Tampilkan postingan dengan label iman islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

ROHINGYA,KEPEDULIAN ISLAM DAN GEREJA YASMIN:ARTIKEL TERPILIH

Inilah Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Rohingya

l


Oleh Harja Saputra

Berikut ini adalah kronologi lengkap pemicu tragedi Rohingya dari surat kabar Myanmar dan dari beberapa media internasional. Surat kabar The New Light of Myanmar edisi 4 Juni 2012 melaporkan satu berita mengenai pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis oleh tiga orang pemuda:

Insiden Pemerkosaan dan Pembunuhan

“NAY PYI TAW, 4 Juni - Dalam perjalanan menuju rumah dari tempat bekerja sebagai tukang jahit, Ma Thida Htwe, seorang gadis Buddha berumur 27 tahun, putri U Hla Tin, dari perkampungan Thabyechaung, Desa Kyauknimaw, Yanbye, ditikam sampai mati oleh orang tak dikenal. Lokasi kejadian adalah di hutan bakau dekat pohon alba di samping jalan menuju Kyaukhtayan pada tanggal 28 Mei 2012 pukul 17:15.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Polisi Kyauknimaw oleh U Win Maung, saudara korban. Kantor polisi memperkarakan kasus ini dengan Hukum Acara Pidana pasal 302/382 (pembunuhan / pemerkosaan). Lalu Kepala kepolisian distrik Kyaukpyu dan personil pergi ke Desa Kyauknimaw pada 29 Mei pagi untuk pencarian bukti-bukti lalu menetapkan tiga tersangka, yaitu Htet Htet (a) Rawshi bin U Kyaw Thaung (Bengali/Muslim), Rawphi bin Sweyuktamauk (Bengali/Muslim) dan Khochi bin Akwechay (Bengali/ Muslim).

Penyelidikan menunjukkan bahwa Htet Htet (a) Rawshi tahu rutinitas sehari-hari korban yang pulang-pergi antara Desa Thabyechaung dan Desa Kyauknimaw untuk menjahit. Menurut pengakuannya dia berbuat dipicu oleh kebutuhan uang untuk menikahi seorang gadis, dan berencana untuk merampok barang berharga yang dipakai korban. Bersama dengan Rawphi dan Khochi, Rawshi menunggu di pohon alba dekat tempat kejadian. Tak lama Ma Thida Htwe yang diincarnya datang dan berjalan sendirian, ketiganya lalu menodongkan pisau dan membawanya ke hutan. Korban lalu diperkosa dan ditikam mati, tak lupa merenggut lima macam perhiasan emas termasuk kalung emas yang dikenakan korban.



Untuk menghindari kerusuhan rasial dan ancaman warga desa kepada para tersangka, aparat kepolisian setempat bersiaga dan mengirim tiga orang pelaku tersebut ke tahanan Kyaukpyu pada tanggal 30 Mei pukul 10.15.

Pada pukul 13:20 hari yang sama, sekitar 100 warga dari Rakhine Kyauknimaw tiba di Kantor Polisi Kyauknimaw dan menuntut agar tiga orang pelaku pembunuh diserahkan kepada mereka namun dijelaskan oleh pihak kepolisian bahwa mereka sudah dikirim ke tahanan.

Massa yang mendatangi kepolisian tidak puas dengan itu dan berusaha untuk masuk kantor polisi. Polisi terpaksa harus menembakkan lima tembakan untuk membubarkan mereka.

Pada pukul 13:50 100 warga Rakhine Desa Kyauknimaw lalu meninggalkan kantor polisi menuju Kantor Pemerintahan untuk menyampaikan keinginannya dengan diikuti oleh pihak kepolisian untuk mencegah terjadi keributan.

Pukul 16.00, para pejabat tingkat Kota menerima dan memberikan klarifikasi untuk menghindari kerusuhan, dan penduduk desa meninggalkan kantor pada pukul 17:40.

Keesokan harinya, 31 Mei pukul 9 pagi, mereka meninggalkan Yanbye ke Desa Kyauknimaw dengan dua perahu. Mereka pulang dengan membawa santunan sebesar 1 juta Kyat (mata rupiah Myanmar) untuk desa dari Menteri Perhubungan, U Kyaw Khin, 600.000 Kyat dan lima set jubah untuk pemakaman korban serta ditambah 100.000 Kyat dari santunan perwakilan negara.

Pada 31 Mei 15:05 Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Perbatasan Negara, wakil kepala Kantor Polisi, Kabupaten Kyaukphyu dan Kepala Kantor Polisi Distrik berpartisipasi dalam pemakaman korban dan mengadakan diskusi dengan penduduk desa.

Pada 1 Juni pukul 9 pagi Kepala Menteri Negara dan partai di Kyaukpyu mengadakan diskusi dengan organisasi pemuda Kyaukpyu atas kasus pembunuhan tersebut. Diskusi-diskusi terutama menyinggung menjatuhkan hukuman jera pada para pembunuh dan membantu mencegah kerusuhan saat mereka sedang diadili.”

Insiden 10 Orang Muslim Dibunuh Dalam Bis

Menurut berita harian New Light dan beberapa blog orang Myanmar menyebutkan bahwa beredar foto-foto dan informasi bahwa “menurut bukti forensik polisi dan juga saksi mata yang melihat tubuh korban, ia diperkosa beberapa kali oleh tiga pemuda Bengali Muslim dan tenggorokannya digorok, dadanya ditikam beberapa kali dan organ wanitanya ditikam dan dimutilasi dengan pisau.

Setelah itu lebih dari seribu massa marah dan hampir menghancurkan kantor polisi di mana tiga pelaku ditangkap. Lalu kasus terburuk dan pemicu tragedi Ronghya adalah pembantaian terhadap 10 orang Muslim peziarah yang ada dalam sebuah bus di Taunggup dalam perjalanan dari Sandoway ke Rangoon pada tanggal 4 Juni.”



Koran New Light Myanmar edisi 5 Juni memberitakan rincian mengenai pembunuhan sepuluh orang Burma Muslim oleh massa Arakan sebagai berikut:
“Sehubungan dengan kasus Ma Thida Htwe yang dibunuh kejam pada tanggal 28 Mei, sekelompok orang yang terkumpul dalam Wunthanu Rakkhita Association, Taunggup, membagi-bagikan selebaran sekitar jam 6 pagi pada 4 Juni kepada penduduk lokal di tempat-tempat ramai di Taunggup, disertai foto Ma Thida Htwe dan memberikan penekanan bahwa massa Muslim telah membunuh dan memperkosa dengan keji wanita Rakhine.

Sekitar pukul 16:00, tersebar kabar bahwa ada mobil yang berisikan orang Muslim dalam sebuah bus yang melintas dari Thandwe ke Yangon dan berhenti di Terminal Bus Ayeyeiknyein.

Petugas terminal lalu memerintahkan bus untuk berangkat ke Yangon dengan segera. Bus berisi penuh sesak oleh penumpang.
Beberapa orang dengan mengendarai sepeda motor mengikuti bus. Ketika bus tiba di persimpangan Thandwe-Taunggup, sekitar 300 orang lokal sudah menunggu di sana dan menarik penumpang yang beridentitas Muslim keluar dari bus. 

Dalam bentrokan itu, sepuluh orang Islam tewas dan bus juga hancur.
Konflik sejak insiden 10 orang Muslim terbunuh terus memanas di kawasan Arrakan, Burma, muslim Rohingya menjadi sasaran. Seperti dilansir media Al-Jazeera, Hal ini dipicu juga oleh bibit perseteruan yang sudah terpendam lama, yaitu perseteruan antara kelompok etnis Rohingya yang Muslim dan etnis lokal yang beragama Buddha.

Rohingya tidak mendapat pengakuan oleh pemerintah setempat. Ditambah lagi agama yang berbeda. Dari laporan berbagai berita sampai saat ini sejak insiden tersebut sudah terjadi tragedi pembantaian etnis Rohingya (yang notabene beragama Islam) lebih dari 6000 orang.**[harja saputra]
————-

Note: Tulisan ini semula memuat foto-foto tapi untuk menghindari tendensius, foto2 korban dihilangkan.


Rohingnya, Islam Gaya Arabia, dan Gereja Yasmin


Oleh Ninoy N.Karundeng

Berbicara tentang Muslim Rohingnya di Myanmar alias Burma adalah berbicara tentang kemanusiaan. Agama ketika dijadikan dasar berbangsa dan bernegara hasilnya konflik Bosnia-Serbia. Konflik Maya-Spanyol, konflik Perang Salib Islam-Kristen. Konflik Hindu-Islam di India. Konflik Katolik-Kristen di Irlandia-Utara. Bentrokan Islam-Kristen di Nigeria. Konflik Romawi-Persia. Itu semuanya adalah konflik dalam sejarah manusia karena keyakinan.

Muslim Rohingnya adalah sekelompok manusia terbuang identitasnya. Mereka berbahasa berbeda dengan sebagian bahasa rakyat Myanmar. Status Rohingnya adalah status minoritas tanpa bentuk. Bangladesh tidak mengakui kedekatan mereka sebagai bangsa Bangladesh. Myanmar tidak mengakui mereka sebagai bangsa Myanmar. Kedekatan budaya dan agama dengan Bangladesh yang mayoritas Islam tidak membuat Bangladesh iba.

Dunia internasional diam soal Rohingnya. Sama halnya dunia internasional diam ketika Taliban, di bawah tekanan Osama bin Ladin, Mollah Umar menghancurkan Patung Buddha di Afghanistan. Kabarnya, orang Afghanistan tidak setuju sebenarnya dengan penghancuran patung Buddha itu. 

Dalam keyakinan budaya atau Islam Arab, patung adalah ‘berhala’ yang wajib dihancurkan pada tanggal 2 Maret 2001. Penggunaan dinamit gagal menghancurkan muka dan badan patung Buddha yang dibangun pada abad ke-5, ratusan tahun sebelum kedatangan Islam. Lalu roket diluncurkan untuk menghancurkan patung Buddha itu. Mullah Omar menyatakan, seperti dikutip Wikipedia dari the Times, “Muslim harus bangga telah menghancurkan patung-patung berhala itu. Tindakan penghancuran ini diridhoi Allah karena kita telah menghancurkan berhala.”

Islam gaya Arab model ini - dengan tokoh yang sudah dihukum mati, tokoh Komando Jihad Imron bin Muhammad Zein yang juga terlibat pembajakan pesawat Garuda di Thailand. Borobudur pun dijadikan sasaran penghancuran. Lalu Abubakar Baashir dan Umar Patek juga - yang kebetulan dari Yaman asalnya - memelopori terror dan pengeboman, gereja. 

Tidak di Indonesia, tidak di Afghanistan pengaruh Islam model budaya Arabia yang penuh kekerasan selalu tidak toleran. Ini tidak sesuai dengan ajaran Al Qur’an yang sangat menjunjung tinggi penghormatan pada agama lain.

Indonesia dan negara Arab diam tentang penghancuran patung Buddha di Afghanistan. Bahkan saking ngawurnya - patung-patung peninggalan sejarah di Purwakarta, dan juga patung-patung baik binatang maupun patung KB pun dihancurkan oleh Islam gaya Arabia ini. Lucu sekali. Pemerintah juga diam tentang penghancuran patung dan monument di Purwakarta itu.

Lalu Indonesia menjadi negara sekuler-relijius. Artinya agama dijadikan soko guru kedua dalam kebangsaan dan kenegaraan. Kasus Gereja Yasmin tetap tidak menemui jalan pemecahannya. Hukum tidak diindahkan dan semua pihak mendiamkannnya dalam bentuk siapa kuat dialah yang menang.

Muslim Rohingnya tak ubahnya minoritas yang hak-hak sipil untuk hidup tidak dihargai sama sekali oleh Myanmar yang Buddha. Di Thailand Selatan, minorotas Muslim Patani juga terus bergolak melawan pemerintahan Buddha. Muslim di Mindanao di Filipina juga terus bergolak melawan pemerintahan yang didominasi oleh Katholik.

Jadi jika agama dijadikan alasan untuk mendapatkan hak hidup dan hak sipil, bukan kemanusiaan, maka standard ganda manusia akan segera muncul. Muslim Rohingnya atau tepatnya suku Rohingnya yang kebetulan beragama Islam di Myanmar jangan dibiarkan punah karena agamanya. Sisi kemanusiaan seharunya lebih dikedepankan.

Pembantaian dan pembiaran kemiskinan dan penindasan Rezim Militer Myanmar harus ditindaklanjuti dan Indonesia sebagai negara Muslim terbesar harus mengambil inisiatif untuk membela bangsa Rohingnya yang beragama Islam - sambil membenahi kasus sendiri yang mencoreng muka bangsa Indonesia di dunia internasional: Gereja Yasmin. Dengan demikian keadilan dalam bersikap menjadi jauh dari standard ganda dipaktrekkan oleh kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim.



Kamis, 01 Maret 2012

PUASA DAN KESALEHAN SOSIAL: dari beberapa artikel


MENGGALI CINTA DENGAN PUASA
 
Oleh Irsal Murad*

Ternyata bukan hanya umat Muhammad yang berpuasa. Sejarah mencatat, sebelum kedatangan Muhammad, umat Nabi yang lain diwajibkan berpuasa. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya. Bahkan, nabi Adam alaihissalam diperintahkan untuk tidak memakan buah khuldi, yang ditafsirkan sebagai bentuk puasa pada masa itu. “Janganlah kamu mendekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”. (Al-Baqarah: 35).

Begitu pula nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Dalam Surah Maryam dinyatakan Nabi Zakaria dan Maryam sering mengamalkan puasa. Nabi Daud alaihissalam sehari berpuasa dan sehari berbuka pada tiap tahunnya. Nabi Muhammad saw. Sendiri sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain. Malah masyarakat Yahudi yang tinggal di Madinah pada masa itu turut mengamalkan puasa Asyura.

Begitu pula, binatang dan tumbuh-tumbuhan melakukan puasa demi kelangsungan hidupnya. Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Demikian pula ular, berpuasa baginya untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras terlindung dari sengatan matahari dan duri hingga ia tetap mampu melata di bumi. Ulat-ulat pemakan daun pun berpuasa, jika tidak ia tak kan lagi menjadi kupu-kupu dan menyerbuk bunga-bunga.
Jika berpuasa merupakan sunnah thobi’iyyah (sunnah kehidupan) sebagai langkah untuk tetap survive, mengapa manusia tidak? Terlebih lagi jika kewajiban puasa diembankan kepada umat Islam, tentu saja memikili makna filosofis dan hikmah tersendiri.

Karena, ternyata puasa bukan hanya menahan dari segala sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, melainkan merefleksikan diri untuk turut hidup berdampingan dengan orang lain secara harmonis, memusnahkan kecemburuan sosial serta melibatkan diri dengan sikap tepa selira dengan menjalin hidup dalam kebersamaan, serta melatih diri untuk selalu peka terhadap lingkungan. Rahasia-rahasia tersebut ternyata ada pada kalimat terakhir yang teramat singkat pada ayat 183 surah al-Baqarah. Allah swt memerintahkan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183).

Allah swt mengakhiri ayat tersebut dengan “agar kalian bertakwa”. Syekh Musthafa Shodiq al-Rafi’ie (w. 1356 H/1937 M) dalam bukunya wahy al-Qalam mentakwil kata “takwa” dengan ittiqa, yakni memproteksi diri dari segala bentuk nafsu kebinatangan yang menganggap perut besar sebagai agama, dan menjaga humanisme dan kodrat manusia dari perilaku layaknya binatang. Dengan puasa, manusia dapat menghindari diri dari bentuk yang merugikan diri sendiri dan orang lain, sekarang atau nanti. Generasi kini atau esok.

Mazhab sosialisme yang mengalami masa kolapnya di Eropa, tak mampu mengubah, menambah dan mengurangi jatah perut pengikutnya. Mereka, para sosialisme yang dianggap sebagai “mazhab buku” tak pelak lagi memandang puasa sebagai “satu-satunya sistem sosialis yang paling unik dan justeru paling benar”! Bagaimana tidak, puasa adalah kefakiran secara ‘paksa’ yang ditentukan oleh syariat agama kepada seluruh umat (Islam) tanpa pandang bulu. Islam memandang sama derajat manusia, terutama soal “perut”. Mereka yang memiliki dolar, atau yang mempunyai sedikit rupiah, atau orang yang tak memiliki sepeserpun, tetap merasakan hal yang sama: lapar dan haus. Jika sholat mampu menghapus citra arogansi individual manusia diwajibkan bagi insan muslim, haji dapat mengikis perbedaan status sosial dan derajat umat manusia diwajibkan bagi yang mampu, maka puasa adalah kefakiran total insan bertakwa yang bertujuan mengetuk sensitifitas manusia dengan metode amaliah (praktis), bahwasanya kehidupan yang benar berada di balik kehidupan itu sendiri. Dan kehidupan itu mencapai suatu tahap paripurna manakala manusia memiliki kesamaan rasa, atau manusia “turut merasakan” bersama, bukan sebaliknya. Manusia mencapai derajat kesempurnaan (insan kamil) tatkala turut merasakan sensitifitas satu rasa sakit, bukan turut berebut melampiaskan segala macam hawa nafsu.

Dari sini puasa memiliki multifungsi. Setidaknya ada tiga fungsi puasa: tazhib, ta’dib dan tadrib. Puasa adalah sarana untuk mengarahkan (tahzib), membentuk karakteristik jiwa (ta’dib), serta medium latihan untuk berupaya menjadi manusia yang kamil dan paripurna (tadrib), yang pada esensinya bermuara pada tujuan akhir puasa: takwa. Takwa dalam pengertian yang lebih umum adalah melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Takwa dan kesalehan sosial adalah dua wajah dari satu keping mata uang yang sama, mengintegral dan tak dapat dipisahkan.

Ada sejenis kaidah jiwa, bahwasanya “cinta” timbul dari rasa sakit. Di sinilah letak rahasia besar sosial dari hikmah berpuasa. Dengan jelas dan akurat, Islam melarang keras segala bentuk makanan, minuman, aktivitas seks, penyakit hati dan ucapan merasuki perut dan jiwa orang yang berpuasa. Dari lapar dan dahaga, betapa kita dapat merasakan mereka yang berada di garis kemiskinan, manusia papa yang berada di kolong jembatan, atau kaum tunawisma yang kerap berselimutkan dingin di malam hari atau terbakar terik matahari di siang hari. Ini adalah suatu sistem, cara praktis melatih kasih sayang jiwa dan nurani manusia. Adakah cara yang paling efektif untuk melatih cinta? Bukankah kita tahu bahwa selalu ada dua sistem yang saling terkait: yang melihat dan yang buta, yang cendikia dan yang awam, serta yang teratur dan yang mengejutkan.

Jika cinta antara orang kaya yang lapar terhadap orang miskin yang lapar tercipta, maka untaian hikmah kemanusiaan di dalam diri menemukan kekuasaannya sebagai “sang mesias”, juru selamat. Orang yang berpunya dan hatinya selalu diasah dengan puasa, maka telinga jiwanya mendengar suara sang fakir yang merintih. Ia tidak serta merta mendengar itu sebagai suara mohon pengharapan, melainkan permohonan akan sesuatu hal yang tidak ada jalan lain untuk disambut, direngkuh dan direspon akan makna tangisannya itu. Orang berpunya akan memaknai itu semua atas pengabdian yang tulus, iimaanan wa ihtisaaban. Semua karena Allah, karena hanya Dia Sang pemilik segala.

* Penulis adalah Dewan Eksekutif Sanggar Kinanah, sedang menekuni filsafat di al-Azhar University, Kairo.

sumber Irsal Murad Blog

http://kesalehansosial.blogspot.com/2007/03/menggali-cinta-dengan-puasa.html

MEMAKNAI KESALEHAN SOSIAL

Seorang telah dianggap berbuat saleh seakan-akan sama dengan berbuat kebaikan. Padahal, kesalehan itu sama sekali sangat jauh persamaannya dengan kebaikan! Kesalehan adalah perbuatan yang berdampak positif kesudahannya. Ada nilai-nilai kebajikan yang didapatkan sesudah mengamalkan suatu perbuatan yang wajib, sunah, boleh dan baik. Anda belum tentu saleh apabila telah berbuat baik menurut pandangan kebanyakan manusia. Misalnya, anda membantu seorang nenek menyeberangi jalan raya.

Perbuatan yang telah anda lakukan itu bukan amal saleh, melainkan amal kebaikan! Amal kebaikan ditekankan untuk tidak berlaku diam bila anda sanggup melakukannya tanpa menyoal apakah ada kebajikan sesudahnya. Dalam contoh di atas, anda sebatas membantu menyeberangkan seorang nenek agar terhindar dari kecelakaan. Sesudah nenek di seberang, anda tidak lagi memperhatikan bagaimana sikap, perbuatan, aktivitas dan sebagainya dari nenek tersebut. Tetapi, anda akan diberi pahala oleh Allah karena turut membantu nenek yang sudah pikun selamat dari bahaya lalu lintas di jalan raya.

Perbuatan anda akan menjadi saleh dari contoh tersebut bila anda memahami adakah nenek tersebut akan menjadi lebih sehat ketika sampai di rumah, bagaimanakah nenek tersebut bila tidak ada yang menjaganya, adakah setiap hari dia dapat memperoleh makan, lalu anda memberikan perhatian sepenuhnya untuk nenek tersebut sebagaimana yang anda perhatikan. Artinya, anda tidak sebatas menolong nenek menyeberangi jalan, tetapi memperhatikan lebih untuk membantu kesudahan nenek tersebut dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarganya!

Amal perbuatan anda dapat dikategorikan amal kesalehan yang bersifat sosial bila mengamalkan seperti contoh tersebut di atas. Jadi, kesalehan sosial bermakna sebagai perbuatan yang dapat mendatangkan kebajikan sesudah suatu perbuatan yang bersifat sosial itu dilaksanakan.

Banyak kalangan, baik dari pemerintah maupun masyarakat dan swasta, berbuat kebaikan tetapi tidak berdampak positif sesudahnya. Sepertinya telah menolong, tetapi menjadikan yang ditolongnya tak mampu untuk berubah secara positif (baik). Ambil contoh program pengentasan kemiskinan. Satu sisi, pemerintah merasa bertanggung jawab untuk mendistribusikan kesejahteraan rakyat, maka digulirkan program bantuan modal usaha untuk kelompok usaha menengah ke bawah! Syaratnya adalah yang menerima modal betul-betul wiraswasta! Modal pun disesuaikan dengan perkembangan usaha! Akan tetapi, program ini tidak difollow up (tindak lanjut) bagaimana manajemen wirausahanya, pemasarannya, kualitas produknya dan sebagainya. Anda pasti kebingungan sekiranya usaha anda tidak berkembang dapat perguliran bantuan modal tetapi tidak ada pembinaan dari pemerintah lebih lanjut. Anda hanya mengulang modal tanpa memiliki starategi usaha yang dapat berkembang! Walhasil, usaha kelompok menengah ke bawah mengalami stagnasi dan kebingungan!

Konsep keberpihakan kepada masyarakat sudah dilakukan, tetapi tidak berdampak positif kesudahannya; usaha yang dibantu dengan permodalan tidak mengalami kemajuan yang berarti! Pemerintah telah beramal baik secara sosial, tetapi tidak dapat disebut sebagai berbuat kesalehan sosial.

Dalam Islam, amal saleh itu merujuk kepada perintah dan larangan Allah! Contoh, perintah Allah SWT kepada kaum beriman untuk mengingat Allah sebanyak-banyaknya agar hatinya menjadi tenang! Maka, sekiranya seorang mukmin berdzikir lalu hatinya tidak tenang berarti dzikirnya belum berdampak positif kesudahannya! Dzikirnya dapat pahala bila dilakukan! Tetapi, hakikatnya belum tercapai, yaitu ketenangan jiwa (hati)!

Anda seharusnya menjadi semakin tenteram atau tenang bila berdzikir kepada Allah! Sekiranya terjadi sebaliknya, berarti ada yang salah dalam berdzikir! Patutkah seorang mukmin berdzikir tetapi akalnya masih mendominasi perbuatan jahat? Ketenteraman hati bagi seorang pelaku dzikir apabila hatinya lah yang berdzikir, bukan semata-mata lisannya! Dzikir yang menenangkan adalah dzikir yang berdampak langsung kepada hati! Maka, sekiranya lisannya berdzikir sementara hatinya tidak, yang terjadi tetap tidak mengukuhkan ketenteram hati! Dzikir jasmaniah (lisan) sangat jauh berbeda dengan dzikir ruhaniah (hati atau ruh).

Allah SWT Mendengarkan suara hati yang sedang berdzikir, sekali pun tidak ada orang lain yang mendengarkannya. Ada nilai yang paling utama dari dzikir di hati (dzikir khofi). Pendekatan kepada Allah Azza wa Jalla dengan penghampiran lahiriah cenderung diajak tidak sebagaimana hakikatnya! Setiap amal lahiriah berdampak lebih cenderung jasmaniah bila belum mengetahui hakikatnya! Sekiranya solat masih bersifat jasmaniah (adanya bacaan dan gerak), maka sulit menjangkau dampak ruhaniahnya! Akan tetapi, sekiranya solat dilakukan secara jasmaniah (adanya gerak dan bacaan solat) dan secara ruhaniah (berupaya memaknai setiap bacaan solat di dalam hati atau ruh), maka dampak solat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (hakikat solat). Ada dampak positif kesudahannya! Inilah amal soleh dari suatu perbuatan yang bersifat ruhaniah!
http://forum.republika.co.id/showthread.php?1123-Memaknai-Kesalehan-Sosial

KESALEHAN PRIBADI DAN KESALEHAN SOSIAL

Fazlur Rahman seorang intelektual muslim pernah menyatakan, seandainya Nabi Muhammad seorang mistikus tentu beliau tidak akan kembali lagi ke bumi pada peristiwa Isra’ Mikraj. Karena pada saat itu beliau bertemu langsung dengan Allah. Dan pertemuan dengan Allah itulah puncak spiritualitas dalam Islam.”Barang siapa mengharap penjumpaan (liqa) dengan Tuhannya, maka hendaklah mengerjakan amal saleh dan tidak menyekutukanNya.” (QS 18.Al Kahfi: 110). Akan tetapi karena Muhammad adalah seorang pejuang kemanusiaan beliau kembali ke bumi untuk berjuang di tengah-tengah manusia, meskipun perjumpaan itu telah dicapai. Perjumpaan dengan Allah merupakan kenikmaan luar biasa dan berjuang di tengah masyarakat bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan. Tetapi nabi lebih memilih itu.

Peristiwa Isra’ dan Mikraj merupakan peristiwa yang sangat monumental bagi kehidupan umat islam. Sebagaimana kita ketahui perintah shalat 5 waktu di perintahkan kepada umat islam pada peristiwa ini. Shalat merupakan satu aktivitas sebagai wujud keimanan pada Allah. Maka dikatakan bahwa Shalat adalah tiang agama, barangsiapa menegakkannya maka dia menegakkan agama dan barangsiapa tidak menegakkannya berarti merubuhkan agama. Tidak hanya itu shalat merupakan satu ibadah yang pertama kali akan dihisab diakhirat kelak. Jika shalat kita baik maka amal ibadah yang lain juga akan baik. Maka dari sini kita bisa menarik satu kesimpulan bahwa kualitas kesalehan pribadi seorang muslim bisa diukur dari sejauh mana kualitas shalatnya. Sehingga demikian penting bagi kita untuk selalu menjaga dan memperbaharui agar shalat kita semakin baik dan semakin khusuk. Shalat yang baik secara umum bisa kita nilai dari banyak aspek antara lain memenuhi syarat dan rukun shalat, dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah. Dari aspek kualitatif Nabi SAW menyatakan dalam hadits yang cukup panjang yang intinya dalam beribadah kita harus bersikap ihsan , yaitu sikap dalam beribadah seolah-olah kita melihat Allah dan kalau tidak bisa seperti itu maka kita yakin bahwa Allah melihat kita. Jika tahapan seperti ini sudah bisa kita lalui maka bisa dikatakan secara pribadi kita sudah memiliki kualifikasi kesalehan.

Islam adalah agama yang ditujukan untuk memberikan rahmat bagi semesta alam. Tentunya kesalehan yang bersifat pribadi seperti di atas belumlah cukup. Maka ada kualifikasi lain dari aktivitas shalat yang baik yaitu shalat yang berimbas pada kemampuan mushalli (pelaku shalat) dapat mencegah perbuatan keji dan munkar(Al-Ankabut: 45) . Shalat melatih manusia untuk selalu merasa dalam pengawasan Allah (muroqobah) sehingga dalam kehidupan sehari-hari juga akan merasa diawasi oleh Allah sehingga akan takut untuk melakukan perbuatan kejahatan. Dengan shalat menjadikan manusia merasa bahwa Allah selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada ketakutan selain ketakutan pada Allah, merasa kuat karena merasa Allah melindungi kita. Bahkan Allah sendiri mengecam orang yang melakukan shalat tetapi lupa akan hakekat shalat itu sendiri.“Celakalah orang-orang yang shalat; yaitu orang yang lalai dalam shalatnya dan mereka yang riya (dalam shalatnya) dan enggan menolong dengan barang berguna” (QS. Al Maun 107:5-7). Maka dengan demikian semakin baik shalat seseorang semakin baik pula amal sosialnya, semakin peka terhadap persoalan-persoalan dalam masyarakat. Dengan demikian terdapat keseimbangan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosialnya. Islam bukanlah agama mistik tetapi agama yang juga menekankan kerja sosial untuk rahmat dan kesejahteraan alam semesta. Wallahua’lam bisshawab.

http://kesalehansosial.blogspot.com/2007/03/kesalehan-pribadi-dan-kesalehan-sosial.html

KESALEHAN KOMUNITAS SOLUSI PROBLEMATIKA SOSIAL

Oleh: Efri S. Bahri
Setiap manusia terlahir suci dan bersih. Masa pertumbuhannya (tumbuh kembang) akan dipengaruhi oleh lingkungannya baik internal maupun eksternal. Lingkungan internal mencakup kedua orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Sedangkan lingkungan eksternal mencakup masyarakat secara umum. Disamping itu, lingkungan eksternal juga mencakup lingkungan pendidikan formal.

Seorang anak yang tadinya sucu dan bersih, akan tetap terjaga kesucian dan kebersihannya apabila didukung oleh pondasi dan kekuatan aqidah. Pondasi dan kekuatan aqidah anak, insya Allah, akan kuat bila ditanam dan dipupuk serta dirawat sejak dini. Sebaliknya, aqidah anak akan menjadi lemah apabila benih aqidahnya tidak ditanam, dipupuk dan dirawat dengan baik. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya, "Setiap anak Adam akan menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi tergantung pada kedua orang tuanya." Apabila kedua orang tuanya, mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya, insya Allah akan meraih kenikmatan atas benih yang telah ditanam, dipupuk, dan dirawatnya itu.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bila seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal. Shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anal shaleh yang senantiasa mendo'akan kedua orang tuanya." Keshalehan individu dan keluarga, selanjutnya akan menjadi benih guna terwujudnya keshalehan komunitas. Dengan demikian hubungan antar individu, keluarga dan masyarakat menjadi sangat kondusif. Apabila masyarakat sudah ditopang dengan ketiga pilar tersebut (keshalehan individu, keluarga, dan komunitas), insya Allah, problema sosial masyarakat yang selama ini seringkali melingkupi masyarakat, mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Kasus-kasus ketergantungan terhadap narkoba yang banyak 'menjangkiti' para pemuda-pemudi bahkan orang tua, akan dapat diminimalisir dengan makin kuatnya benteng keshalehan komunitas. Penjambretan pada angkutan kota juga tidak bakal terjadi bila sinergi antara para sopir, kenek, dan para penumpang berjalan baik. Orangpun tidak akan berani melakukan tindak kriminal bila pertahanan komunitas berjalan baik.

Seringkali, kasus-kasus kriminalitas terjadi disebabkan karena tidak adanya kepedulian antar individu, antar keluarga, dan antar komunitas masyarakat. Sehingga para pelaku tindak kriminal menjadi berani berbuat naif. Padahal, bila individu-individu lainnya peduli, para pelaku akan ketakutan, lari dan jera.

Guna menghadapi persoalan di atas, Allah telah memberikan pedoman dengan menyuruh manusia untuk bekerja. "Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. At-Taubah: 105)

Jadi nyatalah bagi kita bahwa keshalehan individu dan keluarga dengan ditopang kekuatan aqidah dan kerja keras akan melahirkan masyarakat yang aman, tentram, sejahtera, lahir dan bathin.

http://kesalehansosial.blogspot.com/2007/03/kesalehan-komunitas-solusi-problematika.html



GUSTI ALLAH TIDAK ''NDESO''(KAMPUNGAN)

Emha Ainun Nadjib



Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun :


"Cak Nun," kata sang penanya, "misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?"


Cak Nun menjawab lantang, "Ya nolong orang kecelakaan." "Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?" kejar si penanya. "Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu," jawab Cak Nun."


Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, " katanya lagi. "Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi."


Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang.


Kata Tuhan:


Kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu.


Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu.


Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.


Seraya bertanya balik, Emha berujar, "Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini.


Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara.


Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan.


Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?"


Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga.Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid.


Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak- injaknya.


Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan.


Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran.


Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama.


Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.


Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama.


Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.


Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial.


Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya.


Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama.


Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh'afin (kaum tertindas).


Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya. Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.


Ekstrinsik Vs Intrinsik


Dalam sebuah hadis diceritakan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar berita perihal seorang yang shalat di malam hari dan puasa di siang hari, tetapi menyakiti tetangganya dengan lisannya.


Nabi Muhammad SAW menjawab singkat, "Ia di neraka."


Hadis ini memperlihatkan kepada kita bahwa ibadah ritual saja belum cukup.


Ibadah ritual mesti dibarengi ibadah sosial. Pelaksanaan ibadah ritual yang tulus harus melahirkan kepedulian pada lingkungan sosial.


Hadis di atas juga ingin mengatakan, agama jangan dipakai sebagai tameng memperoleh kedudukan dan citra baik di hadapan orang lain.


Hal ini sejalan dengan definisi keberagamaan dari Gordon W Allport.


Allport, psikolog, membagi dua macam cara beragama: ekstrinsik dan intrinsik.


Yang ekstrinsik memandang agama sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Agama dimanfaatkan demikian rupa agar dia memperoleh status darinya. Ia puasa, misa, kebaktian, atau membaca kitab suci, bukan untuk meraih keberkahan Tuhan, melainkan supaya orang lain menghargai dirinya.


Dia beragama demi status dan harga diri. Ajaran agama tidak menghujam ke dalam dirinya.


Yang kedua, yang intrinsik, adalah cara beragama yang memasukkan nilai-nilai agama ke dalam dirinya. Nilai dan ajaran agama terhujam jauh kedalam .

http://kesalehansosial.blogspot.com/2007/03/emha-ainun-nadjib-gusti-allah-tidak.html


DOA KHATAM AL QUR'AN

Doa Khatam Al Qur’an

Doa Khatam Al Qur’an

http://orgawam.wordpress.com/2008/08/07/doa-khatam-quran

Ini adalah doa khatam al Qur’an. Ada beberapa versi doa untuk khatam al Qur’an. Ini adalah salah satunya, yang biasanya terlampir pada mushaf al Qur’an edisi besar.
Berikut teks arabnya. Kebetulan saya dapatkan dari sini.


Doa khatam al Qur'an
Doa khatam al Qur'an
.
Terjemah Doa Khatam Quran (diambil dari sini)
Maha benar Allah yang Maha Agung, dan RosulNya Nabi yang mulia dan kami bersaksi atas kebenaran hal tersebut. Ya Rabb kami, terimalah amalan kami, karena sesunggguhnya Engkau maha mendengar dan maha mengetahui.
Ya Allah anugerahkanlah kpd kami kenikmatan/kemanisan bagi tiap2 hurup dari Al Qur’an, dan balasan bagi tiap2 juz dari Al Qur’an. Ya Allah jadikanlah hurup alif sebagai kelembutan, hurup ba barokah, ta taubah, tsa pahala, jim kecantikan, ha hikmah, kha kebaikan, dal dalil/petunjuk, dza kecerdasan, ra rahmah, za kesucian, sin kebahagiaan, syin syifaa/obat, shad kebenaran, dho cahaya, tho ketenangan (?), dzo keluasan, `ain ilmu, gho kekayaan, fa kemenangan, qo kedekatan, qaf kemuliaan, lam kelembutan, mim nasehat, nun cahaya, wa wushlah/sarana (?), ha petunjuk, ya keyakinan.
Yaa Allah berikanlah kami manfaat dengan Al Qur’an yang agung dan tinggikanlah derajat kami dengan ayat2nya dan terimalah bacaan kami dan maafkanlah segala kesalahan, kelupaan, perubahan kalimat dari tempatnya, mengawalkan atau mengkahirkan, penambahan atau pengurangan, penafsiran yang tidak sesuai denga apa yang Engkau turunkan, keraguan atau sahwun (?), sui ilhanin(?), dan terburu2 ketika tilawah, kemalasan atau kesesatan lidah, waqof (berhenti) bukan pada tempatnya, mengidghomkan (mendengungkan bacaan) yang bukan idghom, mengidzharkan (bacaan tanpa dengung) yang bukan idzhar, madd (memanjangkan bacaan), mentasydid, hamzah, atau sukun, i’rab yang bukan pada tempatnya, atau kurangnya rasa cinta dan senang terhadap ayat2 yang memeberii berita gembira, dan kurangnya rasa takut ketika membaca ayat2 ancaman, maka ampunilah kami ya Allah, dan jadikanlah kami sebagai oarang yang syahid.
Ya Allah terangilah hati kami dengan Al Qur’an, dan hiasilah akhlak kami dengan Al Qur’an, jauhkanlah kami dari api neraka dengan Al Qur’an, masukkanlah kami ke surgamu dengan Al Qur’an. Jadikanlah Al Qur’an sebagai teman di dunia, di dalam kubur sebagai penerang/teman , cahaya di atas titian (shirath), dan teman di dalam surga, dan penghalang dan hijab dari api neraka, sebagai petunjuk untuk segala kebaikan dan tetapkanlah kami dlm kesempurnaan , anugrahkan kepada kami kemudahan dlm mengamalkan Al Qur’an dgn hati dan lisan, senantiasa cinta kpd kebaikan, kebahagiaan, kegembiraan atau keindahan iman. Dan sholawat dan salam yg senantiasa tercurah kpd junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat atas kebaikan akhlaq dan kelembutan budi pekertinya di atas cahaya arsy.
Amien yaa Rabbal ‘Alamien.
.
Doa Setelah Membaca Al Qur’an
Doa Setelah Membaca Al Qur\'an
Terjemah:
Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qur’an. Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami lupa dan ajarkan bagi kami apa yang kami jahil. Karuniakanlah kepada kami untuk dapat membacanya sepanjang malamnya dan sepanjang siangnya. Jadikanlah ia perisai kami. Wahai Tuhan sekalian alam.
.
Ku buatkan file PDF-nya. Mungkin ada yg ingin nge-print, atau menyimpannya ke dalam notebook/ HP,
doa-khatam-quran.pdf
.
.
Doa Khatam Al Qur’an versi 2
Doa ini biasanya terlampir pada mushaf al Qur’an edisi kecil. Saya ambil dari mushaf al Qur’an dengan terjemah per kata.


.
semoga manfaat.

Jumat, 03 Februari 2012

INDONESIA SEBAGAI RUMAH BERSAMA

INDONESIA SEBAGAI RUMAH BERSAMA

oleh FX SUTONO

Akhir-akhir ini, terutama sesudah era reformasi, ganjang-ganjing dunia politik, ekonomi, sosial di tanah air meningkat tajam. Tuntutan tentang pemekaran wilayah, sekadar contoh meningkat, hingga Presiden sendiri melalui Dirjen Otonomi Daerah untuk sementara menyetop dulu pemekaran dan adakan evaluasi terhadapnya. Produk-produk turunan Undang-Undang yang namanya PERDA banyak yang bertabrakan dengan Undang-Undang diatasnya. Masih banyak lagi hal-hal lain yang dengan hingar bingarnya era reformasi seakan berkat keluarnya dari rejim dictator ke era roformasi,  masyarakat(baca orang-oportunis yang memanfaatkan kesempatan) menikmati pesta pora kebebasan.

Indonesia sebagai rumah bersama seharusnya antara kebijakan pemerintah dan tuntutan masyarakat di era keterbukaan ini tetap selaras/searah. Apapun kebebasan itu tetap dalam koridor Pancasila dan UUD 1945 Amandemen sebagaimana telah disepakati bersama, serta dalam bingkai NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

Indonesia sebagai rumah bersama, keberadaannya mulai terkoyak, Pemilik sah Negara ini, yakni sebagian minoritas negeri ini merasa terusik/tidak bebas lagi di negeri sendiri, karena ulah/pola pikir sebagian masyarakat yang mulai berubah.

Ambil contoh peristiwa kebebasan beragama/berkepercayaan akhir-akhir ini pemerintah dan masyarakat di repotkan oleh ulah segelintir ormas yang merasa sebagai panglima/pembela agama, sementara kaum/masyarakat yang minoritas, atau ajarannya berbeda dengan apa yang mereka yakini di anggap sesat, sehingga tidak boleh hidup di negeri pertiwi ini.

Sebagian etnis negeri ini yang memiliki etos kerja tinggi, sehingga memiliki kapital (baca kekayaaan materi)justru sering dizalimi/dijadikan sasaran empuk kemarahan massa(baca peristiwa 1998).

PENGHAYATAN IMAN instrinsik adalah suatu penghayatan indidualitas/komunitas terhadap apa yang ia yakini dalam kehidupan si pemeluk itu. Adalah wajar dan sah dan seharusnya mendapat perlindungan dari negara. Bukan kok malah hanya sekadar contoh untuk beribadah saja, tempat ibadahnya di segel/tidak boleh digunakan. Kalau hal ini masih terjadi, dimana letak pengayoman/perlindungan negara terhadap warganya dalam menjalankan kebebasan dalam hal beribadah?

PENGHAYATAN IMAN EKSTRINSIK adalah penghayatan iman dalam perjumpaannya di masyarakat dengan pemeluk agama/keyakinan lain. Disini diandaikan harus mulai tumbuh kesadaran untuk bertoleransi, bertenggang rasa, rendah hati, bisa menerima perbedaan, dll.

Dalam penghayatan ekstringsik ini sudah saatnya ada revitalisasi /tafsir ulang tentang dogma/doktrin iman/keyakinan masing-masing agama/iman dalam kerangka Keindonesiaan. Bagiamana bagi pemeluk agama Islam bisa menghadirkan bahwa Islam itu mejadi rahmat bagi semesta alam (bukan pembawa pedang bagi kaum minoritas, bagi yang paham garis keras), juga Katolik/Kristen bukan ancaman bagi pemeluk Islam terutama dalam bidang-bidang ekonomi, pendidikan, dll; tetapi masing-masing dengan cara sedemikian rupa dapat kerjasama dan dialog karya, dialog peradaban.


AGAMA MISIONER.

Banyak bertabrakannya para pembela agama/keyakinan, dan terutama oleh yang merasa mayoritas (terutama yang memiliki paham radikal) adalah oleh agama-agama samawi:YAHUDI, ISLAM, KRISTEN/KATOLIK. Sebenarnya tiga agama ini adalah memiliki satu nabi yang sama Ibrahim/Abraham, tetapi mengapa bertabrakan, atau paling tidak ada yang merasa lebih mendominasi atas umat yang lebih minoritas(dari segi massa, ekonomi, dll)?



Karena didalam tiga agama ini ada sifat misionaris/sifat bahwa mereka ada semacam perintah/ajaran bahwa mereka harus mengembangkan diri sedemikian rupa hingga ke ujung bumi.

Sekedar contoh dalam alkitab Mat.28

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dari ayat ini oleh umat Kristen/Katolik yang memiliki paham lama/ortodok dipahami bahwa mereka harus mengristenkan/mengatotikan orang sebanyak-banyaknya, dan celakanya oleh umat agama/berkeyakinan lain juga di pahami demikian, sehingga ada ketakutan bawah sadar bagi mereka, dari pada mereka mengristenkan/mengatolikkan aku lebih baik dia yang menjadi umat seperti yang aku peluk.
Padahal yang di maksud Yesus bukanlah demikian. Dan sebenarnya dari ajaran Konsili Vatican II pun telah ada semacam pandangan baru /revisi tentang pandangan Kristiani terhadap agama-agama di dunia.

Juga pemahaman para pemeluk agama mayoritas kita di negeri ini , Muslim/Islam bahwa bagi umat Islam dengan bisa mengislamkan orang sebanyak-banyaknya maka dia akan mendapat pahala yang banyak.

Jadi paham bahwa agamaku yang paling benar, paling murni, paling...., paling..., paling...ini harus direvitalisasi/ ditafsir ulang lagi dalam konteks keindonesiaan kita sebagai negara bangsa yang pluralitas/majemuk dari suku, agama/kenyakinan,kekayaan budaya, dll.
Sehingga Negara ini menjadi nyaman bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya.

Banyak hal yang seharusnya kita tata ulang dalam menjadikan Indonesia sebagai milik bersama, juga terutama dalam hal pembagian kue ekonomi sebagai topangan hidup dari masing-masing individu di negeri ini.


Pondok Aren, 12 Maret 2011

Senin, 23 Januari 2012

ILMU, SENI DAN IMAN

ILMU, SENI DAN IMAN


Ada pameo atau ucapan dari seorang pelawak/dagelan dalam pagelaran wayang kulit begini:” ….dengan ilmu hidup semakin mudah, dengan seni hidup semakin indah dan dengan iman hidup akan semakin terarah”.


Bagaimana hal ini bisa kita renungkan bersama dan ada manfaatnya bagi kehidupan kita?

A. ILMU

Ada guyonan ilmu adalah angele yen durung ketemu. Ilmu= sulitnya jika belum ketemu, sulitnya jika belum menguasai/sedang belajar. 

Pengertian ilmu oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Bila ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela, maka ilmu juga bisa diartikan sebagai penerang dunia. Karena ibarat hidup tanpa ilmu maka kita akan hidup dalam sebuah kegelapan yang tanpa  berujung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mencari dan memperdalam ilmu supaya kita bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa dihantui rasa ketakutan karena kedangkalan ilmu yang kita miliki.Ilmu bisa memerdekakan diri kita dari ketakutan, intimidasi, kezaliman, keterbelakangan dan seterusnya. Beberapa pendapat tentang Ilmu tersebut diantaranya adalah:

# M. IZUDDIN TAUFIQ
Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya

# THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya

# Dr. MAURICE BUCAILLE
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.

# NS. ASMADI
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)

# POESPOPRODJO
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris

# MINTO RAHAYU
Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji

# POPPER
ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.

# DR. H. M. GADE
Ilmu adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia

# FRANCIS BACON
Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan

# CHARLES SINGER
Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which makes knowledge)
 (indahf/Carapedia)
Sementara Wikipedia memberikan definisi Ilmu sebagai berikut:
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.[1] Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[2]
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

Menurut Etimologi

Ilmu alam: Planet Mars (kiri), Planet Merkuri (kanan), Bulan (bawah kiri), Pluto (bawah tengah), dan Haumea (bawah kanan), perbandingan skala menggunakan diameter Sirius B.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm"[3] yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

Syarat-syarat ilmu

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu[4]. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
  1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
  2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
B. SENI DAN PENGERTIANNYA
Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l'arte (Italia), l'art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Yunani yang dipandang sebagai sumber kebudayaan Eropa walaupun sejak awal sejarahnya sudah mengenal filsafat dan juga fisafat seni, ternyata tidak juga memiliki kata yang dapat disejajarkan dengan pengertian kita sekarang tentang seni. Istilah yang paling dekat dengan pengertian itu ialah ?hne??ng sekarang kita kenal memiliki hubungan langsung dengan perkataan ?nik??

Pengertian Dasar Tentang Lingkup Senirupa

Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut.

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art).

Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas:
Seni Murni:
Seni Lukis
Seni Patung
Seni Grafis

Disain:
Disain Grafis (Komunikasi Visual)
Disain Interior
Disain Produk (Disain Industri)

Kria:
Kria Tekstil
Kria Kayu
Kria Keramik
Kria Gelas, dll.


Pada masa lampau tidak ada perbedaan yang tegas antara seniman dan kriawan, antara artists dan craftsman. Charles Batteaux (1713-1780) membedakan seni menjadi dua, yaitu:
Seni murni (fine art/ pure art)
Seni terapan (useful art/ applied art)

Dengan timbulnya istilah seni murni (fine art) dalam abad 18 mulailah terjadi perbedaan yang mendasar tentang seni murni dan seni pakai.

Seni berkembang terus, dan pada abad 19 ada usaha untuk menyatukan kembali antara seni dan kria, dalam sejarah senirupa, kita mengenal lahirnya Werkstatte di Austria dan Bauhaus di Jerman merupakan suatu usaha untuk menyatukan kembali seni murni dan seni pakai. Lahirlah istilah yang kita kenal sekarang dengan sebutan disain industri.

Namun demikian, perkembangan senirupa sejak tahun 60an sampai sekarang telah menunjukkan suatu perkembangan yang berbaur dengan berbagai disiplin seni, seperti munculnya seni Happening, seni Instalasi, Multimedia dan lain-lain, juga batasan antara seni kria yang betul-betul memiliki kemahiran teknik (buatan tangan) dengan campuran yang menggunakan alat industri, juga perkembangan teknologi fotografi yang demikian maju.

Sementara ada yang memberikan pengertian sebagai berikut:
Pengertian SeniDefinisi Seni. Jika ditinjau dari berbagai sudut pandang, seni memiliki banyak makna, salah satunya yaitu “Seni merupakan pengekspresian cita rasa yang diluapkan dalam satu karya yang dapat dikatakan unik”. Untuk lebih lanjut memahami tentang Definisi Seni, berikut ini akan di bahas Pengertian Seni, Cabang-cabang seni serta macam-macamnya.
Seni merupakan sinonim dari ilmu, karna seni pada mulanya adalah proses dari manusia. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta) – id.wikipedia.org
Pesan Sponsor

Definisi Seni dari Segala Sudut Pandang
  1. Ketrampilan mengolah sesuatu menjadi karya yang menawan
  2. Ungkapan jiwa dan perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada dan syair
  3. Pada mulanya adalah proses dari manusia, oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu
  4. Kreatifitas yang telah ada ( alamiah ) maupun diciptakan manusia diberbagai macam hal di dunia
  5. Barang/karya/hasil dari sebuah kegiatan
  6. Kebebasan berkarya yang dilatar belakangi oleh jiwa
  7. Senjata hidup para pelaku seni ( sniman )
  8. Ekspresi yang dicurahkan dari dalam jiwa manusia
  9. Hasil aktifitas seseorang
  10. Istilah yang digunakanuntuk semua karya yang dapat menggugah hati untuk mencari tahu siapa penciptanya
  11. Penyampaian gagasan, sensasi, dan perasaan dengan seefektif mungkin
  12. Salah satu tolak ukur kapasitas ke-melankolis-an manusia
  13. Kekayaan yang mutlak ada pada diri manusia tersebut, tinggal bagaimana manusia tersebut dapat mengolahnya menjadi asset yang berharga atau hanya menjadi kekayaan yang disfungsi
  14. Penjelasan rasa indah yang terkandung dalam jiwa setiap manusia, dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indra pendengar ( seni suara), penglihatan( seni lukis ), atau dilahirkan dengan perantara gerak ( seni tari, drama)
  15. Segala sesuatu yang berkaitan dengan karya cipta yang dihasilkan oleh unsure rasa
  16. Pengekspresian cita rasa yang diluapkan dalam satu karya yang dapat dikatakan unik
  17. Kegiatanatau hasil pernyataan perasaan keindahan manusia
  18. Suatu karya yang mempunyai daya tarik tersendiiri
  19. Keindahan yang bersifat unik dan dilampiaskan dengan suatu karya
  20. Luapan psikologi manusia yang dikembangkan lewat pemikiran yang kreatif dan cerdas
  21. Rangkaian dari kemauan, inspirasi, dan karya manusia
22.  Dari segala definisi yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi seni yang sejatinya adalah segala hal indah yang dirasakan oleh jiwa manusia dan diungkapkan melalui sebuah karya dengan berbagai media. – (Sumber: Ekonomi.Kompasiana.Com)
Cabang-cabang Seni
1.             Seni Rupa
2.             Seni Tari/gerak
3.             Seni Suara/Vocal/Musik
4.             Seni Sastra
5.             SeniTeater/drama
Teori Seni Rupa Menurut Para Tokoh
1.             Ki. Hadjar Dewantara
Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia,
2.             Herbert Read
Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan,
3.             Ahdiat Karta Miharja
Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang lain.
Macam-Macam Seni Rupa :
Seni Rupa Menurut Fungsinya :
·                                 Seni Rupa Murni (Fine Art) :
Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan kegunaannya atau seni bebas (Free Arat).
Contoh : seni lukis, seni patung, seni grafika dll.
·                                 Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):
* Seni lukis
Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaan.
* Seni Kriya
Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun untuk hiasan. Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang dagangan.
* Seni Patung
Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini termasuk seni murni yang diciptakan untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan dari seniman yang mempunyai nilai estestis yang tinggi.
* Seni Dekorasi
Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah.
Contoh : Interior (dalam ruang : kamar, ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
* Seni Reklame
Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk, poster, dll
Macam-Macam Seni Suara/Musik :
1.             Musik klasik
2.             Musik jazz
3.             Musik pop
4.             Musik bosa
5.             Musik rock
6.             Musik tradisional, dll.
Macam-Macam Seni Tari/Gerak :
1.             Tari klasik
2.             Tari kreasi baru
3.             Tari tradisional
4.             Tari modern, dll.
Macam-Macam Seni Sastra :
1.             Puisi
2.             Cerpen
3.             Prosa (Kata)
4.             Pantun
5.             Dll
Macam-Macam Seni Teater/Drama :
1.             Teater lama
2.             Teater komedi
3.             Teater baru
4.             Sendratasik (seni drama dan musik)
Sumber: CrayonPedia.org

C. IMAN DAN PENGERTIANNYA
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia
Dalam salah satu artikel Kristen memberikan pengertian iman sebagai berikut;
Iman
(Faith)


Pendahuluan
Lukas 18: 8b, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ? “

Yesus berkata adakah Ia mendapati  ‘iman’ ?  Jadi bukan ‘materi’, dsb.


PertanyaanApakah  ‘iman’  itu?

I. Definisi  iman  secara umum:

1.1.  Iman   adalah  melihat kepada sesuatu yang belum kelihatan.
contoh:  Kejadian 15: 3- 6!

1.2. Iman  adalah ditengah- tengah  sesuatu yang tidak mungkin, kita mengatakan mungkin’.
contohBilangan 13: 30 !

1.3.  Iman   adalah  percaya kepada sesuatu yang tidak masuk akal.
contoh: I Raja 18: 41!


II. Definisi  iman yang sesungguhnya:

Baca Ibrani 11: 1  (KJV) !

Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen.”
(Sekarang, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat)

Jadi dari ayat ini ada tiga kata yang sangat penting mengenai  iman”:

1. Sekarang (right now)
“ Now faith is ..........
Iman itu sangat berhubungan dengan waktu. Yaitu waktu ‘sekarang’ (Now faith is). Bukan kemarin atau besok!

Illustrasi:  Apabila anda sakit perut berat. Kemudian saudara berdoa untuk supaya Tuhan menyembuhkannya. Setelah selesai berdoa saudara masih merasakan sakit itu. Lalu saudara pikir mungkin Tuhan akan sembuhkan besok. Sebenarnya saudara tidak punya iman. Karena iman tidak berhubungan dengan   waktu besok. Melainkan waktu sekarang. Jadi seharusnya saudara, setelah berdoa, sekalipun masih merasakan sakit, yakin percaya dan mengucap syukur untuk kesembuhan.

Baca  Filipi 4: 6;  1Yohones 5: 14- 15     


2. Dasar (substance)
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan”
Jadi iman mempunyai satu dasar.

Pertanyaan: Apakah dasar dari iman itu?
Jawab: Dasar dari iman itu adalah Allah sendiri. Allah sendiri yang mengatakan bahwa Ia mengasihi kita dengan memberikan Yesus, anakNya yang tunggal, kepada kita supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan akan beroleh hidup yang kekal. Kemudian Allah sendiri mempunyai kuasa untuk melakukan segala sesuatu yang telah Ia janjikan kepada kita.

Jadi dasar dari iman kita adalah kasih dan kuasa Allah itu sendiri.


3. Bukti  (evidence)
“Iman juga merupakan bukti dari segala sesuatu yang kita tidak lihat”
Jadi iman juga mempunyai bukti.

Pertanyaan: Apakah bukti dari iman itu ?
Jawab: Firman Allah!
Roma 10: 17, mengatakan  “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Jadi iman itu datang,  ketika kita mendengarkan firman Allah. Itulah bukti dari iman kita. Yaitu firman Allah yang datang kepada kita.

Illustrasi:
a. Dalam kehidupan sehari- hari
Suatu kali saya datang kepada Ruth dan berkata, ‘Ruth, besok siang kita makan siang di Mac Donald’. Lalu ketika Ruth mendengar perkataan saya itu, maka  ‘segera’ ia berkata (memberi respond), ‘Iyeee, Thank you Papi. Kemudian Ruth berkata kepada adiknya, ‘Grace, papi bilang  besok kita makan siang di Mac Donald’.

Pertanyaan: Kenapa Ruth segera atau seketika itu juga bergembira dan langsung berterima kasih kepada saya dan bahkan datang kepada Grace untuk memberitahukan hal itu kepada adiknya?
Jawab: Karena, seketika itu juga, Ruth sudah melihat Mac-Chicken yang akan dinikmatinya besok. Itulah sebabnya ia bergembira dan  berterima kasih kepada saya,  seketika itu juga (right now).

Pertanyaan: Kenapa Ruth sudah dapat melihat Mac-Chicken itu, seketika?
Jawab: Karena ia sudah tahu kalau saya ayahnya. Dan setiap kali saya berjanji kepadanya untuk makan Mac Donald, saya selalu tepati. Oleh sebab itu Ruth tahu kalau saya mengasihi dia dan saya punya kuasa untuk membawa dia ke Mac Donald besok.

Jadi dasar  dari iman  Ruth adalah saya sendiri:  Ruth tahu kalau saya mengasihi dia dan saya punya kuasa untuk membawa dia ke Mac Donald.
Dan bukti dari iman Ruth adalah perkataan saya:  Ruth dengar sendiri perkataan saya, yang berbunyi  ‘Ruth besok siang kita akan makan di Mac Donald’.
Oleh sebab itu, pada saat Ruth mendengar perkataan saya, untuk mengajak ia makan siang besok ke Mac Donald, maka seketika itu juga (right now) ia bergembira dan berterima kasih kepada saya.

b. Kejadian Petrus berjalan diatas air   (Matius 14: 22- 33)
Jelaskan latar belakangnya.

Dari kejadian ini kita dapat kembali kepada definisi iman:

Pertanyaan: Kenapa Petrus dapat berjalan diatas air?
Jawab: Karena pada waktu itu ia mempunyai iman.
Pertanyaan: Apakah dasar dari iman Petrus?  
Jawab: Dasar dari iman Petrus adalah Tuhan Yesus. Ia tahu bahwa Yesus mengasihi dia dan Yesus mempunyai kuasa untuk membuat ia dapat berjalan diatas air.

Pertanyaan: Apakah bukti dari iman Petrus?
Jawab: Bukti dari iman Petrus adalah firman Allah (perkataan Tuhan Yesus), yang mengatakan, “Datanglah”.

Pertanyaan: Apa yang telah dilakukan Petrus, setelah Tuhan Yesus mengatakan kepadanya, ‘datanglah’?
Jawab: Petrus segera melangkahkan kakinya keluar dari perahu dan berjalan diatas air.

Seandainya pada waktu itu Petrus bertanya terlebih dahulu kepada Yakobus, “Guru menyuruh saya untuk datang kepadaNya. Bagaimana pendapatmu?”  
Pertanyaan: Apakah Petrus dapat berjalan diatas air?
Jawab: Tidak. Karena iman Petrus tidak lagi sekarang atau ‘right now’. (Ingat: iman selalu berhubungan dengan waktu seketika itu juga).

Jadi yang menyebabkan Petrus dapat berjalan diatas air adalah imannya yang didasari oleh pribadi Yesus dan disertai dengan bukti yaitu perkataan Yesus (firman Allah) yang ia tanggapi seketika itu juga.
Pertanyaan: Kenapa Petrus sampai tenggelam kedalam air?

Alkitab mengatakan, ayat 30, “When he saw the wind, he was afraid and, ......”

Pertanyaan: Apakah kita dapat melihat kepada angin?
Jawab: Tidak!

Sebenarnya disini penulis mengatakan bahwa Petrus melihat akibat dari angin badai tersebut, yaitu gelombang yang besar.
Jadi ketika Petrus melihat kepada gelombang yang besar, maka ia menjadi takut. Lalu tenggelam kedalam air.

Faith and fear can never exist together !
Jadi ketika rasa takut mulai timbul, maka iman bergeser dari dalam diri Petrus.

Faktor utama yang membuat Petrus tenggelam kedalam air adalah, karena mata jasmaninya melihat kepada gelombang yang besar. Dan ketika mata jasmaninya melihat kepada gelombang yang besar maka rasa takut timbul sehingga imannya bergeser.
Ingat pristiwa pengutusan kedua belas pengintai (Bil. 13: 1- 33).

Burung rajawali satu- satunya jenis burung yang memiliki dua kelopak mata. Kelopak mata yang pertama (yang dikenal ordinary eyelid) itu digunakan ketika ia sedang berada didarat atau tidak terbang (di bukit batu, puncak bukit batu, gunung atau pohon yang tinggi). Tetapi ketika ia sedang diudara maka ia memakai kelopak mata yang kedua (extraordinary eyelid). Hal ini untuk menghindarkan tekanan angin, matahari, dan gangguan dari ranting- ranting pohon, ketika ia sedang menyerang mangsanya.

Aplikasi: Orang kristen memilki dua mata: yaitu mata jasmani (ordinary eye) dan kedua adalah mata rohani (extraordinary eye). Baca  2Kor. 4: 18 ,   2 Raja 6: 8- 23!

Cara untuk beroleh mata rohani adalah dengan jalan berdoa dan membaca firman Allah.

Penglihatan yang tajam
Burung rajawali selalu membuat sarangnya disuatu tempat yang tinggi yang sulit untuk didatangi oleh manusia. Umumnya burung rajawali ini membuat sarangnya dibukit batu, puncak bukit batu, digunung atau diatas pohon yang sangat tinggi (Ay. 39: 29- 32).
Burung rajawali adalah salah satu jenis binatang yang memiliki daya penglihatan yang sangat tajam. Hampir lima kali dari lebih tajam dari pada penglihatan manusia. Mata burung rajawali ini seperti sebuah teropong dengan dua lensa. Dengan demikian ia dapat mengamati/ mendeteksi mangsanya dari sarangnya  dan dari ketinggian ratusan kaki, ketika ia sedang membumbung tinggi diudara. Bahkan seekor tikuspun dapat ia deteksi dari ketinggian ratusan kaki diudara.  

Karena burung rajawali ini memiliki penglihatan yang sangat tajam, maka ada dua hal yang memberi keuntungan bagi burung ini:
a. Dari kejauhan (jarak jauh) ia sudah dapat mengetahui badai atau bahaya lain yang akan mengacam dirinya. Burung rajawali tidak lari dari badai melainkan ia dapat terbang melintasi badai.
b. Dari ketinggian diudara (jarak jauh) ia sudah dapat mengamati bangsanya yang dibawa (kelinci, rusa, beruang, ular, tikus, dll.) ataupun disungai dan lautan (ikan- ikan). Ia dapat melihat/ mengamati  daerah yang seluas lima miles.

Ketajaman penglihatan dari burung rajawali ini bertumbuh melalui kedewasaan.

Aplikasi: Allah mau setiap anakNya bertumbuh menjadi dewasa, supaya mata rohani kita semakin tajam dan dapat mendeteksi situasi yang ada disekitar kita.

Dalam hal ini, bukan berarti bahwa apabila kita sedang diperhadapkan dengan masalah maka kita harus menutup kedua mata jasmani kita, supaya tidak melihat kepada masalah kita. Tidak.

Ada tiga hal yang perlu kita ketahui dari Matius 14: 22- 33 :
1. Yesus mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup kita (ayat 24- 25)
2. Yesus melindungi orang yang dikasihiNya (ayat 26- 27)
3. Yesus mempunyai kuasa atas alam semesta  (ayat 32)

Sikap kita didalam menghadapi persoalan adalah memandang kepada Yesus dan menyerahkan semua masalah kita kepadaNya (1 Petrus 5: 7). Yakin percaya bahwa Dia dapat menangani persoalan kita.


Konklusi:

* Iman yang kecil dapat membawa jiwa kita kesorga, tetapi iman yang besar dapat membawa sorga kedalam jiwa kita *


Dari contoh-contoh dia atas mari kita ambil konklusi tentang tema kita di artikel mendatang.

Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan

  Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan   Pendahuluan Fenomena kepemimpinan kontempo...