PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 September 2014
Rabu, 22 Agustus 2012
DALANG-DALANG JAWA TIMUR
Dalang asal Gamping Trenggalek Ki Hadi Sutikno kali ini membawakan lakon Kikis Tunggorono live dan diabadikan oleh UVS Visual Shooting dan Kurnia sound system.
Yang penting bagaimana kisah lengkapnya Lakon Kikis Tunggorono ?
dan Jawabanya adalah dapat kita download link dibawah ini :
asil Rekaman UVS Visual Shooting Video Dawuhan Trenggalek, yang disponsori PPW Jatim dengan tenaga tenaga kameramen Profesional dan tenaga editing berpengalaman telah selesai melakukan conversi Audio wayang kulit yang kali ini dibawakan dalang asal Tulungagung Jawa Timur Ki Eko Kondho Presdianto dengan lakon Petruk Dadi Ratu.
Dimana link Audionya akan dapat kita download bersama melalui link dibawah ini :
Pada Awal Tahun 2012 PPW Jatim bekerja sama dengan Kurnia FM Trenggalek dan Kurnia Group Shooting sukses mensponsori pementasan wayang kulit dan sempat dilive streaming melalui blog kurniafm.com
Dalang Muda Asal Trenggalek
Kami selaku PPW jatim dan crew Kurnia fm bersama Kurnia Group Video shooting dan UVS Video Service mengucapkan selamat mendownload
dan selamat menikmati AUDIONYA.
Salah satu dalang Senior Trenggalek Ki Genit Santoso, kali ini sempat PPW Jatim dapatkan dengan membawakan Lakon Gondomono Sayemboro yang kebetulan live di Rejowinangun Trenggalek beberapa tahun yang lalu.
Salam PPW Jatim
Salah satu dalang asal Trenggalek diawal Januari 2012 menggelar pentas di Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek dengan membawakan lakon Wahyu Baskoro Tunggal dan diabadikan dengan Video Shooting UVS Trenggalek yang selalu bekerjasama dengan PPW jatim dalam Rangka ikut serta melestarikan Budaya Jawa Khususnya Wayang Kulit. Kali ini Kurniafm Trenggalek telah selesai melakukan conversi dalam bentuk Audio pagelaran tersebut
Berikut ini link hasil conversi Audio dari KURNIA FM TRENGGALEK
Salam dari PPW Jatim
Ali M
Dan masih banyak lagi di http://wayangprabu.com
WAYANG KULIT DARI MAS BUDI , WAYANG PRABU.COM
WAYANG KULIT DARI MAS BUDI , WAYANG PRABU.COM
Kembali diunggah Koleksi dari radio Argososro oleh bapak Sugiran, yang kali ini audio Dalang dari Magelang Ki Radyo Harsono (Dalang Cino) dengan membawakan lakon Wahyu Makutoromo.
agaimana Kiprah dalang Asal Magelang Ki Radyo Harsono ?
Disini Linknya
Ki Suwondo Hadi Prayitno adalah salah satu Putra Almarhum Ki Timbul Cermo Manggolo, kali ini sharing Audio dari koleksi Bapak Sugiran dengan lakon Ontorejo Takon Bopo
agaimana Kiprah Putra Ki Timbul Cermo Manggolo ?
disini LINKNYA
Mas Supriyadi ngaturi panjenengan kejawi wujud lampahan Kumbakarna Gugur, ugi lampahan sanesipun inggih menika Wahyu Eka Bawana. Samangke mbaka setunggal enggal kaaturaken dhumateng sedaya sutresna Ki Hadi Sugito.
Ing mriki Ki Sugino nggelar lampahan Rama Tambak ingkang kagelar wujud serial ingkang kawiwitan saking lampahan Anoman Dhuta lan dipun pungkasi lampahan Rama Nitis.
Ingkang kepareng mundhut audionipun kula aturi klik ing MRIKI
KUNTUL WILANTEN
Ki Timbul Hadiprayitno yang ingkang kula mangertosi, inggih menika satungaling Dhalang Gagrag Metaraman ingkang kukuh nidakaken ing bab pedhalangan pakem. Urut urutaning jejeran ngantos tancep kayon, sedaya dipun tindakaken kanthi patitis ing salebeting garis sastra pedhalangan ingkang jangkep. Liripun, Ki Timbul disiplinnindakaken kados pundi ngecakaken ukara sastra utawi basa pocapan lan janturan ingkang leres, suluk Metaraman ingkang baku , lan sabetan ingkang sae. Dramatisasiadegan ingkang dipun garap dening Ki Timbul menika salah satunggaling bab ingkang menjila katandhing kaliyan dalang Metaraman sanesipun.
Setunggaling conto ingkan kapethik saking jejeran wontening Negari Slagahima nalika ngrembag ruwet rentenging kawontenan ingkang saweg damel para rawuh ing pagelaran kados dene mlebet ing swasana lampahan, kados kapetha ing ngandhap menika. Nalika samanten, Prabu Wiwanadewa ndangu ingkang putra magepokan kaliyan putri sekar kedhaton. Makaten kirang langkung pangandikanipun Prabu Wiwanadewa dhumateng ingkang putra, Bimakurdha;
+++++++
ah kembali koleksi PPW Jatim kali ini Sharing Audio Lakon Wahyu Nirmala Jati live in Ponorogo yang dibawakan oleh dalang Ki H Anom Suroto dan Ki Bayu Aji Pamungkas.
erikut ini linkya
BONUS TRACK LAKON WAHYU JATI WASESO REKAMAN PITA KASET
Minggu, 29 Juli 2012
KI CAHYO KUNTADI – LAKON ABIMANYU RANJAB GATOTKACA GUGUR (AUDIO)
KI CAHYO KUNTADI – LAKON ABIMANYU RANJAB GATOTKACA GUGUR (AUDIO)
Ki Cahyo Kuntadi (Yoyok)adalah putra Dalang Kondang dari Blitar Ki Sukron Suwanda bersaudara dengan Ki Anom Dwijokangko dan satu lagi yang juga dalang, saya lupa namanya. Dia beristikan Kesi waranggana terkenal, ceplas-ceplos itu.
Kembali PPW Jatim memposting Audio Wayang Kulit yang kali ini dengan lakon Abimanyu Ranjab Gatotkaca Gugur dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi Ssn Msn.
Ki Cahyo Kuntadi adalah salah satu dari beberapa putra Dalang kondang asal Blitar Ki H. Sukron Suwondo.
Ingin emndengarkan rekamannya MP3, silahkan di download:
Rekaman ini atas kontribusi dari bapak Sucipto Sumarwoto yang beberapa waktu yang lalu telah dikirim ke alamat PPW Jatim.
Bagaimana kisah lengkapnya lakon Abimanyu Ranjab Gatotkaca gugur ?
silahkan simak dan download link dibawah ini :
Jumat, 27 Juli 2012
LINK BAGI PENGGEMAR PEDHALANGAN YOGYAKARTA
ada gak yang semasa kecil pengin jadi dhalang gak kesampaian?
SILAHKAN TINGGAL DI KLIK SAJA, monggo:
http://wayangpustaka02.wordpress.com
http://wayangprabu.com/tag/ki-wisnu-hadi-sugito
http://bornjavanese.blogspot.com
http://www.thewindowofyogyakarta.com
http://padeblogan.com/2011/05/28/mengenang-ki-timbul-hadiprayitno
http://putragantiwarno.blogspot.com/2011/11/wayang-kresno-duto-ki-hadi-sugito.html
http://warta.pepadi.com
http://aakuntoa.wordpress.com/2008/01/11/hadi-sugito
http://www.tmcmetro.com/news/2012/06/hut-bhayangkara-ke-66-polpagelaran-wayang-kulit
http://wayangprabu.com/category/pagelaran-wayang/ki-sutono-hadi-sugito
http://wayangprabu.com/audio-mp3-pagelaran-wayang-berbagai-dalang/yogyakarta/kihadisugito
http://blog-indonesia.com/blog-archive-11337-1114.html
http://blog-indonesia.com/blog-archive-11337-1124.html
http://blog-indonesia.com/blog-archive-11337-1113.html
Selasa, 10 Juli 2012
FILOSOFI SEMAR
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Filosofi, Biologis Semar
Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”.
Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.
Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat”.
Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri sosok semar adalah :
Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya
Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa.
Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.
Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .
Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi :
Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.
Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma“, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.
Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri
Dalam Etika Jawa ( Sesuno, 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan ” Abdi ” Pamomong ” yang paling dicintai. Apabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya.
Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno, 1988 : 188 ). Meskipun berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan sebagai abdi, Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Ia adalah dewa yang ngejawantah ” menjelma ” ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan.
Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa (Poedjowijatno, 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ).
Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ).
Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe ” sepi akan maksud, rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana ” menjaga kedamaian dunia ( Mulyono, 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 )
Dari segi etimologi, joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar ” cahaya “. jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya, sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad, Nur Illahi atau sifat Ilahiah. Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu, merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 – Suseno 1988 : 191 ). Sehubungan dengan itu, Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan ( dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah.
Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti ” pimpinan rahmani ” yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer, tt : 13 ). Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling ” rasa ingat ” ( timoer 1994 : 4 ), yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula, Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma ( Mulyono 1978 : 35 )
Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar, maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon ” Semar Mbabar Jati Diri “. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal, 20-23 Januari 1995. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ). Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita, Panut Darmaka, Anom Suroto, Subana, Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 – Arum 1995 : 10 ). Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon ” Semar Mbabar Jadi Diri ” diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi ” ilmu asal dan tujuan hidup, yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer ( 1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke arah keselamatan hidup. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito ( dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar, maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka
Batara Semar
MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa , ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
1. tidak pernah lapar
2. tidak pernah mengantuk
3. tidak pernah jatuh cinta
4. tidak pernah bersedih
5. tidak pernah merasa capek
6. tidak pernah menderita sakit
7. tidak pernah kepanasan
8. tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.
Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.
Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita.
Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.
Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta.
Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.
Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.
Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.
Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.
Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukanBatara Semar , ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.
Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.
SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.
(herjaka)
Langganan:
Postingan (Atom)
3 EKONOM INDONESIA DAN PEMIKIRANNYA 3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak, berfokus pada pemulihan kri...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...


