Senin, 23 Januari 2012

CONTOH ANALISIS INVESTASI:SAHAM,OBLIGASI,REKSADANA

(kuliah Manajemen Investasi)


Pertanyaan: jika Anda sebagai manajer investasi mempunyai dana sebesar Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah). Investasikanlah dana tersebut ke dalam portofolio, sebagai berikut:
a)         Deposito berjangka        7% p.a
b)         S B I                               7,5% p.a
c)         Reksadana                       11% p.a
d)         Saham                         komisi beli 0,3%,
                                                 komisi jual 0,4%

Transaksi dari 11 September 2009 hingga 17 desember 2009.


Jawaban: pembagian dana investasi

Deposito berjangka
40%
Rp. 2.000.000.000,-
S B I
30%
Rp. 1.500.000.000,-
Reksadana
20%
Rp. 1.000.000.000,-
Saham
10%
Rp. 500.000.000,-
Total

Rp. 5.000.000.000,-


a)  Deposito berjangka
7%×Rp. 2.000.000.000×97365×1-20%
=Rp. 140.000.000×0,25670,8
=Rp.140.000.000×0,2125
=Rp.29.750.000
v       total dana
=Rp.2.000.000.000+Rp.29.750.000
=Rp.2.029.750.000


b) S B I
360×Rp.1.500.000.000360+90×7,5%
=Rp.540.000.000.000366,75
=Rp.1.472.392.638

v       Keuntungan
=Rp.1.500.000.000-Rp.1.472.392.638
=Rp.27.607.362






c)  Reksadana
11%×Rp. 1.000.000.000×97365
=Rp.110.000.000×0,2657
=RP.29.227.000

v       Total pada saat jatuh tempo
=Rp.1.000.000.000+Rp.29.227.000
=Rp.1.029.227.000








d) Saham
Ø                  Beli saham, 14 september 2009
·    PGAS Rp. 3.600 =Rp.200.000.000500 lbr=400.0003.600/lbr=111 lot
·    ADRO Rp. 1.350 =Rp.300.000.000500 lbr=600.0001.350/lbr=444 lot

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi beli
Total
PGAS
110
500
3.600
1,003
Rp. 198.594.000
ADRO
444
500
1.350
1,003
Rp. 300.599.100


Jumlah dana yang tersedia                            Rp. 500.000.000
Jumlah pembelian saham                            Rp. 499.193.100      -
Sisa pembelian saham                                          Rp. 806.900

Ø                  Jual saham PGAS, 16 September 2009

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi jual
Total
PGAS
110
500
3.750
0,996
Rp. 205.425.000


Keuntungan menjual saham PGAS              Rp. 6.831.000

Ø                  Beli saham PGAS, 28 September 2009
Dana tersedia                                                        Rp. 205.245.000
Sisa dana awal pembelian saham                            RP.        806.900     +
                            Total                                                        Rp. 206.231.900

·    PGAS Rp. 3.600
=Rp.206.231.900500 lbr=412.463,83.600/lbr=114 lot


Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi beli
Total
PGAS
114
500
3.600
1,003
Rp. 205.815.600

             
Dana saham                                          Rp. 206.231.900
              Jumlah pembelian saham              Rp. 205.815.600     -
              Sisa pembelian                                          Rp.        416.300



Ø       Jual saham ADRO, 6 Oktober 2009

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi jual
Total
ADRO
444
500
1440
0,996
RP. 320.963.855,4


Keuntungan menjual saham ADRO                            Rp. 20.364.755, 42


Ø       Beli saham ADRO, 9 Oktober 2009
Dana saham                                          Rp. 320.963.855, 4
Sisa pembelian saham                            Rp.        416.300     +
              Total                                          Rp. 321.380.155, 4
·       ADRO Rp. 1.390
=Rp.321.963.855,4500 lbr=642.760,31083.600/lbr=461lot
Sisa pembelian              Rp. 30


Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi beli
Total
ADRO
461
500
1.390
1,003
Rp. 321.356.185



Ø       Jual saham ADRO, 26 Oktober 2009

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (RP)
Komisi jual
Total
ADRO
461
500
1.620
0,996
Rp. 371.916.360


Keuntungan penjualan saham ADRO              Rp. 50.560.175
Sisa pembelian saham                                          Rp.                30       +
              Total                                                        Rp. 50.560.205

Ø       Beli saham ADRO, 3 November 2009
Dana saham                            Rp. 371.916.390
·       ADRO Rp. 1.510
=Rp.371.916.390500 lbr=743.837,781.510/lbr=491 lot

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi beli
Total
ADRO
491
500
1.510
1,003
Rp. 371.916.390


Sisa pembelian saham                            Rp. 99.275


Ø       Jual saham PGAS & ADRO, 4 Desember 2009

Nama saham
Lot
Jumlah lembar
Harga saham (Rp)
Komisi jual
Total
PGAS
114
500
4.100
0,996
Rp. 232.765.200
ADRO
491
500
1.750
0,996
Rp. 427.906.500


Total dana dari penjualan seluruh saham                            Rp. 660.671.700
Sisa dana pembelian saham                                                        Rp.          99.275    +
              Total                                                                                    Rp. 660.770.975
Dana awal pembelian saham                                                        Rp. 500.000.000    _
              Keuntungan                                                                      Rp. 160.770.975
v                  Dana keuntungan dari saham di tambahkan ke dalam perhitungan deposito berjangka:

11%×Rp. 2.000.000.000+Rp.160.770.975×97365×80%
=Rp.151.253.968,3×0,2125
=Rp.32.141.468,26
              Total dana Rp. 2.000.000.000 + Rp. 32.141.468,26 = Rp. 2.032.141.468,26


v                  Analisis
Ø    Jumlah dana atau prosentase yang di investasikan ke dalam deposito berjangka dan SBI sangat besar, karena kedua surat berharga ini memiliki resiko yang rendah (zero risk).

Ø    Dana yang di investasikan ke dalam reksadana dan saham hanya sedikit, karena tidak ingin berspekulasi atas keuntungan di dalam kedua surat berharga tersebut yang memiliki resiko tinggi, walaupun keuntungan yang didapat dari saham dapat mencapai keuntungan 100%, namun sebaliknya akan mendapatkan kerugian sebesar itu pula.

Ø    Keuntungan yang didapat pada saat menjual saham besar Rp. 32.141.468,26,-.Dana tersebut ditambahkan ke dalam perhitungan deposito berjangka, hal ini untuk mendapatkan tambahan total dana pada saat jatuh tempo.

Thick Fist Black Heart

BUKU INSPIRASI:

Thik Fist Black Heart, Mental Baja Pantang Menyerah: sebagai sarana agar berhasil dalam mengarungi hidup

Mental baja pantang menyerah merupakan suatu rumusan yang memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, guna mempersiapkan visi dan mental dalam mencapai suatu tujuan.
Dengan membaca buku ini, maka kita akan mendapatkan suatu pencerahan, bagaimana orang-orang kuno (baca misalnya para perantauan dari dataran Asia) begitu sukses dalam hidupnya. Karenanya bacalah dengan pelan-pelan dan ambillah hikmahnya. Kemudian praktekkna dalam kehidupan nyata.

Buku ini karya monumental Chin Ning Chu  seorang perempuan yang tinggal di Singapura dan melahirkan beberapa buku yang cukup sukses di pasaran, yang diantaranya  tentang FENG SHUI. Buku ini merupakan buku yang berharga dan merupakan salah satu bacaan wajib bagi orang-orang yang sukses.

Manfaat membaca buku ini di antarnya adalah:
Mental baja, yaitu suatu benteng, yang akan menjadi pelindung diri dari setiap anggapan orang lain akibat dari setiap tindakan atau aktivitas kita (dari apa yang telah kita yakini/imani).
Pantang menyerah, adalah suatu senjata, ia memiliki karakteristik tanpa ampun/tanpa lelah, tetapi bukan berati suatu yang jahat. Dia terus berjuang sampai tujuan/cita-cita tercapai bertolak dari keyakinan diri yang senantiasa menyemangati.
Sinergi dari Mental Baja Pantang Menyerah
Mental baja adalah suatu kemampuan untuk menerima setiap kondisi yang menuntut untuk mengacuhkan anggapan orang lain. Sementara itu, pantang menyerah adalah suatu kemampuan untuk bertindak tanpa menghiraukan pendapat orang lain. Jadi untuk dapat maju terus dalam memperjuangkan tujuan kita, baik mental baja maupun pantang menyerah haruslah hadir bersama, dan kedua faktor tersebut akan selalu saling mendukung.
Ada 3 tahapan dalam memiliki Mental Baja Pantang Menyerah:
1. Memenangkan tanpa mengorbankan
Pada tahap ini ada 3 tingkatan, yaitu:
Tingkat dasar: tak bermoral, akan mengerjakan apapun untuk mencapai tujuannya. Pada tahap ini, mental baja akan menghasilkan tanpa kesadaran sama sekali, dan pantang menyerah akan menghasilkan tanpa ampun sama sekali.
Tahapan ini akan menghasilkan apa yang dinamakan sebagai tebal bagai tembok,kuat bagai baja, liat bagai tembaga. hitam bagai batu bara., tanpa menyerah bagai air yang selalu mengalir. Contoh untuk tahap ini adalah: pelacur murahan dan penjahat.
Tingkat kedua dari tahap pertama ini disebut sebagai Tebal dan keras dan Hitam bercahaya. Contoh untuk tingkatan ini adalah pelacur kelas tinggi.
Tingkat ketiga dari tahap pertama ini adalah: Begitu tebal hingga tak berbentuk, begitu hitam sehingga tak berwarna. Pada tahap ini, seseorang dapat menipu orang lain dan orang yang ditipunya tersebut tidak akan tahu kalau ditipu bahkan berterima kasih kepadanya. Contoh untuk tingkatan ini adalah politisi.

2. Pencarian Jiwa

Pada tahap ini, seseorang mulai menyadari bahwa untuk menaklukan orang lain membutuhkan tenaga, tetapi untuk menaklukan diri sendiri membutuhkan kekuatan. Pada tahap ini seseorang mulai mengerti bahwa tindakannya pada tahap pertama terdiri dari aksi-aksi yang memalukan. Maka pada tahap ini, mulai akan disadari akan arti dari kebijaksanaan.

3. Kesatria

Kesatria memiliki sifat tidak melekat dan tenang Kesatria adalah seseorang yang selalu merasa takut dalam peperangan, bahkan berkeringat dan gemetaran, namun ketakutannya ini tidak membuat jiwanya takut. Pada tahap ini seseorang telah menacapi perstuan jiwa dan raga.
Dalam melaksanakan Mental Baja Pantang Menyerah ini, terdapat 11 prinsip, yaitu:
1.      Singkirkan bayangan, seseorang harus hidup bebas, hidupnya bukan untuk mengikuti kehendak orang lain.


2. Singkapkan batas diri, adanya pemahaman bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk  

    dirinya sendiri atau untuk mencapai apa yang diinginkan

3. Pecahkan misteri kekuatan pohon jati dan kelembutan rumput, maka akan      

    mendapatkan pengertian bahwa “bagian dalam akan menggerakan bagian luar yang
    kelihatan bergerak”.

4. Mengerti diri sendiri, jika dapat mengabaikan anggapan orang lain, maka kamu akan

    dapat memusatkan seluruh perhatian untuk mencapai tujuan. Sesuatu hanya dapat
   terjadi apabila seseorang telah mengerti diri yang sebenarnya.

5. Jangan cemas pada keberhasilan dan jangan takut kegagalan. Cemas pada keberhasilan

    lebih kuat daripada takut akan kegagalan. Sebelum kamu berhasil maka ketahuilah
   bahwa keberhasilan membawa perubahan dan memiliki resiko untuk jatuh.

6. Sadari antara sifat mimpi dan kenyataan, gunakan kacamata dinamis untuk melihat

    segala sesuatu yang bergerak.

7. Kuasai kebenaran dan ke-pura-pura-an, karena adanya pengertian yang salah terhadap

    apa yang dipandang sebagai kebenaran, hanya akan membawa kepada sesuatu yang
    kosong kecuali kesukaan untuk dipuji. Memandang sesuatu sebagai satu-satunya
    kebenaran, hanya akan menghasilkan hidup dalam ke-pura-pura-an saja.

8. Kendalikan ketakutan, karena ketakutan adalah rasa yang paling merusak


9. Hindari atas kesedihan kejar kebahagiaan. Segala sesuatu bergerak, selaras dengan

     hukum alam, ada sedih ada bahagia, ada hitam ada putih, dst. Pengertian ini
       memerlukan cara pandang yang bijak.

10. Berani untuk meyakinkan diri untuk melepaskan belenggu diri dan berani menerima

      keyakinan diri, hal tersebut merupakan salah satu tindakan dari hati hitam tebal muka

11. Sadari bahwa tebal muka dan hati hitam berasal dari Penguasa Tunggal, penciptaan

      dan pemusnahan bukanlah sesuatu yang berlawan, namun merupakan suatu aspek
      dari Yang Maha Esa. Alam akan ada sebagai lahir dan mati.Sesuatu yang sama
       dibutuhkannya.

Mencoba mempraktekkan Mental Baja Pantang menyerah akan menghasilkan dharma, kewajiban dalam kehidupan ini. Karena dharma adalah suatu pengertian akan tindakan yang benar pada situasi yang terjadi. Dengan mengaktualisasikan buku ini kita mencoba untuk menjadi seorang Ksatria yang menjalankan dharma, bukan membentuk seorang teroris ayng tanpa iman,- yang semata-mata di indoktrinasi oleh paham agama yang keliru-, tetapi mencoba membangun spirit kehidupan yang bersumber dari Allah yang Maha Kasih agar anak-anakNya tidak begitu mudah menyerah pada keadaan, nasib di era globalisasi, konsumerisasi, dan liberalisasi ini.
 Semoga bermanfaat.


  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...