PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Selasa, 19 Maret 2013
Senin, 18 Maret 2013
Sabtu, 16 Maret 2013
Tips Agar Tidak Khawatir di Hack di Kompasiana
Tips
Agar Tidak Khawatir di Hack di Kompasiana
Baru-baru ini Kompasiana di hebohkan dengan adanya seorang hacker
yang mencoba menghack blog keroyokan ini. Syukurnya sang hacker konon katanya
tidak merusak dan hanya menitipkan tulisannya untuk dikoleksi para kompasianer
yang katanya telah di “hack.”
Sebenarnya ini peringatan untuk kita para kompasianer harus
waspada jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan di Kompasiana. Sebagai
penumpang gratis kita juga harus berjaga-jaga dan waspada jika ada orang yang
ingin berbuat jahat terhadap akun kita atau ada orang yang mau merusak
kendaraan yang kita tumpangi ini.
Berikut saya akan membagikan tips agar kita tidak terlalu khawatir
jika terjadi sesuatu di Kompasiana yang kita cintai ini.
- Usahakan
mengetik artikel di MS Word atau program pengolah kata kesayangan
teman-teman dan simpan di harddisk laptop atau gatget kita masing-masing
sebelum di publish di kompasiana.
- Bagi
yang memakai hp simpan tulisan dalam bentuk draft pesan atau draft SMS.
- Jangan
menyimpan inbox yang bersifat rahasia di Kompasiana, jika ada segera
backup atau simpan ke hardisk laptop anda, dan segera hapus inbox yang
bersifat rahasia itu dari dasboard Kompasiana.
- Lakukan
penggantian password secara berkala, agar kita lebih yakin bahwa password
kita aman dan hanya kita sendiri yang tahu.
- Jika
memungkinkan buatlah blog pribadi di wordpress atau blogspot untuk mempublish
tulisan-tulisan kita sendiri sebelum di posting di kompasiana. Sehingga
jika kompasiana terjadi hal-hal yang buruk, misalnya tutup atau down maka
kita masih memiliki media blog pribadi kita.
Semoga admin dan tim web developer Kompasiana segera menutup
lubang-lubang keamanannya agar tidak disusupi oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab. Kita hanya bisa mendoakan agar Kompasiana menjadi media yang
langgeng dan bisa berjaya selama-lamanya.
Demikian tips-tips sederhana ini semoga bermanfaat.
Salam-Kompasiana
Jumat, 15 Maret 2013
Puisi karna Ketulusan Hati: " Keresahan Jiwa "
Puisi karna Ketulusan Hati: " Keresahan Jiwa ": " Dalam dingin malam yang menyelimuti jiwa,,, Gundah dan Resah menghantui perasaan,,, dalam hati ini mempunyai pertanda,,, Gelisah mala...
Puisi karna Ketulusan Hati: " Kekecewaan Yang Mendalam "
Puisi karna Ketulusan Hati: " Kekecewaan Yang Mendalam ": MeNdungnya awan meNgingatkan aKu akan haTiku,,, Air yang mengalir kini terhenti sejenak.. deNyut nadi pun tak maMpu lagi berdeNyut,,, sePata...
Romo Jost Kokoh: Lima Bonus Nabi Musa
Romo Jost Kokoh: Lima Bonus Nabi Musa: Lima Bonus “Introibo ad Altare Dei, Ad Deum qui aetificiat juventutem meam - Aku hendak naik ke altar Tuhan, ...
Rabu, 27 Februari 2013
GRAMEDIA MERUYA RELOKASI KE MALL BALEKOTA TANGERANG
INI SEBAGIAN KARYAWAN TB GRAMEDIA MERUYA SAAT BREEFING PAGI TERAKHIR
Jumat, 22 Februari 2013
Kamis, 07 Februari 2013
DEMONSTRASI BURUH FEBRUARI 2013
Buruh
Nasibmu Kini: 30 Ribu Buruh Jabodetabek Turun ke Jalan
Sepertinya
para buruh tak pernah mengenal kata puas apalagi putus asa untuk memperjuangkan
haknya. Walaupun sudah ada kesepakatan bahwa segala aksi akan dihentikan
sebagai langkah upaya realisasi kebijakan pemerintah menyangkut UMP. Setiap
aksi turun ke jalan, perusahaan merugi ratusan juta sampai miliaran
rupiah. Anehnya, aksi buruh selalu menggunakan pengerahan massa, swiping ke
pabrik-pabrik, justru dalam hal ini baik buruh dan pengusaha sama-sama rugi.
Inilah cermin lemahnya penegakan kebijakan dan lemahnya pengawasan pemerintah
dan “kesewenangan” para pengurus organisasi buruh dalam mengerahkan massanya,
sehingga mengganggu jalannya usaha dan ekonomi. Dampaknya sungguh tidak kecil
setiap aksi buruh dengan jumlah massa puluhan ribu itu. Termasuk para pengguna
jalan yang terganggu karena aksi buruh tersebut memacetkan jalan. Dan, ongkos
sosialnya juga tidak bisa dibilang kecil.
Apa
sebenarnya tuntutan mereka?
Setiap
aksi buruh tidak terlepas dari tuntutan kenaikan gaji, kepastian jaminan
kesehatan, perbaikan sistem tunjangan dan keperpihakan pada posisi buruh. Oke
saja, jika gaji dinaikkan dengan standar kelayakan hidup, apakah juga diiringi
dengan peningkatan kinerja dan efisiensi produksi? Ini hampir mustahil bagi
industri padat karya, apalagi kualitas SDM para buruh masih jauh di bawah
standar baik dari segi pendidikan maupun keahlian. Sangat berat bagi pengusaha
membayar mahal tapi hasil kerjanya tidak sebanding. Solusi praktis pengusaha
adalah merumahkan sebagian pekerjanya. Dalam hal ini, tentu buruh sendiri yang
dirugikan.
Seharusnya
buruh juga realistis dengan kemampuan perusahaan tempat dia bekerja. Tidak
semua perusahaan itu mampu membayar mahal karyawannya. Apalagi dengan
“mahalnya” urusan birokrasi di negara ini, belum lagi biaya-biaya siluman yang
secara signifikan memangkas pendapatan perusahaan. Harus ada keseriusan antara
tiga komponen utama dalam menyelesaikan masalah pelik perburuhan di Indonesia,
yakni buruh, pengusaha dan pemerintah. Mereka harus duduk bersama dalam
mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bukan “membunuh” salah satu
pihak.
Perundingan
dan perumusan kesepakatan bersama ini dirasa lebih elegan dan efektif untuk
mencari titik temu. Dan, harus ada kesungguhan masing-masing pihak dalam
menuntaskan masalah ini. Hal ini bisa dilakukan melalui perwakilan asosiasi
masing-masing baik pihak buruh dan juga pengusaha. Belum tentu juga pengusaha
selalu mengejar keuntungan sebesar-besarnya dengan “memeras” keringat
pekerjanya. Tapi bukan tidak menutup kemungkinan pihak asosiasi buruh yang
terlalu “jual mahal” untuk mencapai kesepakatan.
Jika
ditanya langsung kepada buruh, belum tentu mereka semuanya sepakat dengan
cara-cara yang dilakukan oleh para pengurus asosiasi buruh, yang walaupun mereka
berkoar-koar atas nama kepentingan para buruh. Antara ironi dan simalaka jika
melihat cara buruh dalam memperjuangkan hak mereka. Harus mengerahkan massa dan
melumpuhkan ekonomi hanya untuk menyuarakan kepentingan “buruh”?
Liputan6.com melaporan bahwa akan ada aksi besar-besaran sebanyak 30 ribu buruh yang tergabung dalam
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demonstrasi
pada pukul 10.00-17.00 WIB dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia. Tuntutan yang disebut Jamsostum itu terdiri
dari:
1.
Menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat tanpa terkecuali mulai 1 Januari
2014
2.
Menjalankan jaminan pensiun mulai 1 Juli 2015
3.
Pemberian upah layak berdasarkan 84 item komponen hidup layak (KLH).
4.
Penolakan penangguhan upah minimum.
Sekitar
30 ribu buruh itu yang ikut demo berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang dan Bekasi. “Tidak jadi 50 ribu, setelah dikonfirmasi yang fix datang ada 30 ribu buruh,” ungkap dia. Seluruh
buruh akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 10.00 WIB (06/02),
kemudian para demonstran akan melakukan long march ke Istana Presiden. Aksi demonstrasi di depan Istana akan
dilaksanakan sekitar pukul 11.30-13.00 WIB, lalu ke Gedung DPR RI di Jalan
Gatot Subroto pada pukul 14.00-17.00 WIB. Tidak hanya di Jakarta, menurut Said,
aksi demonstrasi juga akan dilaksanakan di kota besar lainnya yaitu di Bandung,
Surabaya, Semarang, Batam, Medan, Aceh dan Makassar.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik) Sakramen Ekaristi adalah salah...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...



