PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Jumat, 10 Agustus 2012
The Book’s Hunter
The Book’s Hunter
Lalu lalang mobil yang memasuki parkiran fakultas Filsafat UGM, memunculkan harap kedatangan tamu dari Jakarta yang sudah janji ketemuan hari ini. Bukannya turun dari mobil berplat B, tapi seorang yang berjalan santai ke arah perpustakaan ternyata adalah orang yang ditunggu-tunggu.
Tampilannya sederhana. Berbatik dengan bawahan celana dasar. Wajahnya lusuh, rambutnya putih dipenuhi uban, tapi matanya penuh gairah. Perkenalan awal sambil menyebutkan nama sudah cukup menjadi pemicu mengalirnya cerita. Seminggu yang lalu bapak tua yang sedang berada di hadapanku menelpon dengan nomor telepon Jakarta untuk memesan buku “Manusia Minangkabau” untuk dikirim ke Amerika Serikat dan Australia .
Namanya Goris. Singkatan dari nama baptis Georgerius. Setelah menamatkan sarjana di seminari terbesar di Indonesia Flores NTT, beliau merantau ke Jakarta . Awalnya bekerja pada seorang Romo dengan tugas melakukan editan naskah berbahasa Jerman.
Tuntutan biaya hidup yang tinggi di Jakarta , membuatnya harus mencari pekerjaan dengan salary lebih. Lamaran dimasukkan ke Penerbit Yayasan Obor dan Harian Suara Karya. Keduanya lolos dan bisa dijalani bersamaan. Menjadi editor dari pagi sampai sore. Jadi wartawan kantoran dari 4 sore sampai 9 malam.
Selama 3 tahun menekuni 2 pekerjaan itu telah membuat Pak Goris berkenalan dengan banyak peneliti luar negeri yang mengurus penerbitan buku di Yayasan Obor dan membangun jaringan pertemanan para kuli tinta. Seringkali peneliti-peneliti asing itu meminta tolong kepadanya untuk mencari naskah-naskah langka yang tidak beredar di pasaran. Lewat bantuan kawan-kawan wartawan dari berbagai penjuru daerah, ia hampir selalu berhasil memenuhi pesanan peneliti-peneliti asing itu. Awalnya hanya kerja sambilan di tengah kesibukan utama sebagai editor dan wartawan kantoran.
Merasa jenuh terus menjadi anak buah orang, Pak Goris memutuskan berhenti dan bilang mau buka usaha sendiri. Ketika niat itu diutarakan kepada teman-teman sekampung yang juga berjuang hidup di Jakarta , mereka pada ketawa. “Hi Goris. Kita ini orang Flores . Sudah terbiasa jadi anak buah orang. Sekarang kau berpikir mau jadi pengusaha. Tak normal kau ini.” Tapi cemoohan itu dianggap angin lalu saja.
Kalau dibanding-bandingkan, gaji sebagai editor dan wartawan kalah dengan kerja sela-sela waktu membantu peneliti asing mencari naskah-naskah langka. Bulatlah tekadnya bantir stir. Berbagai kota di Jawa, Sumatera dan Sulawesi disabangi untuk mendapatkan naskah atau rekaman suara yang diorder oleh kolega luar negeri. Dari naskah-naskah pesantren, buku-buku dosen proyek inpres, jurnal-jurnal universitas, pidato-pidato bupati, sampai rekaman ceramah dan kuliah. Dan kebanyakan semua itu sangat sulit ditemukan di pasaran.
Meski seorang penganut Katolik, Pak Goris ternyata cukup melek dengan wacana negara Islam di Indonesia. Suatu hari seorang peneliti asing mengatakan kepadanya, “Salah satu penolak gagasan negara Islam di Indonesia adalah kalangan pesantren. Meskipun sangat didominasi pengaruh Kiyai, pesantren tetaplah lembaga yang memberi ruang kebebasan berpikir. Lihatlah pelajaran mantiq yang sampai hari ini masih menjadi kurikulum wajib. Mereka tidak suka dengan wacana negara Islam karena berpotensi memberangus kebebasan berpikir yang mereka rasakan sampai saat ini.”
Jogja adalah kota favorit Pak Goris. Selain istrinya adalah orang Jogja, ketersediaan naskah-naskah akademik unik yang melimpah membuatnya sering bolak-bolak mengunjungi kota ini. Kereta Senja Malam Solo menjadi teman pengantar setianya. Selain memborong buku “Manusia Minangkabau” milikku, Pak Goris memperlihatkan koleksi lain yang didapatkannya 2 hari ini di Jogja.
Semakin tua omzetnya semakin naik. Begitulah penuturan Pak Goris kepadaku. Meski usianya sudah 63 tahun, ia belum terpikir untuk pensiun.
Terima kasih Pak Goris atas pertemuan yang telah membuka cakrawala baru tentang ruang-ruang misteri perbukuan yang selama ini gelap bagiku…
Serat Tuntunan Padalangan Irawan Rabi jilid 1
Serat Tuntunan Padalangan Irawan Rabi jilid 1.
Buku pedalangan klasik gagrag Surakarta gaya 1950an yang patut dibaca oleh penggemar pakeliran wayang kulit purwa adalah :
(Ingkang ngimpun) M. Ng. Najawirangka al. Atmatjendana, Guru pasinaon padalangan paheman Radyapustaka, utawi kasenian Kraton ing Surakarta,“ Serat Tuntunan Padalangan Tjaking Pakeliran Lampahan Irawan Rabi “ , Jogjakarta : (ingkang ngedalaken) Tjabang Bagian Bahasa Jogjakarta, Djawatan Kebudajaan, Kementerian P. P. Dan K, 1958 (tjap-tjapan ingkang kaping II). Jilid I = 85 halaman, jilid II = 77 halaman, bahasa Jawa pedalangan.
Mas Prabu sudah menampilkan yang jilid 3 dan 4. Berikut ini disajikan yang jilid 1 :
‘Ebook’ jilid 1 bisa ditemui dan diunduh di internet :
Selamat membaca.
Kamis, 09 Agustus 2012
NASEHAT UNTUK SEHAT
Beberapa bulan yang lalu saya mendapat panggilan medical check up dari salah satu rumah sakit yang oleh perusahaan saya bekerja sudah beberapa tahun di pakai untuk cek kesehatan bagi para karyawan dan paguyuban pensiunannya. Saya anggab cukup baik rumah sakit itu,- walaupun saya juga di repotkan karena harus trademill segala karena di anggap jantung lemah- , tetapi setelah menjalani cek up lanjutan ternyata jantung saya sehat. (lha gimana tidak, gowes…. Bintaro- BSD bolak-balik saja tetep nggenggeng/kuat, he,…he….he….)
Berikut hal-hal yang di referensikan untuk dihindari:
HINDARI
MAKANAN YANG MENGANDUNG KOLESTROL TINGGI:
Keju, sosis daging, kepiting, udang, kerang, belut, cokelat, mentega, jeroan sapi dan kambing, kuning telur, cumi-cumi, otak.
MAKANAN YANG MENGANDUNG TRIGLISERIDA TINGGI:
Alkohol, gorengan, margarine, kue, biscuit, gula, sereal manis, mie, santan kelapa, durian, roti putih, makana yang mengandung tepung terigu.
MAKANAN YANG MENGANDUNG ASAM URAT TINGGI:
Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, daging bebek, ikan sarden, makeler, kerang, tahu, tempe, asparagus, bayam, daun singkong, akngkung, melinjo/emping.
DIET PENDERITA KENCING MANIS/DIABETES MELLITUS
Semua jenis makanan boleh di konsumsi, tetapi yang harus di perhatikan adalah 3J:
- Tepat Jumlah
- Tepat Jadwal(waktu)
- Tepat Jenis
MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI UNTUK HIPERTENSI:
Makanan yang di awetkan. Contoh: Ikan asin, telur asin, sarden, kornet, abon, makanan yang asin-asin/mengandung garam tinggi dan penyedap rasa.
DIET PENDERITA PENYAKIT JANTUNG YANG DIHINDARI:
Sumber zat tenaga:
Kue-kue manis dan gurih seperti tarcis, cake, dodol, dsb. Goreng-gorengan, santan kental.
Sumber zat pembangun:
Semua daging berlemak, ham, sosis
Sumber zat pengatur:
Sayuran yang menimbulkan gas:sawi, kol, lobak, dll
Buah yang menimbulkan gas: durian, alpokat, nangka
Bumbu: lombok dan bumbu lain yang merangsang.
Minuman: Kopi, the kental, minuman yang mengandung soda, alkohol dan ragi.
DIET RENDAH KALORI:
- Makan teratur dan lebih sedikit dari biasanya
- Hindari makanan yang berlemak, terlalu gurih dn terlalu manis.Contoh; cake, santan, minyak, gorengan, sirop, minuman ringan daging berlemak
- Batasi makanan yang mengenyangkan (sumber karbohidrat;nasi, lontong, mie, biscuit, tepung-tepungan.
- Konsumsi banyak sayuran dan buah
- Makanlah hanya di kala lapar.
DIET RENDAH PROTEIN (DIET GINJAL):
- Hindari makan jeroan dan makanan tinggi lemak
- Hindari pemberian protein nabati sperti tahu, temped an kacang-kacangan
- Batasi pemberian garam.
Selamat sore. Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi para kompasioner yang sedang berpuasa. Berkah Allah semoga senantiasa melimpah.
Wanita di Era Modernisasi
Wanita di Era Modernisasi
Bicara tentang wanita, ada banyak banget hal yang bisa dijadikan topik hangat. Apalagi saat memasuki era milenium seperti sekarang. Wanita-wanita sekarang lebih berpendidikan, punya penghasilan sendiri dan memegang kendali atas hidup mereka dibandingkan dengan era ibu-ibu mereka sebelumnya.
Dengan teknologi baru dan kenyamanan-kenyamanan masa kini, kehidupan dijalani dengan lebih cepat dan lebih rumit ketimbang di jaman kakek nenek kita atau bahkan jaman orang tua kita. Kalau di jaman sebelumnya, wanita menikah pada usia muda dan mulai berperan sebagai ibu rumah tangga.
Sekarang, harapan budaya, kemajuan medis memampukan wanita untuk punya anak yang sehat di usia yang lebih tua. Karenanya, wanita masa kini menghadapi banyak sekali pertanyaan : Apakah harus menunda punya anak dan memusatkan diri pada karir? Kalau punya anak, apakah harus menitipkan di penitipan anak atau berhenti kerja. Lalu, gimana cara wanita era saat ini membuat keputusan ?
Dalam masyarakat kita yang lebih individualistik, seorang wanita mungkin jadi seorang orangtua tunggal atau mungkin ia telah jauh dari keluarga dan kawan-kawan karibnya di masa remaja. Apalagi teknologi yang berubah dengan cepat dan adat istiadat yang mulai berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Wanita-wanita karir cenderung kesulitan untuk mendapat sebuah nasihat yang mereka butuhkan.
Wanita-wanita karir cenderung kesulitan untuk mendapat sebuah nasihat yang mereka butuhkan.
Karena, saat mereka mendiskusikan permasalahan mereka dengan orangtua mereka yang tidak menjalani karir, tentunya solusi yang diberikan berbeda. Cowok-cowok karir, mungkin bisa memberi masukan. Tapi pastinya tidak betul-betul pas, karena kebanyakan opini yang diberikan cenderung berdasarkan pengalaman cowok tersebut dan tidak mempertimbangkan makna yang ditempatkan oleh wanita dalam berkeluarga.
Keyakinan timbul dari pengetahuan dan pengalaman. Lalu, gimana bisa mendapat manfaat dari pengalaman orang lain?
Kualitas tahun-tahun hidup kita berikutnya sebagian besar akan bergantung pada keputusan-keputusan yang kita buat hari ini. Dan untuk itu, kita tidak harus menemukan kembali sesuatu yang baru. Pengalaman orang lain bisa dijadikan pelajaran dan bermanfaat untuk kita.
Kualitas tahun-tahun hidup kita berikutnya sebagian besar akan bergantung pada keputusan-keputusan yang kita buat hari ini. Dan untuk itu, kita tidak harus menemukan kembali sesuatu yang baru. Pengalaman orang lain bisa dijadikan pelajaran dan bermanfaat untuk kita.
Kita bisa perhatikan sekeliling kita. Beberapa teman dan rekan kerja menjalani hidup yang bahagia, dengan kondisi finansial yang relatif bagus, hubungan dan persahabatan yang bagus, dan masa depan yang menjanjikan. Sementara, sebagian lain berjalan dengan tertatih-tatih. Mereka punya banyak impian, tapi tidak berbuat apa-apa. Ada beberapa dari wanita-wanita yang memiliki awal yang paling buruk, malah menghasilkan yang terbaik. Dan beberapa yang memiliki asal usul “paling beruntung” justru berjalan tertatih-tatih.
Wanita, saat ini memiliki lebih banyak kebebasan, kesempatan, dan tanggung jawab dibandingkan sebelumnya. Tapi seiring dengan kebebasan yang lebih besar itu, mungkin aja merasa lebih terisolasi, kewalahan, dan terasing. Wanita sekarang lebih berpendidikan, melek teknologi, sadar politik, dan sebagai akibatnya mereka merasakan tekanan dan kegelisahan karier.
Wanita muda dengan prestasi yang bagus dan cukup punya keberuntungan, bisnis berjalan dengan sukses dan dinobatkan sebagai wirausaha yang populer. Namun, hal demikian tidak berlangsung lama. Rasa senang sukses dalam bisnis mulai memudar. Mengatur karyawan, keuangan dan expansi bisnis menjadi sesuatu yang memberatkan. Kehilangan sebagian dari sebuah kehidupan masa muda yang menyenangkan, bisa saja menjadikan seseorang depresi.
Pengalaman lain wanita muda yang menjalani kehidupan dengan aturan keluarga sepanjang hidupnya. Peraturan keluarga, bisa saja mengantarkannya pada kesuksesan pendidikan tinggi dengan gelar yang patut dibanggakan. Tapi, apakah semua yang didapat tersebut juga sama dengan apa yang dirinya inginkan?
Beda lagi dengan wanita muda yang dilahirkan dari latar belakang ekonomi kurang beruntung. Menjadi Ibu muda pada usia dini, namun kemudian mempunyai keberanian untuk mengubah prioritas hidupnya. Berjuang membenahi keadaannya, berjuang mempertahankan pekerjaan yang dimiliki, merawat anak-anaknya. Terobsesi untuk menjadikan anak-anaknya lebih baik daripada dirinya.
Wanita-wanita, semuanya menghadapi keputusan dan akibat dari keputusan sebelumnya yang akan mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan esok hari. Menginginkan kesuksesan berarti menghadapi kegagalan; tidak ada seorangpun yang sukses tanpa mengalami berkali-kali kegagalan.
Yang kita perlukan adalah mempersiapkan diri untuk bisa tetap tegar setelah sebuah kegagalan dan menghadapi dengan efektif kejutan-kejutan yang terjadi dalam kehidupan.
Kita sering memiliki masalah dalam mengambil keputusan karena takut membuat keputusan yang salah dan mengira bahwa seharusnya bisa memprediksikan yang akan terjadi dan apapun yang diputuskan harus memberikan hasil dalam sepanjang hidup.
Kesempurnaan bukanlah keharusan. Pastinya ada keputusan-keputusan yang salah pernah kita buat. Yang perlu dilakukan adalah belajar gimana kalau sebuah keputusan itu perlu dievaluasi lagi, mengapa keputusan itu begitu penting, kenapa keputusan berhasil dan, mengevaluasinya sendiri akan memberikan pengalaman yang kita butuhkan untuk bisa jadi pembuat keputusan yang efektif.
Tentunya, dengan mempertimbangkan realitas ekonomi masa kini dan pergeseran kancah pekerjaan, dan setiap wanita yang ingin memperbaiki hidupnya bisa melakukan hal tersebut.
Selasa, 07 Agustus 2012
Social Media Membunuh Blog?
Social Media Membunuh Blog?
SOCIAL Media kini menjadi fenomena. Rata-rata pengguna internet kini aktif ‘bermesraan’ dengan social media. Bagaimana dengan blog? Bagaimana masa depan blog? Benarkah social media akan (atau sudah) membunuh blog?
Social media dewasa ini memang terus menggeliat. Facebook, situs social media terbesar di dunia penggunanya terus bertambah. Hingga hari ini, menurut checkfacebook, pengguna jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini berjumlah 877.993.260 dan diperkirakan akan mencapai angka 1 milyar pad akhir tahun 2012. Indonesia berada di peringkat empat pengguna Facebook terbesar di dunia, sebanyak 42,4 juta.
Pengguna Twitter juga terus membengkak, dan menurut dailymail mencapai 140 juta pada Mei 2012 dan terus memperlihatkan tren kenaikan. Indonesia kini menempatiperingkat keenam pengguna Twitter terbesar dunia, dan naik cukup signifikan karena di tahun 2009 Indonesia bahkan tidak termasuk dalam 17 besar.
Begitu juga dengan media social lainnya seperti Google+ yang pengguna di seluruh dunia mencapai 170 juta, sekalipun di Indonesia perkembangan Google+ belum terlalu besar.
Bagaimana dengan blog? Hingga akhir 2011 Nielsen mencatat ada sekitar 181 juta blog yang online di seluruh dunia, naik cukup pesat karena pada tahun 2006 baru ada 36 juta blog. Di Indonesia, diari online ini sudah dikenal jauh sebelum Facebook dan Twitter diciptakan. Namun perkembangannya memang tidak tergolong siginifikan. Blogger di Indonesia hingga akhir 2011, menurut Donnybu, diperkirakan berjumlah 2,7 juta, dengan jumlah blog sekitar 5,4 juta. Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar dalam daftar negara blogger dunia.
Pembunuh atau pembantu?
Ketika social media belum dikenal, blogger tak punya wahana untuk menyebarluaskan tulisan. Blogger yang menjadikan blognya sebagai mesin uang hanya bisa mengandalkan email untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Kini, munculnya social media membuat blogger punya banyak “pintu” untuk menyebar-luaskan informasi.
Tidak mengherankan jika tombol ’share’ dengan ikon berbagai social media bisa ditemui dengan mudah di sejumlah blog.
Jadi, dari sisi ini, dapat dikatakan kalau social media bukanlah pembunuh blog.
Social media justru wahana yang bisa membantu menyebarluaskan pesan yang disampaikan melalui blog. Bahkan menurut mashable, setiap hari ada sekitar 2 juta tulisan yang dipublikasi di blog. Dua juta tulisan ini bisa mengisi majalah Time selama 77 tahun tanpa henti!!!
Tapi, tentu saja, semua kembali ke pihak pengguna. Banyak blogger Indonesia yang membiarkan blognya terlantar selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Blogger ini lebih suka berkicau melalui Twitter, dan kicauan bisa beberapa kali dalam sehari atau bahkan sejam.
Begitu juga dengan Facebook. Sejumlah Blogger lebih memilih mengupdate status (dan mengabarkan dia ada di mana dan sedang nongkrong dengan siapa) dibanding mengupdate blognya.
Kolaborasi
Geliat social media membuat sejumlah pihak berupaya mengombinasikan plaform ngeblog dengan jejaring sosial. Munculah platform Tumblr dan Posterous, misalnya, yang memungkinkan blogger ‘pemalas’ bisa tetap membuat posting singkat, atau bahkan hanya dengan foto. Platform Tumblr sekarang sedang menjadi tren dan cukup diminati.
Di Indonesia, fenomena yang perlu disimak adalah hadirnya Kompasiana. Bagi saya pribadi, Kompasiana dapat dikatakan sebagai kombinasi blog dengan jejaring sosial seperti Facebook. Pihak yang suka menulis bisa menulis di Kompasiana. Yang suka bergaul juga bisa bergaul di Kompasiana. Fitur ‘teman’ merupakan inovasi brilian yang mungkin mengadopsi fitur ‘following’ di Twitter. Data statistik berapa kali sebuah tulisan dibaca orang juga merupakan keunggulan tersendiri.
Pada Kompasiana, isu apakah social media akan membunuh blog tidak relevan karena Kompasiana sesungguhnya adalah platform ngeblog plus media sosial.
Namun di luar Kompasiana, isu itu akan tetap mengemuka. Ketika banyak blogger berimigrasi dan menjadi tukang berkicau dan Facebookers, blog akan tetap hidup, dan akan diisi oleh mereka yang memang benar-benar ingin menulis.
Blog, pada akhirnya memang bukan untuk semua orang!!!
Salam,
Kunci Sukses Manajemen ala Steve Jobs
Kunci Sukses Manajemen ala Steve Jobs
(100motivasi.wordpress.com)
Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang kisah inspiratif kepemimpinan kreatif dari Steve Jobs disini. Namun memang, masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari gaya manajemen ala Steve Jobs.
Inovasi yang diciptakan olehnya membawa transformasi kepada beragam industri: musik, animasi, telpon genggam, komputer tablet dan personal, serta toko serta penerbitan digital. Steve Jobs akan selalu dikenang sebagai pendiri Apple di tahun 1976, lalu keluar di tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan serta membawa kejayaan perusahaan ini hingga kematiannya di tahun 2011.
Beberapa kreasinya seperti iMac, iPod, iTunes, MacBook, iPhone, iPad, App Store, OS X Lion, dan juga film-film animasi Pixar menjadi produk yang hebat dan meraih kesuksesan. Apakah kunci sukses dari manajemen ala Steve Jobs ini?
Ternyata, kunci sukses yang utama dalam manajemen ala Steve Jobs ini adalah fokus. Dia kembali memimpin Apple setelah membawa sukses kepada Pixar, perusahaan animasi terbaik yang berhasil memproduksi film-film sukses seperti Toy Story.
Waktu itu Apple hampir bangkrut dan Steve Jobs melihat permasalahan utama dalam manajemen saat itu adalah kurangnya fokus. Apple terlalu banyak memproduksi beragam jenis komputer dan perangkat, waktu itu komputer Macintosh saja memiliki belasan versi.
Steve Jobs dengan berani membawa pemikiran yang berbeda. Dengan moto atau slogan: Think Different, dia mengajak para tenaga ahli di perusahaan untuk menciptakan produk yang sederhana tanpa terlalu banyak jenis. Steve Jobs berfokus pada manufaktur komputer profesional berjenis desktop dan laptop yang memuaskan pelanggan profesional.
Setiap pertemuan dalam pembahasan ide-ide dengan karyawan Apple, Steve Jobs selalu berkonsentrasi untuk membuang banyak ide dan memprioritaskan hanya tiga ide saja. Saking fokusnya, Steve Jobs bersemangat hadir dalam setiap rapat dengan manajemen tanpa memperdulikan kondisi medisnya. Sebegitu fokusnya Steve Jobs, hingga sakit pun bukan halangan dia untuk bekerja.
Prinsip fokus ini juga yang membawa kesederhanaan dan kemudahaan penggunaan produk-produk dan perangkat lunak dari Apple. Steve Jobs tidak ingin desain produknya serumit Microsoft, pesaingnya. Dia membuat fungsi-fungsi komputernya menjadi begitu intuitif sehingga siapapun bisa dengan cepat dan nyaman mengoperasikan produk-produk Apple. Pemakai komputer Apple sangat dimanjakan dengan desain yang simple namun indah dan elegan.
Steve Jobs fokus pada kesempurnaan, dia berani membuang banyak hal yang tidak perlu, menunda perilisan produk demi perbaikan atau penambahan fungsi baru, dan membawa revolusi berbagai produk elektronik. Steve Jobs membawa perubahan pada bagaimana cara seseorang membeli dan mendengarkan musik, meredefinisi telpon genggam dengan layar sentuh, dan memulai tren pada ultrabook(laptop/netbook tipis) dan komputer tablet.
Fokus Steve Jobs pada kreativitas membawa inovasi yang jauh melampaui para pesaingnya. Pada jaman komputer digunakan orang-orang untuk mengopi lagu-lagu ke dalam format CD, komputer iMac yang pertama tidak ikut-ikutan melakukan itu. Steve Jobs malah membawa sistem baru dalam menikmati musik. Dia menciptakan iPod & iTunes yang fenomenal itu. Kini, banyak orang bisa membeli, mengunduh, mengelola, dan mendengarkan lagu secara yang lebih baik dengan perangkat yang handal.
Dan visinya ke depan dalam industri telekomunikasi membawa keberhasilan produkiPhone, sebuah telpon genggam yang membawa tongkat estafet dari iPod. Ketika banyak pesaing baru mulai ikut-ikutan memproduksi pemutar musik digital yang portabel, iPhone datang dan meneruskan kejayaan iPod ke skala yang lebih besar lagi. Selanjutnya adalah iPad, sebuah komputer tablet yang konsepnya didesain ulang sehingga berhasil meraih banyak penjualan.
Dengan fokus yang setajam sinar laser, Steve Jobs membawa kesuksesan kepada iPhone serta iPad. Dengan prinsip fokus yang sangat kuat, dia membuat suatu sistem pendukung untuk produk iPhone serta iPad. Disamping iTunes yang memberikan hiburan berupa musik, film serta ebook; Steve Jobs menyiapkan App Store yang berisi ribuan bahkan jutaan permainan (video-games), aplikasi, serta berbagai jenis perangkat lunak yang melengkapi iPhone dan iPad. Steve Jobs fokus pada keterikatan dan kepuasan pelanggan agar setia pada produk-produknya dengan prinsip fokusnya yang menyeluruh.
Sebenarnya, masih banyak pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita petik dari seorang Steve Jobs. Saya akan menuliskan kembali inspirasi dari kehidupan Steve Jobs dan beberapa orang yang jenius lainnya dalam tulisan-tulisan mendatang. Tetap setia membaca blog ini yaa!
Sumber: http://100motivasi.wordpress.com/
Politik - Korupsi Terus, Ekonomi Tidak Terurus
Politik - Korupsi Terus, Ekonomi Tidak Terurus
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/08/06/politik-korupsi-terus-ekonomi-tidak-terurus/
Yakub Adi Krisanto
Media menjadi riuh dan gaduh. Situasi demikian adalah keniscayaan keterbukaan dan kebebasan dalam sebuah negara demokrasi. Tanggapan sebagai reaksi atas informasi yang disampaikan media membuka ruang dialog, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. Bagi elit dan kelompok-kelompok kepentingan mempunyai peluang untuk mengagregasi kepentingan.
Demokrasi harus riuh. Karena banyak pendapat yang harus dipejuangkan, berkompetisi dengan aneka kepentingan yang berdesak-desakan mencari jalan keluar agar bisa terakomodasi. Keriuhan itu tidak boleh melenakan kita dari hakekat sebuah demokrasi yaitu menciptakan kesejahteraan. Keriuhan yang menghadirkan kegaduhan tidak menghilangkan fokus kita untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ekonomi yang terpuruk, kesejahteraan yang berada diambang kemiskinan akan merayu rakyat untuk memalingkan pandangannya dari demokrasi.
Demokrasi hanya alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan. Kesejahteraan rakyat adalah tujuannya. Ketika demokrasi hanya menghasilkan kegaduhan, tanpa kontribusi positif terhadap perekonomian maka rakyat akan menanyakan demokrasi dan melihat demokrasi adalah hambatan.
Politik yang gaduh tanpa solusi terhadap masalah-masalah ekonomi akan berdampak pada emoh politik. Korupsi politik meski berdampak, bagi pelaku ekonomi akan disiasati dengan mencari celah yang tersedia untuk tetap bisa memaksimalkan keuntungan. Persetan dengan politik, korupsi tidak ada karena yang ada adalah tambahan biaya untuk mendapatkan keuntungan. Korupsi hanya catatan ‘kecil’ dari laporan yang disampaikan oleh organisasi perdagangan.
Pemberantasan korupsi tidak dihiraukan. Ada atau tidaknya korupsi tidak signifikan untuk dibicarakan, tetapi dicarikan ’solusi’ agar tidak mengganggu kepentingan mendapatkan untung. Ekonomi dilupakan! Padahal kesejahteaan hanya bisa dicapai dengan ekonomi. Kecuali para politisi yang berhasil menyejahterakan dirinya dengan menjual kekuasan yang dipegangnya. Itupun tidak bisa meninggalkan hakekat ekonomi yaitu menjual dan membeli.
Politisi adalah ‘produsen’ yang memegang mandat kekuasaan, dan konsumennya adalah mereka mampu mengkonversi kekuasaan menjadi keuntungan finansial.
Padahal potensi jumlah penduduk juga mampu menghadirkan bermacam-macam ide yang dapat menjadi bagian dari peningkatan produksi dan perdagangan nasional.
Hasil-hasil penelitian oleh peserta didik di tingkat sekolah menengah atas maupun universitas harusnya didiseminasi oleh pakar-pakar untuk melihat feasibilitasnya ketika hendak ditingkatkan untuk diproduksi oleh industri. Temuan-temuan petani yang berkaitan dengan produksi pertanian perlu didukung oleh pemerintah. Dukungan dalam bentuk pengujian terhadap temuan, memberikan insetif dan menerapkan-nya pada proses produksi pertanian untuk mendorong peningkatan hasil-hasil pertanian perlu dilakukan.
Kata kuncinya adalah keberpihakan, kemampunan mencandra kegiatan produktif masyarakat, dan memberikan dukungan kepada penemu atau masyarakat yang mampu mengembangkan produktifitas. Pemerintah berperan sebagai pemimpin yang mengelola dengan visi yang jelas dan bersinergi dengan masyarakat dan industri dalam mengembangkan ekonomi industri dan perdagangan.
Pemerintah harus fokus, dan ‘memisahkan’ diri dari kegaduhan politik dan hiruk pikuk penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Ketika pemerintah melibatkan diri dan kemudian menjadi gamang untuk bekerja, khususnya fokus terhadap pengelolaan ekonomi industri dan perdagangan maka ekonomi Indonesia akan terbengkalai.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik) Sakramen Ekaristi adalah salah...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...