Selasa, 06 Januari 2015

GELAR BUDAYA&NUMPANG MEJENG YA?










































RINGKASAN CERITA ANOMAN DUTA (SANG UTUSAN )

RINGKASAN CERITA ANOMAN DUTA (SANG UTUSAN )

Prabu Dasamuka menyerahkan Dewi Sinta yang diculiknya, di bawah pengawasan Dewi Trijata di Taman Argasoka, kemenakannya.
Sementara Regawa alias Rama terus mencari istrinya yang hilang. Ia sudah mendapat petunjuk dari Jatayu bahwa Sinta diculik raja Alengka bernama Prabu Dasamuka. Perjalan Rama ke Alengka disertai Laksamana, adiknya, dan Prabu Sugriwa serta seluruh bala tentara Kerajaan Guwakiskenda.
Setelah membangun perkemahan di daerah Mangliawan, Ramawijaya mengutus Anoman untuk menjadi duta, menemui Dewi Sinta di Keraton Alengka.
Hal ini membuat iri Anggada, sehingga terjadi perkelahian dengan Anoman. Rama kemudian menyadarkan Anggada, bahwa nanti akan ada tugas penting lainnya bagi Anggada.
Perjalanan Anoman ke Alengka ternyata penuh hambatan. Mulanya ia berjumpa dengan Dewi Sayempraba, salah seorang istri Prabu Dasamuka. Anoman dirayu, dan diberi hidangan buah-buahan beracun. Akibatnya Anoman menjadi buta. Untunglah ia ditolong oleh Sempati, burung raksasa yang pernah dianiaya oleh Dasamuka. Berkat pertolongan Sempati, kebutaan Anoman dapat disembuhkan. Ia juga ditolong oleh Begawan Maenaka, saudara tunggal bayu-nya, sehingga dapat sampai ke negeri Alengka.
Sesampainya di Alengka, Senggana pergi ke Taman Argasoka bertemu dengan Dewi Sinta dengan membawa cincin pemberian Rama. Dalam pertemuan itu Dewi Sinta menyerahkan tusuk kondenya, dengan pesan agar disampaikan kepada Ramawijaya, dengan pesan bahwa Sinta masih tetap setia pada suaminya.
Setelah menyelesaikan misinya sebagai duta, Anoman sengaja membuat dirinya ditangkap. Peristiwa penyusupan itu membuat Dasamuka marah, maka ia memerintahkan membakar hidup-hidup Senggana.
Setelah bulunya terbakar, Anoman melepaskan diri dari ikatan, dan berlompatan kesana-kemari membakar Keraton Alengka. Setelah menimbulkan banyak kerusakan, ia pulang menghadap Ramawijaya.

















Senin, 05 Januari 2015

PESAN IBU TERHADAP PAK JOKOWI


  • Kehormatan hidup bukanlah ditentukan seberapa  tinggi pendidikanmu, seberapa banyak ijazah akademismu, sebarapa banyak bintang-bintang jasa bertebaran di dadamu.Tetapi kehormatan hidup itu ada ketika namamu melekat di hati orang--orang disekitarmu, Kerjamu bermanfaat untuk rakyat banyak . Doamu tiap bangun tidur memohon agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Kehidupan adalah kerja dan cinta.Itu kita jalani dengan sederhana saja.
    1. Joko Widodo



    Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

      Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...