Jumat, 13 Januari 2012

PREDIKSI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2012

Prediksi Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012


Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 hanya sebesar 6,3 persen, lebih rendah dari proyeksi untuk 2011 sebesar 6,4 persen.

"Salah satu faktor yang mempengaruhi pelambatan pertumbuhan ini adalah kemorosotan ekonomi global," kata Ekonom Bank Dunia Perwakilan Indonesia, Shubham Chaudhuri, di Institut Kebijakan Publik Paramadina Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pasar keuangan Indonesia tidak kebal terhadap guncangan eksternal. Tetapi Indonesia tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat di tengah banyaknya negara di dunia yang mengalami penurunan tajam posisi fiskal dan neraca keuangan sektor swasta sejak 2008.

Lebih lanjut Shubham mengatakan, fundamental ekonomi makro Indonesia yang kokoh adalah pertahanan utama dalam menghadapi gejolak pasar yang terus berlangsung.

Menurut dia, penting bagi Indonesia mengambil langkah-langkah meningkatkan ketahanan terhadap goncangan pasar keuangan global termasuk dengan menghindari ketidakpastian dalam kebijakan.

Bank Dunia telah menurunkan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi tahun 2012 dari 6,7 persen menjadi 6,3 persen pada Juni 2011 karena melemahnya pertumbuhan ekonomi negara-negara mitra dagang utama dan harga komoditas.

Namun, menurut Shubham, angka ini masih menempatkan perekonomian Indonesia pada posisi yang kuat.

"Saat ini, dalam skenario Bank Dunia, tidak perlu dilakukan perhitungan darurat," kata Shubham.

Namun, menurut dia, sebagai persiapan untuk menghadapi skenario krisis ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan antara lain mengkaji ulang protokol krisis manajemen terutama pada sektor finansial, mempertimbangkan pembiayaan tak terduga untuk anggaran, dan mempersiapkan rencana darurat berupa stimulus fiskal.

Pada skenario yang pesimistis termasuk jika terjadi krisis keuangan internasional serta melemahnya permintaan eksternal, maka Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 akan turun hingga hanya 5,5 persen.

Sedangkan pada skenario yang ekstrim di mana krisis menyebabkan turunnya pertumbuhan global secara signifikan dan India serta China juga menghadapi pertumbuhan yang besar, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 akan merosot tajam namun masih berada di atas empat persen.


Tidak Ada Masa Depan Buat Orang-Orang Pesimis yang Terlalu Mengkhawatirkan Kemajuan Ekonomi Negaranya. Masa Depan Ada Pada Orang-Orang Yang Berpikir Optimis, Yang Bekerja Keras Untuk Mengurangi Risiko, Dan Berjuang Total Untuk Meningkatkan Kemajuan Ekonomi Negaranya Melalui Kecerdasan Kreatifnya.” – Djajendra
Memasuki tahun 2012 sebagian orang  merasa khawatir oleh krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Eropa dan Amerika Serikat. Selama ini, dominasi dari kekuatan ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sangat luar biasa pengaruhnya terhadap perekonomian global. Oleh karena itu, wajar saja bila banyak orang selalu melihat perilaku ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sebagai alat ukur untuk menyelamatkan nilai dari kekayaan yang mereka miliki.
Setelah melakukan pembelajaran dan mengutak-atik angka-angka untuk memprediksi perekonomian Indonesia di tahun 2012, hasilnya lebih kurang sama saja seperti yang sudah dibicarakan oleh banyak ahli dan pengamat ekonomi. Ekonomi Indonesia masih dijalan yang baik dan tetap akan memberikan pertumbuhan positif yang kemungkinan besar bertumbuh diantara 5,5% – 6,5% dengan inflasi di level 5% – 7%, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat akan berada di level 8900 – 9300.
Secara intuitif saya merasakan bahwa perekonomian Indonesia akan bertumbuh secara stabil dalam jangka waktu yang lebih panjang. Oleh karenanya, tahun 2012 adalah tahun yang sangat optimistis buat mengarahkan ekonomi Indonesia kepada jalur yang diinginkan, agar dapat memberikan kesejahteraan buat masyarakat banyak. Oleh karena itu, mengarahkan dan memotivasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui sektor industri dan perdagangan berbasis sumber daya alam, sumber daya manusia kreatif, dan pariwisata akan membuat ekonomi Indonesia semakin tangguh di tahun 2012.
Risiko dari perasaan khawatir terhadap keadaan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat akan berdampak kepada sektor keuangan dan sektor pasar modal. Akibatnya, kemungkinan besar para investor lebih suka menyimpan uang mereka di logam mulia emas atau pun di properti. Properti yang kemungkinan akan diincer adalah tanah, dan biasanya investasinya bersifat jangka panjang dan tidak likuid.
Kekuatan pasar domestik Indonesia sangatlah luar biasa. Kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka berbelanja daripada menabung telah menjadi sebuah kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi. Sebab, uang akan terus berputar dan dalam setiap putaran uang tersebut akan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Kecerdasan untuk mengelola potensi, dan memotivasi pertumbuhan pasar domestik oleh pihak yang berwenang. Khususnya, untuk memudahkan produk dan jasa buatan dalam negeri agar dapat menjadi lebih efektif, kreatif, produktif, efisien, dan berdaya saing unggul dibandingkan produk import, akan menjadikan ekonomi Indonesia lebih kuat dan tidak perlu takut terhadap keadaan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Tahun 2012 adalah tahun yang sangat tepat untuk Indonesia buat menyiapkan sistem perdagangan dan investasi yang kuat. Termasuk, menyiapkan kapasitas dan keunggulan daya saing industri Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan dan jasa di waktu yang akan datang; agar Indonesia tetap unggul saat berhadapan dengan ekonomi China, India, dan negara-negara penghasil produk murah lainnya.
Upaya terhadap pemulihan ekonomi Eropa dan Amerika serikat di tahun 2012 kemungkinan tidak terlalu optimis. Tetapi, ekonomi Eropa dan Amerika Serikat tidak akan lebih memburuk dibandingkan tahun 2011. Oleh karena itu, pemikiran dan perkiraan yang mengkhawatirkan resesi ekonomi yang lebih buruk di Amerika Serikat dan Eropa kemungkinan besar tidak akan terjadi.
DJAJENDRA


Kamis, 05 Januari 2012

MEMAKNAI DATANGNYA TAHUN BARU

MEMAKNAI DATANGNYA TAHUN BARU





Sudah menjadi tradisi, menjelang datangnya tahun baru atau yang sering disebut "pergantian tahun" selalu diisi dengan berbagai kegiatan untuk melepas tahun yang sedang dijalani dan menyongsong datangnya tahun baru. Dalam menyambut datangnya tahun baru, pada umumnya dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan dan pesta di tempat-tempat umum, hotel serta tempat paling istimewa dan eksklusif.

Masyarakat Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, menjelang akhir tahun, banyak yang melancong keluar negeri untuk berlibur. Sebagian lainnya pergi ke pusat-pusat wisata di dalam negeri untuk menghabiskan liburan akhir tahun dan awal tahun. Dan yang lebih banyak lagi, menjelang pergantian tahun, banyak warga keluar rumah untuk pesta pora di jalan-jalan sambil meniup terompet. Akibatnya semua ruas jalan protokol dipadati manusia dan kendaraan, sehingga macet di mana-mana. Di malam pergantian tahun pun banyak terjadi kecelakaan sehingga warga mengalami luka-luka dan bahkan kehilangan nyawa.

Introspeksi dengan SWOT

Setiap individu, keluarga, dan kelompok masyarakat, sebaiknya melakukan introspeksi (muhasabah) menjelang tutup tahun dan menyongsong tahun baru. Bertanya pada diri sendiri apa yang sudah dilakukan pada tahun yang akan ditinggalkan dan program apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Introspeksi sangat penting dilakukan. Setidaknya terdapat 3 (tiga) alasan mengapa introspeksi perlu dilakukan. Pertama, supaya mengetahui perjalanan selama satu tahun, kesuksesan atau kegagalan. Kalau sukses, maka dapat ditingkatkan pada tahun mendatang. Sebaliknya, kalau gagal dan kurang berhasil dapat diketahui penyebab kegagalan, sehingga bisa diperbaiki pada tahun mendatang.

Kedua, ada progress report (laporan kemajuan) setiap individu, keluarga, dan kelompok. Dengan begitu, ada dorongan yang kuat untuk melakukan peningkatan dan perbaikan pada tahun mendatang. Oleh karena, siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka sesungguhnya dia telah beruntung, barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia telah merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya dia terlaknat.

Ketiga, bisa membuat program yang lebih realistik dan dapat dilaksanakan. Untuk bisa membuat program yang diperlukan untuk memacu kemajuan, bisa dilakukukan introspeksi dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, dan threats) menjelang akhir tahun dan menyongsong tahun baru. Setiap pribadi, keluarga, dan kelompok masyarakat, paling tidak diingatkan dan disadarkan kembali bahwa masing-masing mempunyai kekuatan (strength), yang jika dioptimalkan dapat membawa kebangkitan, kemajuan dan kejayaan di masa depan.

Di samping itu, kita mempunyai kelemahan (weakness), yang harus terus-menerus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya supaya tidak menjadi penyebab timbulnya kemunduran. Pada saat yang sama harus pula disadari bahwa ada banyak peluang (opportunities), yang dapat diisi dan dimanfaatkan untuk membawa kebangkitan dan kemajuan. Juga jangan dilupakan, ada dan bahkan banyak ancaman (threats) yang dihadapi dan harus dieliminir sekecil mungkin yang bakal timbul agar terhindar dari kerugian dan kemunduran.

Maknai Pergantian Tahun

Selama ini pergantian tahun selalu diisi pesta pora untuk pemuasan hawa nafsu dengan menghabiskan uang, energi dan menimbulkan kerugian harta benda dan nyawa. Berjalannya waktu dan semakin bertambahnya usia, seharusnya menyadarkan kita bahwa pergantian tahun harus dimaknai dengan melakukan introspeksi seperti dikemukakan di atas.

Selain itu, pergantian tahun harus pula dimaknai dengan pemahaman dan penghayatan, sebagai berkurangnya dan bertambahnya usia (umur). Bertambahnya usia, berarti bertambah kematangan dan kearifan. Diharapkan bertambahnya umur, semakin memacu semangat dan etos kerja untuk mengisi hidup dengan banyak berbuat kebaikan, karena sebaik-baik manusia ialah yang panjang umurnya dan banyak perbuatan baiknya.

Di samping itu, pergantian tahun harus pula dimaknai bahwa Tuhan masih memberi kesempatan untuk hidup. Maka sudah sepantasnya dipergunakan untuk meningkatkan partisipasi membangun bangsa Indonesia yang sebagian masih terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Terakhir, pergantian tahun, berarti munculnya tahun baru, dan diharapkan membawa semangat baru dan harapan baru untuk menghela kebangkitan dan kemajuan Indonesia.

Selamat Tahun Baru 2012 semoga Tuhan selalu menyertai dan menunjuki seluruh bangsa Indonesia.

*) Musni Umar, Ph.D adalah sosiolog, Direktur Institute for Social Empowerment and Democracy (INSED).

(vit/vit)




Jumat, 02 Desember 2011

MEMETRI BUDAYA JAWA DI PERANTAUAN

Untuk teman-teman yang menyukai kebudayaan Jawa, khususnya karawitan, wayang kulit, tradisi, falsafat, dan hal-hal lain yang masih sekitar budaya Jawa silahkah sekali-kali bolehlah berkunjung ke situs-situs ini. Sekalian kalau suka juga boleh download untuk di koleksi di hardisk atau media lainnya untuk di dengar apa dilihat.
http://wayangprabu.com/
http://jamansemana.wordpress.com/
http://bornjavanese.blogspot.com/

MAKNA AJARAN DEWA RUCI





Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya.
Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara Kawula dan Gusti, yang diperagakan oleh Bima atau Aria Werkudara dan Dewa Ruci.
Pencarian air suci Prawitasari
Guru Durna memberitahukan Bima untuk menemukan air suci Prawitasari. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih, suci; sari artinya inti. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci.
Hutan Tikbrasara dan Gunung Reksamuka
Air suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara, dilereng Gunung Reksamuka. Tikbra artinya rasa prihatin; sara berarti tajamnya pisau, ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta (tajamnya cipta). Reksa berarti mamalihara atau mengurusi; muka adalah wajah, jadi yang dimaksud dengan Reksamuka dapat diartikan: mencapai sari ilmu sejati melalui samadi.
1. Sebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air.
2. Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan fokus pandangan kepada pucuk hidung. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina, Tur berarti gunung, sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi.
Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci, dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi. Dalam cerita wayang digambarkan bahwasanya Resi Manukmanasa dan Bengawan Sakutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci.
Raksasa Rukmuka dan Rukmakala
Di hutan, Bima diserang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmala. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya, ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil.
Rukmuka : Ruk berarti rusak, ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak (kemukten).
Rukmakala : Rukma berarti emas, kala adalha bahaya, menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain: pakaian, perhiasan seperti emas permata dan lain-lain (kamulyan)
Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan, karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih, terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut.

Samudra dan Ular
Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan , tetapi sebenarnya berada didasar samudra. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra, yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain.
Ular adalah simbol dari kejahatan. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati, tidaklah cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan, dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya.
Untuk itu dia harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
Rila : dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain.
Legawa : harus selalu bersikap baik dan benar.
Nrima : bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar.
Anoraga : rendah hati, dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya, dia tidak akan membalas, tetap sabar.
Eling : tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran.
Santosa : selalu beraa dijalan yang benar, tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain : melakukan samadi. Selalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat.
Gembira : bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya, tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu.
Rahayu : kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak.
Wilujengan : menjaga kesehatan, kalau sakit diobati.
Marsudi kawruh : selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar.
Samadi .
Ngurang-ngurangi: dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar, makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak: minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang lezat; tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman; tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah.
Pertemuan dengan Dewa Suksma Ruci
Sesudah Bima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka, Bima bertemu dengan Dewa kecil yaitu Dewa Suksma Ruci yang rupanya persis seperti dia. Bima memasuki raga Dewa Suksma Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri. Di dalam, Bima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut.
Pelajaran spiritual dari pertemuan ini adalah :
Bima bermeditasi dengan benar, menutup kedua matanya, mengatur pernapasannya, memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening.
Kedatangan dari dewa Suksma Ruci adalah pertanda suci, diterimanya samadi Bima yaitu bersatunya kawula dan Gusti.
Di dalam paningal (pandangan didalam) Bima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya (Tinarbuka) jelas dan tidak ada rahasia lagi. Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam, dia adalah satu dengan yang suci, tak terpisahkan. Dia telah mencapai kasunyatan sejati. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut “mati dalam hidup” dan juga disebut “hidup dalam mati”. Bima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Mula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya, ketemu keluarganya dan lain-lain.
Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima
Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunyatan-kenyataan sejati.
Gelang Candrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. Candra artinya bulan, kirana artinya sinar. Bima yang sudah tinarbuka, sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat di dalam paningal.
Batik poleng : kain batik yang mempunyai 4 warna yaitu; merah, hitam, kuning dan putih. Yang merupakan simbol nafsu, amarah, alumah, supiah dan mutmainah. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya.
Tusuk konde besar dari kayu asem
Kata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik, Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup, dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi.
Tanda emas di antara mata.
Artiya Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap.
Kuku Pancanaka
Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. Melambangkan :
1. Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati.
2. Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat, dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak.
Contohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati.
Sumber : karatonsurakarta.blogspot.com

SIKAP ANDA ADALAH ASET TERPENTING ANDA


SIKAP ANDA ADALAH ASET TERPENTING ANDA

Sikap anda mungkin bukan aset yang membuat kita menjadi pemimpin-pemimpin yang baik, tetapi tanpa sikap yang baik kita tidak akan mencapai potensial kita sepenuhnya .Robert Half International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, belum lama ini meminta para vice president dan direktur-direktur sumberdaya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika menyebutkan satu alasan utama untuk memecat seorang pekerja. Jawabannya sangat menarik dan menggarisbawahi sikap di dalam dunia bisnis:
-Tidak kompeten 30%
-Ketidakmampuan bekerja bekerja sama dengan pekerja lain 17%
-Ketidakjujuran atau berdusta 12%
-Sikap negatif 10%
-Kurang motivasi 10%
-Kegagalan atau menolak mengikuti perintah 7%
-Alasan-alasan lainnya 8%

perhatikan bahwa meskipun tidka kompeten menjadi peringkat pertama pada daftar itu, lima peringkat berikutnya adalah sikap. belum lama ini, The carnegie institute menganalisis catatan dari 10.000 orang dan menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis. 85% selebihnya adalah masalah kepribadian, dan kepribadian bawaan yang terutama diidentifikasi oleh tim ini adalah sikap. Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan abgaimana kita menangani perasaan kita. Dua fatokt ini sangat menentukan kesuksesan kita.

Dari buku The Maxwell Daily Reader HC , BI Jakarta, 2011 , TB.Gramedia, Rp.98.000.
Posted by Picasa

Antarea dan Gatutkaca


sebagai pemuda janganlah takut untuk mencapai apa yang engkau cita-citakan. contohllah teladan, semangat, dedikasi dari kedua tokoh ini Raden Antareja dan dan Raden Gatutkaca yang pantang menyerah untuk membela kebenaran dan keadilan. Semenjak kecil dididik keras, tidak cengeng.
Posted by Picasa
Posted by Picasa
Posted by Picasa

Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman

  Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman   Pengantar Agama dan keyakinan bukan sek...