Jumat, 03 Agustus 2012

FILOSOFI WAYANG: dari beberapa artikel terpilih

Enam Nilai Berharga dari Filosofi Wayang

 

Oleh Aditya permadi


Bahwa masusia adalah mahluk yang diciptakan Tuhan dengan segala kesempurnaannya, memiliki akal dan budi. Untuk menimbang dan menentukan pilihan mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak seperti hewan yang hanya hidup berdasarkan insting semata, tidak lebih. Sejatinya manusia diciptakan tak ada yang sia-sia, semua ada peranannya dan ada porsinya masing-masing.

Juga pada suatu bangsa, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Dalam hal ini seorang pemimpin mempunyai peran sebagai imam dalam suatu bangsa, mengayomi rakyatnya, mendengarkan suara rakyatnya, mensejahterahkan kehidupan rakyatnya, dsb.

Tapi apa yang dilakukan para pemimpin dan pengurus bangsa ini, yang seenaknya merampas hak milik rakyatnya tanpa ia sadari bahwa Tuhan telah memberikan porsi kehidupan mahluk yang ada di alam semesta ini dengan seadil-adilnya.
“Inilah bangsa kita, bangsa krisis hati dan moral. Bangsa yang tak pernah maubersyukur akan segala kekayaan sumber daya alam yang telah Tuhan berikan untuk Indonesia
Manusia perlu menanamkan dalam diri enam nilai-nilai universal pada filosofi wayang sebagai pondasi kehidupan. Bahwa manusia harus memiliki rasa Empati, Kejujuran, Keadilan, Saling Menghargai, Tanggung Jawab dan Loyal Terhadap Negara.

Enam nilai universalal yang terdapat pada filosofi wayang itu meliputi:

1. Empati (Caring)
Artinya setiap mahluk yang hidup di bumi ini haruslah memiliki sikap empati kepada semua mahluk, baik kepada manusia lain, tumbuhan, atau sama hewan sekalipun. Karena sikap empati akan menjadikan seseorang menjadi peka terhadap kehidupannya dan kehidupan orang lain juga untuk menciptakan hidup damai serta selaras.

2. Kejujuran (Trustworthiness)
Alangkah indahnya hidup jika setiap manusia menanamkan rasa kejujuran dalam diri, mungkin tidak ada korupsi yang saat ini menjadi budaya di bangsa kita. Kata ini mudah diucapkan namun terkadang sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan, ada saja kebohongan-kebohongan kecil yang kita lakukan dan tanpa kita sadari kebohongan kecil itu akan menjadi terbiasa dan berujung pada kebohongan besar.“Kejujuran itu terkadang membuat kita sulit, tetapi kesulitan yang lebih besar akan timbul takakala kita ketahuan tidak jujur”.

3. Saling Menghargai (Respect)
Ya. Hidup ini juga akan menjadi tentram jika di antara kita, yang muda terhadap yang tua ataupun sebaliknya, yang tua kepada yang muda saling menghargai satu sama lain. Sikap inilah yang menjadi sebuah suksesnya kehidupan bermasyarakat, karena tidak mengedepankan ego dan ke “aku-an” sehingga akan menciptakan kehidupan yang indah serta kebahagiaan dalam kebersamaan.

4. Tanggung jawab (Responsibility)
Ini juga salah satu sikap yang juga harus ada pada setiap diri manusia, khususnya kepada para pemimpin. Bertanggungjawablah kalian sebelum menanggungnya di akhirat kelak atas segala apa yang kalian lakukan di dunia ini, apalagi sampai merugikan banyak orang dan alam sekitar. Karena mesrusak alam sedikit saja berarti membunuh kehidupan, apakah kita mau dicap sebagai seorang pembunuh? Dalam hal ini bisa kita lihat dari saudara kita yang berada di sekitar galian PT. Lapindo Brantas, mereka tak pernah menyangka bahwa tanah yang mereka pijak dari turun-temurun kini harus lenyap tak tersisa dilahap lumpur dengan jutaan kubik. Rumah, mata pencaharian, sekolah, sampai makam pun harus lenyap. Ironi. Dan jangan keget kalau tingkat pengangguran semakin banyak. HEI PELAKU KEJI PENIKMAT KEKAYAAN BUMI DI SIDOARJO, TANGGUNG JAWAB! JANGAN HANYA BISA MERUSAK, TANGGUNG JAWAB! KEMBALIKAN KEHIDUPAN MEREKA, TANGGUNG JAWAB!

5. Keadilan (Fairness)
Bicara soal kedilan di negara kita sepertinya menjadi hal yang tabu dan menjadi kompleks dari segala persoalan yang ada. Adil itu sudah bisa dibeli dengan uang dan kedilan itu hanya terasa nikmat kepada orang yang berkuasa serta mempunyai uang. Lalu bagaimana rasa keadilan bagi rakyat jelata? Ah pahit sekali. Sepertinya sikap adil itu sudah mulai luntur pada orang-orang di negri ini, khususnya para pemimpinnya. Bisa kita lihat para koruptor, perampas hak milik rakyat, mereka bisa tetap merasakan senang sekalipun di dalam jeruji besi. Tapi tidak untuk rakyat jelata yang mencuri ayam untuk bisa bertahan hidup dari segala gencatan kehidupan, harus merasakan pedih atas ketidakadilan yang diterimanya. Percayalah adil itu sejatinya sebuah sikap atau perilaku yang jika dilakukan tidak ada yang merasa dirugikan, semua mendapatkan porsinya masing-masing.

6. Loyal pada Negara (Citizenship)
Kita juga harus memiliki sikap loyal terhadap negara, walau kita bukan atlet atau pejuang sekalipun. Tapi setidaknya kita bisa melakukan itu dengan cara ikut sama-sama membangun dan meningkatkan kualitas kehidupan di lingkungan kita, mengeksplor sumber daya alam yang ada, memanfaatkan, lalu melestarikan. Karena siapa tau akan menghasilkan sebuah dampak positif terhadap masyarakat, bangsa, serta negara. Sehingga kita bisa membantu meringankan beban negara, untuk bisa menuju kehidupan sejahterah.
Alangkah baiknya dari enam nilai universal itu juga dibarengi dengan membangun pondasi keimanan dengan cara menanamkan rasa cinta dan rasa takut kepadaNYA. Karena hal tersebut akan membuat hati kita selalu dipenuhi oleh rahmatNYA dan hati bersih dari segala noda kehidupan.
Jika hati telah bersih, niscahaya segala hal yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang positif dan memberikan kemanfaatan bagi mahluk lainnya. Karena hati yang bersih dapat menjadi kompas kehidupan yang nintinya akan berujung pada hidup yang diridhoiNYA.


Pemahaman Nilai Filosofi, Etika dan Estetika Dalam Wayang

ABSTRAK

Wayang termasuk karya seni dan budaya Indonesia yang adi luhung. Di samping bernilai filosofi yang dalam, wayang juga sebagai wahana atau alat pendidikan moral dan budi pekerti atau yang dikenal dengan etika. Dunia perwayangan memberi peluang bagi orang Jawa untuk melakukan suatu pengkajian filsafi dan mistis sekaligus. Di sisi lain, cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang di dalamnya memuat ajaran budi pekerti yang menyiratkan tentang perihal moral. Bahkan bidang moral merupakan anasir utama dalam pesan-pesan yang disampaikan wayang. Sebagai jenis kesenian yang mencakup beberapa cabang seni (seni teater, ukir, musik, dan sastra), estetika wayang begitu indah dan mempesonakan. Nilai filosofi, etika, dan estetika itulah yang jika ditemukan dalam ritual ruwatan, sebuah tradisi kebudayaan Jawa yang ditandai dengan pergelaran wayang purwa cerita Bathara Kala dalam lakon “Murwakala”

PENDAHULUAN

Banyak orang, terutama bangsa Barat menganggap, pertunjukan wayang kulit sebagai shadow play atau schaduwenspel, sebuah permainan dengan bayang-bayang. Anggapan demikian terlalu naif. Pergelaran wayang tidak bisa disamakan dengan show boneka panggung Michael Meschke (73) asal Swedia di Teater Kecil TIM awal Maret 2005 lalu, yang diadaptasi dari teknik wayang Jepang, Bunraku. Wayang mengandung arti jauh lebih dalam. Ia mengungkapkan gambaran hidup semesta atauwewayanganing ngaurip, yang tidak ada hubungannya dengan bayang-bayang berupa silhouette hitam pada kelir yang ditimbulkan oleh sesuatu benda yang diterangi blencong.

Wayang memberikan gambaran lakon perikehidupan manusia dengan segala masalahnya yang menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitannya. Dalam wayang selain tersimpan nilai moral dan estetika, juga nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa. Melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru pandangan dan sikap hidup umat manusia dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidup.

 Hal itulah yang dirasakan Dr Franz Magnis Suseno SJ, seorang sarjana filsafat dan rohaniawan kelahiran Jerman yang kini bermukim di Jawa. Setelah menekuni wayang, sampaikah dia pada kesimpulan bahwa dalam memasuki kebudayaan Jawa, ternyata manusia memasuki kesadaran paling dalam seluruh umat manusia. Kebijaksanaan Jawa yang paling dalam, ternyata milik seluruh umat manusia. 1) Cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang memuat ajaran budi pekerti. Bahkan bidang moral, merupakan anasir utama dalam pesan-pesan wayang.

 Dua aspek (filosofi dan etika) dalam wayang ini disempurnakan dengan nilai estetika wayang sehingga seni wayang yang mencakup cabang kesenian ini (seni teater, musik, sastra, ukir, dan sebagainya), menjadi sebuah seni yang bernilai tinggi. Bisa dipahami, jika di tahun 2004 lalu, seni dan budaya wayang kulit dari Indonesia ini (the Wayang Puppet Theater of Indonesia) dinobatkan sebagai karya adiluhung (masterpiece) oleh PBB. Menurut Unesco, 28 jenis seni dan kebudayaan di dunia ini, wayang kulit menempati urutan pertama sebagai karya adi luhung lisan warisan kemanusiaan yang tak dapat dinilai (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

I PENGERTIAN ISTILAH

Sebagai kelanjutan dari yang disebutkan dalam pendahuluan, perlu disampaikan uraian mendalam dalam sebuah judul “Pemahaman Nilai Filosofi, Etika, dan Estetika dalam Wayang”. Untuk memperoleh kesamaan tolak pangkal berpijak dan guna menghindari kesimpangsiuran interpretasi, perlu kita sepakati apa yang dimaksud dengan nilai, filosofi, etika, estetika, dan wayang, dalam makalah ini.

Nilai

Perkataan “nilai” dapat didefinisikan sebagai perasaan tentang apa yang baik atau apa yang buruk, apa yang diinginkan atau apa yang tidak diinginkan, apa yang harus atau apa yang tidak boleh ada (Bertrabd 1967). Nilai berhubungan dengan pilihan, dan pilihan itu merupakan prasyarat untuk mengambil suatu tindakan. Seorang berusaha mencapai segala sesuatu yang menurut sudut pandangannya mempunyai nilai-nilai. Robin Williams (1960) membicarakan “nilai sosial”, yaitu nilai yang dijunjung tinggi orang banyak. Ada juga “nilai etika atau moral”, yakni ketentuan-ketentuan atau cita-cita dari apa yang dinilai baik atau benar oleh masyarakat. Satu lagi, “nilai budaya” yakni konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagai besar masyarakat, mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup. (Koentjaraningrat 1980).

Filosofi

Istilah filosofi berasal dari kata Yunani “philosophia” yang berarti “cinta kearifan”. Kata lain dari filosofi adalah filsafah, falsafah, falsafat), yang berarti pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada. Sebab, asal, dan hukumnya. Definisi lain, ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi. Sementara Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS Poerwadarminta didefinisikan dengan : pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab, asas hukum, dan sebagainya tentang segala yang ada dalam alam semesta, ataupun mengenai kebenaran arti “adanya” sesuatu.

Filsafat menurut anggapan orang Jawa ialah, usaha manusia untuk memperoleh pengertian dan pengetahuan tentang hidup menyeluruh dengan mempergunakan kemampuan rasio plus indera batin (cipta-rasa). Maka bagi kita, berfilsafat berarti “cinta kesempurnaan” (ngudi kasampurnan, ngudikawicaksanan) dan bukan semata-mata “cinta kearifan”. 2) Jika orang jawa menyebut bahwa wayang mengandung filsafat yang dalam, dunia perwayangan memberi peluang bagi orang Jawa untuk melakukan suatu pengkajian filsafi dan mistis sekaligus. Dunia perwayangan kaya sekali dengan lambang ataupasemon, bahkan hampir seluruh eksistensi wayang itu sendiri adalah “pasemon”.

Etika

Bidang yang bersifat normatif, yang bersangkut paut dengan kesusilaan (akhlak, moral), merupakan salah satu bidang filsafat yang disebut “etik” atau “etika”. Dalam hal ini, etik memberi nilai buruk atau baik atas perbuatan seseorang. Dengan demikian, etik atau etika (ethice), merupakan filsafat tingkah laku yang di dalamnya memuat perihal penilaian, yaitu penilaian terhadap tindakan yang dapat dikatakan baik atau buruk berdasarkan ukuran-ukuran tertentu. 

Oleh karena itu, Miklananda mendefinisikan etika sebagai ilmu yang mengajarkan manusia “bagaimana seharusnya hidup”, atau Plato memandangnya sebagai ilmu yang mengajar manusia “bagaimana manusia bijaksana hidup”, (Hazim Amir 1991; 97). Hal ini sesuai dengan konsep etika menurut wayang yakni mendidik manusia ke arah tingkah laku yang sempurna, yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Estetika

Estetika (estetis) adalah cabang filsafat yang mempersoalkan seni (art) dan keindahan (beauty). Istilah estetika berasal dari kata Yunani “aesthesis”, yang berarti pencerapan indrawi, pemahaman intelektual, atau bisa juga berarti pengamatan spiritual. Istilah art (seni) berarti seni, keterampilan, ilmu, atau kecakapan. Keindahan atau estetika merupakan bagian dari sebuah filsafat, sebuah ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi. Batasan keindahan sulit dirumuskan. Karena keindahan itu abstrak, identik dengan kebenaran. Maka batas keindahan pada sesuatu yang indah, dan bukannya pada “keindahan sendiri”

Wayang.

Yang dimaksud wayang di sini, pertunjukan panggung atau teater atau dapat pula berarti aktor dan aktris. Wayang sebagai seni teater berarti pertunjukan panggung di mana sutradara (dalang) ikut bermain yang peranannya dapat mendominasi pertunjukan seperti dalam wayang Purwa di Jawa, wayang Ramayana di Bali, dan wayang Banjar di Kalimantan.. 3) 

Ada puluhan jenis wayang yang terbesar di Indonesia. Dari semua jenis wayang itu, yang paling terkenal dan tersebar luas di dalam dan di luar negeri adalah, wayang purwa. Sebuah jenis pertunjukan wayang kulit lakon-lakon yang semula bersumber pada cerita kepahlawanan India, yaitu Ramayana dan Mahabharata. Dari Jawa Timur, wayang purwa menyebar ke Bali, Kalimantan, dan Sumatra dan dipentaskan dengan bahasa-bahasa setempat. Wayang purwa atau wayang kulit (meski nama ini tidak tepat), telah disebut dalam Kakawin Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa di zaman Airlangga (109-1043), dalam sarga V syair ke-9.

Wayang yang dibahas dalam makalah ini adalah jenis wayang purwa, yang difokuskan pada telaah ritual ruwatan dengan lakon Murwakala. Di sini digunakan cara pendekatan yang berpangkal tolak dari penguraian wayang purwa, yang ciri-ciri pokoknya dapat dibandingkan dengan jenis-jenis wayang lainnya.

NILAI FILOSOFI WAYANG

Filsafat dan wayang, keduanya tidak dapat dipisahkan. Berbicara tentang wayang berarti kita berfilsafat. Wayang adalah filsafat Jawa. Karena wayang mengambil ajaran-ajarannya dari sumber sistem-sistem kepercayaan, wayang pun menawarkan berbagai macam filsafat hidup yang bersumber pada sistem-sistem kepercayaan tersebut, yang dari padanya dapat kita tarik suatu benang merah filsafat wayang.

Tujuan Hidup Manusia

Hidup haruslah berdasarkan kepada apa yang dinamakan kebenaran. Dan menurut wayang, “kebenaran sejati” (ultimate truth) hanyalah datang dari Tuhan. Untuk mendapatkan ini, manusia harus dapat mencapai “kesadaran sejati” (ultimate awareness) dan memiliki “pengetahuan sejati” (ultimateknowledge). Untuk itu, manusia harus dapat melihat “kenyataan sejati” (ultimate reality) dengan melakukan dua hal. Pertama, mempersiapkan jiwa raganya sehingga menjadi manusia yang kuat dan suci, dan kedua memohon berkah Tuhan agar dirinya terbuka bagi hal-hal tersebut (tinarbuka).

Dimaksudkan terbuka di sini adalah, sesuatu yang dicapai bukan melulu dari kekuatan penalaran atau rasio. Saat rasio terhenti, untuk mencapai kebenaran sejati, manusia harus menggunakan “rasa sejati” (ultimate feeling) melalui mistik. Jika filsafat oleh orang Barat dilakukan atas dasar rasio semata (akal, budi, pikiran, nalar), maka bagi dunia kejawen pengkajian kebenaran dilakukan melalui rasio plus indera batin. Inilah bedanya antara “ilmu” dan “ngelmu”. Dengan mistis, manusia dapat melihat “kenyataan sejati” tentang dirinya, asal mula diri dan kehidupannya, yang semua itu dirangkum dalam ajaran “sangkan paraning dumadi” (asal mula dan akhir kehidupan manusia). 4)

Wayang semacam “Kitab Undang-undang Hukum Dharma” (KUHD) yang menuntun manusia dalam meniti jalan kehidupan antara “sangkan” (asal) dan “paran” (tujuan) menuju yang abadi (Tuhan). UU Dharma itu tidak dituang dalam berbagai bab, pasal, dan ayat sebagaimana UU Hukum Kenegaraan,malainkan terjalin dalam serangkaian kisah-kisah simbolik yang menarik semacam “dharmakathana” atau “dharmmasarwacastra” yang menggambarkan pertarungan dua kekuatan yang berlawanan dalam diri manusia. 

Kekuatan destruktif (napsu rendah, keangkaramurkaan) yang menuju kepada kemungkaran (hidup sesat, urip sasar-susur), dan satu lagi kekuatan konstruktif (napsu luhur, keutamaan) yang mengangkatnya kepada kebenaran. 5) Sebagai pasemon, perlengkapan wayang seperti kotak kelir, blencong, dan dalang yang digunakan dalam pertunjukan wayang, juga mengandung nilai filosofi tentang ilmu sangkan paraning dumadi. 

Kelir melambangkan jagad kang gumelar, blencong sebagai surya yang meneranginya, wayang diperjalankan oleh dalang yang melambangkan Gusti, sementara kotak sebagai alam baka setelah berkiprah di jagad “pakeliran”.

Seni pertunjukan wayang itu sendiri, juga mengandung nilai filosofi. Sebagai contoh, gending-gending pembukaan (talu) yang mengawali sebuah pergelaran wayang, sudah dibakukan jenis dan urutannya. Gending patalon itu terdiri dari Cucur bawuk, dilanjutkan Pare Anom, Ladrang Srikaton,Ketawang Sukmailang, naik ke Gending Ayak-ayakan Manyura dan Srepegan Manyura, dan dipungkasi Gending Manyura.

 Gending patalon ini melambangkan suatu tataran tingkat kehidupan manusia, atau penjelmaan zat. Gending patalon ditabuh sebelum pertunjukan sebagai lambang penjelmaan zat sebelum manusia lahir di alam kehidupan nyata. Ini berarti, rancangan tataran tingkat kehidupan manusia sudah ada terlebih dulu di zaman alam baka.

Ketauladanan dalam Wayang

Manusia sebagai makhluk batas antara kedua kekuatan yang berlawanan (konstruktif dandestruktif), selalu diharapkan kepada suatu pilihan yang dilematis, yakni konflik dengan dirinya sendiri. Di sini, terserah kepada manusia sendiri jalan mana yang dipilihnya, dengan resiko masing-masing. Dalam menghadapi dualisme demikian ini, manusia memerlukan pemimpin yang dianggap bisa membimbing dan menuntunnya menuju jalan yang benar menurut ajaran dharma yang berlaku dan dianutnya.

Secara teologis, kepemimpinan dalam agama atau kepercayaan adalah petunjuk Tuhan dalam Kitab Suci (Alquran, Bible, Wedha dan sebagainya). Yang berwujud figur manusia, bisa berupa Nabi, Rasul, dan Orang-orang Suci. Ada beberapa tokoh pewayangan yang bisa dijadikan pemimpin atau panutan bagi manusia hidup di dunia. Uniknya, dalam sistem filsafat perwayangan, tokoh pemimpin sentralnya ternyata bukanlah seorang raja yang menjadi pahlawan dalam sebuah lakon seperti Sri Ramawijaya, Prabu Basukarna, Sri Kresna, Prabu Suyudana, atau Bathara Guru. Lalu siapa? Kiai Semar Badranaya sang panakawan (punakawan). Para panakawan adalah sahabat-sahabat yang arif. Mereka selalu mengabdi kepada kesatria yang berbudi luhur, dari pihak yang memperjuangkan kebenaran dan keagungan.

Semar adalah tokoh Panakawan asli bangsa Indonesia sejak 2500 tahun lalu. Tetapi dalam kisah perwayangan, Semar adalah Bathara Ismaya. Dewa ini turun ke bumi di Karangkedhempel dengan misi suci mengabdi kepada manusia yang berbudi luhur.

 Istilah Jawanya, “dewa ngawula kawula kang ngawula dewa’, dewa mengabdi manusia yang beriman kepada Tuhannya. Jika nabi dari rasul adalah pemimpin yang mendasarkan kepemimpinannya atas ajaran Kitab Suci, Semar kepemimpinannya atas kelima prinsip “sangkan paraning dumadi”. Semar lebih banyak berada di belakang layar sebagai panakawan (abdi, batur) yang selalu “tut wuri handayani’.

 Karena itu, siapa saja yang diemong Semar (yang berarti iman kepada Allah), akan memperoleh kejayaan. Sebagai pasemon, Semar melambangkan kesadaran kita yang paling dalam, yakni rasa eling (ingat). Rasa eling inilah yang memimpin kita meniti jalan kehidupan kita antara sangkan dan paran menuju “Yang Abdi”. Rasa eling ini diharapkan senantiasa melindungi kita dari goda dan bencana. Jika dalam menghadapi kemelut apapun dan sebesar apapun, kita selalu eling dan waspada, insya Allah kita akan aman dan rahayu slamet nir sambekala.

Aspek Filosofi dalam Ritual Ruwatan

Satu lagi aspek pertunjukan wayang yang mengandung nilai filosofi adalah, ritual ruwatan. Awal mulanya, wayang memang sebagai upacara keagamaan masyarakat Jawa yang berkepercayaan animisme dan dinamisme, tetapi kemudian menjadi sarana ritual ruwatan dan pertunjukan yang profan. Ritual ruwatansejak zaman Majapahit ini bisa dilihat pada relief yang dibangun di zaman itu seperti pada Candi Sukuh (Jateng) dan Candi Tegalwangi (Jatim). 

Ruwatan bertujuan untuk membersihkan manusia dari kesialan (sukerta) demi penyelamatan manusia melalui ritual tertentu dan pergelaran wayang ruwatan dengan lakonMurwakala. Ritual ini masih sering dilakukan masyarakat Jawa, baik secara perorangan maupun berupa ruwatan massal. Seluruh pola lakon Murwakala bersumberkan asli Jawa, yang bisa ditilik dari rekaman nama-nama para pelakunya seperti Jusmati, Nyai Randha Prihatin, dan Buyut Wangke. Bahkan Bathara Wisnu pun beralih nama menjadi Dalang Kandha Buwana, dan Narada menjadi Pengendhang Karurungan.

Sinopsis lakon Murwakala dengan ritual ruwatan itu sebagai berikut. Bathara Kala adalah putra Sang Hyang Manikmaya (Bathara Guru) dengan Dewi Umayi yang keenam. Ketika keduanya pesiar mengendarai Lembu Andini, Manikmaya terangsang berat untuk menyenggamai istrinya. Karena Umayi menolak, dia dikutuk menjadi raseksi bernama Bethari Durga dan bermukim di Setra Gandamayit. Mani (kama, rahsa) Manikmaya jatuh ke samudra dan lahirlah bayi raksasa yang membuat keonaran di laut.

 Hal ini membuat Dewa Laut mengadu ke Suralaya, yang kemudian mengerahkan para dewa untuk memeranginya, namun kalah. Baru setelah dikenai aji kemayan, bayi itu menyerah. Taring kanannya dipotong dan berubah menjadi keris Kalanadah, sedang taring kiri berubah menjadi Kaladita. Bayi raksasa itu kemudian diakui sebagai anak Bathara Guru dan dinamai Bathara Kala diberi wewenang untuk menjadijalma atau janma sukerta dan orang aradan, yaitu orang yang lalai dalam kehidupannya.

Dahi Bathara Kala digores dengan tiuisan Rajah Kalacakra. Bagi orang yang mampu membacanya, dia terlepas jadi santapannya. Bathara Kala juga diberi gada (bedana) oleh Bathara Guru untuk memburu calon mangsanya. Pemberian hak dan wewenang istimewa ini diprotes Bethara Narada karena dianggap berlebihan yang mengakibatkan kekacauan di dunia.

 Bathara Guru menginsyafi kesalahannya dan kemudian mengutus Bathara Wisnu sebagai Dalang Kandha Buwana untuk menggagalkan ulah Bathara Kala. Ketika Kandha Buwana sedang memainkan wayang lakon Murwakala, datanglah Bathara Kala mengejar-ngejar mangsanya yang jalma sukerta. Maksudnya menjadi terhalang ketika Kandha Buwana mampu me-wedar-kan Rajah Kalacakra di dahi Bathara Kala. Demikianlah, Bathara Kala lalu di-ruwat atau disucikan ki dalang, termasuk mangsanya pun ikut tersucikan.

Ada 136 jenis dan kriteria janma sukerta tandha kala yang menjadi mangsa Bathara Kala sehingga orang itu perlu di-ruwat. Ruwatan dengan aneka sesajian seperti nasi gurih, tumpeng robyong, jadah, bubur, sirih, buah, bunga, telur ayam, sepasang burung dan lain-lain menurut bentuk ruwatan yang akan dijalankan. Seluruh upacara dipimpin oleh dalang, Selain adat potong rambut dan yang diruwat mengenakan busana kain putih (lawon), yang pasti ditandai dengan pergelaran wayang kulit dengan lakonMurwakala. Biasanya pergelaran ruwatan ini diselenggarakan di siang hari.

Ritual ruwatan yang merupakan tradisi Jawa yang bisa dianggap sebagai kegiatan yang irasional. Tetapi seperti disebutkan di muka, kebenaran dalam dunia kejawen tidak selamanya harus mandek pada rasio, tetapi rasio plus indera batin. Pendekatan ruwatan haruslah dengan pendekatan kultural yang dalam hal ini budaya Jawa. Filosofi dari ritual ruwatan harus dipandang sebagai sarana untuk membebaskan predikat sukerta manusia. Manusia sukerta adalah manusia yang dilahirkan secara kodrati membawa kelainan psikologis (bukan sakit jiwa). Sehingga memerlukan terapi khusus berupa ruwatan. Ruwatandilakukan oleh dalang sejati Kandha Buwana yang sudah mempunyai dalam hal ngelmu sangkan paraning dumadi melalui ajaran yang tersirat dalam Rajah Kala Cakra.

Ruwatan merupakan hasil budaya manusia Jawa yang mengandung simbol ajaran-ajaran yang dalam tentang kehidupan. Budaya ini bisa dikaji melalui berbagai disiplin ilmu: pedagogi, psikologi, antropologi, filsafat, dan juga melalui budaya spriritual. Lewat ruwatan, diharapkan mampu membuka kesadaran yang paling dalam pada diri manusia untuk mengenali diri sendiri dan kedudukannya di tengah kehidupan alam semesta.

 Dengan penyadaran itu, diharapkan manusia menjadi tinarbuka dan menyadari akan kekuatan dan kelemahannya, serta menyadari alam kekuasaannya dan kepasrahannya. Pada hakikatnya, ruwatan merupakan simbol penyelamatan kondisi psikologis manusia, melepaskan diri dari sukerta atau kesialan. Hilangnya gigi atau taring Bathara Kala, memperjelas pemaknaan simbolik yang dikandung, bahwa yang diincar sebagai mangsanya bukan bentuk fisiknya, melainkan ketimpangan psikisnya yang tak seimbang. Terapinya lewat jalur kultural, yakni pembudayaan dan pendidikan yang holistik.

NILAI ETIKA DALAM PERWAYANGAN

Nilai etika yang dibahas dalam makalah ini, adalah nilai-nilai yang terkandung dalam cerita wayang, baik menurut babon Ramayana atau Mahabharata maupun cerita dalam lakon pedhalangan. Cuplikan cerita hanya merekomendasi sebagian tata nilai dari kompleksitas nilai budaya yang pernah berkembang pada masyarakat Jawa Kuna.

Anasir Pendidikan Etika dalam Wayang

Cerita perwayangan memuat anasir pendidikan. Karena itu, dapat digunakan sebagai salah satu media dalam upaya untuk mengubah tingkah laku atau sikap seseorang dalam rangka mendewasakan manusia. Cerita wayang bukan saja merupakan salah satu sumber pencarian nilai-nilai bagi kelangsungan hidup masyarakat, namun juga sebagai wahana atau alat pendidikan. 6) 

Sebagai alat pendidikan, wayang menawarkan ajaran dan nilai-nilai yang tidak secara dogmatis sebagai indotrinasi. Terserah penikmat menafsirkan, menilai, dan memilih nilai-nilai itu. Karena itu, satu sisi tokoh Kumbakarna bisa dinilai sebagai pengkhianat karena berpihak kepada Rahwana kakak kandungnya yang menculik Dewi Sinta, namun di sisi lain dia bisa dinilai sebagai pahlawan karena jiwa patriotiknya membela Tanah Airnya. Ajaran dan nilai-nilai tersebut juga dihadirkan melalui tokoh-tokoh tertentu seperti Bambang Sumantri yang patriotik, atau Puntadewa yang ,ukhlis, dan Dewi Sembadra yang feminis.

Karena cerita wayang merupakan wahana atau alat pendidikan, wayang merupakan wahana bagi proses sosialisasi ataupun enkulturasi. Bahkan dengan proses sosialisasi, wayang mengemban fungsi edukatif mempersiapkan anggota masyarakat agar mampu memainkan peran-peran sosial sesuai dengan pilihan hidupnya, dengan jalan mengembangkan sikap mental, menanamkan nilai-nilai dan kemampuan mengendalikan diri, dan memberikan orientasi pemahaman.

 Wayang merupakan salah satu wahana untuk mendewasakan manusia secara sosial (maturasi), sebagaimana yang diharapkan oleh Begawan Abiyasa kepada para Pandawa lewat adegan wejangan-nya. Karena itu, cerita wayang merupakan cerita didaktik yang didalamnya memuat ajaran budi pekerti yang menyiratkan tentang perihal moral. Bidang yang bersifat normatif, yang bersangkutan dengan kesusilaan atau akhlak, merupakan salah satu bidang filsafat yang disebut “etika”, dalam hal ini etika memberi nilai buruk atau baik atas perbuatan seseorang.

Komunikasi Simbolik dan Media Ekspresi

Kehadiran wayang tidak dapat dipisahkan dalam komunikasi. Sebab, di samping isinya menggambarkan tentang bagaimana seharusnya manusia bertingkah laku dalam rangka interaksi antar umat manusia, juga mengemban fungsi sebagai media komunikasi, yakni menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan, utamanya yang berhubungan dengan bidang etik.

 Karena pesan-pesan etik senantiasa dikemukakan secara eksplisit, malah seringkali secara implisit tersirat dalam alur cerita, maka diperlukan penafsiran terhadap makna-makna simbolik yang tersirat. Untuk kepentingan komunikasi, dunia ideal itu dieksternalisasikan ke dalam dunia material, baik dalam bentuk perilaku verbal yang menghasilkan teks ataupun perilaku kinesik. Ditinjau dari idealisme, pergelaran wayang terkait dengan proses komunikasi, dimana pengetahuan dan kemauan yang berkenaan dengan etika dieksternalisasikan.

Internalisasi simbolik adalah interaksi dan komunikasi yang memberikan kehidupan sosial yang ditandai oleh penggunaan bahasa (dalam arti luas) atau tindakan-tindakan yang bersifat simbolik. Untuk menangkap makna-makna yang terkandung dalam cerita wayang, diperlukan interpretasi terhadap tingkah laku bersimbol dari pemeran cerita. Keberadaan wayang lebih terkait dengan proses komunikasi simbolik, tepatnya komunikasi simbolik satu arah. Banyak ahli berpendapat, bahwa 75 % dari pengetahuan manusia bisa sampai ke otaknya, melalui mata, dan selebihnya menggunakan indra pendengar dan indra-indra yang lain. Dengan demikian, menyampaikan pesan moral lewat wayang yang menggunakan media ekspresi audio-visual, merupakan cara yang lebih efektif dalam rangka pendidikan etik.

Nilai-nilai Etik dalam Wayang

Nilai etik yang dibahas dalam makalah ini adalah cerita atau lakon dalam perwayangan Banyak lakon yang mengandung nilai etika atau moral, seperti lakon Dewa Ruci tentang keteguhan hati seseorang, lakon Bale Sigala-gala tentang kuasa Tuhan yang menyelamatkan hambanya yang teraniaya. Nilai etika itu juga terdapat pada figur Semar sebagai pamong, di mana Semar yang hidup sepanjang zaman dalam pergelaran wayang purwa ini selalu mengabdi kepada para kesatria yang berwatak luhur. 

Biasanya induk semangnya bukan orang kaya, bahkan seringkali kesatria yang sedang sengsara menghadapi berbagai cobaan berat dalam perjuangan menegakkan kesatria yang sedang sengsara menghadapi berbagai cobaan berat dalam perjuangan menegakkan kesatria yang sedang sengsara menghadapi berbagai cobaan berat dalam perjuangan menegakkan kebenaran.

Meski hanya seorang abdi, namun nasihat-nasihat Semar pantang untuk dilanggar. Jika sekali dua kali dilanggar, maka celakalah asuhannya itu seperti yang diperagakan dalam lakon Kilat Bawana, Semar Kuning, Semar Papa, dan sebagainya. Baru setelah bendaranya minta maaf kepada Semar, mereka terlepas dari kesengsaraan. Namun, tidak selamanya Semar berada di belakang layar. Pada saat yang gawat, ia turun tangan mengambil inisiatif secara aktif. Saat Bathara Guru berlaku tidak adil dan menyeleweng dari hukum kebenaran (dharma), maka Semar tak segan-segan melabraknya tanpa ampun. Begitulah etika pemimpin yang diperagakan oleh tokoh Semar. Tentu banyak nilai etika yang diperoleh dari kisah atau figur-figurnya. Hampir setiap tokoh wayang, di samping memiliki sisi buruk juga memiliki sisi baik yang bisa diteladaninya.

Nilai Etik pada Lakon “Murwakala”

Nilai etika atau moral juga terdapat dalam lakon “Murwakala” yang digelar setiap ritual ruwatan.Murwakala mengisahkan tentang asal-usul kehidupan atau purwaning dumadi. Sebuah ajaran spiritualisme yang disampaikan lewat simbol dan pasemon, yang mendorong kita untuk melakukan kajian filsafati tentang kehidupan di dunia yang penuh tantangan ini. Tetapi, ajaran moral yang diproyeksikan dalam adegan akhir lakon “Murwakala”, justru sebenarnya yang menjadi inti ajaran spiritual yang perlu dimaknai secara cermat. Ia adalah sebuah terapi psikologis agar manusia mampu menguasai “Sang Kala” (kendala dan kerawanan) untuk meniti masa depannya.

Sebagai ajaran moral, cerita Murwakala mengingatkan manusia akan akibat dari perilaku seks menyimpang. Asal-usul manusia tidak bisa dipisahkan dari kejahatan seperti terjilma dalam tokoh Bathara Kala yang dari kama salah. Jadi Murwakala sebenarnya merupakan upaya orang Jawa untuk menerangkan adanya akibat kejahatan seks. Dalam dunia pendidikan, Bathara Kala yang dalam perwayangan berwanda barong ini, sebagai lambang keangkaramurkaan yang harus diperangi.

Mengapa Bathara Kala dilahirkan Bathara Guru, raja para dewa di Kahyangan? Orang Jawa selalu bertolak dari pengalaman konkrit. Dalam pengalaman itulah ia merasa bahwa sejak kelahirannya tidak bisa lepas dari pengaruh kejahatan. Kejahatan itu demikian besar pengaruhnya, sampai raja dewa pun terkena. Bukan Bathara Guru yang melahirkan kejahatan, tetapi ia terkenal oleh kejahatan (nafsu) sehingga lahirlah Bathara Kala. Bahwa Bathara Guru bisa terkena kejahatan, itu disebabkan oleh pandangan tradisional masyarakat Jawa tentang anthropoformisme para dewa. Dewa bisa berubah dan bertingkah laku seperti manusia, sehingga Bathara Guru pun bisa bersalah. Apalagi dalam pandangan orang Jawa, para dewa bukan termasuk tataran tertinggi yang sudah sempurna. Tataran tertinggi yang sempurna adalah jagad raya sendiri dan kesuciannya.

Tapi sekali lagi, orang Jawa tidak terlalu bersoal dengan teori akstrak tentang kejahatan. Yang lebih penting adalah penyelamatan dari kejahatan itu, sehingga acara ruwatan sebenarnya lebih merupakan praktik penyelamatan dari kejahatan daripada kisah asal-usul kejahatan itu sendiri. Kisah Bathara Kala bukanlah yang utama. Ia hanya semacam pengantar untuk masuk ke pelaksanaan ruwatan, di mana dalang mengucapkan kata-kata suci dan bertuah. Dalam pelaksanaan ruwatan itu dalang me-wedar-kan makna Rajah Kalacakra, yakni kawruh sejatining urip, pengetahuan tentang kehidupan sejati.

Dengan kekuatan ini manusia diharapkan mampu mengenyahkan keadaannya yang sukerta, dari keadaan tidak sempurna menjadi sempurna. Keadaan sukerta ini sebenarnya tidak terbatas pada kekurangan fisik seperti anak ontang-anting dan sebagainya, tetapi keadaan sukerta sendiri adalah keadaan umum, nasib dari setiap manusia. Artinya setiap manusia, entah berapa kadarnya, terkena oleh keganasan kejahatan. Maka setiap manusia sebenarnya perlu disucikan, perlu di ruwat agar menjadi sempurna. Ruwatan yang sebenarnya untuk membebaskan segala mala petaka (sukerta) kehidupan ini tiada lain adalah sebuah upaya melalui pendidikan yang holistik, termasuk pendidikan budi pekerti.

Orang memang harus berusaha sendiri menghapus keadaan sukerta, tetapi harus diingat bahwa penyempurnaan akhir tidak terletak pada dirinya, tapi pada kekuatan ilahi. Ucapan ruwatan pada hakikatnya adalah kepasrahan manusia untuk menyerahkan diri pada kekuatan ilahi agar kekuatan itu mampu mengenyahkan kejahatan pada dirinya dengan perantaraan seorang dalang yang dianggap bijaksana dan bisa menyelamatkan.

Nilai Estetika dalam Perwayangan

Sebagai sebuah pertunjukan, wayang memiliki nilai estetik yang begitu tinggi. Sama dengancuriga (pusaka), kuda (kendaraan), dan kukila (burung), kesenian wayang merupakan klangenan bagi orang Jawa. Ini dikarenakan, wayang bukan saja memiliki filosofi yang begitu dalam, namun juga bernilai estetik tinggi.

Pelaksana dan Peralatan Wayang

Sebagai karya seni, pergelaran wayang meliputi beberapa cabang kesenian (seni teater, ukir, sastra, musik). Dari unsur pelaksana dan peralatan, wayang terdiri dari dalang (sutradara), niyaga (pemain gamelan) dan pesinden (penyanyi wanita) atau gerong (kor penyanyi pria). Dari unsur peralatannya terdiri dari wayang kulit, kelir, blencong (lampu tradisional), gedhebog (batang pisang), kothak, cempala (kayu pemukul kotak), kepyak (dari kuningan), dan gamelan. Sedang unsur pertunjukan yang bisa dilihat adalahsabetan (gerak wayang), dan yang didengar meliputi (janturan), carios atau kandha, ginem (pocapan)suluk, tembang, dhodhogan, kepyakan, gendhing, gerong, sindhenan.

Betapa tinggi nilai estetika pada wayang di antaranya bisa dilihat dari seni ukir wayang (tatah sungging). Pembuatan setiap tokoh wayang, memiliki ciri dan watak tersendiri. Bineka wayang itu tidak menggambarkan manusia secara wajar, tetapi watak berbagai tokoh dalam dunia perwayangan. Setiap wayang melukiskan secara wajar, tetapi watak berbagai tokoh dalam dunia perwayangan. Aetiap wayang melukiskan watak tertentu dan dalam keadaan batin tertentu.

 Setiap pola bentuk wayang memiliki wanda, ungkapan watak atau ekspresi batin. Wanda wayang Kresna misalnya, berbeda dengan wanda Arjuna. Sementara wanda Arjuna beraneka ragam pula jenisnya, seperti wanda kinanthi, kanyut, mangu dan sebagainya. Setiap wanda melukiskan ekspresi keadaan batin tertentu dalam diri Arjuna. Karena itu, jumlah wayang kulit yang semestinya cukup 200 biji dalam satu kotak, karena adanya wanda tersebutjumlahnya bisa menjadi 650 biji lebih.

Ini belum lagi nilai estetika pada seni musiknya. Dalam pergelaran baku wayang kulit semalam suntuk, bunyi gamelan yang mengiringinya terbagai dalam tujuh pase. Yaitu, klenengan, talu, patet nem, patet sanga, patet manyura, tancep kayon (penutup), dan golek. Sambil menunggu kehadiran penonton atau tamu, pertunjukan diawali dengan klenengan dengan gending-gendhing Sriwidana, Kadrang Slamet,dan Pangkur, baru kemudian masuk ke talu. Selain mengandung nilai filosofi, dalam dramaturgi sebuah pertunjukan, fungsi gending patalon sebagai intro dari sebuah pertunjukan wayang.

Telaah Sastra Lakon Murwakala

Jika di depan diuraikan tentang aspek filosofi dan etika dalam ruwatan dengan lakon Murwakala, pada bagian ini diuraiakan tentang aspek lakon Murwakala, khususnya dari aspek seni sastranya. Sastra menurut pangawikan Jawa ialah pengetahuan bukan saja yang diperoleh dari apa yang tersurat, melainkan juga tersirat. Alur kisah Murwakala mulai jejer awal sampai tancap kayon, ditemukan suatu komposisi lakon yang unik yang tidak lazim jejer awal sampai tancep kayon, ditemukan suatu komposisi lakon yang unik yang tidak lazim ditemui dalam lakon-lakon lainnya.

Dalam Murwakala, terdapat dua bagian yang masing-masing berdiri sendiri, meski saling mengisi. Bagian pertama tentang kelahiran Bathara Kala darikama salah Bathara Guru di atas Lembu Andini. Cerita ini diakhiri dengan Bathara Kala yang turun ke bumi dengan hak untuk memakan manusia sukerta, antara lain manusia lahir tunggal (ontang-anting).

Sampai di sini, cerita pertama itu selesai, lalu disusul bagian kedua yang temanya berlainan sekali. Bagian ini mengisahkan bertapa anak ontang-anting bernama Jatusmati merusaha menghindar dan menyelamatkan diri dari kejaran Bathara Kala. Ia akhirnya diselamatkan Dalang Kandha Buwana lewatruwatan-nya. Bagaian kedua inilah yang merupakan inti masalah yang membentuk lakon Murwakala.

 Jadul Murwakala memang terasa dubius. Bisa diartikan asal mula Bathara Kala, tetapi bisa juga berarti “Menguasai Sang Kala”. Di sini Kala diartikan sukerta (kendala, kesulitan, kerawanan). Tema Murwakala dalam lakon Murwakala bukan terletak pada lahirnya Bathara Kala, melainkan pada ruwatan itu sendiri “Menguasai Sang Kala”. Kisah lahirnya Bathara Kala dalam ruwatan sekadar sebagai prolog untuk menerangkan Sang Kala”. Kisah lahirnya Bathara Kala dalam ruwatan sekadar sebagai prolog untuk menerangkan alur ruwatan.

Perbedaan mencolok antara prolog dan lakon utama Murwakala, dapat dilihat dari struktur komposisi para pelaku pendukung yang mewakili karakter masing-masing. Dalam sebuah lakon terdapat tiga kelompok kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan, yakni apa yang disebut protagonis, antagonis, dan tritagonis. Dalam prolog atau cerita pertama, jelas sekali Bathara Kala lah yang menjadi tokoh protagonisnya (pemeran utama), sedang para dewa yang memerangi (Wisnu, Narada) sebagai pihak protagonis. Bathara Guru bisa disebut sebagai tokoh tritagonis karena dialah penyebab utama timbulnya konflik karena ulahnya itu.

Pada bagian kedua (tema pokok), pola kedudukan peranan masing-masing berbalik. Bathara Kala menjadi tokoh antagonis, sedang protagonisnya Jatusmati, dan para dewa (Bathara Wisnu, Narada, Brahma) menjadi tritagonis sebab Bathara Wisnu menjadi Dalang Kandha Budawa dan dewa-dewa lain me-ruwat Jatusmati. Tetapi yang paling unik dalam pakeliran Murwakala adalah, bahwa yang menjadi protagonis paling utama adalah anak-anak laki-laki dan/atau perempuan dari orang tua yang punya gawe ruwatan, yang diproyeksikan pada adegan akhir. Pada adegan akhir inilah dilakukan upacara ruwatan yang sebenarnya dan bukan lagi sebagai adegan wayang.

Dengan kemampuan kita menangkap apa yang tersirat dari ruwatan, kita bisa membaca simbol-simbol atau pasemon yang tersiratkan melalui cerita Murwakala yang terkesan monoton atau terlalu datar itu. Di sinilah letak bobot nilai sastra dalam lakon Murwakala, hingga menjadi bergitu indah mempesonakan. Wayang memberikan peluang besar kepada orang Jawa untuk melakukan kajian filsafat tentang kehidupan di dunia yang penuh tantangan ini. Upacara ruwatan pada hakikatnya merupakan usaha manusia menjawab tantangan tersebut yang dilakukan dengan pertunjukan wayang, dalam hal ini melalui Sang Dalang Sejati Kandha Buwana dalam lakon Murwakala.

Penutup

Demikianlah, dengan menikmati wayang, orang akan memperoleh nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya, di samping nilai-nilai etika atau budi pekerti dan nilai estetika yang tinggi. Wajarlah jika seni dan budaya wayang kulit dari Indonesia ini dinobatkan sebagai karya adi luhung lisan warisan kemanusiaan yang tak dapat dinilai ketinggiannya. Dalam ikut membangun peradaban modern seperti sekarang ini, kiranya nilai-nilai yang terkandung dalam wayang masih relevan untuk dikembangkan.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Pembinaan Kesenian Depdikbud. 1979. Ensiklopedi Wayang Purwa 1 (Compendium), Cet ke-1, Jakarta.

Gurirno, Pandam. 1988. Wayang, Kebudayaan Indonesia dan Pancasila, Cet ke-1, Jakarta: UI-Press.

Hardjowirogo. 1982 Sejarah Wayang Purwa Cet ke-1. Jakarta: Balai Pustaka.

Koentjoroningrat, R.M. 1981. Pengantar Ilmu Antropologi Cet ke-3. Balai Pustaka, Jakarta: Balai Pustaka.

Mulder, Niels. Dr. 1984. Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa Cet ke-2. Jakarta: Percetakan Gramedia.

Mulder, D.C.Dr. 1966. Pembimbing ke Dalam Ilmu Filsafat Cet ke-1. Jakarta: BPK.

Mulyono, Sri. Ir. 1989. Wayang: Asal-usul, Filsafat dan Masa Depannya Cet ke-3. Jakarta: Haji Masagung.

Padmosoekotjo, S. 1985. Silsilah Wayang Purwa Mawa carita I-VII Cet ke-1 Surabaya: PT Mitra Jaya Murti.

Premadasa, C. 1989. Darah Merah di Kuruhsetra Cet ke-1. Jakarta: Yayasan Dharma Sarati.

Poerbatjaraka, RM Ng. 1954. Kapustakan Djawi Tjet ke-2. Djakarta: Penerbit Djambatan. Rasjidi, H.M. 1967. Islam dan Kebatinan Cet ke-1. Jakarta: Jajasan Islam Studi Club Indonesia.

Sajid, Raden Mas. 1958. Bauwarna Wayang Cet ke-1. Jogjakarta: Pertjetakan Republik Indonesia.

Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1,2,3, Cet. Ke-5. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Tirtohamidjojo, S. 1987. Wayang Ilmu Pengetahuan Hidup Cet ke-1. Jakarta: Wiratama Prasetya Sakti.

BIODATA

Nama : RM Yunani Prawiranegara
Lahir : Ngawi, 01 Oktober 1948
Istri : Sumiati
Anak : 1. Heti Palestina
: 2. Ahmad Romawi
Alamat : Rumah : Putat Jaya C Barat XI/20 Surabaya
: Kantor : Bukit Darmo Golf Regency Kav. R 31-32 Surabaya
Telepon : 08155067242, 031.7382800, Faks 031,7382700
Pendidikan : SLTA
Jabatan : 1. Komisaris PT Mitra Media SP Surabaya
: 2. Redaktur Opini dan Budaya Harian Sore Surabaya Post
Jabatan lain : 1. Anggota Dewan Kehormatan PWI Jawa Timur
: 2. Penasihat Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS)
: 3. Seksi Humas Ikatan Persaudaraan haji (IPHI) Jawa Timur.




Kamis, 02 Agustus 2012

MBAK RINJANI DAN PARA PENYIAR http://radiogglink.com


http://radiogglink.com/

pARA pembaca tersayang, coba perhatikan, pesan-pesan sang penyiar, sungguh memnggugah hati dan bermakna kan?


RINJANI: Masa lalu adalah pelajaran, dan masa depan adalah harapan. Gunakan hari ini untuk belajar dari masa lalu untuk kebahagiaan masa depan. Belajar belajar dan belajar ... inti dari hidupkan seperti itu,
3 Aug 12, 09:13 AM
chandra kirana: Kehidupan seringkali mengharuskan untuk memilih. Tak selalu semua dapat dilakukan. Tak melulu semua harus terpenuhi lets listenwww.radiogglink.com only on fresh jamz ^_^
3 Aug 12, 08:04 AM
chandra kirana: Ketika kesedihan menyapa, cobalah untuk tetap tersenyum. Kamu tidak pantas untuk bersedih:) daripada sedih,,yuuuk gabung di CANDA-CERIANYA DANGDUTH PAGI @ www.radiogglink.com
3 Aug 12, 06:20 AM
chandra kirana: Tak peduli seberapa rumit masalah yg kamu hadapi, yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada solusi SEMANGAT PAGI WONOGIRI@www.radiogglink.com
2 Aug 12, 10:03 PM
colin: MEMORIES MANCA klik www.radiogglink.com dan share di twitter @radiogglink sms 081 326 523 155 YM radiogununggandul Skype radio.gglink
2 Aug 12, 09:01 PM
colin: NIGHT ROCK klik www.radiogglink.com dan share di twitter @radiogglink sms 081 326 523 155 YM radiogununggandul Skype radio.gglink
2 Aug 12, 07:02 PM
colin: HALOOOO sobatgglink #BreakingNews nihh akhirnya PeterPan mengganti nama Bandnya dengan NOAH... waaahhh... menurut sobat gglink gimana tuh?komennya donk di PORTAL REQUEST klikwww.radiogglink.com
2 Aug 12, 06:10 PM
colin: JOSER - JOGET SORE-SORE...www.radiogglink.com
2 Aug 12, 02:49 PM
RINJANI DYAS:)
2 Aug 12, 01:59 PM
RINJANI DYAS: heheh ditenggo njih mas lelagone
2 Aug 12, 01:59 PM
RINJANI DYAS:)
2 Aug 12, 01:29 PM
putrabengawan: siang...siang ..mirengke swantene.mbak rinjani kroso adem...nopo maleh tembange layang sworo... :heart:
2 Aug 12, 01:24 PM
putrabengawan: sugeng siang mbak....pripun kabare mbak..
2 Aug 12, 01:13 PM
RINJANI DYAS: Klangenan yuukk makempal monggowww.radiogglink.com
2 Aug 12, 09:58 AM
edykismantoro: OK, sekarang suara sudah bagus. mak nyuuusssss
2 Aug 12, 09:37 AM
edykismantoro: Jeng Chandra Kirana, kok suwantennya pedhot-prdhot ya..?
2 Aug 12, 09:01 AM
chandra kirana: dengan Topik "Upaya Pencapaian Target 7,7 juta Wisatawan Mancanegara" selamat mendengarkan ^_^ only on www.radiogglink.com
2 Aug 12, 09:00 AM
chandra kirana: sobat gglink,,jam 9 pagi bisa disimak siaran ulang dialog interaktive kerjasama dg Kementrian Kebudayaan&Pariwisata Republik Indonesia dan RRI Jakarta
2 Aug 12, 08:14 AM
chandra kirana: canda - cerianya dangdut pagi diwww.radiogglink.com dan share di twitter @radiogglinksms 081 326 523 155 YM radiogununggandul Skype radio.gglink


Rabu, 01 Agustus 2012

Apa pengertian doa dan meditasi? Apa beda keduanya?

Apa pengertian doa dan meditasi? Apa beda keduanya?


Apa pengertian doa dan meditasi? Apa beda keduanya?

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan beberapa pengertian tentang doa, demikian:
KGK 2558    …. Umat beriman harus percaya kepada rahasia ini [rahasia iman], merayakannya dan hidup darinya dalam satu hubungan yang hidup dan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar. Hubungan ini adalah doa.
APA ITU DOA?
“Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan” (Teresia dari Anak Yesus, ms. autob. 25r).
KGK 2559    “Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik” (Yohanes dari Damaskus, f.o.3,24). Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau “dari jurang” (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan (Bdk. Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah dasar doa, karena “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis (Bdk.Agusfinus, serm. 56,6,9.. 2613, 2736).
KGK     Doa adalah kehidupan hati yang baru. Ia harus tetap menjiwai kita. Tetapi kita cenderung melupakan Dia, yang adalah kehidupan dan keseluruhan kita. Karena itu bapa-bapa rohani – dalam kaitan dengan buku Ulangan dan para nabi – menuntut doa sebagai “satu peringatan akan Allah”, satu pembangkitan kembali “ingatan hati”. “Kita harus lebih sering mengenangkan Allah, daripada bernapas” (Gregorius dari Nasianse, or. theol. 1,4). Tetapi kita tidak dapat berdoa “setiap saat”, kalau kita tidak berdoa dengan sadar pada waktu tertentu. Saat-saat ini merupakan puncak doa Kristen, karena kedalamannya dan lamanya.
KGK 2699    Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap warga beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan (doa vokal/ dengan kata-kata), doa renung (meditasi), dan doa batin (kontemplasi). Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama ialah ketenangan hati. Kewaspadaan yang memelihara Sabda Allah dan membuat kita hidup di hadirat Allah, menjadikan ketiga bentuk ungkapan itu puncak-puncak kehidupan doa.
Maka, menurut Katekismus, meditasi atau doa renung, merupakan salah satu jenis doa. Selanjutnya tentang meditasi (doa renung), Katekismus mengajarkan:
KGK 2705    Doa renung, meditasi, pada dasarnya adalah satu pencarian. Roh mencari agar mengerti alasan dan cara kehidupan Kristen, agar dapat menyetujui dan menjawab apa yang dikehendaki Tuhan. Untuk itu, ia membutuhkan perhatian yang sangat sulit dipertahankan. Biasanya kita mencari bantuan pada sebuah buku. Tradisi Kristen memberi satu pilihan yang sangat luas: Kitab Suci, terutama Injil, ikon, teks-teks liturgis untuk hari bersangkutan, tulisan-tulisan dari bapa-bapa rohani, kepustakaan rohani, buku besar yakni ciptaan dan sejarah, terutama halaman yang dibuka pada “hari ini”.
KGK 2706    Merenungkan apa yang sudah kita baca, berarti kita bertemu dengannya dan menjadikannya milik kita. Dengan cara demikian buku kehidupan kita dibuka: inilah peralihan dari pikiran kepada kenyataan. Sesuai dengan kerendahan hati dan iman, kita menemukan dan menilai di dalam meditasi gerakan-gerakan hati. Kita harus melakukan kebenaran, supaya datang kepada terang. “Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki? Apakah yang harus aku lakukan?
KGK 2707    Metode-metode meditasi sangat beragam seperti halnya guru-guru rohani. Seorang Kristen harus bermeditasi secara teratur. Kalau tidak, ia akan menyerupai jalan atau tanah yang berbatu-batu atau yang penuh dengan duri-duri, sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan penabur. Tetapi satu metode hanyalah merupakan satu penuntun; yang terpenting ialah maju bersama Roh Kudus menuju Yesus Kristus, jalan doa satu-satunya.
KGK 2708    Meditasi memakai pikiran, daya khayal, gerak perasaan dan kerinduan. Usaha ini penting untuk memperdalam kebenaran iman, untuk menggerakkan pertobatan hati dan memperkuat kehendak guna mengikuti Kristus.Doa Kristen terutama berusaha untuk bermeditasi tentang “misteri Kristus”, sebagaimana terjadi waktu pembacaan Kitab Suci, “lectio divina”, dan pada doa rosario. Bentuk renungan doa ini mempunyai nilai yang besar; tetapi doa Kristen harus mengejar lebih lagi: perkenalan akan kasih Yesus Kristus dan persatuan dengan Dia.
Katekismus meringkas pengertian tentang doa, doa lisan, meditasi dan kontemplasi demikian:
KGK 2720    Gereja mengundang umat beriman untuk berdoa secara teratur: dalam doa-doa harian, ibadat harian, Ekaristi mingguan, dan pada pesta-pesta dalam tahun Gereja.
KGK 2721    Tradisi Kristen mengenal tiga cara utama ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya menuntut ketenangan hati.
KGK 2722    Doa lisan, yang berdasarkan kesatuan badan dan jiwa dalam kodrat manusia, menghubungkan badan dengan doa hati menurut contoh Yesus, yang berdoa kepada Bapa-Nya, dan yang mengajar murid-murid-Nya doa Bapa Kami.
KGK 2723    Doa renung, meditasi adalah mencari dalam doa. Doa ini mencakup juga pikiran, daya khayal, gerak hati, dan kerinduan. Ia hendak menghubungkan pandangan penuh iman dari orang bermeditasi dengan kenyataan kehidupan kita.
KGK 2724    Doa batin adalah ungkapan sederhana tentang misteri doa. Ia memandang Yesus dengan penuh iman, mendengarkan sabda Allah, dan mencintai tanpa banyak kata. Ia mempersatukan kita dengan doa Kristus, sejauh ia mengikutsertakan kita dalam misteri-Nya.
Maka doa renung (meditasi) Kristiani merupakan salah satu bentuk doa, yang menggunakan pikiran, daya khayal, gerak rasa dan kerinduan tentang misteri Kristus, sebagaimana dapat kita baca dan renungkan dari Kitab Suci, maupun pada doa Rosario. Tujuan meditasi ini adalah agar kita dapat semakin merenungkan iman kita, agar kita semakin mengenal dan bersatu dengan Tuhan, dan mengenali apa yang menjadi kehendak-Nya dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat menjawab/ menanggapinya.
 Di masa ini ada pula kelompok orang-orang yang melakukan meditasi, namun yang menjadi subyek permenungan bukanlah iman Kristiani ataupun misteri Kristus. Meditasi yang semacam ini tidak dapat disebut sebagai doa, sebab menurut definisinya, doa merupakan suatu pandangan ke surga, ataupun permenungan akan iman kita, sehingga selalu melibatkan Tuhan sebagai fokus pandangan batin kita.
Selanjutnya, untuk membaca beberapa contoh meditasi yang diajarkan oleh St. Ignatius dari Loyola, silakan klik di sini.
Sedangkan selanjutnya perbedaan antara meditasi dan kontemplasi, silakan klik di sini.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Beberapa artikel yang berhubungan:

o                                                        Paus Benediktus XVI Memulai Pekan Doa bagi Persatuan
o                                                        Mengapa doa rosario menjadi salah satu doa favorit umat Katolik?
o                                                        Doa mohon kelemahlembutan
o                                                        Doa melawan kekuatan kegelapan
o                                                        Berdoa dengan benar secara Katolik
o                                                        Doa menghadapi kematian
o                                                        Arti mencari Tuhan
o                                                        Doa Rosario, doa yang sungguh Alkitabiah
o                                                        Apakah jemaat perdana percaya akan persekutuan para kudus?
o                                                        Lectio Divina

Beberapa artikel di kategori yang sama:

o                                                        Perintah ke-9: Jangan mengingini istri sesamamu!
o                                                        Apakah Katekismus Gereja Katolik?
o                                                        Tanggapan terhadap pandangan Bart Ehrman dalam Misquoting Jesus
o                                                        Apa sikap Gereja tentang pendekatan hermeneutika terhadap Kitab Suci?
o                                                        Pemeriksaan Batin dengan Nilai-nilai Kristiani dan 8 Sabda Bahagia
o                                                        Apakah yang diselamatkan hanya orang Katolik dan yang lainnya pasti masuk neraka?
o                                                        Apakah Hukum Taurat Dibatalkan Yesus?
o                                                        Pewarta Injil harus waspada,jangan sampai ia sendiri tidak diselamatkan
o                                                        Apakah Manusia Terdiri Dari Tubuh, Jiwa dan Roh atau Tubuh dan Jiwa?
o                                                        Bergabungnya umat Anglikan sesuai Anglicanorum coetibus

Doa-Doa Harian Di Bulan Ramadhan

Doa-Doa Di Bulan Ramadhan

"Doa Harian Ramadhan " 

Doa Hari ? 1 

Yaa Allah! Jadikanlah Puasa Ku Sebagai Puasa Orang-Orang Yang Benar- Benar Berpuasa. Dan Ibadah Malam Ku Sebagai Ibadah Orang-Orang Yang Benar-Benar Melakukan Ibadah Malam. Dan Jagalah Aku Dan Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai. Hapuskanlah Dosa Ku ... Wahai Tuhan Sekalian Alam!! Dan Ampunilah Aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa. 

Doa Hari ? 2 

Yaa Allah! Dekatkanlah Aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah Aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. Berilah Aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Dad Semua Pengasih!! 

Doa Hari ? 3 

Yaa Allah! Berikanlah Aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan Dan Jauhkanlah Aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan. Sediakanlah Bagian Untuk Ku Dari Segala Kebaikan Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan! 

Doa Hari ? 4 

Yaa Allah! Berikanlah Kekuatan Kepada Ku, Untuk Menegakkan Perintah- Perintah-Mu, Dan Berilah Aku Manisnya Berdzikir Mengingat-Mu. Berilah Aku Kekuatan Untuk Menunaikan Syukur Kepada-Mu, Dengan Kemuliaan-Mu. Dan Jagalah Aku Dengan Penjagaan-Mu Dan Perlindungan- Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat. 

Doa Hari ? 5 

Yaa Allah! Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Memohon Ampunan, Dan Jadikanlah Aku Sebagai Hamba-Mu Yang Sholeh Dan Setia Serta Jadikanlah Aku Diantara Auliya'-Mu Yang Dekat Disisi-Mu, Dengan Kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih Di Antara Semua Pengasih. 

Doa Hari ? 6 

Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan Aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu, Dan Janganlah Engkau Pukul Aku Dengan Cambuk Balasan- Mu. Jauhkanlah Aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan! 

Doa Hari ? 7 

Yaa Allah! Bantulah Aku Untuk Melaksanakan Puasanya, Dan Ibadah Malamnya. Jauhkanlah Aku Dari Kelalaian Dan Dosa-Dosa Nya. Dan Berikanlah Aku Dzikir Berupa Dzikir Mengingat-Mu Secara Berkesinambungan, Dengan Taufiq- Mu, Wahai Pemberi Petunjuk Orang- Orang Yang Sesat. 

Doa Hari ? 8 

Yaa Allah! Berilah Aku Rezki Berupa Kasih Sayang Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap 

Doa Hari ? 9 

Yaa Allah! Sediakanlah Untuk Ku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas, Dan Berikanlah Aku Petunjuk Kepada Ajaran-Ajaran-Mu Yang Terang, Dan Bimbinglah Aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan- Mu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu. 

Doa Hari ? 10 

Yaa Allah! Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang- Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada- Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon. 

Doa Hari ? 11 

Yaa Allah! Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan. 



Doa Hari ? 12 

Yaa Allah! Hiasilah Diriku Dengan Penutup Dan Kesucian. Tutupilah Diriku Dengan Pakaian Qana'ah Dan Kerelaan. Tempatkanlah Aku Di Atas Jalan Keadilan Dan Sikap Tulus. Amankanlah Diriku Dari Setiap Yang Aku Takuti Dengan Penjagaan-Mu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut. 

Doa Hari ? 13 

Yaa Allah! Sucikanlah Diriku Dari Kekotoran Dan Kejelekan. Berilah Kesabaran Padaku Untuk Menerima Segala Ketentuan. Dan Berilah Kemampuan Kepadaku Untuk Bertaqwa, Dan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Baik Dengan Bantuan-Mu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin. 

Doa Hari ? 14 

Yaa Allah! Janganlah. Engkau Hukum Aku, Karena Kekeliruan Yang Ku lakukan. Dan Ampunilah Aku Dari Kesalahan-Kesalahan Dan Kebodohan. Janganlah Engkau Jadikan Diriku Sebagai Sasaran Bala' Dan Malapetaka Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin. 

Doa Hari ? 15 

Yaa Allah! Berilah Aku Rezki Berupa Ketaatan Orang-Orang Yang Khusyu'. Dan Lapangkanlah Dadaku Dengan Taubatnya Orang-Orang Yang Menyesal, Dengan Keamanan-Mu, Wahai Keamanan Untuk Orang-Orang Yang Takut. 

Doa Hari - 16 

Yaa Allah! Berilah Aku Kemampuan Untuk Hidup Sebagaimana Kehidupan Orang-Orang Yang Baik. Dan Jauhkanlah Aku Dari Kehidupan Bersama Orang-Orang Yang Jahat. Dan Naungilah Aku Dengan Rahmat-Mu Hingga Sampai Kepada Alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam. 

Doa Hari ? 17 

Yaa Allah! Tunjukkanlah Aku Kepada Amal Kebajikan Dan Penuhilah Hajat Serta Cita-Cita Ku. Wahai Yang Maha Mengetahui Keperluan, Tanpa Pengungkapan Permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui Segala Yang Ada Didalam Hati Seluruh Isi Alam. Sholawat Atas Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci. 

Doa Hari ? 18 

Yaa Allah! Sedarkanlah Aku Akan Berkah-Berkah Yang Terdapat Di Saat Saharnya. Dan Sinarilah Hatiku Dengan Terang Cahayanya Dan Bimbinglah Aku Dan Seluruh Anggota Tubuhku Untuk Dapat Mengikuti Ajaran-Ajarannya, Demi Cahaya-Mu Wahai Penerang Hati Para Arifin. 

Doa Hari ? 19 

Yaa Allah! Penuhilah Bagianku Dengan Berkah-Berkahnya, Dan Mudahkanlah Jalanku Menuju Kebaikan-Kebaikannya. Janganlah Kau Jauhkan Aku Dari Ketertedmaan Kebaikan- Kebaikannya, Wahai Pembed Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang. 

Doa Hari ? 20 

Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Sorga Dan Tutupkanlah Bagiku Pintu-Pintu Neraka, Dan Berikanlah Kemampuan Padaku Untuk Membaca Ai-Quran Wahai Penurun Ketenangan Di Dalam Hati Orang-Orang Mu'min. 

Doa Hari ? 21 

Yaa Allah! Berilah Aku Petunjuk Menuju Kepada Keridhoan- Mu. Dan Janganlah Engkau Bed Jalan Kepada Setan Untuk Menguasaiku. Jadikanlah Sorga Bagiku Sebagai Tempat Tinggal Dan Peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan Orang- Orang Yang Meminta. 

Doa Hari ? 22 

Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Karunia-Mu, Turunkan Untuk ku Berkah-Berkah Mu. Berilah Kemampuan Untuk ku Kepada Penyebab- Penyebab Keridhoan-Mu, Dan Tempatkanlah Aku Di Dalam Sorga-Mu Yang Luas, Wahai Penjawab Doa Orang-Orang Yang Dalam Kesempitan. 

Doa Hari ? 23 

Yaa Allah! Sucikanlah Aku Dari Dosa-Dosa, Dan Bersihkanlah Diriku Dari Segala Aib. Tanamkanlah Ketaqwaan Di Dalam Hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa. 

Doa Hari ? 24 

Yaa Allah! Aku Memohon Kepada-Mu Hal-Hal Yang Mendatangkan Keridhoan- Mu, Dan Aku Berlindung Dengan- Mu Dan Hal-Hal Yang Mendatangkan Kemarahan-Mu, Dan Aku Memohon Kepada-Mu Kemampuan Untuk Mentaati-Mu Serta Menghindari Kemaksiatan Terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta. 

Doa Hari ? 25 

Yaa Allah! Jadikanlah Aku Orang-.Orang Yang Menyintai Auliya-Mu Dan Memusuhi Musuh-Musuh Mu. Jadikanlah Aku Pengikut Sunnah-Sunnah Penutup Nabi-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi. 

Doa Hari ? 26 

Yaa Allah! Jadikanlah Usaha ku Sebagai Usaha Yang Di syukuri, Dan Dosa-Dosa ku Di ampuni, Amal Perbuatan Ku Diterima, Dan Seluruh Aib ku Di tutupi, Wahai Maha Pendengar Dan Semua Yang Mendengar. 

Doa Hari ? 27 

Yaa Allah! Rizkikanlah Kepadaku Keutamaan Lailatul Qadr, Dan Ubahlah Perkara-Perkara ku Yang Sulit Menjadi Mudah. Terimalah Permintaan Maafku, Dan Hapuskanlah Dosa Dan Keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang Terhadap Hamba- HambaNya Yang Sholeh. 

Doa Hari ? 28 

Yaa Allah! Penuhkanlah Hidupku Dengan Amalan-Amalan Sunnah, Dan Muliakanlah Aku Dengan Terkabulnya Semua Permintaan. Dekatkanlah Perantaraanku Kepada-Mu Diantara Semua Perantara, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta. 

Doa Hari ? 29 

Yaa Allah! Liputilah Aku Dengan Rahmat Dan Berikanlah Kepadaku Taufiq Dan Penjagaan. Sucikanlah Hatiku Dan Noda-Noda Fitnah Wahai Pengasih Terhadap Hamba- HambaNya Yang Mu'min. 

Doa Hari ? 30 

Yaa Allah! Jadikanlah Puasa ku Disertai Dengan Syukur Dan Penerima Di Atas Jalan Keridhoan-Mu Dan Keridhoan Rasul. Cabang-Cabangnya Kokoh Dan Kuat Berkat Pokok-Pokoknya, Demi Kenabian Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci, Dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Sekalian 



     "Doa itu merupakan inti ibadah" (HR Bukhari)

Demikianlah sabda Rasulullah SAW. Sebagai suatu ibadah, berdoa hanyalah dihadapkan kepada Allah SWT semata-mata. Tidak boleh kepada benda-benda lain. Disamping itu, berdoa harus pula sejalan atau bersamaan dengan ikhtiar dan usaha. Dengan tuntunan dan adab berdoa yang benar, baik dan tentu saja ikhlas, Allah SWT tidak akan pernah melupakan umatnya yang bermohon dan berdoa kepada-Nya.

Bulan Ramadhan selain disebut sebagai bulan shaum, juga disebut sebagai bulan taubah (bulan kembali kepada-Nya), bulan Maghfirah dan rahmah, bulan pembawa berkah, bulan qiyamullail, dan bulan ihya malam-malam Lailatul Qadar. Ringkasnya , bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh doa.

Orang-orang yang mengetahui nilai bulan Ramadhan akan memanfaatkan sebaik-baiknya bulan tersebut dengan banyak berdoa, khususnya di waktu tengah malam, di waktu sahur, dan setiap selesai melakukan shalat.

Dalam sebuah Hadis Qudsi, dikemukakan bahwa :

Rabb kita turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga malam terakhir Dia berfirman, "Siapa yang memohon kepada-Ku, Aku akan memberinya, siapa yang meohon ampunan-Ku, Aku akan mengampuninya" (Hadis Qudsi Riwayat Malik, Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan lain-lain yang bersumber dari Abu Hurairah).

Beberapa contoh Doa di Bulan Ramadhan

1. Doa Memasuki Bulan Ramadhan

Ya Allah sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan . Ya Allah, Tuhan pemilik bulan Ramadhan. Engkau tutunkan di dalamnya Al-Quran, Engkau jadikan Al-Quran penjelasan petunjuk antara yang hak dan yang batil. Ya Allah berkatilah kami di bulan Ramadhan ini. bantulah kami untuk melakukan shaum dan shalat di dalamnya dan terimalah amal ibadah kami.


2. Doa yang Dibaca Selesai Shalat Fardhu di Bulan Ramadhan

Ya Allah masukkanlah rasa bahagia pada para penghuni kubur. Ya Allah kayakanlah semua yang fakir. Ya Allah kenyangkanlah semua yang lapar. Ya Allah berilah pakaian semua yang telanjang. Ya Allah bayarkan utang semua yang berutang. Ya Allah lepaskan semua orang yang menderita kesulitan. Ya Allah kembalikan semua yang berada dalam pengasingan.
Ya Allah bebaskan semua yang tertawan. Ya Allah perbaikilah semua urusan kaum Muslim yangrusak. Ya Allah sembuhkanlah semua yang sakit. Ya Allah tutuplah kefakiran kami dengan kekayaanmu. Ya Allah rubahlah keadaan kami yang jelek dengan sebaik-baiknya sebagaimana keadaan-Mu. Ya Allah bantulah kami membayar utang-utang kami dan kayakanlah kami dari kefakiran. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

3. Doa Yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Ya Allah aku bermohon kepada-Mu pada apa-apa yang Engkau tetapkan dan Engkau takdirkan berupa perkara yang pasti dalam urusan yang bijaksana, berupa qadha yang tidak dapat ditolak dan diganti. Tuliskanlah bagiku diantara orang yang berhaji ke rumah-Mu yang mulia; yang mabrur hajinya, yang dihapuskan kesalahannya, yang diampuni dosanya, yang diterima amal usahanya, dan jadikanlah pada apa yang Engkau tetapkan dan Engkau taksirkan berupa perkara yang pasti dalam urusan yang bijaksana dalam malam kadar, berupa qadha yang tidak dapat ditolak dan tidak dapat diganti; panjangkanlah usiaku, luaskan rezekiku.     

   



TAHUKAH ANDA MANFAAT PUASA?

TAHUKAH ANDA MANFAAT PUASA?



Beberapa manfaat puasa, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya:

1. Manfaat puasa secara kejiwaan adalah puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama.
Firman Allah Ta ‘ala :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ” (Al-Baqarah: 183)

2. Manfaat puasa secara sosial adalah membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan. Sebagaimana ia juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.

3. Manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

4. Manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

5. Manfaat puasa adalah mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah. Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan berfikir.

Manfaat Puasa Bagi Orang Berada


6. Manfaat puasa bagi orang kaya adalah dia menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak pula menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal-hal tersebut pada saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya. Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang-orang yang sama sekali tak dapat menikmatinya. Ini akan mengharuskannya mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka.

7. Manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa. ( Larhaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 163) sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)



Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman

  Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman   Pengantar Agama dan keyakinan bukan sek...