Sabtu, 16 Maret 2013

Tips Agar Tidak Khawatir di Hack di Kompasiana


Tips Agar Tidak Khawatir di Hack di Kompasiana

Baru-baru ini Kompasiana di hebohkan dengan adanya seorang hacker yang mencoba menghack blog keroyokan ini. Syukurnya sang hacker konon katanya tidak merusak dan hanya menitipkan tulisannya untuk dikoleksi para kompasianer yang katanya telah di “hack.”
Sebenarnya ini peringatan untuk kita para kompasianer harus waspada jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan di Kompasiana. Sebagai penumpang gratis kita juga harus berjaga-jaga dan waspada jika ada orang yang ingin berbuat jahat terhadap akun kita atau ada orang yang mau merusak kendaraan yang kita tumpangi ini.
Berikut saya akan membagikan tips agar kita tidak terlalu khawatir jika terjadi sesuatu di Kompasiana yang kita cintai ini.
  • Usahakan mengetik artikel di MS Word atau program pengolah kata kesayangan teman-teman dan simpan di harddisk laptop atau gatget kita masing-masing sebelum di publish di kompasiana.
  • Bagi yang memakai hp simpan tulisan dalam bentuk draft pesan atau draft SMS.
  • Jangan menyimpan inbox yang bersifat rahasia di Kompasiana, jika ada segera backup atau simpan ke hardisk laptop anda, dan segera hapus inbox yang bersifat rahasia itu dari dasboard Kompasiana.
  • Lakukan penggantian password secara berkala, agar kita lebih yakin bahwa password kita aman dan hanya kita sendiri yang tahu.
  • Jika memungkinkan buatlah blog pribadi di wordpress atau blogspot untuk mempublish tulisan-tulisan kita sendiri sebelum di posting di kompasiana. Sehingga jika kompasiana terjadi hal-hal yang buruk, misalnya tutup atau down maka kita masih memiliki media blog pribadi kita.
Semoga admin dan tim web developer Kompasiana segera menutup lubang-lubang keamanannya agar tidak disusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kita hanya bisa mendoakan agar Kompasiana menjadi media yang langgeng dan bisa berjaya selama-lamanya.
Demikian tips-tips sederhana ini semoga bermanfaat.
Salam-Kompasiana



Kamis, 07 Februari 2013

DEMONSTRASI BURUH FEBRUARI 2013


Buruh Nasibmu Kini: 30 Ribu Buruh Jabodetabek Turun ke Jalan
Sepertinya para buruh tak pernah mengenal kata puas apalagi putus asa untuk memperjuangkan haknya. Walaupun sudah ada kesepakatan bahwa segala aksi akan dihentikan sebagai langkah upaya realisasi kebijakan pemerintah menyangkut UMP. Setiap aksi turun ke jalan, perusahaan merugi  ratusan juta sampai miliaran rupiah. Anehnya, aksi buruh selalu menggunakan pengerahan massa, swiping ke pabrik-pabrik, justru dalam hal ini baik buruh dan pengusaha sama-sama rugi. Inilah cermin lemahnya penegakan kebijakan dan lemahnya pengawasan pemerintah dan “kesewenangan” para pengurus organisasi buruh dalam mengerahkan massanya, sehingga mengganggu jalannya usaha dan ekonomi. Dampaknya sungguh tidak kecil setiap aksi buruh dengan jumlah massa puluhan ribu itu. Termasuk para pengguna jalan yang terganggu karena aksi buruh tersebut memacetkan jalan. Dan, ongkos sosialnya juga tidak bisa dibilang kecil.
Apa sebenarnya tuntutan mereka?
Setiap aksi buruh tidak terlepas dari tuntutan kenaikan gaji, kepastian jaminan kesehatan, perbaikan sistem tunjangan dan keperpihakan pada posisi buruh. Oke saja, jika gaji dinaikkan dengan standar kelayakan hidup, apakah juga diiringi dengan peningkatan kinerja dan efisiensi produksi? Ini hampir mustahil bagi industri padat karya, apalagi kualitas SDM para buruh masih jauh di bawah standar baik dari segi pendidikan maupun keahlian. Sangat berat bagi pengusaha membayar mahal tapi hasil kerjanya tidak sebanding. Solusi praktis pengusaha adalah merumahkan sebagian pekerjanya. Dalam hal ini, tentu buruh sendiri yang dirugikan.
Seharusnya buruh juga realistis dengan kemampuan perusahaan tempat dia bekerja. Tidak semua perusahaan itu mampu membayar mahal karyawannya. Apalagi dengan “mahalnya” urusan birokrasi di negara ini, belum lagi biaya-biaya siluman yang secara signifikan memangkas pendapatan perusahaan. Harus ada keseriusan antara tiga komponen utama dalam menyelesaikan masalah pelik perburuhan di Indonesia, yakni buruh, pengusaha dan pemerintah. Mereka harus duduk bersama dalam mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bukan “membunuh” salah satu pihak.
Perundingan dan perumusan kesepakatan bersama ini dirasa lebih elegan dan efektif untuk mencari titik temu. Dan, harus ada kesungguhan masing-masing pihak dalam menuntaskan masalah ini. Hal ini bisa dilakukan melalui perwakilan asosiasi masing-masing baik pihak buruh dan juga pengusaha. Belum tentu juga pengusaha selalu mengejar keuntungan sebesar-besarnya dengan “memeras” keringat pekerjanya. Tapi bukan tidak menutup kemungkinan pihak asosiasi buruh yang terlalu “jual mahal” untuk mencapai kesepakatan.
Jika ditanya langsung kepada buruh, belum tentu mereka semuanya sepakat dengan cara-cara yang dilakukan oleh para pengurus asosiasi buruh, yang walaupun mereka berkoar-koar atas nama kepentingan para buruh. Antara ironi dan simalaka jika melihat cara buruh dalam memperjuangkan hak mereka. Harus mengerahkan massa dan melumpuhkan ekonomi hanya untuk menyuarakan kepentingan “buruh”?
Liputan6.com melaporan bahwa akan ada aksi besar-besaran sebanyak 30 ribu buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demonstrasi pada pukul 10.00-17.00 WIB dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia. Tuntutan yang disebut Jamsostum itu terdiri dari:
1. Menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat tanpa terkecuali mulai 1 Januari 2014
2. Menjalankan jaminan pensiun mulai 1 Juli 2015
3. Pemberian upah layak berdasarkan 84 item komponen hidup layak (KLH).
4. Penolakan penangguhan upah minimum.
Sekitar 30 ribu buruh itu yang ikut demo berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. “Tidak jadi 50 ribu, setelah dikonfirmasi yang fix datang ada 30 ribu buruh,” ungkap dia. Seluruh buruh akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 10.00 WIB (06/02), kemudian para demonstran akan melakukan long march ke Istana Presiden. Aksi demonstrasi di depan Istana akan dilaksanakan sekitar pukul 11.30-13.00 WIB, lalu ke Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto pada pukul 14.00-17.00 WIB. Tidak hanya di Jakarta, menurut Said, aksi demonstrasi juga akan dilaksanakan di kota besar lainnya yaitu di Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Medan, Aceh dan Makassar.

Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...