Senin, 03 September 2012

Jokowi Jualan Buku, Fauzi Bowo Mendapatkan Penghargaan dan Gelar Kehormatan


Jokowi Jualan Buku

Oleh Johan Wahyudi







Berbincang tentang calon gubernur ini memang tiada habisnya. Tidak hanya disebabkan sikapnya yang njawani, tetapi juga tentang kesederhanaannya. Hidup sebagai pengusaha yang bergelimang harta serta jabatannya sebagai Walikota Solo tidak lantas membuatnya sombong. Justru kekayaannya diumbar seraya berbagi kepada masyarakat awam yang memerlukannya. Sejak menjadi Walikota Solo, konon beliau belum pernah mengambil dan atau menggunakan gajinya. Dengar-dengar, gajinya diserahkan kepada panti asuhan atau lembaga sosial. Benar-benar beliau adalah suri tauladan yang baik.

Setelah menghentakkan dunia Pilkada DKI melalui kemenangannya pada putaran pertama, kini Jokowi sering menjadi bulan-bulanan media. Bukan bulan-bulanan karena keburukannya, melainkan beragam prestasi yang diraihnya. Sikapnya yang sangat ramah kepada awak media benar-benar mengena di hati para kuli berita. Nyaris kita belum menemukan berita-berita buruk tentangnya. Jika toh diberitakan buruk, sontak berita lain meng-counter attack secara otomatis. Maka, praktis beliau dikenal sebagai Calon Gubernur DKI yang diidam-idamkan khalayak.

Dengan baju khas kotak-kotaknya, Jokowi berusaha membangun image. Ketika ditanya tentang kesederhanaan tentang baju kotak-kotak, Jokowi berujar ringan, “Saya ingin mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui kegiatan ekonomi bidang konveksi. Berapa banyak orang akan tertolong dengan pengembangan baju kotak-kotak. Sejak penyedia bahan, pendesain, penjahit, dan penjual, semua akan diuntungkan.” Dan itu terbukti. Baju kotak-kotaknya begitu membumi di seantero nusantara. Dalam waktu sekejab, berkioli-koli baju kotak-kotak terdistribusi ke seluruh penjuru nusantara. Luar biasa….!!!

Berhasil membangun image melalui baju kotak-kotak, Jokowi membangun image baru melalui boneka. Berpasangan dengan Ahok, boneka pasangan Calon Gubernur DKI ini laris manis di pasaran. Menurut kabar yang tersiar, Jokowi-Ahok terpaksa berjualan boneka karena pasangan itu tak mampu mencukupi pembiayaan kampanyenya. Dengan berjualan boneka, pasangan itu berharap meraih keuntungan untuk menyuplai biaya. Dan itu pun terbukti lagi. Semua pihak yang mendukung terciptanya boneka meraup keuntungan. Lagi-lagi UKM diuntungkan.

Tak hanya baju kotak-kotak dan boneka, kini Jokowi berjualan buku. Malam ini, saya mendapat link dari Kompas.com bahwa kiprah perjalanan Jokowi dibukukan. Judul bukunya sederhana, Jokowi (Politik Tanpa Pencitraan). Buku ini ditulis oleh Ajianto Dwi Nugroho. Mari kita simak sinopsis singkat buku tersebut.


Sudah saatnya kita meninggalkan politik yang penuh pencitraan dan poling survei bayaran yang membuat transisi demokrasi kita menjadi mahal serta dibajak oleh para elite instan dengan politik uang. Politik adalah seni memperebutkan dan berbagi kekuasaan untuk kepentingan publik. Wajar bila kita mendapatkan pemimpin yang menjalankan politik dengan sehat, hemat, dan bermartabat. Politisi yang baik dipilih karena prestasi dan reputasinya yang jujur serta bersih, bukan politisi yang mendapatkan jabatan publik dengan cara membeli suara.


Jokowi adalah salah satu politisi yang tampil apa adanya. Modalnya adalah prestasi dan reputasi yang diakui oleh banyak kalangan. Dia mempunyaipolitical brand yang unik dan tiada banding. Setiap orang sesungguhnya memiliki keunikan pribadi dan karakter yang khas masing-masing sehingga setiap orang, baik politisi maupun bukan, sejatinya dapat membangun political brand-nya sendiri tanpa dipoles oleh pencitraan yang palsu. Buku ini menjadi penting dibaca oleh setiap orang yang ingin menjadi dirinya sendiri dengan menyimak sosok Jokowi.


Bergidik saya membaca resensi buku tersebut. Bahkan, saya semakin dibuat kagum karena buku ini mendapat endorsement dari tiga tokoh dari profesi yang berbeda. Perhatikan endorsemen mereka berikut ini.


Jokowi mempunyai karakter mau mendengarkan apa yang dikehendaki masyarakat, dan yang terpenting dia mau melaksanakan dengan serius apa yang dikehendaki masyarakat itu. Pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan oleh DKI Jakarta.”

— Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI
“Buku ini menjelaskan mengapa Jokowi menjadi magnet bagi banyak orang untuk mendukungnya, yaitu kepemimpinan. Jokowi mempunyai kepemimpinan yang bisa dipercaya, jujur, dan bersih. Dan yang lebih penting, semua itu sudah dibuktikan dan diakui di tingkat nasional serta internasional.”

— Mooryati Sudibyo, Pengusaha
“Sekarang ini memilih manusia baik untuk setara dalam berkawan saja sulit, apalagi memilih pemimpin. Jokowi adalah salah satu orang yang membuat saya punya harapan. Barangkali sedikit berlebihan, tapi itu lebih baik daripada pesimistis dan putus asa.”

— Hanung Bramantyo, Film Maker

Tentu saja buku ini sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan. Selain isinya merupakan perjalanan hidup tokoh yang layak diteladani, buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Tutur kata dalam buku tersebut disusun bak kita berbincang langsung dengan Jokowi. Daya dukung buku ini pun luar biasa, yaitu pada harga karena buku ini dijual berkisar Rp 48.000 – 51.000. Sangat murah, bukan? Berikut adalah indentitas buku tersebut.


Judul Jokowi

Seri ISBN/EAN 9789792288025 / 9789792288025

Author Ajianto Dwi Nugroho

Publisher Gramedia Pustaka Utama (GPU)

Publish 29 Agustus 2012

Pages 278

Weight 234 gram

Dimension (mm) 135 x 200

Tag Hukum, Sosial, Politik

Sumber informasi: sini



Fauzi Bowo Mendapatkan Penghargaan dan Gelar Kehormatan


Oleh Wiro




Fauzi Bowo calon Gubernur incumbent DKI Jakarta dalam putaran ke dua kali ini, banyak sekali cobaan yang menerpa beliau mengenai pemberitaan di media dan isu-isu yang tidak sedap di dengar sekaligus menyudutkan. Fauzi Bowo seorang yang intelektual tinggi dan berjiwa besar, isu tersebut tidak pengaruh terhadap dirinya sebagai calon Gubernur 5 tahun kedepan.

Masih banyak warga Jakarta bahkan partai politik, organisasi atau komunitas yang menilai beliau sukses dalam mengemban Pemimpin di DKI Jakarta, seperti pada awal bulan Juli 2012 Fauzi Bowo dinobatkan sebagai Bapak Pekerja DKI Jakarta oleh Komunitas Hubungan Industrial Buruh dan Pekerja, karena beliau dinilai sebagai gubernur yang sangat berjasa telah memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum pekerja.

Hari minggu 2 september 2012 dari sumber 1 dan 2, merupakan hari yang sangat bersejarah buat Fauzi Bowo karena pada hari yang sama beliau sekaligus mendapatkan 2 penghargaan di tempat yang berbeda, yang pertama penghargaan dari Kemendikbud yang bekerjasama dengan lembaga Helen Keller International yang didukung lembaga USAID di Denpasar Bali yaitu Anugerah Pendidikan Inklusif 2012 sebagai Gubernur atas perjuangan keras dalam membantu pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi dalam pemberian anugrah tersebut beliau tidak bisa hadir,diwakilkan sedangkan penghargaan kedua yang diterima beliau dari Kerukunan Warga Sulawesi Selatan (KKSS) wilayah Jakarta Utara yaitu gelar kehormatan dan pemberian nama.



Diberikannya gelar kehormatan dan pemberian nama saat beliau menghadiri halal bil halal Kerukunan Warga Sulawesi Selatan (KKSS) Wilayah Jakarta Utara di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanjung Priok. Diberikannya gelar kehormatan dan diberi nama Daeng Gassing yang berarti Yang Kuat dan Yang Menang.

Penandaan gelar kehormatan itu saat Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo diberikan Sokko Guru atau Peci khusus gelar kehormatan dan sarung Sabbe yang dikenakan oleh dua orang Tokoh Masyarakat Sulawesi selatan.
sarung itu diartikan sebagai simbol pengikat batin. Sedangkan peci yang dikenakan Fauzi Bowo artinya tanda penghormatan bagi penerima gelar itu. Dengan pemberian aksesori itu, nama beliau menjadi Fauzi Bowo Daeng Gassing.

Kalau dikaitkan dengan nama beliau Fauzi Bowo, yakni berasal dari bahasa Arab. Fauzi artinya Kemenangan, kejayaan, kesuksesan. Kemudian Bowo artinya Karakter, kepribadian. Menurut saya dengan diberikannya nama baru untuk Fauzi Bowo sangatlah cocok, karena sejalan dengan nama dirinya yaitu Fauzi Bowo Daeng Gassing berarti“Orang yang memiliki kepribadian Kuat untuk meraih kemenangan dan Kesuksesan”.

Beliau sendiri menyambut positif pemberian gelar kehormatan ini. Dia berjanji akan terus menjaga amanah warga kehormatan tersebut.

Ketua BPW Kerukunan Warga Sulawesi Selatan (KKSS)  Jakarta Utara, Ahmad Tahir Ratu mengaku lega karena kesediaan Fauzi Bowo untuk bersedia menerima gelar kehormatan tersebut dan menganggap Fauzi Bowo sebagai warga kehormatan karena sang calon gubernur incumbent itu cukup banyak berbuat untuk Republik Indonesia, khususnya Jakarta.

Daeng Gassing bermakna kuat. Ahmad menganggap Fauzi Bowo sebagai orang kuat yang memiliki keteguhan dan keimanan. Fauzi Bowo juga dinilai memiliki karisma dan tanggung jawab sehingga pantas mendapat gelar itu. “Sebagai gubernur, beliau itu punya keteguhan dan keimanan yang kuat,” katanya.Sumber

Semoga dengan pemberian gelar kehormatan dan nama Daeng Gassing yang diembannya, Fauzi Bowo bersama warga Sulawesi Selatan bisa membawa Jakarta lebih baik dan lebih maju serta sejahtera.***

Buku Pintar Kompas 2011 (referensi terpercaya&kaya data)


Buku Pintar Kompas 2011

(referensi terpercaya&kaya data)


“Salah satu persoalan terbesar di era informasi sekarang ini adalah justru terlalu melim pahnya informasi. Tetapi beragamnya kualitas informasi menimbulkan, kesulitan pengukuran informasi yang layak dipercaya.    
                              
Buku Pintar Kompas 2011 hadir sebagai solusi. Inilah buku rujukan berisi rekam jejak berbagai persoalan dan peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2011. Berbagai fakta politik, sosial, budaya, hingga olahraga, dari dalam dan luar negeri, disajikan secara kronologis berdasarkan waktu kejadian.                                   

Buku referensi terpercaya yang wajib dimiliki siapa saja yang memerlukan informasi akurat. Diperkaya berbagai foto, tabel, dan infografi yang menjadikannya semakin menarik. “   



Demikian saya kutip dari situs buku kita.

Para kompasioner,

Sudah barang tentu bagi siapa saja yang hobby menulis, untuk menambah mutu tulisan, bobot, kualitas tulisan, sangat tentu harus di tunjang oleh data, sumber-sumber referensi yang handal dan dapat dipercaya, - bukan sekadar asumsi -, duga-duga, sehingga tulisan/gagasan/pendapatnya di patahkan oleh rekan lain. Buku ini akan sangat membantu para kompasioner akan maksud tadi.

Di cover dalam buku ini menegaskan hal itu dengan kalimat:” buku pintar berbahan baku informasi A-1. Diolah berdasarkan rekapitulasi segala kejadian sebagaimana yang dilihat melalui kacamata enam Koran nasional yang terbit di Jakarta:Kompas,Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia dan Indopos.

Disusun oleh tim periset handal dari Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) harian Kompas. Buku yang dengan cerdas membantu kita memilih berita-berita yang layak dipercaya, dibaca, diserap dan direnungkan; serta membiarkan berita-berita lainnya menguap bagitu saja.”

Buku yang memiliki ketebalan 516 halaman, di tambah xv ini benar-benar menyajikan data yang akan menguak memori kita sepanjang pemberitaan-pemberitaan selama tahun 2011.Disajikan perkelompok bulan, tema, dan tentu saja di pilih berita-berita yang memiliki nilai.

Sekadar ambil contoh acak:

Pecah kongsi nahkoda Jakarta

Prijanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta(23/12). Seharusnya , jabatan yang dipegang sejak oktober 2007 itu akan berakhir pada Oktober 2012.
Gubernur Fauzi Bowo dalam tanggapan resminya menyayangkan sekaligus menghormati keputusan tersebut, seraya berterima kasih atas dukungan Prijanto sebagai wakil gubernur selama empat tahun terakhir (25/12. isu yang beredar menduga hubungan Prijanto tidak harmonis dengan Fauzi Bowo, dan seterusnya. Selanjutnya dalam halaman yang sama di sajikan data-data orang-orang/nama-nama yang mundur di tengah jalan.(halaman 268).

Demikian juga untuk medukung data-data berita yang di sajikan masih dilengkapi dengan lampiran-lampiran. Sekadar contoh acak pada halaman 366 di bawah sub judul 2.13.Abu Bakar Ba’asir dan kisah perjalanannya, disana di sajikan profilnya, lahir di pekunden Mojogung, Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938. Aktivitas pemimpin pondok pesantren Al-mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan seterusnya, dilengkapi dengan Pendidikan beliau, perjalanan kariernya dan keterangan-keterangan secara rinci.

Oleh karenanya untuk para Kompasioner…..,
Silahkan miliki buku ini, sudah sangat pasti akan menunjang dan menggairahkan anda menulis, sangat pasti tidak kering dan penuh argumentasi, seargumentatif ke enam Koran Nasional tadi, seteliti team litbang tentunya ya?


Selamat sore. Selamat berkemas-kemas pulang!

Tuhan Memberkati.



Kamis, 30 Agustus 2012

SUARA ISLAM Online - Ini Dia Kronologi Bentrok Sampang Hasil Investigasi MUI Jatim

SUARA ISLAM Online - Ini Dia Kronologi Bentrok Sampang Hasil Investigasi MUI Jatim


KRONOLOGIS BENTROK ANTARA SYI’AH – SUNNI DI SAMPANG
TANGGAL 26 AGUSTUS 2012


Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh MUI Jawa Timur tanggal 27 Agustus 2012 terkait dengan bentrok  antara warga masyarakat dari dua desa, yaitu Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, yang melibatkan dua kelompok masyarakat yaitu Pengikut Tajul Muluk yang berfaham Syi’ah dan warga Karang Gayam dan Blu’uran yang berfaham Ahlus Sunnah.


Berikut kronologis kejadian yang melatarbelakangi bentrok fisik antara warga Syi’ah dan Sunni pada tanggal 26 Agustus 2012 pukul 10.00 WIB di Desa Karang gayam Kecamatan Omben :

1. Pada tanggal 19 Juli 2012 Masyarakat Karang Gayam menyampaikan beberapa pernyataan kepada Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura  (BASSRA) agar disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang, dengan isi pernyataan tersebut sebagai berikut:

a. Masyarakat Karang Gayam mengucapkan terima kasih kepada BASSRA yang telah mengawal proses hukum Tajul Muluk hingga divonis selama 2 tahun penjara.

b. Bila Tajul Muluk telah divonis sesat maka pengikutnya harus dikembalikan  kepada faham semula yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah  atau diproses hukum  sebagaimana Tajul Muluk.

c. Masyarakat Karang Gayam menginginkan desa mereka seperti desa yang lain, tidak terdapat Syiah.

d. Meminta kepada para Ulama untuk  menyampaikan pernyataan sikap ini kepada pihak – pihak yang berwenang.

2. Setelah menerima pernyataan sikap dari Masyarakat, BASSRA mengadakan audiensi dengan Forum Pimpinan Daerah (FORPIMDA) pada tanggal 7 Agustus 2012 dan menyampaikan tuntutan masyarakat, dari hasil diskusi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain sebagai berikut :

a. Proses pengembalian para pengikut Tajul Muluk ke faham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sedang diupayakan bersama oleh gabungan antara Kapolres Sampang, Nahdhatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Ulama setempat dibawah koordinasi Pemkab Sampang.

b. Kapolres harus mengaktifkan pelarangan senjata tajam (Sajam) di Karang Gayam, Blu’uran, Sampang.

c.  Anak-anak warga Syiah yang dibeasiswakan ke pondok-pondok Syiah adalah tanggung jawab Pemkab Sampang untuk memulangkan dan memasukkan ke pondok-pondok Ahlus Sunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dengan biaya dari Pemkab.

d. Ulama BASSRA bersama pemerintah Sampang akan mengawal naik banding Tajul Muluk dengan audiensi kepada  Gubernur Jatim.

e. Khusus untuk jangka pendek kasus Sampang disepakati tidak mengangkat sebutan Syi’ah, cukup sebutan aliran sesat agar proses hukum Tajul Muluk berjalan lancar.

f. Mengupayakan agar BAKORPAKEM Sampang bisa memutuskan dan menetapkan bahwa Syiah itu sesat dan harus dilarang di Madura, keputusan itu diajukan ke BAKORPAKEM Jatim bahkan ke Pusat.

                   
3. Pada tanggal 23 Agustus 2012, masyarakat Karang Gayam menuntut kepada BASSRA terkait dengan enam item janji Pemkab Sampang yang disampaikan kepada Ulama BASSRA pada tanggal 7 Agustus 2012 karena mereka melihat bahwa belum ada realisasi dan penanganan dari pihak manapun.

4. Menurut rencana BASSRA dan ulama setempat akan melakukan pertemuan dengan Pemkab Sampang, namun pada tanggal 26 Agustus 2012 terjadi bentrokan antara masyarakat dengan pengikut Tajul Muluk sekitar jam 10.00 WIB, yang dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut :

a. Anak-anak para pengikut Syi’ah yang dipondokkan ke YAPI Bangil dan Pekalongan akan kembali pasca libur lebaran, sementara masyarakat meyakini bahwa anak-anak tersebut tidak akan kembali lagi ke YAPI Bangil dan Pekalongan karena dijamin beaya pendidikannya oleh Pemkab Sampang untuk disekolahkan / dipondokkan di lembaga pendidikan dan pesantren di Sampang, masyarakat menilai kalau mereka tetap kembali akan menjadi kader Syi’ah dan kelak akan menjadi persoalan baru yang lebih besar.

b. Karena pemahaman masyarakat seperti tersebut di atas, maka masyarakat Karang Gayam mencegah mereka dan secara baik menyarankan untuk kembali lagi ke rumah, tidak ada sedikitpun kekerasan dilakukan dan masyarakat Sunni tidak membawa senjata tajam.

c. Selama perjalanan kembali tidak ada tanda-tanda perlawanan dari mereka sampai mendekati rumah kediaman Tajul Muluk, komunitas Syi’ah mulai mengolok-olok masyarakat Sunni dan nampaknya komunitas syi’ah sudah mempersiapkan senjata- sesampai di komplek kediaman tersebut terjadilah insiden penyerangan oleh pihak Syiah kepada masyarakat dengan melakukan pelemparan menggunakan batu, bom molotov yang sudah mereka persiapkan, ranjau-ranjau yang siap meledak ketika diinjak bahkan bahan-bahan  peledak  yang mereka bawa di kantong saku mereka yang di dalamnya berisi butiran kelereng.

d. Penyerangan tersebut tidak hanya berbentuk pelemparan tetapi juga dengan memprovokasi massa agar masuk ke pekarangan rumah tersebut, ketika masyarakat terprovokasi dan masuk ke halaman rumah, kemudian  terdengarlah bunyi ledakan yang berasal dari ranjau yang mereka pasang dan bom molotov yang mereka lempar sehingga ada beberapa masyarakat yang terluka oleh serpihan dari ledakan yang berupa kelereng, baik yang masih utuh maupun yang pecah semua korban adalah masyarakat yang berfaham Sunni- diantara mereka ada yang jari jemarinya putus, ada yang luka di bagian paha dan didalamnya terdapat kelereng yang masih utuh, ada yang luka di bahu dan kepala.

e. Ketika korban berjatuhan dipihak masyarakat Sunni– rupanya komunitas Syi’ah membekali diri dengan ilmu kebal, hal ini terbukti bahwa peledak yang dibawa disaku mereka ketika meledak sama sekali tidak mencederai tubuh mereka, tetapi mencederai tubuh-tubuh masyarakat sunni yang memang sama sekali tidak mempersiapkan diri dengan senjata mapaun perlengkapan yang memadai - sehingga masyarakat Sunni mundur, situasi ini memancing masyarakat untuk meminta bantuan dan mengambil persenjataan yang memadai untuk melawan kekerasan yang dilakukan oleh komunitas Syi’ah, diantaranya dengan disuarakan lewat teriakan dan  pengeras suara yang ada di mushalla, kemudian masyarakat berdatangan  untuk memberi pertolongan dan bantuan kepada mereka sehingga terjadilah bentrok yang tidak terelakkan diantara kedua belah pihak yang sama-sama membawa senjata.

f. Seorang yang bernama bapak Hamamah dari komunitas Syi’ah secara provokatif dan demonstratif dengan memamerkan kekebalan tubuhnya merangsek kedalam kerumunan masyarakat Sunni dengan menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam berbentuk celurit panjang, dan masyarakatpun melawan dengan senjata pula, yang mengejutkan tidak satupun sabetan yang diarahkan ke tubuh bapak Hamamah mencederai tubuhnya.selanjutnya terjadilah bentrok yang berakhir pada terbunuhnya bapak Hamamah, disebabkan diantara masyarakat mengetahui cara menghadapi ilmu kebal tersebut dengan cara menyerang dari belakang.

g. Ada kejadian yang mengejutkan bahwa ternyata rumah Tajul Muluk yang dibakar oleh massa menimbulkan  ledakan yang cukup besar, yang belakangan diketahui bahwa ledakan tersebut dipicu oleh remote control.

h. Dari bentrok tersebut yang menjadi korban adalah 1 orang meninggal bernama Hamamah, 1 orang kritis bernama Thohir dan 5 orang luka-luka terkena serpihan bom molotov, ranjau dan peledak  yang dibawa oleh komunitas Syi’ah, korban luka-luka ini semuanya dari masyarakat Sunni.

i. Dari bentrok yang terjadi, sampai saat ini kepolisian menangkap sekitar 7 orang atau versi lain 8 orang tetapi yang di tangkap adalah  masyarakat yang berfaham Sunni, tidak satupun komunitas Syi’ah yang memicu konflik diamankan oleh kepolisian samentara ini.

j. Jumlah rumah yang dibakar menurut laporan yang kami dapat sebanyak 9 rumah, dengan pemahaman bahwa setiap rumah yang ada di Sampang terdiri dari minimal 3 bangunan, yaitu rumah, dapur dan mushalla, hal inilah yang menyebabkan perbedaan jumlah yang dilaporkan.

5. Pada Tanggal 26 Agustus 2012 sekitar jam 12.00 WIB banyak media massa yang meminta wawancara khusus terkait kasus ini kepada KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum MUI Jatim), namun dijanjikan untuk wawancaranya hari Senin pagi dengan pertimbangan bahwa MUI perlu mengumpulkan bahan-bahan yang memadai.

6. Pada Hari Senin tanggal 27 Agustus 2012 jam 10.00 WIB wawancara dilakukan oleh KH Abdusshomad Buchori dengan beberapa Media Cetak, Elektronik dan Online dengan statement sebagai berikut :

a. MUI Jatim meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dan menahan  diri, baik masyarakat Karang Gayam yang berfaham Sunni, maupun Komunitas Syi’ah agar skala konflik tidak meluas.

b. Meminta kepada aparatur pemerintah agar melakukan langkah-langkah produktif dalam rangka menyelesaikan konflik yang terjadi demi terwujudnya situasi yang kondusif bagi ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.

c. Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi, tetapi penyelesaian yang dilakukan tidak tuntas dan komprehensif, sehingga dibutuhkan mekanisme penyelesaikan yang tidak hanya fokus pada kejadiannya saja, tetapi akar persoalan yang menjadi pemicu juga harus diselesaikan dengan baik, sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa dikemudian hari.

d. Ada statement keliru  yang disampaikan sebagian tokoh masyarakat terkait dengan penyebab terjadinya kekerasan  yang diakibatkan oleh fatwa MUI,  oleh karena itu perlu disampaikan  bahwa, fatwa kesesatan Syi’ah tersebut sebagai guidance (panduan, red) untuk menjaga Aqidah dan Syari’at bagi ummat Islam di Jawa Timur yang berjumlah 96,76 % dari 38 juta penduduk Jawa Timur yang pada umumnya berfaham Sunni, kalau semua faham menyimpang dan sesat dibiarkan berkembang dimasyarakat, maka akan terjadi disharmoni bangsa, bahkan di dalam fatwa tersebut ada klausul untuk tidak anarkis.


7. Pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2012 pukul 16.30 WIB, MUI Jawa Timur melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang yang diikuti oleh KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum), Drs. H. Abdurrachman Azis, M.Si (Ketua Bid. Infokom), Drs. H. Masduki, SH (Bendahara Umum) dan Mochammad Yunus, SIP (Sekretaris) untuk melakukan silaturrahim dengan MUI kabupaten Sampang, tim medis yang menangani korban dan beberapa masyarakat yang menjadi saksi kejadian.

8. Pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2012 pukul 13.30 WIB, MUI Jawa Timur mengikuti rapat bersama dengan PWNU Jatim, PC NU Sampang, MUI Sampang dan beberapa aktivis yang menyaksikan bentrokan yang terjadi, diantaranya adalah Ustad Nuruddin dan  Ustadz Ridho’i (Ketua Banser setempat), dalam rapat tersebut disepakati bahwa :

a. Masyarakat yang tinggal di desa Karang Gayam dan sekitarnya merasa aman, tenteram dan kondusif sebelum kedatangan Tajul Muluk dengan membawa aliran Syi’ah, gangguan keamanan, ketenteraman dan ketertiban terjadi  setelah masuknya ajaran Syi’ah di desa mereka yang dibawa oleh Tajul Muluk.

b. Yang  menjadi pemicu terjadinya konflik di masyarakat Karang Gayam dan sekitar adalah keberadaan Tajul Muluk dengan ajaran Syi’ah yang sampaikan  dengan menghalalkan berbagai cara, termasuk dengan iming-iming dana  kepada masyarakat setempat.

c. Kesimpulan rapat tersebut adalah bahwa kalau Syi’ah dikembangkan di Indonesia maka membuat Indonesia tidak aman dan berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

9. Komunitas Syi’ah yang ada memiliki kecenderungan kepercayaan diri berlebihan bahwa Syi’ah akan menjadi besar di Indonesia disebabkan oleh komentar-komentar para tokoh yang mengeluarkan statement akan melindungi minoritas di Indonesia dengan dalih Hak Asasi manusia, pemikiran seperti ini memiliki pengaruh besar terhadap usaha-usaha mereka untuk mengembangkan eksistensinya, karena merasa disokong oleh tokoh-tokoh yang berpengaruh di negeri ini, dan pada gilirannya membawa peluang terjadinya konflik yang lebih besar

10.  Untuk menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI, pemerintah seharusnya meningkatkan kapasitas dan kualitas serta memelihara dengan baik eksistensi Sunni di Indonesia dengan memberikan payung hukum terhadap keberadaannya, karena secara realitas Indonesia adalah Bumi Sunni.

11. Berdasarkan diskusi internal beberapa pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, dengan memperhatikan pernyataan Syeh Yusuf Qaradhawi terkait dengan hubungan Syia’ah dan Sunni di dunia, bahwa ajaran Syiah dan Sunni memiliki perbedaan pokok yang mendasar sehingga apabila ajaran Syi’ah dikembangkan di suatu Negara yang berfaham Sunni maka tidak akan memiliki titik temu demikian pula sebaliknya, hendaklah pengambil keputusan di negeri ini menjadikan statement tersebut  sebagai referensi dalam rangka mengambil keputusan terbaik dalam mengahadapi kasus – kasus konflik berlatar belakang Syi’ah – Sunni di Indonesia.

12.  Mengharap dengan hormat agar pemerintah, baik Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Negarawan ,Akademisi, Politisi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Budayawan, Seniman dan golongan “The have”, hendaklah memiliki pemikiran yang jernih, cerdas dan  visioner untuk menyelamatkan negeri tercinta Indonesia dari kehancuran.

13.  Demikian laporan kami yang pertama, sehingga apabila ada perkembangan baru  akan kami sampaikan pada laporan berikutnya.


Surabaya, 10 Syawal 1433 H/28 Agustus 2012 M

Seni Mencinta ala Erich Fromm: Mengapa Cinta Itu Skill, Bukan Sekadar Vibes!

  Seni Mencinta ala Erich Fromm: Mengapa Cinta Itu Skill, Bukan Sekadar Vibes!   Pernah gak sih kamu ngerasa kalau urusan cinta zaman ...