Kamis, 09 Agustus 2012

NASEHAT UNTUK SEHAT

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat panggilan medical check up dari salah satu rumah sakit yang  oleh perusahaan saya bekerja sudah beberapa tahun di pakai untuk cek kesehatan bagi para karyawan dan paguyuban pensiunannya. Saya anggab cukup baik rumah sakit itu,- walaupun saya juga di repotkan karena harus trademill segala karena di anggap jantung lemah- , tetapi setelah menjalani cek up lanjutan ternyata jantung saya sehat. (lha gimana tidak, gowes…. Bintaro- BSD bolak-balik saja tetep nggenggeng/kuat, he,…he….he….)

Ada beberapa hal, yang barangkali bisa bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca Kompasioner tentang referensi mereka berkenaaan dengan makanan dan jenis-jenis penyakitnya. Karena bagaimanapun menurut si bijak, salah satu mengapa kita mudah kena sakit , ya  karena pola hidup dan pola makan kita yang terkadang ngawur, “seenak dhewek!!!”. Terutama yang sudah berumur, macam saya, he….he…he…, 40 tahunan ke atas lah.

Berikut hal-hal yang di referensikan untuk dihindari:


                                            HINDARI


MAKANAN YANG MENGANDUNG KOLESTROL TINGGI:

                  Keju, sosis daging, kepiting, udang, kerang, belut, cokelat, mentega, jeroan sapi dan kambing, kuning telur, cumi-cumi, otak.


MAKANAN YANG MENGANDUNG TRIGLISERIDA TINGGI:

Alkohol, gorengan, margarine, kue, biscuit, gula, sereal manis, mie, santan kelapa, durian, roti putih, makana  yang mengandung tepung terigu. 


MAKANAN YANG MENGANDUNG ASAM URAT TINGGI:

Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, daging bebek, ikan sarden, makeler, kerang, tahu, tempe, asparagus, bayam, daun singkong, akngkung, melinjo/emping.

DIET PENDERITA KENCING MANIS/DIABETES MELLITUS

Semua jenis makanan boleh di konsumsi, tetapi yang harus di perhatikan adalah 3J:
  1. Tepat Jumlah
  2. Tepat Jadwal(waktu)
  3. Tepat Jenis

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI UNTUK HIPERTENSI:

Makanan yang di awetkan. Contoh: Ikan asin, telur asin, sarden, kornet, abon, makanan yang asin-asin/mengandung garam tinggi dan penyedap rasa.


DIET PENDERITA PENYAKIT JANTUNG YANG DIHINDARI:

Sumber zat tenaga:
Kue-kue manis dan gurih seperti tarcis, cake, dodol, dsb. Goreng-gorengan, santan kental.

Sumber zat pembangun:
Semua daging berlemak, ham, sosis

Sumber zat pengatur:
Sayuran yang menimbulkan gas:sawi, kol, lobak, dll
Buah yang menimbulkan gas: durian, alpokat, nangka

Bumbu: lombok dan bumbu lain yang merangsang.
Minuman: Kopi, the kental, minuman yang mengandung soda, alkohol dan ragi.

DIET RENDAH KALORI:

  1. Makan teratur dan lebih sedikit dari biasanya
  2. Hindari makanan yang berlemak, terlalu gurih  dn terlalu manis.Contoh; cake, santan, minyak, gorengan, sirop, minuman ringan daging berlemak

  1. Batasi makanan yang mengenyangkan (sumber karbohidrat;nasi, lontong, mie, biscuit, tepung-tepungan.

  1. Konsumsi banyak sayuran dan buah

  1. Makanlah   hanya di kala lapar.

DIET RENDAH PROTEIN (DIET GINJAL):

  1. Hindari makan jeroan dan makanan tinggi lemak
  2. Hindari pemberian protein nabati sperti tahu, temped an kacang-kacangan
  3. Batasi pemberian garam.


Selamat sore. Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi para kompasioner yang sedang berpuasa. Berkah Allah semoga senantiasa melimpah.

Wanita di Era Modernisasi

Wanita di Era Modernisasi

 

 

Bicara tentang wanita, ada banyak banget hal yang bisa dijadikan topik hangat. Apalagi saat memasuki era milenium seperti sekarang. Wanita-wanita sekarang lebih berpendidikan, punya penghasilan sendiri dan memegang kendali atas hidup mereka dibandingkan dengan era ibu-ibu mereka sebelumnya.


Dengan teknologi baru dan kenyamanan-kenyamanan masa kini, kehidupan dijalani dengan lebih cepat dan lebih rumit ketimbang di jaman kakek nenek kita atau bahkan jaman orang tua kita. Kalau di jaman sebelumnya, wanita menikah pada usia muda dan mulai berperan sebagai ibu rumah tangga. 

Sekarang, harapan budaya, kemajuan medis memampukan wanita untuk punya anak yang sehat di usia  yang lebih tua. Karenanya, wanita masa kini menghadapi banyak sekali pertanyaan : Apakah harus menunda punya anak dan memusatkan diri pada karir? Kalau punya anak, apakah harus menitipkan di penitipan anak atau berhenti kerja. Lalu, gimana cara wanita era saat ini membuat keputusan ?

Dalam masyarakat kita yang lebih individualistik, seorang wanita mungkin jadi seorang orangtua tunggal atau mungkin ia telah jauh dari keluarga dan kawan-kawan karibnya di masa remaja. Apalagi teknologi yang berubah dengan cepat dan adat istiadat yang mulai berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Wanita-wanita karir cenderung kesulitan untuk mendapat sebuah nasihat yang mereka butuhkan.

 Karena, saat mereka mendiskusikan permasalahan mereka dengan orangtua mereka yang tidak menjalani karir, tentunya solusi yang diberikan berbeda. Cowok-cowok karir, mungkin bisa memberi masukan. Tapi pastinya tidak betul-betul pas, karena kebanyakan opini yang diberikan cenderung berdasarkan pengalaman cowok tersebut dan tidak mempertimbangkan makna yang ditempatkan oleh wanita dalam berkeluarga.

Keyakinan timbul dari pengetahuan dan pengalaman. Lalu, gimana bisa mendapat manfaat dari pengalaman orang lain?
Kualitas tahun-tahun hidup kita berikutnya sebagian besar akan bergantung pada keputusan-keputusan yang kita buat hari ini. Dan untuk itu, kita tidak harus menemukan kembali sesuatu yang baru. Pengalaman orang lain bisa dijadikan pelajaran dan bermanfaat untuk kita.

Kita bisa perhatikan sekeliling kita. Beberapa teman dan rekan kerja menjalani hidup yang bahagia, dengan kondisi finansial yang relatif bagus, hubungan dan persahabatan yang bagus, dan masa depan yang menjanjikan. Sementara, sebagian lain berjalan dengan tertatih-tatih. Mereka punya banyak impian, tapi tidak berbuat apa-apa. Ada beberapa dari wanita-wanita yang memiliki awal yang paling buruk, malah menghasilkan  yang terbaik. Dan beberapa yang memiliki asal usul “paling beruntung” justru berjalan tertatih-tatih.

Wanita, saat ini memiliki lebih banyak kebebasan, kesempatan, dan tanggung jawab dibandingkan sebelumnya. Tapi seiring dengan kebebasan yang lebih besar itu, mungkin aja merasa lebih terisolasi, kewalahan, dan terasing. Wanita sekarang lebih berpendidikan, melek teknologi, sadar politik, dan sebagai akibatnya mereka merasakan tekanan dan kegelisahan karier.

Wanita muda dengan prestasi yang bagus dan cukup punya keberuntungan, bisnis berjalan dengan sukses dan dinobatkan sebagai wirausaha yang populer. Namun, hal demikian tidak berlangsung lama. Rasa senang sukses dalam bisnis mulai memudar. Mengatur karyawan, keuangan dan expansi bisnis menjadi sesuatu yang memberatkan. Kehilangan sebagian dari sebuah kehidupan masa muda yang menyenangkan, bisa saja menjadikan seseorang depresi.

Pengalaman lain wanita muda yang menjalani kehidupan dengan aturan keluarga sepanjang hidupnya. Peraturan keluarga, bisa saja mengantarkannya pada kesuksesan pendidikan tinggi dengan gelar yang patut dibanggakan. Tapi, apakah semua yang didapat tersebut juga sama dengan apa yang dirinya inginkan?

Beda lagi dengan wanita muda yang dilahirkan dari latar belakang ekonomi kurang beruntung. Menjadi Ibu muda pada usia dini, namun kemudian mempunyai keberanian untuk mengubah prioritas hidupnya. Berjuang membenahi keadaannya, berjuang mempertahankan pekerjaan yang dimiliki, merawat anak-anaknya. Terobsesi untuk menjadikan anak-anaknya lebih baik daripada dirinya.

Wanita-wanita, semuanya menghadapi keputusan dan akibat dari keputusan sebelumnya yang akan mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan esok hari. Menginginkan kesuksesan berarti menghadapi kegagalan; tidak ada seorangpun yang sukses tanpa mengalami berkali-kali kegagalan. 

 Yang kita perlukan adalah mempersiapkan diri untuk bisa tetap tegar setelah sebuah kegagalan dan menghadapi dengan efektif kejutan-kejutan yang terjadi dalam kehidupan.

Kita sering memiliki masalah dalam mengambil keputusan karena takut membuat keputusan yang salah dan mengira bahwa seharusnya bisa memprediksikan yang akan terjadi dan  apapun yang diputuskan harus memberikan hasil dalam sepanjang hidup.

Kesempurnaan bukanlah keharusan. Pastinya ada keputusan-keputusan yang salah pernah kita buat. Yang perlu dilakukan adalah belajar gimana kalau sebuah keputusan itu perlu dievaluasi lagi,  mengapa keputusan itu begitu penting, kenapa keputusan berhasil dan, mengevaluasinya sendiri akan memberikan pengalaman yang kita butuhkan untuk bisa jadi pembuat keputusan yang efektif.

Tentunya, dengan mempertimbangkan realitas ekonomi masa kini dan pergeseran kancah pekerjaan, dan setiap wanita yang ingin memperbaiki hidupnya bisa melakukan hal tersebut.

Selasa, 07 Agustus 2012

Social Media Membunuh Blog?

Social Media Membunuh Blog?


SOCIAL Media kini menjadi fenomena. Rata-rata pengguna internet kini aktif ‘bermesraan’ dengan social media.  Bagaimana dengan blog? Bagaimana masa depan blog? Benarkah social media akan (atau sudah) membunuh blog?

Social media dewasa ini memang terus menggeliat. Facebook, situs social media terbesar di dunia penggunanya terus bertambah. Hingga hari ini, menurut checkfacebook, pengguna jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini berjumlah  877.993.260  dan diperkirakan akan mencapai angka 1 milyar pad akhir tahun 2012. Indonesia berada di peringkat empat pengguna Facebook terbesar di dunia, sebanyak 42,4 juta.

Pengguna Twitter juga terus membengkak, dan menurut dailymail mencapai 140 juta pada Mei 2012 dan terus memperlihatkan tren kenaikan. Indonesia kini menempatiperingkat keenam pengguna Twitter terbesar dunia, dan naik cukup signifikan karena di tahun 2009 Indonesia bahkan tidak termasuk dalam 17 besar.
Begitu juga dengan media social lainnya seperti Google+ yang pengguna di seluruh dunia mencapai 170 juta, sekalipun di Indonesia perkembangan Google+ belum terlalu besar.

Bagaimana dengan blog? Hingga akhir 2011 Nielsen mencatat ada sekitar 181 juta blog yang online di seluruh dunia, naik cukup pesat karena pada tahun 2006 baru ada 36 juta blog. Di Indonesia, diari online ini sudah dikenal jauh sebelum Facebook dan Twitter diciptakan. Namun perkembangannya memang tidak tergolong siginifikan. Blogger di Indonesia hingga akhir 2011, menurut Donnybu, diperkirakan berjumlah 2,7 juta, dengan jumlah blog sekitar 5,4 juta. Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar dalam daftar negara blogger dunia.

Pembunuh atau pembantu?

Ketika social media belum dikenal, blogger tak punya wahana untuk menyebarluaskan tulisan. Blogger yang menjadikan blognya sebagai mesin uang hanya bisa mengandalkan email untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Kini, munculnya social media membuat blogger punya banyak “pintu” untuk menyebar-luaskan informasi.

Tidak mengherankan jika tombol ’share’ dengan ikon berbagai social media bisa ditemui dengan mudah di sejumlah blog.
Jadi, dari sisi ini, dapat dikatakan kalau social media bukanlah pembunuh blog. 

Social media justru wahana yang bisa membantu menyebarluaskan pesan yang disampaikan melalui blog. Bahkan menurut mashable, setiap hari ada sekitar 2 juta tulisan yang dipublikasi di blog. Dua juta tulisan ini bisa mengisi majalah Time selama 77 tahun tanpa henti!!!

Tapi, tentu saja, semua kembali ke pihak pengguna. Banyak blogger Indonesia yang membiarkan blognya terlantar selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Blogger ini lebih suka berkicau melalui Twitter, dan kicauan bisa beberapa kali dalam sehari atau bahkan sejam.

Begitu juga dengan Facebook. Sejumlah Blogger lebih memilih mengupdate status (dan mengabarkan dia ada di mana dan sedang nongkrong dengan siapa) dibanding mengupdate blognya.

Kolaborasi

Geliat social media membuat sejumlah pihak berupaya mengombinasikan plaform ngeblog dengan jejaring sosial. Munculah platform Tumblr dan Posterous, misalnya, yang memungkinkan blogger ‘pemalas’ bisa tetap membuat posting singkat, atau bahkan hanya dengan foto. Platform Tumblr sekarang sedang menjadi tren dan cukup diminati.

Di Indonesia, fenomena yang perlu disimak adalah hadirnya Kompasiana. Bagi saya pribadi, Kompasiana dapat dikatakan sebagai kombinasi blog dengan jejaring sosial seperti Facebook. Pihak yang suka menulis bisa menulis di Kompasiana. Yang suka bergaul juga bisa bergaul di Kompasiana. Fitur ‘teman’ merupakan inovasi brilian yang mungkin mengadopsi fitur ‘following’ di Twitter. Data statistik berapa kali sebuah tulisan dibaca orang juga merupakan keunggulan tersendiri.

Pada Kompasiana, isu apakah social media akan membunuh blog tidak relevan karena Kompasiana sesungguhnya adalah platform ngeblog plus media sosial.
Namun di luar Kompasiana, isu itu akan tetap mengemuka. Ketika banyak blogger berimigrasi dan menjadi tukang berkicau dan Facebookers, blog akan tetap hidup, dan akan diisi oleh mereka yang memang benar-benar ingin menulis.
Blog, pada akhirnya memang bukan untuk semua orang!!!

Salam,

Kunci Sukses Manajemen ala Steve Jobs

Kunci Sukses Manajemen ala Steve Jobs


 (100motivasi.wordpress.com)


Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang kisah inspiratif kepemimpinan kreatif dari Steve Jobs disini. Namun memang, masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari gaya manajemen ala Steve Jobs.

Inovasi yang diciptakan olehnya membawa transformasi kepada beragam industri: musik, animasi, telpon genggam, komputer tablet dan personal, serta toko serta penerbitan digital. Steve Jobs akan selalu dikenang sebagai pendiri Apple di tahun 1976, lalu keluar di tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan serta membawa kejayaan perusahaan ini hingga kematiannya di tahun 2011.

Beberapa kreasinya seperti iMac, iPod, iTunes, MacBook, iPhone, iPad, App Store, OS X Lion, dan juga film-film animasi Pixar menjadi produk yang hebat dan meraih kesuksesan. Apakah kunci sukses dari manajemen ala Steve Jobs ini?
Ternyata, kunci sukses yang utama dalam manajemen ala Steve Jobs ini adalah fokus. Dia kembali memimpin Apple setelah membawa sukses kepada Pixar, perusahaan animasi terbaik yang berhasil memproduksi film-film sukses seperti Toy Story.

 Waktu itu Apple hampir bangkrut dan Steve Jobs melihat permasalahan utama dalam manajemen saat itu adalah kurangnya fokus. Apple terlalu banyak memproduksi beragam jenis komputer dan perangkat, waktu itu komputer Macintosh saja memiliki belasan versi.

Steve Jobs dengan berani membawa pemikiran yang berbeda. Dengan moto atau slogan: Think Different, dia mengajak para tenaga ahli di perusahaan untuk menciptakan produk yang sederhana tanpa terlalu banyak jenis. Steve Jobs berfokus pada manufaktur komputer profesional berjenis  desktop dan laptop yang memuaskan pelanggan profesional.

Setiap pertemuan dalam pembahasan ide-ide dengan karyawan Apple, Steve Jobs selalu berkonsentrasi untuk membuang banyak ide dan memprioritaskan hanya tiga ide saja. Saking fokusnya, Steve Jobs bersemangat hadir dalam setiap rapat dengan manajemen tanpa memperdulikan kondisi medisnya. Sebegitu fokusnya Steve Jobs, hingga sakit pun bukan halangan dia untuk bekerja.

Prinsip fokus ini juga yang membawa kesederhanaan dan kemudahaan penggunaan produk-produk dan perangkat lunak dari Apple. Steve Jobs tidak ingin desain produknya serumit Microsoft, pesaingnya. Dia membuat fungsi-fungsi komputernya menjadi begitu intuitif sehingga siapapun bisa dengan cepat dan nyaman mengoperasikan produk-produk Apple. Pemakai komputer Apple sangat dimanjakan dengan desain yang simple namun indah dan elegan.

Steve Jobs fokus pada kesempurnaan, dia berani membuang banyak hal yang tidak perlu, menunda perilisan produk demi perbaikan atau penambahan fungsi baru, dan membawa revolusi berbagai produk elektronik. Steve Jobs membawa perubahan pada bagaimana cara seseorang membeli dan mendengarkan musik, meredefinisi telpon genggam dengan layar sentuh, dan memulai tren pada ultrabook(laptop/netbook tipis) dan komputer tablet.

Fokus Steve Jobs pada kreativitas membawa inovasi yang jauh melampaui para pesaingnya. Pada jaman komputer digunakan orang-orang untuk mengopi lagu-lagu ke dalam format CD, komputer iMac yang pertama tidak ikut-ikutan melakukan itu. Steve Jobs malah membawa sistem baru dalam menikmati musik. Dia menciptakan iPod & iTunes yang fenomenal itu. Kini, banyak orang bisa membeli, mengunduh, mengelola, dan mendengarkan lagu secara yang lebih baik dengan perangkat yang handal.

Dan visinya ke depan dalam industri telekomunikasi membawa keberhasilan produkiPhone, sebuah telpon genggam yang membawa tongkat estafet dari iPod. Ketika banyak pesaing baru mulai ikut-ikutan memproduksi pemutar musik digital yang portabel, iPhone datang dan meneruskan kejayaan iPod ke skala yang lebih besar lagi. Selanjutnya adalah iPad, sebuah komputer tablet yang konsepnya didesain ulang sehingga berhasil meraih banyak penjualan.

Dengan fokus yang setajam sinar laser, Steve Jobs membawa kesuksesan kepada iPhone serta iPad. Dengan prinsip fokus yang sangat kuat, dia membuat suatu sistem pendukung untuk produk iPhone serta iPad. Disamping iTunes yang memberikan hiburan berupa musik, film serta ebook; Steve Jobs menyiapkan App Store yang berisi ribuan bahkan jutaan permainan (video-games), aplikasi, serta berbagai jenis perangkat lunak yang melengkapi iPhone dan iPad. Steve Jobs fokus pada keterikatan dan kepuasan pelanggan agar setia pada produk-produknya dengan prinsip fokusnya yang menyeluruh.

Sebenarnya, masih banyak pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita petik dari seorang Steve Jobs. Saya akan menuliskan kembali inspirasi dari kehidupan Steve Jobs dan beberapa orang yang jenius lainnya dalam tulisan-tulisan mendatang. Tetap setia membaca blog ini yaa!

Sumber: http://100motivasi.wordpress.com/

Politik - Korupsi Terus, Ekonomi Tidak Terurus

Politik - Korupsi Terus, Ekonomi Tidak Terurus

 

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/08/06/politik-korupsi-terus-ekonomi-tidak-terurus/

 

Yakub Adi Krisanto

Indonesia terus disuguhi dengan berita-berita tentang seputar politik dan korupsi terus menerus. Pemberitaan kasus korupsi dan polemik politik elit mendominasi porsi pemberitaan media. Publik mudah bereaksi atas berbagai isu, pro kontra kemudian menjadi informasi yang dikonsumsi. 

Media menjadi riuh dan gaduh. Situasi demikian adalah keniscayaan keterbukaan dan kebebasan dalam sebuah negara demokrasi. Tanggapan sebagai reaksi atas informasi yang disampaikan media membuka ruang dialog, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. Bagi elit dan kelompok-kelompok kepentingan mempunyai peluang untuk mengagregasi kepentingan.

Demokrasi harus riuh. Karena banyak pendapat yang harus dipejuangkan, berkompetisi dengan aneka kepentingan yang berdesak-desakan mencari jalan keluar agar bisa terakomodasi. Keriuhan itu tidak boleh melenakan kita dari hakekat sebuah demokrasi yaitu menciptakan kesejahteraan. Keriuhan yang menghadirkan kegaduhan tidak menghilangkan fokus kita untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ekonomi yang terpuruk, kesejahteraan yang berada diambang kemiskinan akan merayu rakyat untuk memalingkan pandangannya dari demokrasi.

Demokrasi hanya alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan. Kesejahteraan rakyat adalah tujuannya. Ketika demokrasi hanya menghasilkan kegaduhan, tanpa kontribusi positif terhadap perekonomian maka rakyat akan menanyakan demokrasi dan melihat demokrasi adalah hambatan.

 Politik yang gaduh tanpa solusi terhadap masalah-masalah ekonomi akan berdampak pada emoh politik. Korupsi politik meski berdampak, bagi pelaku ekonomi akan disiasati dengan mencari celah yang tersedia untuk tetap bisa memaksimalkan keuntungan. Persetan dengan politik, korupsi tidak ada karena yang ada adalah tambahan biaya untuk mendapatkan keuntungan. Korupsi hanya catatan ‘kecil’ dari laporan yang disampaikan oleh organisasi perdagangan.

Pemberantasan korupsi tidak dihiraukan. Ada atau tidaknya korupsi tidak signifikan untuk dibicarakan, tetapi dicarikan ’solusi’ agar tidak mengganggu kepentingan mendapatkan untung. Ekonomi dilupakan! Padahal kesejahteaan hanya bisa dicapai dengan ekonomi. Kecuali para politisi yang berhasil menyejahterakan dirinya dengan menjual kekuasan yang dipegangnya. Itupun tidak bisa meninggalkan hakekat ekonomi yaitu menjual dan membeli. 

Politisi adalah ‘produsen’ yang memegang mandat kekuasaan, dan konsumennya adalah mereka mampu mengkonversi kekuasaan menjadi keuntungan finansial.
Indonesia adalah bangsa yang sibuk dengan politik. Produksi dan perdagangan dikesampingkan. Peraturan mengenai produksi dan perdagangan dilupakan. Sensitifitas kita memudar ketika negeri ini dibanjiri produk impor. Kita menjadi bangsa konsumen, menjadi hasil dari mindset yang dibangun bahwa jumlah penduduk adalah potensi ekonomi. Jumlah penduduk hanya dimaknai sebatas obyek pemasaran sebuah produk barang atau jasa.

 Padahal potensi jumlah penduduk juga mampu menghadirkan bermacam-macam ide yang dapat menjadi bagian dari peningkatan produksi dan perdagangan nasional.

Hasil-hasil penelitian oleh peserta didik di tingkat sekolah menengah atas maupun universitas harusnya didiseminasi oleh pakar-pakar untuk melihat feasibilitasnya ketika hendak ditingkatkan untuk diproduksi oleh industri. Temuan-temuan petani yang berkaitan dengan produksi pertanian perlu didukung oleh pemerintah. Dukungan dalam bentuk pengujian terhadap temuan, memberikan insetif dan menerapkan-nya pada proses produksi pertanian untuk mendorong peningkatan hasil-hasil pertanian perlu dilakukan.

Kata kuncinya adalah keberpihakan, kemampunan mencandra kegiatan produktif masyarakat, dan memberikan dukungan kepada penemu atau masyarakat yang mampu mengembangkan produktifitas. Pemerintah berperan sebagai pemimpin yang mengelola dengan visi yang jelas dan bersinergi dengan masyarakat dan industri dalam mengembangkan ekonomi industri dan perdagangan.

 Pemerintah harus fokus, dan ‘memisahkan’ diri dari kegaduhan politik dan hiruk pikuk penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Ketika pemerintah melibatkan diri dan kemudian menjadi gamang untuk bekerja, khususnya fokus terhadap pengelolaan ekonomi industri dan perdagangan maka ekonomi Indonesia akan terbengkalai.

Sabtu, 04 Agustus 2012

JANGAN REMEHKAN TULISAN ANDA

JANGAN REMEHKAN TULISAN ANDA

JOHAN WAHYUDI


Orang berjalan yang dipercaya adalah kakinya. Orang berbicara yang dipercaya adalah mulutnya. Orang bekerja yang dipercaya adalah tangannya. Dan penulis dipercaya karena tulisannya.

Saya menaruh kepercayaan yang teramat tinggi atas ungkapan-ungkapan di atas. Saya membenarkan isinya sehingga saya selalu berusaha menekankan aspek kejujuran atas segala perilaku. Jujur itu membawa ketenangan pikiran dan perasaan. Dengan kejujuran, kita tak lagi memiliki rasa takut kepada manusia lainnya meskipun mereka menjadi penguasa. Maka, penulis semestinya menjunjung tinggi kejujuran seraya menjaga kualitas tulisannya. Mengapa?

Pagi tadi, saya dikejutkan oleh sebuah peristiwa. Kejadian itu bermula ketika saya akan mengantar ananda untuk berangkat ke sekolahnya. Tiba-tiba, HP-ku berbunyi sebagai tanda dering kiriman SMS. Nomor pengirim belum dikenal. Sambil menaiki motor, saya pun membuka dan membaca SMS: “Selamat pagi, Pak Johan. Ini Wayan Mertayani dari Bali. Sebelumnya salam kenal.

Kaget saya dibuatnya. Lalu, teringatkanlah saya atas tulisanku yang berjudul Ni Wayan Mertayani, Anak SMA yang Yatim dan Teramat Miskin, Peraih Juara 1 Lomba Fotografi Internasional. Tulisan itu ter-posting pada 2 Mei 2011 atau setahun lalu. Saya menulis itu setelah mengikuti acara Kick Andy di Metro TV. Menurutku, anak ini memiliki talenta hebat untuk berubah menjadi pribadi yang berprestasi. Maka, tersusunlah tulisan itu yang membuatku sebagai penulis sempat menitikkan air mata. Ya, saya trenyuh sekali dengan kondisi keluarga dan nasibnya. Setahun telah berlalu.

Setelah mengantar ananda ke sekolahnya, saya mampir ke sebuah rumah makan. Saya bermaksud menikmati makan pagi sebelum bekerja. Pada waktu itulah, saya menyempatkan diri untuk menghubungi Wayan. Ya, saya ingin mengetahui kondisi dan perkembangan nasib si anak malang itu. Begitu ingin saya langsung mengenal suara agar saya benar-benar teryakinkan bahwa pengirim SMS itu benar-benar Ni Wayan Mertayani.

Ketika saya menghubunginya, sungguh saya dibuat kaget lagi. Suara anak ini benar-benar renyah dan terkesan sangat gembira dengan panggilanku. Maka, tentunya saya berusaha mengenal lebih jauh tentang dirinya. Akhirnya, terkuaklah perkembangan Wayan. Saat ini, Wayan sudah duduk di bangku SMA kelas XI Program IPS. Saat ini, Wayan sedang mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) di sekolahnya.

Sejak muncul di acara Kick Andy Metro TV, nasib Wayan mulai berubah. Wayan telah diberi Beasiswa oleh Menteri Pendidikan Nasional. Selain itu, Wayan tak lagi menjadi pemulung. Wayan kini sudah menikmati perubahan kehidupan yang lebih baik. Jika dahulu rumahnya hanya beratap daun rumbia yang tak bisa menahan air hujan dan teriknya sinar matahari, kini rumahnya telah dibangun atas bantuan acaraBedah Rumah. Bagaimana nasib Wayan bisa berubah secara drastis itu dalam waktu sekejab? Jawabnya hanya satu: kekuatan media.

Menurut penuturan Wayan, dirinya sering dihubungi banyak pihak untuk memberikan bantuan. Banyak pihak menaruh simpati setelah mengetahui kondisi keluarga Wayan yang memang teramat mengenaskan. Para simpatisan itu tentu mengetahuinya setelah mengikuti acara itu, mendengarkan kisah serupa, sertamembaca beragam berita. Itulah pengakuan Ni Wayan Mertayani. Lalu, bagaimanakah Wayan mengenalkompasiana?

Menurut kisah Wayan, sebenarnya waktu itu dirinya hanya ingin mem-browsing untuk beragam keperluan sekolah. Secara iseng, nalurinya mengajaknya untuk mengetahui beragam perkembangan informasi. Lalu, Wayan pun mengetikkan tags atau kata kunci namanya: Ni Wayan Mertayani. Dan hasilnya sungguhlah teramat mengejutkan!

Melalui penelusuran sekitar 5,400 hasil (0.52 detik), mesin google memberikan informasi bahwa tulisanku di kompasiana menduduki posisi teratas. Itu berarti bahwa tulisan-tulisan di kompasiana sering dijadikan sebagai bahan rujukan oleh netter atau pembaca. Setidak-tidaknya, tulisan di kompasiana sering dikunjungi untuk dipelajari isinya. Dan ini adalah keuntungan sekaligus perhatian bagi kompasianer. Mengapa?

Tentunya kita tak mau dianggap sebagai kompasianer ecek-ecek. Kompasianer yang sekadar menulis ini dan itu tanpa memertimbangkan aspek keseriusan, aktualitas, kedalaman kajian, dan kemapanan bahasa. Sungguh disayangkan jika kita hanya sekadar menjadikan kompasiana sebagai media belajar menulis karena menganggapnya sebagai media gratisan.

Ketika kita benar-benar-benar serius menekuni suatu profesi, hendaknya kita berusaha menjaga konsistensi dalam bersikap. Janganlah kita terombang-ambingkan oleh nafsu alias keinginan untuk tenar alias terkenal. Jika kita sudah menjalani profesi secara serius, tentu orang lain akan memberikan predikat alias brandingtersendiri. Predikat itu diberikan karena kita memang serius menjaga kualitas diri. Akhirnya, saya jadi teringat dengan ucapan bijak: sukses hanya dimiliki mereka yang serius menekuni bidangnya. Anda ingin sukses? Camkan baik-baik ucapan itu!


ILUSTRASI KHOTBAH KRISTEN

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Agama Yahudi | Allah | Allah | Ampunan Dari | Anak/Pemuda | Anugerah | Atribut | BapaBaru Lahir | Beban | Belas Kasih
Daftar Isi
Saat Semuanya Tidak Berarti
Pakaian Baru
Belas Kasih Sang Hakim
Siapa Layak Masuk Surga?
Air Kehidupan
Semua Bisa Selamat!
Anda Berarti Bagi Allah
Tertipu Spam
Tiga Salib
Terlalu Mudah
Dialah Jalan
Berpura-pura
Badai Segera Datang!
Standar yang Salah
Kesedihan Tuhan
Kepedihan di Kalvari
Lebih dari Kontrak
Nama Yesus
Hidup dengan Anugerah
Bukan Supaya Jadi Baik
Rekening yang Besar
Perjalanan Ikan Salmon
Dalam Hadirat-Nya
Apakah Dia Peduli?
Persamaan Misterius
Badai Segera Datang!
Cukup untuk Apa Saja
Hanya untuk Pendosa
Kasih dan Kemuliaan
Siapakah "setiap Orang" Itu?
Hadiah Kasih Karunia
Perang Telah Usai!
Sebagaimana Adanya
Bersyukur dan Mengingat
Bebek Mati
Selingan Menyenangkan
Percaya Itu Yakin Penuh
Merayakan Bayi
Etika Kabar Baik
Pengelolaan Amarah
Tanaman Anugerah
Allah Mampu
Hanya Satu Pintu
Tak Ada Kabar Buruk
Pertanyaan Bagus
Dari Terbenam Hingga Terbit
Terjebak!
Itu Pilihan Anda
Manakah Tujuan Kematian?
Kasih Karunia yang Luar Biasa
Kasih Karunia yang Lebih Besar
Kembali ke Titik Awal
Sinar yang Memudar
Ditarik Oleh Salib
Dapatkan Intinya!
Apakah Anda Merdeka?
"mary Sampah"
"mereka Menolak-ku!"
Tak Dapat Dibeli
Dilepaskan Oleh Salib
Transaksi
Terhindar dari Kematian
"cricket" dan Kekristenan
Pemberian Tanpa Bayaran
5k atau 2k
Agama atau Kristus?
Pahlawan yang Luar Biasa
Apakah Yesus Eksklusif?
Hadiah Dalam Hadiah
Lebah yang Murah Hati
Menatah Kristus
Berani Berdamai
Sakit yang Hebat
Roh-Nya Menguatkan
Sambutan Besar
Jerih Lelah
Blessing In Disguise
Allah, Guru Kita
Bagai Bumerang
Ketenangan Sejati
Menjaga Rahasia
Bukan Aib 

Topik : Anugerah

13 Desember 2002

Saat Semuanya Tidak Berarti

Nats : Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus (Filipi 3:7)
Bacaan : Filipi 3:7-14
Saat membongkar garasi putra saya, saya menemukan semua trofi yang ia menangkan melalui berbagai macam pertandingan atletik selama bertahun-tahun. Semuanya itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak kardus, dan siap untuk dibuang.
Saya mengenang darah, keringat, dan air mata yang mengucur demi mendapatkan semua penghargaan itu. Namun sekarang ia membuangnya. Semuanya itu tidak berharga lagi baginya.
Saya jadi teringat pada sebuah puisi anak-anak yang aneh karangan Shel Silverstein berjudul "Hector si Kolektor". Puisi itu mengisahkan tentang semua benda yang dikoleksi Hector selama bertahun-tahun. Ia "menyayangi benda-benda itu lebih dari berlian yang bersinar, lebih dari emas yang berkilauan". Lalu Hector mengundang semua temannya, "Kemarilah, aku mau membagikan hartaku!" Lalu semua temannya "datang untuk melihatnya, tetapi mereka menyebut barang-barang itu sampah!"
Seperti itulah nantinya akhir hidup kita. Semua milik kita, semua benda yang kita perjuangkan di sepanjang hidup kita, menjadi tidak berarti apa-apa kecuali sampah. Saat itulah kita diyakinkan bahwa harta bukanlah hal yang paling berharga dalam hidup ini.
Mulai saat ini kita akan memiliki cara pandang yang benar, seperti cara pandang Paulus. "Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus"(Filipi 3:7). Kita harus bersikap wajar terhadap harta milik kita, karena sebenarnya kita telah memiliki harta yang paling bernilai, yaitu pengenalan akan Kristus Yesus Tuhan kita -David Roper
19 Januari 2003

Pakaian Baru

Nats : Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor (Yesaya 64:6)
Bacaan : Yesaya 64
Dua orang pria sedang bercakap-cakap, tak lama setelah mereka menjadi orang kristiani yang sungguh-sungguh. Yang satu adalah orang miskin yang sebelumnya memang tidak mengenal Allah. Sedangkan yang satunya lagi berasal dari lingkungan yang sangat religius. Setelah masing- masing menceritakan tentang pertobatannya, pria yang berlatar belakang religius bertanya kepada rekannya, "Bagaimana kau dapat langsung memberikan tanggapan terhadap Injil saat pertama kali mendengarnya, sementara aku memerlukan waktu bertahun-tahun untuk melakukannya?"
Pria miskin itu lalu berkata, "Oh, itu mudah saja. Seandainya seseorang datang dan menawarkan kepada kita masing-masing sebuah baju baru, maka aku akan langsung menerima tawaran itu. Semua pakaianku sudah lama dan usang. Namun lemarimu pasti penuh dengan pakaian bagus. Begitu juga dengan keselamatan. Mungkin kau sudah puas dengan segala kebaikan yang kauterima, jadi kau memerlukan waktu lama untuk mengerti bahwa kau sungguh-sungguh memerlukan 'pakaian kebenaran' yang ditawarkan kepadamu melalui Kristus. Aku sangat sadar akan keadaanku yang penuh dosa, karena itulah aku ingin sekali menerima pengampunan dan pengudusan."
Semua orang benar-benar perlu diselamatkan. Nabi Yesaya berkata bahwa "segala kesalehan kami seperti kain kotor" (64:6). Mereka yang sadar akan kemiskinan rohani mereka dan menerima keselamatan yang tak ternilai harganya melalui iman dalam Kristus, akan diberi "baju baru" kebenaran. Baju apa yang Anda kenakan sekarang? --Richard De Haan
31 Januari 2003

Belas Kasih Sang Hakim

Nats : Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah (1Petrus 3:18)
Bacaan : Roma 5:1-11
Semasa menjabat sebagai walikota New York City, Fiorello La Guardia kadang kala bertindak sebagai hakim dalam pengadilan malam. Dalam suatu kasus, seorang pria dinyatakan bersalah karena mencuri sekerat roti. Ia mohon ampun karena telah mencuri untuk memberi makan keluarganya yang kelaparan. "Hukum adalah hukum," tegas La Guardia. "Karena itu saya harus mendenda Anda 10 dolar." Ketika pria itu dengan sedih mengaku tak punya uang, sang hakim mengeluarkan 10 dolar dari dompetnya dan membayarkan denda itu. Lalu ia juga meminta agar setiap orang dalam ruang pengadilan itu menyumbang 50 sen untuk membantu pria itu.
Inti dari Injil adalah salib Yesus Kristus. Pesannya sangat jelas sehingga anak kecil pun dapat memahaminya: Yesus mengambil alih tempat saya dan mati menggantikan saya. Namun kebenarannya demikian agung sehingga orang paling bijak pun tak dapat menangkap maknanya secara utuh. Alkitab berkata, "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah" (1 Petrus 3:18). Alkitab juga berkata: "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka" (Roma 5:6).
Saat membaca tentang belas kasih hakim di atas, kita dapat melihat gambaran belas kasih Allah yang tak terukur. Tuntutan hukum terpenuhi. Dan hakim itu sendiri yang membayar denda. Orang yang melanggar hukum dibebaskan, bahkan dianugerahi karunia yang sesungguhnya tak layak ia terima. Sungguh suatu gambaran yang indah tentang Juruselamat kita! --Vernon Grounds

MENGENAL INJIL MATIUS

Tujuan dan Survei Matius

Tujuan
Matius menulis Injil ini
  1. (1) untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
  2. (2) untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi PL, yang sudah lama dinantikan, dan
  3. (3) untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa
  1. (1) hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.
  2. (2) Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.
Survai
Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang dinubuatkan. Yesus menggenapi nubuat PL dalam kelahiran-Nya (Mat 1:22-23), tempat lahir (Mat 2:5-6), peristiwa kembali dari Mesir (Mat 2:15) dan tinggal di Nazaret (Mat 2:23); Ia juga diperkenalkan sebagai Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias (Mat 3:1-3); dalam hubungan dengan lokasi utama dari pelayanan-Nya di depan umum (Mat 4:14-16), pelayanan penyembuhan-Nya (Mat 8:17), peranan-Nya selaku hamba Allah (Mat 12:17-21), ajaran-Nya dalam bentuk perumpamaan (Mat 13:34-35), peristiwa memasuki Yerusalem dengan jaya (Mat 21:4-5) dan penangkapan-Nya (Mat 26:56).
Pasal 5-25 (Mat 5:1--25:46) mencatat lima ajaran utama yang disampaikan oleh Yesus dan lima kisahan utama mengenai perbuatan-Nya yang besar sebagai Mesias. Lima ajaran utama itu adalah:
  1. (1) Khotbah di Bukit (pasal 5-7Mat 5:1--7:29);
  2. (2) pengarahan bagi orang yang diutus untuk berkeliling memberitakan Kerajaan itu (pasal 10Mat 10:1-42);
  3. (3) perumpamaan tentang Kerajaan Allah (pasal 13Mat 13:1-30);
  4. (4) sifat seorang murid sejati (pasal 18Mat 18:1-35) dan
  5. (5) ajaran di Bukit Zaitun mengenai akhir zaman (pasal 24-25Mat 24:1--25:46).
Lima kisah utama dalam Injil ini adalah:
  1. (1) Yesus mengerjakan tanda ajaib dan mukjizat, yang menegaskan tentang realitas kerajaan itu (pasal 8-9Mat 8:1--9:38);
  2. (2) Yesus mempertunjukkan lebih lanjut adanya kerajaan (pasal 11-12Mat 11:1--12:50);
  3. (3) Pengumuman kerajaan menimbulkan bermacam-macam krisis (pasal 14-17Mat 14:1--17:27);
  4. (4) Yesus berjalan ke Yerusalem dan tinggal di situ pada minggu terakhir (Mat 19:1--26:46);
  5. (5) Yesus ditangkap, dihakimi, disalibkan dan bangkit dari antara orang mati (Mat 26:47--28:20). Tiga ayat yang terakhir dari kitab Injil ini mencatat "Amanat Agung" Yesus.



Artikel yang terkait dengan Matius:


Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman

  Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman   Pengantar Agama dan keyakinan bukan sek...