PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup semakin terarah, dengan berkebudayaan peradaban makin manusiawi dan membawa kebaikan bersama: satu bumi,satu nasib_kehidupan yang kita jalani=
Jumat, 07 April 2017
PANDAWA LIMA, KRESNA&BALADEWA
Karakter : perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia.
Karakter :perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia.
Ketika muda, Kresna bernama Narayana. Ia kemudian menjadi raja di Dwarawati. Meskipun secara fisik pria ini berkulit hitam, berdarah hitam dan berdaging hitam, tetapi Kresna tidak ‘hitam’ ulahnya. Kresna adalah lambang pria yang ramah, mudah bergaul, supel, banyak kawan, dan suka bercanda (humor). Ketika memberi fatwa, ia menggunakan berbagai sindiran yang begitu lembut, sehingga yang dinasihati tidak merasa sakit hati. Kresna banyak didatangi sahabat tua-muda dan pria-wanita, untuk sharing atau konsultasi. Umumnya, sepulang dari konsultasi dari Dwarawati, para ‘relasi’ Kresna pulang dengan menggenggam semangat. Kresna memang terkenal sangat strategis dalam menghadapi keluhan para ‘klien’-nya. Kresna memiliki karier yang sulit ditandingi, terlebih di bidang politik. Di mata sesamanya, Kresna memiliki wibawa yang sangat tinggi dan pengaruh yang luar biasa. Dedikasi dan loyalitasnya sangat oke, karena itulah semua anak buah Kresna patuh kepadanya. Dalam rumah tangga, Kresna tidak mengecewakan. Walaupun beristeri tiga orang, Kresna sangat adil. Nasihat yang terkenal dari Kresna kepada para isterinya ialah, agar mereka mengedepankan rasa kemanusiaan dan mengesampingkan busana glamour.
Waktu mudanya, Baladewa bernama Raden Kakrasana, kakak Prabu Kresna. Baladewa berkulit putih kemerahan seperti turis (bule). Ia adalah lambang pria yang suka bersemedi, suka pati raga dan tirakat. Ia lebih banyak berkecimpung di dalam dunia ilmu ghaib. Waktu yang lain dimanfaatkan untuk berkiprah di bidang olah kaprajan, juga menempa strategi berperang. Baladewa memiliki watak sangat menyayangi keluarganya, terlebih kepada saudara perempuannya, Dyah Ayu Sembadra. Kemanapun pergi, Sembadra senantiasa dalam pengawalan Baladewa. Karakter yang menonjol dari Baladewa adalah mudah marah tapi juga mudah memberi maaf kembali. Hubungan kekeluargaan dengan Pandawa memang sedikit renggang, karena Baladewa banyak bermukim di Astina. Tetapi Baladewa juga serta-merta hijrah dari Astina, setelah mengetahui bahwa keluarga Astina telah melenceng dari kesepakatan dan pesan para leluhur. Baladewa bisa dilambangkan sebagai gambaran sosok pria yang setiap bertindak selalu serampangan, tanpa dipikir panjang terlebih dahulu, akhirnya justru malu sendiri setelah ketahuan kekeliruannya. Kelebihan lain dari Baladewa adalah berani mengakui secara jantan atas kekeliruan dan kekhilafannya.
Kamis, 23 Maret 2017
DIALOG ANTAR AGAMA DI ASIA
Dialog Antar
Agama Saat Yang Tepat Bagi Asia
24/01/2017
Kebutuhan mendesak untuk dialog antaragama di Asia harus menjadi perhatian sebagai bentuk ketaatan wilayah itu pada “Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani” yang berlangsung 18 hingga 25 Januari.
Asia adalah tempat kelahiran sebagian besar agama-agama
utama di dunia , termasuk Islam, , Hindu, Buddha, Taoisme, Konghucu, Yudaisme, dan bahkan Kristen.
Agama-agama kuno ini sangat mempengaruhi sebagian besar kehidupan orang-
orang di benua tersebut. Multiplisitas budaya dan keragaman agama adalah ciri orang Asia.
Tidak seperti Barat, yang dapat memisahkan agama dari usaha ekonomi, politik, dan sosial, orang Asia tidak membedakan dikotomi dalam kehidupan pria dan wanita.
Seorang Asia melihat urusan kehidupan dari perspektif sistem kepercayaannya, dan ia menempatkan “otoritas” tertinggi kepada Tuhan sebagai pemberi dan penyedia kehidupan, menuntun nasib manusia, dan sumber utama hukum dan ketertiban, keadilan dan perdamaian di alam semesta.
Para wakil duniawi Ilahi – uskup, imam, nabi, bhiksu, ulama, pendeta – sangat dihormati oleh orang-orang Asia sebagai pembawa pesan firman Allah yang benar dan sah kepada umat manusia dan untuk semua ciptaan.
Dalam konteks Asia, para pemimpin agama tidak hanya memiliki otoritas moral atas umat mereka, tapi juga mempengaruhi dan memobilisasi umat untuk bertindak atas nama keadilan dan dalam transformasi dunia.
Mendiang Kardinal Jaime Sin dari Filipina adalah contoh klasik ketika dikaitkan dengan otoritas keagamaan di mana ia menjadi pemain dalam mengubah lanskap politik negara itu.
Namun, Asia adalah juga rumah bagi komunitas manusia terbesar di mana mayoritas hidup dalam kemiskinan, kelaparan, dan kesengsaraan karena korupsi yang dilakukan oleh para pengelola negara, sistem politik dan sosial yang keras, dan tatanan dunia ekonomi yang dinikmati Barat.
Untuk alasan ini, pertemuan antaragama telah menjadi sebuah kebutuhan mendesak di Asia. Ini adalah saat yang tepat bagi berbagai agama untuk berkumpul bersama-sama dan membantu untuk membentuk lanskap Asia dan mengubahnya menjadi sebuah negeri “yang berlimpah susu dan madu” bagi rakyatnya.
Hal ini harus menjadi satu kesatuan melalui dialog antaragama guna membangun jembatan di kalangan orang—orang
dari berbagai budaya , ideologi dan agama . Ini harus menjadi dialog kehidupan agar orang-orang
membuka hati dengan sikap kasih sayang satu dengan lainnya.
Hal yang sangat penting bahwa pria dan wanita di Asia yang religius mengambil peran utama dalam memfasilitasi dialog tersebut. Ini harus menjadi elemen inti dari doa dan tindakan kita selama perayaan tahunan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani.
Sikap Kristen terhadap perlunya dialog antaragama di Asia dapat menjadi model tentang inkarnasi, ketika Tuhan dari sifat keilahianNya
bersekutu dengan manusia..
Melalui misteri ini, Tuhan berdialog dengan manusia, menegaskan martabat manusia, dan merayakan
kehadiran ilahi dalam setiap diri manusia, terlepas dari agama.
Bonifacio Tago Jr adalah wakil ketua program akademik dan profesor filsafat di Kolese Samaria Yang Baik, Cabanatuan City, Filipina. Dia saat ini mengambil gelar doktor Teologi Hidup Bakti di Institut Hidup Bakti di Asia.
Sumber: ucanews.com
Menganyam Damai di Benua Kuning: Menelisik
Dialog Antar-Agama di Asia
Asia adalah tempat lahirnya berbagai agama besar
dunia. Keberagaman ini memperkaya budaya, namun juga memicu konflik jika tidak
dijaga. Dialog antar-agama hadir sebagai jembatan penting untuk merawat
kerukunan, mengurangi salah paham, dan membangun perdamaian abadi di tingkat
regional maupun global.
Panorama Agama Besar di Asia dan Peran
Dialognya
Asia menaungi tradisi spiritual yang beragam. Setiap
agama memiliki pandangan khas tentang keselamatan, kemanusiaan, dan pentingnya
hidup berdampingan secara damai.
Islam
- Penjelasan:
Mengajarkan prinsip rahmatan lil 'alamin (kasih sayang bagi semesta
alam). Dalam konteks Asia, Islam sering kali menjadi mayoritas di Asia
Tenggara dan sebagian Asia Selatan serta Tengah, menuntut tanggung jawab
moral pemimpinnya untuk melindungi minoritas.
- Tokoh
Garda Depan: Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Indonesia.
- Kutipan
Pendapat: "Tidak penting apa agama
atau suku Anda. Kalau Anda bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua
orang, orang tidak pernah bertanya apa agama Anda."
Kekristenan (Katolik & Protestan)
- Penjelasan:
Berfokus pada kasih universal, pengampunan, dan rekonsiliasi. Gereja di
Asia sangat aktif terlibat dalam dialog kontekstual dengan budaya lokal
serta agama non-Kristen demi mengatasi kemiskinan dan perpecahan sosial.
- Tokoh
Garda Depan: Kardinal Malcolm Ranjith dari Sri Lanka.
- Kutipan
Pendapat: "Situasi bisa sangat tegang,
tetapi kunci utamanya adalah menyatukan masyarakat dan menuntut kedamaian
serta perlindungan bagi setiap warga tanpa memandang iman mereka."
Buddha
- Penjelasan:
Menekankan konsep welas asih (karuna) dan mengakhiri penderitaan
batin melalui jalan kedamaian. Umat Buddha di Asia, mulai dari Tibet
hingga Asia Tenggara, aktif mengampanyekan perdamaian batin dan harmoni
sosial.
- Tokoh
Garda Depan: Dalai Lama ke-14 (Tenzin Gyatso).
- Kutipan
Pendapat: "Cinta dan kasih sayang
adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Tanpa itu, umat manusia tidak dapat
bertahan hidup."
Hindu
- Penjelasan:
Berakar dari nilai keselarasan kosmis seperti Tri Hita Karana (tiga
penyebab kesejahteraan) dan pengakuan bahwa jalan spiritual menuju
kebenaran itu beragam.
- Tokoh
Garda Depan: Mahatma Gandhi (warisan pemikirannya
terus hidup di gerakan lintas iman Asia).
- Kutipan
Pendapat: "Agama-agama adalah jalan
berbeda yang menuju ke titik yang sama. Mengapa kita harus bertengkar
karena jalannya berbeda?"
Penutup
Dialog antar-agama di Asia bukan sekadar wacana
teologis di ruang seminar, melainkan kebutuhan hidup sehari-hari demi menjaga
keutuhan masyarakat yang majemuk. Melalui keteladanan para tokoh garda depan,
terbukti bahwa perbedaan keyakinan dapat diselaraskan dalam semangat
kemanusiaan yang universal.
DEVOSI: Pengertian dan macamnya pada umumnya
.
1. Devosi kepada Allah (latria)
.
Dengan dan melalui praktek devosi, manusia menyadari diri sebagai makhluk terbatas, lemah, dan tidak berdaya. Karena itu, manusia mau menyerahkan seluruh diri dan segala sesuatu yang dimilikinya kepada Allah. Dengan dan melalui devosi, manusia selalu berusaha untuk mengarahkan diri dan tinggal dekat dengan Allah, hidup bersandar dan bergantung sepenuhnya pada Allah sebagai sumber kekuatan dan hidup.
.
Dalam pengertian ini, devosi sebenarnya hanya dapat ditujukan kepada Allah. Allah merupakan objek pertama dan terakhir dari segala devosi. Hanya Allah lah yang berhak dan patut dihormati, disembah, dipuji-puji dan dimuliakan. Devosi-devosi partikular lainnya, seperti devosi-devosi yang ditujukan kepada orang kudus dan para malaikat berperan sebagai sarana untuk mengembangkan, menumbuhkan dan memajukan penghormatan dan penyembahan kepada Allah sebagai objek devosi paling pertama dan paling akhir. Karena itu, devosi kepada Allah (latria) perlu dibedakan secara baik dan jelas dari devosi kepada orang kudus dan para malaikat (dulia).
.
2. Devosi kepada Orang Kudus dan Malaikat
.
Tradisi Gereja sehubungan dengan penghormatan kepada orang kudus yang sudah sangat tua usianya tetap dikukuhkan dan dipertahankan secara baik oleh Konsili Vatikan II dalam hubungan dengan peringatan dan Perayaan Suci Tahun Liturgi (SC 104, 111) dan dalam hubungan dengan persekutuan seluruh anggota Tubuh Mistik Kristus, yakni Gereja (LG 50, 51). Dalam kedua dokumen ini dikatakan bahwa Gereja memandang perlu untuk menghormati orang kudus yang dianugerahi rahmat Allah dan yang setelah mendapat keselamatan abadi mereka melakukan pujian sempurna bagi Allah di surga dan menjadi pengantara kita.
.
Dengan berdevosi kepada para kudus di surga, kita tidak melemahkan ibadat kepada Allah dengan perantaraan Yesus Kristus dalam Roh Nya, tetapi justru turut membuatnya menjadi lebih kaya. Karena itu, ajaran resmi Gereja mengenai persekutuan para kudus, peran para kudus sebagai pengantara dan ibadat penghormatan kepada mereka menegaskan bahwa para kudus hendaknya hanya menjadi objek penghormatan (veneration, dulia), tidak boleh menjadi objek penyembahan (adoration, latria).
.
3. Devosi kepada Maria, Bunda Yesus
.
Sebagai objek devosi, Bunda Maria dihormati, dikagumi, dicintai dan dimintakan bantuan pengantaraan doanya dengan cara yang tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan terhadap para kudus lainnya. Akan tetapi, karena kedudukan dan peran Maria yang unik dalam karya penyelamatan Allah atas diri manusia, yakni dengan menjadi Bunda Yesus Kristus Putera Allah serta menyertaiNya dalam karya penebusan di dunia, dan karena ia telah menjadi model Gereja yang ditebus secara sempurna dalam dan oleh Yesus Kristus, ia menjadi lebih unggul dari semua makhluk ciptaan, baik di surga maupun di bumi. Relasinya yang istimewa dengan Yesus Kristus, Sang Penyelamat, menyebabkan Bunda Maria dihormati umat beriman pada tempat pertama di antara para kudus di surga. Jadi, karena Bunda Maria paling kudus di antara semua orang kudus maka ibadat kebaktian dan penghormatan kepadanya harus lebih tinggi daripada penghormatan kepada para kudus lainnya. Kelebihan devosi marial ini lazim disebut dengan istilah khusus “hyperdulia”.
.
Meskipun Maria mempunyai kedudukan dan peran yang istimewa dalam tata keselamatan manusia, ia tidak dihormati pada level yang sama seperti penghormatan kepada Allah. Penghormatan kepada Maria harus dibedakan dari penyembahan yang hanya pantas ditujukan kepada Allah. Dalam ajaran Bapa-bapa Gereja, perbedaan antara devosi kepada Bunda Maria dan devosi kepada Allah cukup sering ditekankan untuk diperhatikan oleh setiap umat beriman.
.
.
Sumber: Devosi Kepada Bunda Maria
Selasa, 21 Maret 2017
Rabu, 08 Maret 2017
Be The SALT and The LIGHT of the The World: 15 LANGKAH DALAM KEHIDUPAN
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Maz.1:1-2)
15 LANGKAH DALAM KEHIDUPAN :
01. BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK. (Mat.12:36-37)
Guna menghindarkan penyesalan yang tiada arti. (Ams.16:32)
02. TIDAK MENJAWAB ATAU KOMENTAR SEBELUM MENDENGAR DENGAN JELAS. (Ams.18:13)
Guna menghindari kesalah pahaman. (Ams.11:30)
03. KITA HARUS MENGAMPUNI ORANG LAIN YANG BERSALAH KEPADA KITA. (Mat.6:14-15)
Agar Tuhan juga mengampuni dosa kita kepada-Nya. (Rm.4:7-8)
04. SELALU BERBICARA DAN BERTINDAK JUJUR KEPADA SEMUA ORANG. (1Pet.3:10)
Agar mudah memperoleh kepercayaan. (Ams.10:32)
05. BERSEDIA MEMBANTU , BILA ADA SAUDARA YANG TERJATUH. (Gal.6:1-2)
Belajar menanggung beban sesama manusia sesuai hukum Kristus. (Ams.3:27-28 & Ams.22:9)
06. TETAPLAH JUJUR DIDALAM BERBISNIS. (Ams.11:1)
Agar tidak dipandang keji oleh Tuhan. (Ams.14:2)
07. CEPAT TANGGAP DAN CEPAT MENDENGAR TETAPI LAMBAT UNTUK MARAH. (Yak.1:19)
Sebab kemarahan tidak mengerjakan yang benar dihadapan Tuhan. (Ef.4:26-27)
08. MEMPERTAHANKAN PRINSIP KEBENARAN YANG DIAJARKAN OLEH FIRMAN TUHAN. (Maz.15:1-5)
Agar boleh masuk dan diam dirumah Tuhan. (Mat.5:20)
09. JANGAN BERGAUL DENGAN SEMBARANG ORANG. (Ams.10:19)
Sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. (1Kor.15:33)
10. LEBIH BAIK MENGEKANG LIDAH DALAM SEGALA SITUASI. (Ams.10:19)
Menjaga diri untuk menghindari masalah. (1Pet.3:10-11)
11. BERSIMPATI KEPADA ORANG YANG SEDANG MENDERITA. (Rm.12:15)
Agar hidup bahagia dan tidak berdosa. (Ams.14:21)
12. BERUSAHA UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA SETIAP ORANG. (Rm.12:17-18)
Agar memperoleh Kemurahan dan Kasih Tuhan. (Gal.6:9)
13. JANGAN TINGGI HATI DAN MENGELUARKAN KATA SIA SIA DARI UCAPANMU. (Ams.27:1)
Orang yang sombong dan tinggi hati akan diadili dan akan direndahkan Tuhan. (Mat.12:36-37 & Mat.23:12)
14. JANGAN PERNAH MEMBALAS, JIKA KITA DISAKITI OLEH MUSUH KITA, TETAPI DOAKANLAH MEREKA. (1Pet.3-9)
- Karena sebagai Orang Percaya, kita sudah dididik untuk belajar mengampuni. (Mat.5:43-45)
- Agar segala kesalahan kita juga dapat diampuni oleh Bapa di Surga. (Mat.6:14-15)
15. JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN KATA KATA ORANG LAIN SEBELUM TAHU KEBENARANNYA. (2Kor.11:14)Agar kita tidak disesatkan dan terjebak oleh penipuan. (Ams.1:10 & Ams.4:23-24)
Kita diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Tuhan Yesus Kristus
memberkati kita semua
Microscope: 4. PENGERTIAN KATA-KATA DALAM DOA BAPA KAMI
Kamis, 02 Maret 2017
GEREJA KATOLIK ST. JOSEPH TEBING TINGGI: HEDONISME, TANTANGAN KAUM MUDA KATOLIK
Gud Bless U: Bahan Pendampingan Remaja Katolik
Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman
Meniti Jembatan Iman: Ruang Imajinasi, Pengharapan, dan Praktis Hidup di Tengah Arus Zaman Pengantar Agama dan keyakinan bukan sek...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...













