Jumat, 20 April 2012

ANEKA TIPS MENGATASI GENDAM&HIPNOTIS

1. Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis / Gendam

Gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis (hypnosis) dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir. Padahal secara teknis gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction , Ericksonian Hypnosis, dan Mind Control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses “self hypnosis â€

  usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.

7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.

8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, “Saya sadar dan normal sepenuhnya! â€
 Dan andapun akan sadar dan normal kembali.

Bagi dan sebarluaskanlah informasi ini kepada seluruh rekan/ saudara yang anda cintai agar terhindar dari kejahatan hipnotis / gendam yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.



6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan “latahâ€



2. Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis
Muhammad Noor Aly Yusuf

Mungkin sahabat sudah penah membaca tips menghindari kejahatan Hipnotis. Namun dalam kesempatan ini saya ingin menyempurnakan supaya Tips ini lebih mudah di fahami.

Sebelum saya memberikan tips tentang cara menghindari kejahatan Hipnotis, mungkin ada baiknya saya menyampaikan tentang Proses Hipnotis. Menurut SHSS bahwasanya bahwa dari sekelompok orang ada 5% yang sulit dihipnotis, 10% dalam kategori mudah dan 85% moderat. Nah biasanya si pelaku kejahatan hipnotis lebih berfokus kepada 10% orang yang mudah dihipnotis.


Secara umum proses hipnotis itu terdiri dari 5 tahapan yaitu:

1. Pre Induction : proses pendekatan dengan orang yang ingin dihipnotis

2. Induction : Proses induksi hipnosis seperti ditepuk pundaknya, terus kemudian sang penghiipnotis bilang "tidur", atau juga dengan cara "lihat mata saya dan tidur".

3. Deepening : Proses pendalaman hipnotis ke kondisi yang lebih dalam lagi / relax lagi dengan hitungan atau dengan visualisasi

4. Sugesti : Pemberian sugesti/informasi kepada seseorang yang dihipnotis untuk melakukan apa yang diminta oleh si penghipnotis

5. Terminasi : Pengakhiran hipnotis dan orang tersebut kembali tersadar. Sebelum proses terminasi dilakukan seringkali penghipnotis kriminal /black hypnotist meminta korbannya untuk melupakan proses hipnotis, sehingga ketika terminasi terjadi seolah si korban tidak sadar apa yang telah terjadi

Setelah mengetahui proses Hipnotis terjadi setidaknya berikut tips yang bisa anda lakukan untuk menghindari kejahatan Hipnotis.


08 Juli 2010

 (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.

2. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain.

4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong / bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.

5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.

http://id.netlog.com

bagi pembaca yang ingin bersosialisasi dengan warga dunia (ha....ha...ha...ha...ha....) dengan media maya silahkan di coba dengan



























Wanita Tercantik Versi majalah HighEnd - Foto Antara News



Kamis, 12 April 2012

MELIHAT DARI SISI LAIN I

Kehidupan ini memang kadang di rasa tidak adil. Coba bayangkan barangkali 80% penduduk Indonesia ini hanya mampu menikmati kurang dari 20% dari kekayaan yang di miliki oleh Nusantar ini, sementara lebih dari 80% kekayaan negeri ini dinikmati hanya kurang dari 20% penduduk ini. Azas keadilan sosial dari Pancasila hanya sekadar slogan saja. Coba banyangkan bagaimana masyarakat kelas bawah berjuang memperebutkan kue rejeki dari pagi sampai malam hanya sekadar untuk urusan perut belaka.




Senin, 09 April 2012

Menulis Variasi? Siapa Takut!

Menulis Variasi? Siapa Takut!

Agus Pribadi

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/03/menulis-variasi-siapa-takut/?ref=signin?ref=signin


Menulis sesuai bidang keahlian memang bisa menjadikan penulis semakin ahli. Namun menulis variasi atau lebih dari satu jenis tulisan tidaklah mengapa. Lebih dari satu jenis tulisan bisa dibuat oleh seorang penulis, misalnya : artikel, pusi, cerpen, reportase dan lain sebagainya.
Menulis variasi dapat menghilangkan penulis dari kejenuhan. Berbagai jenis tulisan yang ditulis, membuat penulis dapat menikmati tulisan-tulisan yang dibuatnya. Jika sedang jenuh menulis fiksi, dapat beralih sejenak ,menulis nonfiksi. Demikian sebaliknya. Hal itu membawa manfaat berikutnya yaitu : produktif dalam menulis. Dengan berganti-ganti tulisan, maka berbagai jenis tulisan pun dapat tercipta.
Namun demikian, menulis variasi hendaknya jangan dipaksakan. Menulislah sesuai yang disukai dan dikuasai. Biasanya suka karena kuasa. Menyukai karena menguasai. Namun hal itu tidaklah statis tetapi dinamis. Jika belum bisa menulis reportase jangan dipaksakan untuk terus menulis reportase. Sekali dua kali bolehlah untuk berlatih menulis jenis tulisan itu. Demikian juga jika belum bisa menulis tulisan lainnya, jangan dipaksakan untuk terus menulisnya.
Biasanya ada beberapa jenis tulisan yang dikuasai oleh seorang penulis. Misalnya saya, agak lancar menulis artikel opini dan cermin (cerita mini). Sedangkan untuk artikel reportase saya kurang menguasai. Hal itu membuat saya sering berganti-ganti dari menulis cermin atau cerpen (fiksi) kemudian menulis artikel opini (nonfiksi). Sedangkan tulisan reportase saya masih dalam tahap belajar dan belajaran.
Apapun jenis tulisannya, yang terpenting adalah menghasilkan tulisan. Tak perduli dimana pun tulisan itu berada. Hal itu karena sejatinya tugas penulis adalah menulis (menghasilkan tulisan), dimana pun medianya.
Selamat menulis!
Banyumas, 3 April 2012

Minggu, 08 April 2012

PASKAH:dari beberapa artikel terpilih

MISTERI PASKAH DAN KELUARGA


Oleh: C. Dwi Atmadi

Ada banyak hal hal yang dapat diceritakan tentang hidup berkeluarga. Manis-pahitnya pengalaman sulit terlupakan: ketika menjadi pengantin yang cantik dan segar-bugar; ketika kelahiran anak pertama yang sangat menggembira­kan sampai menetes air mata bahagia pada sang bapak yang sering kelihatannya sulit terharu; Ketika dibius oleh harapan dan cita-cita yang penuh suka-cita sampai terpatahkan oleh keteledoran sendiri; ketika mulai terkejut akan keaslian-keaslian karakter pasangan yang mengganggu keharmonisan dan prestasi kerja yang sungguh membanggakan; dari ketidakpastian yang menggerogoti perasaan samapi terciptanya kemantapan yang melegakan.
Susah dan senang silih berganti. Begitulah kira-kira yang diungkapkan dalam kitab Pengkotbah 3: 1-5, bahwa untuk segala jenis pengalaman ini ada ’waktu’-nya di dalam kehidupan manusia. Tinggallah sekarang bagaimana setiap orang mau mengatur sikap pribadi untuk menghadapinya.
Sebagai manusia Yesus pun hidup dalam irama gelombang yang sama seperti kita; bahkan kadang-kadang kelihatannya begitu konyol. Namun demikian ada sikap dasar tertentu yang menjadikan pahit-getirnya pengalaman merupakan butir-butir kebajikan yang sangat bernilai, dikagumi dunia, dijunjung tinggi melebihi segala makhluk; bahkan menjadi Tuhan atas hidup dan mati. Itulah irama perjuangan hidup yang membentuk Misteri Paskah-Nya.
Jangan salah mengerti, misteri paskah bukan hanya berkaitan dengan peristiwa Yesus bangkit dari kubur pada hari Minggu pagi-pagi buta. Misteri Paskah adalah rangkuman dari tiga misteri sekaligus, yakni: sengsara, wafat dan dimakamkan sertas bangkit pada hari ketiga. Hari ketiga merupakan puncak dari rentetan peristiwa sebelumnya yang tidak dapat dipisahkan. Jelasnya ada Trihari Paskah yakni: Jum’at, Sabtu dan Minggu. Hari Kamis Putih, Ekaristi peringatan Perjamuan Tuhan adalah pintu masuk ke dalam ketiga hari penting itu, dengan suatu perayaan Paskah ritual-simbolik dalam rupa roti dan anggur.
Hikmah Paskah
Sungguh, puncak hidup Yesus diwarnai oleh gelombang pengalaman yang luar biasa. Lalu kita dapat bertanya: Apakah kiranya hikmah yang dapat dipetik untuk hidup berkeluarga kita masing-masing? Sudah tentu banyak sekali! Sekurang-kurangnya, janganlah menolak salib. Sebab hanya dengan melalui salib kita menemukan sukses dan kebahagiaan. Janganlah berputus asa karena penderitaan, sebab apabila dihadapi dengan sikap dasar yang positif maka buahnya akan berlimpah.
Namun demikian perlu dipertanyakan lagi: Apakah cocok memperbandingkan suka-duka Yesus dengan suka-duka rumah tangga kita? Ingat saja bacaan dari Efesus 5: 2a.21-33 yang sering dipakai untuk Ekaristi Pernikahan, bahwa cinta suami terhadap isteri dihubungkan Rasul Paulus dengan misteri cinta Kristus kepada Gereja-Nya. Kita diajak untuk menghargai keluhuran hidup rumah tangga dan karena itu diajak untuk membina hidup rumah tangga seperti Kristus penuh cinta, perhatian dan tanggung jawab terhadap kita umat-Nya; dan bahkan tak terpisahkan.
Inilah dua dunia dalam pola berbeda, namun demikian bertumpu pada hakekat dan dasar kesatuan nilai yang sama-sama dikejar, yakni keselamatan, kekudusan, kebahgiaan menurut kehendak Bapa surgawi. Memang hidup perkawinan dan keluarga terpanggil ke arah tujuan sama seperti Kristus dan dalam Kristus, sebagai bagian dari Gereja-Nya yang kudus.
Di dalam misteri Paskah Kristus, kita mau melihat bahwa sebagian beban yang dipikul demi kebaikan bersama antara bapak, ibu dan anak tak akan sia-sia. Seringkali orang sulit bersabar. Orang cepat gelisah dan khawatir. Akan urusan ini dan itu; ingin cepat menikmati perubahan situasi yang lebih menguntung­kan. Namun pada dasarnya kita perlu cukup tenang untuk memandang segala­-galanya dalam sikap iman yang transendental. Konkretnya tidak melulu terbelenggu oleh kerumitan persoalan, maka yakinlah bahwa salib-salib kita akan diubah Tuhan menjadi berkat yang  melimpah, seperti kata rasul Paulus:
Segala penderitaan yang kita alami ini sangat kecil dan sementara, tak sebanding dengan kelimpahan rahmat dari Tuhan yang sangat mengerti persoalan kita masing-masing (bdk Ibr 12: 10-11).
Semoga perayaan Misteri Paskah kali ini sungguh membawa fajar suka cita yang menerangi cakrawala hidup berumah tangga kita menuju harapan dan cita-cita sebagai orang Katolik sejati sesuai arahan Arah Dasar KAS 2011-2015. Tuhan memberkati .*

Filed Under: Fokus

 2.MENGHAYATI MISTERI PASKAH

Tuhan sungguh bangkit, halelluya! Selamat Paskah kepada Saudara-saudari sekalian! 
Di tengah-tengah hiruk pikuknya dunia modern ini dan betapa kemelutnya situasi ekonomi, politik, hukum, sosial serta budaya bangsa dan negara kita dewasa ini, baiklah kita mengambil sedikit waktu untuk merenungkan arti dan realitas ‘misteri Paskah’ dalam kehidupan seorang Kristiani. Sadarkah kita masing-masing bahwa panggilan Kristiani kita adalah untuk menghayati atau menjalani hidup ‘misteri Paskah’? Apakah kita melihat bahwa panggilan untuk ‘mati’ bersama Kristus sebenarnya merupakan sebuah undangan yang memberi kehidupan? Apakah kita mempunyai visi kebangkitan yang membuat ‘mati sehari-hari terhadap diri kita sendiri’ sebagai anugerah, sebagai karunia dari Allah, sebagai pengalaman yang membebaskan? Menghayati ‘misteri Paskah’ dalam dunia seperti ini berarti menjadi ‘tanda lawan’: berpikir, bersikap dan berperilaku bertentangan dengan budaya yang berlaku (counter-culture). Dapatkah atau mampukah kita mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari kita? Sebagai seorang Kristiani (yang Katolik, kalau mau ditambahkan sedikit embel-embel), apakah ‘mati terhadap diri sendiri’ telah membuat kita masing-masing menjadi seorang insan yang lebih bebas-merdeka, menjadi seorang pribadi yang kehidupan sehari-harinya lebih berpusat pada Kristus? Dalam tradisi Fransiskan yang kita profesikan, bagian mana dari realitas ‘kematian-kebangkitan’ ini memainkan perannya? Apa saja yang telah diwariskan oleh Bapak Serafik kita dalam tulisan-tulisannya? Apakah artinya semua itu bagi kita masing-masing sebagai seorang Kristiani dan sebagai seorang Fransiskan sekular? 
Dalam tulisan ini, kalau saya katakan ‘kematian’, maka hal ini bukan berarti akhir dari kehidupan fisik, melainkan berarti suatu transformasi karena dipengaruhi oleh visi akan kehidupan yang lebih agung. Sejalan dengan itu, ‘kebangkitan’ bukanlah bangkit dari keadaan yang busuk dan tak berguna, melainkan pengalaman hidup yang mendalam: hidup dan mengalami Kerajaan Allah, di sini dan pada saat ini. Tentu saja arti paling dalam dari ‘misteri Paskah’ adalah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus sendiri, tetapi dalam kesempatan ini dipakai juga untuk menunjukkan ‘kematian sehari-hari terhadap diri sendiri’, suatu pertobatan yang terus-menerus, penerimaan hidup ini – meskipun dengan segala pertanyaan yang menyertainya, dan juga ketidakpastian masa depan yang dihadapi. 
Tentu saja contoh yang paling sempurna diberikan oleh kehidupan Tuhan Yesus sendiri. Sabda-Nya yang kita baca dan renungkan dalam Injil tidak hanya berbicara mengenai realitas kehidupan yang dihayati-Nya, tetapi juga mengundang kita untuk menghayatinya bersama dengan Dia. “Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Luk 9:23-24). “Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24). 
Menjadi orang Kristiani berarti mengikut jejak Yesus Kristus. Sadarkah kita akan implikasi dari pernyataan ini? Apabila kita menghadiri Misa Kudus, bukankah ini berarti menghadiri ‘perayaan misteri Paskah’? Bukankah liturgi merupakan sebuah sumber yang kuat bagi kita untuk merangkul cara hidup sehari-hari yang ‘mati terhadap diri sendiri’, agar dapat bangkit bersama Kristus dalam pengalaman penghayatan hidup Kerajaan Allah di bumi ini? Bacalah dan renungkanlah kembali AD OFS, khususnya Fasal 2 Artikel 8. 
Ada yang mengatakan, bahwa kehidupan Fransiskus dari Assisi tidak lebih dan tidak kurang adalah sebuah kehidupan Kristiani. Nah, kalau begitu apa bedanya dengan sebagian besar umat Kristiani lainnya? Bedanya adalah dalam hal intensitas dan imajinasi dalam penghayatan hidup Kristianinya. Bagi Fransiskus ‘misteri Paskah’ sungguh merupakan sebuah realitas; begitu nyata dalam kehidupannya sehingga tubuhnya sendiri pun ditandai dengan stigmata suci Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dalam bagian-bagian awal riwayat hidupnya yang ditulis oleh Beato Thomas dari Celano, kita dapat membaca betapa kuat hasrat Fransiskus untuk dapat mengidentifikasikan dirinya dengan Yesus, untuk dapat menghayati ‘misteri Paskah’, untuk merangkul realitas ‘kematian-kebangkitan’ itu. Pada tahap-tahap awal hidup pertobatannya ini Fransiskus mengalami penghinaan, penolakan, penganiayaan, cemoohan, kehilangan hak waris dari orangtuanya dan lain sebagainya. Akhirnya Fransiskus pun bahkan mati terhadap berbagai sifat dan sikap yang biasanya melekat pada seorang anggota keluarga borjuis …… dia mencium seorang kusta: suatu tindakan yang sebelumnya tak mampu dilakukannya, meskipun bukan berarti bahwa dulu – sebelum peristiwa tersebut – dia membenci orang kusta. 
Seluruh hidup Fransiskus merupakan sebuah pendakian menanjak menuju transformasi total ke dalam Kristus yang tersalib. Hidupnya tahap demi tahap menjadi suatu keikutsertaan dalam ‘misteri salib yang agung dan ajaib’ (lihat LegMaj, Lampiran Pasal X:8 – dalam terjemahan bahasa Indonesia terdapat pada hal. 101; Omnibus, hal. 786-787). Cara Fransiskus menghayati ‘misteri Paskah’ adalah dari hari ke hari ‘mati’, dari menit ke menit ‘mati’, sehingga Kristus dapat hidup lebih penuh dalam dirinya. Berikut ini yang ditulis oleh Thomas dari Celano, “Fransiskus sudah mati bagi dunia, tetapi Kristus hidup dalam dia. Kenikmatan-kenikmatan dunia baginya adalah salib yang menyiksa, karena ia membawa salib Kristus, yang telah berakar dalam di hatinya” (2Cel 211). Bagi Fransiskus ‘mati’ bukan berarti ‘mati demi mati itu sendiri’, melainkan ‘mati’ sebagai sebuah sarana untuk bersatu dengan Tuhan, sebuah keikutsertaan dalam kehidupan Kristus sendiri. Fransiskus adalah seorang pencinta. Karena Fransiskus begitu mengasihi Yesus Kristus, tidak ada ‘kematian’ yang begitu sulit atau berada di luar jangkauannya; matanya selalu terpaku pada Tuhan Yesus yang tersalib. Visi ini dan cintakasih inilah yang merupakan kekuatan motivasi dalam kehidupan Fransiskus. Setelah setiap tindakan asketismenya – setiap tindakan ‘mati’ terhadap dirinya sendiri – Fransiskus mengalami sebuah hidup dalam Kristus yang lebih mendalam; dia menjadi lebih mengakar dalam Kristus sehingga dengan demikian mampu menghayati hidup Kerajaan Allah di bumi ini. 
Ada banyak contoh dalam kehidupan Fransiskus yang menunjukkan penghayatannya akan ‘misteri Paskah’, namun yang terlebih penting adalah tulisan-tulisannya bagi kita perihal realitas ini. Dia telah mewariskan kepada kita sebuah undangan yang sekaligus merupakan sebuah tantangan. Dia memberikan isyarat kepada kita, bahwa kita harus ‘mati’ untuk dapat ‘bangkit’. Seperti Tuhan dan Gurunya (Yesus), Fransiskus mengundang kita untuk menyangkal diri kita sendiri. Dia menjanjikan Kerajaan Allah dan keselamatan dari Allah, apabila kita juga mempunyai keberanian untuk menghayati ‘misteri Paskah’ dengan mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus. 
Undangan Fransiskus bagi orang-orang untuk hidup pertobatan dapat ditelurusi dalam Anggaran Dasar Tanpa Bulla (AngTBul), teristimewa dalam bab I, III dan IX. Penekanan kerendahan hati dan kemiskinan sebagai cara untuk memeluk ‘misteri Paskah’ dapat dilihat dalam AngTBul V, VI, VII dan XI. Kalau kita melihat apa yang ditulis dalam AngTBul, ‘mati terhadap diri sendiri’ menuntut suatu pertobatan hati, sebuah hati yang berubah, suatu pengolahan sikap-sikap dan nilai-nilai sebagai tanda lawan, dan visi di mana Tuhan disembah di atas segala-galanya
Fransiskus percaya bahwa ‘kematian’ dalam segala bentuknya membuka telinga hati kepada Allah, membebaskan kita dari diri kita sendiri, mempertajam visi kita dan penghargaan kita atas nilai segala kehidupan, serta memberikan kita sukacita dan damai di hati yang tidak dapat direbut oleh siapa pun karena memang berakar dalam Allah kita: “Dan hendaklah mereka menjaga diri, jangan sampai mukanya tampak sedih dan muram seperti orang munafik; tetapi hendaklah mereka nampak bersukacita dalam Tuhan dan riang gembira serta penuh rasa terima kasih sebagaimana mestinya” (AngTBul VII:16). 
Bagi Fransiskus tidak cukuplah kalau para anak rohaninya saja yang menghayati ‘misteri Paskah’ ini. Dia menugaskan saudara-saudaranya juga untuk memanggil orang-orang lain pula guna menghayati realitas ‘kematian-kebangkitan’ ini: “…… minta dan mohon dengan rendah hati, semoga kita semua bertekun dalam iman yang benar dan dalam pertobatan, sebab kalau tidak demikian, tidak seorang pun dapat diselamatkan” (AngTBul XXXIII:7). Kita lihat bahwa AngTBul mencerminkan realitas yang dihayati dalam hidup Fransiskus sendiri: memeluk/merangkul ‘mati terhadap diri sendiri’ setiap hari. Hidup pertobatan dilihat oleh Fransiskus bukan sebagai sebuah beban, tetapi suatu pembebasan dan keikutsertaan dalam hidup Yesus Kristus sendiri. Sebagai Fransiskan, apakah kita memperkenankan budaya dan masyarakat mendikte dan mengontrol nilai-nilai dan visi Fransiskan kita? Apakah kita juga suka tergelincir ke dalam enaknya kebanggaan, kesuksesan, kepemilikan harta atau pun ilmu pengetahuan dan lain sebagainya? Sudah lupakah kita bagaimana untuk ‘mati’? 
Bagi Fransiskus misteri ‘kematian’ bersama Kristus agar dapat bangkit bersama dengan-Nya kepada hidup yang baru adalah sesuatu yang sungguh riil dan dia menghadapinya dengan penuh semangat. Dia tidak melihat hidup pertobatan sebagai sekadar suatu tindakan batiniah dan niat baik, tetapi sebagai suatu cara konkret untuk mengungkapkan tindakan mengikuti Kristus. Banyak nasihat yang diberikannya kepada para saudara dina berpusat pada tema ini. Lihat misalnya Petuah-petuah (Pth) V, khususnya ayat 8: Warisan dan sukacita yang kita miliki adalah hidup penuh rasa syukur, mati setiap hari dengan memikul salib secara penuh kemauan serta cintakasih. Dalam Pth VI Fransiskus juga memberikan petuah kepada kita masing-masing untuk ‘mati’, untuk memeluk/merangkul salib – dalam mengikuti jejak Yesus Kristus, bukan hanya sekali saja, tetapi sebagai pilihan harian untuk mengikuti Dia dalam pengalaman ‘kematian-kebangkitan’ ini. Sekarang marilah kita lihat Pth X dan XIV. Dapatkah kita menghayati nilai-nilai yang diajukan oleh Fransiskus dalam kedua petuah ini? 
Bagi Fransiskus penyangkalan diri secara total penting sebagai sebuah sarana untuk mengidentifikasikan diri dengan Yesus Kristus secara total. Oleh karena itu tidak ada batas bagi ‘mati’ yang disarankan olehnya kepada kita: semua harus diberikan, segala bentuk ‘kematian’ yang dimungkinkan harus dipeluk/dirangkul. Dia menulis kepada seluruh Ordo: “Karena itu janganlah menahan sesuatu pun yang ada padamu bagi dirimu sendiri, agar kamu seutuh-utuhnya diterima oleh Dia, yang memberikan diri-Nya seutuhnya bagi kamu” (SurOrd 29). Kita tidak usah melekat atau lengket pada apa pun, tidak usaha takut pada ‘kematian’ macam apa pun, kalau kita berpengharapan untuk diterima oleh Tuhan Yesus. Oleh karena panggilan kita sebagai Fransiskan adalah untuk memberi kesaksian tentang Kabar Baik Tuhan kita Yesus Kristus lewat kata-kata dan perbuatan, maka kita pun seharusnya menyadari perlunya untuk menghayati kata-kata Bapak Fransiskus ini: “Bertekunlah dalam ketertiban dan ketaatan yang suci serta penuhilah apa yang telah kamu janjikan kepada-Nya dengan niat yang baik dan teguh” (SurOr 10). Untuk tertib dan taat, seseorang harus tahu bagaimana rasanya ‘mati’, suatu pengalaman penyerahan diri, kebebasan untuk melepaskan segala kepentingan diri sendiri. 
Fransiskus melihat Ekaristi bukan saja sebagai peringatan akan sengsara, kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi juga sebagai suatu keikutsertaan dalam misteri ini. Dia mengkontemplasikan kehadiran-nyata Kristus dalam Ekaristi sebagai kehadiran terus-menerus di atas bumi ini dari penebusan yang terlaksana pada kurban salib. Dia menulis kepada seluruh Ordo: “Karena itu aku mohon kepada kamu semua, Saudara-saudara, dengan mencium kakimu dan dengan kasih sebesar-sebesarnya, agar kamu, sesuai dengan kemampuanmu, menyatakan segala hormat dan khidmat kepada Tuhan dan Darah Mahakudus Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam Dia, segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi diperdamaikan dan dipersatukan kembali dengan Allah Yang Mahakuasa” (SurOr 12-13). 
Dalam Surat kedua kepada kaum Beriman (2SurBerim), Fransiskus mengundang kaum beriman untuk menghayati ‘misteri Paskah’. Dia mengingatkan mereka akan perayaan Paskah Tuhan, penderitaan-Nya di taman Getsemani, kematian-Nya terhadap kehendak sendiri dan penerimaan-Nya akan kehendak Bapa. Fransiskus mengingatkan kita bahwa kurban Tuhan Yesus di kayu salib adalah demi kita semua, dan pengosongan diri-Nya bersifat total dan lengkap. Fransiskus meyakinkan kembali para pembaca suratnya itu bahwa sebagai orang-orang Kristiani, panggilan mereka adalah untuk ‘mengikuti jejak langkah Tuhan kita Yesus Kristus’ melalui cara ‘mati terhadap diri sendiri’. Ketika berbicara mengenai ‘kematian terhadap hasrat kedagingan’ dan menghayati suatu hidup pertobatan, Fransiskus berkata: “Dan semua orang, pria maupun wanita, apabila melakukan hal-hal itu dan bertekun hingga akhir, maka Roh Tuhan akan tinggal pada mereka dan akan memasang tempat tinggal dan kediaman di dalam mereka. Maka mereka akan menjadi anak-anak Bapa surgawi, yang karya-Nya mereka laksanakan” (2SurBerim 48-49). Bukankah dalam hal ini Fransiskus menjamin pengalaman kebangkitan, di sini dan sekarang? 
Banyak lagi yang dapat diketemukan dalam tulisan-tulisan Fransiskus perihal ‘misteri Paskah’ dalam pengertian tulisan ini. Dengan begitu banyak cara Fransiskus mencoba meyakinkan para pembaca tulisan-tulisannya, bahwa menghayati ‘misteri Paskah’ adalah rahasia untuk memperoleh keselamatan, janji akan Kerajaan Allah, pengalaman memerdekakan diri sendiri bagi Allah, pengalaman realitas ini merupakan  pengasah visi yang membawa seseorang untuk sampai pada ketergantungan penuh pada Allah dan mendorong rasa hormat terhadap segala sesuatu. Dia telah menulis dengan banyak cara untuk menerangkan bahwa para pengikutnya harus memeluk/merangkul salib, untuk mengalami bukan saja harus bersedia ‘mati’, tetapi siap untuk begitu dengan penuh rasa cinta. Setiap hari kita dipanggil untuk ‘mati’ dengan berbagai cara yang berbeda-beda: ‘mati terhadap hasrat-hasrat alamiah kita’ dengan melakukan ulah-tapa dan puasa, ‘mati terhadap kemauan kita’ dengan mendengarkan orang lain, memberi serta bersikap penuh ketaatan, ‘mati terhadap diri sendiri’ dengan berserah-diri di luar batas akal. Pesan Fransiskus adalah sebuah undangan untuk menjadi ‘tanda lawan’, untuk menjadi terpisah dari orang banyak, untuk mengembangkan sikap-sikap yang tidak selalu dapat diterima oleh masyarakat
Apabila ‘mati terhadap diri sendiri’ ini merupakan bagian vital dari warisan dan misi Fransiskan, barangkali kita perlu merefleksikannya, baik secara pribadi maupun sebagai persaudaraan, untuk menemukan dan menemukannya kembali. 
Pada akhir hidupnya, Fransiskus berpesan: “Saudara-saudaraku, kita harus mulai melayani Tuhan Allah kita, sebab hingga kini sedikit saja yang telah kita lakukan” (LegMaj XIV:1). Barangkali ada semacam ‘kematian’ tertentu dalam hal setiap kali kita ‘mulai lagi’, dalam arti tidak terjebak dalam rasa puas diri atas hasil yang telah dicapai dan lain sebagainya. Barangkali kita perlu melihat setiap hari sebagai permulaan dari proses ‘kematian’ kita. Barangkali kita perlu menemukan – tidak sekadar dengan intelek kita, tetapi dengan kehidupan kita sendiri – arti dari ‘kehidupan baru lewat kematian’. Kepada kita telah diwariskan undangan untuk ‘mati’, untuk menghayati pengalaman ‘kematian’ yang tetap. Apakah kita mempunyai cukup visi dan pengalaman ‘kebangkitan’ untuk menerima undangan ini? Apakah cintakasih kita cukup besar sehingga mampu memeluk segala macam ‘kematian’? Apakah kita cukup berakar dalam Tuhan untuk menjadi ‘tanda lawan’ dalam masyarakat, menjadi orang-orang yang hidup bagi Kerajaan Allah yang akan datang dan yang sudah ada di muka bumi? 
Cilandak, 16 April 2010  
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

*) Disalin dengan sedikit perbaikan dari Memorandum Minister Persaudaraan OFS Santo Ludovikus IX (Sdr. Frans Indrapradja OFS) nomor Min/09/2000 tanggal 7 Mei 2000. Sumber utama tulisan adalah tulisan Sr. Joanne Brazinski OSF, The Paschal Mystery in the Writings of Saint Francis, Majalah TAU edisi May 1981).



Tetap Segar Ala Susi Susanti

http://id.omg.yahoo.com/blogs/stylefactor/tetap-segar-ala-susi-susanti-070601642.html



Sang legenda di kantor Yahoo! Indonesia. Foto: Bernard Chaniago/Yahoo! Indonesia
Untuk wanita yang baru menginjak awal umur 40-an, legenda bulutangkis Susi Susanti masih terlihat segar. Padahal aktivitasnya kali ini lebih bervariasi ketimbang masa-masa pertandingannya di tahun 90-an selain menjadi ibu bagi tiga buah perkawinannya dengan sesama peraih medali emas, Alan Budikusuma.
Pemenang medali emas pada Olimpiade tahun 1992 di Spanyol ini kini menjalankan usaha spa dan pijat berstandar atlet yang sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta. Selain itu, dia juga menjalankan labelnya bernama Astec yang memproduksi raket berteknologi tinggi.
Bagi Susi, yang terpenting dalam menjaga kesegaran tubuh adalah hidup seimbang. Caranya adalah dengan berolahraga teratur dan isi hidup dengan sesuatu yang positif, "ini akan memberikan dampak bagus untuk diri sendiri dan orang lain." Susi menambahkannya dengan poin di bawah ini.
Olahraga berkualitas
Berolahraga bagi Susi Susanti bukan hanya soal meraih prestasi, tapi untuk membangun kualitas tubuh yang baik.
Bagi mantan atlet seperti Susi, mengatur intensitas olahraga sangat penting karena akan membuat tubuh tidak drop tiba-tiba. Penghentian olahraga yang signifikan membuat kondisi jantung turut memburuk.
Makan tak berlebihan
Jangan terlalu kenyang merupakan poinnya. Yang jelas jargon "Empat sehat, lima sempurna" mesti terus dijalankan sampai kapan pun. Pasokan gizi masuk dengan baik ke tubuh sehingga kesehatan terjaga.
Berpikir positif dan bersyukur
"Saya pasti bisa mengalahkannya," ungkap Susi saat akan berhadapan dengan semua lawannya di arena. Cara berpikir positif akan memacu kita melakukan yang terbaik untuk mencapai sesuatu. Tak lupa bersyukur pada Tuhan bahwa kita masih diberikan kesempatan terbaik berada di dunia.
Baca juga:
Hubungan Kesehatan Rambut dengan Olahraga Fisik
[GALERI] Kecantikan Atlet di Tengah Arena Olimpiade 2012
[GALERI] Penampilan Michael Phelps di Luar Arena Renang
Perawatan Kulit untuk Anda yang Hobi Renang
Mencegah Masalah Kulit Bagi Si Pencinta Olahraga

Kamis, 05 April 2012

Babak semifinal mempertemukan antara Bayern Munchen vs Real Madrid dan Chelsea vs Barcelona. 2 partai semifinal ini akan digelar pada 18 dan 19 April 2012 untuk leg 1 serta 25 dan 26 April 2012 untuk leg 2.Yup, ada 4 klub besar Eropa yang bertanding dibabak semifinal Liga Champions 2012 ini, mereka akan berebut dan berjuang habis-habisan demi melangkah ke partai final Liga Champions musim 2012/2012 ini.
Chelsea VS Barcelona Semifinal Liga Champions 2012Keempat tim yang bertanding dibabak semifinal Liga Champions 2012 ini adalah yang menang dibabak perempatfinal sebelumnya, dimana Bayern Munchen lolos setelah mengalahkan Merseille, Real Madrid mengalahkan Apoel FC, Chelsea mengalahkan Benfica dan Barcelona mengalahkan AC Milan.
Jadwal Semifinal Liga Champions 2012
  • Bayern Munchen vs Real Madrid -> 18 April dan 26 April 2012
  • Chelsea vs Barcelona -> 19 April dan 25 April 2012
Waktu sudah disesuaikan dengan waktu Indonesia
Prediksi Semifinal Liga Champions 2012
Semifinal Liga Champions 2012Prediksi babak semifinal Liga Champions 2012, pertandingan baik itu leg 1 dan Leg 2 akan berlajan super ketat, dan klub yang akan menang dan lolos ke babak final adalah Real Madrid dan Barcelona. Akan terjadi El Classico (Real Madrid VS Barcelona) di partai final Liga Champions musim ini yang akan digelar di Allianz Arena nanti. Namun langkah Mardrid dan Barca tidak akan mudah. Karena mereka akan bertarung sengit di babak semifinal ini. Madrid akan memang atas Bayern Munchen dengan agregat tipis, karena Munchen juga akan berjuang habis-habisan mengingat partai final akan digelar di Allianz Arena yang merupakan kandang mereka. Sedang Barcelona akan mengalahkan Chelsea dengan agregrat yang juga tipis.
Bagaimana prediksi anda? Siapa yang akan lolos dan menang serta mengalahkan ke final dari babak semifinal Liga Champions 2012 ini?
Deni Andriana

Jadwal dan Prediksi Semifinal Liga Champions 2012 | Goyang Karawang

Jadwal dan Prediksi Semifinal Liga Champions 2012 | Goyang Karawang




Babak semifinal mempertemukan antara Bayern Munchen vs Real Madrid dan Chelsea vs Barcelona. 2 partai semifinal ini akan digelar pada 18 dan 19 April 2012 untuk leg 1 serta 25 dan 26 April 2012 untuk leg 2.Yup, ada 4 klub besar Eropa yang bertanding dibabak semifinal Liga Champions 2012 ini, mereka akan berebut dan berjuang habis-habisan demi melangkah ke partai final Liga Champions musim 2012/2012 ini.
Chelsea VS Barcelona Semifinal Liga Champions 2012Keempat tim yang bertanding dibabak semifinal Liga Champions 2012 ini adalah yang menang dibabak perempatfinal sebelumnya, dimana Bayern Munchen lolos setelah mengalahkan Merseille, Real Madrid mengalahkan Apoel FC, Chelsea mengalahkan Benfica dan Barcelona mengalahkan AC Milan.
Jadwal Semifinal Liga Champions 2012
  • Bayern Munchen vs Real Madrid -> 18 April dan 26 April 2012
  • Chelsea vs Barcelona -> 19 April dan 25 April 2012
Waktu sudah disesuaikan dengan waktu Indonesia
Prediksi Semifinal Liga Champions 2012
Semifinal Liga Champions 2012Prediksi babak semifinal Liga Champions 2012, pertandingan baik itu leg 1 dan Leg 2 akan berlajan super ketat, dan klub yang akan menang dan lolos ke babak final adalah Real Madrid dan Barcelona. Akan terjadi El Classico (Real Madrid VS Barcelona) di partai final Liga Champions musim ini yang akan digelar di Allianz Arena nanti. Namun langkah Mardrid dan Barca tidak akan mudah. Karena mereka akan bertarung sengit di babak semifinal ini. Madrid akan memang atas Bayern Munchen dengan agregat tipis, karena Munchen juga akan berjuang habis-habisan mengingat partai final akan digelar di Allianz Arena yang merupakan kandang mereka. Sedang Barcelona akan mengalahkan Chelsea dengan agregrat yang juga tipis.
Bagaimana prediksi anda? Siapa yang akan lolos dan menang serta mengalahkan ke final dari babak semifinal Liga Champions 2012 ini?
Deni Andriana

Cerita Malam Pertama Pengantin | Goyang Karawang

Cerita Malam Pertama Pengantin | Goyang Karawang



Ini ada beberapa cerita malam pertama pengantin baru, cerita dewasa ‘seks’ pernikahan sepasang pengantin baru, dimana sang mempelai wanita atau sang isteri begitu polosnya. Sehingga ketika malam pertama berlangsung sang suami harus membimbing dulu agar sang isteri paham. Namun setelah sang isteri paham, sang suami malah yang jadi kewalahan menghadapi isterinya di malam pertama tersebut.
Kartun Pengantin BaruCerita malam pertama pengantin ini seru dan menarik untuk dibaca. Mungkin ini bisa bermanfaat khususunya bagi para calon pengantin. Sebuah trik atau tips yang bisa diterapkan jika menghadapi situasi dan kondisi yang sama nantinya. Bagaimana cerita malam pertama pengantin baru ini, silahkan simak kisah selengkapnya berikut ini!
Sepasang pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, “Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa-apa tentang seks. Maukah Mas menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?”
“Seks itu sederhananya begini?., kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel,” terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.
Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, “Mas, penjahatnya lepas.”
Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan ‘penjahatnya’. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.
Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas terengah-engah berkata, “Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman seumur hidup.”
Itulah cerita malam pertama pengantin baru yang mudah-mudah bermanfaat bagi yang ingin membaca cerita humor dewasa, dan semoga juga menjadi inspirasi bagi para calon pengantin baru. Cerita ini saya kutip dari forum humor di internet.
Deni Andriana



Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)

  Sakramen Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Katolik (sharing pemahaman pribadi seorang awam Katolik)   Sakramen Ekaristi adalah salah...