Membaca Perubahan


oleh Muhamad Rifai


Perjalanan kesuksesan tidak serta merta langsung menuju kepada puncaknya, tentu harus banyak tangga-tangga yang harus dilewati. Tidak mudah tapi itu bisa dijangkau oleh siapa saja yang memiliki kekuatan untuk selalu mempersiapakan diri menghadapi perubahan dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Langkah - langkah kecil memang memerlukan energi yang kecil, tapi setiap perkara kecil itu ketika kita bisa melewati, hal tersebut bisa mengakumulasi pada kesuksesan besar kita.

Sederhana saja kita melihat sejarah perusahan-perusahan besar seperti Harley Davidson yang pernah mengalami masa kejayaan pada tahun sembilan puluhan. Ada pasang surut menghadapi dunia pasar yang selalu berubah-ubah dengan gaya konsumen yang semakin beragam kebutuhannya. Produk yang di presepsikan geng motor pun mengalami penurunan dari sisi pendapatan produsen dan produksinya.
Pesaing-pesaing besar mulai bermunculan seperti honda, kawasaki, suzuki dan yamaha. Harley davidson pun gagal memenuhi keinginan pasar.

Singkat cerita tak ada  yang bisa di andalakan lagi selain mengikuti perubahan dan presepsi untuk selalu menmenuhi kebutuhan konsumen. Strategi membenahi cara kerja berlangsung secara terus menerus, kwalitas dan efisien menjadikan harley davidson melakukan strategi pemasaran yang sangat radikal.

Perubahan secara radikal itu meliputi cara-cara berikut:

1. Herly davidson merekrut bukan karyawan tapi misionaris yaitu orang-orang tipe
     aktivis.
2. Love and respect your costumer.
3.  Create a community of consumens.
4. Celebrity uncommon sense.
5.Use Market research caustiously.
6. The CEO Must Own the marketing fungction.

Dengan konsep-konsep diatas Harley davidson mampu bangkit dengan sistem pasar yang tidak memerlukan banyak energi besar. Konsumennya sendirilah yang terus kemudian memasarkan produk Harley Davidson itu sendiri.
-Disarikan dari Rhenald Kasali Change-
 

Komentar

Postingan Populer