Rabu, 23 April 2014

PELATIHAN MENJUAL: "MENJUAL DIRI ANDA&CARA2 MENJUAL: dari beberapa artikel terpilih






















 Sukses Menjual (dengan tips dan trik cara menjual)

Menjual adalah :
Suatu aktifitas untuk  mempengaruhi seseorang agar berminat/merespon suatu produk/jasa yang kita tawarkan sehingga bermanfaat untuk mereka.

Langkah-langkah Menjual :

I. Persiapan

Persiapan merupakan langkah penting yang sangat menentukan keberhasilan penjualan.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjual :
a. Perhatikan Penampilan Anda :
                - Berbusana rapi.
                - Tata rias rapi
                - Tata rambut rapi
                - Gunakan wewangian
b. Persiapkan Alat Bantu Penjualan Anda
1.                  Brosur dan flyer (pelajari terlebih dahulu)
2.                  Tester/contoh-contoh produk
3.                  Produk & perlengkapan untuk Demo
4.                  Alat tulis dan kalkulator
5.                  Buku Pesanan
c. Suara jelas
d. Ramah
e. Sabar
d. Percaya Diri !!!

II. Pelaksanaan Penjualan

Terdiri dari 5 langkah dasar ketrampilan menjual :
1. Melakukan pembukaan/ Pendekatan yang baik
2. Menentukan Kebutuhan
3. Menjual Keuntungan
4. Mengatasi Penolakan
5. Menutup Penjualan  

1. Pembukaan / Pendekatan Yang Baik

Merupakan langkah pertama yang sangat penting, agar dapat diterima oleh calon konsumen.
Langkah-langkahnya :
o        Salam dan memperkenalkan diri        
                Untuk memecahkan kebekuan suasana.              
o         Menjelaskan Tujuan kunjungan
   
 Untuk menghilangkan kecurigaan                    
o         Menjelaskan manfaat dari kunjungan  Anda      
                Agar konsumen tahu manfaat  kunjungan kita
                                                                                                              
2. Menentukan Kebutuhan

Tujuan :
Untuk mengetahui minat/kebutuhan calon konsumen.
Dengan mengetahui minat/kebutuhan konsumen, kita dapat memilih/menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen kita.
Penjualan menjadi lebih efektif.
Caranya :
-     Mengajukan “Pertanyaan Terbuka”
      Untuk menggali minat konsumen, ajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar tidak dijawab dengan “ya”  atau “tidak”
-          Awali pertanyaan dengan kata-kata siapakah, apakah, bilamana, dimana, bagaimana dan ceritakan kepada saya.
-          Memperhatikan dan menyimak apa yang disampaikan konsumen.
-          Mencatat poin-poin penting.
-          Menunjukan empati.

3. Menjual Keuntungan

Tujuan
Memberi gambaran kepada konsumen tentang karakteristik dan keunggulan produk yang kita tawarkan.
caranya
                Awali dengan menjelaskan karakteristik produk terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan manfaat/keuntungan yang akan diperoleh konsumen.
                Contoh                                                 Contoh
                Pena ini hitam                   - Tulisan dengan tinta hitam akan mudah dibaca.

MENGHUBUNGKAN KEUNTUNGAN DAN KEBUTUHAN
                Sebagai seorang penjual, kita harus mampu menghubungkan keuntungan produk yang akan kita tawarkan dengan kebutuhan konsumen.
                Caranya :
                Awali dengan menjelaskan keuntungan produk terlebih dahulu, lanjutkan dengan kalimat yang berhubungan dengan kebutuhan konsumen.

MENGHUBUNGKAN KEBUTUHAN DAN KEUNTUNGAN
                Awali dengan kebutuhan konsumen terlebih dahulu, kemudian dikaitkan dengan keuntungan produk.
                contoh :
                Melihat tingkat kesibukan ibu yang sangat tinggi maka bedak yang paling tepat untuk Ibu adalah “Natural White Two Way Powder Cake” karena produk ini merupakan gabungan alas bedak dan bedak sehingga praktis dan cepat penggunaannya.

4. Mengatasi Penolakan
                Penolakan adalah respon negatif dari konsumen terhadap apa yang kita tawarkan/jelaskan kepadanya

TIPS :
                Penolakan bukan sebagai kegagalan tapi merupakan jalan menuju sukses

JENIS-JENIS PENOLAKAN
  
              Pada umumnya penolakan terbagi dalam 4 kategori :
a. Harga
b. Persaingan
c. Waktu
d. Kualitas

BAGAIMANA CARA MENGATASINYA
Mengubah respon negatif menjadi positif dengan cara:
1.                  Menjaga perasaan konsumen
2.                  Dengarkan dengan seksama, sungguh-sungguh dan jangan memotong pembicaraannya.
3.                  Tunjukkan dengan tulus bahwa Anda mengerti dan merasakan hal yang sama.
4.                  Terangkan kembali mengenai manfaat/benefit dari produk yang ditawarkan.
5.                  Jelaskan cara mengatasi masalahnya dan hasil/kenyataan yang akan didapat.
6.                  Jangan lupa tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

BEBERAPA CONTOH MENGATASI PENOLAKAN

a. HARGA.
Sebagai konsumen, awalnya saya merasakan hal yang sama, tetapi dibanding dengan manfaat yang kita dapatkan saya yakin harga ini tidak mahal.

b. PERSAINGAN
Saat ini memang banyak beredar produk-produk whitening, namun hanya Natural White yang memiliki kandungan terlengkap dengan bahan-bahan alami yang tidak berbahaya bagi kulit wajah (jelaskan kandungan-kandungan whitening) 

c. WAKTU
Saya akan tinggalkan Brosur dan Kartu nama saya untu Anda.
Saya akan menghubungi Anda kembali besok. 

d. KUALITAS
Saya bisa mengerti …… Karena menurut penelitian 10% wanita memiliki kulit yang sensitif. Anda tidak perlu khawatir karena sensitif terhadap suatu formula bersifat individu. Untuk itu saya menganjurkan Anda melakukan ‘Patch Test’ terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kulit Anda benar sensitif terhadap produk tertentu.

Prinsip Dasar Dalam Mengatasi Penolakan
Dengarkan dan hargai pendapat orang lain.
Ajukan pertanyaan dengan kalimat terbuka.
Tanggapi kekhawatiran konsumen dengan penuh perhatian dan bijaksana.
Terangkan karakteristik dan keuntungan-keuntungan yang utama.
Berikan contoh (Testimonial) orang yang puas menggunakan produk yang anda tawarkan

5. Menutup Penjualan
Merupakan langkah terakhir dari penjualan dan merupakan langkah penting bagi keberhasilan penjualan kita.
Ada 6 cara menutup penjualan efektif yang penerapannya bisa kita padukan satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat kita menjual.

6 CARA MENUTUP PENJUALAN
1.                  Menentukan waktu pengiriman.              contoh: Saya akan mengirim pesanan Anda pada hari selasa besok, jam berapa Anda ada waktu ?
2.                  Langsung mengisi buku pesanan.                contoh : Boleh saya tulis pesanan Ibu sekarang?
3.                  Mengajukan pilihan.                contoh : ‘Ibu akan memesan Dazzling petitie cologne atau Sparkling petitie cologne?
    4.  Memberi kesempatan terakhir (tidak ada pilihan lain).
         contoh : ‘Tawaran ini hanya berlaku sampai akhir bulan ini’
    5.   Asumsi bahwa konsumen tersebut mau membeli
                (mengasumsikan sudah terjadi penjualan).
           contoh : ‘Saya yakin Ibu menyukai lipstick  yang berwarna  merah ini saya akan catat pesanan Ibu’.
    6.   Membuat kesimpulan
                   (mengingatkan konsumen akan keuntungan)
          contoh : ‘Lipstick pink ini sangat cocok dengan baju-baju  Ibu  yang kebanyakan berwarna dingin, seperti pink dan biru.

BEBERAPA HAL YANG AKAN MENYEBABKAN KITA GAGAL DALAM MENUTUP PENJUALAN
Kita merasa tidak yakin pada produk yang kita tawarkan.
Kita tidak bisa melihat tanda-tanda bahwa konsumen ingin membeli.     
Kita tidak bisa menentukan kebutuhan konsumen yang sebenarnya.
Kita tidak bisa mengatasi penolakan dengan baik.

III. Tindak Lanjut
Tindak lanjut merupakan langkah yang penting setelah kita melakukan penjualan karena :          
Kita dapat mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dan pelayanan kita.
Kita dapat membina hubungan lebih baik dengan konsumen.
Memudahkan kita untuk menawarkan produk-produk tertentu
Mendapatkan order ulang karena konsumen menjadi loyal.

Bagaimana Caranya ?
Hubungi konsumen beberapa hari setelah dia memesan/membeli produk.
Tanyakan apakah dia puas dengan produk-produk yang dibeli. Kalau ada masalah kita bantu menyelesaikannya.
Hubungi secara berkala untuk menawarkan Campaign berikutnya.

TIPS MENJADI PENJUAL YANG SUKSES
Anda akan menjadi penjual yang sukses bila memiliki :
1.                  Sasaran dan strategi penjualan.
2.                  Pengetahuan produk: karakteristik dan benefit
3.                  Teknik Menjual dan Teknik Komunikasi
4.                  Perilaku yang positif :
                - Peduli pada penampilan
                - Perhatian kepada konsumen
                - Tidak cepat puas, terus belajar
                - Penuh percaya diri
                - Bersemangat, tekun
                - Berusaha keras mencapai sasaran dan berpikir positif
                - Kejujuran dan keramahan.
                - Dapat mengendalikan emosi.


8 Tips Belajar Cara Menjual yang Sukses

Apa penyebab usaha gagal atau bangkrut? Satu-satunya penyebab yang paling banyak terjadi karena tak adanya uang yang cukup. Lebih besar biaya daripada pendapatan. Karena itu kemampuan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari biaya amat penting. Dan pendapatan yang tinggi itu dihasilkan dari penjualan yang tinggi.

Memiliki kemampuan menjual yang bagus ini sebenarnya penting bagi siapapun. Baik anda sebagai pemilik bisnis maupun karyawan. Jelas sebagai business owner, nasib usaha anda dipertaruhkan di tangan anda. Begitupun meski anda sebagai karyawan, posisi anda akan aman selama bisnis tempat anda bekerja itu terus jalan.

Maka dari itu belajar cara menjual yang sukses amat penting bagi siapapun. Tak peduli apakah anda seorang frontliner, manajer, atau mungkin seorang teknisi. Kemampuan menjual yang sukses akan sangat berpengaruh terhadap karir anda nantinya.

Sayangnya, kebanyakan orang takut, malu, tidak percaya diri atau bahkan membenci untuk berjualan…

Kebanyakan orang tidak percaya diri menjual karena harus bertatap muka dan pandai berkata-kata secara langsung dengan prospek. Untungnya sekarang ada internet. Berkat internet, anda bisa mulai bisnis internet meski tanpa harus bertemu langsung. Anda bisa berjualan sampai ke ujung dunia, cukup dari rumah sendiri.

Nah, soal kemampuan menjual ini, baik anda bergerak di online maupun offline, anda perlu belajar. Tak ada yang perlu ditakutkan dengan menjual. Menjual itu menyenangkan. :)

Berikut ini delapan tips belajar cara menjual yang sukses. Mari simak…

1. ACTION
Seperti kalau anda ingin bisa berenang, anda harus ACTION berenang. Nyemplung ke dalam kolam, dan mulai belajar renang. Begitupun kalau anda mau pintar berjualan, anda harus mulai menjual. Jika anda tak pernah mencoba menjual, anda tak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjual. Yang perlu anda lakukan hanyalah cari produk dan tawarkan ke orang. Baik anda lakukan itu secara online maupun offline. Dan tak perlu peduli seandainya anda belum berhasil menjual di kesempatan pertama. Ndableglah! Tetap semangat tawarkan produk anda sampai terjadi penjualan!

2. Antisipasi penolakan.
Ditolak saat anda hendak menjual itu sudah biasa. Yang penting, anda tahu apa alasan mereka menolak penjualan anda. Biasanya orang menolak karena misal tidak punya uang, tidak suka produknya, dan sebagainya. Karena itu, anda harus siapkan jawaban untuk semua penolakan itu.

3. Siapa prospek anda.
Kenali siapa orang yang mau anda tawari produk anda. Mengenali prospek amat penting agar anda bisa menjual dengan lebih efektif.

4. Yakin
Yakinlah kalau anda bisa menjual. Saat menawarkan yakinlah kalau anda bisa closing. Yakinlah bahwa anda punya penawaran yang dahsyat.

5. Tawarkan ke lebih banyak orang
Ilmu menjual sebenarnya sederhana. Semakin banyak yang anda tawari, semakin besar penjualan tercipta. Jadi, rajinlah untuk mencari prospek.

6. Jangan pernah menyerah
Tidak mudah patah semangat. Terus jual, jual, dan jual! Tak ada satupun yang akan membuat semangat anda turun.

7. Jangan anggap sales.
Saat anda menawarkan, jangan pernah menganggap anda sebagai sales sekalipun itu posisi anda. Sebab akan banyak yang memandang sebelah mata. Sebaliknya, bersikaplah seperti CEO. Bayangkan anda sebagai CEO dan anda akan terlihat berbeda.

8. Cek suara.
Cek 1, 2, 3! ya, seperti kalau anda cek sound, suara anda harus mantap. Jangan sampai suara anda terdengar membosankan. Suara yang mengesankan ini penting kalau anda ketemu orang langsung maupun untuk video/audio marketing. Anda bisa rekam suara anda dan putar ulang untuk mengetahui bagaimana suara anda. Minta pendapat dari teman bagaimana mengenai suara anda tersebut. (L-4) sumber: jokosusilo.com




Senin, 14 April 2014

Harus Pandai Mendengar

Harus Pandai Mendengar

Wilfred A Singkali, Direktur Utama PT Wika Beton Tbk (sumber: Istimewa)
Penampilannya sederhana. Nada bicaranya tenang, setenang langkahnya saat turun dari mobil sport utility vehicle (SUV), pada suatu sore yang cerah. Itulah sosok Wilfred A Singkali, direktur utama PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) yang sore itu mengemudi sendiri SUV-nya.
"Sopir saya sedang ikut acara mancing bersama karyawan di Bogor. Jadilah saya menyetir sendiri," ujar eksekutif berusia 60 tahun itu seraya mengembangkan senyum.
Sosok pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 21 Juli 1954, itu dikenal cukup dekat dengan para karyawannya. Dia yakin menjaga kebersamaan di kalangan karyawan dan membudayakan transparansi bisa mendorong perusahaan lebih maju.
Bagi Wilfred, terbangunnya suasana kerja yang nyaman akan melahirkan gagasan-gagasan atau ide cemerlang yang bisa membawa perusahaan berdiri lebih kokoh, setegar beton yang diproduksi Wika Beton.
"Kami juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan untuk belajar tanpa paksaan. Bertambahnya pengetahuan membuat setiap karyawan selalu siap saat ditempatkan di mana pun," papar Wilfred yang duduk di kursi direktur utama sejak 2012.
Wilfred juga percaya bahwa seorang pemimpin harus pandai mendengar aspirasi bawahan. Itu sebabnya, ia rajin turun ke bawah untuk berdialog dengan para karyawan. “Saya mencoba untuk selalu mendengar aspirasi karyawan tentang berbagai hal. Lewat dialog, saya bisa mendengar apa yang menjadi harapan mereka,” tuturnya.
Pria yang merintis karier sejak dari bawah di PT Wijaya Karya Tbk, induk usaha PT Wika Beton Tbk, ini membeberkan lebih dalam tentang resepnya memimpin perusahaan. Berikut wawancaranya.
Bagaimana perjalanan karier Anda hingga memimpin Wika Beton?
Saya memulai karier dari bawah. Pada 1983, seusai tamat di jurusan teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), saya melamar ke PT Wijaya Karya dan diterima sebagai staf penelitian dan pengembangan (litbang). Pada 1987, saya masuk ke Divisi Komponen dan Konstruksi Wijaya Karya yang merupakan embrio PT Wika Beton.
Sepanjang 1987 hingga 1992, saya menjadi manajer Divisi Teknik sekaligus Litbang. Ketika divisi tersebut menjadi anak usaha (PT Wika Beton) pada 1997, saya dipercaya menjadi manajer produksi hingga 2005. Saya juga sempat singgah di beberapa bagian, yakni manajer pengendalian operasi dan manajer pengembangan bisnis. Hingga akhirnya pada 2007, saya diangkat menjadi direktur teknik dan pada 2012 dipercaya menjadi direktur utama PT Wika Beton Tbk.
Pengalaman di berbagai bidang membekali saya untuk membawa Wika Beton lebih dinamis. Pemahaman dinamika seutuhnya perusahaan beton ini juga mendorong saya membuat Wika Beton menjadi lebih kuat di tengah persaingan bisnis yang ketat belakangan ini. Pilihannya, perusahaan maju terus atau mati. Tidak ada kata berhenti, karena itu bermakna terjadi kemunduran.
Wika Beton kini memiliki 1.000 lebih karyawan. Kami ingin terus berkembang. Ketika dahulu, saat didirikan baru beromzet Rp 200 miliar. Tahun ini, kami ingin mencapai Rp 3,2 triliun dengan penguasaan pangsa pasar 45 persen.


Kiat Anda memimpin perusahaan?
Setiap pemimpin ada zamannya dan setiap zaman ada pemimpinnya. Karena itu, saya mencoba membuat kebijakan yang pas dengan zamannya. Kebijakan yang bisa diterima bawahan sebagai tulang punggung perusahaan.
Saya yakin, perusahaan tidak bisa maju dan berkembang tanpa sumber daya manusia (SDM) yang bagus dan mau bekerja dengan giat. Kiat yang saya pakai adalah memberi kesempatan kepada seluruh karyawan untuk bebas berpikir, bebas berkarya, dan melahirkan ide-ide atau gagasan untuk mengembangkan perusahaan.
Saya berupaya membuka seluas-luasnya kesempatan pengembangan karier sesuai kemampuan tiap individu. Saya juga berupaya melahirkan SDM berkualitas yang tidak saja memiliki kapabilitas, tapi juga bisa diterima oleh orang di sekelilingnya.
Setiap karyawan memiliki peluang yang sama untuk merealisasikan mimpinya di perusahaan. Tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karena itu, mereka dirangsang untuk terus berinovasi. Pada muaranya, mereka mampu meningkatkan pelayanan perusahaan kepada klien atau mitra dengan produk yang berkualitas, distribusi yang tepat waktu, dan harga yang bersaing dengan kompetitor. Harga yang berkualitas.
Kiat lain adalah dengan turun ke bawah untuk membuka dialog. Menjadi pemimpin harus pandai mendengar aspirasi bawahan. Pandai di sini berarti bukan hanya mendengar, tapi juga mencarikan solusinya.
Saya mencoba untuk selalu mendengar aspirasi karyawan tentang berbagai hal, termasuk mendengar pendapat mereka tentang kebijakan manajemen membawa perusahaan masuk ke pasar modal lewat initial public offering (IPO) saham pada April 2014.
Kami jelaskan bahwa IPO bukan sekadar mendapatkan dana, tapi yang utama adalah membawa perusahaan lebih transparan dan memiliki sistem yang lebih bagus melalui penerapan seluruh aspek tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Lewat dialog, kami juga bisa mendengar apa yang menjadi harapan para karyawan. Karena itu, pintu ruang kerja saya selalu terbuka untuk menerima karyawan yang mau bertukar pikiran atau mau menyampaikan aspirasinya.
Siapa yang memengaruhi gaya kepemimpinan Anda?
Pendidikan dari orangtua memengaruhi kehidupan saya hingga saat ini. Orangtua memberi pengaruh besar terhadap sepak terjang saya. Kedua orangtua saya yang pendeta, menanamkan kedisiplinan yang luar biasa.
Kedua orangtua saya menanamkan kedisiplinan terhadap waktu yang saya miliki. Saya diatur untuk disiplin mengatur waktu sekolah, kapan bermain, kapan istirahat, dan sebagainya. Jika saya dan saudara-saudara saya melanggar aturan yang ada, pasti kena marah orangtua. Mungkin pada zaman saya, disiplin seperti itu cukup pas. Saya bersyukur telah mendapat pendidikan disiplin dan memberikan penghargaan terhadap waktu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Tidak menyia-nyiakan waktu.
Dengan bekal kedisiplinan yang saya miliki, saat memimpin perusahaan pun saya menjadi lebihprudent. Ekspansi usaha ke dalam maupun luar negeri, jika tidak disiplin dan hati-hati, bisa menjadi bumerang. Kami harus mempelajari kultur dan aturan yang ada di kawasan yang menjadi target ekspansi. Apalagi ekspansi ke luar negeri, jangan sampai pergi pakai jas, pulang pakai kaos singlet. Merugi.
Apa kegiatan Anda di luar jam kantor?
Saya punya hobi membaca. Buku apa saja saya baca. Pada zaman kuliah, saya banyak membaca buku seputar teknik sipil. Begitu juga saat bekerja. Namun, belakangan saya lebih banyak membaca buku tentang pengembangan bisnis dan manajemen perusahaan. Dengan membaca, saya mendapat banyak inspirasi. Kebiasaan membaca dan menganalisis suatu hal telah mendarah daging dalam diri saya sejak menempati posisi di litbang Wijaya Karya selama hampir 15 tahun.
Selain membaca, sejak menjadi direksi, saya terbawa-bawa menyukai olahraga golf. Awalnya agak terpaksa. Saya diajak menyukai golf agar bisa berinteraksi dengan para klien dan jejaring bisnis. Sejak 2007, saya ikut-ikutan bermain golf dan belakangan bisa menikmatinya. Di lapangan golf, saya bisa melepaskan segala kepenatan berbisnis. Tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Di lapangan golf, saya juga bisa bersosialisasi dengan rekanan bisnis.
Saya tidak punya lapangan golf favorit. Pokoknya, begitu ada waktu dan tempat, dengan apangan rumput yang menghijau, di situ saya bermain golf. Paling tidak, sebulan sekali saya bermain golf. Golf adalah olahraga yang memberikan ketenangan, selain kebugaran.



  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...