Tampilkan postingan dengan label pantang menyerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantang menyerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

PANTANG DAN PUASA dalam tradisi Iman KATOLIK

PANTANG DAN PUASA

Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.(KHK 1251-1252)
Jadi sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Jadi, selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja. Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.

PUASA berarti:
makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.
Untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih
Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, tak kenyang, kenyang

Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Suci. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.
Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.

PANTANG berarti
• Pantang daging, dan atau
• Pantang rokok, dan atau
• Pantang garam, dan atau
• Pantang gula dan semua manisan seperti permen, dan atau
• Pantang hiburan seperti radio, televisi, bioskop, film.

Karena begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang,
sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun,
umat beriman,
baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok,
dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan yang dilakukan diluar kewajiban dari Gereja, tidak mengikat dengan sangsi dosa.

Dalam rangka masa tobat, maka pelaksanaan perkawinan juga disesuaikan. Perkawinan tidak boleh dirayakan secara meriah.

ARTI PUASA dan PANTANG

PUASA adalah tindakan sukarela Tidak makan atau tidak minum Seluruhnya, yang berarti sama sekali tidak makan atau minum apapun Atau sebagian, yang berarti mengurangi makan atau minum.
  • Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.
  • Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.
  • Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.
  • Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
  • Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.
Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan derma, yang terwujud dalam Aksi Puasa Pembangunan.
Semangat yang sama berlaku pula untuk laku PANTANG.
Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:
  • Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan: diet, mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.
  • Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.

SABDA TUHAN SEHUBUNGAN DENGAN PUASA


"Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda:
Berpuasa yang Kukehendaki ialah,
Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman
Dan mematahkan setiap kuk
Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
Dan mematahkan setiap kuk,
Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar
Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah
Dan apabila kamu melihat orang telanjang
Supaya engkau memberi dia pakaian
Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri.
Pada waktu itulah
Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab
Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku
Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri
Dan memuaskan hati orang tertindas
Maka terangmu akan terbit dalam gelap
Dan kegelapanmu akan seperti bintang rembang tengah hari"

Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda tentang puasa:

“Apabila kamu berpuasa,
Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu
Dan cucilah mukamu
Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa


Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Sementara dari Artikel Wikipedia menulis begini:

Puasa (Katolik)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagi umat Katolik Roma, puasa berati pengurangan jumlah makanan yang disantap seseorang dengan hanya memakan satu porsi penuh makanan sekali sehari. Hal ini bisa disertai pula dengan penahanan diri untuk tidak menyantap daging. Gereja Katolik Roma percaya bahwa semua orang berkewajiban kepada Tuhan untuk melakukan semacam ibadat pertobatan, dan kegiatan-kegiatan pertobatan ini dilakukan baik secara pribadi maupun secara bersama-sama. Gereja Katolik Roma mengharuskan umat Katolik untuk melakukan kegiatan-kegiatan pertobatan yang nyata, termasuk di dalamnya puasa dan menahan diri beberapa kali dalam setahun, terutama dalam masa Pra-Paskah. Aturan Katolik Roma ini berasal dari Konstitusi Apostolik Paus Paulus VI, Paenitemini, tahun 1966. Umat gereja-gereja Katolik Timur berkewajiban untuk mentaati kebiasaan gerejanya masing-masing mengenai hal ini.
Kebiasaan umat Katolik untuk tidak memakan daging membuat makanan ikan goreng hari Jumat menjadi terkenal.


http://id.wikipedia.org/wiki/Puasa_(Katolik)

Senin, 23 Januari 2012

Thick Fist Black Heart

BUKU INSPIRASI:

Thik Fist Black Heart, Mental Baja Pantang Menyerah: sebagai sarana agar berhasil dalam mengarungi hidup

Mental baja pantang menyerah merupakan suatu rumusan yang memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, guna mempersiapkan visi dan mental dalam mencapai suatu tujuan.
Dengan membaca buku ini, maka kita akan mendapatkan suatu pencerahan, bagaimana orang-orang kuno (baca misalnya para perantauan dari dataran Asia) begitu sukses dalam hidupnya. Karenanya bacalah dengan pelan-pelan dan ambillah hikmahnya. Kemudian praktekkna dalam kehidupan nyata.

Buku ini karya monumental Chin Ning Chu  seorang perempuan yang tinggal di Singapura dan melahirkan beberapa buku yang cukup sukses di pasaran, yang diantaranya  tentang FENG SHUI. Buku ini merupakan buku yang berharga dan merupakan salah satu bacaan wajib bagi orang-orang yang sukses.

Manfaat membaca buku ini di antarnya adalah:
Mental baja, yaitu suatu benteng, yang akan menjadi pelindung diri dari setiap anggapan orang lain akibat dari setiap tindakan atau aktivitas kita (dari apa yang telah kita yakini/imani).
Pantang menyerah, adalah suatu senjata, ia memiliki karakteristik tanpa ampun/tanpa lelah, tetapi bukan berati suatu yang jahat. Dia terus berjuang sampai tujuan/cita-cita tercapai bertolak dari keyakinan diri yang senantiasa menyemangati.
Sinergi dari Mental Baja Pantang Menyerah
Mental baja adalah suatu kemampuan untuk menerima setiap kondisi yang menuntut untuk mengacuhkan anggapan orang lain. Sementara itu, pantang menyerah adalah suatu kemampuan untuk bertindak tanpa menghiraukan pendapat orang lain. Jadi untuk dapat maju terus dalam memperjuangkan tujuan kita, baik mental baja maupun pantang menyerah haruslah hadir bersama, dan kedua faktor tersebut akan selalu saling mendukung.
Ada 3 tahapan dalam memiliki Mental Baja Pantang Menyerah:
1. Memenangkan tanpa mengorbankan
Pada tahap ini ada 3 tingkatan, yaitu:
Tingkat dasar: tak bermoral, akan mengerjakan apapun untuk mencapai tujuannya. Pada tahap ini, mental baja akan menghasilkan tanpa kesadaran sama sekali, dan pantang menyerah akan menghasilkan tanpa ampun sama sekali.
Tahapan ini akan menghasilkan apa yang dinamakan sebagai tebal bagai tembok,kuat bagai baja, liat bagai tembaga. hitam bagai batu bara., tanpa menyerah bagai air yang selalu mengalir. Contoh untuk tahap ini adalah: pelacur murahan dan penjahat.
Tingkat kedua dari tahap pertama ini disebut sebagai Tebal dan keras dan Hitam bercahaya. Contoh untuk tingkatan ini adalah pelacur kelas tinggi.
Tingkat ketiga dari tahap pertama ini adalah: Begitu tebal hingga tak berbentuk, begitu hitam sehingga tak berwarna. Pada tahap ini, seseorang dapat menipu orang lain dan orang yang ditipunya tersebut tidak akan tahu kalau ditipu bahkan berterima kasih kepadanya. Contoh untuk tingkatan ini adalah politisi.

2. Pencarian Jiwa

Pada tahap ini, seseorang mulai menyadari bahwa untuk menaklukan orang lain membutuhkan tenaga, tetapi untuk menaklukan diri sendiri membutuhkan kekuatan. Pada tahap ini seseorang mulai mengerti bahwa tindakannya pada tahap pertama terdiri dari aksi-aksi yang memalukan. Maka pada tahap ini, mulai akan disadari akan arti dari kebijaksanaan.

3. Kesatria

Kesatria memiliki sifat tidak melekat dan tenang Kesatria adalah seseorang yang selalu merasa takut dalam peperangan, bahkan berkeringat dan gemetaran, namun ketakutannya ini tidak membuat jiwanya takut. Pada tahap ini seseorang telah menacapi perstuan jiwa dan raga.
Dalam melaksanakan Mental Baja Pantang Menyerah ini, terdapat 11 prinsip, yaitu:
1.      Singkirkan bayangan, seseorang harus hidup bebas, hidupnya bukan untuk mengikuti kehendak orang lain.


2. Singkapkan batas diri, adanya pemahaman bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk  

    dirinya sendiri atau untuk mencapai apa yang diinginkan

3. Pecahkan misteri kekuatan pohon jati dan kelembutan rumput, maka akan      

    mendapatkan pengertian bahwa “bagian dalam akan menggerakan bagian luar yang
    kelihatan bergerak”.

4. Mengerti diri sendiri, jika dapat mengabaikan anggapan orang lain, maka kamu akan

    dapat memusatkan seluruh perhatian untuk mencapai tujuan. Sesuatu hanya dapat
   terjadi apabila seseorang telah mengerti diri yang sebenarnya.

5. Jangan cemas pada keberhasilan dan jangan takut kegagalan. Cemas pada keberhasilan

    lebih kuat daripada takut akan kegagalan. Sebelum kamu berhasil maka ketahuilah
   bahwa keberhasilan membawa perubahan dan memiliki resiko untuk jatuh.

6. Sadari antara sifat mimpi dan kenyataan, gunakan kacamata dinamis untuk melihat

    segala sesuatu yang bergerak.

7. Kuasai kebenaran dan ke-pura-pura-an, karena adanya pengertian yang salah terhadap

    apa yang dipandang sebagai kebenaran, hanya akan membawa kepada sesuatu yang
    kosong kecuali kesukaan untuk dipuji. Memandang sesuatu sebagai satu-satunya
    kebenaran, hanya akan menghasilkan hidup dalam ke-pura-pura-an saja.

8. Kendalikan ketakutan, karena ketakutan adalah rasa yang paling merusak


9. Hindari atas kesedihan kejar kebahagiaan. Segala sesuatu bergerak, selaras dengan

     hukum alam, ada sedih ada bahagia, ada hitam ada putih, dst. Pengertian ini
       memerlukan cara pandang yang bijak.

10. Berani untuk meyakinkan diri untuk melepaskan belenggu diri dan berani menerima

      keyakinan diri, hal tersebut merupakan salah satu tindakan dari hati hitam tebal muka

11. Sadari bahwa tebal muka dan hati hitam berasal dari Penguasa Tunggal, penciptaan

      dan pemusnahan bukanlah sesuatu yang berlawan, namun merupakan suatu aspek
      dari Yang Maha Esa. Alam akan ada sebagai lahir dan mati.Sesuatu yang sama
       dibutuhkannya.

Mencoba mempraktekkan Mental Baja Pantang menyerah akan menghasilkan dharma, kewajiban dalam kehidupan ini. Karena dharma adalah suatu pengertian akan tindakan yang benar pada situasi yang terjadi. Dengan mengaktualisasikan buku ini kita mencoba untuk menjadi seorang Ksatria yang menjalankan dharma, bukan membentuk seorang teroris ayng tanpa iman,- yang semata-mata di indoktrinasi oleh paham agama yang keliru-, tetapi mencoba membangun spirit kehidupan yang bersumber dari Allah yang Maha Kasih agar anak-anakNya tidak begitu mudah menyerah pada keadaan, nasib di era globalisasi, konsumerisasi, dan liberalisasi ini.
 Semoga bermanfaat.


Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan

  Pesona Sang Pemicu: Dekonstruksi Karakter Pemimpin Reaksioner Berjubah Narasi Kesalehan   Pendahuluan Fenomena kepemimpinan kontempo...