Tampilkan postingan dengan label animator kitab suci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label animator kitab suci. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2019

Fasilitator, Pemandu Kitab Suci.Menghidupkan Sabda: Peran Vital Fasilitator dalam Pertemuan Kitab Suci Lingkungan

Menghidupkan Sabda: Peran Vital Fasilitator dalam Pertemuan Kitab Suci Lingkungan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)



Pertemuan Kitab Suci tingkat lingkungan adalah jantung kehidupan rohani umat di akar rumput. Di sinilah sabda Allah dibaca, direnungkan, dan dibagikan dalam suasana kekeluargaan. Namun, jalannya pertemuan sangat bergantung pada sosok yang memimpin. Kehadiran seorang fasilitator atau pemandu yang tepat mampu mengubah suasana kaku menjadi ruang perjumpaan yang hangat dan penuh Roh Kudus.

Pengertian Umum Fasilitator

Fasilitator adalah orang yang membantu sebuah kelompok berjalan lancar. Ia bukan guru yang menggurui atau penceramah yang mendominasi waktu. Tugas utamanya adalah membuka jalan agar setiap peserta berani berbicara dan mendengarkan suara Tuhan melalui sesama.

Tugas dan Peran Fasilitator

  • Menyiapkan ruang dan suasana hati yang tenang sebelum acara mulai.
  • Membuka pertemuan dengan doa dan sapaan yang ramah.
  • Membaca teks Kitab Suci dengan jelas dan penuh penghayatan.
  • Mengajak semua orang ikut serta dalam percakapan iman.
  • Menjaga waktu agar pertemuan berjalan tertib dan selesai tepat waktu.

Tips Pokok Agar Pertemuan Hidup dan Bermanfaat

  • Buat suasana akrab: Sambut setiap umat yang hadir dengan senyuman dan sapaan hangat.
  • Gunakan pertanyaan terbuka: Berikan pertanyaan refleksi yang menyentuh kehidupan nyata, bukan sekadar pertanyaan ya atau tidak.
  • Berani Hening: Jangan takut pada keheningan sejenak setelah pertanyaan dilontarkan; beri waktu umat untuk merenung.
  • Hargai setiap jawaban: Tanggapi setiap sharing dengan ucapan terima kasih tanpa menghakimi benar atau salah.
  • Fokus pada inti sabda: Jaga agar arah sharing tidak melebar jauh menjadi gosip atau keluhan sosial semata.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Pemandu

  • Monopoli waktu: Jangan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara daripada mendengarkan umat.
  • Menghakimi jawaban: Hindari kata-kata yang menyalahkan pendapat atau pengalaman hidup peserta.
  • Memaksa yang diam: Jangan menunjuk orang yang terlihat malu-malu secara agresif untuk berbicara.
  • Menggurui: Jangan memposisikan diri sebagai ahli teologi yang paling tahu arti ayat.
  • Abaikan waktu: Jangan membiarkan pertemuan terlalu larut tanpa kendali.

Kesimpulan

Menjadi pemandu atau fasilitator pertemuan Kitab Suci adalah sebuah panggilan mulia untuk melayani sesama. Dengan kerendahan hati dan persiapan yang baik, seorang pemandu dapat menjadi alat Tuhan. Ia menuntun umat untuk semakin dekat dengan Sabda yang hidup dan merasakan kehangatan kasih persaudaraan di lingkungan.

 

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...