Jumat, 03 April 2015

PADUAN SUARA WILAYAH 2 ST. MATIUS BINTARO













Makna Hari Raya Paskah Bagi Umat Katolik dan Kristen

Makna Hari Raya Paskah Bagi Umat Katolik dan Kristen


http://filsafat.kompasiana.com/2015/04/03/makna-hari-raya-paskah-bagi-umat-katolik-dan-kristen-735128.html


O
Perayaan Pekan Suci merupakan peristiwa yang penting bagi umat Katolik dan Kristen di seluruh penjuru dunia. Pada sepanjang minggu ini umat Katolik dan Kristen memasuki Pekan Suci atau Holy Week dan bersuka-cita menyambut perayaan Tri Hari Suci Paskah. Pekan Suci dimulai dari Minggu Palem atau “Passion Sunday”, yang pada tahun 2015 ini dirayakan pada hari Minggu tanggal 29 Maret. Pekan Suci tersebut dimulai dengan perayaan Minggu Palem yang bermakna sukacita dan harapan, yang merefleksikan kisah perjalanan Yesus ke kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai dan disambut oleh warga kota dengan lambaian daun palem bagai seorang raja yang datang memasuki ibukota kerajaannya dan disambut oleh rakyatnya dengan penuh sukacita.
Adalah cinta kasih yang sejati dari Yesus yang mendasari perayaan Kamis Putih atau “Maundry Thursday” pada hari Kamis tanggal 2 April 2015, yang bermakna kasih dan pelayanan, yang merefleksikan kisah Yesus membasuh atau mencuci kaki dari 12 (dua belas) muridNya. Bagai seorang hamba dan pelayan yang mencuci kaki tuannya, Yesus memberikan pelayanan ini kepada murid-muridNya. Dilanjutkan dengan acara “Perjamuan Terakhir” atau makan malam terakhir dari Yesus bersama murid-muridNya. Dimana Yesus mengambil roti tidak beragi kemudian memecah-mecah roti tersebut dan membagikannya kepada ke-12 murid, sebagai lambang dari tubuh Yesus yang tidak berdosa, namun harus dikorbankan untuk menebus dosa umat manusia. Kemudian Yesus menuangkan anggur kedalam cawan untuk dibagikan kepada ke-12 murid, sebagai lambang dari darah Yesus yang harus dicurahkan untuk menebus dosa umat manusia.
Setelah itu pada hari Jumat tanggal 3 April 2015 masuk kedalam perayaan Jumat Agung atau “Good Friday” yang bermakna penderitaan dan pengorbanan, yang merefleksikan kisah Yesus yang dihadapkan dalam pengadilan yang penuh dengan konflik dan intrik atas tuduhan yang penuh rekayasa. Bagai seorang penjahat kriminal yang menjadi sampah masyarakat dan pemberontak yang menjadi musuh negara, Yesus harus menderita dengan siksaan badani sebelum akhirnya harus menjalani hukuman mati dengan cara disalibkan bersama para penjahat di sisi kiri dan kanan salib Yesus.
Kemudian pada sepanjang hari Sabat, hari yang disucikan Tuhan bagi umat manusia untuk beristirahat dan mengingat Sang Khalik Langit dan Bumi, sejak pembukaan Sabat pada hari Jumat petang sampai dengan penutupan Sabat pada hari Sabtu petang, Yesus pun beristirahat didalam perut bumi. Setelah mengalami penderitaan dan menyerahkan nyawaNya di kayu salib, tubuh Yesus pun diturunkan dan dilepaskan dari kayu salib untuk dibersihkan dan dikuburkan kedalam gua yang dijaga oleh para prajurit Romawi.
Akhirnya pada hari Minggu pagi, Yesus pun bangkit dari antara orang mati dan meninggalkan kubur yang kosong. Umat Katolik dan Kristen merayakan peristiwa tersebut melalui perayaan Minggu Paskah atau Easter Sunday yang bermakna kemenangan dan harapan, yang jatuh pada hari Minggu tanggal 5 April 2015. Makna kemenangan itu direfleksikan dengan kemenangan dari Yesus dalam mengalahkan alam maut yaitu bangkit dari kematian, sedangkan makna harapan direfleksikan dengan adanya harapan terhadap kedatangan Yesus yang kedua kali untuk menyelamatkan umatNya. Bagai seorang mempelai pengantin pria yang akan menjemput mempelai pengantin wanitanya untuk masuk dalam jamuan pesta pernikahan. Yesus akan datang kembali ke dunia ini bagai seorang raja yang akan menjemput umatNya untuk tinggal di kerajaan Sorga yang kekal.
Hidup dan kehidupan dari Yesus selama di dunia telah menjadi inspirasi, teladan dan panutan dari umat Katolik dan Kristen di sepanjang masa serta menjadi dasar keimanan dari Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan. Semoga makna dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Yesus, yang diperingati dalam Pekan Suci sepanjang minggu ini termasuk Tri Hari Suci Paskah dapat memberikan sebuah refleksi dan introspeksi pribadi bagi seluruh umat Katolik dan Kristen di dunia untuk dapat menjadi pribadi seperti Yesus yang penuh cinta kasih, yang melayani bagai seorang hamba, yang penuh pengorbanan, yang memberikan harapan dan kemenangan. “Selamat Hari Raya Paskah tahun 2015 kepada umat Katolik dan Kristen Protestan sebangsa setanah air”.
Oleh: Hentje Pongoh, SE, MM (Jakarta, 3 April 2015)

Tiga Keajaiban Di Jumat Agung

Tiga Keajaiban Di Jumat Agung

Penulis : Dr. Eben Nuban Timo

http://artikel.sabda.org/tiga_keajaiban_di_jumat_agung



JUMAT Agung adalah hari yang istimewa. Tidak biasanya orang Kristen bersekutu pada hari Jumat. Hari persekutuan dan ibadah Kristen sepanjang segala masa adalah hari pertama dalam seminggu. Bukan hari keenam, atau Jumat. Dan kalau anak-anak kita bertanya: "Mengapa Jumat Agung lain dari Jumat-Jumat yang biasa? Jawaban yang pasti dari para orangtua: "Karena pada hari Jumat Agung Yesus Kristus mati. Ia disalibkan dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang". Tentu saja jawaban ini benar. Tuhan Yesus mati pada hari Jumat.


Artikel Terkait

Kebangkitan: Sebuah Dasar Yang Sukar
Kemenangan Orang Percaya
Salib Yesus Kristus
Refleksi Paskah: Secarik Tissue Berbercak Merah
Paskah di Hadapan Kubur Kosong
Kristus Bangkit, Soraklah, Haleluya!
Paskah A to Z

Jumat Agung adalah hari yang unik. Kalau Matius hanya mencatat dua hal luar biasa. Lukas mencatat bagi kita tiga kejadian ajaib yang membuat Jumat yang satu itu lain dari kebanyakan hari Jumat. Pertama, kegelapan meliputi seluruh daerah itu selama tiga jam. Kedua, tabir Bait Suci terbelah dua. Ketiga, kepala pasukan penyaliban memuliakan Allah di depan umum. Tulisan ini akan terfokus pada ketiga keajaiban di Jumat yang Agung. Pertama: ada kegelaan meliputi seluruh daerah itu dari jam dua belas sampai jam tiga.

Matahari tidak mau bersinar. Bumi menjadi gelap. Mengapa begitu? Para ilmuwan bisa saja menjawab: ya itu terjadi karena gerhana matahari total yang terjadi pada waktu itu. Jawaban ini tidak mungkin. Karena gerhana matahari hanya bisa terjadi jika bulan gelap. Tetapi pada saat itu orang Yahudi merayakan paskah. Perayaan paskah selalu terjadi pada saat bulan purnama. Menurut perhitungan kalender Israel bulan baru selalu mulai dengan awal munculnya bulan. Hari keempat belas dari bulan baru, yaitu saat dimana domba paskah harus disembelih, jatuh sama dengan bulan purnama. Pada waktu itu posisi bulan berseberangan dengan matahari. Bumi berada di antara bulan dan matahari. Gerhana matahari hanya mungkin terjadi kalau bulan berada di antara matahari dan bumi.

Jadi gelap gulita yang terjadi pada hari Jumat Agung tidak ada sangkut paut dengan gerhana matahari. Kegelapan saat itu adalah sebuah kejadian yang janggal. Ia bukan gejala alam biasa, yakni gerhana matahari. Lalu apa sebenarnya penyebab kegelapan itu?

Saya ajak kita melakukan anjangsana ke perjanjian lama. Baiklah kita ingat kembali kisah penciptaan. Kalimat pertama dari Alkitab berbunyi: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum terbentuk dan kosong. Gelap gulita menutupi samudera raya".

Bumi berada dalam gelap. Bumi baru mengenal terang waktu Allah mulai bertindak. Itu sebabnya Kitab Kejadian melaporkan bahwa pekerjaan yang dilakukan Allah pada hari pertama adalah "menjadikan terang". Terang datang dari Allah. Karya Allah identik dengan terang. Dan karya Allah berlangsung dalam terang.

Allah menciptakan terang pada hari pertama. Tapi itu saja belum cukup. Pada hari keempat, terang itu dilipatgandakan lagi oleh Allah dengan menciptakan benda-benda penerang. Apakah dengan itu gelap sudah terusir dari dunia? Ternyata tidak. Kegelapan masih saja ada. Yesaya 9:1 masih bicara tentang bangsa yang berjalan dalam kegelapan. Bagaimana itu mungkin, padahal Allah sudah menjadikan terang dan membuat benda-benda penerang?

Rupanya betapa pun baik dan berguna terang itu, ia tidak mampu menghalau semua kejahatan dari muka bumi. Karena terang itu hanyalah ciptaan. Untuk benar-benar menghalau kegelapan dari muka bumi, terang yang sejati harus datang ke dalam dunia. Yesuslah terang yang sejati. Terang yang sesungguhnya. Terang yang diciptakan Allah pada hari pertama dan yang dipancarkan dari benda-benda penerang hanyalah pantulan atau refleksi dari terang yang sejati itu. Terang dalam Kejadian 1:3 dan terang yang dipancarkan benda-benda penerang, yaitu matahari, bulan dan bintang, tidak memiliki terang sendiri. Mereka menjadi terang karena ada terang yang sejati, yaitu Allah. Manusia harus dapat mengerti terang dan fungsinya jika mereka ada dalam terang. Itu sebabnya pemazmur 36:10 berkata: in lumine tou videmus lumen yang artinya: "dalam terangmu kami melihat terang".

Lalu apa hubungan gelap gulita di Jumat yang Agung dengan data yang saya kemukakan ini? Yang pertama, dengan cerita ini Lukas hendak menegaskan bahwa dunia kembali kepada keadaannya semula. Dunia benar-benar hidup tanpa Allah pada saat Yesus menghembuskan nafasnya yang terakhir. Itu sebabnya dunia diliputi kegelapan. Bukan kegelapan biasa karena gerhana matahari. Tetapi kegelapan luar biasa. Kegelapan yang dahsyat, kegelapan karena hidup tanpa Allah. Dan memang demikian adanya. Dua belas jam terakhir dari kisah hidup Yesus memperlihatkan betapa kejamnya manusia. Manusia telah benar-benar hidup tanpa Allah. Hati mereka menjadi gelap. Mereka bukan hanya memutarbalikkan kebenaran. Tetapi berusaha membunuh kebenaran. Manusia bukan hanya menangkap dan mengadili Yesus dalam kegelapan. Mereka juga ingin memusnahkan terang yang sejati itu dari muka bumi.

Gelap gulita di Golgota pada Jumat yang Agung ini menunjukkan bahwa dunia dan manusia belum melangkah jauh dalam hal kebenaran dan kasih. Umur dunia sudah tua, tapi manusia yang menduduki dunia masih ada pada titik start, nol kilometer.

Kedua, matahari menjadi gelap, karena Tuhan yang adalah sumber dari mana matahari memperoleh terang telah tiada. Seumpama lampu, nyala api matahari padam karena minyak yang menyalakannya sudah habis. Kristus sudah mati. Terang yang sesungguhnya sudah tiada. Matahari menjadi malu dan tidak tahan melihat bagaimana kejamnya perlakuan manusia terhadap sang terang. Itu sebabnya matahari menutup matanya. Ia tidak mau bersinar. Dalam Kitab Matius dan Lukas dikisahkan bahwa bukan hanya matahari yang menjadi gelap. Tetapi ada juga gempa bumi yang dahsyat. Bumi gemetar ketakutan waktu menyaksikan sumber hidup dan sang penciptanya dilumatkan oleh kuatnya dosa dan pemberontakan manusia.

Inilah arti dari kejadian ajaib pertama di Jumat Agung. Tapi, kuatnya dosa itu tidak berlangsung lama. Kejahatan yang bersimaharajalela, bahkan sampai menyerang Allah tidak bertahan. Ia hanya berlangsung sekejap. Hanya tiga jam. Memang cukup lama, tetapi tidak selamanya. Kegelapan pasti akan berlalu. Kejahatan tidak punya masa depan. Pada hari paskah nanti, hari kebangkitan Yesus, ia akan benar-benar pergi dan takluk pada sang terang dunia. Ini juga pelajaran penting bagi kita. Kejahatan memang ganas tetapi seganas apa pun kejahatan itu, ia tidak punya masa depan. Akan tiba waktunya dimana kejahatan dilucuti dan para pelaku kejahatan akan dihadapkan ke pengadilan. Sekarang mungkin tidak, karena pengadilan dan para hakim kita masih hidup tanpa Allah waktu hendak mengambil keputusan. Tapi nanti, waktu sang hakim yang agung itu datang semua kejahatan akan tersingkap.

Tanda ajaib yang kedua: tirai Bait Allah terbelah dua. Di Bait Allah tergantung dua tirai/layar. Yang pertama di pelataran depan yang memisahkan ruang untuk umum dan ruang yang kudus. Layar kedua tergantung di antara ruang kudus dan ruang maha kudus. Mana dari kedua layat ini yang terbelah tidak disebut dalam Alkitab. Kita hanya bisa menduga. Terbelahnya tirai ini tentu punya maksud atau pesan. Kalau maksudnya untuk mengumumkan bahwa jalan kepada Allah sekarang terbuka kepada semua manusia, maka yang tercabuk itu haruslah tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang maha kudus. Tetapi ini berarti hanya imam besar saja yang melihat dan mengetahui hal itu.

Sudah pasti bukan ini yang dimaksudkan Lukas. Tirai yang tercabik yang dimaksud Lukas haruslah tirai yang ada di antara ruang untuk umum dan ruang kudus. Dan kalau itu yang terjadi, maka tercabiknya tirai tadi hendak menegaskan bahwa dengan kematian Yesus Allah mengumumkan bahwa Ia tidak mau lagi terkurung hanya dalam Bait Allah dan hanya bisa ditemui di gedung kebaktian. Sejak saat itu Allah tidak hanya bisa ditemui di Bait Allah. Ia ada dalam perjalanan kepada bangsa-bangsa. Dia mau juga disembah dan dihormati di tempat-tempat yang bukan gedung kebaktian atau Bait Allah. Bukan hanya para imam saja yang dapat berbicara dan melayani Dia. Orang kebanyakan juga dapat bertemu Tuhan Allah secara langsung.

Pesan ini sesuai dengan dengan teologi kitab Injil Lukas. Karena keyakinan ini, Lukas tidak segan-segan bercerita tentang pekabaran Injil yang mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi. Lukas juga memperoleh keberanian untuk menulis kepada seorang bukan Yahudi (Teofilus) dengan maksud meyakinkan dia bahwa cerita tentang Yesus adalah benar. Bahkan hanya Lukas sajalah yang memuat cerita tentang orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:25-37). Cerita yang memberikan kepada kita kesan sangat mendalam bahwa pelayanan dan penyembahan kepada Allah tidak melulu terjadi di Bait Allah atau tempat doa. Menolong sesama yang sedang dalam kesulitan, mengasihi dan memberi perlindungan kepada seorang asing atau dia yang memusuhi kita adalah perbuatan beribadah kepada Tuhan.

Kita yang merayakan Jumat Agung perlu tahu keajaiban ini, sehingga mulai belajar untuk menyembah Allah bukan hanya di gedung ibadah dan rumah doa, tetapi juga di setiap tempat dimana saja kita berada.

Keajaiban ketiga, seorang non Yahudi, bangsa tidak bersunat, kepala pasukan penyaliban berkata di hadapan umum: "Sungguh, orang ini adalah orang benar374Kita lihat di sini bahwa Allah tidak menyembunyikan kebenaran kepada orang non Yahudi. Allah adalah Tuhan yang tidak diskriminatif. Kasih juga tidak pilih muka. Allah memberikan kepada orang yang percaya maupun orang kafir kemampuan untuk mengenal kasih dan menghormatinya.

Tidak ada dosa yang begitu berat sehingga menghalang-halangi kuasa Allah. Tidak. Kepala pasukan penyaliban digerakkan hatinya oleh Allah untuk mengenal kasih dan kebenaran. Dengan mengakui bahwa Yesus adalah orang benar di depan umum, ia mengaku diri sebagai yang melakukan satu tindakan yang salahdan keliru. Si kepala pasukan penyaliban tidak berusaha membela diri, ia mengakui kekeliruannya dengan terbuka dan jujur.

Seorang kepala pasukan mengaku diri berbuat kesalahan dan kekeliruan. Itu diucapkan di depan umum. Lukas melihat ini sebagai sebuah keajaiban. Ia mencatat ini dalam kitab yang dia peruntukan kepada Teofilus, seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Roma waktu itu. Ia tentu mencatat keajaiban ini dengan maksud agar mendorong Teofilus waktu itu, dan Teofilus-Teofilus masa kini untuk meniru contoh kepala pasukan penyaliban.

Akhirnya, Lukas memberi kesaksian bahwa pada Jumat Agung yang pertama ada tiga peristiwa ajaib. Kita sudah lihat keajaiban itu satu persatu. Tentu saja tidak dengan maksud mengatakan bahwa keajaiban-keajaiban itu hanya terjadi pada Jumat Agung yang pertama saja. Lukas catat hal itu untuk mendorong kita agar menjadikan Jumat Agung yang kita peringati kini dan di sini juga menjadi Agung yang di dalamnya ada keajaiban-keajaiban yang bisa disaksikan orang lain.

‹ Theoligia Kemakmuranke atasTrilogi ›
Printer-friendly version Login or register to post comments 50372 reads

Senin, 30 Maret 2015

SPIRITUALITAS KEHIDUPAN


SPIRITUALITAS KEHIDUPAN

Pakai kalau beguna, buang kalau menghalangi.

Istri atau suami hanya pinjaman, anak hanya titipan, harta benda, kekayaan, jabatan hanya amanah yang harus di kelola dengan baik untuk kebaikan bersama; yang akan kita bawa ke keabadaian hanya amal baik perbuatan kita.


Dalam hidup tidak boleh mengeluh, jalani terus, syukuri yang di dapat, kembangkan yang bisa dikembangkan.


Yang sudah diberikan ya sudah, relakan, lepaskanlah, pasti ada gantinya yang lebih baik, lebih banyak, lebih semuanya, semuanya tidak akan kekal.


Yang lalu sudah berlalu, berjalanlah ke depan, jangan disesali, pengalaman masa lalu sebagai cermin, ingat keledai tidak akan  jatuh ke lubang yang sama dua kali.






HAL-HAL SEPUTAR PERKAWINAN

Lima Tahap Dalam Perkawinan







Lima Tahap Dalam Perkawinan Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda


Cinta anda mulai pudar terhadap pasangan ? Sepertinya tidak ada lagi kisah romantis seperti saat bulan madu dulu ? Apakah ini berarti komitmen pernikahan perlu dipertanyakan ?

Simak dulu pendapat Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam tahapan yang bisa diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara mencolok dan tak memiliki patokan batas waktu yang pasti.  Bisa jadi antara pasangan suami-istri, yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun anda dan pasangan dapat saling merasakannya.

Tahap pertama : Romantic Love. Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.

Tahap kedua : Dissapointment or Distress. Masih menurut Dawn, di tahap ini pasangan suami istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi terhadap hubungan dengan pasangannya.  Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan pasangannya

Tahap ketiga : Knowledge and Awareness. Dawn mengungkapkan bahwa pasangan suami istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga sibuk  menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Menurut Dawn juga, pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.

Tahap keempat: Transformation. Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku  yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.

Tahap kelima:  Real Love. “Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn.  Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,” ingat Dawn.

Lebih lanjut Dawn menyarankan pula, “Jangan hancurkan hubungan pernikahan Anda dan pasangan hanya karena merasa tak sesuai atau sulit memahami pasangan. Anda hanya perlu sabar menjalani dan mengulang tahap perkembangan dalam pernikahan ini. Jadikanlah kelanggengan pernikahan Anda berdua sebagai suatu hadiah berharga bagi diri sendiri, pasangan, dan juga anak. (me)

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/psikologi/lima.tahap.dalam.perkawinan/001/007/140/1/1



PSIKOLOGI KELUARGA MEMBANGUN KOMITMEN

 {Bagaimana mempertahankan perkawinan}

PENDAHULUAN

Pernikahan merupakan salah satu tugas & kewajiban orang dewasa dan tentunya ini menjadi bagian dari rencana dalam kehidupan kebanyakan orang. Meskipun saat ini terjadi banyak pergeseran dalam nilai-nilai masyarakat, khususnya berkaitan dengan pernikahan - kita kenal dengan istilah kawin cerai ataupun kumpul kebo - namun kebanyakan orang yang berkeputusan untuk menikah akan tetap memandang pernikahan tersebut sebagai sesuatu yang sakral dan menginginkan pernikahan yang bahagia dan langgeng hingga seumur hidup.
Namun kehidupan dalam pernikahan tidaklah selalu seindah seperti yang diharapkan oleh pasangan yang akan menikah. Tentunya tidaklah mudah untuk menyatukan dua orang pribadi yang berbeda, berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki kebiasaan, minat, kepribadian dan nilai-nilai yang berbeda pula. Konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi dan jika hal tersebut tidak mampu diatasi dengan bijaksana maka konflik tersebut akan membawa pernikahan tersebut kepada perceraian.
Karenanya sangatlah penting bagi para pasangan yang akan menikah untuk mempersiapkan pernikahannya dengan baik sehingga dapat mengantisipasi badai yang akan menerpa pernikahan mereka, pada saat mengalaminya hal tersebut dapat diatasi dengan baik dan mereka dapat mengecap kebahagiaan dalam pernikahannya. Namun muncul pertanyaan di dalam benak kita semua, bagaimana kita harus membangun pernikahan tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Akibat Yang Terjadi Jika Suatu Pernikahan Tidak Disiapkan Dengan Baik
Akibat yang terjadi jika suatu pernikahan tidak disiapkan dengan baik maka :
1. Rentan terhadap konflik: Sebuah pernikahan yang tidak memiliki pondasi dan pilar-pilar penunjang yang kuat akan mengakibatkan perbedaan antar mereka justru menjadi sumber konflik dalam pernikahannya. Misalnya: Perbedaan temperamen dan kepribadian antar suami isteri, misalnya : suami yang bertemperamen intim dengan isteri yang bertemperamen cermat, perbedaan dalam cara mereka mengambil keputusan (suami impulsif, sedangkan isteri penuh dengan pertimbangan) akan menimbulkan konflik dan biasanya masalah-masalah kecil seperti ini dapat menjadi besar dan tidak terselesaikan dengan baik.
2. Ketidakpuasan dalam pernikahan: Bila konflik yang ada tidak terselesaikan maka masing-masing pihak merasa bahwa diri mereka dirugikan dan timbullah rasa tidak puas terhadap pasangan masing-masing. Atau karena hambatan komunikasi dan tidak adanya saling pengertian antar suami dan isteri, maka mereka merasa pasangannya tidak dapat memenuhi kebutuhannya dan merasa kecewa dengan pernikahan yang ada.
3. Perselingkuhan: Jika suami atau isteri merasakan ketidakpuasan atau kecewa dengan pernikahannya maka perselingkuhan pun tak dapat dihindarkan lagi. Masing-masing mencoba mencari orang lain yang menurut mereka dapat lebih memenuhi kebutuhannya.
4. Perceraian: Hal ini seringkali ditempuh oleh banyak pasangan yang merasa bahwa pernikahannya tidaklah sesuai dengan harapannya. Tali komitmen pun diputuskan dan kesakralan pernikahan tidak lagi dipedulikan demi terlepas dari pernikahan yang penuh masalah tersebut.
Hambatan yang sering terjadi
1. Pemahaman yang tidak tepat tentang konsep pernikahan atau pernikahan tidak dibangun di atas pondasi yang kuat. Banyak orang yang menikah dengan pemahaman yang tidak tepat tentang konsep pernikahan. Mereka berpikir bahwa dengan menikah akan ada orang yang peduli dan memperhatikan kebutuhannya, yang selalu ada saat ia membutuhkan. Pandangan yang lain berpikir bahwa dengan menikah mereka dapat memenuhi kebutuhan seks tanpa berbuat dosa. Mereka kurang mempertimbangkan mengenai masalah yang mungkin muncul dalam pernikahan sehingga ketika masalah tersebut muncul, timbullah kekecewaan baik kepada pasangan maupun pernikahan itu sendiri.
2. Kurangnya komunikasi dan saling pengertian. Hal ini dikarenakan pasangan yang tidak memahami perbedaan individual yang ada diantara mereka. Mereka mungkin menyadari bahwa mereka berbeda namun tidak tahu bagaimana cara menjembatani perbedaan yang ada dengan bijaksana sehingga konflikpun tak bisa dihindarkan lagi. Seringkali hal ini dianggap sebagai hal yang biasa oleh banyak pasangan dan dengan berharap bahwa pasangannya dapat berubah ketika mereka menikah, hubunganpun dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Namun justru kebanyakan orang mengeluhkan bahwa komunikasi dan hubungan mereka semakin memburuk dan penyesalanpun muncul dalam diri masing-masing setelah mereka menikah.


Solution Tips
1. Bangunlah pondasi yang kuat. Sama seperti membangun sebuah bangunan, untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh tentunya harus dimulai dengan membangun pondasi yang kuat dan kokoh terlebih dahulu. Para arsitek tentunya akan merencanakan dan menghitung konstruksinya dengan baik serta mencoba mengantisipasi resiko terburuk yang akan dihadapi bangunan tersebut. Dengan demikian bangunan tersebut dapat tetap kokoh berdiri meskipun suatu waktu terjadi badai.
Banyak orang berpendapat bahwa pondasi dalam sebuah pernikahan adalah CINTA dan kebanyakan orang menikah karena mereka saling mencintai, merasa ada kecocokan dan saling membutuhkan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah cinta seperti apakah yang akan menentukan keberhasilan sebuah pernikahan? Apakah cinta yang tulus atau karena hawa nafsu (eros)? Karena harta atau kedudukan?
Cinta yang tepat adalah yang berdasarkan prinsip "Love is Giving the Best" (cinta adalah memberi yang terbaik). Dengan memiliki pandangan demikian maka kecenderungan menuntut yang ada dalam diri kita dapat dengan lebih mudah dinetralisir. Kecenderungan alami kita yang selalu ingin bertanya "Apa yang dapat pasangan kita berikan kepada kita" berubah menjadi pemikiran "Apa yang dapat kita berikan untuk membahagiakan pasangan kita". Berikan waktu, perhatian terbaik dan kata-kata yang menguatkan maka cinta yang kita berikan akan tumbuh subur dan ini menjadi dasar atau pondasi pernikahan yang kokoh karena barangsiapa yang memberi akan mendapatkan yang terbaik.
2. Pilar komunikasi dengan saling mengerti. Setelah memiliki pondasi yang kuat, tentunya kita harus membangun pilar-pilar penunjang yang kokoh untuk mempertahankan pernikahan tersebut yaitu KOMUNIKASI yang baik karena tanpa komunikasi yang baik, kerikil-kerikil masalah dapat melahirkan badai yang mampu mengguncangkan pernikahan yang ada.
Untuk membangun komunikasi yang baik, pasangan harus menyadari bahwa mereka merupakan dua pribadi yang unik dan berbeda. Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jenis kelamin, tetapi juga nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, temperamen dan kepribadian. Pasangan tidak akan pernah nisa membangun sebuah kesamaan tanpa menyadari atau mengenali perbedaan yang ada. Setelah pasangan menyadari perbedaan tersebut barulah dapat ditentukan langkah penyesuaian yang tepat. Tentunya, kita tidak dapat menuntut pasangan untuk mengubah/menyesuaikan dirinya, namun mulailah dari diri kita.
3. Satu atap dalam keuangan. Masalah ekonomi atau keuangan bukanlah hal yang mudah diselesaikan dalam sebuah pernikahan, hal ini sangat tergantung pada budaya dan nilai-nilai dalam keluarga masing-masing pihak. Namun dengan prinsip "di mana hartamu, di situ hatimu" maka satu atap dalam keuangan akan sangat menjanjikan sebuah perlindungan yang baik untuk sebuah pernikahan. Tentunya dengan adanya satu kesatuan dalam keuangan akan memperkecil keinginan untuk bercerai pada suami isteri karena mereka harus memikirkan dua kali lebih panjang untuk mampu memisahkan harta ‘gono-gininya' ketika mereka berkeinginan untuk bercerai.
Love is giving the best (cinta adalah memberi yang terbaik)
(Family DISCovery)
Komunikasi adalah elemen yang paling penting dalam suatu hubungan, sementara pertengkaran adalah elemen yang paling merusak (John Gray, Phd.)
B. Merawat dan Memperkaya Cinta Suami Isteri
Pernikahan yang sukses merupakan usaha dan hasil kerjasama dari dua orang yang berusaha merawat cinta
Cinta
Beberapa ahli psikologi meyakini bahwa cinta merupakan emosi paling utama yang mendasari berbagai nuansa emosi lainnya. Ada berbagai definisi atau pengertian yang bisa dikemukakan apabila pada seseorang ditanyakan apa arti cinta. Ada pula berbagai bentuk dan manifestasi cinta. Konsep tradisional dari cinta dikemukakan oleh filosof Irving Singer dengan 4 macam cinta yaitu eros (cinta keindahan yang sifatnya fisik), philia (cinta pertemanan), nomos (submisif & kepatuhan) dan agape (cinta spiritual, tidak mementingkan diri sendiri).
Suami istri mencintai pasangannya tidak selalu dengan gaya, ekspresi, ataupun porsi yang sama. Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving menggambarkan bahwa cinta adalah sebuah seni yang harus dipelajari, dipraktekkan dan terus diasah. Berarti cinta tidak berkembang dengan sendirinya, perlu usaha untuk memelihara dan menjaganya. Cinta membuat pasangan merasa dekat, terikat dan saling memiliki, sehingga bisa membuka diri sampai taraf yang paling intim.
Robert Sternberg, seorang psikolog dari Yale University melakukan penelitian tentang cinta romantis dan mengemukakan teori segitiga cinta yang memungkinkan dipahami adanya dinamika serta model atau kualitas cinta yang berbeda-beda, bergantung dari kombinasi ada tidaknya, ataupun besar kecilnya komponen cinta yaitu Gairah (passion), Keintiman (intimacy) dan Komitmen (commitment). Kombinasi ini bisa berbeda pada waktu yang berbeda dalam hubungan cinta yang sama.
Gairah: Komponen gairah merujuk pada romantisme dan daya tarik, merupakan getaran perasaan yang mendorong seseorang untuk bercinta, bersifat sensual dan seksual.
Komitmen: Merupakan sisi kognitif dari cinta. Terdiri dari dua bagian yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek adalah keputusan untuk mencintai seseorang (mungkin tanpa disadari). Jangka panjang adalah keputusan untuk mempertahankan dan merawat cinta dengan orang tersebut. dalam perkawinan hingga akhir hidup. Komitmen untuk mempertahankan perkawinan, memungkinkan suami istri tetap setia dan bertahan berjalan bersama serta mampu mengatasi masa-masa ketika gairah cinta mulai menurun.
Keintiman: Sisi emosional dari cinta adalah keintiman, kedekatan bukan saja secara fisik tetapi juga kedekatan hati. Kedekatan yang memungkinkan seseorang berani membuka diri, mempercayakan hal-hal pribadinya kepada orang yang dicintai. Ada perasaan percaya karena diterima apa adanya sehingga seseorang tidak merasa perlu merahasiakan sesuatu. Tanpa perawatan dan pemeliharaan yang sungguh-sungguh keintiman sulit dicapai, sebab dibutuhkan pengenalan, pemahaman, kepekaan, empati dari pasangannya untuk seseorang bisa membuka diri.
Beberapa tanda keintiman adalah :
- Senang dan ingin pasangannya juga merasa bahagia
- Merasa bahagia ketika ada bersama
- Senang berdekatan
- Mudah saling paham (hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.
- Merasa mendapat dan suka memberi dukungan emosional dari/ ke pasangan
- Menghargai kehadiran dan keberadaan pasangan.

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam merawat cinta suami isteri:
Menikah dengan alasan yang sehat. Ada berbagai alasan menikah, merawat cinta suami isteri perlu diawali dengan alasan yang sehat untuk menikah yaitu, merupakan ekspresi dari cinta & persahabatan keinginan untuk membangun keluarga
memenuhi kebutuhan fisik, sosial & ekonomi hidup berbagi dengan pasangan
bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain mengoptimalkan potensi
meningkatkan pertumbuhan rohani.
Kesetaraan otoritas
Suami istri adalah mitra, pasangan yang sepadan dalam menjalankan peran sebagai suami istri dan orang tua ataupun peran lain dalam lingkup kehidupan keluarga. Kalaupun masing-masing mempunyai kelebihan maka kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan berdua, saling mengisi dan mendukung keluarga.
Mengenal pasangan
Hidup bersama di bawah satu atap bukan jaminan untuk bisa mengenal dan memahami pasangan secara baik. Mungkin kita merasa mengenal pasangan dengan baik, tetapi tidak jarang ada banyak hal yang kita tidak / kurang kenal dan tidak paham mengenai pasangan kita. Dibutuhkan kemauan, usaha, saling terbuka dan komunikasi yang efektif untuk suami istri mengenal dan memahami pasangannya.
Mengenal dan memahami suami sebagai laki-laki / istri sebagai perempuan
Konflik dan ketegangan seringkali terjadi karena suami istri sering tidak saling memahami dan kurang mempertimbangkan fakta bahwa laki laki dan perempuan berbeda karakteristik dalam cara berpikir, bertindak, dan juga cara memandang lingkungannya.


Laki-laki Perempuan
Cara berpikir, bertindak, dan juga cara memandang lingkungannya:
> Mengandalkan logika
> Fokus pada prinsip utama
> Fokus pada satu hal
> Pekerjaan - bagian diri
> Cenderung stabil
Cara berpikir, bertindak, dan juga cara memandang lingkungannya:
- Mengandalkan perasaan
- Fokus pada detil
- Mengerjakan beberapa hal sekaligus
- Keluarga – bagian diri
- Mudah berubah-ubah

Hal-hal yang menjadi kebutuhan utama laki-laki dan perempuan juga berbeda:
> Seks
> Rekreasi
> Wanita yang menarik
> Dukungan keluarga
> Dikagumi – dihormati Hal-hal yang menjadi kebutuhan utama laki-laki dan perempuan juga berbeda:
- Kasih Sayang
- Komunikasi & percakapan
- Kejujuran & keterbukaan
- Dukungan keuangan
- Komitmen terhadap keluarga


Mengatasi konflik
Konflik-konflik yang terjadi dalam hubungan suami istri sebenarnya merupakan bagian dari proses harmonisasi. Tidak ada pernikahan yang bebas konflik, yang penting adalah bukan ada atau tidak adanya konflik ataupun pertengkaran yang terjadi dalam hubungan suami istri. konflik. Ada 4 cara berkonflik yang harus dihindari karena membuat hubungan menjadi buruk yaitu, mengkritik dan merendahkan, menghina, membela diri dan membisu.
Komunikasi
Komunikasi adalah penyampaian atau pertukaran informasi. Komunikasi yang berhasil adalah bila informasi yang disampaikan diterima dan memberi pengertian sebagaimana yang dimaksudkan.
C. Yang Menjaga Pernikahan Tetap Kuat
Menurut Dr. Steve Stephens, Psikolog dan pembicara seminar. Dalam 20 tahun memberikan konseling pernikahan. Alasan-alasan utama yang diberikan para pasangan suami istri, tentang mengapa pernikahan mereka langgeng:
1. Pasangan saya adalah sahabat saya yang terbaik.
2. Kami menikmati waktu bersama.
3. Saya suka kepada pasangan saya sebagai individu.
4. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup.
5. Pasangan saya tertarik kepada saya sebagai individu.
6. Pernikahan itu sakral.
7. Kami punya impian serta sasaran yang sama.
8. Anak-anak butuh rumah tangga yang stabil.
9. Pasangan saya positif dan membangun saya.Saya ingin hubungan ini berhasil.
10. Kami saling menghargai dan menghormati.
11. Pasangan saya mendorong pertumbuhan pribadi saya.
12. Kami tertawa bersama-sama.
13. Saya Percaya kepada Pasangan saya.
14. Kehidupan seksual kami positif.
15. Kami telah membangun kehidupan bersama yang tenteram serta nyaman.
16. Pasangan saya menerima saya apa adanya.
17. Kami punya keyakinan serta minat serupa.
18. Kami berkomunikasi dengan baik.
19. Saya homat kepada pasangan saya.








BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkawinan sekalipun diawali dengan cinta yang menggebu bukanlah merupakan jaminan bahwa cinta tersebut tidak akan pudar, cinta seringkali mengalami pasang surut, terlebih lagi untuk jangka panjang dan melalui berbagai pergumulan. Pernikahan yang sukses merupakan usaha dan hasil kerjasama dari dua orang yang berusaha merawat cinta mereka berdua. Adapun kesuksesan Perkawinan (Shihab dlm buku Pengantin al-Qur’an):
 Sakinah: Ketenangan dan ketentraman setelah sebelumnya ada gejolak, Ketenangan bersifat dinamis, Dilahirkan akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati dan bergabungnnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat.
 Mawaddah: Kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk, sehingga pintunya tertutup untuk dihinggapi keburukan lahir dan batin yang mungkin datang dari pasangannya.
 Rahmah: Kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk melakukan pemberdayaan.
 Amanah: Sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman dari pemberinya karena kepercayaannya bahwa apa yang diamanatkan itu akan dipelihara dengan baik, serta aman keberadaannya di tangan yang diberi amanat itu
B. Saran
Dalam menjalani kehidupan keluarga ada beragam persoalan dan berbagai alasan yang bisa menimbulkan gesekan ataupun benturan yang mudah memudarkan serta merusak cinta. Tanpa pemeliharaan yang telaten cinta suami istri mudah sirna, dan tidak lagi melatar belakangi kehidupan berdua. Jangan tunggu sampai meredup, sejak awal perkawinan, cinta perlu dirawat, dijaga agar tetap hangat, mesra, menarik dan terasa menyenangkan bagi keduanya. Keluarga yang diwarnai dengan hubungan suami istri yang penuh cinta kasih akan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dan kasih sayang suami istri akan dirasakan serta ditularkan ke anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Memelihara, merawat cinta perlu dilakukan sejak awal perkawinan dan menjadi prioritas agar cinta suami istri dapat terus bertumbuh serta senantiasa diperkaya.


MAKALAH
PSIKOLOGI KELUARGA
MEMBANGUN KOMITMEN
{Bagaimana mempertahankan perkawinan}


Oleh :
Humaira ( 07400275)
Rizqi Fauzia
Rizqiatus S


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS HUKUM
2010

DAFTAR PUSTAKA

M. Dagun, Psikologi Keluarga, 2002, Jakarta, Rineka Citra
Prof. Dr. Ahmad Mubarok, Psikologi Keluarga: Dari Keluarga Sakinah Hingga Keluarga Bangsa, 2004, Jakarta, PT Bina Rena Pariwana

http://safruddin.wordpress.com/category/keluarga/(Sepuluh Prinsip Membangun Rumah Tanggal Januari 20, 2008


http://4iral0tus.blogspot.com/2010/12/psikologi-keluarga-membangun-komitmen.html



SIKLUS KEHIDUPAN




































  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...