PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Selasa, 28 Januari 2014
Senin, 27 Januari 2014
Minggu, 26 Januari 2014
Kamis, 23 Januari 2014
SECANGKIR KOPI-SEPIRING UBI: Memupuk Keharmonisan Rumah Tangga
SECANGKIR KOPI-SEPIRING UBI: Memupuk Keharmonisan Rumah Tangga: Memupuk Keharmonisan Rumah Tangga Rumah tangga yang harmonis adalah dambaan semua orang. Namun membangun keluarga yang harmon...
Memupuk Keharmonisan Rumah Tangga
Rumah tangga yang harmonis adalah dambaan semua orang. Namun
membangun keluarga yang harmonis tentu tidaklah mudah, karena pada dasarnya
hubungan dua individu antara laki-laki dan perempuan atau hubungan suami-istri
keduanya memiliki kehendak dan karakter yang berbeda. Ibarat laki-laki datang
dari planet Mars sedang seorang perempuan berasal dari planet Venus. Dua planet
yang memiliki watak dan karakter yang sangat berbeda. Sampai kapanpun tidak
akan pernah keduanya berjalan dalam satu orbit yang sama. Nah untuk itu dalam
membina keluarga yang harmonis diperlukan ilmu dan tips-tips khusus. Berikut
beberapa tips yang mungkin cocok untuk kita coba.
membangun keluarga yang harmonis tentu tidaklah mudah, karena pada dasarnya
hubungan dua individu antara laki-laki dan perempuan atau hubungan suami-istri
keduanya memiliki kehendak dan karakter yang berbeda. Ibarat laki-laki datang
dari planet Mars sedang seorang perempuan berasal dari planet Venus. Dua planet
yang memiliki watak dan karakter yang sangat berbeda. Sampai kapanpun tidak
akan pernah keduanya berjalan dalam satu orbit yang sama. Nah untuk itu dalam
membina keluarga yang harmonis diperlukan ilmu dan tips-tips khusus. Berikut
beberapa tips yang mungkin cocok untuk kita coba.
1. Buatlah komitmen jangka panjang
Komitmen jangka panjang berarti tujuan bersama antara suami dan
istri. akan dikemanakan arah bahtera kehidupan mereka. Jika visi dan misi telah jelas berkomitmenlah masing-masing
untuk bisa menggapai apa yang direncanakan bersama. Semisal contoh pasangan
suami-istri menginginkan menjadi pasangan dunia akhirat, tidak hanya sekedar
rukun sampai kakek-nenek atau istilah Jawanya rukun kadya Mimi lan Mintuna, hal ini tentunya diperlukan landasan ideology
yang kuat karena menurut saya cinta saja tidak cukup mampu melanggengkan
hubungan suami-istri.
istri. akan dikemanakan arah bahtera kehidupan mereka. Jika visi dan misi telah jelas berkomitmenlah masing-masing
untuk bisa menggapai apa yang direncanakan bersama. Semisal contoh pasangan
suami-istri menginginkan menjadi pasangan dunia akhirat, tidak hanya sekedar
rukun sampai kakek-nenek atau istilah Jawanya rukun kadya Mimi lan Mintuna, hal ini tentunya diperlukan landasan ideology
yang kuat karena menurut saya cinta saja tidak cukup mampu melanggengkan
hubungan suami-istri.
2. Saling mempercayai
Percaya berarti tidak saling berprasangka. tentunya prasangka
adalah tentang sesuatu yang buruk. Supaya keluarga menjadi harmonis hendaknya
kita mampu mengubah prasangka-prasangka tersebut menjadi khusnudzon saja.
Karena Dalam sikap prasangka
hampir selalu jauh dari kebenaran. Dan lebih mendasar lagi kita harus
mempercayai bahwa hubungan suami-istri adalah suatu ikatan langit yang menjadi
amanah bersama yang dalam bahasa al Qur’an disebut “Miitsaaqon Gholiidhon”
adalah tentang sesuatu yang buruk. Supaya keluarga menjadi harmonis hendaknya
kita mampu mengubah prasangka-prasangka tersebut menjadi khusnudzon saja.
Karena Dalam sikap prasangka
hampir selalu jauh dari kebenaran. Dan lebih mendasar lagi kita harus
mempercayai bahwa hubungan suami-istri adalah suatu ikatan langit yang menjadi
amanah bersama yang dalam bahasa al Qur’an disebut “Miitsaaqon Gholiidhon”
3. Terbuka untuk curhat
Hubungan suami istri bukanlah seperti hubungan atasan dan
bawahan, bukan pula seperti hubungan antara juragan dan anak buah, posisi istri
bukan didepan suami untuk memberikan komando juga bukan dibelakangnya yang
memungkinkan untuk ditekan. Namun hubungan suami-istri adalah hubungan relasi
yang saling melengkapi, saling mendukung, berjalan beriringan dan saling
mengingatkan. Sehingga perlu adanya usaha untuk menjadikan iklim keluarga kita
cair dan terbuka. Jika ada masalah perlu dibicarakan bersama, atau saling
curhat dalam bahasa gaulnya.
bawahan, bukan pula seperti hubungan antara juragan dan anak buah, posisi istri
bukan didepan suami untuk memberikan komando juga bukan dibelakangnya yang
memungkinkan untuk ditekan. Namun hubungan suami-istri adalah hubungan relasi
yang saling melengkapi, saling mendukung, berjalan beriringan dan saling
mengingatkan. Sehingga perlu adanya usaha untuk menjadikan iklim keluarga kita
cair dan terbuka. Jika ada masalah perlu dibicarakan bersama, atau saling
curhat dalam bahasa gaulnya.
4. Saling memaafkan dan berorientasi solusi
Memaafkan orang lain berarti memaafkan diri sendiri. Orang yang
susah memberi maaf seperti menyerahkan dirinya pada cengkeraman monster yang
akan menyakiti hati dan fisiknya sendiri. Oleh karena itu jika salah satu
pasangan berbuat khilaf hendaknya pasangan mendo’akan dengan sepenuh hati dan
mencari solusi agar segera kembali ke jalan yang benar, senantiasa berlapang dada dan memaafkan, karena
bagaimanapun juga manusia tidak ada yang luput dari dosa.
susah memberi maaf seperti menyerahkan dirinya pada cengkeraman monster yang
akan menyakiti hati dan fisiknya sendiri. Oleh karena itu jika salah satu
pasangan berbuat khilaf hendaknya pasangan mendo’akan dengan sepenuh hati dan
mencari solusi agar segera kembali ke jalan yang benar, senantiasa berlapang dada dan memaafkan, karena
bagaimanapun juga manusia tidak ada yang luput dari dosa.
5. Saling memberi hadiah pada moment-moment
tertentu
tertentu
تهادوا وحبّوا...
Begitulah lisan mulia Rosululloh mencontohkan agar kita saling
memberi hadiah agar kita saling mencintai. Memberi adalah bentuk fisik
perhatian kita kepada pasangan, karena kadang kala pasangan kita merasa
dihargai dan dicintai jika kita memberikan sesuatu yang membuatnya surprise
(Receiving Gifts). Walau mungkin hadiah itu nilainya kecil secara ekonomis,
namun hal seperti itu memberikan nilai istimewa di hati pasangan kita.
memberi hadiah agar kita saling mencintai. Memberi adalah bentuk fisik
perhatian kita kepada pasangan, karena kadang kala pasangan kita merasa
dihargai dan dicintai jika kita memberikan sesuatu yang membuatnya surprise
(Receiving Gifts). Walau mungkin hadiah itu nilainya kecil secara ekonomis,
namun hal seperti itu memberikan nilai istimewa di hati pasangan kita.
6. Menyempatkan diri berdua dengan pasangan
Bagaimanapun juga hubungan antara suami-istri tentu ada rasa
jenuh, apalagi jika pekerjaan dan rutinitas menumpuk, sibuk dengan urusan
keuangan dan mengurus anak kadang membuat hidup menjadi hambar. Banyak susahnya
daripada senangnya. Orang Jawa bilang “Kawin kuwi senenge sak klenteng, susahe sak rendeng” (Menikah itu senangnya sebesar klenteng (biji
randu) sedang susahnya senjang masa penghujan). Oleh karena itu pasangan suami
– istri harus pandai-pandai mencari moment yang menjadikan mereka berdua
mengingat romantisme percintaan mereka. Oleh karena itu menyempatkan diri
berdua dengan pasangan di tempat-tempat yang indah, dinner diluar kota berdua
akan mengingatkan masa dimana bunga-bunga cinta bermekaran akan membuat suasana
keluarga menjadi harmonis dan bahagia tentunya.
jenuh, apalagi jika pekerjaan dan rutinitas menumpuk, sibuk dengan urusan
keuangan dan mengurus anak kadang membuat hidup menjadi hambar. Banyak susahnya
daripada senangnya. Orang Jawa bilang “Kawin kuwi senenge sak klenteng, susahe sak rendeng” (Menikah itu senangnya sebesar klenteng (biji
randu) sedang susahnya senjang masa penghujan). Oleh karena itu pasangan suami
– istri harus pandai-pandai mencari moment yang menjadikan mereka berdua
mengingat romantisme percintaan mereka. Oleh karena itu menyempatkan diri
berdua dengan pasangan di tempat-tempat yang indah, dinner diluar kota berdua
akan mengingatkan masa dimana bunga-bunga cinta bermekaran akan membuat suasana
keluarga menjadi harmonis dan bahagia tentunya.
Selamat Mencoba dan Salam Harmonis - Bahagia.
Jwt.
Jwt.
SECANGKIR KOPI-SEPIRING UBI: “ 11 T” Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan N...
SECANGKIR KOPI-SEPIRING UBI: “ 11 T” Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan N...: “ 11 T” Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan Ngelmu” Para leluhur kita orang Jawa mewejang bagaimana agar kita ma...
“ 11 T” Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan Ngelmu”
Para leluhur kita orang Jawa mewejang bagaimana agar kita mampu meraih kawruh dan Ngelmu guna mengarungi samudra kehidupan dan melanglang jagad gedhe maupun jagad cilik yang telah dibentangkan oleh Tuhan dihadapan kita.
Salah satunya adalah kita harus menempuh jalan strategi dengan apa yang disebut “11 T” yakni :
1. Tekad yang bermakna punya niat untuk melakukan sesuatu yang baik
2. Teguh adalah gigih dalam mewujudkan niat tersebut
3. Taat disiplin terhadap apa yang telah kita niatkan
4. Tabah berarti berani dan sabar
5. Taberi yang bermakna rajin
6. Tlaten atau tekun terhadap niat yang telah kita canangkan
7. Teliti
8. Tanggen, tahan dan tidak goyah terhadap halangan dan rintangan
9. Tanggon, memiliki kepercayaan diri yang kuat
10. Takonan, berani bertanya baik secara lisan maupun dengan banyak membaca
11. Tirakat atau laku prihatin
Dalam Serat Wedhatama yang ditulis oleh Mangkunegara IV dinyatakan bahwa untuk memperoleh ngelmu manusia harus menempuh laku, “Ngelmu iku kalakone kanthi laku” laku disini adalah mesubudi dan mesuraga. Mesubudi berarti membersihkan pekerti atau kelakuan dengan mengekang hawa nafsu dan angkara murka, sedang mesuragaberarti membersihkan badan dari kekotoran dan segala unsur negatif.
Melaksanakan tirakat dengan mesubudi dan mesuraga dengan jalan mengurangi kesenangan lahiriah maupun batiniah seperti makan, minum, tidur, mengendalikan segala nafsu yang tidak baik, dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah semata. Semua itu harus ditempuh untuk hamemasah, hamemasuh tajeming kalbu (mengasah, mensucikan ketajaman kalbunya) guna mencapai kawaskithaning cipta (kewaskitaan cipta/ intelegensi hati).
Semoga dengan langkah-langkah tersebut diatas kita mampu menjadi manusia yang utama, berbudi luhur, selaras lahir dan batinnya. Jwt
Senin, 20 Januari 2014
CINTA SEJATI?
CINTA SEJATI?
Cinta sejati?
Hemmm, siapapun pasti selalu mendambakan cinta
sejati dalam hidupnya. Cukup punya satu cinta, bersatu selamanya, sampai hayat
lepas dari badan.
Apa sih ukuran cinta sejati itu?
Setidaknya ada tujuh pilar yang menopangnya, yaitu:
1). Menjadi sahabat terbaik,
2). Memiliki lembih banyak kesamaan/kecocokan antara
keduanya,
3).Kepentingan suami/istri adalah diatas segalanya,
4).Cinta tumbuh tak bersyarat(menerima apa adanya),
5).Saling mau mendengar dan mengerti,
6).Selalu ada dalam suka dan duka
7). Kuatnya kontak batin yang mendalam
Sangat pasti, ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh
karena itu, tidak semua pasangan bisa meraih kehidupan cinta sejati mereka. Tetapi
, tidak berarti cinta sejati itu tidak bisa di perjuangkan, tentunya.
Iman , harapan , kasih yang diejawantahkan,
diwujudnyatkan dalam kehidupan sehari-hari melalui hal-hal kecil sampai yang
esensial, itu sangat pasti.
Minggu, 19 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)
Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik) Sakramen Ekaristi adalah salah...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...


































