dengan begitu, kita tidak lagi risau akan hasil negosiasi dan memungkinkan kita lebih berfokus untuk menikmati prosesnya.
3. Mitos Salah (3): Harus pandai bicara untuk menjadi negosiator yang baik.
Pada umumnya, ternyata orang yang sukses bukan sekedar pembicara yang baik. Kuncinya adalah mendengarkan. Mendengarkan orang lain sangatlah penting bagi setiap orang yang ingin menguasai seni negosiasi.
4. Mitos Salah (4): Tegas adalah egois dan tidak sopan.
Mengurus diri sendiri lebih dulu menjadi hal yang masuk akal. Bersikap tegas penting dalam negosiasi. Sebab, dengan tegas diri kitalah yang akan menjamin terpenuhinya kebutuhan kita sendiri.
5. Mitos Salah (5): Wanita tidak bisa bernegosiasi selihai pria.
Ada kesan bahwa pria lebih agresif daripada wanita. Wanita dipersepsikan lebih pasif dan karena itu tidak siap untuk berkonfrontasi. Sehingga, menurut sebagian orang, pria ebih baik dalam bernegosiasi. Menurut Ed Brodow, seorang Pakar Negosiasi, dalam seminarnya tentang negosiasi selama dua puluh tahun ia menyimpulkan bahwa semua itu adalah omong kosong. Ia menegaskan bahwa beberapa pria adalah negosiator yang lebih baik daripada sebagian besar wanita. Dan beberapa wanita lebih baik daripada kebanyakan pria. Itu saja, titik. Generalisasi hanya mengarah kepada kebodohan. Yang terpenting, ciptakanlah gaya negosiasi yang sesuai dengan kepribadian kita.
SUMBER ARTIKEL
http://riopurboyo.com/5-mitos-salah-tentang-negosiasi.html
http://www.negosiator.com/?cat=4
http://frenndw.wordpress.com/2010/01/06/negosiasi-strategi-dan-perencanaan/
Hall, Martin. 2007. The Essence of Diplomacy. London: Palgrave Mcmillan.
Taylor & Francis. 2009. Public Diplomacy. New York : Routledge Handbook Publishing.
Zartman, I William. 2009. Negotiation and Conflict Management: essays on theory and practice. London: Routledge Handbook Publishing
http://www.wikipedia.org

Senin, 23 Januari 2012

ILMU, SENI DAN IMAN

ILMU, SENI DAN IMAN


Ada pameo atau ucapan dari seorang pelawak/dagelan dalam pagelaran wayang kulit begini:” ….dengan ilmu hidup semakin mudah, dengan seni hidup semakin indah dan dengan iman hidup akan semakin terarah”.


Bagaimana hal ini bisa kita renungkan bersama dan ada manfaatnya bagi kehidupan kita?

A. ILMU

Ada guyonan ilmu adalah angele yen durung ketemu. Ilmu= sulitnya jika belum ketemu, sulitnya jika belum menguasai/sedang belajar. 

Pengertian ilmu oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Bila ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela, maka ilmu juga bisa diartikan sebagai penerang dunia. Karena ibarat hidup tanpa ilmu maka kita akan hidup dalam sebuah kegelapan yang tanpa  berujung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mencari dan memperdalam ilmu supaya kita bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa dihantui rasa ketakutan karena kedangkalan ilmu yang kita miliki.Ilmu bisa memerdekakan diri kita dari ketakutan, intimidasi, kezaliman, keterbelakangan dan seterusnya. Beberapa pendapat tentang Ilmu tersebut diantaranya adalah:

# M. IZUDDIN TAUFIQ
Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya

# THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya

# Dr. MAURICE BUCAILLE
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.

# NS. ASMADI
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)

# POESPOPRODJO
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris

# MINTO RAHAYU
Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji

# POPPER
ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.

# DR. H. M. GADE
Ilmu adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia

# FRANCIS BACON
Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan

# CHARLES SINGER
Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which makes knowledge)
 (indahf/Carapedia)
Sementara Wikipedia memberikan definisi Ilmu sebagai berikut:
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.[1] Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[2]
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

Menurut Etimologi

Ilmu alam: Planet Mars (kiri), Planet Merkuri (kanan), Bulan (bawah kiri), Pluto (bawah tengah), dan Haumea (bawah kanan), perbandingan skala menggunakan diameter Sirius B.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm"[3] yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

Syarat-syarat ilmu

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu[4]. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
  1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
  2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
B. SENI DAN PENGERTIANNYA
Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l'arte (Italia), l'art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Yunani yang dipandang sebagai sumber kebudayaan Eropa walaupun sejak awal sejarahnya sudah mengenal filsafat dan juga fisafat seni, ternyata tidak juga memiliki kata yang dapat disejajarkan dengan pengertian kita sekarang tentang seni. Istilah yang paling dekat dengan pengertian itu ialah ?hne??ng sekarang kita kenal memiliki hubungan langsung dengan perkataan ?nik??

Pengertian Dasar Tentang Lingkup Senirupa

Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut.

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art).

Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas:
Seni Murni:
Seni Lukis
Seni Patung
Seni Grafis

Disain:
Disain Grafis (Komunikasi Visual)
Disain Interior
Disain Produk (Disain Industri)

Kria:
Kria Tekstil
Kria Kayu
Kria Keramik
Kria Gelas, dll.


Pada masa lampau tidak ada perbedaan yang tegas antara seniman dan kriawan, antara artists dan craftsman. Charles Batteaux (1713-1780) membedakan seni menjadi dua, yaitu:
Seni murni (fine art/ pure art)
Seni terapan (useful art/ applied art)

Dengan timbulnya istilah seni murni (fine art) dalam abad 18 mulailah terjadi perbedaan yang mendasar tentang seni murni dan seni pakai.

Seni berkembang terus, dan pada abad 19 ada usaha untuk menyatukan kembali antara seni dan kria, dalam sejarah senirupa, kita mengenal lahirnya Werkstatte di Austria dan Bauhaus di Jerman merupakan suatu usaha untuk menyatukan kembali seni murni dan seni pakai. Lahirlah istilah yang kita kenal sekarang dengan sebutan disain industri.

Namun demikian, perkembangan senirupa sejak tahun 60an sampai sekarang telah menunjukkan suatu perkembangan yang berbaur dengan berbagai disiplin seni, seperti munculnya seni Happening, seni Instalasi, Multimedia dan lain-lain, juga batasan antara seni kria yang betul-betul memiliki kemahiran teknik (buatan tangan) dengan campuran yang menggunakan alat industri, juga perkembangan teknologi fotografi yang demikian maju.

Sementara ada yang memberikan pengertian sebagai berikut:
Pengertian SeniDefinisi Seni. Jika ditinjau dari berbagai sudut pandang, seni memiliki banyak makna, salah satunya yaitu “Seni merupakan pengekspresian cita rasa yang diluapkan dalam satu karya yang dapat dikatakan unik”. Untuk lebih lanjut memahami tentang Definisi Seni, berikut ini akan di bahas Pengertian Seni, Cabang-cabang seni serta macam-macamnya.
Seni merupakan sinonim dari ilmu, karna seni pada mulanya adalah proses dari manusia. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta) – id.wikipedia.org
Pesan Sponsor

Definisi Seni dari Segala Sudut Pandang
  1. Ketrampilan mengolah sesuatu menjadi karya yang menawan
  2. Ungkapan jiwa dan perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada dan syair
  3. Pada mulanya adalah proses dari manusia, oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu
  4. Kreatifitas yang telah ada ( alamiah ) maupun diciptakan manusia diberbagai macam hal di dunia
  5. Barang/karya/hasil dari sebuah kegiatan
  6. Kebebasan berkarya yang dilatar belakangi oleh jiwa
  7. Senjata hidup para pelaku seni ( sniman )
  8. Ekspresi yang dicurahkan dari dalam jiwa manusia
  9. Hasil aktifitas seseorang
  10. Istilah yang digunakanuntuk semua karya yang dapat menggugah hati untuk mencari tahu siapa penciptanya
  11. Penyampaian gagasan, sensasi, dan perasaan dengan seefektif mungkin
  12. Salah satu tolak ukur kapasitas ke-melankolis-an manusia
  13. Kekayaan yang mutlak ada pada diri manusia tersebut, tinggal bagaimana manusia tersebut dapat mengolahnya menjadi asset yang berharga atau hanya menjadi kekayaan yang disfungsi
  14. Penjelasan rasa indah yang terkandung dalam jiwa setiap manusia, dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indra pendengar ( seni suara), penglihatan( seni lukis ), atau dilahirkan dengan perantara gerak ( seni tari, drama)
  15. Segala sesuatu yang berkaitan dengan karya cipta yang dihasilkan oleh unsure rasa
  16. Pengekspresian cita rasa yang diluapkan dalam satu karya yang dapat dikatakan unik
  17. Kegiatanatau hasil pernyataan perasaan keindahan manusia
  18. Suatu karya yang mempunyai daya tarik tersendiiri
  19. Keindahan yang bersifat unik dan dilampiaskan dengan suatu karya
  20. Luapan psikologi manusia yang dikembangkan lewat pemikiran yang kreatif dan cerdas
  21. Rangkaian dari kemauan, inspirasi, dan karya manusia
22.  Dari segala definisi yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi seni yang sejatinya adalah segala hal indah yang dirasakan oleh jiwa manusia dan diungkapkan melalui sebuah karya dengan berbagai media. – (Sumber: Ekonomi.Kompasiana.Com)
Cabang-cabang Seni
1.             Seni Rupa
2.             Seni Tari/gerak
3.             Seni Suara/Vocal/Musik
4.             Seni Sastra
5.             SeniTeater/drama
Teori Seni Rupa Menurut Para Tokoh
1.             Ki. Hadjar Dewantara
Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia,
2.             Herbert Read
Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan,
3.             Ahdiat Karta Miharja
Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang lain.
Macam-Macam Seni Rupa :
Seni Rupa Menurut Fungsinya :
·                                 Seni Rupa Murni (Fine Art) :
Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan kegunaannya atau seni bebas (Free Arat).
Contoh : seni lukis, seni patung, seni grafika dll.
·                                 Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):
* Seni lukis
Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaan.
* Seni Kriya
Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun untuk hiasan. Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang dagangan.
* Seni Patung
Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini termasuk seni murni yang diciptakan untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan dari seniman yang mempunyai nilai estestis yang tinggi.
* Seni Dekorasi
Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah.
Contoh : Interior (dalam ruang : kamar, ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
* Seni Reklame
Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk, poster, dll
Macam-Macam Seni Suara/Musik :
1.             Musik klasik
2.             Musik jazz
3.             Musik pop
4.             Musik bosa
5.             Musik rock
6.             Musik tradisional, dll.
Macam-Macam Seni Tari/Gerak :
1.             Tari klasik
2.             Tari kreasi baru
3.             Tari tradisional
4.             Tari modern, dll.
Macam-Macam Seni Sastra :
1.             Puisi
2.             Cerpen
3.             Prosa (Kata)
4.             Pantun
5.             Dll
Macam-Macam Seni Teater/Drama :
1.             Teater lama
2.             Teater komedi
3.             Teater baru
4.             Sendratasik (seni drama dan musik)
Sumber: CrayonPedia.org

C. IMAN DAN PENGERTIANNYA
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia
Dalam salah satu artikel Kristen memberikan pengertian iman sebagai berikut;
Iman
(Faith)


Pendahuluan
Lukas 18: 8b, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ? “

Yesus berkata adakah Ia mendapati  ‘iman’ ?  Jadi bukan ‘materi’, dsb.


PertanyaanApakah  ‘iman’  itu?

I. Definisi  iman  secara umum:

1.1.  Iman   adalah  melihat kepada sesuatu yang belum kelihatan.
contoh:  Kejadian 15: 3- 6!

1.2. Iman  adalah ditengah- tengah  sesuatu yang tidak mungkin, kita mengatakan mungkin’.
contohBilangan 13: 30 !

1.3.  Iman   adalah  percaya kepada sesuatu yang tidak masuk akal.
contoh: I Raja 18: 41!


II. Definisi  iman yang sesungguhnya:

Baca Ibrani 11: 1  (KJV) !

Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen.”
(Sekarang, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat)

Jadi dari ayat ini ada tiga kata yang sangat penting mengenai  iman”:

1. Sekarang (right now)
“ Now faith is ..........
Iman itu sangat berhubungan dengan waktu. Yaitu waktu ‘sekarang’ (Now faith is). Bukan kemarin atau besok!

Illustrasi:  Apabila anda sakit perut berat. Kemudian saudara berdoa untuk supaya Tuhan menyembuhkannya. Setelah selesai berdoa saudara masih merasakan sakit itu. Lalu saudara pikir mungkin Tuhan akan sembuhkan besok. Sebenarnya saudara tidak punya iman. Karena iman tidak berhubungan dengan   waktu besok. Melainkan waktu sekarang. Jadi seharusnya saudara, setelah berdoa, sekalipun masih merasakan sakit, yakin percaya dan mengucap syukur untuk kesembuhan.

Baca  Filipi 4: 6;  1Yohones 5: 14- 15     


2. Dasar (substance)
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan”
Jadi iman mempunyai satu dasar.

Pertanyaan: Apakah dasar dari iman itu?
Jawab: Dasar dari iman itu adalah Allah sendiri. Allah sendiri yang mengatakan bahwa Ia mengasihi kita dengan memberikan Yesus, anakNya yang tunggal, kepada kita supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan akan beroleh hidup yang kekal. Kemudian Allah sendiri mempunyai kuasa untuk melakukan segala sesuatu yang telah Ia janjikan kepada kita.

Jadi dasar dari iman kita adalah kasih dan kuasa Allah itu sendiri.


3. Bukti  (evidence)
“Iman juga merupakan bukti dari segala sesuatu yang kita tidak lihat”
Jadi iman juga mempunyai bukti.

Pertanyaan: Apakah bukti dari iman itu ?
Jawab: Firman Allah!
Roma 10: 17, mengatakan  “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Jadi iman itu datang,  ketika kita mendengarkan firman Allah. Itulah bukti dari iman kita. Yaitu firman Allah yang datang kepada kita.

Illustrasi:
a. Dalam kehidupan sehari- hari
Suatu kali saya datang kepada Ruth dan berkata, ‘Ruth, besok siang kita makan siang di Mac Donald’. Lalu ketika Ruth mendengar perkataan saya itu, maka  ‘segera’ ia berkata (memberi respond), ‘Iyeee, Thank you Papi. Kemudian Ruth berkata kepada adiknya, ‘Grace, papi bilang  besok kita makan siang di Mac Donald’.

Pertanyaan: Kenapa Ruth segera atau seketika itu juga bergembira dan langsung berterima kasih kepada saya dan bahkan datang kepada Grace untuk memberitahukan hal itu kepada adiknya?
Jawab: Karena, seketika itu juga, Ruth sudah melihat Mac-Chicken yang akan dinikmatinya besok. Itulah sebabnya ia bergembira dan  berterima kasih kepada saya,  seketika itu juga (right now).

Pertanyaan: Kenapa Ruth sudah dapat melihat Mac-Chicken itu, seketika?
Jawab: Karena ia sudah tahu kalau saya ayahnya. Dan setiap kali saya berjanji kepadanya untuk makan Mac Donald, saya selalu tepati. Oleh sebab itu Ruth tahu kalau saya mengasihi dia dan saya punya kuasa untuk membawa dia ke Mac Donald besok.

Jadi dasar  dari iman  Ruth adalah saya sendiri:  Ruth tahu kalau saya mengasihi dia dan saya punya kuasa untuk membawa dia ke Mac Donald.
Dan bukti dari iman Ruth adalah perkataan saya:  Ruth dengar sendiri perkataan saya, yang berbunyi  ‘Ruth besok siang kita akan makan di Mac Donald’.
Oleh sebab itu, pada saat Ruth mendengar perkataan saya, untuk mengajak ia makan siang besok ke Mac Donald, maka seketika itu juga (right now) ia bergembira dan berterima kasih kepada saya.

b. Kejadian Petrus berjalan diatas air   (Matius 14: 22- 33)
Jelaskan latar belakangnya.

Dari kejadian ini kita dapat kembali kepada definisi iman:

Pertanyaan: Kenapa Petrus dapat berjalan diatas air?
Jawab: Karena pada waktu itu ia mempunyai iman.
Pertanyaan: Apakah dasar dari iman Petrus?  
Jawab: Dasar dari iman Petrus adalah Tuhan Yesus. Ia tahu bahwa Yesus mengasihi dia dan Yesus mempunyai kuasa untuk membuat ia dapat berjalan diatas air.

Pertanyaan: Apakah bukti dari iman Petrus?
Jawab: Bukti dari iman Petrus adalah firman Allah (perkataan Tuhan Yesus), yang mengatakan, “Datanglah”.

Pertanyaan: Apa yang telah dilakukan Petrus, setelah Tuhan Yesus mengatakan kepadanya, ‘datanglah’?
Jawab: Petrus segera melangkahkan kakinya keluar dari perahu dan berjalan diatas air.

Seandainya pada waktu itu Petrus bertanya terlebih dahulu kepada Yakobus, “Guru menyuruh saya untuk datang kepadaNya. Bagaimana pendapatmu?”  
Pertanyaan: Apakah Petrus dapat berjalan diatas air?
Jawab: Tidak. Karena iman Petrus tidak lagi sekarang atau ‘right now’. (Ingat: iman selalu berhubungan dengan waktu seketika itu juga).

Jadi yang menyebabkan Petrus dapat berjalan diatas air adalah imannya yang didasari oleh pribadi Yesus dan disertai dengan bukti yaitu perkataan Yesus (firman Allah) yang ia tanggapi seketika itu juga.
Pertanyaan: Kenapa Petrus sampai tenggelam kedalam air?

Alkitab mengatakan, ayat 30, “When he saw the wind, he was afraid and, ......”

Pertanyaan: Apakah kita dapat melihat kepada angin?
Jawab: Tidak!

Sebenarnya disini penulis mengatakan bahwa Petrus melihat akibat dari angin badai tersebut, yaitu gelombang yang besar.
Jadi ketika Petrus melihat kepada gelombang yang besar, maka ia menjadi takut. Lalu tenggelam kedalam air.

Faith and fear can never exist together !
Jadi ketika rasa takut mulai timbul, maka iman bergeser dari dalam diri Petrus.

Faktor utama yang membuat Petrus tenggelam kedalam air adalah, karena mata jasmaninya melihat kepada gelombang yang besar. Dan ketika mata jasmaninya melihat kepada gelombang yang besar maka rasa takut timbul sehingga imannya bergeser.
Ingat pristiwa pengutusan kedua belas pengintai (Bil. 13: 1- 33).

Burung rajawali satu- satunya jenis burung yang memiliki dua kelopak mata. Kelopak mata yang pertama (yang dikenal ordinary eyelid) itu digunakan ketika ia sedang berada didarat atau tidak terbang (di bukit batu, puncak bukit batu, gunung atau pohon yang tinggi). Tetapi ketika ia sedang diudara maka ia memakai kelopak mata yang kedua (extraordinary eyelid). Hal ini untuk menghindarkan tekanan angin, matahari, dan gangguan dari ranting- ranting pohon, ketika ia sedang menyerang mangsanya.

Aplikasi: Orang kristen memilki dua mata: yaitu mata jasmani (ordinary eye) dan kedua adalah mata rohani (extraordinary eye). Baca  2Kor. 4: 18 ,   2 Raja 6: 8- 23!

Cara untuk beroleh mata rohani adalah dengan jalan berdoa dan membaca firman Allah.

Penglihatan yang tajam
Burung rajawali selalu membuat sarangnya disuatu tempat yang tinggi yang sulit untuk didatangi oleh manusia. Umumnya burung rajawali ini membuat sarangnya dibukit batu, puncak bukit batu, digunung atau diatas pohon yang sangat tinggi (Ay. 39: 29- 32).
Burung rajawali adalah salah satu jenis binatang yang memiliki daya penglihatan yang sangat tajam. Hampir lima kali dari lebih tajam dari pada penglihatan manusia. Mata burung rajawali ini seperti sebuah teropong dengan dua lensa. Dengan demikian ia dapat mengamati/ mendeteksi mangsanya dari sarangnya  dan dari ketinggian ratusan kaki, ketika ia sedang membumbung tinggi diudara. Bahkan seekor tikuspun dapat ia deteksi dari ketinggian ratusan kaki diudara.  

Karena burung rajawali ini memiliki penglihatan yang sangat tajam, maka ada dua hal yang memberi keuntungan bagi burung ini:
a. Dari kejauhan (jarak jauh) ia sudah dapat mengetahui badai atau bahaya lain yang akan mengacam dirinya. Burung rajawali tidak lari dari badai melainkan ia dapat terbang melintasi badai.
b. Dari ketinggian diudara (jarak jauh) ia sudah dapat mengamati bangsanya yang dibawa (kelinci, rusa, beruang, ular, tikus, dll.) ataupun disungai dan lautan (ikan- ikan). Ia dapat melihat/ mengamati  daerah yang seluas lima miles.

Ketajaman penglihatan dari burung rajawali ini bertumbuh melalui kedewasaan.

Aplikasi: Allah mau setiap anakNya bertumbuh menjadi dewasa, supaya mata rohani kita semakin tajam dan dapat mendeteksi situasi yang ada disekitar kita.

Dalam hal ini, bukan berarti bahwa apabila kita sedang diperhadapkan dengan masalah maka kita harus menutup kedua mata jasmani kita, supaya tidak melihat kepada masalah kita. Tidak.

Ada tiga hal yang perlu kita ketahui dari Matius 14: 22- 33 :
1. Yesus mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup kita (ayat 24- 25)
2. Yesus melindungi orang yang dikasihiNya (ayat 26- 27)
3. Yesus mempunyai kuasa atas alam semesta  (ayat 32)

Sikap kita didalam menghadapi persoalan adalah memandang kepada Yesus dan menyerahkan semua masalah kita kepadaNya (1 Petrus 5: 7). Yakin percaya bahwa Dia dapat menangani persoalan kita.


Konklusi:

* Iman yang kecil dapat membawa jiwa kita kesorga, tetapi iman yang besar dapat membawa sorga kedalam jiwa kita *


Dari contoh-contoh dia atas mari kita ambil konklusi tentang tema kita di artikel mendatang.

  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...