Rabu, 07 Maret 2012

Antara Pengembangan Karier dan Produktivitas Karyawan

Antara Pengembangan Karier dan Produktivitas Karyawan




Karyawan tak semata dituntut bekerja keras, loyal, dan berkomitmen. Ternyata produktivitas tidak bisa dilepaskan dari perhatian terhadap pengembangan karir karyawan.
Karier memang merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Akhirnya prestasi dapat diraih.

Ketika memulai langkah memasuki dunia kerja, mungkin kita akan membayangkan perjalanan karier yang mulus dan lancar. Namun faktanya das solen (harapan) dan das sein (kenyataan) tak selalu berjalan beriring. Tak sedikit perusahaan baik besar maupun kecil yang kurang peduli dan agak mengabaikan perjalanan karier karyawannya. Imbasnya, karyawan hanya diberi pilihan take it or leave it. Apakah karyawan ingin tetap bertahan atau pindah ke perusahaan lain yang lebih menjanjikan kariernya?

Dalam pendekatan tradisional, seseorang yang bergabung ke sebuah perusahaan hanya dituntut bekerja keras, berprestasi baik, loyal, dan berkomitmen. Hasilnya dia akan mendapatkan kompensasi yang memuaskan, rasa aman, sekaligus karier yang baik. Walaupun nyatanya tidak selalu demikian. Banyak faktor yang mempengaruhi jalan karier dan pengembangan karier seseorang.

Dalam persaingan bisnis yang teramat ketat, perusahaan memang dituntut untuk memperoleh tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Namun memperoleh tanpa bisa mempertahankan dan mengelolanya hanya akan membuat karyawan kabur. Karyawan akan mencari tempat yang bukan hanya menjanjikan gaji yang lebih baik tapi juga karier yang barangkali lebih jelas dan cemerlang.
Karier memang merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Akhirnya prestasi dapat diraih. Dan tentu saja banyak faktor yang mendorong karier seseorang seperti faktor kecerdasan intelektual, keterampilan kerja, dan kematangan emosi. Kematangan emosi turut mempengaruhi, karena menurut Tb. Sjafri Mangkuprawira, Guru Besar IPB dan pengamat SDM, kemampuan mengendalikan emosi tertentu secara stabil sesuai dengan perkembangan usianya.

Kemampuan ini antara lain bagaimana seseorang merespon atau bereaksi terhadap fenomena tertentu. Misalnya, ketika menghadapi konflik internal dalam tim kerja. Di situ setiap individu karyawan bekerja dalam suatu sistem yang memiliki ciri-ciri interaksi sosial. Karena itu, setiap karyawan harus mampu mengendalikan emosinya untuk menciptakan, mengembangkan, dan memelihara tim kerja yang kompak.

Tiap individu karyawan sebenarnya berhak memiliki peluang untuk mengembangkan kariernya. Walau kenyataannya, ada saja karyawan yang kariernya terlambat, mandek, atau mentok. Penyebabnya, karena ada yang salah dalam sistem penilaian kinerja karyawan dan bisa juga adanya perlakuan diskriminasi dalam perusahaan, misalnya faktor subjektivitas dari atasannya. Tetapi pada perusahaan dengan sistem karier yang handal, penyebabnya barangkali adalah datangnya dari individu bersangkutan. Contohnya, individu yang tidak kompeten atau tidak mau berkembang.

Dalam sebuah perusahaan, usaha pengembangan karier biasanya datangnya dari manajemen perusahaan. Tujuannya adalah untuk melihat potensi di luar pekerjaannya saat ini dan untuk mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi pekerjaan di masa yang akan datang dalam organisasi tersebut. Ringkasnya, bagi sebuah organisasi atau perusahaan, pengembangan karier memang akan sangat berarti dan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Di beberapa perusahaan lain, pengem­bangan karier tidak selalu ditentukan oleh perusahaan. Tapi bisa juga oleh si karyawan. Perusahaan hanya menyediakan sejumlah dana yang diperuntukkan bagi pengembangan karir karyawan kemudian karyawan bebas memilih pengembangan karir apa yang diinginkannya. Misalnya apakah dia akan mengikuti kursus bahasa, training pengembangan pribadi, atau training kompetensi? Tentu sesuai dengan kebutuhan individu yang bersangkutan.

Bagi perusahaan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengembangkan karier karyawannya.

Pertama, melakukan pemetaan, yaitu mengetahui secara persis apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini dan di masa mendatang. Dengan pemetaan yang tepat, perusahaan dapat menentukan langkah yang harus dilakukan. Misalnya, kebutuhannya adalah teknologi informasi yang lebih handal. Maka bisa dilakukan up-grade teknologi informasi (IT) karyawan.

Kedua, kenali pula tentang bakat dan minat pegawai. Ini tentu agar pengembangan yang dilakukan kepada karyawan tidak mubazir. Bila pengembangan bidang IT yang akan dilakukan, bisa diprioritaskan terlebih dahulu karyawan atau pegawai yang memang berbakat di bidang IT atau di divisi IT.

Ketiga, sesuaikan dengan tren. Ini tentu lebih baik lagi. Bila saat ini trennya adalah karyawan atau pegawai yang harus mempunyai kemampuan bahasa asing yang bagus, sementara dalam perusahaan masih banyak karyawan dengan kemampuan bahasa asing yang buruk, maka pengembangan karir bisa diarahkan mengikuti tren.

Keempat, memberikan beberapa pilihan. Karyawan tetap bertanggung jawab sepenuhnya bagi perkembangan kariernya. Perusahaan bisa menawar­kan pilihan kepada karyawan untuk dipertimbangkan, bukan memerintahkannya untuk mengikuti pilihan tertentu. Hal ini penting, meski kadang sulit.

Lima, merancang sebuah tindakan bersama untuk perusahaan sekaligus untuk karyawan. Dengan cara, penyusunan bersama sebuah rencana aksi akan meningkatkan komitmen kedua belah pihak terhadap rencana tersebut. Manajemen dapat membantu karyawan mengenali hambatan untuk setiap jalur, dan diskusikan cara-cara mengatasi hambatan tersebut.

Memang selama ini satu-satunya arah perkembangan karier yang banyak dikenal orang adalah naik ke atas (promosi). Padahal sebenarnya masih ada lima cara lain yang bisa dipertimbangkan karyawan dalam meniti karier. Misalnya, apa yang dinamakan pindah secara lateral. Dalam keadaan ini, karyawan melakukan sebuah perubahan dalam pekerjaan, tetapi tidak harus selalu menuntut perubahan dalam level tanggung jawab.

Selain itu, melakukan eksplorasi pekerjaan dan pengayaan. Langkah ini perlu dilakukan karyawan agar lebih banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Hal lain yang bisa dilakukan karyawan adalah melakukan penataan ulang atau menyesuaikan pekerjaan dengan prioritas lain, atau menyiapkan karyawan untuk bagian lain.
Bila semua hal tidak juga cocok, karyawan harus mengambil langkah yang paling ekstrem yaitu relokasi atau meninggalkan perusahaan karena mungkin pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan, minat, atau nilai yang dianut.

Pengembangan karir oleh perusahaan tidak akan berjalan sukses tanpa diikuti keinginan yang kuat dalam diri individu untuk terus berkembang. Karenanya karyawan harus melakukan beberapa hal seperti selalu melakukan evaluasi diri khususnya yang menyangkut faktor-faktor intrinsik personal yang memengaruhi kinerja. Tujuannya karyawan akan mampu mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya khususnya tentang kematangan emosinya misalnya.

Selain itu, individu juga dituntut untuk sadar diri. Misalnya menambah pengetahuan tentang pekerjaannya ataupun yang berhubungan dengan pekerjaannya. Misalnya dengan banyak membaca dan belajar.
Kompetensi inti juga perlu terus dijaga keberadaannya. Kompetensi ini barangkali yang membedakan seseorang berbeda dengan karyawan lainnya. Ini sebaiknya harus jadi area untuk lebih bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Kompetensi inti juga perlu diperbaharui dengan perkembangan teknologi dan kompetisi agar tidak ketinggalan.

Lalu, perlukah road map pengem­bangan karier individu? Tentu perlu. Bagi karyawan, membuat rencana umum pengembangan karier individu untuk selama siklus kehidupan sebagai pekerja, banyak manfaatnya. Misalnya apa saja output karir yang diharapkan dalam kurun waktu tertentu dan apa langkah-langkah yang harus dilakukan.

Dalam teori manajemen SDM, karir tidak semata-mata diposisikan sebagai hak individu karyawan tetapi merupakan hak perusahaan juga. Artinya dengan jenjang karir yang baik dan karyawan yang berprestasi, diharapkan perusahaan juga akan mendapatkan manfaat lebih. Misalnya, profit yang lebih baik.

Karena adanya kepentingan bersama tersebut, kedua belah pihak harus bahu membahu untuk menciptakan sistem pengembangan karier yang tepat. Karyawan diuntungkan dengan karier yang jelas, dan perusahaan akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dengan produktivitas karyawan yang meningkat. Bila ini sudah mampu diwujudkan, karyawan yang loyal dan berdedikasi, tidak lagi sulit diperoleh perusahaan. Sudah siapkah Anda sebagai karyawan menyongsong pengembangan karir yang lebih baik?

http://listrikindonesia.com/antara_pengembangan_karier_dan_produktivitas_karyawan_8.htm

Senin, 05 Maret 2012

KIAT HALAU JENUH DI TEMPAT KERJA&Keburukan saat Bosan di Kantor

Kiat Halau Jenuh di Tempat Kerja
SAAT bekerja pastinya terdapat rasa jenuh di satu titik tertentu. Namun sebaiknya hal tersebut tidak menjadi penghalang Anda untuk tetap berdiri tegak menghadapi hari-hari Anda di kantor. Berikut ini adalah kiat dalam menghalau rasa jenuh di tempat bekerja.

1. Jika rasa jenuh melanda, Anda bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik. Pilihlah jenis lagu dengan hentakan musik yang seru, sehingga dapat memompa semangat Anda.

2. Aplikasikanlah kreativitas di dalam ruangan atau meja kerja. Anda bisa menempel foto-foto seru ketika berlibur dengan keluarga, teman, maupun momen seru dengan pasangan.

3. Berjalan-jalan di teman kantor juga bisa menjadi solusi. Udara dan pemandangan yang asri dalam sekejap mampu mengubah suasana hati Anda menjadi baik kembali.

4. Akuarium kecil yang berisi ikan nan cantik dapat menjadi pilihan ampuh. Dengan melihatnya menari-nari, bisa menjadi obat jenuh.

5. Hal lainnya, Anda bisa sejenak untuk meluangkan waktu berbincang seru dengan rekan kerja. (*/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2012/03/05/6675/13/Kiat-Halau-Jenuh-di-Tempat-Kerja




Keburukan saat Bosan di Kantor
Penulis : Annisa Indri Lestari

SATU dari empat pekerja mengeluh mengalami kebosanan kronis saat di kantor. Mereka pun beralih ke kopi dan cokelat untuk meringankan harinya. Survei yang dilakukan psikolog Sandi Mann menjelaskan kebosanan di tempat kerja menyebabkan pekerja kehilangan konsentrasi dan mengarah pada kesalahan melakukan tugas-tugasnya. Kebosanan bisa juga menjadi alasan mereka mencari pekerjaan baru.

"Analisis saya menunjukkan penyebab signifikan kebosanan di tempat kerja adalah beban pekerjaan yang tidak tentu, sehingga manajer harus mulai melihat cara mengurangi dan mengatasi sumber kebosanan. Misalnya mengadakan program pengayaan seperti rotasi pekerjaan, multi-skilling dan pemberdayaan. Selain itu perlu juga mendorong cara-cara sehat mengatasi kebosanan dapat mencakup pendidikan atau menyediakan camilan dan minuman sehat di kantin," jelas Dr Mann dari University of Central Lancashire seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi psikologi tahunan British Psychological Society di Chester, Kamis (12/1).

http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2012/01/16/6496/13/Keburukan-saat-Bosan-di-Kantor

Posted by Picasa

KENANGAN TERAKHIR JALAN2 DARI KANTOR, HE..HE...HE...

Lha ada lagi kapan Yo?

5 tahun sekali juga gak apa-apa to?
Posted by Picasa

BAHAGIA BERSAMA

Inilah perwujudan kebersamaan kami di saat kami bermain bersama.
Posted by Picasa

SEJENAK MELUPAKAN RUTINITAS


YAH.... bolehlah nebeng jalan2 dari kantor istri ke Pulau Anyer sekeluarga.... mumpung gratis, sekalian naik speadboad...., ngeri-ngeri berani!!!
Posted by Picasa
Posted by Picasa

JALAN2 KEPULAU ANYER AH!!!!

8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja

8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja

Bramirus Mikail | Asep Candra


Hampir setiap orang pernah merasakan kejenuhan kebosanan dengan pekerjaan yang mereka lakukan.  Seringkali, rutinitas dalam pekerjaan pekerjaan menjadi jebakan yang dapat berujung pada stres dan tekanan. Apabila tidak dilakukan upaya mengatasinya, hal ini tentu sangat memengaruhi performa dan prestasi kerja seseorang.
 
Jika Anda mulai mengalami masa-masa sulit di tempat kerja atau merasa kurang puas terhadap hasil kerja, saatnya bagi Anda untuk melakukan perubahan.  Setidaknya ada 8 cara yang dapat dipertimbangkan untuk membuat hari-hari Anda di tempat kerja menjadi lebih bahagia. Berikut  ini adalah pemaparannya :

1. Atur kehidupan kerja Anda

Jika aktivitas kerja Anda sering membuat Anda merasa stres dan kewalahan, sekarang saatnya untuk menenangkan dengan membuat segalanya lebih terorganisir. Pertama, pastikan Anda tiba beberapa menit lebih awal di tempat kerja untuk memberikan Anda sedikit waktu dalam mengatur tugas-tugas Anda untuk hari itu dan mempersiapkan mental. Kedua, menata ruang/ meja kerja dengan membereskan segala barang yang berserakan. Kemudian, buatlah daftar rencana kegiatan yang akan Anda lakukan pada hari itu (berdasarkan prioritas).

2. Kenakan busana yang meningkatkan mood

Banyak dari kita yang diharuskan untuk memakai seragam atau mematuhi aturan pakaian untuk bekerja. Jika Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk berpakaian, cobalah untuk mengenakan pakaian atau aksesoris yang dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri Anda. Dengan menambahkan sesuatu yang istimewa pada pakaian kerja akan membuat hari Anda lebih berwarna.

3. Melakukan beragam variasi tambahan

Variasi merupakan bumbu kehidupan, dan ini perlu dilakukan ketika Anda memulai rutinitas sehari-hari dalam pekerjaan Anda. Rutinitas yang sama setiap hari akan membuat Anda cepat bosan. Jadi cobalah membuat setiap hari sedikit berbeda dengan cara apapun yang Anda bisa. Misalnya, melakukan tugas-tugas rutin dalam urutan yang berbeda, berbicara dengan orang baru atau mengambil rute yang berbeda untuk bekerja (atau mungkin menggunakan mode yang berbeda dari transportasi, seperti bersepeda, jika Anda mampu).

4. Hiasi meja kerja

Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja yang menambahkan hiasan pada ruang kerja/meja mereka, 40 persen lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak melakukannya. Meskipun Anda mungkin tidak memiliki kewenangan untuk menghias atau mengatur ulang seluruh ruang kantor, Anda bisa melakukan dengan cara yang sederhana misalnya, membeli beberapa alat tulis bagus, memasang foto, kalender lucu atau sepotong kecil karya seni, atau menaruh tanaman kecil pada meja kerja Anda.

5. Tetap aktif di kantor

Jika hari kerja Anda membuat Anda tak bersemangat, cobalah memberi rangsangan pada diri Anda dengan melakukan beberapa latihan sederhana ketika istirahat makan siang. Latihan ini baik untuk meningkatkan harga diri, melepaskan stres, dan juga melepaskan zat kimia di otak seperti endorphin dan anandamide yang dapat meningkatkan mood dan membuat Anda merasa bahagia. Jika tempat kerja Anda memiliki fasilitas untuk mandi, lakukan setelah Anda makan siang.

6. Makan camilan yang bikin happy

Sediakan beberapa camilan sehat di atas meja kerja Anda. Mengapa? Karena, nutrisi tertentu dalam makanan dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Ada beberapa makanan yang dapat mendorong rasa bahagia seperti kenari (asam lemak Omega-3), pisang (mengadung serotonin yang memproduksi tryptophan dan magnesium. Serotonin memiliki efek untuk meningkatkan suasana hati, menenangkan dan mengurangi depresi). Pastikan camilan Anda mengandung karbohidrat kompleks untuk memperlambat pelepasan energi dan menjaga tingkat gula darah tetap rendah untuk mencegah depresi dan kelelahan.

7. Berpikir positif dan ramah terhadap rekan kerja

Terlepas dari apakah Anda sedang stres, cobalah tetap mengadopsi sikap positif dan ramah ketika berbicara dengan rekan kerja Anda. Bahkan meskipun mereka kerap tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Anda! Cobalah untuk menyelesaikan setiap konflik, menghindari gosip dikantor, dan memperlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Penelitian menunjukkan bahwa memberikan senyum benar-benar dapat membuat seseorang lebih bahagia, jadi cobalah untuk memberikan senyum setiap Anda bertemu dengan orang di kantor.

8. Menghargai kenyataan bahwa Anda memiliki pekerjaan

Cobalah memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan mengidentifikasi hal apa saja yang dapat membuat Anda merasa lebih bersemangat untuk bekerja. Misalnya, bercita-cita untuk memperoleh posisi atau jabatan yang lebih baik dalam pekerjaan. Dengan adanya target yang Anda buat, ini akan membuat memacu semangat Anda saat  bekerja.



Sumber :



8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja


Bramirus Mikail | Asep Candra


Hampir setiap orang pernah merasakan kejenuhan kebosanan dengan pekerjaan yang mereka lakukan.  Seringkali, rutinitas dalam pekerjaan pekerjaan menjadi jebakan yang dapat berujung pada stres dan tekanan. Apabila tidak dilakukan upaya mengatasinya, hal ini tentu sangat memengaruhi performa dan prestasi kerja seseorang.
 
Jika Anda mulai mengalami masa-masa sulit di tempat kerja atau merasa kurang puas terhadap hasil kerja, saatnya bagi Anda untuk melakukan perubahan.  Setidaknya ada 8 cara yang dapat dipertimbangkan untuk membuat hari-hari Anda di tempat kerja menjadi lebih bahagia. Berikut  ini adalah pemaparannya :

1. Atur kehidupan kerja Anda

Jika aktivitas kerja Anda sering membuat Anda merasa stres dan kewalahan, sekarang saatnya untuk menenangkan dengan membuat segalanya lebih terorganisir. Pertama, pastikan Anda tiba beberapa menit lebih awal di tempat kerja untuk memberikan Anda sedikit waktu dalam mengatur tugas-tugas Anda untuk hari itu dan mempersiapkan mental. Kedua, menata ruang/ meja kerja dengan membereskan segala barang yang berserakan. Kemudian, buatlah daftar rencana kegiatan yang akan Anda lakukan pada hari itu (berdasarkan prioritas).

2. Kenakan busana yang meningkatkan mood

Banyak dari kita yang diharuskan untuk memakai seragam atau mematuhi aturan pakaian untuk bekerja. Jika Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk berpakaian, cobalah untuk mengenakan pakaian atau aksesoris yang dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri Anda. Dengan menambahkan sesuatu yang istimewa pada pakaian kerja akan membuat hari Anda lebih berwarna.

3. Melakukan beragam variasi tambahan

Variasi merupakan bumbu kehidupan, dan ini perlu dilakukan ketika Anda memulai rutinitas sehari-hari dalam pekerjaan Anda. Rutinitas yang sama setiap hari akan membuat Anda cepat bosan. Jadi cobalah membuat setiap hari sedikit berbeda dengan cara apapun yang Anda bisa. Misalnya, melakukan tugas-tugas rutin dalam urutan yang berbeda, berbicara dengan orang baru atau mengambil rute yang berbeda untuk bekerja (atau mungkin menggunakan mode yang berbeda dari transportasi, seperti bersepeda, jika Anda mampu).

4. Hiasi meja kerja

Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja yang menambahkan hiasan pada ruang kerja/meja mereka, 40 persen lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak melakukannya. Meskipun Anda mungkin tidak memiliki kewenangan untuk menghias atau mengatur ulang seluruh ruang kantor, Anda bisa melakukan dengan cara yang sederhana misalnya, membeli beberapa alat tulis bagus, memasang foto, kalender lucu atau sepotong kecil karya seni, atau menaruh tanaman kecil pada meja kerja Anda.

5. Tetap aktif di kantor

Jika hari kerja Anda membuat Anda tak bersemangat, cobalah memberi rangsangan pada diri Anda dengan melakukan beberapa latihan sederhana ketika istirahat makan siang. Latihan ini baik untuk meningkatkan harga diri, melepaskan stres, dan juga melepaskan zat kimia di otak seperti endorphin dan anandamide yang dapat meningkatkan mood dan membuat Anda merasa bahagia. Jika tempat kerja Anda memiliki fasilitas untuk mandi, lakukan setelah Anda makan siang.

6. Makan camilan yang bikin happy

Sediakan beberapa camilan sehat di atas meja kerja Anda. Mengapa? Karena, nutrisi tertentu dalam makanan dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Ada beberapa makanan yang dapat mendorong rasa bahagia seperti kenari (asam lemak Omega-3), pisang (mengadung serotonin yang memproduksi tryptophan dan magnesium. Serotonin memiliki efek untuk meningkatkan suasana hati, menenangkan dan mengurangi depresi). Pastikan camilan Anda mengandung karbohidrat kompleks untuk memperlambat pelepasan energi dan menjaga tingkat gula darah tetap rendah untuk mencegah depresi dan kelelahan.

7. Berpikir positif dan ramah terhadap rekan kerja

Terlepas dari apakah Anda sedang stres, cobalah tetap mengadopsi sikap positif dan ramah ketika berbicara dengan rekan kerja Anda. Bahkan meskipun mereka kerap tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Anda! Cobalah untuk menyelesaikan setiap konflik, menghindari gosip dikantor, dan memperlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Penelitian menunjukkan bahwa memberikan senyum benar-benar dapat membuat seseorang lebih bahagia, jadi cobalah untuk memberikan senyum setiap Anda bertemu dengan orang di kantor.

8. Menghargai kenyataan bahwa Anda memiliki pekerjaan

Cobalah memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan mengidentifikasi hal apa saja yang dapat membuat Anda merasa lebih bersemangat untuk bekerja. Misalnya, bercita-cita untuk memperoleh posisi atau jabatan yang lebih baik dalam pekerjaan. Dengan adanya target yang Anda buat, ini akan membuat memacu semangat Anda saat  bekerja.



Sumber :



Minggu, 04 Maret 2012

8 Cara agar Lebih Bahagia Saat Bekerja

Bramirus Mikail | Asep Candra




Hampir setiap orang pernah merasakan kejenuhan kebosanan dengan pekerjaan yang mereka lakukan.  Seringkali, rutinitas dalam pekerjaan pekerjaan menjadi jebakan yang dapat berujung pada stres dan tekanan. Apabila tidak dilakukan upaya mengatasinya, hal ini tentu sangat memengaruhi performa dan prestasi kerja seseorang.
 
Jika Anda mulai mengalami masa-masa sulit di tempat kerja atau merasa kurang puas terhadap hasil kerja, saatnya bagi Anda untuk melakukan perubahan.  Setidaknya ada 8 cara yang dapat dipertimbangkan untuk membuat hari-hari Anda di tempat kerja menjadi lebih bahagia. Berikut  ini adalah pemaparannya :

1. Atur kehidupan kerja Anda

Jika aktivitas kerja Anda sering membuat Anda merasa stres dan kewalahan, sekarang saatnya untuk menenangkan dengan membuat segalanya lebih terorganisir. Pertama, pastikan Anda tiba beberapa menit lebih awal di tempat kerja untuk memberikan Anda sedikit waktu dalam mengatur tugas-tugas Anda untuk hari itu dan mempersiapkan mental. Kedua, menata ruang/ meja kerja dengan membereskan segala barang yang berserakan. Kemudian, buatlah daftar rencana kegiatan yang akan Anda lakukan pada hari itu (berdasarkan prioritas).

2. Kenakan busana yang meningkatkan mood

Banyak dari kita yang diharuskan untuk memakai seragam atau mematuhi aturan pakaian untuk bekerja. Jika Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk berpakaian, cobalah untuk mengenakan pakaian atau aksesoris yang dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri Anda. Dengan menambahkan sesuatu yang istimewa pada pakaian kerja akan membuat hari Anda lebih berwarna.

3. Melakukan beragam variasi tambahan

Variasi merupakan bumbu kehidupan, dan ini perlu dilakukan ketika Anda memulai rutinitas sehari-hari dalam pekerjaan Anda. Rutinitas yang sama setiap hari akan membuat Anda cepat bosan. Jadi cobalah membuat setiap hari sedikit berbeda dengan cara apapun yang Anda bisa. Misalnya, melakukan tugas-tugas rutin dalam urutan yang berbeda, berbicara dengan orang baru atau mengambil rute yang berbeda untuk bekerja (atau mungkin menggunakan mode yang berbeda dari transportasi, seperti bersepeda, jika Anda mampu).

4. Hiasi meja kerja

Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja yang menambahkan hiasan pada ruang kerja/meja mereka, 40 persen lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak melakukannya. Meskipun Anda mungkin tidak memiliki kewenangan untuk menghias atau mengatur ulang seluruh ruang kantor, Anda bisa melakukan dengan cara yang sederhana misalnya, membeli beberapa alat tulis bagus, memasang foto, kalender lucu atau sepotong kecil karya seni, atau menaruh tanaman kecil pada meja kerja Anda.

5. Tetap aktif di kantor

Jika hari kerja Anda membuat Anda tak bersemangat, cobalah memberi rangsangan pada diri Anda dengan melakukan beberapa latihan sederhana ketika istirahat makan siang. Latihan ini baik untuk meningkatkan harga diri, melepaskan stres, dan juga melepaskan zat kimia di otak seperti endorphin dan anandamide yang dapat meningkatkan mood dan membuat Anda merasa bahagia. Jika tempat kerja Anda memiliki fasilitas untuk mandi, lakukan setelah Anda makan siang.

6. Makan camilan yang bikin happy

Sediakan beberapa camilan sehat di atas meja kerja Anda. Mengapa? Karena, nutrisi tertentu dalam makanan dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Ada beberapa makanan yang dapat mendorong rasa bahagia seperti kenari (asam lemak Omega-3), pisang (mengadung serotonin yang memproduksi tryptophan dan magnesium. Serotonin memiliki efek untuk meningkatkan suasana hati, menenangkan dan mengurangi depresi). Pastikan camilan Anda mengandung karbohidrat kompleks untuk memperlambat pelepasan energi dan menjaga tingkat gula darah tetap rendah untuk mencegah depresi dan kelelahan.

7. Berpikir positif dan ramah terhadap rekan kerja

Terlepas dari apakah Anda sedang stres, cobalah tetap mengadopsi sikap positif dan ramah ketika berbicara dengan rekan kerja Anda. Bahkan meskipun mereka kerap tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Anda! Cobalah untuk menyelesaikan setiap konflik, menghindari gosip dikantor, dan memperlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Penelitian menunjukkan bahwa memberikan senyum benar-benar dapat membuat seseorang lebih bahagia, jadi cobalah untuk memberikan senyum setiap Anda bertemu dengan orang di kantor.

8. Menghargai kenyataan bahwa Anda memiliki pekerjaan

Cobalah memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan mengidentifikasi hal apa saja yang dapat membuat Anda merasa lebih bersemangat untuk bekerja. Misalnya, bercita-cita untuk memperoleh posisi atau jabatan yang lebih baik dalam pekerjaan. Dengan adanya target yang Anda buat, ini akan membuat memacu semangat Anda saat  bekerja.



Sumber :



 Ah, saya punya janji : menjawab sebuah pertanyaan di akhir postingan "Cintakan Anda pada Pekerjaan Anda?" beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana jika semua jawaban mengatakan "ya", sementara dengan jujur pula kita akui bahwa kita membutuhkan "sesuatu" (baca : materi/uang) dari pekerjaan itu?


Itu pertanyaannya. (Saran, baca lagi posting di atas)

Masih dari Arvan Pradiansyah, kita harus "berhenti bekerja". Hah? Berhenti bekerja?
Ya. Begitulah kata Arvan. Istilah "berhenti bekerja", sesungguhnya merujuk pada bagaimana kita dapat menghasilkan uang dari sesuatu yang kita sukai (hobi). Jika kita melakukan sebuah hobi, misalnya membuat kerajinan tangan, melukis, bernyanyi, memasak, menulis dan sebagainya, dan di sisi lain semua itu menghasilkan uang, apakah kita akan mengistilahkannya sebagai "bekerja"? Tidak bukan? Kita menyebutnya sebagai "mengerjakan hobi". Bukan "bekerja".

Tentang ini, panjang lebar Arvan menguraikan. Ia mengatakan ada sebuah kunci agar kita bahagia dalam bekerja. Bahkan ia menyebutnya sebagai salah satu "kunci sorga" di dunia.

Apa itu?

Pertama, kita melakukan apa yang kita sukai (hobi kita). Kedua, melakukan apa yang kita kuasai (sesuai dengan keahlian kita). Dan ketiga, pekerjaan tersebut menghasilkan uang (memiliki nilai ekonomis).

Masalahnya, "kunci" versi Arvan ini dapat digunakan untuk masuk kenyamanan "surga" jika ketiganya terpenuhi.

Sementara, di lapangan, sangat banyak kenyataan yang seringkali tidak bisa mendukung perfeksionalitas seperti di atas.

Salah satunya, banyak aktivitas yang disukai, tapi tidak bisa dijadikan pekerjaan.
Untuk case ini, menurut Arvan, sesungguhnya adalah masalah paradigma. Selama ini kita melakukan pemisahan antara hobi dan pekerjaan. Hobi adalah apa yang kita sukai, sementara pekerjaan adalah apa yang kita lakukan untuk memperoleh nafkah (yang mungkin tidak kita sukai). Jika paradigma ini yang kita gunakan, maka kita akan sangat sulit mencapai kebahagiaan dalam bekerja.

Berbicara mengenai paradigma, maka kita diajak berbicara masalah belief (kepercayaan). Menurut Arvan, setiap hobi yang kita miliki --sesederhana apapun-- pasti dapat menghasilkan uang. Hanya masalahnya, kita yakin atau tidak? Ia mencontohkan Rudy Choirudin yang hobi memasak, atau Deddy Corbuzer yang memang hobi sulap. Atlet profesional, kebanyakan juga melakukan aktivitas keatletannya berlandaskan hobi.

Nah, ketika ketidakyakinan bahwa hobi bisa mendatangkan uang itu yang ada di pikiran kita, maka kita akan berhenti menekuni hobi, lantas kemudian mencari pekerjaan yang mendatangkan uang. Pada akhirnya kita memang memperoleh sesuatu yang menghasilkan uang, tapi apa yang kita lakukan sebenarnya bukan sesuatu yang kita sukai. Akibatnya, konsentrasi sering terbelah. Badan dan pikiran tidak berada dalam satu tempat. Dalam kondisi yang demikian, kebahagiaan dalam bekerja seringkali menjadi sebuah utopia.

Dan orang yang tidak berbahagia dalam bekerja, biasanya mereka hanya akan melakukan pekerjaan sebatas job desk mereka. Hanya melakukan apa yang diminta atasan atau perusahaan. Tidak banyak inisiatif, atau terobosan. Pada akhirnya mereka lebih suka berpikir jangka pendek. Short cut. Yang penting hari ini beres. Masalah besok, lusa atau masa mendatang, ya nanti lah.

Lalu, bagaimana agar badan dan pikiran kita menyatu? Inilah menurut saya, bagian terpenting dari uraian Arvan.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, mari duduk dan merenung. Ambil waktu khusus untuk aktivitas ini. Pikirkan tentang diri kita. Apakah kita sudah melakukan sesuatu yang kita sukai? Atau, apakah sebenarnya pekerjaan yang kita sukai? Jika perlu, "kembalilah" kita ke masa kecil atau masa muda : apa yang pernah sangat kita inginkan dan cita-citakan?

Kalau kita sudah menemukan passion atau kesukaan itu, maka langkah kedua adalah berusaha menguasai keahlian-keahlian agar bisa menjalankan hobi tersebut semaksimal mungkin. Kita harus berusaha menjadi yang terbaik dalam hobi itu. Dan dengan dukungan belief tadi, maka bolehlah kita berharap bahwa "pekerjaan" berbasis hobi ini bisa juga bernilai ekonomis alias menghasilkan uang.

Tentu tidak gampang dan membutuhkan waktu?

Pasti. Saran Arvan, untuk sekarang tekuni saja pekerjaan kita, sambil kita mengasah diri untuk menguasai keahlian yang berdasarkan kesukaan kita. Menurutnya, yang paling penting saat ini, temukan dulu apa sesungguhnya minat dalam jatidiri kita, yang bisa membuat kita seolah "flowing" dan ketagihan dalam bekerja, bahkan mau berkorban apapun untuk melakukannya.

***

Sebuah masukan yang manis, tapi saya pun menyadari, tidaklah mudah pelaksanaannya. Apalagi bagi kita-kita yang "telanjur" masuk dalam sebuah kubangan pekerjaan yang notabene memang bukan hobi kita. Tapi minimal, kita bisa mengerti, betapa passion adalah suatu entitas yang urgen bagi pembentukan kebahagiaan hidup.

Sangat bagus jika kita bisa menerapkan saran Arvan. Tapi jika belum, setidaknya ada yang bisa kita lakukan dalam konteks sebaliknya : berusahalah semakin mencintai pekerjaan kita. Pikirkan hal-hal postif tentang pekerjaan yang sedang kita jalani. Buat pemacu-pemacu semangat dalam bekerja, sehingga kita bisa mencintai pekerjaan itu.

Tapi, jika memang ada yang terbaik dan benar-benar sesuai dengan passion, kenapa tidak itu yang kita lakukan?

Ah, saya tersadar kembali, kenapa kawan-kawan selalu memasukkan unsur "fun" ke dalam "kurikulum" kerja ataupun bisnis mereka. Siapa sih, yang nggak mau melakukan sesuatu yang fun sekaligus bisa mendapatkan uang dari sana?

Saya juga mau! :)


Salam,

Fajar S Pramono


Gambar : buku Arvan Pradiansyah, Cherish Every Moment, diambil dari www.ilm.co.id.

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...