Jumat, 31 Mei 2013

Informasi Penting Seputar Facial



KALA banyak perempuan sibuk mengatur janji dengan salon untuk menata rambutnya, lantas muncul pertanyaan: kapan terakhir kali mereka memanjakan  kulit wajahnya? Ya, segala sesuatu yang berhubungan dengan lotion dan aneka ramuan untuk kulit memang terdengar sangat menenangkan.

“Dengan facial, Anda bisa mendapatkan kulit wajah yang sehat dan lembap. Serta menjaga kulit dari polusi udara. Dan kalau Anda memiliki masalah yang spesifik, seperti pigmen yang tidak rata atau jerawat, maka facial yang dilakukan secara benar dan rutin akan memberikan perubahan positif pada kulit wajah Anda,” kata dokter spesialis kulit Howard Murad, MD, yang juga asisten profesor klinis jurusan kedokteran di University of California, Los Angeles.

Facial - Langkah Demi Langkah

Sebaiknya facial dilakukan secara menyeluruh yang terdiri dari tujuh langkah, yaitu:

1.    Membersihkan wajah secara maksimal dengan produk yang sesuai jenis kulit Anda (normal, kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif)
2.    Melakukan analisa kulit melalui kaca pembesar yang disertai lampu.
3.    Menggunakan krim yang bisa membantu proses pengelupasan sel kulit mati, dengan bantuan alat uap (deep steaming).
4.    Mengeluarkan komedo atau lemak (ekstraksi).
5.    Pemijatan lembut untuk menstimulasi sirkulasi darah serta melemaskan otot-otot di area wajah.
6.    Pengaplikasian masker yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
7.    Mengoleskan penyegar dan dilanjutkan dengan pelembap wajah.


Manfaat dan Kelebihan Facial

Pengelupasan: Ketika sel kulit mati masih bertahan di kulit Anda, maka kulit wajah kehilangan kemilaunya, kompleksitas kulit tampak kasar dan tidak rata. Nah, agar kulit wajah kembali berkilau, para terapis facial akan memilihkan produk eksfoliasi yang terbaik untuk jenis kulit Anda. Alternatifnya, butiran scrub yang lebih besar dan kasar atau yang lebih halus. Misal: alpha hydroxyl acid, beta hydroxyl acid, atau enzim dari buah papaya.

Ekstraksi: Membersihkan pori-pori pada lapisan kulit teratas yang ditutup oleh sel-sel kulit mati, dibantu dengan alat uap. Untuk mengeluarkan lemak atau komedo dari kulit wajah, para terapls facial menggunakan alat khusus yang telah disterilkan terlebih dahulu.

Mencerahkan: Jika masalah Anda adalah kompleksitas kulit yang tidak rata dan vlek kecokelatan, para terapis klinik menganjurkan untuk mengaplikasikan masker atau serum yang memiliki kemampuan untuk membantu mencerahkan kulit wajah, misal: vitamin C, ekstrak licorice, ekstrak buah delima, asam kojat atau arbutin.

Melembabkan: Lapisan atas kulit yang terdiri dari air, tentu membuat kulit terlihat lebih halus, kencang, dan lembut. Nah, untuk memaksimalkan kemampuan kulit dalam “menahan” kandungan air di dalam kulit, para terapis facial akan menggunakan uap, pelembab, dan humektan. Hasilnya, kerutan pada wajah akan terlihat lebih halus,” tutur Stacy Cox, ahli kecantikan dan pemilik spa Pampered People yang berlokasi di Valley Village, California.

Waktu yang Tepat untuk Facial
Jika Anda akan menghadiri undangan penting, sebaiknya lakukan facial seminggu sebelum perhelatan istimewa tersebut. Hal ini untuk mennghindari terjadinya iritasi. Sesungguhnya, facial yang benar tidak membuat kulit iritasi yang mengacu pada inflamasi. Tapi biasanya akan terjadi kulit yang memerah akibat ekstraksi atau pengelupasan ringan,

Bagi beberapa perempuan, mendekati hari pertama datang bulan adalah waktu yang tepat untuk melakukan facial. Sebaliknya, kalau Anda merasa lebih sensitif terhadap rasa sakit, sebaiknya lakukan jadwal ulang dengan klinik kecantikan Anda. Sebagai langkah alternatif, minta terapis facial Anda untuk tidak melakukan ekstraksi.

Tips Khusus Untuk Jenis Kulit Tipis
Jenis kulit sensitif skin kerap diartikan sebagai kulit yang bertekstur sangat halus denga lapisan epidermis yang tipis, maka pembuluh darah juga terlihat “dekat” dengan permukaan kulit. Sebaiknya para terapis facial mengikuti ucapan Cox, yaitu “kurangi suhu panas, durasi facial yang lebih singkat, dan batasi jumlah produk yang digunakan”.

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan?

1. Hindari penguapan wajah
2. Gunakan air hangat, bukan handuk panas
3. Lakukan eksfoliasi dengan menggunakan produk enzim yang memiliki butiran lembut. HIndari penggunaan glycolic acid
4. Gunakan masker dengan formula pelembap
5. Sebisa mungkin tidak melakukan ekstraksi

*) Laurie Drake adalah mantan karyawan majalah Vogue. Ia sering menulis berbagai masalah seputar kecantikan, kesehatan, dan fitness. 


Kamis, 30 Mei 2013

blog OMJAY



http://wijayalabs.com/

INI SEBAGIAN TULISAN BELIAU:



Jokowi Dipuji, PKS Dimaki



Jokowi sedang dipuja-puji, dan PKS sedang dicaci-maki di sini. Hal itulah yang saya ketahui setelah berinteraksi di rumah sehat ini. Lucu juga yah! Jadi ingat sewaktu pak JK dipuja-puji di sini, dan ibu Megawati dicaci-maki. Namun dalam pemilihan presiden, ternyata ibu Megawati lebih populer daripada pak JK.

Itulah dinamika politik. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang terjadi. Sama halnya ketika Jokowi mencalonkan diri menjadi gubernur DKI. Banyak orang yang ragu bahkan meragukan kemampuannya. Kampanye hitampun dibuat. Seolah-olah Jokowi tak memiliki kehebatan apapun. Jokowi dianggap orang yang harus dihambat karirnya agar tak maju menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Tapi politik terus berubah. Jokowi ternyata disukai media. Bukan karena Jokowi memiliki tim media yang tangguh, tetapi ini dikarenakan kepribadian Jokowi yang sangat sederhana. Banyak orang menulis tentangnya tanpa dibayar. Saya pun termasuk blogger yang menuliskan tentang Jokowi dan tanpa bayaran satu senpun.
PKS sedang dicaci-maki saat ini. Bisa jadi kondisi itu akan berubah seiring dengan dinamika politik di tanah air.

 Teruslah berbuat kebaikan dan teruslah mengkampenyakan diri sebagai partai yang solid. Bila nanti di pengadilan ada kader atau mantan ketua PKS LHI tak bersalah, bisa jadi caci-maki itu menjadi pujian. PKS akan menjadi partai harapan. Partai yang diharapkan bangsa Indonesia dengan kejujurannya. Media pun lambat laun akan berpihak kepada partai ini.

Kita tentu tahu duit 4 milyar di dalam kardus yang menghebohkan. Duit itu diberikan kepada Nazarudin (mantan anggota DPR komisi III) atas perintah tersangka korupsi Djoko Susilo. Publik tentu marah besar ketika tahu bahwa masih ada korupsi di negeri ini, dan melibatkan partai besar di dalamnya. Kita ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya. Koruptor harus dimiskinkan. Bukan semakin nyaman di penjara sana.

Namun, publik tiba-tiba diam ketika media tak mempersoalkannya. Publik justru malah bereaksi keras dengan PKS yang belum tentu bersalah. Inilah Indonesia, keadilan terkadang belum menyentuh semua kalangan. Apa yang dituliskan Yudhi Latif di koran kompas, 28 Mei 2013 tentang keadilan untuk PKS nampaknya hanya menjadi angin lalu buat KPK.

Semoga ini menjadi pembelajaran berharga buat bangsa ini.

Jokowi dipuji, PKS dimaki. Itulah yang terjadi saat ini. Kita lihat saja apa yang sesungguhnya terjadi. Partai besar dengan jumawa asyik bersantai ria. Kader-kadernya yang terduga korupsi masih menghirup udara segar dengan fasilitas mewahnya. Inilah wajah Indonesia.

 Bahkan Susno Duaji yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan dan mendekam dalam penjara, masih bisa menikmati nasi padang, dan sate madura yang lezat. Beliau masih bisa tertawa lepas dan tak merasa bersalah. Luar biasa! Masih ada hukum rimba di negeri ajaib ini. Tapi lihatlah apa yang terjadi, ketika ada orang yang maling ayam. Boro-boro bisa makan sate ayam, wajah hitam lebampun menjadi potretnya di koran-koran.

Salam blogger persahabatan
Omjay

http://wijayalabs.com

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...