Mengenalkan Keroncong Bersama Puisi - Omah Rembang
Pentas Bulanan Kethek Ogleng Di Bekas Stasiun Rembang
Keroncong, musik itu sekarang seolah hilang tertelan bumi. Jangankan diperbincangkan, musik 32 birama yang diawali dengan intro mengarah pada akor awal lagu itu bahkan sekarang terasa sulit untuk ditemui berkumandang di ruang publik Rembang. Tak urung, segaris dengan menyurutnya pamor keroncong, kelompok-kelompok musik keroncong Rembang berguguran satu per satu.
''Memang belum ada penelitian sahih tentang jumlah kelompok keroncong di Rembang. Era 1970 hingga 1980-an, banyak sekali grup keroncong di Rembang. Namun saat ini tinggal segelintir saja dan bisa dihitung dengan jari yang masih eksis,'' tutur Yon Suprayogi, sesepuh Teater Pesisir yang juga mengemari keroncong.
Berbekal keinginan untuk mengenalkan kembali keroncong ke kalangan anak muda, beberapa minggu terakhir Komunitas Kethek Ogleng mulai bergerilya mencari kelompok keroncong untuk tampil di pentas bulanan. Namun, beberapa kelompok yang dihubungi mengaku belum siap. ''Beruntung, Susetyo Rini salah satu kawan kami di Facebook yang asli Gunem dan sekarang mukim di Sragen, suaminya, Budi Susetyo, aktif di grup keroncong Alam Buriska. Mereka bersedia hadir di Rembang secara cuma-cuma,'' terang Allief Zam Billah, pengiat Kethek Ogleng.
Keroncong Puisi
Akhirnya, hari Jumat (22/7) malam disepakati sebuah pementasan keroncong sederhana di pelataran bekas Stasiun Rembang. Tak hanya lagu keroncong beragam genre, suasana bertambah gayeng ketika sejumlah penyair muda Rembang seperti Yayan Triyansah yang baru saja mengeluarkan buku antologi puisi Halaman Rumah, Baskoro ''Pop'', Ipien Ngedot, Tejo Bejo, pelukis Abdul Chamim, Rosyid Ridho dan Fifie bereksperimen membacakan puisi sembari diiringi alunan musik keroncong. ''Sebuah pengalaman menarik membaca puisi dibalut musik keroncong. Sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya,'' kata Yayan.
Selain bermain musik, Alam Buriska malam itu juga berbagi pengalaman selama bermusik keroncong
kepada belasan remaja dari sejumlah komunitas seperti Rembang Slanker Club (RSC), Rumah Musik Smara Gusti Sumberejo serta Komunitas Pencinta Alam STIE YPPI (Kompas). ''Dengan bermain keroncong, kami justru banyak di minta tampil. Bahkan kami sering diminta tampil di Bogor oleh warga Sragen yang ada di Jakarta. Jangan takut memainkan musik keroncong,'' kata Teguh, pemegang cello dan pentolan Alam Buriska Sragen.
Berbagai eksplorasi lagu yang dimainkan dalam irama keroncong serta pengalaman yang dituturkan oleh Alam Buriska malam itu tak urung memantik hasrat pemusik muda Rembang untuk mulai mendalami keroncong. ''Kami selama ini memang mengabaikan keroncong. Tapi setelah malam ini, kami akan berusaha untuk mulai mendalami keroncong. Bahkan kami berharap bisa mementaskan keroncong di setiap kegiatan kami,'' tutur Beny Xp, pengiat Rumah Musik Smara Gusti Sumberejo.
Di penghujung malam yang eksotik itu, Alam Buriska membuat kejutan dengan memainkan lagu gubahan mereka sendiri ''Rembang Wayah Wengi'' yang khusus dipersembahkan bagi Kabupaten Rembang yang tengah memperingati hari jadi ke 270. ''Rembang wayah wengi, ning pinggir Pantai Kartini, pasunare bulan ndadari, alangkah endahe. Alun-alun Rembang, lan ing pinggir dalan Kartini, sapa kang bisa anyekseni. Rembang Bangkit kang asri,'' lantun Alam Buriska. (Mulyanto Ari Wibowo)
pernah dimuat di Suara Merdeka - Suara Muria 24 Juli 2011
PUTRA KARANGANYAR: MENCARI KEBAIKAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP (mersudi becik,nggayuh sampurnaning urip). "dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan iman hidup makin terarah, dengan seni dan senyum hidup makin indah,dengan olahraga hidup makin terjaga"
Kamis, 03 Mei 2012
Eksistensi dan Akar Permasalahan Buruh? - Harian Analisa
Eksistensi dan Akar Permasalahan Buruh? - Harian Analisa
Oleh : Abi Jumroh Harahap.
Pembangunan nasional merupakan pengamalan Pancasila dan pelaksanaan UUD 1945 yang diarahkan pada peningkatan harkat, martabat dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual. Dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan warganya, negara Republik Indonesia menekankan kepada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur secara merata. Ini berarti bahwa negara RI bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia, bukan hanya bagi sekelompok atau sebahagian masyarakat tertentu saja. Dilihat dari tujuan pembangunan nasional maka negara RI menganut tipe negara kesejahteraan (welfare state).
Pembangunan nasional merupakan pengamalan Pancasila dan pelaksanaan UUD 1945 yang diarahkan pada peningkatan harkat, martabat dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual. Dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan warganya, negara Republik Indonesia menekankan kepada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur secara merata. Ini berarti bahwa negara RI bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia, bukan hanya bagi sekelompok atau sebahagian masyarakat tertentu saja. Dilihat dari tujuan pembangunan nasional maka negara RI menganut tipe negara kesejahteraan (welfare state).
Berbicara konteks kesejahteraan, kehidupan buruh cenderung marjinal dan tak sesuai dengan hak-hak manusiawi, berbicara hak-hak pekerja/buruh, berarti kita membicarakan hak-hak asasi maupun hak yang bukan asasi. Hak asasi adalah hak yang melekat pada diri pekerja/buruh itu sendiri yang dibawa sejak lahir dan jika hak tersebut terlepas/terpisah dari diri pekerja/buruh itu akan menjadi turun derajad dan harkatnya sebagai manusia, sedangkan hak yang bukan asasi berupa hak pekerja/buruh yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang sifanya non asasi.
Memang hampir di semua negara saat ini, problem ketenagakerjaan atau perburuhan selalu tumbuh dan berkembang, baik di negara maju maupun berkembang, baik yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Hal demikian terlihat dari adanya departemen yang mengurusi ketenagakerjaan pada setiap kabinet yang dibentuk. Hanya saja realitas tiap negara memberikan beragam problem riil, sehingga terkadang memunculkan berbagai problema yang berbeda.
Pada negara berkembang seperti Indonesia, problem ketenagakerjaan terkait dengan sempitnya peluang kerja, tingginya angka pengangguran, rendahnya kemampuan SDM tenaga kerja, tingkat gaji yang rendah, serta jaminan sosial yang lemah. Belum lagi perlakuan pengusaha yang merugikan pekerja, seperti perlakuan buruk, tindak asusila, penghinaan, pelecehan seksual, larangan berjilbab, beribadah dan lain-lain.
Berbagai problem yang menyangkut hak-hak kaum buruh tidak terselesaikan dengan baik. Lebih ironis lagi, pemerintah dengan aparat keamanannya bertindak represif menekan gerakan buruh untuk meraih hak-haknya. Harus diakui bahwa akar permasalahan buruh masih berkutat pada problem yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, yaitu:
1. Problem Upah
Salah satu problem yang langsung menyentuh kaum buruh adalah rendahnya atau tidak sesuainya pendapatan upah/gaji yang diperoleh dengan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta tanggungannya. Faktor ini, yakni kebutuhan hidup semakin meningkat, sementara gaji yang diterima relatif tetap, menjadi salah satu pendorong gerak protes kaum buruh.
Untuk membantu mengatasi problem upah/gaji, pemerintah biasanya membuat "Batas minimal gaji" yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerjanya, yang kemudian dikenal dengan istilah Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Daerah (UMD). Intervensi pemerintah dalam hal ini ditujukan menghilangkan kesan eksploitasi pemilik usaha kepada buruh, karena membayar di bawah standar hidupnya. Nilai UMR dan UMD ini biasanya dihitung bersama berbagai pihak yang merujuk kepada Kebutuhan Fisik Minimum Keluarga (KFM), Kebutuhan Hidup Minimum (KHM), atau kondisi lain di daerah yang bersangkutan.
Penetapan UMR sendiri sebenarnya sangat bermasalah dilihat dari realitas terbentuknya kesepakatan upah antara pengusaha dan buruh. Dalam kondisi normal dan dalam sudut pandang keadilan ekonomi, seharusnya nilai upah sebanding dengan besarnya peran jasa buruh dalam mewujudkan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan.
2. Problem Kesejahteraan Hidup
Ketika para buruh hanya memiliki sumber pendapatan berupa upah/gaji, maka pencapaikan kesejahteraan bergantung pada kemampuan gaji dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataanya, jumlah gaji relatif tetap, sementara itu kebutuhan hidup selalu bertambah (adanya bencana, sakit, sekolah, tambah anak, harga barang naik, listrik, telepon, biaya transportasi, dan lain-lain.) Hal ini menyebabkan kualitas kesejahteraan rakyat (termasuk buruh) semakin rendah. Sejatinya, negara tidak lepas tangan dari usaha pemenuhan kebutuhan dasar warga negara, apalagi yang menyangkut kebutuhan pokok.
Kondisi yang menimpa kaum buruh, memang tidak jauh beda dengan mayoritas rakyat/kaum lainnya selain buruh. Artinya, problem kesejahteraan ini lebih bersifat problem sistemis dari pada hanya sebatas problem ekonomi, apalagi problem buruh cukup diselesaikan antara buruh dan pengusaha semata. Padahal dwi pihak, kaum buruh selalu tak bisa berbuat apa-apa bila berhadapan dengan pengusaha.
Jika hendak menyelesaikan problem kesejahteraan hidup, baik bagi kaum buruh maupun rakyat secara makro, tentunya penyelesaiannya harus mampu mencakup penyelesaian yang bersifat kasuistis dan sekaligus dibarengi oleh usaha penyelesaian bersifat sistemis-integralistis. Bila penyelesaian yang dilakukan hanya bersifat kasuistis dan parsial, maka problem mendasar seputar kesejahteraan hidup kaum buruh dan rakyat secara menyeluruh tidak akan selesai.
3. Problem Pemutusan Hubungan Kerja
Salah satu persoalan besar yang dihadapi para buruh saat ini adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja menjadi momok menakutkan bagi buruh dan menambah kontribusi pengangguran di Indonesia. Dalam kondisi ketika tidak terjadi keseimbangan posisi tawar menawar dan pekerjaan merupakan satu-satunya sumber pendapatan untuk hidup, maka PHK menjadi bencana besar yang bisa-bisa membuat buruh traumatis.
Secara umum PHK terjadi karena beberapa sebab, seperti permintaan sendiri, berakhirnya masa kontrak kerja, kesalahan buruh, masa pensiun, kesehatan/kondisi fisik yang tidak memungkinkan, atau karena meninggal dunia. Problem PHK biasanya terjadi dan kemudian menimbulkan problem lain yang lebih besar di kalangan buruh karena beberapa kondisi dalam hubungan buruh-pengusaha
Sebenarnya, PHK bukanlah problem yang besar kalau kondisi sistem hubungan buruh pengusaha telah seimbang dan adanya jaminan kebutuhan pokok bagi buruh sebagaimana bagi seluruh rakyat oleh sistem pemerintahan yang menjadikan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai asas politik perekonomiannya.
4. Problem Tunjangan Sosial dan Kesehatan
Dalam masyarakat kapitalistis seperti saat ini, tugas negara lebih pada fungsi regulasi, yakni pengatur kebebasan warga negaranya. Karena itu, sistem ini tidak mengenal tugas negara sebagai "pengurus dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya". Rakyat yang ingin memenuhi kebutuhannya harus bekerja secara mutlak, baik untuk memenuhi kebutuhan dasarnya maupun kebutuhan pelengkapnya sehingga prinsip struggle for life benar-benar terjadi. Jika seseorang terkena bencana atau kebutuhan hidupnya meningkat, ia harus bekerja lebih keras secara mutlak. Begitu pula ketika ia sudah tidak mampu bekerja karena usia, kecelakaan, PHK atau sebab lainnya, maka ia tidak punya pintu pemasukan dana lagi. Kondisi ini menyebabkan kesulitan hidup luar biasa, terutama bagi seorang warga negara yang sudah tidak dapat bekerja atau bekerja dengan gaji sangat minim hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
5. Problem Lapangan Pekerjaan
Kelangkaan lapangan pekerjaan bisa terjadi ketika muncul ketidakseimbangan antara jumlah calon buruh yang banyak, sedangkan lapangan usaha relatif sedikit; atau banyaknya lapangan kerja, tapi kualitas tenaga kerja buruh yang ada tidak sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Kelangkaan lapangan pekerja ini memunculkan angka tingkat pengangguran yang tinggi yang dapat berakibat pada aspek sosial yang lebih luas.
Perjuangan kaum buruh untuk memperbaiki kesejahteraan selama ini cukup jelas, yakni menunjukkan betapa upah tenaga kerja sangat tidak kompetitif dan jauh dari mencukupi. Relasi yang selama ini dibangun masih menempatkan posisi subordinatif terhadap majikan (pengusaha). Sehingga yang muncul ketidaksatu paduan buruh dan pengusaha, justru rasa ketidakpercayaan dan kecurigaan antara satu dan yang lain semakin mengkristalisasi perbedaan orientasi masing-masing.
Melihat persoalan ketenagakerjaan yang demikian kompleks di atas, tentu saja juga membutuhkan pemecahan yang komprehensip dan sistemis. Sebab, persoalan tenaga kerja, bukan lagi merupakan persoalan individu, yang bisa diselesaikan dengan pendekatan individual. Akan tetapi, persoalan tenaga kerja di atas merupakan persoalan sosial, yang akhirnya membutuhkan penyelesaian yang mendasar dan menyeluruh.***
Penulis adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Medan Area
Memang hampir di semua negara saat ini, problem ketenagakerjaan atau perburuhan selalu tumbuh dan berkembang, baik di negara maju maupun berkembang, baik yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Hal demikian terlihat dari adanya departemen yang mengurusi ketenagakerjaan pada setiap kabinet yang dibentuk. Hanya saja realitas tiap negara memberikan beragam problem riil, sehingga terkadang memunculkan berbagai problema yang berbeda.
Pada negara berkembang seperti Indonesia, problem ketenagakerjaan terkait dengan sempitnya peluang kerja, tingginya angka pengangguran, rendahnya kemampuan SDM tenaga kerja, tingkat gaji yang rendah, serta jaminan sosial yang lemah. Belum lagi perlakuan pengusaha yang merugikan pekerja, seperti perlakuan buruk, tindak asusila, penghinaan, pelecehan seksual, larangan berjilbab, beribadah dan lain-lain.
Berbagai problem yang menyangkut hak-hak kaum buruh tidak terselesaikan dengan baik. Lebih ironis lagi, pemerintah dengan aparat keamanannya bertindak represif menekan gerakan buruh untuk meraih hak-haknya. Harus diakui bahwa akar permasalahan buruh masih berkutat pada problem yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, yaitu:
1. Problem Upah
Salah satu problem yang langsung menyentuh kaum buruh adalah rendahnya atau tidak sesuainya pendapatan upah/gaji yang diperoleh dengan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta tanggungannya. Faktor ini, yakni kebutuhan hidup semakin meningkat, sementara gaji yang diterima relatif tetap, menjadi salah satu pendorong gerak protes kaum buruh.
Untuk membantu mengatasi problem upah/gaji, pemerintah biasanya membuat "Batas minimal gaji" yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerjanya, yang kemudian dikenal dengan istilah Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Daerah (UMD). Intervensi pemerintah dalam hal ini ditujukan menghilangkan kesan eksploitasi pemilik usaha kepada buruh, karena membayar di bawah standar hidupnya. Nilai UMR dan UMD ini biasanya dihitung bersama berbagai pihak yang merujuk kepada Kebutuhan Fisik Minimum Keluarga (KFM), Kebutuhan Hidup Minimum (KHM), atau kondisi lain di daerah yang bersangkutan.
Penetapan UMR sendiri sebenarnya sangat bermasalah dilihat dari realitas terbentuknya kesepakatan upah antara pengusaha dan buruh. Dalam kondisi normal dan dalam sudut pandang keadilan ekonomi, seharusnya nilai upah sebanding dengan besarnya peran jasa buruh dalam mewujudkan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan.
2. Problem Kesejahteraan Hidup
Ketika para buruh hanya memiliki sumber pendapatan berupa upah/gaji, maka pencapaikan kesejahteraan bergantung pada kemampuan gaji dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataanya, jumlah gaji relatif tetap, sementara itu kebutuhan hidup selalu bertambah (adanya bencana, sakit, sekolah, tambah anak, harga barang naik, listrik, telepon, biaya transportasi, dan lain-lain.) Hal ini menyebabkan kualitas kesejahteraan rakyat (termasuk buruh) semakin rendah. Sejatinya, negara tidak lepas tangan dari usaha pemenuhan kebutuhan dasar warga negara, apalagi yang menyangkut kebutuhan pokok.
Kondisi yang menimpa kaum buruh, memang tidak jauh beda dengan mayoritas rakyat/kaum lainnya selain buruh. Artinya, problem kesejahteraan ini lebih bersifat problem sistemis dari pada hanya sebatas problem ekonomi, apalagi problem buruh cukup diselesaikan antara buruh dan pengusaha semata. Padahal dwi pihak, kaum buruh selalu tak bisa berbuat apa-apa bila berhadapan dengan pengusaha.
Jika hendak menyelesaikan problem kesejahteraan hidup, baik bagi kaum buruh maupun rakyat secara makro, tentunya penyelesaiannya harus mampu mencakup penyelesaian yang bersifat kasuistis dan sekaligus dibarengi oleh usaha penyelesaian bersifat sistemis-integralistis. Bila penyelesaian yang dilakukan hanya bersifat kasuistis dan parsial, maka problem mendasar seputar kesejahteraan hidup kaum buruh dan rakyat secara menyeluruh tidak akan selesai.
3. Problem Pemutusan Hubungan Kerja
Salah satu persoalan besar yang dihadapi para buruh saat ini adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja menjadi momok menakutkan bagi buruh dan menambah kontribusi pengangguran di Indonesia. Dalam kondisi ketika tidak terjadi keseimbangan posisi tawar menawar dan pekerjaan merupakan satu-satunya sumber pendapatan untuk hidup, maka PHK menjadi bencana besar yang bisa-bisa membuat buruh traumatis.
Secara umum PHK terjadi karena beberapa sebab, seperti permintaan sendiri, berakhirnya masa kontrak kerja, kesalahan buruh, masa pensiun, kesehatan/kondisi fisik yang tidak memungkinkan, atau karena meninggal dunia. Problem PHK biasanya terjadi dan kemudian menimbulkan problem lain yang lebih besar di kalangan buruh karena beberapa kondisi dalam hubungan buruh-pengusaha
Sebenarnya, PHK bukanlah problem yang besar kalau kondisi sistem hubungan buruh pengusaha telah seimbang dan adanya jaminan kebutuhan pokok bagi buruh sebagaimana bagi seluruh rakyat oleh sistem pemerintahan yang menjadikan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai asas politik perekonomiannya.
4. Problem Tunjangan Sosial dan Kesehatan
Dalam masyarakat kapitalistis seperti saat ini, tugas negara lebih pada fungsi regulasi, yakni pengatur kebebasan warga negaranya. Karena itu, sistem ini tidak mengenal tugas negara sebagai "pengurus dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya". Rakyat yang ingin memenuhi kebutuhannya harus bekerja secara mutlak, baik untuk memenuhi kebutuhan dasarnya maupun kebutuhan pelengkapnya sehingga prinsip struggle for life benar-benar terjadi. Jika seseorang terkena bencana atau kebutuhan hidupnya meningkat, ia harus bekerja lebih keras secara mutlak. Begitu pula ketika ia sudah tidak mampu bekerja karena usia, kecelakaan, PHK atau sebab lainnya, maka ia tidak punya pintu pemasukan dana lagi. Kondisi ini menyebabkan kesulitan hidup luar biasa, terutama bagi seorang warga negara yang sudah tidak dapat bekerja atau bekerja dengan gaji sangat minim hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
5. Problem Lapangan Pekerjaan
Kelangkaan lapangan pekerjaan bisa terjadi ketika muncul ketidakseimbangan antara jumlah calon buruh yang banyak, sedangkan lapangan usaha relatif sedikit; atau banyaknya lapangan kerja, tapi kualitas tenaga kerja buruh yang ada tidak sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Kelangkaan lapangan pekerja ini memunculkan angka tingkat pengangguran yang tinggi yang dapat berakibat pada aspek sosial yang lebih luas.
Perjuangan kaum buruh untuk memperbaiki kesejahteraan selama ini cukup jelas, yakni menunjukkan betapa upah tenaga kerja sangat tidak kompetitif dan jauh dari mencukupi. Relasi yang selama ini dibangun masih menempatkan posisi subordinatif terhadap majikan (pengusaha). Sehingga yang muncul ketidaksatu paduan buruh dan pengusaha, justru rasa ketidakpercayaan dan kecurigaan antara satu dan yang lain semakin mengkristalisasi perbedaan orientasi masing-masing.
Melihat persoalan ketenagakerjaan yang demikian kompleks di atas, tentu saja juga membutuhkan pemecahan yang komprehensip dan sistemis. Sebab, persoalan tenaga kerja, bukan lagi merupakan persoalan individu, yang bisa diselesaikan dengan pendekatan individual. Akan tetapi, persoalan tenaga kerja di atas merupakan persoalan sosial, yang akhirnya membutuhkan penyelesaian yang mendasar dan menyeluruh.***
Penulis adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Medan Area
Rabu, 02 Mei 2012
Endang Rahayu Sedyaningsih
Endang Rahayu Sedyaningsih
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Artikel ini tentang seorang tokoh yang baru saja meninggal. Beberapa informasi, terutama seputar sebab kematian dan pemakamannya, dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. |
| Endang Rahayu Sedyaningsih | |
|---|---|
| Menteri Kesehatan Indonesia ke-18 | |
| Masa jabatan 22 Oktober 2009 – 26 April 2012 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Didahului oleh | Siti Fadilah |
| Digantikan oleh | Belum ditentukan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 Februari 1955 |
| Meninggal | 2 Mei 2012 (umur 57) |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM |
| Anak | Arinanda Wailan Mamahit Awandha Raspati Mamahit Rayinda Raumanen Mamahit |
| Alma mater | Universitas Indonesia Harvard School of Public Health |
Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health.[3]
[sunting] Karier
Endang memulai karirnya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dia bergabung pada pelayanan kesehatan masyarakat pada tahun 1980 dan bekerja di daerah terpencil sebagai Kepala Puskesmas Waipare di Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun.Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan.[4]
[sunting] Kehidupan pribadi
Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri [5].Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.Pada 26 April 2012, Endang mengundurkan diri dari kabinet terkait dengan kondisi kesehatannya.[1] Pada tanggal 2 Mei 2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru lanjut di usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.[6]
[sunting] Referensi
- ^ a b Menteri Kesehatan Mengundurkan Diri dari Kabinet
- ^ "Pelantikan Pejabat Eselon II Departemen Kesehatan". http://ppjk.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2425&Itemid=2. Diakses pada 21 Oktober 2009.
- ^ "Speaker Biographies and Images. Australasian HIV/AIDS Conference 2010". http://www.hivaidsconference.com.au/default2.asp?active_page_id=170. Diakses pada 22 Oktober 2009.
- ^ ""Indonesia, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH., Minister of Health"". oecd.org. 2 Mei 2012. http://www.oecd.org/document/58/0,3746,en_21571361_44701414_46085050_1_1_1_1,00.html. Diakses pada 2 Mei 2012.
- ^ "Endang Sedyaningsih : Saya Tak Menyangka …". Pos Kota. http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/22/endang-sedyaningsih-saya-tak-menyangka-%E2%80%A6. Diakses pada 22 Oktober 2009.
- ^ "Menkes Endang Sedyaningsih Meninggal Dunia". detik.com. 2 Mei 2012. http://news.detik.com/read/2012/05/02/120038/1906989/10/menkes-endang-sedyaningsih-meninggal-dunia?nd992203605. Diakses pada 2 Mei 2012.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Siti Fadilah | Menteri Kesehatan Indonesia 22 Oktober 2009 – 26 April 2012 | Lowong
Belum ditentukan
|
| Artikel bertopik biografi tokoh Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Selasa, 01 Mei 2012
Mendengarkan Musik Musim Semi di Amerika
Musim semi adalah musim yang indah untuk menandai kehidupan atau kelahiran baru. Musim salju yang dingin dan panjang berakhir, udara menjadi lebih hangat dan terang. Pepohonan mulai berdaun dan bunga-bunga bermekaran. Musim ini melukiskan harapan, kegembiraan dan keindahan.
Namun, tidak semua lagu tentang musim semi bernada riang. Lagu yang dilantunkan KD Lang ini melukiskan mimpi musim semi di tempat-tempat gelap dan dingin. Ia merekam lagu “I Dream of Spring” ini pada tahun 2008.
Tidak seperti musim lainnya, musik rock tidak banyak mendendangkan musim semi. Kebanyakan lagu tentang musim ini diciptakan tahun 1930-1940-an oleh penggubah lagu modern terkenal. Kemudian, lagu-lagu itu menjadi lagu-lagu pop standar yang direkam oleh banyak penyanyi.
Inilah satu contohnya, "It Might as Well Be Spring” yang ditulis Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein untuk film "State Fair" tahun 1945. Frank Sinatra menyanyi tentang dirinya yang terkena demam musim semi. Tentu saja, itu bukanlah sakit sungguh, melainkan sebuah perasaan resah atau gembira yang tergugah oleh suasana musim semi.
Richard Rodgers juga menggubah lagu "Spring Is Here", kali ini dengan Lorenz Hart. Lagu itu dinyanyikan almarhun Ella Fitzgerald, yang melukiskan perasaan kesepian selama musim semi.
Frank Loesser menulis lagu sendu ini, "Spring Will be a Little Late This Year." Mengapa musim ini tertunda? Karena kekasih penyanyi itu meninggalkannya. Sarah Vaughn meluncurkan versinya pada tahun 1953.
Setelah mendengarkan lagu ini, mungkin Anda merasa: "Cukup dengan lagu-lagu sendu itu!” Kalau begitu, bagaimana dengan lagu koboi? Gene Autry adalah salah seorang penyanyi koboi Amerika yang terkenal. Ia merekam, "When It's Springtime in the Rockies" pada tahun 1937.
Di sebagian besar wilayah Amerika, musim semi, hangat dan menyenangkan. Tetapi, itu tidak terjadi di Alaska, di barat laut Amerika. Menurut Johnny Cash, musim semi di sana sangat dingin. Ia menyanyi "When It's Springtime in Alaska (It's Forty Below)."
Sebelum kami tinggalkan Anda, nikmatilah sebuah lagu ceria "Up Jumped Spring" karya Freddie Hubbard, berwarna jazz dan dimainkan oleh trio Billy Taylor.
Namun, tidak semua lagu tentang musim semi bernada riang. Lagu yang dilantunkan KD Lang ini melukiskan mimpi musim semi di tempat-tempat gelap dan dingin. Ia merekam lagu “I Dream of Spring” ini pada tahun 2008.
Tidak seperti musim lainnya, musik rock tidak banyak mendendangkan musim semi. Kebanyakan lagu tentang musim ini diciptakan tahun 1930-1940-an oleh penggubah lagu modern terkenal. Kemudian, lagu-lagu itu menjadi lagu-lagu pop standar yang direkam oleh banyak penyanyi.
Inilah satu contohnya, "It Might as Well Be Spring” yang ditulis Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein untuk film "State Fair" tahun 1945. Frank Sinatra menyanyi tentang dirinya yang terkena demam musim semi. Tentu saja, itu bukanlah sakit sungguh, melainkan sebuah perasaan resah atau gembira yang tergugah oleh suasana musim semi.
Richard Rodgers juga menggubah lagu "Spring Is Here", kali ini dengan Lorenz Hart. Lagu itu dinyanyikan almarhun Ella Fitzgerald, yang melukiskan perasaan kesepian selama musim semi.
Frank Loesser menulis lagu sendu ini, "Spring Will be a Little Late This Year." Mengapa musim ini tertunda? Karena kekasih penyanyi itu meninggalkannya. Sarah Vaughn meluncurkan versinya pada tahun 1953.
Setelah mendengarkan lagu ini, mungkin Anda merasa: "Cukup dengan lagu-lagu sendu itu!” Kalau begitu, bagaimana dengan lagu koboi? Gene Autry adalah salah seorang penyanyi koboi Amerika yang terkenal. Ia merekam, "When It's Springtime in the Rockies" pada tahun 1937.
Di sebagian besar wilayah Amerika, musim semi, hangat dan menyenangkan. Tetapi, itu tidak terjadi di Alaska, di barat laut Amerika. Menurut Johnny Cash, musim semi di sana sangat dingin. Ia menyanyi "When It's Springtime in Alaska (It's Forty Below)."
Sebelum kami tinggalkan Anda, nikmatilah sebuah lagu ceria "Up Jumped Spring" karya Freddie Hubbard, berwarna jazz dan dimainkan oleh trio Billy Taylor.
Dunia Peringati Hari Buruh 2012
Di Asia, ribuan berkumpul di ibukota Thailand, Bangladesh dan Indonesia untuk menandai May Day dengan demonstrasi yang diselenggarakan oleh serikat pekerja. Kantor berita Perancis mengatakan rapat umum di Jakarta adalah yang terbesar di benua Asia.
Di Rusia, presiden yang baru terpilih Vladimir Putin bergabung dengan puluhan ribu dalam pawai di Moskow. Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga menghadiri rapat umum sementara para peserta pawai memegang spanduk besar yang mendukung serikat pekerja dan pabrik mereka.
Ribuan pekerja Yunani diperkirakan akan menggelar protes penghematan anggaran sebagai bagian dari demonstrasi May Day di Athena Selasa.
Di Amerika, pengunjuk rasa Occupy merencanakan demonstrasi di New York untuk memblokade sebuah jembatan besar dan menutup sebagian lembaga keuangan Wall Street.
TAHUN EKARISTI:sebuah artikel
TAHUN EKARISTI:sebuah artikel
Tahun Ekaristi - Bagian I
1. PENGANTAR
Sejalan dengan Arah Dasar Pastoral KAJ, kita merindukan tuntunan dan dorongan Roh Kudus menjadi umat Allah yang BERAKAR dalam iman. Artinya bahwa kita boleh dan bisa mengalami Allah dalam diri kita masing-masing.
Dalam rangka berusaha membiarkan diri kita dibentuk oleh Allah inilah, Keuskupan Agung Jakarta menetapkan Tahun 2012 sebagai Tahun Ekaristi dengan tema "Dipersatukan, Diteguhkan, Diutus". Ketiga kata itu menyiratkan daya Ekaristi bagi umat yang merayakannya, sehingga mereka menghayati persatuan dan kebersamaan; hidup mereka diteguhkan dan diberi makna; keterlibatan mereka dalam hidup seharí-hari merupakan perutusan yang bersumber pada Ekaristi.
Tema Tahun Ekaristi ini dipilih dengan berbagai pertimbangan, antara lain kita ingin menempatkan diri kita dalam arus rohani Gereja sedunia yang pada tanggal 10-17 Juni 2012 yang akan datang mengadakan Kongres Ekaristi ke 50 di Dublín. Adapun tema yang diangkat adalah "Ekaristi: Bersatu dengan Kristus, Bersatu di antara kita".
Selanjutnya dalam Surat Gembala Tahun Ekaristi, Bapak Uskup kita, Mgr.Ignatius Suharyo, mengajak kita untuk secara khusus memperdalam pengetahuan dan penghayatan mengenai Ekaristi selama tahun 2012 ini.
Demikianlah pengantar seri berkelanjutan dalam rangka Tahun Ekaristi lewat Warta Minggu kita. Semoga dengan demikian rasa syukur dan bangga serta cinta akan Ekaristi membangkitkan semangat iman kita.
Bagian 2 - Mengapa Ekaristi?
"Ekaristi adalah kurban Tubuh dan Darah Tuhan Yesus sendiri yang Dia tetapkan untuk mengabadikan kurban salib selama berabad-abad hingga kembalinya dalam kemuliaan. Demikian Dia mempercayakan kepada Gereja kenangan akan wafat kebangkitan-Nya. Ekaristi merupakan tanda kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan Paskah. Dalam Perjamuan ini, Kristus diterima, jiwa dipenuhi Rahmat, dan jaminan hidup abadi diberikan" (Kompendium KGK 271, SC 47).
Ekaristi itu "sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani" (LG 11; Lih SC 10; CD 30 dan AG 9).Ada hubungan erat antara Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya. Lihat saja kenyataan ini. Sakramen baptis membuka jalan untuk sakramen ekaristi, sehingga kita boleh merayakan Ekaristi dan menyambut komuni. Dosa berat menutup jalan untuk menyambut komuni, sebab dalam keadaan dosa berat kita tidak layak menyambut komuni. Bila dalam keadaan seperti ini tetap saja menyambut komuni, maka dosa berat bertambah (sakrilegi). Maka syarat boleh menyambut komuni ialah mengaku dosa lebih dahulu. Sakramen imamat memungkinkan kita merayakan Ekaristi. Tanpa imam yang ditahbiskan mana mungkin ada perayaan Ekaristi?
"Semua pelayanan Gereja serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi dan terarah kepada-nya. Sebab dalam Ekaristi tercakuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paskah kita" (PO 5; Lih KGK 1324).
Seluruh Umat yang hadir merayakan Ekaristi disatukan dengan Kristus. Mereka berkumpul dan bertemu dengan Kristus. Hanya Dialah pengikat, pemersatu umat. Kristuslah yang mengorbankan Diri di kayu salib untuk keselamatan kita. Dalam Ekaristi kurban itu satu dan sama dengan kurban salib. Dalam Ekaristi itu misteri wafat dan kebangkitan-Nya dirayakan dengan cara paling meriah dan resmi. Kristuslah yang mengorbankan dan yang dikurbankan. Imam yang memimpin perayaan Ekaristi bertindak selaku Kristus (in Persona Christi) berkat sakramen Imamat yang diterimanya.
Apakah Ekaristi itu satu-satunya pertemuan umat? Bukan, sebab ada pertemuan umat dalam ibadat Sabda yang dipimpin oleh awam. Namun walaupun demikian kita mengimani bahwa Kristus juga hadir di tengah mereka.
Ingat Sabda-Nya: "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah- tengah mereka" (Mat 18: 20). Ibadat Sabda ini terjadi di stasi, terutama daerah yang jauh dari pusat paroki, yang jarang didatangi Imam untuk merayakan Ekaristi. Mereka yang dapat merayakan Ekaristi sebulan sekali, sudah bersyukur, ada yang dua bulan sekali, bahkan satu tahun sekali seperti di Toraja, terutama daerah pedalaman Kalimantan, Papua denganmedan yang berat dsb. Hal ini disebabkan jumlah tenaga imam sangat terbatas.
Stasi Taman Anggrek bukan stasi yang dimaksud di atas. Umat Taman Anggrek dilayani setiap hari Minggu dengan Ekaristi.
Ekaristi itu "sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani" (LG 11; Lih SC 10; CD 30 dan AG 9).
"Semua pelayanan Gereja serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi dan terarah kepada-nya. Sebab dalam Ekaristi tercakuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paskah kita" (
Seluruh Umat yang hadir merayakan Ekaristi disatukan dengan Kristus. Mereka berkumpul dan bertemu dengan Kristus. Hanya Dialah pengikat, pemersatu umat. Kristuslah yang mengorbankan Diri di kayu salib untuk keselamatan kita. Dalam Ekaristi kurban itu satu dan sama dengan kurban salib. Dalam Ekaristi itu misteri wafat dan kebangkitan-Nya dirayakan dengan cara paling meriah dan resmi. Kristuslah yang mengorbankan dan yang dikurbankan. Imam yang memimpin perayaan Ekaristi bertindak selaku Kristus (in Persona Christi) berkat sakramen Imamat yang diterimanya.
Apakah Ekaristi itu satu-satunya pertemuan umat? Bukan, sebab ada pertemuan umat dalam ibadat Sabda yang dipimpin oleh awam. Namun walaupun demikian kita mengimani bahwa Kristus juga hadir di tengah mereka.
Ingat Sabda-Nya: "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah- tengah mereka" (Mat 18: 20). Ibadat Sabda ini terjadi di stasi, terutama daerah yang jauh dari pusat paroki, yang jarang didatangi Imam untuk merayakan Ekaristi. Mereka yang dapat merayakan Ekaristi sebulan sekali, sudah bersyukur, ada yang dua bulan sekali, bahkan satu tahun sekali seperti di Toraja, terutama daerah pedalaman Kalimantan, Papua dengan
Stasi Taman Anggrek bukan stasi yang dimaksud di atas. Umat Taman Anggrek dilayani setiap hari Minggu dengan Ekaristi.
Bagian 3 - Bagaimana Dinamakan
Sakramen ini memiliki kekayaan yang luar biasa, ya bahkan mempunyai nama lain dengan aspek atau kekhususan khas tersendiri.
Nama yang umum ialah Misa Kudus yang sering disebut "Kurban Ekaristi".Ada kata kurban dan ekaristi (syukur). Misa kudus dianggap sebagai ibadat kurban, sekaligus juga ibadat syukur (Lih Ekaristi, dalam hidup kita, hal 37).
Nama yang lain ialah:
Ekaristi, berarti ucapan syukur kepada Allah yang mengingatkan pujian bangsa Yahudi, terutama waktu makan, memuliakan karya Allah: penciptaan, penebusan dan pengudusan. "Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Katanya, ‘Inilah tubuh-Ku .... darah-Ku ..."(Luk 22: 19-20; bdk 1 Kor 11: 24).
Perjamuan Tuhan, yang berkaitan dengan perjamuan malam yang diadakan Tuhan bersama murid-murid-Nya sebelum sengsara-Nya (1 Kor 11: 24).
Pemecahan roti. Seperti kebiasaan Yahudi pada perjamuan khas Yahudi Tuhan Yesus melakukan hal yang sama, yaitu memberkati dan membagi-bagikannya (bdk Mat.14: 9;15: 36; Mrk 8: 6.19). Hal yang sama juga Dia lakukan pada waktu perjamuan malam terakhir. Dari kebiasaan seperti ini dua murid Emaus bisa mengenali dan kemudian percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit. (Luk 23: 13-35). Dengan istilah "memecahkan roti" orang Kristen pertama menggambarkan perkumpulan Ekaristi mereka (Kis 2: 42- 46; 20: 7.11). Dengan ini mereka hendak mengatakan bahwa semua orang yang makan satu roti yang dipecahkan - dari Kristus - masuk ke dalam persekutuan-Nya dan membentuk di dalamnya satu tubuh (bdk 1 Kor 10: 16.17; KGK 1328 dst).
Nama yang umum ialah Misa Kudus yang sering disebut "Kurban Ekaristi".
Nama yang lain ialah:
Ekaristi, berarti ucapan syukur kepada Allah yang mengingatkan pujian bangsa Yahudi, terutama waktu makan, memuliakan karya Allah: penciptaan, penebusan dan pengudusan. "
Perjamuan Tuhan, yang berkaitan dengan perjamuan malam yang diadakan Tuhan bersama murid-murid-Nya sebelum sengsara-Nya (1 Kor 11: 24).
Pemecahan roti. Seperti kebiasaan Yahudi pada perjamuan khas Yahudi Tuhan Yesus melakukan hal yang sama, yaitu memberkati dan membagi-bagikannya (bdk Mat.14: 9;15: 36; Mrk 8: 6.19). Hal yang sama juga Dia lakukan pada waktu perjamuan malam terakhir. Dari kebiasaan seperti ini dua murid Emaus bisa mengenali dan kemudian percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit. (Luk 23: 13-35). Dengan istilah "memecahkan roti" orang Kristen pertama menggambarkan perkumpulan Ekaristi mereka (Kis 2: 42- 46; 20: 7.11). Dengan ini mereka hendak mengatakan bahwa semua orang yang makan satu roti yang dipecahkan - dari Kristus - masuk ke dalam persekutuan-Nya dan membentuk di dalamnya satu tubuh (bdk 1 Kor 10: 16.17; KGK 1328 dst).
Bagian 4 - Awal Mula Ekaristi
Pendasaran Biblis
a.Perjanjian Lama
Kita kenal ada korban hasil bumi dan korban binatang, misalnya korban Kain dan Habil (Kej 4: 3-7), Kurban Nuh setelah bahtera air reda (Kej 8: 19-22). Kurban Abraham dsb. Korban yang ada selama itu sudah menunjukkan pratanda Ekaristi.
• Ingat akan korban Abraham (Kej 22)
- Ishak menanyakan mana domba korbannya? Jawab Abraham: " Allah sendiri AKAN menyediakan anak domba korban bakaran bagi-Nya, anakku" (Kej 22: 8)
- Jawaban ini penuh makna. Abraham menyadari bahwa korban ini bukan korban terakhir, sebab di kemudian hari Allah akan menyediakan domba untuk menebus dosa, sekali untuk selamanya, yaitu Anak Domba, Putera Allah sendiri, Yesus Kristus.
• Anak domba menjadi korban penting bagiIsrael pada saat exodus dari perbudakan Mesir. Ingat akan anak domba Paskah sebagai pratanda Anak Domba yang terakhir, yaitu Yesus (Kel 12 dst).
• Darah Anak Domba Paskah merupakan pratanda Anak Domba Allah yang sesungguhnya yang masih akan datang, yaitu Yesus (KGK 1340)
• Nubuat Yesaya:
Akan ada exodus baru yang lebih besar dari pada exodus pertama. Dilukiskan Anak domba Paskah baru: "korban penebus dosa" dan bahwa "Kejahatan mereka dia pikul" (Yes 52: 13-53: 12).
b.Perjanjian Baru:
• Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus: "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yoh 1: 29).
- Yesus itu Anak Domba Paskah yang baru. Dia itu Anak Domba Paskah yang dinanti-nantikan.
- Yesus sekaligus menjadi Hamba yang menderita lambang penebusanIsrael pada Paskah pertama (KGK 608)
• Yohanes Rasul
- Yesus adalah Anak Domba Paskah sejati yang dikorbankan untuk semua orang.
- Yesus tidak dipatahkan tulang-Nya. Untuk memastikan kematian-Nya, maka prajurit menikam-Nya. Lalu mengalirlah dari padanya darah dan air. Ini berarti bahwa Nubuat Perjanjian Lama terpenuhi (Yoh 19: 36).
Bagian 5 - Menjadi Ekaristi
a.Perjanjian Lama
Kita kenal ada korban hasil bumi dan korban binatang, misalnya korban Kain dan Habil (Kej 4: 3-7), Kurban Nuh setelah bahtera air reda (Kej 8: 19-22). Kurban Abraham dsb. Korban yang ada selama itu sudah menunjukkan pratanda Ekaristi.
• Ingat akan korban Abraham (Kej 22)
- Ishak menanyakan mana domba korbannya? Jawab Abraham: " Allah sendiri AKAN menyediakan anak domba korban bakaran bagi-Nya, anakku" (Kej 22: 8)
- Jawaban ini penuh makna. Abraham menyadari bahwa korban ini bukan korban terakhir, sebab di kemudian hari Allah akan menyediakan domba untuk menebus dosa, sekali untuk selamanya, yaitu Anak Domba, Putera Allah sendiri, Yesus Kristus.
• Anak domba menjadi korban penting bagi
• Darah Anak Domba Paskah merupakan pratanda Anak Domba Allah yang sesungguhnya yang masih akan datang, yaitu Yesus (KGK 1340)
• Nubuat Yesaya:
Akan ada exodus baru yang lebih besar dari pada exodus pertama. Dilukiskan Anak domba Paskah baru: "korban penebus dosa" dan bahwa "Kejahatan mereka dia pikul" (Yes 52: 13-53: 12).
b.Perjanjian Baru:
• Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus: "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yoh 1: 29).
- Yesus itu Anak Domba Paskah yang baru. Dia itu Anak Domba Paskah yang dinanti-nantikan.
- Yesus sekaligus menjadi Hamba yang menderita lambang penebusan
• Yohanes Rasul
- Yesus adalah Anak Domba Paskah sejati yang dikorbankan untuk semua orang.
- Yesus tidak dipatahkan tulang-Nya. Untuk memastikan kematian-Nya, maka prajurit menikam-Nya. Lalu mengalirlah dari padanya darah dan air. Ini berarti bahwa Nubuat Perjanjian Lama terpenuhi (Yoh 19: 36).
Bagian 5 - Menjadi Ekaristi
Kapan mulai menjadi Ekaristi?
a. Dalam Perayaan Paskah Yahudi, Perjanjian Lama, setiap tahun orang Yahudi merayakan Paskah. Mereka dengan roti tak beragi untuk mengenang keberangkatan yang tergesa-gesa dan pembebasan mereka dari Mesir.
b.Perayaan diatur menurut Keluaran 12. Apa yang mereka lakukan?
- setiap tahun orang Yahudi wajib berziarah ke Yerusalem seperti yang dilakukan orang tua Yesus untuk merayakan Paskah Yahudi (Luk 2: 41)
- Setiap keluarga harus mempersembahkan kurban di bait Allah seekor anak domba atau kambing
- Ada roti tak beragi yang dimasak secara terburu-buru, sebab tak ada waktu untuk menunggu ragi itu muai (Kel 12: 17-20)
- Pemimpin upacara mengucapkan doa berkat
c. Perjamuan malam terakhir
• Sebagai orang Yahudi Yesus juga merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya
• Apa yang khas dalam perjamuan Malam terakhir?
- membasuh kaki para murid (Yoh 13) mengungkapkan rasa sedihnya, karena ada yang mengkhianati-Nya
- Ia mengadakan Ekaristi (Mat 26: 26-29; Mrk 14: 22-25; Luk 22: 11-25 dan 1 Kor11;23-25)
• Apa arti Sabda atas roti dan anggur? Pada PERJAMUAN MALAM TERAKHIR?
- Sabda Yesus atas roti:
- Sabda Inilah Tubuh-Ku, sedang atas anggur Inilah Darah-Ku. Selain itu "Tubuh-Ku" dalam arti bahasaAram (bahasa ibu bagi Yesus) berarti AKU, diriku sendiri(bdk ungkapan Jawa awakku).
- maka dengan memberikan roti Ia memberikan DIRI-NYA SENDIRI kepada para Rasul
•Ada pesan "perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku"
(1 Kor 11: 24; bdk Luk 22: 19 dan Doa Syukur Agung).
- Maksudnya untuk mengulangi perbuatan dan perkataan-Nya "sampai ia datang kembali" (1 Kor 11;26)
- Bukan hanya mengenangkan apa yang telah dilakukan Yesus, tetapi juga untuk merayakan secara liturgis kenangan akan Kristus, hidup, kematian, kebangkitan-Nya, dan akan pembelaan-Nya bagi kita di depan Bapa.
• Pesan ini ditaati dan dilaksanakan:
Jemaat Kristen pertama sesudah ibadat Sabat Yahudi, mereka berkumpul untuk memecahkan roti
(Kis 2: 42. 46)
• Jika pemecahan roti pada perjamuan Paskah Yahudi hanya dirayakan sekali setahun, umat Kristiani merayakannya setiap Hari Minggu, hari Kebangkitan Tuhan. Hari Minggu menjadi Hari Tuhan (dies Domini), bukan Sabtu seperti kebiasaan Yahudi (Ekairsti, dalam hidup kita, hal 37)
- Perayaan Ekaristi berlanjut terus hingga dewasa ini dengan kerangka dasar yang sama. Ekaristi tetap merupakan inti kehidupan Gereja.
- Unsur-unsur yang sama
(1)Yesus mengambil roti,
(2) mengucapkan doa syukur, (3) memecah-mecahkan roti dan (4) waktu Ia memberikan roti itu ia bersabda Inilah Tubuh-Ku (5) Lalu Yesus mengambil piala, mengucapkan doa syukur, (6) lalu piala diberikan pada para Rasul dan bersabda: Piala ini adalah Perjanjian baru dalam Darah-Ku. (7) Lalu ada perintah mengenangkan Dia. (8) Masih berbicara mengenai Kerajaan Allah.
- Akhirnya ekaristi makin berkembang menjadi ekaristi kita sekarang ini.
a. Dalam Perayaan Paskah Yahudi, Perjanjian Lama, setiap tahun orang Yahudi merayakan Paskah. Mereka dengan roti tak beragi untuk mengenang keberangkatan yang tergesa-gesa dan pembebasan mereka dari Mesir.
b.Perayaan diatur menurut Keluaran 12. Apa yang mereka lakukan?
- setiap tahun orang Yahudi wajib berziarah ke Yerusalem seperti yang dilakukan orang tua Yesus untuk merayakan Paskah Yahudi (Luk 2: 41)
- Setiap keluarga harus mempersembahkan kurban di bait Allah seekor anak domba atau kambing
- Ada roti tak beragi yang dimasak secara terburu-buru, sebab tak ada waktu untuk menunggu ragi itu muai (Kel 12: 17-20)
- Pemimpin upacara mengucapkan doa berkat
c. Perjamuan malam terakhir
• Sebagai orang Yahudi Yesus juga merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya
• Apa yang khas dalam perjamuan Malam terakhir?
- membasuh kaki para murid (Yoh 13) mengungkapkan rasa sedihnya, karena ada yang mengkhianati-
-
• Apa arti Sabda atas roti dan anggur? Pada PERJAMUAN MALAM TERAKHIR?
- Sabda Yesus atas roti:
- Sabda Inilah Tubuh-Ku, sedang atas anggur Inilah Darah-Ku. Selain itu "Tubuh-Ku" dalam arti bahasa
- maka dengan memberikan roti Ia memberikan DIRI-NYA SENDIRI kepada para Rasul
•
(1 Kor 11: 24; bdk Luk 22: 19 dan Doa Syukur Agung).
- Maksudnya untuk mengulangi perbuatan dan perkataan-Nya "sampai ia datang kembali" (1 Kor 11;26)
- Bukan hanya mengenangkan apa yang telah dilakukan Yesus, tetapi juga untuk merayakan secara liturgis kenangan akan Kristus, hidup, kematian, kebangkitan-Nya, dan akan pembelaan-Nya bagi kita di depan Bapa.
• Pesan ini ditaati dan dilaksanakan:
Jemaat Kristen pertama sesudah ibadat Sabat Yahudi, mereka berkumpul untuk memecahkan roti
(Kis 2: 42. 46)
• Jika pemecahan roti pada perjamuan Paskah Yahudi hanya dirayakan sekali setahun, umat Kristiani merayakannya setiap Hari Minggu, hari Kebangkitan Tuhan. Hari Minggu menjadi Hari Tuhan (dies Domini), bukan Sabtu seperti kebiasaan Yahudi (Ekairsti, dalam hidup kita, hal 37)
- Perayaan Ekaristi berlanjut terus hingga dewasa ini dengan kerangka dasar yang sama. Ekaristi tetap merupakan inti kehidupan Gereja.
- Unsur-unsur yang sama
(1)Yesus mengambil roti,
(2) mengucapkan doa syukur, (3) memecah-mecahkan roti dan (4) waktu Ia memberikan roti itu ia bersabda Inilah Tubuh-Ku (5) Lalu Yesus mengambil piala, mengucapkan doa syukur, (6) lalu piala diberikan pada para Rasul dan bersabda: Piala ini adalah Perjanjian baru dalam Darah-Ku. (7) Lalu ada perintah mengenangkan Dia. (8) Masih berbicara mengenai Kerajaan Allah.
- Akhirnya ekaristi makin berkembang menjadi ekaristi kita sekarang ini.
Bagian 6 - Ajaran Gereja Mengenai Ekaristi
a. Konsili Trente (1545-1563)
• (1) Kristus hadir dalam Ekaristi, khususnya dalam rupa roti dan anggur,
(2) Tubuh dan Darah Kristus benar-benar hadir, yang ada bukan lagi roti dan anggur, tetapi. yang tinggal hanya rupa roti dan anggur (Transsubstansiasi)
• Dalam misa dipersembahkan kepada Allah kurban sungguh-sungguh dalam arti sebenarnya. Dalam Misa bukan sekedar mengenang kurban salib, tetapi Yesus yang sunggguh mengurbankan Diri dan dikurbankan Sebagai wakil-Nya, Uskup atau Imam yang bertindak "atas nama Kristus" (in persona Christi) memimpin umat, mengangkat bicara sesudah bacaan (KGK 1348)
b. Vatikan II
• Ajaran Trente lebih sebagai reaksi atas ajaran Reformasi (Protestan).Ada keterbatasan rumusannya. Lalu vatikan II melengkapinya.
• Ajaran tentang kurban diulang lagi (LG 28; SC2). Kurban Ekaristi itu satu dan sama dengan kurban salib
• Melaui Ekaristi, Gereja membuat Kristus, sumber keselamatan menjadi hadir, melalui Sabda dan perayaan sakramen Sabda mempersatukan orang dengan Kristus dan membuat kurban Kristus menjadi nyata kembali, dialami dan disyukuri
• Kristus hadir
(1) Dalam kurban misa, baik dalam pribadi pelayan maupun terutama dalam rupa ekaristi (roti dan anggur)
(2) Kristus hadir dalam Gereja, dalam perayaan Gereja, dalam peserta semua perayaan
(3) Dalam rupa roti dan anggur
• Kehadiran Kristus berarti kehadiran misteri Paskah, yaitu misteri Kristus yang selalu hadir dan berkarya di tengah kita, terutama dalam perayaan ekaristi (SC 35)
(Romo Poespo O.Carm)
• (1) Kristus hadir dalam Ekaristi, khususnya dalam rupa roti dan anggur,
(2) Tubuh dan Darah Kristus benar-benar hadir, yang ada bukan lagi roti dan anggur, tetapi. yang tinggal hanya rupa roti dan anggur (Transsubstansiasi)
• Dalam misa dipersembahkan kepada Allah kurban sungguh-sungguh dalam arti sebenarnya. Dalam Misa bukan sekedar mengenang kurban salib, tetapi Yesus yang sunggguh mengurbankan Diri dan dikurbankan Sebagai wakil-Nya, Uskup atau Imam yang bertindak "atas nama Kristus" (in persona Christi) memimpin umat, mengangkat bicara sesudah bacaan (KGK 1348)
b. Vatikan II
• Ajaran Trente lebih sebagai reaksi atas ajaran Reformasi (Protestan).
• Ajaran tentang kurban diulang lagi (LG 28; SC2). Kurban Ekaristi itu satu dan sama dengan kurban salib
• Melaui Ekaristi, Gereja membuat Kristus, sumber keselamatan menjadi hadir, melalui Sabda dan perayaan sakramen Sabda mempersatukan orang dengan Kristus dan membuat kurban Kristus menjadi nyata kembali, dialami dan disyukuri
• Kristus hadir
(1) Dalam kurban misa, baik dalam pribadi pelayan maupun terutama dalam rupa ekaristi (roti dan anggur)
(2) Kristus hadir dalam Gereja, dalam perayaan Gereja, dalam peserta semua perayaan
(3) Dalam rupa roti dan anggur
• Kehadiran Kristus berarti kehadiran misteri Paskah, yaitu misteri Kristus yang selalu hadir dan berkarya di tengah kita, terutama dalam perayaan ekaristi (SC 35)
(Romo Poespo O.Carm)
Bagian 7 - Ritus Pembuka
PEMBUKAAN
Ritus meliputi bagian-ba-gian yang mendahului Liturgi Sabda. Semua ritus pembuka memiliki ciri khas sebagai pembukan, pengantar dan persiapan
• Tanda Salib:
Sebagai awal perayaan Ekaristi bermaksud mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah Tritunggal yang memanggil kita, mengundang kita dan menghimpun kita menjadi satu persekutuan (Mgr Suharyo, Ekaristi, hal 15-16)
• Mengapa kita datang?
- Untuk menanggapi undangan-Nya
- Dialah Tuan rumah dalam perayaan kurban dan perjamuan serta kenangan akan Paskah Yesus
- Ekaristi adalah dasar - titik tolak mengembangkan semangat persaudaraan
• Tujuan:
- mempersatukan umat yang berhimpun
- menyiapkan mereka mendengarkan Sabda Allah dan merayakan Ekaristi
- menyadari bahwa Allah Tritunggal yang memanggil kita menjadi satu persekutuan, satu keluarga
• Kita menyadari sebagai orang berdosa, kita kembali pada Allah. Lalu kita mengakui kedosaan kita dan mohon belas kasihan.
•Ada kemuliaan, kecuali di masa Adven, Prapaskah dan hari biasa yang bukan pesta.
• Doa pembukaan,
Maksudnya untuk mengajak kita agar terlibat "penuh" dalam Ekaristi. Penuh mengandaikan segala persoalan hidup kita.
Bagian 8 - Liturgi Sabda
Ritus meliputi bagian-ba-gian yang mendahului Liturgi Sabda. Semua ritus pembuka memiliki ciri khas sebagai pembukan, pengantar dan persiapan
• Tanda Salib:
Sebagai awal perayaan Ekaristi bermaksud mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah Tritunggal yang memanggil kita, mengundang kita dan menghimpun kita menjadi satu persekutuan (Mgr Suharyo, Ekaristi, hal 15-16)
• Mengapa kita datang?
- Untuk menanggapi undangan-Nya
- Dialah Tuan rumah dalam perayaan kurban dan perjamuan serta kenangan akan Paskah Yesus
- Ekaristi adalah dasar - titik tolak mengembangkan semangat persaudaraan
• Tujuan:
- mempersatukan umat yang berhimpun
- menyiapkan mereka mendengarkan Sabda Allah dan merayakan Ekaristi
- menyadari bahwa Allah Tritunggal yang memanggil kita menjadi satu persekutuan, satu keluarga
• Kita menyadari sebagai orang berdosa, kita kembali pada Allah. Lalu kita mengakui kedosaan kita dan mohon belas kasihan.
•
• Doa pembukaan,
Maksudnya untuk mengajak kita agar terlibat "penuh" dalam Ekaristi. Penuh mengandaikan segala persoalan hidup kita.
Bagian 8 - Liturgi Sabda
• Umat yang berhimpun mendapat makanan dari meja Sabda, karena manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman (DV 21). Ada kesatuan erat tak terpisahkan antara Liturgi (Ibadat) Sabda dan Liturgi (Ibadat) Ekaristi (SC 56).
• Dari sisi iman, perayaan sabda dihayati sebagai kehadiran Yesus di dalam Sabda. Dengan begitu kehadiran Yesus bukan hanya pada bagian Ekaristi tetapi juga pada bagian ibadat Sabda (lih. Ekaristi, dalam hidup kita, hal 35).
• Dalam Liturgi Sabda, kisah karya penyelamatan Allah dalam sejarah umat manusia diwartakan melalui bacaan-bacaan yang diambil dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan khususnya Injil Yesus Kristus, yang merupakan puncaknya (Mgr I. Suharyo, Ekaristi, hal 35)
• Ada 3 bacaan pada hari-hari Minggu dan hari-hari Raya
- Bacaan 1 dari Perjanjian Lama
- Ada Mazmur tanggapan yang menopang permenungan atas Sabda Allah
- Bacaan 2 dari Kisah atau surat-surat Rasul. Diikuti dengan Bait pengantar Injil
- Injil dari salah satu dari keempat Injil
Semua ini disusun sesuai tahun Liturgi A, B, dan C.
• Sadarilah kekuatan dan kekayaan Sabda yang memberi hidup. Sabda tak hanya informatif, tetapi juga transformatif (mengubah, membaharui)
•Ada homili
- sebagai ajakan, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar Sabda Allah, dan melaksanakannya (KGK 1349).
- Tanggapilah Sabda tersebut. Buahnya ialah bahwa kita bisa berjumpa dan mengalami kehadiran serta karya Kristus yang bangkit dalam perayaan sakramen-sakramen, khususnya ekaristi
- Diharapkan kita aktif merenungkan, meresapkan dan memetik buah homili yang mengubah gaya hidup
• Maksud ini bisa terhambat dengan budaya instan. Menginginkan kotbah yang menarik dan benar-benar konkret tinggal pakai. Malas meresapkannya
• Kita menanggapi, menerima dan meng-AMIN-i sabda yang diwartakan dengan ucapkan doa AKU PERCAYA sebagai pengakuan Sabda yang diwartakan
•Ada doa umat untuk kepentingan Gereja, dunia, orang miskin dan menderita dsb
• Dari sisi iman, perayaan sabda dihayati sebagai kehadiran Yesus di dalam Sabda. Dengan begitu kehadiran Yesus bukan hanya pada bagian Ekaristi tetapi juga pada bagian ibadat Sabda (lih. Ekaristi, dalam hidup kita, hal 35).
• Dalam Liturgi Sabda, kisah karya penyelamatan Allah dalam sejarah umat manusia diwartakan melalui bacaan-bacaan yang diambil dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan khususnya Injil Yesus Kristus, yang merupakan puncaknya (Mgr I. Suharyo, Ekaristi, hal 35)
• Ada 3 bacaan pada hari-hari Minggu dan hari-hari Raya
- Bacaan 1 dari Perjanjian Lama
- Ada Mazmur tanggapan yang menopang permenungan atas Sabda Allah
- Bacaan 2 dari Kisah atau surat-surat Rasul. Diikuti dengan Bait pengantar Injil
- Injil dari salah satu dari keempat Injil
Semua ini disusun sesuai tahun Liturgi A, B, dan C.
• Sadarilah kekuatan dan kekayaan Sabda yang memberi hidup. Sabda tak hanya informatif, tetapi juga transformatif (mengubah, membaharui)
•
- sebagai ajakan, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar Sabda Allah, dan melaksanakannya (KGK 1349).
- Tanggapilah Sabda tersebut. Buahnya ialah bahwa kita bisa berjumpa dan mengalami kehadiran serta karya Kristus yang bangkit dalam perayaan sakramen-sakramen, khususnya ekaristi
- Diharapkan kita aktif merenungkan, meresapkan dan memetik buah homili yang mengubah gaya hidup
• Maksud ini bisa terhambat dengan budaya instan. Menginginkan kotbah yang menarik dan benar-benar konkret tinggal pakai. Malas meresapkannya
• Kita menanggapi, menerima dan meng-AMIN-i sabda yang diwartakan dengan ucapkan doa AKU PERCAYA sebagai pengakuan Sabda yang diwartakan
•
Bagian 9 - Liturgi Ekaristi
(1) Persembahan
• Liturgi Ekaristi ini juga bisa disebut Kurban Syukur
• Umat dikenyangkan Sabda kehidupan. Lalu pindah dari meja mimbar ke meja Altar. Berarti kita memasuki bagian Liturgi Ekaristi.
• Latar belakang Perjanjian Lama
- Dalam ibadat Yahudi ada berbagai macam persembahan: kurban bakaran, hasil bumi, roti dan sebagainya
- Persembahan setiap jenis pemberian, baik binatang, maupun hasil bumi yang dipersembahkan kepada Allah di atas mezbah
- Yesus tidak menolak persembahan, tetapi Ia sendiri malah menjadi persembahan Paskah. Yesus menggenapikan persemabahan Perjanjian lama. Persembahan Diri-Nya sempurna, karena Ia mengurbankan Diri-Nya sekali untuk selamanya demi kehidupan kita (Im 4: 26; Ibr 7: 27). Buahnya luar biasa. Allah menerima manusia dan disatukan kembali dengan Allah.
• Persiapan persembahan
- kadang ada prosesi penerimaan persembahan roti dan anggur
- kadang ada hasil bumi yang juga turut dipersembahkan
- juga hasil kolekte ikut dipersembahkan. Apa maksudnya?
• Mengapa ada percampuran sedikit air pada anggur?
Sebagai gambaran atau lambang bahwa manusia ambil bagian dalam ke-Allah-an Kristus seperti Kristus berkenan menjadi manusia.
• persembahan
- roti dan anggur dipersembahkan agar nanti berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, berkat Roh Kudus
- "Terpujilah ..." atas roti dan anggur. Keduanya adalah tanda bahwa Allah tanpa henti menganugerahkan kehidupan yang merupakan buah karya penye-lamatan Allah
- Dalam persembahan ini kita juga diajak ikut mempersembahkan diri kita masing-masing (suka duka hidup)
- Persembahan diri diungkapkan dalam kolekte atau persembahan lain.
Persembahan ditutup dengan doa persembahan
Bagian 10 dan 11 - Liturgi Ekaristi
• Liturgi Ekaristi ini juga bisa disebut Kurban Syukur
• Umat dikenyangkan Sabda kehidupan. Lalu pindah dari meja mimbar ke meja Altar. Berarti kita memasuki bagian Liturgi Ekaristi.
• Latar belakang Perjanjian Lama
- Dalam ibadat Yahudi ada berbagai macam persembahan: kurban bakaran, hasil bumi, roti dan sebagainya
- Persembahan setiap jenis pemberian, baik binatang, maupun hasil bumi yang dipersembahkan kepada Allah di atas mezbah
- Yesus tidak menolak persembahan, tetapi Ia sendiri malah menjadi persembahan Paskah. Yesus menggenapikan persemabahan Perjanjian lama. Persembahan Diri-Nya sempurna, karena Ia mengurbankan Diri-Nya sekali untuk selamanya demi kehidupan kita (Im 4: 26; Ibr 7: 27). Buahnya luar biasa. Allah menerima manusia dan disatukan kembali dengan Allah.
• Persiapan persembahan
- kadang ada prosesi penerimaan persembahan roti dan anggur
- kadang ada hasil bumi yang juga turut dipersembahkan
- juga hasil kolekte ikut dipersembahkan. Apa maksudnya?
• Mengapa ada percampuran sedikit air pada anggur?
Sebagai gambaran atau lambang bahwa manusia ambil bagian dalam ke-Allah-an Kristus seperti Kristus berkenan menjadi manusia.
• persembahan
- roti dan anggur dipersembahkan agar nanti berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, berkat Roh Kudus
- "Terpujilah ..." atas roti dan anggur. Keduanya adalah tanda bahwa Allah tanpa henti menganugerahkan kehidupan yang merupakan buah karya penye-lamatan Allah
- Dalam persembahan ini kita juga diajak ikut mempersembahkan diri kita masing-masing (suka duka hidup)
- Persembahan diri diungkapkan dalam kolekte atau persembahan lain.
Persembahan ditutup dengan doa persembahan
Bagian 10 dan 11 - Liturgi Ekaristi
10 - LITURGI EKARISTI
(2) Doa Syukur Agung
• Pengantar
- Didahului dengan dialog pembuka, prefasi
- Di dalam prefasi Gereja berterima kasih kepada Bapa melalui Kristus, dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya, penciptaan, penebusan dan pengudusan
- Menyusul doa nyanyian kudus sebagai pengantar masuk ke Doa Syukur Agung
• Inti Doa Syukur Agung
- mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nyasebelum Ia wafat di salib
- Yang kita kenangkan ialah sengsara dan kematian-Nya
- Di balik kenangan yang gelap ini kita diajar untuk menghadapi dengan tabah kenangan yang menyakitkan, sebab sesudah Kalvari ada Paskah, Kemenangan Kebangkitan.
• Semoga Roh Kudus Dua kali Roh Kudus dimohonkan kedatangan-Nya
- Daya Roh Kudus dimohon turun atas roti dan anggur untuk menjadi Tubuh dan Darah Kristus
- Agar Roh Kudus mengubah komunitas yang dikenyangkan oleh Tubuh dan Darah Kristus dan satu Roh dalam Kristus. Gereja bisa menjadi komunitas Tubuh Kristus hanya dengan kekuatan Roh Kudus yang mencurahkan berbagai anugerah kepada anggota-anggota Tubuh untuk kebaikan seluruh Tubuh (bdk 1 Kor 12 dan Kis 2).
11. LITURGI EKARISTI
(3) Kata-kata konsekrasi sebagai puncak
• Kata-kata dan tindakan Kristus diulang dalam kata-kata konsekrasi seperti dalam perjamuan malam terakhir (Mat 26: 26-28; Mrk 14: 22- 25; Luk 22: 15-20; 1 Kor 11: 23-25).
• Sejak kata-kata konsekrasi yang ada di altar, bukan lagi roti dan anggur, tetapi Tubuh dan Darah Kristus (Lih Doa Syukur Agung).Ada perubahan mendasar-menyeluruh (transsubtansiasi) roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
• Bagaimana Kristus hadir dalam Sakramen Ekaristi?
- Yesus Kristus hadir dalam Ekaristi dengan cara yang unik dan tak dapat dibandingkan.
- Dia hadir secara sungguh, nyata dan substansial, yakni Dia hadir dengan Tubuh dan Darah-Nya, dengan Jiwa dan Kodrat ilahi-Nya.
- Oleh karena itu, dalam Ekaristi Yesus hadir secara sakramental, yaitu dalam rupa roti dan anggur ekaristi, Kristus seutuhnya, Allah dan Manusia (Kompendium KGK 282).
Sampai kapan kehadiran ekaristis Kristus berlangsung?
Kehadiran Ekaristis Kristus terus berlanjut selama rupa ekaristis tetap ada
• Orang yang hidup dan mati diingat
• Bapa Kami Menunjukkan siapa Yesus dalam hubungan-Nya dengan Bapa (Lih. Luk 2 dan Luk 23: 46). Allah adalah Bapa kita. Dalam doa ini kita mohon rezeki sehari-hari, terutama roti Ekaristi.
• Salam Damai
- ungkapan simbolis kepercayaan kita akan kasih Bapa yang mengikat kita satu sama lain
- Damai adalah anugerah Kristus yang bangkit
- Syukur akan kasih Kristus
• Pemecahan roti
Imam memecah-mecahkan roti. Yang menandakan umat beriman yang banyak itu menjadi satu (1 Kor10: 17) karena menyambut komuni dari roti yang satu, yakni Kristus sendiri
(2) Doa Syukur Agung
• Pengantar
- Didahului dengan dialog pembuka, prefasi
- Di dalam prefasi Gereja berterima kasih kepada Bapa melalui Kristus, dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya, penciptaan, penebusan dan pengudusan
- Menyusul doa nyanyian kudus sebagai pengantar masuk ke Doa Syukur Agung
• Inti Doa Syukur Agung
- mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nyasebelum Ia wafat di salib
- Yang kita kenangkan ialah sengsara dan kematian-Nya
- Di balik kenangan yang gelap ini kita diajar untuk menghadapi dengan tabah kenangan yang menyakitkan, sebab sesudah Kalvari ada Paskah, Kemenangan Kebangkitan.
• Semoga Roh Kudus Dua kali Roh Kudus dimohonkan kedatangan-Nya
- Daya Roh Kudus dimohon turun atas roti dan anggur untuk menjadi Tubuh dan Darah Kristus
- Agar Roh Kudus mengubah komunitas yang dikenyangkan oleh Tubuh dan Darah Kristus dan satu Roh dalam Kristus. Gereja bisa menjadi komunitas Tubuh Kristus hanya dengan kekuatan Roh Kudus yang mencurahkan berbagai anugerah kepada anggota-anggota Tubuh untuk kebaikan seluruh Tubuh (bdk 1 Kor 12 dan Kis 2).
11. LITURGI EKARISTI
(3) Kata-kata konsekrasi sebagai puncak
• Kata-kata dan tindakan Kristus diulang dalam kata-kata konsekrasi seperti dalam perjamuan malam terakhir (Mat 26: 26-28; Mrk 14: 22- 25; Luk 22: 15-20; 1 Kor 11: 23-25).
• Sejak kata-kata konsekrasi yang ada di altar, bukan lagi roti dan anggur, tetapi Tubuh dan Darah Kristus (Lih Doa Syukur Agung).
• Bagaimana Kristus hadir dalam Sakramen Ekaristi?
- Yesus Kristus hadir dalam Ekaristi dengan cara yang unik dan tak dapat dibandingkan.
- Dia hadir secara sungguh, nyata dan substansial, yakni Dia hadir dengan Tubuh dan Darah-Nya, dengan Jiwa dan Kodrat ilahi-Nya.
- Oleh karena itu, dalam Ekaristi Yesus hadir secara sakramental, yaitu dalam rupa roti dan anggur ekaristi, Kristus seutuhnya, Allah dan Manusia (Kompendium KGK 282).
Sampai kapan kehadiran ekaristis Kristus berlangsung?
Kehadiran Ekaristis Kristus terus berlanjut selama rupa ekaristis tetap ada
• Orang yang hidup dan mati diingat
• Bapa Kami Menunjukkan siapa Yesus dalam hubungan-Nya dengan Bapa (Lih. Luk 2 dan Luk 23: 46). Allah adalah Bapa kita. Dalam doa ini kita mohon rezeki sehari-hari, terutama roti Ekaristi.
• Salam Damai
- ungkapan simbolis kepercayaan kita akan kasih Bapa yang mengikat kita satu sama lain
- Damai adalah anugerah Kristus yang bangkit
- Syukur akan kasih Kristus
• Pemecahan roti
Imam memecah-mecahkan roti. Yang menandakan umat beriman yang banyak itu menjadi satu (1 Kor10: 17) karena menyambut komuni dari roti yang satu, yakni Kristus sendiri
Bagian 12 - Liturgi Ekaristi
(4) Komunio
Dimulai dengan ajakan doa Bapa Kami. Lalu diikuti Doa damai dan salam damai
Anak Domba Allah
Diucapkan Imam sesaat kita hendak menyambut komuni. Apa arti dan maksudnya? Lihatlah no 4 Awal Mula Ekaristi, Pendasaran biblis di atas
Menyambut komuni
• Arti komuni:
- Berarti menyatu dengan Kristus, bukan sekedar menerima komuni, Tubuh dan darah Kristus, dalam rupa roti dan anggur.
- Menerima Tubuh dan Darah Kristus, berarti benar-benar menerima makanan dan minuman sejati (Yoh 6: 55). Kita tak akan lapar dan haus lagi
- "ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia"(Yoh 6: 56).
• Sebenarnya kita menyadari tidak pantas untuk menyambut komuni, "tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh"(bdk Luk 7: 7). Kita tak berkecil hati, malah berkobar keinginan kita "Menyatu manunggal" dengan Dia dengan makan Tubuh dan minum Darah-Nya dengan harapan hidup-Nya di dalam hidup kita, saya dan anda.
• Apa buah-buah Komuni Kudus?
- Komuni Kudus mempererat kesatuan kita dengan Kristus
- Selain itu Komuni kudus menjaga dan memperbarui hidup rahmat yang diterima dalam pembaptisan dan penguatan serta membuat kita berkembang dalam cinta kepada sesama.
- Komuni kudus memperkuat kita dalam cinta kasih, menghapus dosa-dosa ringan, dan menjaga kita dari bahaya dosa berat di masa depan (Kompendium KGK 292).
• Kapan seseorang harus menyambut Komuni Kudus?
- Gereja menganjurkan kaum beriman yang menghadiri Misa kudus untuk menerima komuni suci jika mereka mempunyai disposisi yang dituntut.
- Gereja mewajibkan mereka menerima Komuni suci sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, sedapat mungkin pada masa Paskah (Kompendium KGK 290).
• Apa yang dituntut untuk menyambut Komuni Kudus?
- Untuk menerima Komuni kudus seseorang harus bergabung secara penuh dalam Gereja Katolik dan dalam keadaan rahmat, yaitu tanpa kesadaran akan dosa maut.
- Siapa yang sadar telah melakukan dosa berat harus menerima Sakramen tobat sebelum menerima komuni.
- Selain itu penting juga sikap hening dan doa, menaati pantang yang diwajibkan Gereja dan sikap (gerak-gerik, pakaian) yang pantas sebagai hormat terhadap Kristus (Kompendium
KGK 291).
(Romo Poespo O. Carm)
Dimulai dengan ajakan doa Bapa Kami. Lalu diikuti Doa damai dan salam damai
Anak Domba Allah
Diucapkan Imam sesaat kita hendak menyambut komuni. Apa arti dan maksudnya? Lihatlah no 4 Awal Mula Ekaristi, Pendasaran biblis di atas
Menyambut komuni
• Arti komuni:
- Berarti menyatu dengan Kristus, bukan sekedar menerima komuni, Tubuh dan darah Kristus, dalam rupa roti dan anggur.
- Menerima Tubuh dan Darah Kristus, berarti benar-benar menerima makanan dan minuman sejati (Yoh 6: 55). Kita tak akan lapar dan haus lagi
- "ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia"(Yoh 6: 56).
• Sebenarnya kita menyadari tidak pantas untuk menyambut komuni, "tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh"(bdk Luk 7: 7). Kita tak berkecil hati, malah berkobar keinginan kita "Menyatu manunggal" dengan Dia dengan makan Tubuh dan minum Darah-Nya dengan harapan hidup-Nya di dalam hidup kita, saya dan anda.
• Apa buah-buah Komuni Kudus?
- Komuni Kudus mempererat kesatuan kita dengan Kristus
- Selain itu Komuni kudus menjaga dan memperbarui hidup rahmat yang diterima dalam pembaptisan dan penguatan serta membuat kita berkembang dalam cinta kepada sesama.
- Komuni kudus memperkuat kita dalam cinta kasih, menghapus dosa-dosa ringan, dan menjaga kita dari bahaya dosa berat di masa depan (Kompendium KGK 292).
• Kapan seseorang harus menyambut Komuni Kudus?
- Gereja menganjurkan kaum beriman yang menghadiri Misa kudus untuk menerima komuni suci jika mereka mempunyai disposisi yang dituntut.
- Gereja mewajibkan mereka menerima Komuni suci sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, sedapat mungkin pada masa Paskah (Kompendium KGK 290).
• Apa yang dituntut untuk menyambut Komuni Kudus?
- Untuk menerima Komuni kudus seseorang harus bergabung secara penuh dalam Gereja Katolik dan dalam keadaan rahmat, yaitu tanpa kesadaran akan dosa maut.
- Siapa yang sadar telah melakukan dosa berat harus menerima Sakramen tobat sebelum menerima komuni.
- Selain itu penting juga sikap hening dan doa, menaati pantang yang diwajibkan Gereja dan sikap (gerak-gerik, pakaian) yang pantas sebagai hormat terhadap Kristus (Kompendium
KGK 291).
(Romo Poespo O. Carm)
Jumat, 27 April 2012
DUNIA OH DUNIA
Langganan:
Postingan (Atom)
3 EKONOM INDONESIA DAN PEMIKIRANNYA 3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak, berfokus pada pemulihan kri...
-
Gendhing Jawa - Javanese Gamelan Notation New notation website new! Pélog Lima Pélog Nem Pélog Barang Sléndro Nem Sléndro Sanga Sl...














