Tampilkan postingan dengan label meninggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meninggal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Korban Meninggal Arus Mudik Sudah Mencapai 820 Jiwa(25/08/2012)


Korban Meninggal Arus Mudik Sudah Mencapai 820 Jiwa(25/08/2012)





Korban meninggal terkait kecelakaan selama arus mudik terus bertambah. Data terbaru yang dikeluarkan Mabes Polri hingga pagi ini sudah mencapai angka 820 jiwa.

"Jumlah total kecelakaan ada 4.701 kejadian, total korban meninggal dunia 820 jiwa dan luka berat 1.336 jiwa," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi, Sabtu (25/8/2012).

Boy menambahkan, berdasarkan catatan Mabes Polri, terjadi kenaikan dalam jumlah angka kecelakaan dan korban meninggal dunia dibanding dengan tahun lalu.

"Laka lantas hari pertama s/d hari ini di tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 407 kejadian ( +9 %), meninggal dunia naik 113 korban (+16%), luka berat naik 129 korban (+11%)," jelas Boy.

Sebagai gambaran, kecelakaan tiap harinya di kawasan mudik mencapai angka ratusan kejadian. Polri mengimbau agar pengendara berhati-hati dan menahan diri. Pada Jumat (24/8) tercatat ada 367 kecelakaan, dengan korban meninggal dunia 60 jiwa dan luka berat 114 jiwa.



Sabtu, 12 Mei 2012

Info Terbaru Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 saat Join Flight

Info Terbaru Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 saat Join Flight



setelah sebelumnya ada pemberitaan tentang hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100, pesawat komersil pertama buatan dari Pabrik Sukhoi yang sudah terkenal dengan produk pesawat tempurnya. Terkait dengan Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang di kabarkan kehilangan kontak pada pukul 14:50 BBWI, saat melakukan Event Roadshow Asia di Indonesia, Berikut adalah nama-nama penumpang pesawat angkut sipil Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) berdasarkan data manifes yang ditempel Pusat Penanganan Krisis di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada hari Rabu:

1. Kornel Sihombing (PT Dirgantara Indonesia)
2. Edie Satriyo (Pelita Air)
3. Darwin Pelawi (Pelita Air)
4. Gatot Purwoko (Airfast)
5. Budi Rizal Putra (Arta Dirgantara)
6. Syafrudin (Tartendran Mandiri)
7. Peter Adler (Sriwijaya)
8. Herman Suladji (Air Maleo)
9. Donardi Rahman (Avia Star)
10. Eloni (Kartika Air)
11. Nurdiana Wiganda (Kartika Air)
12. Arief Wahyudi (TR)
13. Nan Tram (Snecma)
14. Ruli Dermawan (Indo Asia)
15. Ahmad Faisal (Indo Asia)
16. Insan Kamil (Indo Asia)
17. Edward Edo M.
18. Ismie (Trans TV)
19. Aditya Sukardi (Trans TV)
20. Indra Halim (KAL)
21. Rietyan S. (KAL)
22. Doddy Aviantara (Majalah Angkasa)
23. DN Yusuf (Majalah Angkasa-Komando)
24. Femmi (Bloomberg)
25. Stephen Kanali (Kartika Air)
26. Capt Aan (Kartika Air)
27. Yusuf Adi Wibowo (Sk Aviation)
28. Maria Marcela (Sky Aviation)
39. Henny Stevany (Sky Aviation )
30. Maisyarah (Sky Aviation)
31. Dwi Mutiara (Sky Aviation )
32. Susana Vamela (SkyAviation )
33. Nur Ilmawati (Sky Aviation)
34. Rossy Willem (Sky Aviation )
35. Anggi (Sky Aviation)
36. Aditya (Sky Aviation)
37. Efami (Kartika Air)
Daftar Nama 8 Kru Pesawat Sukhoi Superjet 100 :
1. Pilot uji coba Aleksandr Yablontsev
2. Co-pilot Aleksandr Kotchetkov
3. Navigator udara (Aero Navigator) Oleg Shvetsov
4. Teknisi penerbangan Aleksey Kirkin
5. Pemimpin teknisi uji coba penerbangan Dennis Rakhmanov
6. Kepala deputi uji coba penerbagnan Nikolay Martyshenko
7. Direktur Penjualan perusahaan Sukhoi Evgeny Grebenshchikov
8. Manajer kontrak Kristina Kurzhukova.
dan beberapa gambar korban yang sudah di kenal termasuk salah satunya adalah Ismiyati salah satu reporter  stasiun swasta indonesia

beberapa gambar sebelum pesawat lepas landas dan penumpang-penumpang yang ikut di dalamnya

Rabu, 02 Mei 2012

Endang Rahayu Sedyaningsih

Endang Rahayu Sedyaningsih


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Endang Rahayu Sedyaningsih
Menteri Kesehatan Indonesia ke-18
Masa jabatan
22 Oktober 2009 – 26 April 2012
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Didahului olehSiti Fadilah
Digantikan olehBelum ditentukan
Informasi pribadi
Lahir1 Februari 1955
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Meninggal2 Mei 2012 (umur 57)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Suami/istriDr. Reanny Mamahit, SpOG, MM
AnakArinanda Wailan Mamahit
Awandha Raspati Mamahit
Rayinda Raumanen Mamahit
Alma materUniversitas Indonesia
Harvard School of Public Health
dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH (lahir di Jakarta, 1 Februari 1955 – meninggal di Jakarta, 2 Mei 2012 pada umur 57 tahun) adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 hingga 26 April 2012.[1] Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes.[2]
Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health.[3]

[sunting] Karier

Endang memulai karirnya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dia bergabung pada pelayanan kesehatan masyarakat pada tahun 1980 dan bekerja di daerah terpencil sebagai Kepala Puskesmas Waipare di Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun.
Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan.[4]

[sunting] Kehidupan pribadi

Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri [5].Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.
Pada 26 April 2012, Endang mengundurkan diri dari kabinet terkait dengan kondisi kesehatannya.[1] Pada tanggal 2 Mei 2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru lanjut di usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.[6]

[sunting] Referensi


Jabatan politik
Didahului oleh:
Siti Fadilah
Menteri Kesehatan Indonesia
22 Oktober 200926 April 2012
Lowong
Belum ditentukan

Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan

  Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan   Pendahuluan Fenomena kepemimpinan kontempo...