PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Agustus 2017
Jumat, 03 Oktober 2014
KASIH ITU.......
Kasih ... "Sampai Maut Memisahkan Kita"
Kasih Itu Sabar
Sekalipun kita menginginkan supaya kebutuhan-kebutuhan kita terpenuhi dan mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita tidak menuntut pemenuhan semua keinginan kita itu terjadi dengan segera. Kita ingatkan diri kita bahwa hubungan yang tidak terus bertumbuh akan mati. Hubungan kita bertumbuh -- karena pernikahan kita itulah kekuatan dan perhatian kita.
Kasih Itu Murah Hati
Kita akan selalu saling mendengarkan satu sama lain. Kita akan memohon kekuatan dari Allah untuk bekerja di dalam kita sementara kita berusaha untuk mengerti dan memenuhi kebutuhan pihak lain.
Ia Tidak Cemburu
Setiap hari kita akan berkata dan mengungkapkan, "Engkau adalah orang yang paling penting dalam hidupku." Dengan merasa aman karena memiliki cinta pasangan kita, kita tidak akan membiarkan hubungan yang renggang mengancam kita.
Ia Tidak Memegahkan Diri dan Tidak Sombong
Karena kita mengetahui bahwa semua talenta dan keberhasilan kita adalah pemberian Allah, tidak ada di antara kita yang harus "menang", atau menjadi "yang paling penting di mata dunia."
Ia Tidak Melakukan yang Tidak Sopan
Kita akan berlaku sopan satu sama lain, penuh pengertian dan perhatian seperti kita memperlakukan tamu yang paling terhormat.
Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri
Bagi setiap kita, kepentingan pihak lain itu sama pentingnya dengan kepentingan kita.
Ia Tidak Pemarah
Dengan mengenali bahwa kemarahan seringkali disebabkan oleh keberagaman atau kecemasan yang ditekan, kita akan berusaha untuk saling terbuka satu sama lain tentang perasaan kita yang sebenarnya. Karena kita saling melindungi, kita akan mengendalikan kata-kata dan tindakan kita yang mungkin melukai pihak lain.
Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain
Kadang-kadang kita bisa gagal; kita bisa saling melukai. Namun sebagai orang-orang berdosa yang sudah diampuni, kita pun bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita tanpa melakukan pembalasan dan tanpa menyimpan kesalahan orang lain.
Ia Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Tetapi Karena Kebenaran
Karena Kristus hidup di dalam kita, kita dapat saling mendukung dalam mempelajari firman-Nya dan untuk hidup dalam terang-Nya.
Ia Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu
Kita memberikan komitmen sepenuhnya dan selamanya dalam pernikahan ini dan terhadap satu sama lain. Bahkan ketika saat-saat sulit melanda, kita takkan menyerah; kita akan berjuang, berdoa, mengasihi, dan bertumbuh.
Kasih Tidak Berkesudahan
Kita menjadi satu di dalam Kristus selamanya. (1 Korintus 13:4-8)
"Pada akhirnya setiap manusia akan bertambah tua, keriput,dan akhirnya menghilang. Kenapa mereka harus berjuang dan hidup dengan keras seolah-olah mereka sedang berperang? Kehidupan manusia jika hanya dilihat dari luar adalah harapan dan sia-sia saja. Tapi setelah berfikir tentang kematian aku menjadi sadar, yang paling penting adalah bagaimana menjalani kehidupan. Oleh sebab itu, bahkan jika akhirnya sudah bisa di tebak kita masih bisa bahagia dan menjalankan hidup. Ini sangat sederhana tapi butuh waktu lama untuk menyadarinya."
--Do Min Joo, My Love From Another Star.
--Do Min Joo, My Love From Another Star.
Ibrani 3:4-6: Teguh berpegang pada kepercayaan kita sampai kepada akhirnya
Lebih jauh dalam Ibrani pasal ke-3 kita membaca:
Ibrani 3:4-6
“Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.”
“Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.”
Dan, ayat-ayat selanjutnya:
Ibrani 3:7-14
“Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”
“Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”
Berdasarkan ayat-ayat di atas, apakah mungkin bagi seorang kristiani untuk “murtad dari Allah yang hidup”? Perikop di atas memulai peringatannya dengan berkata, “Waspadalah, hai SAUDARA-SAUDARA”. Jadi, ya, adalah mungkin bagi seorang saudara untuk murtad dari Allah yang hidup.
Selain itu, perhatikan juga dua pernyataan syarat yang ditandai dengan kata “jika” dan “asal”. Kita adalah rumah-Nya, “jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan”. Juga, “kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” Di sini, kembali kita melihat apa yang sudah kita baca beberapa kali sampai saat ini. Kapankah hari yang terakhir itu? Bila Kristus belum datang kembali semasa hidup kita, maka hari terakhir adalah saat hidup kita berakhir. Atau, pada saat kedatangan-Nya dan terhimpunnya kita bersama dengan Dia. Mereka yang “teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman” mereka, atau mereka yang telah bertanding dalam pertandingan yang baik dan memelihara imannya sampai pada akhirnya akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tetapi, mereka yang meninggalkan imannya tidak akan berada di sana. Mereka TIDAK akan “beroleh bagian dalam Kristus”, mereka tidak akan menjadi rumah-Nya. Inilah yang dinyatakan dengan jelas melalui pernyataan “jika” dalam ayat-ayat di atas.
Senin, 20 Januari 2014
CINTA SEJATI?
CINTA SEJATI?
Cinta sejati?
Hemmm, siapapun pasti selalu mendambakan cinta
sejati dalam hidupnya. Cukup punya satu cinta, bersatu selamanya, sampai hayat
lepas dari badan.
Apa sih ukuran cinta sejati itu?
Setidaknya ada tujuh pilar yang menopangnya, yaitu:
1). Menjadi sahabat terbaik,
2). Memiliki lembih banyak kesamaan/kecocokan antara
keduanya,
3).Kepentingan suami/istri adalah diatas segalanya,
4).Cinta tumbuh tak bersyarat(menerima apa adanya),
5).Saling mau mendengar dan mengerti,
6).Selalu ada dalam suka dan duka
7). Kuatnya kontak batin yang mendalam
Sangat pasti, ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh
karena itu, tidak semua pasangan bisa meraih kehidupan cinta sejati mereka. Tetapi
, tidak berarti cinta sejati itu tidak bisa di perjuangkan, tentunya.
Iman , harapan , kasih yang diejawantahkan,
diwujudnyatkan dalam kehidupan sehari-hari melalui hal-hal kecil sampai yang
esensial, itu sangat pasti.
Selasa, 23 Juli 2013
MENGHARGAI ANAK SEBAGAI PRIBADI
Menghargai
Anak sebagai Pribadi
Suko Waspodo
Sebagai orangtua pasti ingin memiliki anak-anak yang kreatif dan
untuk itu peran sertanya sangat penting. Orangtua yang menginginkan anak-anak
kreatif seharusnya menghargai anak-anak mereka sebagai pribadi (person)
yang penting. Mereka diperlakukan sebagai anggota keluarga yang sejajar.
Pendapat mereka didengarkan dan ditanggapi. Perasaan-perasaan mereka diberi
tempat dan diterima dengan wajar. Usul-usul mereka diperhitungkan.
Keputusan-keputusan mereka mengenai beberapa hal yang sudah dikuasai seperti
warna pakaian, macam permainan dan olahraga, kegiatan di luar rumah, hobby,
dihargai.
Namun sikap dan perlakuan orangtua itu tidak permisif: “anak-anak
diperbolehkan berbuat apa saja”, acuh tak acuh, “apa-apa saja sama saja” atau
memanjakan: “membiarkan anak atau memenuhi kehendak anak-anak, biar mereka
senang, juga yang tak wajar”, tetapi penuh perhatian, cinta, dan pembinaan.
Anak-anak dihargai dengan disertai keinginan agar bertindak pantas. Anak-anak
dipercaya dengan harapan agar hidup bertanggung jawab.
Anak-anak diberi
kemungkinan untuk mengambil keputusan dengan catatan agar keputusan dibuat
secara bertanggung jawab dan berani bertanggung jawab pula atas akibat-akibat
dari keputusan yang sudah mereka ambil. Ini berarti dalam proses mengambil
keputusan dalam bidang yang di atas kemampuan mereka, anak-anak dibantu dengan
pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan.
Dari sikap dan perlakuan orangtua itu, ada tiga akibat
penting yang terjadi pada anak.
Pertama, karena dihargai, harga diri dan kepercayaan diri mereka
berkembang.
Kedua, karena dilatih mengambil keputusan, mereka semakin cakap
dalam hal mengambil keputusan.
Ketiga, karena dilatih bertanggung jawab, rasa tanggung jawab
anak-anak dibina.
Demikianlah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua yang
menginginkan anak-anak yang kreatif. Menghargai anak sebagai pribadi sehingga
hal ini menjadi dasar bagi mereka untuk hidup yang produktif dan perilaku yang
efektif di kemudian hari.
Selamat menyambut Hari Anak Nasional. Salam damai penuh cinta.
***
Solo, Selasa, 23 Juli 2013
Suko Waspodo
Minggu, 16 September 2012
Hidup Adalah Anugerah,Pasar Malam Agama dan WANITA –
Hidup Adalah Anugerah…
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.
NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI !
Pasar Malam Agama
Aku dan temanku pergi ke ‘Pasar malam agama.’ Bukan pasar dagang. Pasar agama. Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.
Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya. Ya, bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.
Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Muhammad ialah nabiNya. Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.
Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan. Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin mengambil risiko masuk neraka.
Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: ‘Apakah pendapatmu tentang Tuhan?’ Jawabnya: ‘Rupanya Ia penipu, fanatik dan bengis.’
Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: ‘Bagaimana Engkau bisa tahan dengan hal seperti ini, Tuhan? Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan jelek kepadaMu?’
Tuhan berkata: ‘Bukan Aku yang mengadakan ‘Pasar malam agama’ itu. Aku bahkan merasa terlalu malu untuk mengunjunginya.’
(Anthony de Mello SJ)
WANITA –
Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,” Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan menjawab:
“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
“ 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik.Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”
Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan?….impossible!“
Dan itu model standard?!, “Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.
“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.
“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.
“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
“Yah.. SAYA membuatnya lembut.
Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan
agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“
“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.
Tuhan menjawab:
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.” Malaikat itu menyentuh dagunya….
“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh!
Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata”, koreksi TUHAN
“Untuk apa?”, tanya malaikat
Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
Dia lupa betapa berharganya dia…
diambil dari berbagai sumber——–
Langganan:
Postingan (Atom)
3 EKONOM INDONESIA DAN PEMIKIRANNYA 3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak, berfokus pada pemulihan kri...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...











