PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Jumat, 07 Februari 2014
Kamis, 06 Februari 2014
HARI ESOK BELUM TENTU MILIK KITA
Hari Esok Belum Tentu Milik Kita
Apa yang kita lakukan hari ini,akan menjadi masa depan kita.Bila
kita ingin menata masa depan,maka mulailah menata hidup kita hari ini;Karena
hari esok belum tentu menjadi milik kita.
Judul diatas tentunya tidak dalam kontek menggiring orang
untuk berpikiran pepsimis,seolah olah besok dunia akan kiamat. Maksudnya justru
menjadi suatu bahan yang patut direnungkan. Siapa diantara kita yang berani
memastikan bahwa hari esok akan jadi milik kita? Saya yakin,tidak ada
seorangpun di dunia ini yang dapat memastikannya.
Menyadari hal ini,justru akan memberikan pencerahan kepada
kita,bahwa setiap kali kita bangun di pagi hari,adalah karunia yang patut
disyukuri. Mengawali hari dengan penuh rasa syukur ,akan memberikan dampak yang
sangat positif bagi diri kita. Memberikan kita kedamaian hati dan keceriaan.
Adakah suatu kegembiraan yang lebih besar didalam hidup ini,dari pada
kenyataaan bahwa kita masih hidup?Biarlah kita menjawab didalam hati masing
masing.
Falsafah hidup adalah pondasi untuk membangun
masa depan
Yesterday is a history, today is a gift and to-morrow is a
mystery.
Hari yang telah berlalu adalah sejarah bagi diri kita. Hari ini
adalah karunia hidup,sedangkan hari esok masih merupakan misteri . Maka bila
kita ingin menata hidup untuk masa depan,mulailah dengan menata hidup hari ini.
Karena apa yang kita lakukan pada hari ini,akan menjadi masa depan kita.
Hal yang kelihatan sepele ini,ternyata mampu memberikan perubahan
perubahan besar ,baik dalam pola berpikir kita,maupun dalam prilaku kita.
Karena setiap hari ,kita mengingatkan diri sendiri,bahwa ketika matahari
terbit,bukan hanya petanda bahwa pagi sudah tiba,tetapi terlebih petanda bahwa
kita masih hidup.
Jadilah Pemeran Terbaik
Setiap orang berhak menentukan makna atau arti kehidupan bagi
dirinya Antara lain:
Hidup adalah sebuah perjuangan - maka jadilah pemenang dalam
perjuangan ini
Hidup adalah sebuah ujian - maka pastikanlah agar diri kita
lulus
Hidup adalah sebuah karunia - maka syukurilah hidup itu
Hidup adalah untuk berbagi - maka jadikanlah hidup kita
bermanfaat
Hidup adalah proses pembelajaran diri - maka jangan pernah
berhenti belajar
Daftar ini tentunya bisa diperpanjang sesuai dengan pilihan hidup
kita masing masing Setidaknya kita sudah mendapatkan sebuah gambaran,untuk
senantiasa memaknai hidup secara arif dan bijaksana.
Konsisten dan Persistensi
Dalam menata hidup untuk meraih masa depan yang ceria,tidak luput
dari kemantapan kita menjalaninya secara konsisten dan persintensi.
Konsistensi adalah ketetapan atau kemantapan hati,untuk
mengerjakan apa yang telah diputuskan atau menjadi pilihan hidup.Persistensi
atau kegigihan berarti tetap teguh pada pendirian . Dengan landasan persistensi
orang yang ingin meraih impiannya, akan fokus pada apa yang menjadi
kewajibannya. Karena merasa bahwa pekerjaannya adalah sesuatu yang
menggairahkan.
Persistensi atau kegigihan merupakan semangat yang bernyala untuk
meraih kesuksesan sesuai dengan cita cita.Hal ini akan mampu menjadi perisai
diri,terhadap faktor faktor eksternal yang berusaha menggerogoti hasrat hati
dan sekaligus menjadi motivasi diri untuk terus berbenah diri.Kondisi inilah
yang hendaknya dipertahankan ,demi untuk terwujudnya cita cita hidup kita.
Setiap orang ingin memiliki impian ,namun hanya sedikit sekali orang yang
percaya dan yakin,bahwa impiannya akan menjadi sebuah kenyataan. Inilah yang membedakan
antara orang orang yang sukses meraih cita cita hidupnya dengan orang orang yan
hanya senang bermimpi,namun tidak secara sungguh sungguh berhasrat untuk
meraihnya.
Termasuk kelompok manakah kita? Jangan tanya pada rumput yang
bergoyang ,karena disana tidak akan ada jawabannya. Ask your heart,because the
answer is in your heart. Mari kita tanya hati masing masing,karena disana pasti
akan ada jawabannya.
Wollongong.06 Febuari,2014
Tjiptadinata Effendi
http://filsafat.kompasiana.com/2014/02/06/hari-esok-belum-tentu-milik-kita-633251.html
Rabu, 05 Februari 2014
Perjalanan Hidup: Ketika Bosan Melanda Rumah Tangga
Perjalanan Hidup: Ketika Bosan Melanda Rumah Tangga: Pernikahan adalah suatu bentuk kerjasama antara suami dan istri namun tidak selamanya suatu pernikahan berjalan dengan mulus. Selalu ...
Ketika Bosan Melanda Rumah Tangga
Pernikahan adalah suatu bentuk kerjasama antara suami dan istri namun tidak selamanya suatu pernikahan berjalan dengan mulus. Selalu ada pasang surut yang terjadi. Karena itu dibutuhkan kedewasaan kedua belah pihak untuk mengatasi semua masalah yang dapat timbul kapan saja di dalam rumah tangga Anda.
Namun kadang kala suami atau istri kurang bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah atau malah cenderung untuk memperkeruh suasana. Situasi yang demikian dapat membuat pernikahan menjadi tidak sehat. Hubungan yang kondisinya tak sehat tersebut, jika didiamkan, akan menjadi sakit parah. Seperti rasa jenuh terhadap situasi di dalam rumah tangga Anda yang terlalu monoton, sehingga timbullah rasa kebosanan. Setiap orang pasti akan mengalami masa-masa itu. Rasa bosan pasti pernah singgah dalam kehidupan rumah tangga Anda. Bahkan mungkin suatu waktu akan datang kembali.
Profesi ibu rumah tangga menjenuhkan?
Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sungguh mulia. Namun ada kalanya dalam menjalankan tugas yang mulia ini seorang ibu rumah tangga merasakan adanya satu kejenuhan. Apakah kiranya penyebab kejenuhan itu dan bagaimanakah cara untuk mengatasinya ? Seringkali sebagai seorang ibu rumah tangga kita merasa jenuh terhadap tugas sehari-hari. Tugas yang harus diselesaikan rasanya banyak sekali, mengurus anaklah, suami, rumah, dan lain-lain. Sementara sebagai anggota masyarakat pun kita dituntut untuk memberikan peran positif yang tak kurang menyibukkan.
Kita rasanya telah berbuat banyak, mengurus anak, suami, rumah tangga, dan lain-lain, tetapi yang didapat hanya letih. Tak seorangpun yang tahu kelelahan kita. Pekerjaan masih menumpuk, ada lagi dan ada lagi. Seolah-olah tak kunjung selesai, dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Karenanya kondisi ini sering membuat seorang wanita gampang tersinggung, suka cemberut, atau bahkan mudah marah.
Rasa bosan dalam kehidupan berumah tangga adalah wajar, mengingat memang tidak ada yang sempurna dalam kehidupan di dunia ini. Maka, setinggi apapun prestasi, kebaikan, atau keistimewaan, selama masih ada di dunia, pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Akibatnya, kebosanan-kebosanan menyergap kehidupan rumah tangga Anda. Tiba-tiba Anda merasa bosan pada keadaan rumah, bosan terhadap penampilan pasangan, bosan terhadap keadaan anak-anak, atau bosan menghadapi segala permasalahan rumah tangga.
Penyebab Munculnya Rasa Bosan
Apapun yang tidak seimbang akan berakhir pada kebosanan. Harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan akan menimbulkan kekecewaan jika ternyata pasangan tidak mampu memenuhi harapan Anda. Misalnya saja, Anda menginginkan suami selalu bersemangat dalam menyelesaikan setiap permasalahan karena bagi Anda suami ideal adalah suami yang selalu tegar menghadapi masalah rumah tangga. Namun, kenyataannya, suami Anda malah down, dan sebagainya.
Ini adalah suatu gejala dimana pada masa awal hubungan Anda berdua, segala kekurangan Anda atau pasangan mungkin merupakan hal yang menyenangkan. Tetapi jika hubungan Anda mulai suram, sehingga menimbulkan gejala-gejala kecil yang menganggu. Walau ini hanya gejala yang bisa dibilang kecil, di balik itu tersembunyi pertanda bahwa anda atau dia mungkin sudah bosan dengan segala prilaku yang ditunjukan.
Ini adalah suatu gejala dimana pada masa awal hubungan Anda berdua, segala kekurangan Anda atau pasangan mungkin merupakan hal yang menyenangkan. Tetapi jika hubungan Anda mulai suram, sehingga menimbulkan gejala-gejala kecil yang menganggu. Walau ini hanya gejala yang bisa dibilang kecil, di balik itu tersembunyi pertanda bahwa anda atau dia mungkin sudah bosan dengan segala prilaku yang ditunjukan.
Penting..
Yang juga penting adalah mencoba bercermin, melakukan introspeksi terhadap diri anda sendiri. Apakah selama ini anda sudah benar-benar melakukan hal yang terbaik yang dapat anda lakukan untuk pasangan? Dan apakah Anda sudah berusaha sebaik-baiknya untuk membina hubungan yang sehat? Apapun masalahnya, jika salah satu atau kedua pihak dalam suatu hubungan yang sakit berusaha untuk menyembuhkan penyakit tersebut, pasti ada jalan keluarnya. Atau Anda juga dapat menyusun perencanaan dan manajemen rumah tangga Anda kembali. Kebosanan banyak datang karena tidak adanya perencanaan dan manajemen yang baik dalam menata aktivitas rumah tangga.
Yang juga penting adalah mencoba bercermin, melakukan introspeksi terhadap diri anda sendiri. Apakah selama ini anda sudah benar-benar melakukan hal yang terbaik yang dapat anda lakukan untuk pasangan? Dan apakah Anda sudah berusaha sebaik-baiknya untuk membina hubungan yang sehat? Apapun masalahnya, jika salah satu atau kedua pihak dalam suatu hubungan yang sakit berusaha untuk menyembuhkan penyakit tersebut, pasti ada jalan keluarnya. Atau Anda juga dapat menyusun perencanaan dan manajemen rumah tangga Anda kembali. Kebosanan banyak datang karena tidak adanya perencanaan dan manajemen yang baik dalam menata aktivitas rumah tangga.
Setelah sekian lama berumah tangga, ada saatnya Anda berdua merenung. Mungkin karena kesibukan urusan kantor atau rumah, Anda berdua tidak sempat saling mengingatkan pada niat semula menjalani rumah tangga. Anda berdua perlu mengukur kembali keikhlasan Anda dalam menghadapi berbagai problematika rumah tangga. Ajaklah pasangan Anda melakukan refreshing ke luar kota, atau ketempat-tempat yang menyenangkan. Untuk mencari suasana baru.
Bagaimana dengan anda bila anda dan pasangan sedang mengalami kebosanan dalam rumah tangga??? kiat kiat apa yang anda gunakan untuk mengatasi hal tersebut?
7 Tanda Bahaya Pengancam Rumah Tangga
Menjaga keutuhan rumahtangga bukan soal mudah. Banyak sekali godaan yang dapat menghancurkan hubungan. Apalagi, perkawinan adalah bersatunya 2 hati yang memiliki karakter yang berbeda. Belum lagi jika pasangan suami-istri sama-sama berkarier di luar rumah, sehingga waktu berkomunikasi dan berduaan pun menjadi sangat terbatas, yang terkadang memicu timbulnya masalah.
Coba lihat apa yang terjadi pada pasangan Haris dan Elsa. Sama-sama sukses di karier, berpenghasilan tinggi, serta memiliki kedudukan penting di kantor. Sayang, dalam hal membina rumahtangga, yang terjadi adalah sebaliknya. Nyaris tiada hari tanpa keributan. Sering, masalah pemicunya cuma persoalan sepele.
Contohnya, soal sarapan pagi. Sebagai kepala keluarga, Haris merasa harus dilayani Elsa, dan bukan oleh pembantu. “Apa gunanya punya isteri kalau tidak bisa melayani suami. Masak, sih tidak ada waktu sedikitpun untuk menemani suaminya makan,” keluh Haris pada Anton, sahabatnya.
Namun, lain lagi apa kata Elsa pada Tami, sahabatnya di kantor. “Masak, begitu saja harus diributkan. Seharusnya ia, kan tahu istrinya itu wanita karier yang harus berpacu dengan waktu. Bagaimana menemani sarapan pagi, wong berangkat ke kantor saja pukul enam pagi. Dasar, ia memang terlalu banyak menuntut. Pernah, lho kita tidak bicara selama seminggu, gara-gara soal itu!”
Ya, kasus seperti yang dialami Haris dan Elsa seringkali dianggap sepele oleh pasangan suami-istri. Sepintas, memang terlihat itu hanyalah masalah kecil. Namun, bila dibiarkan berlarut-larut, tentu bisa membahayakan keutuhan rumah tangga. Nah, sebelum terlambat, simak beberapa tanda bahaya yang bisa mengganggu dan merusak hubungan rumahtangga beserta solusinya.
1.Masalah Menumpuk
Terkadang, masalah-masalah tak diperhatikan oleh pasangan suami-istri, dan bahkan dibiarkan begitu saja. Misalnya, tak memberi perhatian. Bahkan, bisa saja hari ini pasangan kurang perhatian, besok bersikap kasar, esoknya lagi bersikap acuh pada Anda. Anda sendiri lebih memilih diam dan membiarkan masalah menumpuk. Padahal, ini salah besar. Karena bila dibiarkan terus-menerus, masalah tak bakal membaik, namun justru bertambah runyam. Pertengkaran pun tak dapat dihindari. Saling menuding dan menyalahkan satu sama lain pasti akan menghiasi hari-hari Anda dan pasangan.
- Solusi:
Sebaiknya bila ada masalah yang tidak berkenan di hati Anda, segera utarakan pada pasangan. Jangan pendam sampai menggunung. Apalagi menunggu pasangan menyadari kesalahannya. Kalau ia sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya salah, pasti ia tidak akan melakukannya pada Anda. Untuk itu, setiap kali Anda dan pasangan mengalami masalah, cobalah menyelesaikannya dengan pikiran dingin dan hati yang tenang. Pasti ada jalan keluarnya.
2.Kritik
Tak semua orang bisa menerima kritik, sekalipun kritik yang bersifat membangun. Contohnya Elsa, yang tak sudi menerima kritik dari Haris, suaminya, soal badannya yang makin hari makin mekar ke samping. Apalagi, setiap kali ia menyantap mie goreng kesukaannya, ada saja kata-kata Haris yang menyindir bentuk tubuhnya. Jelas, Elsa tersinggung. Padahal tujuan Haris baik. Bagaimana mengatasinya?
- Solusi:
Sebenarnya, untuk menyampaikan kritik yang tepat pada sasaran tidaklah sulit. Yang perlu diperhatikan adalah, cara penyampaiannya agar tidak menyinggung perasaan. Nah, pergunakanlah bahasa yang sopan dan waktu yang tepat untuk menyampaikannya.
Jangan memberi kritik saat ia berbuat sesuatu yang menurut Anda tidak benar. Jelas saja ia tidak bisa terima. Jika Anda ingin menyampaikan kritik yang membangun pada pasangan, sampaikan di saat Anda berdua menikmati waktu santai, misalnya. Misanlya, “Ma, Papa senang, lho kalau bentuk pinggang Mama diperkecil ukurannya. Biar enak merangkulnya. Kalau mama terlihat langsing, pasti akan semakin cantik!” Tentu, pasangan tidak akan tersinggung, dibanding bila Anda menyerangnya dengan kata-kata pedas.
3. Menghina
Terkadang, tanpa disadari, apa yang Anda perbuat dan ucapkan pada pasangan bisa menyinggung perasaannya. Contohnya, “Bodoh banget sih! Masak mengerjakan hal semudah itu kamu tidak mampu. Katanya sarjana tehnik, tapi teve rusak saja harus ke tukang servis!” Mendengar lontaran kata yang begitu pedas, jangan kaget jika pasangan terhina, harga dirinya terinjak-injak. Apalagi Anda membumbui dengan kata-kata, tolol, bodoh, nggak punya otak. Belum lagi bila Anda hobi menyampaikan sindiran yang bersifat sarkartis, seperti si Ompong (karena giginya ompong) atau si Tambun (karena badannya gendut). Meski maksud Anda bercanda, tetapi bukan berarti Anda dapat semena-mena menyampaikan kata penghinaan yang menyinggung perasaan pasangan.
- Solusi:
Kalaupun Anda merasa tak puas dengan cara kerja pasangan, cobalah membiasakan diri bertutur dengan kata-kata sopan, sehingga ia tidak tersinggung. “Eh, Pa! Bukannya Papa dulu pernah praktik memperbaiki teve ketika kuliah. Pasti Papa sudah lupa, ya cara kerjanya. Ayo, coba diingat-ingat lagi!” Ini jauh lebih baik dibandingkan "hinaan" Anda yang pertama tadi.
4. Membandingkan-Bandingkan
“Eh, si Ambar itu suaminya romantis, lho, Pa! Setiap kali tidur selalu dicium, dibelai. Kalau Papa... mana?” Sifat suka membandingkan pasangan dengan orang lain, jika dibiarkan, sungguh tak baik untuk keutuhan rumah tangga. Apalagi bila Anda membandingkan pasangan dengan orang yang lebih baik dari dia.
- Solusi:
Sadarilah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Mungkin pasangan kurang romantis, tetapi untuk urusan perhatian ia lebih jago daripada suami teman Anda. Kalaupun Anda mengizinkan pasangan berlaku sama seperti orang lain, katakan, “Pa, Mama ingin, lho dicium setiapkali Papa berangkat kerja. Seperti yang ada di teve itu lho! Papa mau, kan melakukannya untuk Mama?” Hal ini lebih baik dibandingkan Anda membandingkan dirinya dengan orang lain.
5. Diam Membisu
Inilah salah satu sikap yang "menyimpan" bahaya. Ketika pertengkaran tidak bisa dihindari, bosan ribut-ribut, maka sikap yang diambil bisanya diam membisu. Saling bertahan pada pendapat masing-masing, merasa dirinya lebih benar dibandingkan pasangannya. “Kalau dia perlu, pasti ia akan mengajak bicara duluan. Wong, yang salah dia, kok!” begitu biasanya Anda berkelit. Padahal, tanpa Anda sadari, pasangan pun bersikap serupa. Ia merasa dirinyalah yang benar, sehingga ia pun enggan memulai pembicaraan sebelum Anda menyapanya. Nah, apa yang terjadi jika kedua pihak sama-sama bersikeras mempertahankan ego-nya?
- Solusi:
Cobalah untuk berintrospeksi. Mungkin ada benarnya juga ucapan pasangan tentang diri Anda. Kalaupun Anda berencana mendiamkannya, sebaiknya bukan dalam jangka waktu lama. Sebaiknya, tujuan berdiam diri lebih untuk mencari ketenangan dan meredam emosi. Bila emosi sudah terkendali, biasanya Anda atau pasangan bisa menguasai diri. Tidak saling menyalahkan, tetapi saling memaafkan. Tapi ingat, komunikasi dan saling terbuka jauh lebih baik daripada berdiam diri.
6. Mencari Pelarian
Mencari pelarian ke tempat hiburan atau curhat ke lawan jenis sering dilakukan pasangan suami-istri yang sedang bermasalah. Dengan berbagi cerita pada orang lain, mereka merasa bebannya akan jauh berkurang. Ini memang bisa saja jalan keluar yan baik, apalagi jika orang yang diajak bicara bisa memberikan jalan keluar yang tepat. Tapi, bagaimana jika ia justru mengambil kesempatan dengan mencuri simpati Anda, atau ia justru si Kompor yang justru memanas-manasi Anda, sehingga Anda makin benci pada pasangan? Masalah pasti akan jadi lebih runyam.
- Solusi:
Sadarilah bahwa setiap rumahtangga pasti punya masalah. Tergantung bagaimana Anda dan pasangan menyikapinya, apakah mau diperkecil atau diperbesar. Nah, jika Anda merasa masalah yang Anda hadapi bersama pasangan adalah masalah besar dan tidak ada jalan keluarnya, cobalah minta orang terdekat pasangan, misalnya mertua, untuk menasihatinya. Jangan melibatkan orang ketiga dalam permasalahan rumah tangga Anda, karena jauh lebih berisiko.
7. Dendam
Suatu hari, pasangan melakukan kesalahan yang menurut Anda tak dapat dimaafkan. Misalnya, Anda pernah memergoki ia selingkuh dengan wanita lain. Apapun bentuk pernyataan maaf yang diungkapkan pasangan, tidak membuat hati Anda luluh. Sekali dendam, tetap dendam. Merasa di pihak yang benar, Anda bertahan untuk tidak mau memaafkan dan terus membenci. Nah, karena pintu maaf tidak terbuka, tak menutup kemungkinan pasangan akan mengulang kembali perbuatannya, kan?
- Solusi:
Sifat mendendam sebaiknya dibuang jauh-jauh. Apalagi dendam pada pasangan. Tentu, tak ada wanita yang tak sakit hati memergoki pasangannya berselingkuh. Namun, jika ia sudah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali, apakah Anda masih juga menaruh dendam? Kalaupun memang Anda marah, ungkapkan dengan kata-kata, ”Ingat, kali ini saya maafkan.Tetapi lain kali, tiada maaf bagimu!” Mungkin itu cuma gertakan Anda, tetapi dapat membuat pasangan berpikir dua kali untuk melakukan kesalahan yang sama.
Selasa, 04 Februari 2014
MAAFKAN AKU MENCINTAIMU
MAAFKAN AKU MENCINTAIMU
Mungkin aku memang tak pernah kau inginkan
mungkin juga aku bukanlah yang kau harapkan ..
mungkin juga aku bukanlah yang kau harapkan ..
Tapi aku menginginkan mu
juga mengharapkan mu . .
juga mengharapkan mu . .
“Maaf , aku mencintai mu”, menyayangimu,selalu merindukan kehadiranmu,.......
aku tak tau rasa ini hadir begitu saja
tanpa pernah ku meminta juga tak pernah ku memuja ..
tanpa pernah ku meminta juga tak pernah ku memuja ..
mungkinkan cinta lokasi karena pindah tugas , sehingga bertemu
dirimu?
Hanya kau yang ku ingin
dan kau yang ku harap .. sekadar bercanda, koplak, ataukah lebih dari itu?
dan kau yang ku harap .. sekadar bercanda, koplak, ataukah lebih dari itu?
aku tak tau sampai kapan ku bisa
bertahan dengan rasa yang tak mungkin engkau perhatikan ..
Aku menyayangimu selalu………
Maaf aku mencintai mu”
http://www.gudangpuisi.com/2012/05/maafaku-mencintaimu.htm
Langganan:
Postingan (Atom)
3 EKONOM INDONESIA DAN PEMIKIRANNYA 3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak, berfokus pada pemulihan kri...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...







