Kamis, 16 Juli 2026

 

KATEKESE TEMATIK 1

 

KATEKESE LANSIA

 

Studi tentang katekese lanjut usia (lansia) berfokus pada pendampingan pastoral untuk meneguhkan iman, memberikan makna pada masa tua, dan mengatasi kesepian. Berdasarkan katekese Paus Fransiskus, lansia bukanlah "barang buangan," melainkan berkat dan akar sejarah yang penting bagi masyarakat dan Gereja. 

Berikut adalah pokok-pokok pikiran dan penjelasan singkat katekese lansia:

1. Lansia sebagai Berkat dan Warisan Iman (Memori)

  • Pokok Pikiran: Lansia adalah penjaga memori dan tradisi iman.
  • Penjelasan: Pengalaman hidup lansia adalah harta karun bagi generasi muda. Katekese menekankan peran mereka sebagai pengajar iman, pembawa damai, dan teladan kesetiaan kepada Tuhan dalam berbagai situasi. 

2. Mengatasi Kesepian dan Keputusasaan

  • Pokok Pikiran: Menghadirkan Tuhan dalam rasa sepi.
  • Penjelasan: Lansia rentan terhadap kesepian dan perasaan tidak berguna. Katekese bertujuan untuk menghibur, menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, terutama saat kekuatan fisik menurun. 

3. Menemukan Makna dan Harapan Baru

  • Pokok Pikiran: Masa tua bukan akhir, melainkan waktu berbuah.
  • Penjelasan: Katekese mengajak lansia melihat masa depan dengan harapan (Mzm 71:9). Lansia didorong untuk tetap "menghasilkan buah" melalui doa, kearifan, dan cinta kasih, meski tidak lagi produktif secara fisik. 

4. Misi dan Pelayanan Lansia

  • Pokok Pikiran: Lansia adalah pengrajin lembut perubahan.
  • Penjelasan: Lansia memiliki misi khusus untuk menjaga, mendoakan, dan mewariskan iman kepada cucu serta generasi muda (cinta yang lembut). 

5. Pendampingan Pastoral dan Komunitas

  • Pokok Pikiran: Gereja yang ramah lansia.
  • Penjelasan: Katekese lanjut usia menuntut adanya komunitas gerejawi yang peduli, yang tidak hanya melayani secara fisik tetapi juga mendampingi secara spiritual (konseling pastoral) agar mereka tetap aktif dan mandiri. 

6. Doa sebagai Kekuatan Utama

  • Pokok Pikiran: Doa lansia menyanyikan pujian tanpa akhir.
  • Penjelasan: Doa adalah pelayanan utama lansia. Mereka menjadi pendoa syafaat bagi keluarga, Gereja, dan dunia agar dibebaskan dari keputusasaan. 

Dalam praktiknya, katekese ini sering menggunakan pendekatan dialogis dan kontekstual, sering kali berfokus pada tema-tema seperti iman, harapan, kasih, dan kesiapan diri dalam menghadapi akhir hayat dengan tenang.

Studi mengenai katekese lanjut usia (lansia) berfokus pada pendampingan iman agar para lansia menemukan makna hidup dan penghiburan di masa tua melalui ajaran Gereja. Katekese ini memandang lansia bukan sebagai beban, melainkan sebagai berkat dan akar bagi masyarakat yang membawa karunia kedewasaan. 

Pokok-Pokok Pikiran Katekese Lanjut Usia

Berikut adalah poin-poin utama dalam katekese lansia yang sering diangkat, terutama dalam perspektif ajaran Paus Fransiskus:

  • Lansia sebagai Karunia dan Berkat: Usia lanjut dianggap sebagai masa kedewasaan yang membawa manfaat bagi generasi lain, bukan "barang buangan".
  • Misi di Masa Tua: Meskipun kekuatan fisik menurun, lansia tetap memiliki misi yang dipercayakan Tuhan, seperti menjadi saksi iman dan penyambung tradisi bagi cucu atau generasi muda.
  • Melawan Kesepian: Salah satu fokus utama adalah membebaskan lansia dari rasa kesepian dan keterasingan melalui komunitas iman yang mendukung.
  • Penghiburan Spiritual: Memberikan keyakinan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya meskipun kekuatan mereka habis (berdasarkan Mazmur 71:9).
  • Persiapan Kehidupan Baru: Membantu lansia secara rohani untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi fisik yang menurun dan mempersiapkan diri dengan harapan akan masa depan bersama Tuhan. 

Penjelasan Singkat Pelaksanaan

Katekese lansia biasanya dilakukan melalui pendekatan pastoral yang meliputi: 

1.     Pertemuan Rutin: Menyediakan ruang refleksi dan doa bersama untuk memperkuat ikatan komunitas.

2.     Materi Tematis: Pembahasan mengenai Allah Tritunggal, peran Roh Kudus dalam menghibur, dan keteladanan tokoh-tokoh lansia dalam Alkitab.

3.     Pendampingan Personal: Konseling pastoral untuk membantu mengatasi kecemasan atau keputusasaan di masa tua. 

Iman Katolik +2

Studi lebih lanjut mengenai tema ini dapat ditemukan dalam dokumen pendukung seperti Katekese Lanjut Usia Keuskupan Surabaya atau melalui panduan di Laman Komisi Kateketik KWI.

Apakah Anda membutuhkan contoh modul atau jadwal pertemuan katekese yang spesifik untuk kelompok lansia di lingkungan paroki?

BADAT SABDA LANSIA

Tema: "Tetap Berbuah di Masa Tua" (Mazmur 92:15)

I. RITUS PEMBUKA

1. Lagu Pembuka (Contoh: Betapa Hatiku atau lagu bernuansa syukur)
2. Tanda Salib dan Salam
P: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.

3. Pengantar
(Pemimpin ibadat menyapa para lansia dengan hangat)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, khususnya para orang tua/kakek-nenek. Hari ini kita berkumpul untuk bersyukur atas anugerah usia lanjut. Masa tua bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan masa di mana kita dipanggil untuk menghasilkan "buah" yang lebih manis: buah doa, buah kasih, dan buah iman. Kita ingin memperbaharui semangat kita bahwa meskipun fisik melemah, doa-doa kita tetap kuat bagi anak cucu.

4. Pernyataan Tobat
P: Tuhan Yesus, Engkau memahami kelemahan fisik kami di usia senja ini. Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.
P: Engkau memanggil kami untuk tetap berbuah dan menjadi saksi kasih-Mu. Kristus kasihanilah kami.
U: Kristus kasihanilah kami.
P: Engkau menjadi kekuatan dan perlindungan bagi kami. Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.

5. Doa Pembuka
P: Mari berdoa. Allah Bapa yang mahasetia, kami bersyukur atas kasih setia-Mu yang tak pernah berubah sepanjang hidup kami. Kami bersyukur atas para lansia di tengah komunitas kami. Berkatilah mereka dengan kesehatan, damai sukacita, dan semangat untuk terus berdoa. Biarlah di usia senja ini, mereka tetap menjadi teladan iman yang hidup bagi anak cucu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.


II. LITURGI SABDA

6. Bacaan Pertama (Mazmur 92:13-16)
L: "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya."
L: Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

7. Mazmur Tanggapan (Bisa didaraskan bersama)
Refr: Tuhan, Engkau perlindunganku sepanjang hidupku.

8. Bait Pengantar Injil
Alleluia. "Bapa, Tuhan langit dan bumi, aku bersyukur kepada-Mu, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil."

9. Bacaan Injil (Yohanes 15:5.7)
P: Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
P: Inilah Injil Suci menurut Yohanes.
U: Dimuliakanlah Tuhan.

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

10. Renungan (Lansia yang Berbuah)
Bapak/Ibu lansia yang dikasihi Tuhan,
Bacaan hari ini mengingatkan kita akan keindahan masa tua dalam pandangan Tuhan. Mazmur mengatakan: "Pada masa tua pun mereka masih berbuah". Apa buah lansia?

1.     Buah Doa: Mungkin kaki sudah sulit melangkah ke gereja, mata sudah sulit membaca kitab suci, tapi hati lansia adalah mezbah doa yang paling tulus. Doa kakek-nenek adalah benteng perlindungan bagi anak cucu.

2.     Buah Cinta Kasih: Lansia adalah sumber hikmat dan kedamaian. Kasih sayang yang tulus, kesabaran, dan senyuman lansia menenangkan hati keluarga yang sibuk.

3.     Penerus Iman: Lansia adalah perpustakaan iman. Cerita tentang kebaikan Tuhan di masa lalu kepada cucu-cucu adalah cara meneruskan iman yang paling ampuh.

Jangan merasa diri tidak berguna karena fisik lemah. Pohon kurma di padang gurun tetap berbuah meski tua. Tetaplah berpegang pada Tuhan, tetaplah bersukacita, dan teruslah menjadi "penyemai iman" bagi generasi muda. Tuhan memberkati masa tua kita.


III. DOA UMAT

P: Mari kita menaikkan doa-doa kita kepada Bapa, sumber kekuatan di masa tua.

1.     Bagi Gereja: Ya Bapa, berkatilah Gereja-Mu agar senantiasa menghargai dan melayani para lansia dengan kasih, menjadikan mereka bagian tak terpisahkan dalam pelayanan. Kami mohon... (U: Tuhan, dengarkanlah doa kami).

2.     Bagi Lansia: Ya Bapa, berikanlah kesehatan, kesabaran, dan damai sukacita bagi para lansia, agar mereka tetap semangat menjalani hidup dan tidak merasa kesepian. Kami mohon...

3.     Bagi Keluarga dan Anak Cucu: Berkatilah anak cucu kami. Jadikanlah kami saluran berkatMu. Ajarilah kami mendoakan mereka agar tetap setia pada iman Katolik dan hidup takut akan Tuhan. Kami mohon...

4.     Bagi Lansia yang Sakit/Terlantar: Tuhan, hiburlah mereka yang sakit, sendirian, atau terlantar. Jadilah penopang mereka saat fisik dan semangat melemah. Kami mohon...

P: Allah Bapa yang penuh kasih, terimalah doa-doa kami, terutama doa-doa tulus dari para lansia ini. Demi Kristus Tuhan kami.
U: Amin.


IV. RITUS PENUTUP

11. Bapa Kami
P: Atas petunjuk Penyelamat kita, dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
U: Bapa kami yang ada di surga...

12. Doa Penutup
P: Allah Bapa kami, kami bersyukur atas sabda dan persekutuan ini. Jadikanlah para lansia ini saksi-Mu yang tangguh, pendoa yang tekun, dan penabur kasih yang tulus. Semoga mereka tetap berbuah segar dalam iman, kasih, dan harapan hingga akhir hayat. Demi Kristus Tuhan kami.
U: Amin.

13. Berkat dan Pengutusan
P: Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
P: Semoga para lansia sekalian dilindungi, diberkati, dan dikuatkan oleh Allah yang Mahakuasa: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.

14. Lagu Penutup (Contoh: Utuslah Aku atau Ave Maria)


Catatan: Ibadat ini dapat disesuaikan dengan kondisi fisik lansia (misalnya, jika kesulitan berdiri, semua duduk).

 

Kamis, 19 September 2019

12 Cara Membangun Sikap Kritis yang Harus Diketahui

12 Cara Membangun Sikap Kritis yang Harus Diketahui

Kritis merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh kebanyakan orang. Dimana berpikir kritis merupakan sebuah cara yang sangat baik untuk bisa menganalisis sebuah ide berdasarkan penalaran logis dan data yang jelas. Bukan hanya sebuah asumsi atau sesuatu yang dianggap tebakan saja. Ketika anda berpikir kritis maka anda akan berusaha untuk mengasah tingkat keingintahuan namun berbarengan dengan intelektual yang tinggi. Berbeda dengan istilah “kepo” atau hanya sekedar ingin tahu dan tidak memberikan dampak atau efek positif apapun setelahnya. Membicarakan mengenai hal kritis, maka bukan hal yang mudah. Untuk itu ada beberapa cara yang dianggap ampuh untuk bisa membangun sikap kritis dalam diri anda. Apa saja ?
ads
· Sering Bertanya
Kritis dimulai dari rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi. Anda ingin membangun sikap kritis maka salah satu cara yang paling mudah jelas bertanya. Dengan bertanya anda bisa mengajukan berbagai argumen atau sesuatu yang jelas membuat anda penasaran. Namun jangan coba-coba untuk membandingkan atau bahkan membalikan sesuatu yang tidak baik, terutama pada orang-orang yang ingin anda ketahui atau ingin anda jadikan inspirasi untuk membangun rasa kritis.
Sering bertanya juga bisa membantu anda melihat seperti apa atau sejauh mana rasa kritis anda terbangun. Bertanyalah pada sesuatu yang tepat dan coba untuk bertanya pada hal yang memang patut untuk ditanyakan.
· Uji Asumsi
Menguji asumsi merupakan salah satu cara yang baik untuk bisa membangun sikap kritis anda. Semua orang pasti melakukan asumsi, terutama jika ada sebuah kejadian yang cukup mengganggu atau melibatkan anda maka asumsi akan muncul. Namun jika anda hanya bisa berasumsi dan menarik kesimpulan saja maka jelas anda bisa tidak bisa memilah dan menekan diri anda pada titik yang tepat. Anda hanya berubah menjadi orang yang senangnya mengambil keputusan sepihak dan bergosip, bukan jadi orang yang siap membangun sikap kritis.
Biasanya mereka yang tidak bijaksana hanya akan berasumsi dan mengatakan hal yang dipikiran saja. Namun mereka yang mau membangun sikap kritis bisa menguji asumsi dengan baik dan bisa menjadikan hal tersebut sebuah pelajaran. Layaknya sebuah hipotesa jika asumsi tersebut benar, maka hal tersebut akan menjadi sebuah kemenangan untuk pikiran anda.
· Lihat Orang Sukses
Coba anda lihat orang-orang yang berhasil dan menjadi sukses. Hindari untuk melihat cangkangnya saja, mereka pasti memulai berbagai hal dengan usaha yang keras dan tentu saja tekat yang benar-benar bulat. Anda yang berpikir kritis dan bersikap kritis coba untuk lihat seperti apa orang-orang sukses melakukannya. Tips Sukses di Usia Muda yang Ampuh dan Efektif jelas banyak jalannya namun tak jarang banyak orang gagal walaupun hanya mengikuti.
Bagaimana mereka berpikir, hal apa yang harus anda ketahui dan bagaimana bertindak. Mengikuti cara orang sukses mendorong diri mereka dengan baik bisa memancing rasa kritis anda keluar dengan baik. Jangan hanya meniru, terkadang beberapa orang menghadapi masalah lebih besar saat ingin sukses. Namun jangan menyerah dan teruskan perjuangan, tidak sedikit orang sukses baru bisa menikmati hasil jerih payahnya setelah perjalanan panjang.
· Jauhi Lingkungan Buruk
Apakah anda percaya bahwa lingkungan buruk mempengaruhi anda sangat banyak ? maka jawabannya adalah benar sekali. Bahkan pikiran dan sikap anda bisa saja berubah ke hal yang buruk jika anda berada di lingkungan tidak mencerminkan sikap baik sama sekali.
Pikiran anda menjadi tumpul dan merasa bahwa hal tersebut bukanlah masalah besar dan tidak memberikan dampak buruk. Mereka yang tinggal di lingkungan perampok pasti akan berpikir bahwa mencuri bukanlah hal besar dan itu cara mereka bertahan hidup. Dengan pemikiran seperti itu bagaimana bisa anda mendapatkan sikap yang kritis. Anda yang memang tinggal di lingkungan buruk tidak sepenuhnya buruk dan tidak bisa membangun sikap kritis, jika anda bisa melawannya balik tentu anda akan berubah dan bisa menjadi lebih hebat!
· Tantang Diri Sendiri
Ketika anda ingin mengasah kekuatan analisa anda, maka akan lucu jika hanya bermain di zona nyaman. Bagaimana anda tahu seberapa hebat diri anda jika tidak pernah bermain dalam sebuah arena games. Begitupun cara yang tepat untuk membangun sikap kritis dalam diri anda. Terus menerus berada di zona nyaman tidak akan membantu anda untuk tumbuh dewasa dan juga berkembang.
Justru sebaliknya, yang ada anda hanya akan berlindung dan ketika masalah datang anda tidak akan bisa menghadapinya. Cobalah untuk mulai menantang diri sendiri dengan berbagai hal yang dianggap sulit, hal ini akan membantu anda untuk berpikir dan bersikap lebih kritis. Kenapa hal tersebut harus dilakukan, apa saja yang harus anda pikirkan, solusinya bagaimana dan jika berhasil melewatinya. Dijamin anda akan ketagihan dan tentu rasa percaya diri akan meningkat tajam.
 
· Hadapi Masalah
Masalah memang guru yang paling baik, dimana anda bisa menguji seperti apa diri anda dan karakter yang anda miliki ketika memiliki masalah. Setelah selesai masalah mungkin menjadi kenangan terburuk namun jelas mereka meninggalkan pelajaran yang sangat penting untuk anda. Termasuk cara untuk membangun sikap kritis dengan benar, dengan menghadapi masalah pemikiran anda akan teruji untuk bisa berpikir dengan logis dan menyelesaikan masalah dengan benar dan kritis juga. Anda akan bisa melihat yang sebenarnya terjadi dan anda juga bisa mempersiapkan diri untuk masalah atau kejadian yang akan anda hadapi selanjutnya. Jelas dengan pemikiran kritis yang lebih baik.
· Banyak Belajar
Anda harus banyak belajar untuk menjadi seseorang yang kritis, semua orang mencoba belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk membangun sikap kritis dari sana. Banyak belajar bukan hanya teori saja namun anda harus mengaplikasikannya dengan jelas. Pemikiran yang anda bangun untuk menjadi kritis bisa dimulai dari belajar dan belajar. Tidak perlu khawatir tempat, waktu selama anda mencoba mempelajarinya.
· Hindari Rasa Pribadi/Subjektif
Hakikat Perasaan dalam Psikologi sangat luas, Jika anda melakukan apapun dengan pandangan yang subjektif maka itu tidak akan pernah benar. Anda akan terlibat hal yang tidak profesional, memihak, dan jelas akan menutup pemikiran secara logis. Padahal kritis merupakan sebuah pemikiran yang harus benar-benar logis. Anda harus menggunakan hal yang jelas dan gamblang, bukan memihak dan tertutup dengan perasaan.
Perasaan subjektif tidak akan membawa anda pada sebuah pemikiran yang dewasa. Karena anda hanya akan berpihak padahal sudah jelas salah. Namun pikiran kritis tidak membangun anda untuk menjadi pribadi dengan pikiran seperti itu. Hindari rasa pribadi dan pikiran subjektif. Dan anda harus bisa membangun pemikiran kritis dari pandangan yang objektif tentunya.
· Peduli
Bagaimana anda bisa bersikap kritis jika rasa peduli anda benar-benar rendah ? sikap kritis bisa terbangun dari rasa keingintahuan dan juga seringnya pikiran kritis digunakan dalam situasi tertentu. Bagaimana bisa terbangun jika rasa ingin tahu anda benar-benar rendah. Pertama anda harus tingkatkan rasa peduli yang anda miliki. Jika membicarakan mengenai, anda tidak ingin terlibat dengan urusan orang lain maka mulai dari diri sendiri. Bagian mana yang bisa membantu anda berpikiran kritis, dan bagian dari hidup anda yang mana yang harus diperhatikan dengan benar-benar.
 
· Introspeksi Diri
Terkadang anda tidak bisa membangun sikap kritis dengan baik karena terhalang oleh rasa percaya diri terlalu tinggi, atau rasa minder yang juga terlalu tinggi atau hal lainnya. Untuk anda yang merasa mengapa sikap kritis belum bisa dimulai dengan baik, anda bisa memulainya dengan introspeksi dan melihat apakah ada sikap anda atau pemikiran anda yang menghalangi. Ketika sikap kritis anda hadir, maka anda harus bisa menghapus sikap buruk yang tinggal pada diri anda.
· Temui Banyak Orang
Pendekatan Humanistik Dalam Psikologi Sosial terbukti baik. Orang lain bisa memancing rasa ingin tahu anda lebih dalam. Anda juga bisa memiliki pembicaraan yang sesuai dan bisa memancing rasa kritis anda untuk muncul.  Dari mereka juga anda bisa mempelajari kritisi yang dimaksud. Banyak orang yang memiliki pemikiran kritis lebih baik dari anda tentunya anda bisa mempelajari itu dengan baik.
· Hindari Informasi Mentah
Jika anda ingin membangun pikiran kritis hindari menerima informasi secara mentah dan juga sembarang. Anda harus menganalisa apakah informasi tersebut benar atau tidak. Apakah informasi tersebut memang ada atau tidak. Coba gunakan pikiran anda dengan benar sehingga sikap kritis anda terbangun dan tergugah untuk mencari keberanannya. Terutama jika informasi tersebut memang ditujukan untuk anda. Selama ini ada banyak masalah informasi yang ternyata tidak benar, khususnya pada media digital. Jangan sampai anda termakan kebohongan informasi tersebut. Membangun sikap kritis memang tidak mudah dan membutuhkan banyak latihan atau waktu yang cukup lama.
Baca juga :
Demikian yang dapat disampaikan, semoga artikel ini bermanfaat
 
 
 

PERAN FASILITATOR KITAB SUCI

PERAN FASILITATOR KITAB SUCI 

1. PERAN FASILITATORPERAN FASILITATOR KELOMPOK KITAB SUCIKELOMPOK KITAB SUCI 
2. KELOMPOK KITAB SUCIKELOMPOK KITAB SUCI • Beberapa istilah pemimpin kelompok Kitab Suci: penggerak, pemandu, fasilitator, animator, pemimpin. • Apapun namanya yang penting fungsinya. • Dalam workshop ini digunakan sebutan FASILITATOR 
3. FASILITATOR KITAB SUCIFASILITATOR KITAB SUCI • FASILITATORFASILITATOR BUKANLAH : – PENGAJAR /PENGAJAR / GURUGURU – PENGKHOTBAHPENGKHOTBAH – PENASEHATPENASEHAT MORALMORAL 
4. PENGAJAR / GURUPENGAJAR / GURU • Seorang yang berdiri di atas mimbar • Dia satu-satunya yang berbicara. • Bagaimana reaksi orang (pelajar) yang mendengarkan ‘pengajar’? Banyak yang besikap pasif, terlihat bosan (bete). 
5. Manakah peranManakah peran FasilitatorFasilitator?? • Orang yang memimpin kelompok, tapi tidak memiliki mimbar/ tempat khusus: • Duduk bersama peserta, merupakan bagian dari kelompok • Memberi animasi, semangat kepada kelompok; Dia mendengar dengan saksama, ajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan- pertanyaan juga. 
6. Bagaimana Peserta menurutBagaimana Peserta menurut Fasilitator?Fasilitator? • Mereka telah memiliki banyak pengalaman; • Sudah terbiasa men-sharing-kan banyak hal & pengalaman mereka sendiri; • Mereka diperkaya lewat sharing rekan-rekan; • Mereka secara aktif terlibat dalam proses kelompok. 
7. Bagaimana FasilitatorBagaimana Fasilitator menurut Peserta?menurut Peserta? • Fasilitator mendorong peserta untuk mensharingkan pengetahuan dan pengalaman peserta; • Membantu melihat masalah tertentu dari sudut berbeda; • Memotivasi peserta ambil bagian dalam proses pembicaraan; • Membantu memperdalam pemahaman tentang topik tertentu. 
8. Bagaimana FasilitatorBagaimana Fasilitator memandang tugasnya?memandang tugasnya? • Tugasnya memperlancar dialog; • Memampukan peserta ambil bagian dalam proses pembicaraan kelompok; • Membantu peserta mengalami hal-hal/wawasan baru; • Memotivasi peserta untuk ikut memperhatikan pengalaman hidup orang lain; • Membantu peserta untuk mensharingkan pengalaman dan pengetahuan peserta. 
9. Apa yang diharapkan PesertaApa yang diharapkan Peserta dari Fasilitator?dari Fasilitator? • Membina hubungan baik dengan peserta; • Menghargai pengalaman dan pengetahuan peserta; • Mempercayai kemampuan masing anggota kelompok; • Peka terhadap kebutuhan kelompok; • Menjadi bagian dari kelompok dalam proses pembicaraan. 
10. Manakah kriteria seorangManakah kriteria seorang Fasilitator?Fasilitator? 1. Seorang yang mampu dan selalu berusaha membantu kelompok; 2. Mampu memperlancar jalan pertemuan; 3. Berupaya, agar setiap anggota kelompok terlibat dalam pembicaraan dan menyumbang sesuatu yang bermutu; 
11. Manakah kriteria seorangManakah kriteria seorang Fasilitator?Fasilitator? 4. Menjaga agar kelompok tetap menempuh jalan menuju tujuan yang ditentukan sejak semula. 5. tidak terlalu perlu memiliki pendidikan khusus di bidang Kitab Suci, meskipun hal itu berguna; 6. Mampu menggunakan pengetahuannya di bidang Kitab Suci pada waktu dan tempatnya. 
12. Bagaimana merumuskanBagaimana merumuskan kewajiban Fasilitator?kewajiban Fasilitator? • Wajib Berdoa Agar: – mampu menemukan kedalaman amanat Tuhan dalam sabda-Nya, menyerapnya, dan mewujudkannya dalam hidup harian. – bijaksana dalam memfasilitasi pertemuan, dan mendapat bimbinganTuhan agar dapat menjalankan perannya dengan baik. • Mempersiapkan diri: mengenal dengan baik teks yang akan dibahas, merenungkan dan mendoakannya, membahasnya bersama dengan teknik-teknik tertentu. 
13. Bagaimana tugas FasilitatorBagaimana tugas Fasilitator selama pertemuan?selama pertemuan? • Memimpin pertemuan: • Mengatur lalu lintas bicara • Memulai & mengakhiri pertemuan pada waktu yang disepakati; • Memberi penjelasan singkat tentang pokok dan cara pembicaraan; 
14. Bagaimana tugas FasilitatorBagaimana tugas Fasilitator selama pertemuan?selama pertemuan? • Mencegah agar pembicaraan tidak melantur, tertib, tetapi tidak kaku. • Memperhatikan setiap anggota; menyapa yang tidak pernah buka suara. • Menetralisir perbedaan- perbedaan sesama peserta, yang kadang- kadang menjadi tajam. 
15. Apa yang sebaiknyaApa yang sebaiknya diingat Fasilitator?diingat Fasilitator? • Mengajak membagikan pengalaman pribadi dengan cara personal, gunakan kata ”saya”, hindari kata ”kami, kita”. • Menjadi pendengar yang baik, tidak memotong pembicaraan, kecuali jika melantur. 
16. Apa yang sebaiknyaApa yang sebaiknya diingat Fasilitator?diingat Fasilitator? • Mengusahakan agar peserta saling mendengar dan memperhatikan, tidak membuat kelompok sendiri. 
17. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Muncul pertanyaan yang tidak terjawab – Anda mengakui tidak tahu jawabannya; bila pertanyaan sangat penting, anda mencatat, mencari penjelasan dan melaporkan kali berikut. 
18. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Ada perbedaan pendapat yang kadang menajam – Ajaklah kedua pihak memberikan pendapat mereka serta alasan- alasannya. – Hindari pembicaraan menjadi diskusi tanpa kemajuan. 
19. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Dalam kelompok ada banyak pendapat, orang mulai bertanya: mana yang benar? – Jelaskan bahwa banyak pendapat seringkali tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi. – Diserahkan kepada kebijaksanaan masing- masing peserta yang sudah terdidik dalam iman Kristiani. 
20. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Seseorang berusaha menyeret pembicaraan kelompok kepokok yang sama sekali lain. – Cobalah dengan pertanyaan selingan membawa pembicaraan kembali kepokok asli. – Bila pokok simpangan itu penting dan menarik perhatian kelompok, coba menyimpannya untuk pertemuan lain. 
21. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Seorang tahu banyak tentang Alkitab dan suka memamerkannya (juga buku-buku yang sudah dibacanya). –Gunakan pengetahuannya, bila terbentur pada kesulitan dalam teks. 
22. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Ada peserta yang berbicara terlalu banyak sehingga yang lain diam dan bosan. – Berilah kesempatan untuk berbicara kepada orang lain dulu. – Bila dirasa perlu, bicarakan soal ini diluar pertemuan. 
23. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Ada orang yang selalu diam, takut bicara. –Berilah perhatian khusus: mintalah dia membacakan kutipan. –Bila ada pertanyaan sederhana, perhatikan dia. Tapi jangan dipaksa. 
24. Bagaimana mengatasiBagaimana mengatasi rintangan-rintangan?rintangan-rintangan? • Orang kurang saling mendengarkan, sibuk dengan dirinya sendiri atau dengan tetangga. –Jangan takut meminta perhatian untuk mendengarkan. • Dan lain-lain. 
25. Apa yang dilakukan FasilitatorApa yang dilakukan Fasilitator habis pertemuan?habis pertemuan? • Mengadakan evaluasi diri tentang suasana kelompok, mana hal-hal yang positif, mana yang negatif selama pertemuan. • Sejauh manakah peserta terlibat? Kalau tidak terlibat mengapa? Mungkin ada yang terlalu banyak bicara? Cari apa kira-kira sebabnya dan lebih memperhatikan dalam pertemuan berikut. 
26. TUHAN MEMBERKATI 
 
 
 

Selasa, 23 April 2019

Melawan Politik Diskriminasi Rasial

Melawan Politik Diskriminasi Rasial

Opini: Eko Sulistyo
Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden
Kamis, 11 April 2019 | 17:00 WIB 
Baru-baru ini di laman resminya, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam resolusinya tentang penghapusan rasisme, menegaskan kembali bahwa semua manusia dilahirkan bebas dan setara dalam martabat dan hak-hak, untuk berkontribusi secara konstruktif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Resolusi itu juga menekankan bahwa setiap doktrin superioritas rasial adalah salah secara ilmiah, dapat dikutuk secara moral, tidak adil secara sosial dan berbahaya, serta harus ditolak (http://www.un.org).
Menurut special rapporteur (pelapor khusus) PBB tentang bentuk-bentuk rasisme kontemporer, diskriminasi rasial, xenophobia dan intoleransi, E Tendayi Achiume, dalam laporannya baru-baru ini tentang populisme nasionalis, menganalisis ancaman populisme nasionalis terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) nondiskriminasi dan kesetaraan. Achiume mengutuk populisme nasionalis yang mengedepankan praktik dan kebijakan eksklusif atau represif yang merugikan individu dan kelompok berdasarkan ras, etnis, asal usul dan agama, atau kategori sosial lainnya.
Dalam laporan tersebut juga dipaparkan kecenderungan kontemporer media online untuk glorifikasi praktik-praktik naziisme dan neo-naziisme yang bisa memicu bentuk rasisme kontemporer. Pelapor khusus PBB ini juga menegaskan kewajiban negara di bawah hukum HAM untuk melawan ideologi ekstrem seperti itu secara online, serta tanggung jawab perusahaan teknologi mengenai prinsip-prinsip HAM.
Komitmen Internasional
Dalam perspektif HAM, kesetaraan dan antidiskriminasi merupakan prinsip dasar dalam Universal Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang diadopsi Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948. Penegasan prinsip kesetaraan dan antidiskriminasi dalam pelaksanaan HAM, selanjutnya banyak diatur dalam instrumen hukum internasional tentang HAM.
Saat ini sudah ada berbagai norma internasional untuk mengurangi praktik diskriminasi dalam segala bentuknya. Dalam DUHAM sudah dinyatakan bahwa semua orang dilahirkan mempunyai martabat dan hak yang sama. Setiap orang juga memiliki kesetaraan dalam hak dan kebebasan tanpa membedakan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, asal-usul kebangsaan, hak milik, ataupun kelahiran.
Puncak komitmen internasional upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial ditandai dengan disahkannya International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination oleh PBB pada 21 Desember 1965. Konvensi ini melarang segala bentuk diskriminasi etnis, ras, dan lainnya. Negara peserta yang menandatangani juga wajib melarang adanya penyebaran ujaran kebencian. Konvensi internasional ini hadir atas keyakinan bahwa semua manusia di dunia adalah sederajat di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama terhadap segala bentuk diskriminasi dan segala bentuk hasutan yang menimbulkan diskriminasi.
Indonesia sudah mengadopsi konvensi ini pada 25 Mei 1999 melalui UU Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pengesahan International Convention on The Elimination of All Form of Racial Discrimination 1965. Tahun 2008 DPR juga mengesahkan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. UU ini menyatakan bahwa segala tindakan diskriminasi ras dan etnis bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan DUHAM. UU ini memberi legitimasi hukum kepada pemerintah untuk menyelesaikan berbagai konflik di Indonesia yang berbasis suku, agama, dan ras yang pernah terjadi.
Konteks Indonesia
Saat ini upaya melawan praktik diskriminasi dalam segala bentuknya telah menjadi agenda global. Peristiwa serangan teroris di masjid Christchurch, Selandia Baru, dikecam dunia internasional sebagai bentuk islamophobia. PBB menyatakan kekerasan rasial dan diskriminasi berpangkal pada ideologi supremasi dan populisme etnik-nasionalis. PBB juga mendesak agar semua negara melakukan peran sungguh-sungguh dan mengesahkan kebijakan yang akan melindungi penduduk yang rentan dan menjamin kesetaraan rasial.
PBB juga menjadikan Mitigating and Countering Rising Nationalist Populism and Extreme Supremacist Ideologist sebagai tema internasional tahun ini. Menurut PBB, gerakan ekstrem kaum rasis berbasiskan ideologi yang mempromosikan populisme dan agenda nasionalis telah menyebar di berbagai penjuru dunia, menyebarkan rasisme, diskriminasi rasial, xenophobia, dan intoleransi.
Tema ini sangat relevan dengan fenomena Indonesia kontemporer, di mana politik kebencian dengan menggunakan isu ras dan agama telah masuk ruang politik formal dalam kompetisi elektoral. Politik kebencian dalam pemilu berpotensi menyeret massa luas dan menciptakan ketegangan sosial. Kasus pilkada DKI Jakarta 2017, memberi pelajaran penting mengenai pembelahan masyarakat akibat penggunaan politik kebencian dalam meraup suara elektoral.
Dalam konteks elektoral, upaya untuk mengatasi dan melawan politik yang menggunakan ideologi ekstrem yang menyebarkan kebencian antaragama, diskriminasi ras, xenophobia, dan intoleransi, diharapkan berbagai pihak bisa mencegah dan mengambil langkah hukum yang diperlukan.
Pertama, kepada penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, harus tegas memberikan teguran, sangsi, dan langkah hukum kepada parpol, calon perseorangan, capres dan cawapres, tim sukses dan pendukungnya, agar melakukan kompetisi yang fair, tidak menggunakan isu suku, ras, agama, dan politik kebencian. Para peserta pemilu harus menjadikan momentum pemilu sebagai alat pendidikan politik cerdas kepada rakyat, bukan sebaliknya.
Kedua, kepada media massa mainstream, baik cetak, televisi, radio, dan online agar menggunakan media sebagai pendidikan politik bagi bangsa dengan menyebarkan pemilu damai, cerdas, dan berkualitas, tidak bersikap partisan dan membuat situasi kondusif dengan pemberitaannya.
Ketiga, kepada aparat penegak hukum agar berani bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa tebang pilih. Siapapun yang dianggap menyebarkan politik diskriminasi dan kebencian berbasis suku, ras, agama, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Keempat, kepada masyarakat luas, jadikanlah momentum pemilu untuk memilih wakil rakyat dan presiden yang dianggap berkualitas karena program-programnya. Momentum pemilu juga dapat menjadi pendidikan politik kolektif bangsa untuk saling menghargai perbedaan pilihan dan memperkuat proses demokrasi.
Mari kita sukseskan pemilu dengan riang gembira. Berpolitik dengan sehat sambil menyerukan, “Katakan tidak untuk politik diskriminasi rasial!”
 
 
 
 

  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...