Kamis, 13 Agustus 2026

Merdeka yang Bernyawa

 

Merdeka yang Bernyawa

Merdeka itu bukan cuma lepas dari borgol besi,
tapi saat nalar bebas menyala di kepala,
berdiri tegak di atas hukum yang adil,
dan bebas dari rasa takut yang mengekang diri.

Suara kita bukan lagi barang mati yang dibungkam,
tapi ikut merajut masa depan bersama-sama.
Kita bukan penonton yang bosan di pinggir jalan,
tapi denyut nadi yang menghidupkan negeri ini.

Kursi kekuasaan bukanlah singgasana buat foya-foya,
melainkan pundak berat penuh tanggung jawab nyata.
Siang dan malam jadi saksi keringat pengayom bangsa,
memastikan rakyat hidup tenang tanpa air mata.

Bumi ini dibenahi bukan buat segelintir orang saja,
tapi biar adilnya rata sampai ke pelosok,
biar beras aman di gubuk petani yang bekerja,
dan tiada lagi lapar yang dibiarkan menderita.

Merdeka adalah janji suci merawat manusia seutuhnya,
bukan garis finish dari sebuah cerita,
tapi fajar baru yang terus menyala selamanya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siklus Waktu dan Bayang-Bayang Krisis: Mengapa Sejarah Selalu Berulang?

  Siklus Waktu dan Bayang-Bayang Krisis: Mengapa Sejarah Selalu Berulang? Krisis ekonomi global sering datang seperti tamu tak diundang na...