Kamis, 30 Mei 2013

blog OMJAY



http://wijayalabs.com/

INI SEBAGIAN TULISAN BELIAU:



Jokowi Dipuji, PKS Dimaki



Jokowi sedang dipuja-puji, dan PKS sedang dicaci-maki di sini. Hal itulah yang saya ketahui setelah berinteraksi di rumah sehat ini. Lucu juga yah! Jadi ingat sewaktu pak JK dipuja-puji di sini, dan ibu Megawati dicaci-maki. Namun dalam pemilihan presiden, ternyata ibu Megawati lebih populer daripada pak JK.

Itulah dinamika politik. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang terjadi. Sama halnya ketika Jokowi mencalonkan diri menjadi gubernur DKI. Banyak orang yang ragu bahkan meragukan kemampuannya. Kampanye hitampun dibuat. Seolah-olah Jokowi tak memiliki kehebatan apapun. Jokowi dianggap orang yang harus dihambat karirnya agar tak maju menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Tapi politik terus berubah. Jokowi ternyata disukai media. Bukan karena Jokowi memiliki tim media yang tangguh, tetapi ini dikarenakan kepribadian Jokowi yang sangat sederhana. Banyak orang menulis tentangnya tanpa dibayar. Saya pun termasuk blogger yang menuliskan tentang Jokowi dan tanpa bayaran satu senpun.
PKS sedang dicaci-maki saat ini. Bisa jadi kondisi itu akan berubah seiring dengan dinamika politik di tanah air.

 Teruslah berbuat kebaikan dan teruslah mengkampenyakan diri sebagai partai yang solid. Bila nanti di pengadilan ada kader atau mantan ketua PKS LHI tak bersalah, bisa jadi caci-maki itu menjadi pujian. PKS akan menjadi partai harapan. Partai yang diharapkan bangsa Indonesia dengan kejujurannya. Media pun lambat laun akan berpihak kepada partai ini.

Kita tentu tahu duit 4 milyar di dalam kardus yang menghebohkan. Duit itu diberikan kepada Nazarudin (mantan anggota DPR komisi III) atas perintah tersangka korupsi Djoko Susilo. Publik tentu marah besar ketika tahu bahwa masih ada korupsi di negeri ini, dan melibatkan partai besar di dalamnya. Kita ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya. Koruptor harus dimiskinkan. Bukan semakin nyaman di penjara sana.

Namun, publik tiba-tiba diam ketika media tak mempersoalkannya. Publik justru malah bereaksi keras dengan PKS yang belum tentu bersalah. Inilah Indonesia, keadilan terkadang belum menyentuh semua kalangan. Apa yang dituliskan Yudhi Latif di koran kompas, 28 Mei 2013 tentang keadilan untuk PKS nampaknya hanya menjadi angin lalu buat KPK.

Semoga ini menjadi pembelajaran berharga buat bangsa ini.

Jokowi dipuji, PKS dimaki. Itulah yang terjadi saat ini. Kita lihat saja apa yang sesungguhnya terjadi. Partai besar dengan jumawa asyik bersantai ria. Kader-kadernya yang terduga korupsi masih menghirup udara segar dengan fasilitas mewahnya. Inilah wajah Indonesia.

 Bahkan Susno Duaji yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan dan mendekam dalam penjara, masih bisa menikmati nasi padang, dan sate madura yang lezat. Beliau masih bisa tertawa lepas dan tak merasa bersalah. Luar biasa! Masih ada hukum rimba di negeri ajaib ini. Tapi lihatlah apa yang terjadi, ketika ada orang yang maling ayam. Boro-boro bisa makan sate ayam, wajah hitam lebampun menjadi potretnya di koran-koran.

Salam blogger persahabatan
Omjay

http://wijayalabs.com

Kamis, 16 Mei 2013

Cara Melatih Orang Anda Agar Dapatkan Penjualan Lebih


Cara Melatih Orang Anda Agar Dapatkan Penjualan Lebih



Saat ini untuk menjaga segala bentuk transaksi usaha anda,tantangannya adalah untuk membiarkan karyawan anda memahami bahwa usaha anda adalah sebuah daerah yang profesional yang bertujuan untuk membawa perbaikan layanan kepada pelanggan usaha anda.
Dengan menyiapkan karyawan yang kompetitif dan dinasmis dari awal,pelanggan akan memiliki kesan bahwa usaha anda memiliki reputasi tinggi dan baik.
Untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan anda,anda harus memperbaiki layanan penjualan dan mempersiapkan karyawan anda menjadi seorang ahli dalam bidang penjualan.Dibawah ini ada beberapa tips untuk melatih karyawan anda :
Tahu Secara Rinci Tentang Usaha Anda
Anda adalah bos,anda adalah pemilik,dan bahkan jika anda seorang pemimpin yang menjalankan usaha orang lain,anda harus tahu apa yang anda jual dan sesuai dengan perasaan hati anda.Dan jika orang bertanya,anda bisa menjawab dengan segera.
Berikan Contoh Yang Sesuai
Jika anda ingin tim anda memberikan produktivitas yang anda inginkan,anda harus juga menjadi produktif terlebih dahulu,Ajarkan mereka apa yang mereka harus tahu dan menunjukkan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan,Karyawan akan bekerja lebih baik jika mereka berada di dalam lingkungan yang termotivasi.
Menerapkan Manajemen Sistem Hubungan Pelanggan Berkelanjutan
Anda harus berada di gaya teknik penjualan yang kuat dan khas,jangan biarkan pelanggan dan orang yang bertanya kepada anda menjadi bingung,semua informasi dan laporan harus di singkronkan secara sistematis.
Jadilah Kreatif
Jangan takut untuk berpikir keluar dari apa yang anda terapkan sehari-hari,Bayangkanlah sebuah komunitas yang akan terus menerus berkembang dimana anda selalu harus menemukan cara untuk perbaikan.
Yang Tepat
Tahu orang yang tepat dan tahu bagaimana memperlakukan mereka secara baik,berikan pinjaman atau kredit kepada karyawan yang telah melakukan pekerjaan dengan baik,berikan mereka pujian,Dengan cara ini,mereka akan memiliki motivasi yang anda butuhkan untuk meningkatkan perkembangan usaha anda.

Artikel Lainnya

Fb And Tweet

Senin, 13 Mei 2013

Lima Hal yang Membuat Pria “Menarik” di Mata Wanita


Lima Hal yang Membuat Pria “Menarik” di Mata Wanita

Ketika membaca judul diatas, mungkin bagi sebagian orang yang sudah apatis dengan sikon di jaman modern ini yang pada umumnya mendudukkan “uang” dan “jabatan” diatas segala galanya, akan segera berpikir ringkas, ” uang membuat pria menarik di mata wanita.”

Jika itu adalah jawaban anda, maka sebenarnya juga golongan “wanita” yang hanya tertarik dengan uang dan jabatan semata bukanlah wanita sejati yang saya maksudkan dalam artikel ini.

Meskipun standard pria secara umum di dalam artikel ini tentu memiliki pekerjaan atau keahlian yang handal, namun bukan berarti harus kaya atau pada level “berduit”.


Semua pria bisa tampil menarik di mata wanita. Yang saya maksudkan adalah pria yang disukai wanita sebagai sahabat, teman bicara yang baik, bahkan partner bisnis, dan bukan terbatas semata mata dijadikan kekasih atau teman kencan.

Pria yang “menarik” akan lebih mudah dibantu, lebih mudah dipahami dan disukai. Oleh karenanya secara tidak langsung, menjadi pria dengan kepribadian menarik akan mendatangkan banyak kemudahan secara “halal” dalam lingkungan pekerjaan dan pergaulan sehari hari.

Pandangan yang  lebih relevan dan berimbang jika topik ini dilihat dan dibahas dari sudut pandang wanita, karena sesunguhnya jauh di lubuk hatinya,  para pria juga mendambakan dirinya disukai dan menarik di mata wanita. Banyak pria yang tidak tahu caranya, dan terlau gengsi untuk bertanya.

Dari berbagai poin penting yang sangat banyak,  saya coba membatasi dengan mengemukakan lima hal mendasar yang penting bagi pria supaya menarik di mata wanita, agar  mudah diingat dan langsung bisa diaplikasikan tanpa ribet.

1.   Sopan, ramah namun tidak genit.

 Wanita menyukai pria yang “hangat” dan bisa membuka percakapan dengan baik. Tapi bukan tipe pria yang saking hangatnya, maka cara berbicara dan memandang malah seperti hendak “menelan” wanita hidup hidup. Pria yang seperti ini akan kelihatan seperti orang utan yang baru keluar dari hutan rimba dan kaget  melihat suasana kota. Dijamin para wanita berkelas  justru akan segera menghindar menjauhi.
Sapalah wanita dengan ramah, bicara dengan sopan dan hangat, namun tetap menjaga sikap  dan tidak memancing mancing pembicaraan yang menjurus kearah “tabu”.

2.  Bersih dan tidak tidak bau badan.

 Soal wewangian, maka itu adalah sangat subjektif. Saya pribadi selalu suka dengan pria yang beraroma “sporty”, namun tidak menyengat hidung. Pria yang perfume-nya tercium dari jarak lima meter, malahan menjadi seperti pengharum ruangan berjalan. Wanita tidak begitu menyukai pria yang over dalam berdandan. Jangan menyaingi wanita dalam urusan berdandan.

Kebersihan kuku dan rambut penting untuk dijaga.
Soal gaya berpakaian, saya tidak bisa mematok standard tertentu,  karena selera wanita juga berbeda beda. Ada yang senang melihat pria berjins dengan kemeja kotak kotak yang kasual. Ada juga wanita yang senang melihat pria berkemeja lengan panjang rapih dengan celana bahan kain dan sepatu resmi.
Kembangkan gaya pribadi anda, tapi hal mendasar adalah pastikan kebersihan tubuh anda terjaga dan jaga aroma tubuh dari bebauan “tidak sedap”.

3.  Menjaga wibawa dengan fokus pada hal hal yang penting dan utama. 

Wanita tidak suka dan alergi dengan pria “pecicilan”. Wanita tidak keberatan dikritisi, maupun diberi nasehat, namun bukan berargumen dengan hal remeh temeh yang tidak penting. Pria yang berwibawa akan mampu mengendalikan emosi wanita bukan dengan banyak kata kata, namun dengan kehadirannya yang menenangkan, sudah mampu membuat wanita merasa aman dan terlindungi.

4.  Memberi pujian pada kadar yang tepat.

 Semua wanita senang dipuji. Namun pujian yang berlebihan akan kedengaran sebagai rayuan “gombal” di telinga wanita. Hindari pujian klise seperti :” cantik sekali hari ini, meskipun kemarin kemarin juga cantik”.
Wanita akan terpesona dengan pujian yang tepat sasaran dan tidak berlebihan. Misalnya: “tadi presentasi yang kamu bawakan sangat bagus, ringkas dan berisi. Apalagi ditambah dengan grafik menunjang. Orang orang terkesan dengan itu semua.”
Atau jika pujian itu kearah fisik dan penampilan, maka contoh kalimatnya seperti ini: ” Kamu kelihatan sangat segar dengan jins dan kemeja putih”.

5. Menjaga etiket secara umum dan selalu bersikap santun.

 Wanita bukan hanya akan memperhatikan perlakuan anda terhadap dirinya. Wanita cerdas akan memperhatikan bagaimana pria bersikap kepada orang lain secara konsisten. Pria yang tidak memiliki etiket dan bersikap tidak sopan  kepada orang lain secara umum, maka tidak peduli seberapa kaya maupun tinggi kedudukannya, nilainya di mata wanita langsung merosot ke titik nadir.

Pria tidak suka dengan artikel panjang yang ribet dan berbelit belit bukan ?. Mudah mudahan lima hal pokok yang saya sampaikan ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menjadi pria yang menarik dan disukai wanita.
Hormat saya untuk pria Indonesia.

Senin, 06 Mei 2013

Hilangnya Rasa Malu


Hilangnya Rasa Malu
Kodirun

Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “
Iman memiliki enem puluh lebih cabang. Malu adalah satu cabang dari Iman.” (HR. Bukhari, Muslim, dan abu Dawud). 

Malu atau rasa malu dapat diartikan dengan kusut atau ciutnya jiwa seseorang sehingga tidak mampu dan tidak kuat untuk melakukan hal-hal yang bersifat buruk atau tercela.
 

Orang yang malu tidak kuasa melihat dirinya hina di hadapan Allah, atau orang lain, bahkan di hadapan dirinya sendiri.




Orang yang memiliki rasa malu sesungguhnya sangat mulia di hadapan Allah, orang lain, dan dirinya sendiri. Karena kedudukannya yang sangat mulia tersebut sebaiknya setiap orang mukmin tetap memelihara rasa malu yang dimiliknya.
Karena jika rasa malu hilang dari seseorang maka akan mengakibatkan seseorang binasa atau mengalami malapetaka yang sangat besar.

Rasulullah SAW berabda, “
Sesungguhnya Allah tatkala hendak membinasakan seorang hamba, Allah mencabut rasa malu darinya. Ketika Allah telah mencabut rasa malu darinya, orang itu tidak akan mendapati dirinya kecuali dia dibenci dan membenci orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dibenci dan membenci orang lain akan dicabut amanah (kepercayaan) darinya. Ketika amanah telah dicabut darinya dia tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati oleh orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati, akan dicabut darinya rahmat. Ketika telah dicabut rahmat darinya,  tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat, maka akan dicabut darinya tali agama Islam.” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadis tersebut dapat diketahui, sumber malapetaka yang menimpa setiap orang adalah hilangnya rasa malu. Orang yang tidak punya rasa malu biasanya akan mudah sekali melakukan hal-hal yang bersifat negatif menurut kacamata agama.
 

Munculnya korupsi, perselingkuhan, perzinahan, pencurian, pelecehan seksual, dan perbuatan jahat lainnya yang banyak terjadi di republik kita tercinta ini semuanya diakibatkan hilangnya rasa malu pada setiap pelakunya.

Perlu kita ketahui, derajat malu yang paling tinggi adalah malu kepada Allah SWT. Orang yang beriman kepada Allah dapat dipastikan dalam dirinya masih memilki rasa malu, terutama kepada Allah SWT.
 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “
Malu dan iman adalah satu pasang, jika salah satunya hilang maka yang lain juga hilang.” (HR. Al-Hakim). Nah, sekarang bagaimana dengan kita masing-masing, masihkah ada rasa malu dalam diri kita? Wallahu a’lam.

Jumat, 19 April 2013

AKU CANTIK SIAPA PEDULI


Aku Cantik Siapa Peduli



sumber (http://site.secretsolution.my)

Aku cantik, tapi siapa peduli?
Kecantikan hanya sebuah hegemoni
Lambat laun kan memudar pasti
Apalah arti cantik
Tapi hatinya berduri
Jiwanya tak bernurani
Hanya kan jadi berhala
Dalam lautan puja dan puji
Terlena kenistaan rayuan basi
Merelakan kehormatan harga diri
Melupakan semua hakikat suci

Cantik dalam biasan cermin
Bukanlah cantik yang kuingini
Ia hidup dalam kebohongan duniawi
Menjadikannya ratu dari segala dengki
Membuat persepsi berharga mati
Aku cantik, tapi siapa peduli?
Kau puji wajahku halus bak kain sutera
Kau bilang mataku bulat, sebulat rembulan senja
Lalu, apa hatiku meninggi?
Kucakar wajah yang katamu kain sutera
Kucongkel mata yang kau bilang rembulan senja

Aku benar-benar benci rayuan kata
Aku benci pujian mata
Tak ayal semua kan sirna
Cantik yang kau kira
Bukanlah kecantikan sebenarnya
Wanita cantik itu sengsara
Hidupnya dipenuhi jebakan dosa
Jadi jangan kau kira
Aku suka kau bilang cantik
TA, 18 April 2013

Jumat, 12 April 2013

Wanita (harus) Materialistik !


Wanita (harus) Materialistik !

Oleh : Restu Putri Astuti

Materialistik adalah sifat kebendaan atau keduniawian yang dimiliki oleh manusia.Sifat materialistik timbul karena desakan kebutuhan. Wanita (harus) materialistik, bukanlah sekedar ungkapan. Mungkin selama ini di masyarakat materialistik identik dengan sifat menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan. Kaum wanita memang dianugerahi sifat yang cenderung menilai segala sesuatu dengan panca indra. Hal ini terlihat dari pusat-pusat perbelanjaan yang selalu dipadati oleh kaum hawa. Lihat saja dari segi penampilan yang modis. Walaupun hanya sekedar jalan atau memang bertujuan untuk belanja. Uang memang bukan prioritas utama tetapi uang kebutuhan yang tidak dapat dihindari.





Wanita (harus) materialistik, bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk masa depan keluarganya. Karena bukan untuk dia (wanita), terutama anak-anak. Seperti yang kita pahami, kebutuhan seperti sandang, pangan dan sekolah semakin meningkat tiap tahunnya. Jika tidak diimbangi dengan sumber pendapatan yang cukup maka tidak mungkin didapatkan semua kebutuhan dasar berkualitas. Padahal anak-anak itu menjadi masa depan bangsa kita. Sebenarnya sifat materialistik tidak bisa diukur melalui materi saja (kekayaan) tetapi bagaimana kita menyadari hati kita pun harus kaya. Kaya pemikiran dan kaya tindakan yang positif.



Kaum wanita harus menyadari perannya yang berat dalam memikul tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu. Menyeimbangkan pekerjaan domestik rumah tangga, mendidik anak, bahkan bekerja menjadi hal yang sulit tanpa mengorbankan sesuatu. Untuk itu, wanita harus menyadari zaman sekarang bukanlah sebelum era Kartini yang masih rendah emansipasi wanitanya. Wanita dituntut meningkatkan kompetensi dirinya sendiri. Jangan sampai menjadi wanita yang tak produktif. Wanita harus cerdas dan berjiwa sosial tinggi, agar mampu berinteraksi dengan masyarakat. Percuma berwajah cantik rupawan, tetapi tidak pernah nyambung jika diajak bicara. Wanita (harus) sebagai tiang negara, karena dari wanita lah, generasi penerus dilahirkan.



Tentunya kaum lelaki yang memandang sinis wanita materialistik diindikasikan tidak mampu berusaha kerja keras untuk memenuhi kebutuhan. Padahal jelas-jelas, wanita menuntut kaum lelaki untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas untuk kebaikan keluarganya. Dalam berkeluarga, keinginan setiap orangtua adalah mengetahui putra-putrinya bisa lebih baik dalam segala hal. Wanita juga jangan menjadi wanita yang bergantung pada kaum lelaki. Harus bisa mandiri, terutama mandiri dalam hal pendapatan. Sungguh indah, jika kita kaum wanita bisa mendidik anak dengan baik tanpa mengorbankan kebahagiaan keluarga tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi. Wanita memang materialistik!



Wanita (harus) Materialistik !
Oleh : Restu Putri Astuti
Materialistik adalah sifat kebendaan atau keduniawian yang dimiliki oleh manusia.Sifat materialistik timbul karena desakan kebutuhan. Wanita (harus) materialistik, bukanlah sekedar ungkapan. Mungkin selama ini di masyarakat materialistik identik dengan sifat menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan. Kaum wanita memang dianugerahi sifat yang cenderung menilai segala sesuatu dengan panca indra. Hal ini terlihat dari pusat-pusat perbelanjaan yang selalu dipadati oleh kaum hawa. Lihat saja dari segi penampilan yang modis. Walaupun hanya sekedar jalan atau memang bertujuan untuk belanja. Uang memang bukan prioritas utama tetapi uang kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Wanita (harus) materialistik, bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk masa depan keluarganya. Karena bukan untuk dia (wanita), terutama anak-anak. Seperti yang kita pahami, kebutuhan seperti sandang, pangan dan sekolah semakin meningkat tiap tahunnya. Jika tidak diimbangi dengan sumber pendapatan yang cukup maka tidak mungkin didapatkan semua kebutuhan dasar berkualitas. Padahal anak-anak itu menjadi masa depan bangsa kita. Sebenarnya sifat materialistik tidak bisa diukur melalui materi saja (kekayaan) tetapi bagaimana kita menyadari hati kita pun harus kaya. Kaya pemikiran dan kaya tindakan yang positif.

Kaum wanita harus menyadari perannya yang berat dalam memikul tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu. Menyeimbangkan pekerjaan domestik rumah tangga, mendidik anak, bahkan bekerja menjadi hal yang sulit tanpa mengorbankan sesuatu. Untuk itu, wanita harus menyadari zaman sekarang bukanlah sebelum era Kartini yang masih rendah emansipasi wanitanya. Wanita dituntut meningkatkan kompetensi dirinya sendiri. Jangan sampai menjadi wanita yang tak produktif. Wanita harus cerdas dan berjiwa sosial tinggi, agar mampu berinteraksi dengan masyarakat. Percuma berwajah cantik rupawan, tetapi tidak pernah nyambung jika diajak bicara. Wanita (harus) sebagai tiang negara, karena dari wanita lah, generasi penerus dilahirkan.
Tentunya kaum lelaki yang memandang sinis wanita materialistik diindikasikan tidak mampu berusaha kerja keras untuk memenuhi kebutuhan. Padahal jelas-jelas, wanita menuntut kaum lelaki untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas untuk kebaikan keluarganya. Dalam berkeluarga, keinginan setiap orangtua adalah mengetahui putra-putrinya bisa lebih baik dalam segala hal. Wanita juga jangan menjadi wanita yang bergantung pada kaum lelaki. Harus bisa mandiri, terutama mandiri dalam hal pendapatan. Sungguh indah, jika kita kaum wanita bisa mendidik anak dengan baik tanpa mengorbankan kebahagiaan keluarga tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi. Wanita memang materialistik!


Wanita (harus) Materialistik !
Oleh : Restu Putri Astuti
Materialistik adalah sifat kebendaan atau keduniawian yang dimiliki oleh manusia.Sifat materialistik timbul karena desakan kebutuhan. Wanita (harus) materialistik, bukanlah sekedar ungkapan. Mungkin selama ini di masyarakat materialistik identik dengan sifat menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan. Kaum wanita memang dianugerahi sifat yang cenderung menilai segala sesuatu dengan panca indra. Hal ini terlihat dari pusat-pusat perbelanjaan yang selalu dipadati oleh kaum hawa. Lihat saja dari segi penampilan yang modis. Walaupun hanya sekedar jalan atau memang bertujuan untuk belanja. Uang memang bukan prioritas utama tetapi uang kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Wanita (harus) materialistik, bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk masa depan keluarganya. Karena bukan untuk dia (wanita), terutama anak-anak. Seperti yang kita pahami, kebutuhan seperti sandang, pangan dan sekolah semakin meningkat tiap tahunnya. Jika tidak diimbangi dengan sumber pendapatan yang cukup maka tidak mungkin didapatkan semua kebutuhan dasar berkualitas. Padahal anak-anak itu menjadi masa depan bangsa kita. Sebenarnya sifat materialistik tidak bisa diukur melalui materi saja (kekayaan) tetapi bagaimana kita menyadari hati kita pun harus kaya. Kaya pemikiran dan kaya tindakan yang positif.
Kaum wanita harus menyadari perannya yang berat dalam memikul tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu. Menyeimbangkan pekerjaan domestik rumah tangga, mendidik anak, bahkan bekerja menjadi hal yang sulit tanpa mengorbankan sesuatu. Untuk itu, wanita harus menyadari zaman sekarang bukanlah sebelum era Kartini yang masih rendah emansipasi wanitanya. Wanita dituntut meningkatkan kompetensi dirinya sendiri. Jangan sampai menjadi wanita yang tak produktif. Wanita harus cerdas dan berjiwa sosial tinggi, agar mampu berinteraksi dengan masyarakat. Percuma berwajah cantik rupawan, tetapi tidak pernah nyambung jika diajak bicara. Wanita (harus) sebagai tiang negara, karena dari wanita lah, generasi penerus dilahirkan.
Tentunya kaum lelaki yang memandang sinis wanita materialistik diindikasikan tidak mampu berusaha kerja keras untuk memenuhi kebutuhan. Padahal jelas-jelas, wanita menuntut kaum lelaki untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas untuk kebaikan keluarganya. Dalam berkeluarga, keinginan setiap orangtua adalah mengetahui putra-putrinya bisa lebih baik dalam segala hal. Wanita juga jangan menjadi wanita yang bergantung pada kaum lelaki. Harus bisa mandiri, terutama mandiri dalam hal pendapatan. Sungguh indah, jika kita kaum wanita bisa mendidik anak dengan baik tanpa mengorbankan kebahagiaan keluarga tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi. Wanita memang materialistik!

  3 EKONOM INDONESIA   DAN PEMIKIRANNYA   3 tokoh ekonom Indonesia pasca-reformasi, sekedar sampling acak,   berfokus pada pemulihan kri...